Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Jumat, 15 Maret 2019

Simple Survey dengan Facebook.

Simple Survey dengan Facebook.
Sosial media adalah tool yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari networking, marketing maupun survey pasar. Hal mana sering saya lakukan untuk mendapatkan jawaban dari audience sosial media saya, terutama facebook. 

Dengan pengelolaan facebook yang benar, terutama dalam audience management, maka kita bisa melakukan banyak hal dengan facebook. Usahakan audience kita adalah segment atau target market kita sehingga komunikasi yang kita bangun di facebook sangat efisien dan efektif.

Kegiatan ask question, get answer perlu kita lakukan untuk melakukan survey ringan atas satu hal. Misalnya belum lama ini saya melemparkan pertanyaan : "Apakah UMKM lebih memilih mentor yang bersertifikasi atau seorang mentor yang praktisi, meskipun tanpa sertifikasi?" 

Dari berbagai jawaban UMKM ternyata lebih dari 90% mereka memilih seorang mentor yang praktisi, dengan berbagai alasan antara lain:
  1. Best Practise, UMKM membutuhkan banyak contoh riil dalam wirausaha, mengapa ini bisa dilakukan dan mengapa ini tidak perlu dilakukan dan apa alasannya. Menurut harapan mereka, seorang praktisi bisa memberikan contoh pengalamannya sendiri dalam berwirausaha dan hal ini sangat penting bagi para pelaku UMKM.
  2. Pelaku UMKM memiliki waktu yang terbatas untuk mencerna sebuah teori dari mentor yang bukan praktisi. Meskipun sebenarnya teori tersebut juga dibutuhkan, tetapi dengan mentor seorang praktisi teori ini diperingkas dengan contoh-contoh riil.
  3. Pelaku UMKM ingin melihat bukti nyata.
Survey ringan ini saya maksudkan untuk memberikan alasan dalam melakukan berbagai perubahan sistem pembinaan dan pelatihan yang selama ini telah berjalan. Dalam entrepreurship apa yang kita lakukan harus terukur dan terbukti. Misalnya dalam pelatihan marketing dasar maka diharapkan setelah pelatihan mereka langsung mendapatkan gambaran siapa pasar mereka, dan apa yang mesti mereka lakukan selanjutnya.

Untuk mendukung perubahan ini, maka saya pun akan menggandeng "siapa yang sebenarnya dibutuhkan oleh UMKM". Misalnya dalam pelatihan pemasaran diusahakan melibatkan pihak calon buyer setelah sebelumnya diseleksi para pelaku UMKM yang memang sudah layak dipertemukan dengan buyer. Tujuannya adalah quick win, dan UMKM bisa melihat hasil nyata dari pelatihan tersebut.

Hal serupa akan dilakukan juga pada pelatihan financial usaha, yang akan melibatkan pihak lembaga finansial. UMKM yang akan mengikuti pelatihan inipun akan diseleksi sesuai dengan audience yang dibutuhkan oleh lembaga finansial.

Untuk UMKM yang belum masuk kategori-kategori seleksi tersebut akan dimatangkan lebih lanjut dengan program-program pelatihan praktis yang langsung mengarah kepada tujuan. 

Berbagai survey sederhana bisa kita lakukan dengan facebook ketika kita membutuhkan jawaban dari audience kita. Mulailah dengan bertanya kepada pasar atau audience kita. Sukses!






Kamis, 14 Maret 2019

Pasar Tradisional Masih Menjanjikan Bagi Produk UMKM.

Pasar Tradisional Masih Menjanjikan Bagi Produk UMKM.
Hanya karena anjuran produk UMKM sebaiknya masuk di pasar modern bukan berarti  bahwa pasar tradisional bisa ditinggalkan. Justru pasar tradisional ini masih sangat potensial untuk penjualan produk-produk lokal dengan pembayaran tunai.

Meskipun memang di pasar tradisional sudah didominasi produk UMKM, namun produk-produk UMKM binaan tidak banyak yang masuk pasar tradisional. Para UMKM binaan lebih tertarik mempercantik kemasan untuk dipasarkan di pasar modern, yang sebenarnya penjualannya lebih lambat daripada di pasar tradisional. Sebaliknya, produk-produk industri mulai gencar masuk ke pasar tradisional karena melihat potensi penjualan yang lebih baik daripada pasar modern. 

Kemasan bagus tidak berarti harus tabu dimasukkan di pasar tradisional, selama harga jual produknya masih cukup terjangkau oleh masyarakat umum. Bukankah kemasan yang bagus tidak berarti harus mahal? Pasar modern memang memberikan peluang untuk menjual produk UMKM lebih mahal daripada di pasar tradisional, namun jika dilihat dari tempo pembayaran dan kecepatan penjualannya sebenarnya pasar tradisional lebih bisa diandalkan jika pengunjung pasar sesuai dengan target pasar yang dibidik oleh UMKM.

Bahkan beberapa UMKM yang memiliki banyak produk ada yang kami sarankan untuk membuka outlet atau bekerjasama dengan pedagang pasar untuk menjual produknya. Pada kenyataannya produk mereka bisa terserap dengan baik di pasar tradisional. 

Hal ini kami ingatkan lagi kepada para pelaku UMKM ketika banyak sekali keluhan kepada kami tentang kinerja penjualan produk mereka di pasar modern tidak seperti yang mereka harapkan. Bahkan beberapa pelaku UMKM terpaksa harus berhenti menjadi vendor pasar modern karena setelah dicermati tidak menguntungkan mereka, terutama dalam kinerja cash flow usahanya.

