Laman

  • Home

RumahUMKM.Net adalah sebuah situs gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia yang memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui paypal: jockokellick@gmail.com

Selasa, 12 Mei 2020

Bertahan Saat Pandemic Covid-19

Bertahan Saat Pandemic Covid-19.

Wabah Covid-19 di dunia memaksa setiap negara untuk memberlakukan kebijakan lock down, work from home, school from home, PSBB, PKM atau apalah, yang hal ini berdampak pada terjadinya perlambatan ekonomi karena menurunnya transaksi. Ditambah lagi, masing-masing dari kita pun tidak pernah tahu kapan wabah ini akan berakhir sehingga terjadi kecemasan yang cukup luar biasa pada semua lapisan masyarakat. Semakin lama kondisi ini berlangsung maka dampak ekonomi juga akan semakin parah.

Bagi pelaku usaha, tentunya tidak akan menyerah dengan kondisi perlambatan ekonomi yang menggerus omzet penjualan dari waktu ke waktu selama penangangan wabah Covid-19 ini. Pelaku usaha dihadapkan pada sebuah keharusan untuk mengelola usaha secara lebih tertata, terukur, efisien, efektif dan produktif dengan segala keterbatasan yang ada saat ini. 

Tidak mudah membuat segala sesuatunya menjadi efisien, efektif dan produktif sebelum kita mampu membuat sistem pengelolaan bisnis kita menjadi tertata dan terukur. Untuk membuat tertata dan terukur, sudah pasti pengelolaan bisnis harus menerapkan manajemen yang baik dan pencapaiannya harus jelas ukurannya. 

Ada sementara pihak yang mengatakan bahwa krisis adalah sebuah momen seleksi alam, barang siapa mampu bertahan maka mereka-lah pemenangnya. Dan pemenang ini akan membuktikan diri sebagai pemain yang paham akan potensi diri, paham bagaimana mengelola progress dan paham bagaimana menangkap peluang. Dalam tulisan saya ini, saya akan menyoroti ketiga hal tersebut yang merupakan hal penting dalam manajemen dan hal penting dalam memastikan bahwa bisnis kita mampu bertahan dalam situasi yang berat seperti sekarang ini.

Potensi Diri

Tahap ini mengingatkan kita kembali untuk fokus, dimana pelaku usaha harus benar-benar menyadari setiap potensi yang dimiliki. Potensi ini bisa berupa soft asset maupun hard (physical) asset. Soft asset lebih cenderung pada kemampuan atau skil dari SDM yang dimiliki, sementara hard asset adalah segala bentuk asset fisik baik lahan, bangunan maupun peralatan (mesin) yang dimiliki termasuk produk dari perusahaan.

Melakukan Re-SWOT adalah tindakan yang bijaksana untuk kembali memahami kekuatan dan kelemahan perusahaan pada kondisi saat ini. Apa yang akan terus kita kembangkan dan apa yang sementara akan kita "istirahatkan" terlebih dahulu. Ketika gelombang besar melanda, sebuah kapal harus segera mengurangi beban yaitu dengan membuang beban yang tidak "esensial" atau beban yang "tidak penting". Di saat inilah kita akan mulai bebersih dan kembali ke fokus awal bisnis kita, yang tentunya disesuaikan dengan potensi yang dimiliki dan melihat peluang ke depan.

Hasil Re-SWOT ini akan membukakan fakta tentang peluang-peluang yang belum tergarap dengan potensi yang telah dimiliki saat ini. Mulai fokus pada potensi terbesar dan peluang terbesar adalah sebuah kebijakan yang sangat tepat, meskipun tidak menutup kemungkinan dengan potensi yang kecil namun memiliki peluang besar yang bisa digarap.

Mengelola Progress

Saat situasi pandemic Covid-19 ini, tantangan terberat adalah penurunan penjualan. Menjaga posisi Cash-In dan Cash-Out adalah pekerjaan yang tidak mudah, jika sales (Cash-In) tidak mungkin kita pertahankan maka harus ada upaya untuk mengurangi Cash-Out, yaitu dengan efisiensi. 

Setiap rupiah yang dikeluarkan harus menghasilkan rupiah yang lebih besar, maka fokus terbesar bagi produsen adalah menjaga biaya supply bahan baku, biaya operasional, upah dan biaya penjualan harus tetap aman, agar bisa menghasilkan produk yang memberikan peluang mengembangkan rupiah.

Biaya-biaya marketing yang kurang efektif harus mulai dihilangkan, teknologi digital memungkinkan penggandaan hasil promosi melalui jangkauan yang lebih luas, kecepatan, kuantitas touching point serta biaya yang jauh lebih murah. Banyak kemudahan yang bisa dilakukan dengan digital marketing, antara lain kemudahan promosi, mengakses pasar, berkomunikasi serta transaksi. 

Intinya pemanfaatan digital marketing adalah untuk membuka peluang sebesar-besarnya untuk mendapatkan Cash-In sementara Cash-Out ada batas efisiensi-nya. Setiap potensi dan asset yang dimiliki harus mampu mencapai progress, sekecil apapun. Dibutuhkan kreativitas untuk terus mengembangkan potensi dan asset yang ada.

Terus Mengembangkan Peluang

Optimisme pelaku usaha bisa dimotivasi jika selalu dihadapkan pada peluang. Bahkan ketika semua kebutuhan mengarah pada hal yang paling esensial saat ini, yaitu kesehatan dan pangan. Namun hal tersebut adalah pada pengamatan perdagangan offline, karena ternyata perdagangan online sendiri juga meningkat tajam karena banyaknya penjual dan pembeli baru yang hijrah dari kebiasaan offline ke online. 

Pandemic Covid-19 ini telah memaksa kultur berbelanja dari offline menuju online, perubahan perilaku pasar. Dalam dunia online semua produk, selain yang esensial tersebut di atas, juga mendapatkan peluang yang besar. 

Dengan digitalisasi sebenarnya banyak peluang yang akan berkembang dan ditemukan oleh para pelaku usaha, selama mereka mau terlibat di dalamnya. Bahkan kondisi new normal pun diprediksikan bahwa terjadi migrasi offline ke online secara besar-besaran. Dalam situasi pandemic ini, seolah kita dipaksa untuk merubah perilaku bisnis kita menjadi online.

Jadi kesimpulannya, upaya bertahan dalam situasi pendemic Covid-19 ini antara lain adalah dengan mengembangkan potensi yang unik yang berbeda dengan pesaing, bertransformasi digital dan terus mencermati peluang yang semakin muncul. Sukses!














Kamis, 07 Mei 2020

Rencana Pemasaran untuk Usaha Kecil.