Setidaknya promosi produk UMKM pun harus menyentuh pasar tradisional, karena banyak pasar bisnis seperti pedagang, pengusaha rumah makan maupun pengusaha catering justru berbelanja di pasar tradisional karena membutuhkan produk yang segar dengan harga yang lebih murah. Pasar bisnis ini sebenarnya yang harus diprioritaskan oleh para pelaku UMKM terutama yang memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan minuman serta bahan-bahan makanan.

Sekali lagi, para pelaku UMKM harus cermat dalam menyikapi setiap pergerakan dari target pasarnya. Pasar tradisional justru bisa menjadi tujuan penjualan produk UMKM daripada pasar modern. Anggapan bahwa pasar modern sangat membantu dalam membangun citra produk UMKM mulai memudar ketika produk tersebut tidak memiliki kinerja penjualan yang lebih baik. Sukses!



Selasa, 12 Maret 2019

Investasi, Membeli Sebuah Cita-Cita.

Investasi, Membeli Sebuah Cita-Cita.
Masih ingatkah ketika kita masih kecil kita ditanya: Apa cita-citamu kelak? Ada yang menjawab jadi dokter, insiyur dan sebagainya. Dan tanpa sadar perjalanan panjang kita mengejar cita-cita tersebut berkonsekwensi pada waktu, tenaga, pikiran dan biaya yang luar biasa besar untuk sebuah cita-cita tersebut. Anda bisa menghitungnya? Lalu apakah cita-cita anda saat ini masih sama seperti yang dulu?

Para pelaku usaha pun memiliki cita-cita ketika awal membangun bisnisnya. Jatuh bangun dilaluinya untuk sekedar mencapai cita-cita yang sudah dirancangnya, dan sudah pasti waktu, tenaga, pikiran dan juga biaya yang dikeluarkannya tidak sedikit. Untuk berada di posisi saat ini telah banyak yang telah mereka korbankan.

Sementara di luar sana, ada beberapa orang yang berpredikat pemodal yang ingin masuk ke bisnis sebagai investor. Tujuan utama mereka adalah mengambil keuntungan dari modal atas bisnis tersebut. Prinsip mengambil keutungan semaksimal mungkin pasti akan dilakukan oleh para investor ini, dan hal ini sangat wajar. 

Yang jadi permasalahan adalah ketika para pelaku usaha skala UMKM tidak bisa berhitung seberapa besar pengorbanan yang telah mereka lakukan dan seberapa besar nilai bisnis mereka di masa mendatang dengan segala peluang yang dimilikinya. Hanya karena ingin segera mendapatkan suntikan dana segar maka banyak pelaku UMKM tergesa-gesa dalam perhitungan asset bisnisnya. Mereka hanya memperhitungkan asset fisik sedangkan asset-asset non fisik seperti sistem manajemen, teknologi produksi, patent dan hak merk sama sekali tidak mereka perhitungkan. Bahkan seringkali biaya-biaya pengembangan ide dan konsep pun terlupakan untuk mereka hitung, padahal nilainya bisa lebih mahal dari asset fisik yang mereka miliki saat ini. 

Cita-cita mereka sangat mahal dan dalam kasus ini ingin mereka perdagangkan dengan para investor, meskipun para investor ini tidak sepenuhnya bisa membeli bisnis tersebut namun setidaknya harus ada penghargaan atas "perjuangan" dalam mewujudkan cita-cita tersebut yang biasa disebut good will

Kemampuan menominalkan asset-asset intangible ini sangat diperlukan oleh para pelaku UMKM ketika mempersiapkan proposal investasi mereka.Jangan karena ingin segera mendapatkan suntikan dana segar maka mereka mengabaikan segala upaya yang telah mereka lakukan dalam menggapai cita-citanya. Bagaimana menyakinkan investor pun harus mereka kuasai, karena jika tidak dijelaskan dengan baik maka investor akan menaksir biaya itu sesuai dengan kacamatanya.

Pastinya akan ada tiitk kesepatakan yang win-win solutin, namun jika perhitungan investasi tersebut dipersiapkan dengan benar maka pengorbanan para pelaku UMKM selama beberapa tahun tidak akan sia-sia, apalagi jika prospek bisnisnya memang menawan.

Semoga dengan tulisan ini, teman-teman UMKM bisa mulai menata diri dan bisnisnya untuk bisa ditawarkan kepada para investor yang benar-benar mengelola dananya sendiri dan memahami bisnis para pelaku UMKM tersebut. Sukses!


Senin, 11 Maret 2019

Arti Investor Bagi UMKM.

Arti Investor Bagi UMKM.
Investor? Wow, kenalkan saya kepada mereka Pak, kami butuh investor! Ini adalah sepenggal kalimat yang sering kami dengar ketika teman-teman UMKM sedang kesulitan finansial sementara melakukan pinjaman ke perbankan juga tidak bisa karena tidak ada agunan.

Lantas saya pun balik bertanya: "Apa yang Bapak/Ibu ingin tawarkan kepada investor?" Dan ternyata pertanyaan ini butuh waktu yang cukup lama untuk mereka jawab. Bahkan seringkali tidak terjawab. Hal ini yang jadi menggelitik untuk terus kami tanyakan kepada mereka apakah mereka sudah paham investor itu apa dan apakah mereka sudah siap berbagi keuntungan dengan investor atau bahkan rela investor tersebut masuk dalam kepemilikan perusahaan.

Sesederhana yang mereka pikirkan bahwa investor adalah individu atau perusahaan yang mau mengucurkan dana kepada mereka tanpa mereka diharuskan menyediakan jaminan atau agunan. Ada sepenggal permintaan dari salah satu UMKM kami:"Pak saya butuh Rp 100jt untuk mengembangkan bisnis baru saya, tolong carikan saya orang yang mau invest sebesar itu untuk saya." Permintaan ini tanpa disertai dengan adanya proposal yang dilampiri analisa bisnis selama beberapa tahun terakhir dan prospek serta rencana ke depan seperti apa. 

Asyiknya lagi ketika proposalnya kami tanyakan justru mereka balik bertanya kepada saya:"Pak jika memang dia investor seharusnya mereka sudah tahu seperti apa bisnis saya, atau nanti akan dijelaskan jika saya sudah bertemu orangnya." 

Di atas adalah sepenggal-sepenggal pengalaman saya ketika diminta bantuan teman-teman UMKM mencarikan investor untuk mereka. Pasti tidak semuanya demikian, namun kasus ini cukup banyak saya temui di lapangan. 

Arti Investor Bagi UMKM.

Dalam dunia keuanganinvestor adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik yang melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya) baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Sepanjang yang saya tahu investor adalah orang atau perusahaan yang bekerja dengan  "uang"-nya atau kemampuan financialnya untuk sebuah "prospek" bisnis yang menurut mereka bisa menghasilkan "profit" yang lebih baik. Yang mereka maksudkan lebih baik adalah dalam hal prosentase pengembalian, jangka waktu dan juga keamanan investasi tersebut.

Dalam hal ini investor membutuhkan gambaran angka-angka proyeksi bisnis tersebut di masa mendatang, termasuk trend bisnis, prospek bisnis tersebut di masa mendatang, bagaiman perusahaan melakukan perencanaan ke depan untuk mencapai tujuan financial yang disepakai dalam investasi nanti, dan sebagainya. Gambaran ini pasti adalah sesuai yang bisa dibaca dan tertulis dalam proposal bisnis (investasi), dan bahkan dibutuhkan analisa dari pihak ketiga yang independen untuk menguatkan data-data yang tersaji tersebut.

Intinya informasi yang dibutuhkan oleh investor adalah bagaimana gambaran bisnis yang ditawarkan oleh UMKM tersebut yang saat ini berjalan atau gambaran mencapai bisnis baru yang diajukan, bagaimana prospek bisnis ke depan, potensi kendala yang dihadapi, bagaimana exit solusinya, asset-asset apa yang dimiliki oleh UMKM saat ini baik asset tangible maupun asset intangible,  bagaimana bagi hasilnya, seberapa besar proift ditawarkan, berapa lama investasi mereka akan kembali, bagaimana persaingan bisnisnya dan berbagai hal yang terkait dengan keamanan investasi tersebut dan juga analisa bisnis dari pihak ketiga (feaseability study, jika ada).

Dibutuhkan waktu untuk memahami bisnis yang ditawarkan dan pelaku UMKM tidak bisa setiap hari bersama investor dan investor pun biasanya tidak punya banyak waktu, karena tawaran investasi yang datang kepadanya pun bukan hanya berasal dari pelaku UMKM tersebut (anggap saja demikian). Oleh sebag itu proposal dan perhitungan dan analisa bisnis yang rapi perlu disampaikan kepada investor, agar memahami bisnis tersebut dan punya waktu untuk menganalisanya.

Bagi sementara UMKM yang sudah memiliki pengalaman dengan investor ada juga yang bercerita kepada UMKM lain bahwa banyak investor yang "nakal" yang secara terperinci tidak bisa mereka jelaskan. Namun harus dicermati bahwa memang ada beberapa jenis investor yang akan kita hadapi di lapangan, yaitu:

  1. Investor yang memiliki dananya sendiri.
  2. Investor yang mengelola dana dari pihak lain (pinjaman).
  3. Investor broker.
Untuk jenis investor yang pertama adalah investor yang idealnya dicari oleh para UMKM karena mereka memiliki kelebihan analisa yang justru subyektif, yaitu ada peluang pemilik modal tertarik untuk menahamkan saham dalam perusahaan UMKM tersebut. Sementara untuk pihak yang kedua, mereka lebih obyektif karena mereka hanya tertarik kepada return atas investasi tersebut karena profit yang mereka peroleh adalah selisih antara bunga bank dengan profit share dari bisnis tersebut. Sementara yang ketiga adalah pihak yang menjadi perantara bisnis antara pemilik usaha dengan pemilik modal, mereka hanya terlibat di awal bisnis.

Penjelasan di atas sangat umum sekali, namun hal itulah yang saat ini cocok saya jelaskan kepada UMKM, Investor golongan yang pertama ini yang saat ini sedang kami jaring untuk bisa membantu bisnis para pelaku UMKM, karena banyak dari bisnis UKM yang masih banyak butuh "pengertian" dari pihak investor (subyektif) yang sangat tipis sekali didapatkan dari investor dari golongan kedua. UMKM masih butuh pendampingan dari pihak pemilik modal yang memahami bisnis lebih baik dari mereka.

Jika bisnis UMKM diperlakukan sebagai obyek investasi murni, maka akan banyak perdebatan dan kekecewaan baik oleh pihak UMKM sendiri yang berharap banyak dari investor dan juga dari pihak investor yang hanya berharap profit belaka dari bisnis UMKM tesebut.

Analisa Bisnis dan Proposal Investasi.

Dari gambaran-gambaran di atas, saat ini pekerjaan rumah kami cukup banyak dengan harus memberikan pendampingan bagaimana membuat proposal investasi kepada pihak investor karena sebagian besar UMKM kami masih belum bisa melakukannya sendiri. RumahUMKM.Net bisa mendampinginya atau juga bisa mengundang pihak (seperti credit expert dari perbankan) untuk membantu UMKM kami dalam membangun sebuah proposal investasi yang jelas dan komprehensif.