Rencana Pemasaran untuk Usaha Kecil.
Salah satu kendala berkembangnya usaha kecil adalah dalam pemasaran produk, dan apakah anda tahu apa penyebabnya? Salah satunya adalah bagaimana merencanakan pemasaran untuk usahanya. Ya, membuat perencanaan marketing adalah sesuatu yang jarang dilakukan oleh para pelaku UMKM, oleh sebab itu dalam kesempatan ini saya ingin mengangkat topik perencanaan pemasaran untuk usaha kecil.

Tujuan dari penulisan ini adalah agar para pelaku usaha kecil paham bahwa mereka harus membuat sebuah rencana dalam memasarkan produk atau bisnisnya. Untuk usaha kecil, kita bisa membuat rencana pemasaran dengan template berikut:


Memulai Rencana Pemasaran Usaha Anda.

Rencana pemasaran adalah sumber daya penting untuk bisnis sekecil apa pun. Pada intinya, rencana pemasaran membantu Anda mengaktualisasikan apa kebutuhan pasar atas produk atau jasa Anda, bagaimana produk Anda berbeda dari pesaing dan kepada siapa produk atau jasa Anda dipasarkan. Rencana pemasaran juga berfungsi sebagai peta jalan untuk strategi penjualan, arahan branding, dan membangun bisnis Anda secara keseluruhan. Manfaat utama penyusunan rencana pemasaran untuk perusahaan Anda adalah berpikir kritis tentang bisnis Anda, sasarannya, dan bagaimana Anda dapat mencapainya.

"Secara strategis, proses perencanaan membantu Anda mengidentifikasi (beberapa) peluang dan masalah penting, (beberapa) sumber daya yang Anda butuhkan untuk mengatasinya, dan (beberapa) cara menggunakan sumber daya itu secara efektif," kata Bruce Clark, seorang associate professor di Marketing di Northeastern Fakultas Bisnis Universitas D'Amore-McKim. "Kamu masih harus beradaptasi ketika melangkah maju, tapi mudah-mudahan adaptasinya tidak terlalu mengejutkan dan tidak terlalu sulit daripada jika kamu tidak berpikir ke depan sama sekali."

Sebelum lanjut ke template rencana pemasaran, penting untuk dipahami cara berpikir tentang rencana pemasaran. Rencana pemasaran menargetkan siapa pembeli Anda, itu menetapkan layanan atau produk yang Anda tawarkan dan menentukan proposisi penjualan unik Anda. Dari sini, selanjutnya merencanakan dan mengembangkan cara terbaik untuk mendapatkan produk Anda bagi pembeli yang menginginkan produk atau layanan Anda.

Selain menyusun rencana pemasaran sendiri, Anda dapat bekerja dengan agen pemasaran digital atau menggunakan pemasaran internet dan layanan manajemen PPC untuk meningkatkan penjualan produk Anda secara online. Setelah Anda membuat rencara pemasaran (peta jalan) secara umum, perbarui rencana ini setiap tahun. Memiliki rencana yang diperbarui memastikan bisnis Anda selalu di jalur yang benar. Selain itu, menetapkan anggaran dapat memungkinkan Anda mengambil langkah keuangan yang tepat untuk mengimplementasikan rencana pemasaran Anda.

Template Rencana Pemasaran

1. Ringkasan Eksekutif (Executive Summary).

Ringkasan ini adalah bagian yang tepat untuk membuat pembaca rencana pemasaran Anda tentang gambaran umum tujuan bisnis Anda serta strategi pemasaran yang akan Anda gunakan. Pembaca membutuhkan ringkasan ini untuk melihat sekilas bisnis Anda dan tujuan keseluruhan dari rencana pemasaran Anda.

2. Pernyataan Visi & Misi

Di sinilah Anda menggambarkan nilai-nilai perusahaan Anda dan bagaimana mereka berhubungan dengan tujuan keseluruhan Anda sebagai sebuah organisasi. Inilah beberapa pertanyaan bagus untuk membuat Anda berpikir secara terstruktur:

  • Apa yang perusahaan Anda lakukan hari ini?
  • Apa yang penting bagi perusahaan Anda?
  • Apa yang ingin dilakukan perusahaan Anda di masa depan?
  • Apa identitas merek Anda?
  • Seperti apa budaya Anda?
  • Apa manfaat perusahaan Anda bagi pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan?

3. Membuat Target Pemasaran

Ini adalah salah satu bagian terpenting dari rencana pemasaran Anda: menetapkan kepada siapa Anda ingin memasarkan produk Anda. Tanpa sekelompok orang tertentu, uang yang Anda habiskan untuk pemasaran akan sia-sia. Pikirkan seperti ini: Ada sekelompok orang di dunia yang saat ini yang membutuhkan layanan atau produk Anda tetapi belum tahu itu ada. Siapa orang-orang tersebut? Berikut adalah beberapa pertanyaan lain untuk bertukar pikiran:

  • Apa demografis pelanggan Anda (jenis kelamin, usia, pendapatan, pendidikan, dll.)?
  • Apa kebutuhan dan minat mereka?
  • Apa profil psikografis mereka (sikap, filosofi, nilai-nilai, gaya hidup, dll.)?
  • Bagaimana mereka berperilaku?
  • Apa saja produk yang sudah ada yang mereka gunakan?

4. Produk dan Layanan

Produk atau layanan Anda (jelas) adalah pusat bisnis Anda. Di bagian ini, pikirkan secara kritis tentang apa yang Anda tawarkan kepada pelanggan Anda.

  • Apa yang Anda buat atau sediakan untuk pelanggan?
  • Apa kebutuhan pelanggan Anda?
  • Bagaimana produk atau layanan Anda memenuhi kebutuhan pelanggan?
  • Nilai apa yang Anda tambahkan dalam kehidupan pelanggan Anda?
  • Jenis produk atau layanan apa yang Anda tawarkan?
Untuk menjawab hal-hal tersebut di atas, perlu kiranya ada survey pasar sederhana atau ada komunikasi Anda dengan beberapa target pasar.

5. Saluran Distribusi

Pada titik ini dalam laporan, Anda harus bertransisi lebih ke teori dan praktik pemasaran yang sebenarnya. Saluran distribusi adalah jalan yang dapat Anda gunakan untuk menjangkau pelanggan atau bisnis. Penting untuk memikirkan semua saluran penjualan saat ini dan yang potensial. Beberapa termasuk contoh saluran penjualan termasuk:

  • Situs Web
  • Sosial Media
  • eCommerce
  • Distributor, Agen, Reseller
  • Eceran, Pengecer
  • Proyek
  • Supply Industri, dll.