Menyajikan bisnis, analisa bisnis dan proyeksi bisnis yang menarik investor merupakan sebuah ketrampilan yang perlu diedukasikan kepada UMKM yang saat ini sudah dalam tahap pengembangan bisnis, misalnya produk yang sudah stabil kualtiasnya karena memiliki SOP produksi yang mapan, kapasitas produksi yang memadai untuk pengembangan pasar, pemasaran yang sudah menjangkau pasar bisnis (bukan kepada end user) tetapi terkendala dengan keterbatasan modal.

Yang penting bagi UMK adalah menyediakan "ruang" dimana investor bisa hadir dalam bisnisnya, ruang ini berupa profit margin yang memadai, persaingan bisnis yang masih longgar, ROI (return of investment) yang tidak terlalu panjang serta ruang untuk bisa "memiliki" perusahaan tersebut dengan saham di perusahaan.

Semuanya butuh waktu, tapi peluang berinvestasi dalam bisnis skala UMKM adalah peluang yang sangat bagus bagi para investor karena perkembangan digital saat ini semakin mengaburkan batas antara perusahaan besar dan perusahaan UMKM. Sudah saat ini investor terlibat dalam membantu UMKM di Indonesia. Sukses!




Jumat, 08 Maret 2019

Kenali Karakter Lawan Negosiasi Anda dari Tanda Tangannya.

Kenali Karakter Negosiasi Anda dari Tanda Tangannya.
Bagi seorang pebisnis, negosiasi adalah momentum yang sangat penting, apalagi ketika menyangkut keberlangsungan dan berkembangnya usaha di masa mendatang. Berbagai persiapan pasti dilakukan untuk hal yang satu ini, terutama persiapan yang menyangkut obyek negosiasinya, baik hal yang teknis maupun hal non teknis.

Strategi negosiasi pun telah diatur sedemikain rupa agar dalam negosiasi dia "menang". Yang dimaksud dalam negisiasi, istilah menang adalah ketika hal-hal yang menjadi harapan kita bisa tercapai, tetapi "hak-hak" dari lawan negosiasi pun bisa terpenuhi dengan baik. Semua pihak harus menang dan happy dalam hasil negosiasi. 

Namun seringkali produsen menghadapi "kekalahan" dalam negosiasi, dimana banyak kepetingan yang seharusnya dijaga, menjadi "meleset" tidak sesuai dengan rencana,. Misalnya kesepatakan harga tidak sesuai yang diharapkan karena margin laba tipis, atau term of payment yang lebih panjang dari yang diminta. 

Ternyata hal ini tidak disebabkan oleh hal-hal yang telah kita persiapkan dengan baik, yaitu obyek negosiasi melainkan justru karena kita tidak menguasai siapa lawan negosiasi kita, atau subyek negosiasinya. Justru subyek negosiasi menjadi bagian terpenting dalam kegiatan negosiasi itu sendiri, melebihi dari obyek negosiasi. Obyek negosiasi bisa kita pelajari karena lebih banyak bersifat teknis, sementara non teknisnya pun lebih berkisar kepada pengalaman kita dalam bernegosiasi, maupun hal-hal terkait produk dan produksi serta dan hal-hal lain di sekitarnya. Namun subyek negosiasi menjadi lebih sulit, karena kita harus menguasai hal-hal non teknis terkait pihak lawan negosiasi, dan kadang membutuhkan jasa pihak ketiga ketika kita tidak mengenal calon lawan negosiasi kita sebelumnya sehingga kita tidak tahu karakter serta kemampuan dan kelemahannya dalam bernegosiasi.

Siapa Lawan Negosiasi Kita?

Yang dimaksudkan dengan pertanyaan siapa adalah karakter serta kelebihan dan kekurangan calon lawan negosiasi kita. Bagaimana mengetahuinya? Jika anda sudah mengenal dengan baik calon lawan negosiasi anda maka dengan mudah anda akan bisa mengatur strategi negosiasi dengannya atau bahkan tidak perlu bernegosiasi karena sudah saling mengenal, namun seringkali kita dihadapkan dengan orang yang sama sekali tidak anda kenal.

Untuk kasus ini anda perlu berdiskusi dengan pihak ketiga yang mengenal calon lawan negosiasi anda jika anda sudah tahu siapa, anda butuh referensi untuk hal tersebut. Jika hal tersebut tidak membuat anda mengenal lebih jauh karakter dari calon lawan negosiasi anda maka seorang grafolog sangat anda perlukan, baik untuk membaca tulisan tangan maupun tanda tangannya.

Dari pembacaan tulisan tangan dan tanda tangan tersebut kita akan mendapatkan informasi mengenai karakter, potensi, kemampuan serta kelemahan dari calon negosiasi kita. Dengan bekal informasi ini maka kita bisa menyusun strategi yang lebih baik dalam menghadapi calon lawan negosiasi kita sehingga bisa menaikkan probabilitas kita untuk "menang" dalam negosiasi.

Dengan bekal informasi ini, kita akan lebih percaya diri dalam bernegosiasi. Dalam beberapa kesempatan berdiskusi dengan klien, saya sering menggunakan grafologi dan fengshui untuk membangun kepercayaan diri klien saya dengan informasi karakter, potensi serta kemampuan dari calon lawan negosiasinya. Berstrategi untuk mempertahankan kepentingan bisnis sangat perlu dilakukan, mengingat setiap mitra bisnis selalu ingin kepentingannya dimenangkan dalam bekerjasama.

Bekal informasi yang lebih banyak memberikan keleluasaan kita dalam mengatur strategi negosiasi, dan jasa dari seorang grafolog sangat dibutuhkan di sini. Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan tambahan wawasan kepada para pembaca. Sukses!



Rabu, 06 Maret 2019

Review Logo Anda dengan Graphology & Fengshui.

Review Logo Anda dengan Graphology & Fengshui.
Klinik Bisnis

Saat pertama saya membuka konsultasi bisnis dengan judul "Klinik Bisnis" dengan teknik GRAFOLOGI & FENG SHUI, banyak teman-teman yang meragukan teknik ini sampai pada akhirnya testomoni dari para klien sendirilah yang bisa menepis keraguan dari teman-teman ini.

Sebagai seorang yang terbiasa berkutat dengan komunitas seniman, maka sindiran-sindiran teman-teman saya abaikan, biarkan saja, toh saya tidak butuh penilaian dari teman-teman ... yang saya butuhkan adalah penilaian dari klien-klien saya. Terlebih di bidang ini pun saya tidak secara instan memahaminya, melainkan telah belasan tahun menekuninya.

Apakah setelah REVIEW logo bisnisnya selama 3 bulan berjalan sudah menampakkan hasil?

Bahwa sejatinya teknik yang saya gunakan adalah teknik LOGIC & FEEL yang saya balut dengan pengetahuan dan pengalaman saya tentang grafologi dan feng shui. Teknik ini mendasarkan pola pikir kita atas hukum KETERATURAN dan HARMONISASI semua unsur atau komponen di alam semesta. Kedua hal ini adalah esensi dari apa yang dicari orang selama ini, sementara apa yang disebut hoki adalah efek dari keteraturan dan harmonisasi tersebut.

Apa diukur pun adalah hal yang paling mendasar (fundamental) dari sebuah bisnis, yaitu logo bisnis, yang tanpa disadari adalah sebenarnya "karakter dan jiwa" dari bisnis tersebut. Terlihat sederhana, namun jika didalami dan dipahami adalah apa yang terlihat dari loko tersebut adalah simbol-simbol karakter dan potensi dari bisnis tersebut, yang itulah yang terbaca oleh seorang grapholog, sama seperti ketika dia membaca sebuah tanda tangan.

Jika tanda tangan menggambarkan karakter dan potensi serta minat dari individu, maka logo menggabarkan karakter dan pontesi dari sebuah perusahaan. Mengapa harus ada feng shui?Feng shui adalah ilmu memahami teknik keteraturan dan harmonisasi semua unsur, yang telah teruji ribuan tahun. Bukan tahayul, karena ada banyak teknik di feng shui yang bisa dipelajari secara logik dan itulah yang saya ambil sebagai formulasi analisa saya.

Logic & Feel, mungkin ini lebih tepat menggambarkan teknik yang saya pergunakan tersebut. Logic karena grafologi dan feng shui juga didasarkan oleh riset yang bertahun-tahun, saya mempelajarinya lebih dari 10 tahun. Feel lebih kearah bagaimana pengalaman-pengalaman analisa ini telah membangun sebuah formulasi atau sistem rasa dan insting yang menuntun fakta-fakta yang kepada kencenderungan-kecenderungan tertentu.

Asyik, itulah apa yang saya rasakan ketika harus bertatap muka dengan klien dan berdiskusi mengenai permasalahan perusahaan yang mereka hadapi. Seolah kita ikut terlarut dalam permasalahan tersebut dan harus berenang keluar untuk tetap hidup dan survive dari formulasi sistem escape yang telah kita pahami dengan dasar graphology dan feng shui. (GM)

Selasa, 05 Maret 2019

Handicraft ? Sudah Saatnya Menjual Bisnis, Bukan Produk.

Handicraft ? Sudah Saatnya Menjual Bisnis, Bukan Produk.
Jika bicara handicraft maka akan hadir di hadapan kita berbagai ragam dan bahan handicraft, meskipun hanya dari provinsi Jawa Tengah. Mulai dari kayu, logam, batu, resin, gipsum, keramik atau apa lagi yang bisa kita sebutkan saat ini. Banyak sekali, dan kebanyakan konsep dari teman-teman UMKM adalah masih fokus kepada menjual produknya, bukan bagaimana menawarkan bisnis "membuat" produk tersebut kepada konsumen. 

Inilah apa yang kami diskusikan dengan teman-teman UMKM siang ini di Teh Java Cafe di Stasiun Tawang, bagaimana menjual bisnis bukan menjual produk. Mereka adalah Mas Irwan Kurniadi produsen media mewarnai 3D dari gipsum untuk keperluan edukasi anak dan Uda Andi Saidan seorang seniman finishing produk produk handicraft. Ada yang menarik dari sisi Uda Andi Saidan ini, karena dia telah berhasil menemukan "magic gel" untuk transfer image, sebuah teknik finishing dengan cara menempelkan foto atau gambar atau grafis lainnya di atas media batu, kayu, kain, keramik, gipsum, kaca, logam dan sebagainya.

Mengapa materi diskusi ini diangkat dalam konsultasi UMKM hari ini? Ya, sebagaimana kita ketahui bahwa tidak mudah menjual handicraft saat ini, sangat berbeda dengan 12 - 20 tahun yang lalu. Perlu upaya kreatif untuk menyikapinya, jika pasar ekspor sedang lesu maka sebenarnya pasar dalam negeri tidak kalah menjanjikan. 

Kita fokus pasar lokals saja, lantas apa yang mesti kita lakukan dengan pasar lokal? Membangun keterlibatan dalam bisnis kita. Dalam konteks ini kita akan membangun sebuah business opportunity, sebelum hal ini menjadi franchise di masa mendatang. 