6. Profil Kompetisi

Salah satu aspek utama dari rencana pemasaran Anda adalah mengembangkan proposisi penjualan unik (Unique Selling Proposition, USP) Anda. USP adalah fitur atau sikap yang memisahkan produk atau layanan Anda dari yang ditawarkan oleh pesaing. Ini semua tentang diferensiasi, dan membedakan perusahaan Anda sebagai pemilik tunggal dari satu jenis barang atau jasa dapat sangat membantu bisnis Anda. Berikut adalah beberapa ide untuk dipertimbangkan:

  • Apa USP Anda?
  • Siapa saja pesaing Anda? Apa yang mereka tawarkan?
  • Apa kekuatan dan kelemahan pesaing Anda?
  • Apa kebutuhan pasar (atau pelanggan) yang tidak dilayani? Apa yang dapat Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan itu?

7. Strategi Penetapan Harga

Harga adalah sesuatu yang harus Anda pertimbangkan saat mengembangkan rencana pemasaran Anda. Mengembangkan strategi penetapan harga yang tepat dapat membantu Anda memasarkan produk Anda dengan lebih baik. Beberapa pertanyaan berikut akan memandu Anda dalam membuat penetapan harga:

  • Berapa margin yang masuk akal untuk menghasilkan laba dan menutupi biaya produksi?
  • Apakah ada pasar untuk produk atau layanan pada titik harga yang Anda proyeksikan?
  • Apakah Anda bersedia mengorbankan margin laba dengan imbalan pangsa pasar yang lebih besar?
  • Berapa biaya pemasaran dan distribusi Anda?

8. Strategi Pemasaran

Di bagian ini, uraikan saluran apa yang tersedia bagi Anda untuk memasarkan produk Anda. Pikirkan saluran mana yang paling efektif dalam meng-komunikasikan cerita Anda dan meyakinkan target pasar Anda. Jika target pasar Anda memahami media sosial, misalnya, mungkin lebih baik memanfaatkan saluran itu daripada radio atau media cetak. Berikut adalah daftar saluran untuk Anda mulai:

  • Media Cetak (koran, majalah, brosur, katalog, surat langsung)
  • Siaran (TV, radio)
  • Siaran pers
  • Pameran dagang, demonstrasi produk, pemasaran acara
  • Iklan online
  • Media sosial
  • Penjualan online
  • Pemasaran bersama dengan perusahaan lain

9. Tujuan

Setelah menentukan saluran apa yang dapat Anda gunakan untuk mengkomunikasikan pesan Anda, pikirkan tentang apa sebenarnya yang ingin Anda capai. Ini harus melibatkan tujuan spesifik terkait dengan penetrasi pasar dan target pendapatan. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Kuota penjualan?
  • Jumlah pelanggan baru bertambah?
  • Persentase retensi pelanggan?
  • Target pendapatan?
  • Penetrasi pasar?
  • Kesadaran merek?
  • Lalu lintas situs web?

10. Rencana Aksi (Action Plan)

Dengan semua item di atas diuraikan, tentukan langkah-langkah aktual apa yang perlu diambil untuk membuat rencana pemasaran Anda. Ini termasuk menentukan langkah-langkah yang tepat, menetapkan tujuan, menghancurkan tanggung jawab dan menetapkan time line keseluruhan. Penting juga untuk melakukan brainstorming terhadap hambatan potensial yang dapat dihadapi bisnis Anda dan beberapa solusi untuk mengatasinya.

11. Proyeksi Keuangan

Langkah ini memungkinkan Anda untuk membuat anggaran yang realistis dan lebih memahami seperti apa rencana pemasaran Anda dari perspektif biaya. Selain menetapkan anggaran, pastikan Anda juga mempertimbangkan pengembalian investasi secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa proyeksi keuangan lain yang perlu dipertimbangkan:

  • Biaya implementasi?
  • Biaya untuk menghasilkan produk atau layanan?
  • Arus kas yang ada dan yang diproyeksikan?
  • Proyeksi penjualan?
  • Margin laba yang diinginkan pada proyeksi penjualan Intinya?
Rencana pemasaran dapat berfungsi sebagai peta jalan, dan harus diperbarui saat bisnis Anda tumbuh dan berubah. Brainstorming dan menetapkan tujuan adalah langkah utama untuk bisnis apa pun menuju pertumbuhan. Mengembangkan rencana pemasaran dapat mengatur bisnis Anda untuk kesuksesan yang berkelanjutan - ini memungkinkan Anda untuk mempersiapkan hal-hal yang tidak terduga dan membangun merek Anda dalam kehidupan audiens target Anda.

Pastinya materi ini adalah materi yang sangat menarik bagi pemilik bisnis secara umum, dan saya juga berharap materi tulisan ini bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang ingin usahanya bisa berkembang lebih baik. Apa artinya para pelaku UMKM mengikuti pelatihan-pelatihan pemasaran jika hal yang mendasar seperti membuat perencanaan pemasaran saja mereka tidak bisa? Sukses!



Rabu, 06 Mei 2020

Membangun Brand Melalui Event Marketing.

Membangun Brand Melalui Event Marketing.
Masih lanjutan dari tulisan sebelumnya: http://www.rumahumkm.net/2020/05/membangun-brand-sebuah-referensi.html, tulisan ini akan membahas bagaimana membangun brand melaui event marketing yang mungkin banyak pelaku UMKM yang belum memahaminya. Pengalaman saya sebagai seorang marcomm manager di sebuah perusahaan media membekali saya untuk memahami perihal membangun brand melalui event marketing.


Dalam komunikasi pemasaran (marketing communication), iklan dan promosi memang punya peran penting dalam pembangunan brand awareness. Hal ini disebabkan karena kegiatan ini mempunyai target audience luas, sehingga dalam waktu relatif singkat pesan yang ingin disampaikan tentang brand lebih cepat sampai kepada audience.

Banyak perusahaan yang belum menyadari bahwa membangun brand dengan komunikasi pemasaran tidak sebatas lewat iklan dan promosi saja. Ada banyak kegiatan lain yang juga berdampak besar. Contohnya adalah: 
  1. Disain kemasan, termasuk isi tulisan/pesan yang disampaikan. 
  2. Event, Promosi di toko, promosi di tempat umum, dan kegiatan below the line lainnya. 
  3. Iklan tidak langsung, yaitu yang bersifat public relations.
  4. Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu kegiatan-kegiatan sosial untuk komunitas yang dilakukan oleh perusahaan.
  5. Customer Services, bagaimana perusahaan menangani keluhan, masukan dari konsumen setelah terjadi transaksi. 
  6. Bagaimana karyawan yang bekerja di lini depan/front liners (apakah itu bagian penjualan, kasir, resepsionis, dll) bersikap dalam menghadapi pelanggan, dll.
Jenis atau type komunikasi dalam daftar di atas adalah kegiatan-kegiatan yang baik buruknya tergantung dari keinginan perusahaan, semuanya dapat direncanakan dan dikendalikan. Komplikasi justru akan muncul dari kegiatan-kegiatan komunikasi seputar brand oleh pihak lain yang tidak bisa dikontrol oleh perusahaan, misalnya komunikasi oleh konsumen langsung. Mereka bisa menyebarkan pada networknya berita kurang menyenangkan yang mereka alami pada saat berinteraksi dengan brand (yang diwakili oleh banyak hal, termasuk front liners di perusahaan). Word-of-mouth communication adalah salah satu jenis komunikasi yang sangat efektif, dan berbahaya apabila itu menyangkut publisitas buruk. 