Bagaimana kita bisa mengajarkan customer bisnis untuk bisa melakukan apa yang kita lakukan, dan mereka bisa berbisnis dari handicraft yang kita ciptakan. Tentunya hak kekayaan intelektual akan menjadi hal yang crusial, namun hal ini bisa kita kunci sejak awal mulai dari hak merk maupun hak paten. Keuntungan dari bisnis ini adalah income dari paket bisnis tersebut serta continous supply untuk bahan baku kepada customer bisnis.

Pada kesempatan ini saya melihat karya Uda Andi berupa transfer image di media batu putih yang inspiratif (maaf foto tidak bisa kami tayangkan, untuk menjaga kerahasiaan produk baru ini). Saya melihat produk tersebut bisa dikembangkan sendiri oleh para konsumen bisnis sesuai dengan kebutuhan 

Untuk menyikapi pasar saat ini, applikasi dan website sangat dibutuhkan untuk memasarkan bisnis tersebut. Hal ini disadari benar oleh Uda Andi Saidan, karena sudah bukan waktunya lagi jualan door-to-door. "Sudah waktunya marketing digital Bro!" Begitu katanya.

Kami berharap saat ini para UMKM menjadi lebih kreatif, bukan lagi hanya sekedar jual produk tetapi menciptkan bisnis seperti franchise-francise leker, sari tebu, thai tea dan sebagainya. Apa bedanya? Handicraft pun bisa diperlakukan seperti ini. Sukses!





Senin, 04 Maret 2019

Saatnya Telur Asin Bangkit Kembali.

Salted Egg Sauce Chicken - DiahDidi.Com
Bisa dibilang tulisan saya ini agak terlambat, karena seharusnya saya menulisnya di pertengahan tahun lalu ketika snack salted egg fish skin menjadi booming di negara-negara Singapore, Philipina, Hongkong dan juga USA. Tapi tidak ada salahnya jika tujuan saya menuliskan ini adalah untuk memotivasi teman-teman UMKM di Kabupaten Brebes yang memproduksi telur asin.

Sebagaimana beberapa tahun terakhir, saya sering mendengar keluhan dari teman-teman UMKM atas menurunnya penjualan telur asin mereka disamping harga bahan baku yang terus menaik. Belum sempat ketemu solusinya waktu itu, namun trend salted egg fish skin telah menjawab kesulitan-kesulitan dari teman-teman produsen telur asin di Kabupaten Brebes.

Trend ini pun kemudian disusul dengan merebaknya salted egg sauce chicken di tahun ini. Sebuah jawaban beruntun yang disikapi dengan sangat optimis oleh teman-teman UMKM. Kedua trend makanan ini sudah saya cicipi langsung, yang pertama yaitu salted egg fish skin saya dapatkan produknya dari teman yang mendapatkan produk ini langsung dari pabriknya di Tangerang, sementara salted egg sauce chicken saya coba di Solo.

Salted Egg Fish Skin.
Rasa otentik gurik dari telur asin (salted egg) memang menjadi fenomena baru dalam dunia kuliner saat ini. DiahDidi.Com mendapatkan kesempatan membuat resep salted egg sauce chicken ketika mendapatkan endorse dari UMKM produsen telur asin yang telah mengkhususkan diri dalam supply sause telur asin (hanya kuning telurnya saja yang diambil) - bisa dilihat di IG @bunda_didi.

Trend kuliner yang terjadi saat ini merupakan momentum yang tepat bagi para produsen telur asin di Kabupaten Brebes untuk kembali berjaya setelah beberapa tahun terakhir agak menyurut penjualannya. Mereka bisa menjadi supplier bahan baku telur asin memang sudah menjadi kegiatan utama, atau mengembangkan produk snack kripik kulit ikan bumbu telur asin ini, bahkan bisa juga mengembangkan produk baru yang senada dengan trend yang terjadi saat ini.

Bisa dibayangkan jika restaurant seperti KFC, McDonnald, A&W memiliki pengembangan menu dengan saus telur asin maka betapa banyak produk telur asin dari teman-teman UMKM bisa terserap ditambah dengan supply ke pabrik snack kulit ikan bumbu telur asin. Pada akhirnya semua ada jawabannya. Suskses!



Minggu, 03 Maret 2019

Sambal Bu Kaji, Mempertahankan Tradisi Melalui Modernisasi.

Sambel Pecel Semarang Merk Sambal Bu Kaji.
Bicara sambal di Jawa Tengah pasti kita akan dihadapkan dengan banyak pilihan produk sambal dari berbagai produsen di propinsi ini. Sangat banyak, dan repotnya lagi masing-masing memiliki cita rasa yang berbeda, dan enak tidaknya tergantung selera. 

Salah satu UKMM produsen sambal di Semarang adalah Mbak Siti Umayah, dan saya mengenalnya sebagai Mbak Maya, produsen sambel pecel asli Semarang dengan merk "Sambal Bu Kaji". Nama yang cukup mengusik, sampai saya menanyakan asal-usul nama tersebut yang ternyata adalah nama orang tua Mbak Maya, yaitu Hj Sartinah, yang menurunkan resep sambel pecel ini kepada Mbak Maya.

Membuat sambel pecel ini dimulai orang tuanya sejak tahun 1999 meskipun tidak untuk tujuan usaha, sementara ide untuk mengembangkan produksi sambel pecel ini sebagai usaha dimulai oleh Mbak Maya beberapa tahun yang lalu, baik dikembangkan sebagai sambel kemasan maupun membuka warung pecel seperti sekarang ini. 