Komplikasinya ditambah dengan keberadaan Internet. Kecepatan penyebaran berita bahkan bisa berlipat-lipat. Mereka bisa menuliskan pengalaman berinteraksi dengan brand dari sudut perspektif mana saja, tanpa bisa diatur-atur seperti halnya berhubungan dengan tradisional media. 

Jadi, pada dasarnya perusahaan perlu memperhatikan semua elemen komunikasi dalam bentuk apapun yang menghubungkan konsumen dengan brand perusahaan. Memininimalisasi kemungkinan terjadinya ketidakpuasan konsumen, sehingga berita seputar brand bisa selalu merupakan berita baik. 

”Event marketing is a promotional occasion designed to attract and involve a brand’s target audience”, itulah yang disampaikan Tom Duncan dalam bukunya “The Principles of advertising and IMC (Integrated Marketing Communication)”. 

Salah satu cara yang ampuh dalam menyampaikan pesan sebuah brand adalah dengan mengajak customer dan potential customer untuk terlibat dalam sebuah event yang diselenggarakan perusahaan. Dalam seminar “Event Marketing that Sells“, (2008), PPM Manajemen memaparkan 78% responden yang terdiri dari Marketing Manager dari berbagai perusahaan di Jakarta menyatakan bahwa event marketing dinilai efektif dalam kegiatan pemasaran. Event marketing efektif untuk meningkatkan awareness, meningkatkan product image dan meningkatkan penjualan. Event marketing juga merupakan cara berkomunikasi dengan target market. 

Event atau Brand Activation memiliki peranan yang cukup besar dan penting dalam kegiatan komunikasi pemasaran. Pengaruh yang besar dikarenakan keterlibatan customer di dalamnya. Banyak perusahaan lebih memilih event marketing untuk membangun brand-nya di mata public daripada hanya memasang iklan di media massa. Event marketing diyakini dapat membangkitkan emosi target audience dan memberikan kesan yang lebih mendalam kepada merek (brand), sehingga dapat menciptakan brand loyalty. 

Berdasarkan riset PPM manajemen (Mei, 2008), Event Marketing berfungsi untuk: 
  • Memperkenalkan suatu merek/produk tertentu. 
  • Menjaga dan meningkatkan loyalitas pelanggan. 
  • Memperkenalkan keunggulan suatu produk. 
  • Terjadinya penjualan saat event.  
Dari sumber lain, dikatakan bahwa event marketing berfungsi untuk: 
  • Memperkuat brand positioning dan image sebuah merk. 
  • Menarik pelanggan pesaing (brand switching). 
  • Menujukkan kelebihan dibandingkan competitor. 
  • Menjaga dan meningkatkan loyalitas dari pelanggan. 
  • Menciptakan brand awareness yang tinggi dan instan. 
Berdasarkan peranan dan fungsinya, event sangat membantu dalam kegiatan promosi maupun kegiatan marketing. Ketika brand awareness perusahaan Anda sudah tertancap kuat di masyarakat, maka mereka akan loyal terhadap brand Anda. Ketika loyalitas sudah tercipta, maka otomatis brand positioning Anda kuat, dan ujungnya adalah meningkatkan penjualan. 

Building Brand Equity dengan Cara Non Tradisional.

Brand activation kini semakin diakui sebagai salah satu tool yang efektif dalam membangun brand equity. Kreasinya kini semakin kompleks. Objective-nya pun kini semakin realistis. 

Dalam beberapa tahun terakhir, meski porsi anggarannya mas h relatif kecil dibandingkan dengan bauran komunikasi utama – iklan dan promosi – namun pengeluaran untuk brand activation atau event marketing semakin meningkat. Menurut Adi Wijaya, Presiden Direktur RedLine, saat ini porsi brand activation di perusahaan semakin besar. Billing di Unilever misalnya, untuk seluruh aktivitas merk-nya anggarannya diperkirakan mencapai Rp 100 miliar. Sementara itu, Indofood, tahun ini telah memutuskan budget marketingnya, 70% untuk event dan 30% untuk iklan.  

Belum lagi perusahaan rokok diperkirakan paska pengambilalihan Bentoel oleh BAT, event yang dilakukan Bentoel bakal digenjot. Ini mengingat sebagai perusahaan multinasional, BAT seperti halnya dilakukan di negara-lain lain dimana BAT beroperasi, mereka memangkas iklan dan promo dengan menggenjot event-event. Hal serupa juga dilakukan Philip Morris setelah mengambilalih Sampoerna dari tangan Putera Sampoerna. Paska pengambilalihan tersebut, Philip Morris terus menggenjot brand activitationnya. 

Brand activation adalah salah satu bentuk promosi merk yang mendekatkan dan interaksi merk dengan penggunanya melalui aktivitas pertandingan olahraga, hiburan, kebudayaan, sosial, atau aktivitas publik yang menarik perhatian lainnya. Dalam konsep Connected Marketing seperti yang dikemukakan penulisnya, Justin Kirby dan Paul Marsden, event atau brand activation merupakan salah hub dalam menciptakan buzz marketing atau pembicaraan (word of mouth) yang positif tentang perusahaan, produk atau jasa oleh media dan publik. 

Para pemasar menggunakan brand activation atau event marketing untuk membina hubungan dengan para konsumen, meningkatkan ekuitas merek, dan memperkuat ikatan dengan dunia perdagangan. Dengan kata lain, keberhasilan event sangat tergantung pada kesesuaian antara merek, event, dan pasar sasaran. Karena itu, sebagaimana halnya dengan setiap keputusan komunikasi pemasar n lainnya, titik awal brand activation yang efektif adalah menentukan pasar sasaran dan menjelaskan tujuan yang akan dicapai oleh suatu event. Event pemasaran tidak akan bernilai kecuali mencapai tujuan dari event tersebut. 

Dalam perspektif membangun merk, brand activation mempunyai banyak peluang untuk mencapai keberhasilan. Ini karena event pada dasarnya diselenggarakan untuk menciptakan suasana hati yang santai dan bahagia. Pada saat itulah orang lebih mudah menerima pesan persuasi yang disampaikan pemilik merk. 

Peluang tersebut akan semakin besar bila terdapat kepercayaan diantara para pelakunya. Barangkali karena itulah, bila dicermati, saat ini trend di brand activation mengarah pada community event. Dari sisi membangun brand equity, ada beberapa hal yang positif bila suatu event diselenggarakan dalam konteks komunitas. Event merupakan aktivitas mengumpulkan marketing target dalam waktu tertentu di suatu tempat. Di situ suatu pengalaman yang memorable berusaha diciptakan dan pesan disampaikan. 

Barangkali karena itulah, para persamaan dalam beberapa hal. Disinilah biasanya terjadi interaksi antara pemasar pengelola merk merasa sayang kalau “kumpulan” pelanggannya itu dilepas begitu saja. Mereka biasanya lalu diikat dalam suatu emosi tertentu ke dalam wadah komunitas. Komunitas adalah sekelompok orang yang saling berinteraksi dan memiliki suatu persamaan dalam satu wadah dan dalam waktu tertentu. Suatu komunitas merupakan suatu third place bagi anggotanya karena selain mereka beraktivitas di rumah dan di kantor, mereka juga menghabiskan waktu di komunitasnya. 

Mereka merasa nyaman berada di tengah-tengah komunitasnya karena mereka tidak melihat perbedaan seperti ras, agama dan lain lain. Mereka merasa mempunyai dan calon atau pelanggannya. Ketika terjadi interaksi itu diharapkan tercipta sharing pengalaman positif tentang merk sehingga makin memperkuat ekuitas merek tersebut. Selanjutnya akan mendorong perubahan perilaku dengan membeli merek tersebut. 

Interaksi dengan pelanggan saat event berlangsung adalah suatu keharusan. Tak terkecuali event seperti festifal atau show. Para pemilik atau pengelola merk kini tidak ingin menyia-nyiakan crowd yang sudah ada untuk kepentingan merk mereka, yakni penjualan atau trial. Sementara dulu, show atau festival cenderung hanya sebuah tontonan semata. 

Meski demikian, para pengelola menyadari bahwa tujuan tersebut tidak akan datang seketika. Para pengelola atau pemilik merk sadar bahwa penjualan tidak akan bisa tercipta begitu saja. Mereka kini mulai bisa bersabar untuk tidak langsung menghitung- hitung efek dari brand activation. Sebab, memang tidak semua event harus berujung pada kenaikan penjualan secara langsung. Ambil contoh brand activation yang dilakukan Unilever dengan Rumah Cantik Citra-nya. Event ini telah dilakukan beberapa kali selama beberapa tahun. Awalnya memang kurang greget, namun belakangan event ini ditunggu para pelanggannya. 

Meski demikian, efek penjualan alam suatu event bisa saja terjadi langsung. Sebut saja event Honda Tiger Wing Day-Road to Legend. Menggandeng Alive Indonesia untuk menggarap event tersebut, AHM menawarkan kegiatan touring yang memorable. “Tentu saja harus dengan emotional bonding di dalamnya,” lanjut Judhy. Emotional bonding diterjemahkan dalam aktivitas “orkestra” suara motor serta aneka permainan yang menantang di setiap titik perhentian touring. 

Jadi tempat itu bukan semata lokasi istirahat. Di peternakan sapi, misalnya, sambil istirahat, peserta harus berebut mengambil stempel yang dikalungkan di sapi-sapi yang dilepas. Di titik perhentian lain, mereka harus mengambil stempel di rumah hantu dan di bibir tebing Pantai Selatan. “Yang sanggup melengkapi stempel dan lolos dari games tadi berpeluang memperoleh Honda Tiger,” terang Judhy. Selain menyedot ribuan peserta—jumlah keikutsertaan terbanyak sepanjang sejarah komunitas Honda Tiger, pada event ini AHM berhasil menjual 137 unit New Honda Tiger. Bahkan, event itu berhasil menciptakan word of mouth di dunia maya. 

Event Honda Tiger Wing Day-Road to Legend merupakan salah satu banyak event yang masuk dalam kompetisi the Most Impactful Brand Acitivation. Ini adalah kontes brand activation kedua kalinya di Indonesia ang diselenggarakan Majalah MIX- MarketingXtra. Selain semakin kreatif, brand activation peserta kontes kali ini makin interaktif, makin emotional bonding dengan target audience, makin menghasilkan buzz marketing, makin relevan dengan brand value merek yang diusung, dan makin menunjukkan hasil yang nyata bagi kinerja brand Kriteria penilaian dari event-event dilakukan suatu Tim Juri yang terdiri atas para praktisi dan pengamat event yang telah lama berkecimpung di dalam industri yang sebenarnya hasil perkawinan antara event dan entertainment ini. 

Terdapat 41 brand activation yang disertakan pada kontes ini. Selain event yang dikirimkan oleh para pemilik brand dan atau event organizer-nya, event yang pernah diliput Majalah MIX-MarketingXtra 2008 dan 2009 disertakan. Sebagai catatan, hanya satu event yang disertakan untuk mewakili satu brand. Seluruh entry yang masuk ini kemudian dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu roadshow event (17 peserta), one day occasion event (16 event), public relations event (4 event), dan festival/exhibition (4 event).

Semoga tulisan ini memberikan pemahaman baru bagi para pelaku UMKM dalam membangun brand-nya. Sukses!







Selasa, 05 Mei 2020

Membangun BRAND, Sebuah Referensi.

Membangun Brand, Sebuah Referensi.

Ada beberapa "materi brand" yang sebenarnya ingin saya bagikan kepada para pelaku UMKM sebagai materi bacaan selama pandemic Covid-19 sehingga bisa sedikit banyak memberikan edukasi kepada mereka tentang brand atau merk yang sedang mereka bangun saat ini.

Dianggap naik kelas jika tidak hanya menjual produk sebagai komoditi melainkan menjual produk sebagai value. Value yang dibutuhkan oleh konsumen atau target market kita adalah benefit atau solusi atas permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dalam kondisi work from home ini banyak para pembina UMKM menyelenggarakan training online, baik melalui zoom, WA ataupun IG, namun saya masih tetap dengan format saya dengan memberikan tulisan ini kepada para pelaku UMKM yang tidak bisa terikat waktu atau terpaksa harus mencatat training online tersebut selama berlangsung. Konten ini bisa diakses oleh para pelaku kapan saja mereka longgar dan sedang jernih pemikirannya.

Trend mengangkat brand lokal untuk bisa berbicara lebih dan luas di tingkat nasional maupun internasional saat ini memang sedang marak dibicarakan. Agak lucu jika jamannya sudah seperti itu tetapi pemahaman brand yang paling mendasar pun belum dipahami oleh sebagian pelaku UMKM. Oleh sebab itu berikut adalah sebuah tulisan yang pernah saya rangkum sekitar 8 tahun yang lalu, yang masih relevan dengan kondisi sekarang karena memang hal-hal ini masih sangat yang medasar.