Dari kegigihannya "Sambal Bu Kaji" terpilih sebagai produk UMKM kota Semarang yang dipamerkan di Moscow tahun lalu oleh kontingen kota Semarang dan Propinsi Jawa Tengah. Sebuah upaya untuk memperkenalkan produk lokal Jawa Tengah di pasar luar negeri.

Mbak Maya berfoto dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Saya masih ingat benar, bagaimana dalam setiap pelatihan dan pembinaan yang saya berikan, Mbak Maya selalu aktif bertanya dan berdiskusi mengenai bagaimana cita rasa produk sambal-nya sampai dengan bagaimana kemasan yang baik untuk produknya meskipun saat itu Mbak Maya telah membawa prototype kemasan yang sudah cukup bagus. 

Bahkan selesai mendapatkan pembekalan digital marketing, Mbak Maya pun sudah mempraktekkannya dengan membuat website dan mulai penjualan produknya secara online. Bahkan tidak hanya itu, saat ini produk nasi pecel, sambel pecel kemasan-nya pun bisa dipesan melalui Go Resto maupun Grab Resto.

Warung Pecel Bu Kaji.

Jika saat ini produksi sambal kemasan "Sambal Bu Kaji" telah mencapai 25-50 kg per hari, maka tidak kalah ramainya adalah warung pecel yang dibuka di samping toko sambel pecelnya. Gaya pemasaran modern telah disentuh oleh Mbak Maya, yaitu melaui Go Resto dan Grab Resto yang menurut penuturannya penjualanannya semakin meningkat dari hari ke hari.

Warung Pecel Bu Kaji, di Jl Kedung Mundu Raya 169-170 Semarang.
Selain menu pecel, Warung Pecel Bu Kaji menerima pesanan nasi tumpeng dan juga nasi gudangan (bungkus). Menu inilah yang saat ini cenderung diminati oleh masyarakat.

Antrain pesanan di Warung Pecel Bu Kaji.

Website & Applikasi Digital.

Saat ini pemasaran produk sambel kemasan maupun curah telah dibantu dengan website https://sambalsemarang.com/  dan pemesanan dilakukan melalui WA di no +62 812-2522-240. Pasar yang dilayani saat ini masih pasar retail dengan jangkauan seluruh Indonesia.

Selain penjualan melalui website, applikasi Go Resto dan Grab Resto sangat membantu produk warung pecel dan sambal kemasannya. 

Untuk pemasaran offline, produk "Sambal Bu Kaji" bisa ditemukan di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Kegigihan dan kecerdikan dari Mbak Maya juga terlihat dengan kemampuannya merayu para artis untuk berfoto dengan produknya. 



Foto artis Dewi Sandar dengan produk Sambel Bu Kaji.

Ke depan, Sambal kemasan Bu Kaji akan mengembangkan pemasarannya melalui agen dan distributor ketika kapasitas produksinya telah meningkat. Agen yang dibidik adalah agen di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Balikpapan dan sebagainya.

Saat ini upaya untuk peningkatan produksi telah mulai dipersiapkan mulai dari mempersiapkan jaringan supply bahan baku, peningkatan mesin produksi dan juga jaringan pemasaran.

Apapun yang telah dicapai oleh Sambel Bu Kaji saat ini, bagi saya adalah sebuah potret perjuangan seorang pelaku UMKM mikro yang sangat gigih dan tidak kenal menyerah dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Sukses Mbak Maya, tetap semangat!

Tarik Perhatian Pengunjung dengan Atraksi.

Tarik Perhatian Pengunjung dengan Atraksi.
Lihat betapa menariknya seorang bartender menyajikan minuman di bar. Mereka berupa keras menyuguhkan "sesuatu" yang bukan sekedar maracik minuman, melainkan sebuah atraksi yang akan menjadi suguhan lain dalam barnya. 

Lihat lagi betapa menariknya seorang peracik kopi tarik mempermainkan saringan kopi dan menuangkan kopi. Bukan saja kopinya akan menjadi lebih bercita rasa, namun "prosesi" ini adalah prosesi yang instragramable, yang selain bisa menarik pengunjung di outlet cafe maupun pengunjung di instagram. Atraksi lain yang bersifat praktis adalah outlet yang fotogenik, yang menarik perhatian pengunjung untuk melakukan selfie dan share moment kepada teman-temannya.

Apa yang telah anda lakukan untuk customer anda? 

Seharusnya anda-lah ahlinya! Anda yang tahu potensi outlet, produk dan juga pasar yang dibidik sehingga atraksi apa yang mesti disuguhkan kepada pengunjung adalah sepenuhnya kreativitas anda.

Mulai dari penataan outlet yang fotogenik, apakah anda sudah memikirkan konsepnya? Mau dibawa ke suasana apa pengunjung anda? Saat experience menjadi tujuan seorang pengunjung, maka anda perlu mempersiapkan outlet anda dengan konsep yang unik, yang berbeda dengan para pesaing.

Kadang yang unik tidak harus berarti mahal, melainkan harus terencana dan terintegrasi dengan baik. Bayangkan betapa akan sangat menguntungkan jika pengunjung anda melakukan selfie di outlet anda dan kemudian membantu promosi anda secara gratis di sosial media-nya.

Pengunjung ingin mendapatkan produk serabi yang masih hangat dan ingin melihat proses membuatnya.
Membawa pengunjung ke suasana tempat yang berbeda, dengan pelayanan yang berbeda serta dengan menu yang berbeda adalah pemenuhan kebutuhan konsumen saat ini. Kadang kita perlu sedikit membawa mereka kepada petualangan "cita rasa" meskipun harus tetap mempertimbangkan cita rasa asli daerah tersebut. Pedas berlevel misalnya, ini adalah cara bagaimana kita mengajak pengunjung berpetualang dengan rasa pedas.