Membangun BRAND, Sebuah Referensi.

Definisi BRAND

Brand atau biasa disebut merk adalah perekat yang mengikatkan berbagai fungsi pemasaran dalam organisasi. Inti dari komunikasi pemasaran yang sebenarnya adalah membangun merk di benak konsumen. 

Jika perusahaan mampu membangun suatu merk yang kokoh, maka perusahaan tersebut pasti memiliki program pemasaran yang kokoh pula, sebaliknya jika ternyata perusahaan tidak mampu, maka segala upaya yang dilakukan oleh pemasaran, seperti periklanan, promosi penjualan, kehumasan, tidak akan mampu mencapai tujuan program pemasaran perusahaan tersebut atau dengan dengan kata lain pemasaran merupakan salah satu upaya untuk membangun merk (branding).

Arti dan peran merk dalam suatu bisnis sangatlah penting menurut American Marketing Association (AMA) dan Keller (2003) mengatakan merk adalah suatu nama, istilah, simbol atau desain atau kombinasi dari hal-hal tersebut yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa yang dihasilkan oleh penjual atau kelompok penjual dan membedakannya dari para pesaing. Sedangkan menurut keller (2003) merk adalah suatu produk yang telah ditambahkan dengan dimensi-dimensi lainnya yang membuat produk tersebut menjadi berbeda dibandingkan dengan produk lainnya yang sama-sama didesain untuk memenuhi kebutuhan yang sama. 

Perbedaan tersebut dapat berupa sesuatu yang emosional dan tidak berwujud yang berhubungan dengan apa yang diharapkan direpresentasikan oleh merk. Merk merupakan janji penjual untuk menyampaikan serangkaian gambaran yang spesifik,keuntungan dan pelayanan-pelayanan secara konsisten kepada pembeli. Merk yang terbaik menyampaikan arti-arti sebagai berikut (Philip Kotler, 1997)
  1. Attribut-attribut (attributes): suatu merk mencerminkan atribut-atribut tertentu. 
  2. Keuntungan (benefits): Atribut-atribut harus diterjemahkan kedalam keuntungan- keuntungan fungsional dan emosional. 
  3. Nilai-nilai (values): merk juga menyampaikan sesuatu mengenai nilai-nilai perusahaan.
  4. Pengguna (user): merk juga menyampaikan pada konsumen produk apa yang digunakan. Jika suatu perusahaan memperlakukan merk hanya sebagai nama, maka tidak akan ada artinya.
Tantangan suatu merk adalah secara mendalam mengembangkan serangkaian sosiasi-asosiasi positif terhadap merk. Merk (brand) merupakan nama, istilah, tanda symbol desain, ataupun kombinasinya yang mengidentifikasikan suatu produk. 

Pengertian Merek Lainnya

Merk juga dapat dibagi dalam pengertian lainnya, seperti:

Brand Name (Nama Merk) 

Yang merupakan bagian dari yang dapat diucapkan misalnya: Pepsodent, Toyota, Mercedes dan lain sebagainya. 

■ Brand Mark (Tanda Merk) 

Yang merupakan sebagian dari merk yang dapat dikenali namun tidak dapat diucapkan, seperti lambang, desain huruf atau warna khusus. Misalnya: symbol NIKE, symbol BMW, Simbol Toyota, Logo Tiga Berlian Mitsubishi. 

■ Trade Mark (Tanda Merek Dagang) 

Yang merupakan merk atau sebagian dari merk yang dilindungi hukum karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. Tanda dagang ini melindungi penjual dengan hak istimewanya untuk menggunakan nama merk (Tanda Merk). 

■ Copyright (Hak Cipta) 

Yang merupakan hak istimewa yang dilindungi oleh undang-undang untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual karya tulis, karya musik atau karya seni. 

Jadi merk merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan feature, manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek terbaik akan memberikan jaminan kualitas.

Brand menjadi sangat penting karena beberapa hal yaitu: 
  1. Emosi konsumen terkadang turun naik. Brand mampu membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil. 
  2. Brand mampu menembus pagar budaya dan pasar. Dapat dilihat bahwa suatu merk yang kuat mampu di terima seluruh dunia dan budaya. 
  3. Brand mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan konsumen. Semakin kuat suatu merk, maka semakin kuat pula interaksinya dengan konsumen dan makin banyak asosiasi merk (brand association) yang terbentuk dalam merek tersebut, jika brand association yang terbentuk memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat maka potensi ini akan meningkatkan citra merk (brand Image). 
  4. Brand berkembang menjadi sumber asset terbesar bagi perusahaan.


Cara Membangun Merk (brand) 

Membangun merk yang kuat tidak berbeda dari membangun sebuah rumah. Untuk memperoleh bangunan rumah yang kokoh memerlukan "fondasi" yang kuat, begitu juga dengan membangun merk. 
  1. Memiliki Positioning yang tepat. Merk dapat di-positioning-kan dengan berbagai cara, misalnya dengan cara membangun.  Dengan posisi ini maka pemilik merk akan melakukan persiapan dan rencana yang matang sebelumnya.
  2. Memiliki Brand Value yang tepat. Semakin tepat merk di-positioning-kan di benak pelanggan, merk tersebut akan semakin competitive. Untuk mengelola hal tersebut kita perlu mengetahui brand value. 
  3. Memiliki Konsep yang tepat. Tahap akhir untuk meng-komunikasi-kan brand value dan positioning yang tepat kepada konsumen harus didukung oleh konsep yang tepat. Pengembangan konsep merupakan proses kreatif, karena berbeda dari positioning, konsep dapat terus-menerus berubah sesuai dengan daur hidup produk yang bersangkutan. Konsep yang baik aalah apat mengkomunikasikan semua elemn-elemen brand value dan positioning yang tepat, sehingga brand image dapat terus-menerus ditingkatkan. 
Ekuitas Merk (Brand Equity) 

Adalah seperangkat asset dan liabilitas merk yang terkait dengan nama dan symbol sebuah merk, yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu produk atau jasa kepada perusahaan maupun kepada pelanggan perusahaan. Jika nama dan symbol suatu merk diubah, baik sebagian atau semua asset dan liabilitas merk tersebut, maka pengaruh yang dihasilkan dapat mengakibatkan keuntungan atau keraguan bagi perusahaan.  