Sementara itu, atraksi tidak perlun harus seperti yang digambarkan oleh seorang bartender di atas tetapi cukup memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat prosesi pembuatan makanan atau minuman tersebut. Melainkan anda bisa menyajikan atraksi seperti seorang bartender maka hal itu akan lebih baik.

Semua yang ada (tempat) dan apa yang kita lakukan dalam panggung digital ini adalah materi promosi yang efektif kepada audience kita. Kenyataan ini memang harus kita terima dalam era digital saat ini. Silahkan berbenah dan semoga sukses!




Sabtu, 02 Maret 2019

Trend Bisnis Kopi Saat Ini.

Trend bisnis kopi saat ini, KOPITAGRAM.
Merebaknya Bisnis Kopi di Indonesia.

Bisnis kopi semakin merebak, hal menjadi berita baik bagi petani kopi, pengepul, pedagang, roaster dan juga supplier kopi. Bagaimana tidak? Revolusi marketing yang dihembuskan oleh Go Food dan Grab Food benar-benar membuka peluang besar bagi para coffeepreneur di Indonesia. 

TIdak harus memiliki outlet kopi yang besar dan di pinggir jalan strategis yang penting mereka punya racikan kopi yang istimewa dengan kemasan take away yang menawan, serta kemampuan mereka dalam mempromosikan melalui sosial media dan registrasi di Go Food dan Grab Food.

Masih terngiang sebuah quote: "Your market is mobile now, so your business must be mobile". Dan benar adanya, saat ini kondisi tersebut sudah terbukti dan ke depannya pasti akan sangat dominan. All business is starting on your hand, yang artinya kurang lebih semua bisnis berawal dari tangan (smart phone) anda.

Kopitagram, bisnis kopi-nya melalui instagram.
Mobile, praktis, deliverable dan pastinya memiliki taste yang unik dan otentik akan menjadi pilihan pasar generasi millenial saat ini. Misalnya trend menu es kopi susu yang saat ini hampir ada di setiap Cafe, besar maupun kecil. Tidak hanya di kota besar menu kopi susu hadir juga di kota-kota kecil di Pulau Jawa. Kami mengetahui hal ini karena permintaan supply gula aren cair untuk menu es kopi susu semakin meningkat akhir-akhri ini. (Sumber: GULANAS)

Marketnya adalah generasi millenial yang mobile.

Simple, praktis dan mudah dibawa.

@pesenkopi, bisnis kopi serupa dari Malang, Jawa Timur.
Kondisi semacam ini sangat menginspirasi para pemula bisnis untuk mulai mencoba bisnis kopi dengan cara pemasaran modern seperti sekarang ini. Belajar membuat racikan kopi yang special dan khas akan menjadi tantangan mereka yang pertama, karena bagaimana pun juga bisnis kopi ini tidak bisa terlepas dari cita rasa.

Kemasan yang manarik untuk customer yang mobile akan menjadi tantangan berikutnya, disamping kemasan atau lay out outlet yang unik dan fotogenik. 

Selanjutnya, dengan outlet yang fotogenik, serta proses yang dramatik  maka para coffeepreneur harus bisa menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada pasar melalui sosial media. Instagram akan menjadi fokus utama, karena sosial media yang satu ini pertumbuhannnya sangat pesat dan dominan. Pesan visual dan audio visual merupakan pesan-pesan yang diminati oleh generasi millenial saat ini. Dengan kata lain, seorang coffeepreneur harus mahir dalam digital marketing.

Go Food dan Grab Food menjadi  kanal distribusi yang wajib dilakukan oleh para coffeepreneur, karena perkembangan ke dua kanal ini sangat luar biasa. OK, let's do that!




Jumat, 01 Maret 2019

Adu Seduh Kopi Hazotel Semarang.

Adu Seduh Kopi Hazotel Semarang.
Ketika teman-teman masih sibuk berdebat untuk mengangkat brand kopi Jawa Tengah, seorang GM Hotel yang kreatif dari justru telah ambil langkah praktis dengan menggelar event "Adu Seduh" Kopi di Hazelnut Resto & Koffie Hazotel Semarang. Inilah yang kita butuhkan saat ini agar insan peracik kopi adu ketrampilan terlebih dahulu sebelum mereka menyajikan kopi kepada masyarakat.

Dwipayana Koesprayogo, GM Hazotel Semarang.
Brand kopi Jawa Tengah tidak bisa hanya didasarkan pada potensi hasil kopi Jawa Tengah, namun harus didukung pula oleh ketrampilan para peracik kopi untuk menghasilkan racikan kopi yang "aduhai" sebagai khas kopi Jawa Tengah. Kopi bukanlah produk pajangan, yang kita akan puas hanya dengan potensi produknya melainkan produk yang harus dinikmati.

Adalah Mas Dwipayana Koesprayogo, GM Hazotel Semarang yang menggagas gelaran adu seduh kopi yang terbuka untuk umum dan hadiah yang cukup menarik. Hotel yang berlokasi di Jl Durian Raya No 27 Srondol Wetan, Banyumanik ini memang dikenal dengan sajian kopinya. 

Event-event ketrampilan menyajikan kopi memang harus sering ada di Semarang ketika kita ingin mempromosikan kopi Jawa Tengah dan saya berharap hotel-hotel yang ada di Semarang bisa berlomba dengan event yang serupa, tapi harus berbeda.

Masih ada ada waktu untuk berpartisipasi di event "Adu Seduh", segera mendaftar dan buktikan bahwa anda tidak hanya pintar ngomong kopi tetapi benar-benar bisa menyajikan kopi. Sukses!