Menurut David A. Aaker dalam buku Managing Brand Equity, menulis bahwa brand equity dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu: 
  1. Kesadaran merk (brand awareness), menunjukkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali suatu merk dari suatu produk atau jasa perusahaan. Kesadaran merk memiliki beberapa tingkatan mulai dari tingkat tidaj mengetahui adanya merk tersebut, samapai pada tingkat sangat mengenal merk tersebut (Top of Mind Awareness). Tingkat paling rendah adalah apabila pengenalan merk dilakukan melalui alat Bantu tes untuk mengingat kembali suatu merk (an aided recal test). Pengenalan merk adalah tingkat minimal dari kesadaran merk. TIngkat berikutnya dalah mengingat kembali suatu merk (brand recal), yaitu mengingat kembali suatu merk berdasarkan pada kemampuan seseorang untuk menyebut suatu merk tanpa alat Bantu (unaided call). Tahap selanjutnya adalah apabila suatu merk disebutkan pertama kali dalam menginbgat suatu produk atau jasa, pada tahap ini merk tersebut telah berada dalam pikiran paling utama (top of mind awareness), atau dengan kata lain merke tersebut menjadi merk yang paling diingat di dalam pikiran seseorang. 
  2. Asosiasi Merk (brand Association), adalah segala kesan yang muncul di benak konsumen yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merk. Kesan- kesan yang terkait dengan merek akan semakin meningkat dengan semakin bertambahnya penglaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merk atau semakin sering kemunculan merk tersebut dalam strategi komunikasi perusahaan. Suatu merk yang telah mapanakan memiliki posisi menonjol dalam persaingan bila didukung oleh berbagai asosiasi yang kuat, berbagai asosiasi merk yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut bran image. Semakin banyak asosiasi yang saling berhubungan, maka semakin kuat brand image yang dimiiki oleh merk tersebut, beberapa fungsi asosiasi merk adalah:  Membantu proses penyusunan informasi (help Process.retrieve information). Membedakan (differentiate), suatu asosiasi dapat memberikan landasan yang penting dalam upaya pembedaan suatu merk dengan merek pesaing. Alasan Pembelian (reason to buy), brand association membangkitkan berbagai atribut produk manfaat bagi konsumen (customer benefit) yang dapat memberikan alasan spesifik bagi konsumen untuk membeli dan menggunakan merk tersebut. 
  3. Persepsi kualitas merk (brand Perceived quality), adalah persepsi pelanggan terhadap kualitas dari suatu merk produk/jasa perusahaan. Perceived quality ini akan membentuk persepsi kualitas dari suatu produk di mata pelanggan karena perceived quality merupakan persepsi konsumen. Produk tidak akan disukai dan tidak akan bertahan lama di pasar jika perceived quality pelanggan negative, sebaliknya jika perceived quality pelanggan posistif, maka produk akan disukai dan dapat bertahan lama di pasar. 
  4. Loyalitas merk (brand Loyalty), adalah cerminan tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek produk/jasa. Loyalitas merek sangat berpengaruh terhadap kerentanan pelanggan ari serangan pesaing, hal ini sangat penting dan berkaitan erat dengan kinerja masa depan perusahaan. Seseorang pelanggan yang sangat loyal kepada suatu merk tidak akan dengan mudah memindahkan pembeliannya ke merk lain, maka tersebut rendah.
Aset-aset merk lainya (other proprietary brand asssets), Ekuitas merk dapat memberikan nilai, baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. Nilai yang diterima perusahaan dari ekuitas merk itu iantaranya adalah:
  • Ekuitas merk yang kuat dapat mempertinggi keberhasilan program dalam memikat konsumen baru dengan tetap mempertahankan konsumen yang lama. Promosi yang dilakukan akan lebih efektif jika merk dikenal. Ekuitas merk yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen terhadap kualitas merk. 
  • Salah satu cara memperkuat ekuitas merk adalah dengan melakukan promosi besar-besaran yang membutuhkan biaya yang besar. 
  • Selain memberikan nilai bagi perusahaan, ekuitas merk dapat pula memberikan nilai bagi konsumen, baik itu nilai yang positif ataupun nilai yang negative. 
  • Ekuitas merk dapat membantu konsumen menafsirkan, memproses dan menyimpan informasi mengenai suatu produk atau jasa serta dapat mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam pengambil keputusan pembelian (dalam kasus accenture adalah dalam keputusan kerja sama), baik itu karena pengalaman masa lalu dengan produk/jasa perusahaan, ataupun kedekatan dengan merk dan karakteristiknya. 
  • Ekuitas merk juga dapat memberikan kesan kualitas dan asosiasi merk yang dapat meningkatkan kepuasan konsumen di dalam penggunaan suatu produk atau jasa perusahaan. Untuk membangun sebuah ekuitas merk, diperlukan elemen-elemen sebuah merk, seperti nama dan logo yang memiliki asosiasi positif, unik serta menyenagkan untuk dikenal oleh konsumen. Elemen merk merupakan informasi visual dan verbal yang dipergunakan untuk mengidentifikasikan dan membedakan suatu produk/jasa/nama perusahaan. Elemen-elemen merek tersebut adalah nama, logo,symbol, karakter, slogan, dan kemasan Kriteria-kriteria yang sebaiknya diterapkan untuk memilih suatu elemen merk yang baik adalah sebagai berikut: 
  • Mudah dikenal dan diingat (memorability) 
  • Memiliki arti yang menyenagkan, menarik, credible, sugestif dan kaya imaginasi baik visual maupun verbal (meaningfulness). 
  • Harus dilindungi secara hukum (protectability) Pada tahun 1996, David Aaker “building strong Brand” mengembangkan 10 variabel sebagai indicator ekuitas merek, dan dinamakan The brand Equity Ten, yaitu:
    • Ukuran Loyalitas: 
      • 1.      Premi Harga
      • 2.      Kepuasan/loyalitas
    • Ukuran kepemimpinan/Persepsi kualitas: 
      • 1.      Persepsi kualitas
      • 2.      Kepemimpinan/popularitas
    • Ukuran Asosiasi/diferensiasi:
      • 3.      Persepsi nilai (perceived value)
      • 4.      Kepribadian merk 
      • 5.      Asosiasi Organisasional
    • Ukuran kesadaran:
      • 6.      Kesadaran merk
    • Ukuran Perilaku pasar:
      • 7.      Pangsa pasar
      • 8.      Harga pasar dan cakupan distribusi (distribution coverage). 

Walaupun Aaker  mengajukan   10   indikator   yang  bisa  dipakai,  dia masih mempertanyakan kemungkinan premi harga (sebagai ukuran loyalitas) menjadi indikator tunggal ekuitas merek.

Ber-IKLAN, seberapa pentingkah?                                                              

Iklan merupakan bagian dari komunikasi pemasaran. Dalam komunikasi pemasaran  kita mengenal apa itu komunikasi pemasaran terpadu (Intregrated Marketing Communication/IMC).

IMC adalah beberapa terapan komunikasi misalnya;
  • Iklan, 
  • Penjualan Personal (direct sales), 
  • Promosi Penjualan, 
  • Kemasan, 
  • Point of Purchase material 
  • Dan lain sebagainya perlu untuk dikaitkan secara erat dalam menunjang Ekuitas Merk (Brand Equity).
Antara Komunikasi dengan Pemasaran
  • Komunikasi & pemasaran adalah merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan.
  • Komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu atau antar organisasi dengan individu.
  • Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan organisasi/perseorangan itu mentransfer nilai-nilai pertukaran kebutuhan antara mereka dengan pelanggannya.
  • Pemasaran secara umum adalah melibatkan aktivitas komunikasi. Karena tanpa adanya aktivitas komunikasi pemasaran itu tidak akan pernah ada.
  • Penjualan personal (personal selling) adalah bentuk komunikasi antara pribadi dimana tenaga penjual biasanya (SPG), menginformasikan atau mempersuasi untuk melakukan pendekatan kepada calon pembeli yang tadinya belum mengerti akan mengerti yang tadinya ragu ragu akan lebih yakin, yang tadinya masa bodoh akan lebih memperhatikan. Sehingga dimana tempat yang penjualannya menurun perlunya diterapkan Personal Selling ini. 
  • Iklan (advertising) adalah komunikasi searah dengan mengerahkan redudance, menggunakan media untuk membangun aware, atau mengingatkan konsumen maka dalam hal ini iklan ada LAUNCHING dan REMINDING.
  • Iklan langsung (direct advertising) biasa disebut sebagai pemasaran berdasar data base (data base marketing) ini bisa melalui surat atau mail.
Sales Promotion Sponsorship
  • Promosi penjualan (sales promotion) terdiri dari semua kegiatan pemasaran yang mencoba merangsang terjadinya pembelian suatu produk secara cepat , atau terjadi pembelian produk dalam waktu yang singkat. Tujuannya adalah mempengaruhi calon pelanggan atau pelanggan untuk memantapkan kesadaran merk tertentu. Maka promosi penjualan ini adalah untuk orientasi perdagangan besar.
  • Pemasaran sponsorship adalah aplikasi dalam mempromosikan perusahaan dan merk mereka dengan dengan mengasosiasikan perusahaan mereka itu dengan kegiatan tertentu.( iklan pemasaran sosial /corporate). (misalnya kompetisi olah, raga tertentu, pasar murah, pengobatan masal, khitan massal merupakan iklan corporate).  
  • Publikasi seperti halnya iklan, tetapi yang dipromosikan adalah lembaganya bukan jasa atau barangnya. Sehingga orientasi publisitas ini adalah suatu prestise. Biasanya publisitas ini bisa ditumpangi dengan pemasaran, sponsorship, publikasi inilah yang biasanya bisa untuk membentuk image khalayak.

Ekuitas Merk 

Konsep Ekuitas Merk, Untuk konsep ekuitas merek perlunya dipahami tentang symbol, tanda, desain, atau kombinasi secara keseluruhan. Sehingga ekuitas merek merupakan berbagai pendekatan yang telah dikembangkan dalam berbagai cara. Sebagai pengukurnya, maka sebuah merek memiliki ekuitas sebesar pengenalan konsumen atas merek tersebut dan menyimpannnya dalam memory otak khalayak. (lazimnya disebut positioning) Maka ekuitas merk dalam perspektif konsumen adalah terdiri dari dua bentuk yakni;
  • Kesadaran merk tertentu, (Brand Aware) dengan citra merk, (brand image).
  • Kesadaran merk (Brand Aware) adalah cara pandang konsumen di dalam mengekalkan ingatan konsumen akan merk-merk tersebut. (meningkat menjadi brand recall).
  • Brand Recall; adalah merupakan kesadaran yang mendalam akan merk tertentu. Jika kesadaran konsumen belum mendalam adalah merupakan kewajiban pemilik merk untuk mendalamkan “ingatan” kepada konsumen. Jika ekuitas merk sudah tertanam sudah barang tentu brand loyalty akan terwujud.

Bagaimana Menyusun Konsep Merk 
  • Merk itu sebaiknya harus selalu dikelola secara strategis. Yakni untuk menjaga ekuitas dan loyalitas konsumen secara berkelanjutan. Hal demikian dinamakan Manajemen konsep Merk (brand concept management). 
  • Ini berarti dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan, implementasi, serta pengendalian suatu konsep merk sepanjang masa hidup merk tersebut. Dalam menyusun konsep merk pemilik merk senantiasa harus memenuhi salah satu tiga katagori kebutuhan dasar konsumen yakni; Kebutuhan Fungsional, kebutuhan Simbolis atau Experiental. Risaukah apabila ada perbedaan antara manfaat & kebutuhan. 
  • Perbedaan manfaat dan kebutuhan tidak perlu dipersoalkan. Karena dalam hal ini hanya merupakan perbedaan perspektif semata mata. Artinya konsumen mempunyai kebutuhan, sedangkan merk memiliki atribut yang dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Sehingga dalam hal ini Merk diharapkan akan memiliki atribut yang memuaskan konsumen. Dengan itu dapat disimpulkan bahwa kebutuhan dan manfaat adalah merupakan dua sisi uang dari koin yang sama.

Manajemen Konsep Merk

Manajemen konsep merk yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fungsional (functional needs) berusaha menyediakan solusi bagi masalah konsumsi yang diperlukan konsumen. Dengan cara mengkomunikasikan bahwa merk mereka adalah memiliki manfaat spesifik yang memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga functional needs terpenuhi.

Ada juga yang disebut sebagai kebutuhan experiental (experiental needs) yakni jika orang menggunakan produk mereka akan merasa sangat senang. 

Sehingga terasa sangat istimewa, atau bagi orang yang memakai akan merasa sangat kaya atau merasakan memiliki cita rasa yang tinggi. (Elegant) jika dibandingkan dengan yang tidak menggunakan merk ini. 

Sehingga secara umum strategi komunikasi ditujukan bagaimana agar komunikator mampu menarik perhatian pada salah satu jenis kebutuhan konsumen tersebut diatas. (Fungsional, Simbolis atau Experiental) kepada komunikan. Komunikasi Pemasaran Terpadu (Integrated Marketing Communications / IMC).

Alasan mendasar dari komunikasi pemasaran terpadu adalah bahwa IMC, akan menjadi satu satunya keunggulan kompetitif yang terus berlanjut dalam dasa warsa 90-an dan akan terus berlanjut sampai abad 21.

Demikian materi brand yang bisa saya berikan kepada para pelaku UMKM untuk bisa dicermati sendiri selama mengisi waktu saat pandemi Covid-19 ini. Tetap semangat, tetap belajar dan maju terus. Sukses