Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah program pembinaan dan pengembangan UMKM yang didedikasikan oleh unit TTIC (Trade, Training & Investment Center) Kamar Dagang dan Industri Propinsi Jawa Tengah (organisasi non profit) kepada pelaku UMKM di propinsi Jawa Tengah. Rumah UMKM merupakan wadah komunitas UMKM Jawa Tengah untuk membangun edukasi, komunikasi, organisasi dan jaringan pemasaran produk UMKM.

Kamis, 18 Januari 2018

Persiapan KRENOVA JATENG 2018

Persiapan KRENOVA 2018 di UPP IPTEKIN BAPPEDA Jateng.
Ajang adu kreasi dan inovasi masyarakat yang bertajuk KRENOVA saat ini memang sudah mulai dikenal masyarakat Jateng. Bahkan kehadirannya setiap tahun ditunggu-tunggu oleh masyarakat umum non akademisi sebagaimana ajang KRENOVA 2018 nanti.

Pada haris Kamis ini, UPP IPTEKIN Bappeda Jawa Tengah selaku penyelenggara kegiatan ini mengundang Bappeda Kota dan Kabupaten se-Jawa Tengah beserta para team penilai untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem lama untuk penyelenggaraan kegiatan ini di tahun 2018.

Berbagai usulan dan kritik dari daerah memberikan kesimpulan bahwa mereka sudah sangat memahami tujuan dan esensi kegiatan KRENOVA ini, sehingga diharapkan penyelenggaraan tahun 2018 ini KRENOVA lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya terutama pasca lomba dimana komersialisasi temuan dan inovasi masyarakat bisa diserap oleh pembeli maupun investor.

Peserta FGD mendengarkan penjelasan teknis penyelenggaran KRENOVA 2018

FGD dipimpin langsung oleh Ka UPP IPTEKNI Bappeda Jawa Tengah
Penyelenggaraan KRENOVA tahun ini akan lebih selektif dalam memilih temuan dan inovasi dalam hal originalitas dan kebaharuan karena banyak para inovator yang kurang jeli dan cermat memahami hal ini. Disamping itu aspek komersialisasi akan menjadi penekanan dalam penilaian para juri karena pemenang Krenova tahun 2018 diharapkan bisa menarik para pembeli atau investor.

Jika pada Krenova tahun-tahun sebelumnya juri ada sekitar 5 orang maka pada Krenova 2018 nanti akan ada 6 juri yang akan mewakili keahlian pada bidang masing-masing. Kelonggaran jumlah peserta dari kuoata setiap daerah, batasan jumlah peserta dari setiap daerah adalah 5 orang atau kelompok tetapi jika dirasa batasan ini kurang maka daerah bisa mengajukan penambahan secara tertulis.

Para pemenang Krenova akan mendapatkan berbagai fasilitasi mulai dari Hak Cipta, Patent maupun pelatihan-pelatihan yang terkait dalam pengembagan kapasitas para inventor sebagai pengusaha berbasis teknologi. Program inkubasi juga telah dipersiapkan bagi para pemenang Krenova selain juga program business matching yang menjadi jembatan komersialisasi produk inovasi dan temuan mereka.

Di tahun 2018 ini kami juga berharap adanya peningkatan jumlah dan kualitas peserta Krenova sehingga ajang Krenova semakiin bergengsi. Sebuah kesempatan bagi masyarakat Jawa Tengah yang kreatif dan inovatif untuk mendapatkan pengakuan dan peluang untuk maju.



 


Rabu, 17 Januari 2018

Perubahan HS Code dari Versi 2012 Menjadi 2017

Perubahan HS Code dari Versi 2012 menjadi 2017
Meskipun masih banyak pelaku UMKM binaan kami yang belum memahami HS Code, namun beberapa di antara mereka sudah ada yang beriontasi ekspor sehingga informasi mengenai perubahan HS Code ini menjadi sangat penting. 
 
Mulai tanggal 1 Maret 2017 Kementerian Keuangan akan memberlakukan perubahan terbaru untuk HS Code tahun 2017 ini berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan dalam PMK 6/PMK.010/2017. Produk HS code tahun 2017 merupakan usulan dan masukan dari Kementerian dan Instansi terkait, antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Badan POM, dan instansi pemerintah terkait lainnya.
  • Perubahan perubahan HS code 2012 menjadi HS code 2017 meliputi
  • Perubahan struktur Klasifikasi, a.l.:
  • Penambahan Pos/Subpos
  • Penghilangan/ Penggabungan Pos/Subpos
  • Revisi Uraian/Redaksional
  • Perubahan Catatan Bagian, Catatan Bab dan Catatan Sub Pos. 
Ciri nyata dari HS Code Tahun 2017 adalah berubahnya jumlah digit dari 0 digit menjadi 8 digit. Ini dalam rangkan persiapan Single tariff nomenclature untuk negara negara di Asean, terbentuknya Asean Economi Community, pembentukan Asean Single Window dan sebagai dasar penerapan Single Document Export-Import (ASEAN Customs Declaration Document) antar negara anggota ASEAN. 
 
Adanya perubahan HS code yang digunakan itu dari 10 digit menjadi 8 digit tentunya ada pengaruh secara fiscal kepada sebagai berikut :
  • Bea Masuk Umum/Most Favoured Nation (MFN)
  • Bea Masuk Free Trade AGreement (FTA)
  • Bea Keluar
  • BMAD (Bea Masuk Anti Dumping) dan BMTP (Bea Masuk Tindak Pengaman)
  • Pajak Dalam Rangka Impor (PPN, PPnBM dan PPh Pasal 22)
  • Dokumen perijinan dalam rangka larangan dan pembatasan impor/ekspor
  • Penyesuaian modul PIB, PEB dan pemberitahuan pabean terkait lainnya.
  • Aturan lartas pada Kementerian dan Lembaga.
  • Penyesuan IT Inventory atau aplikasi sejenis di perusahaan.
Untuk mengetahui kepastian perubahan HS code 2012 menjadi HS code 2017 Kemekeu juga menerbitkan Tabel korelasi yang berfungsi sebagai referensi untuk membantu menelusuri perubahan pos tarif dari BTKI 2012 ke BTKI 2017 dan sebaliknya.

Selasa, 16 Januari 2018

Pendampingan Akses Pemasaran ke Retail Modern & HOREKA

Akses pemasaran GULANAS ke HOREKA
Masih dalam kegiatan business matching, hari Selasa ini giliran kami mendampingi GULANAS dalam melakukan akses pasar ke retail modern dan HOREKA. Pasar modern merupakan salah satu kanal distribusi yang dipilih oleh PT Gula Energy Nusantara (GULANAS) yang memproduksi gula cair baik gula tebu cair maupun gula kelapa cair. Selain pasar retail modern, GULANAS juga menggarap pasar HOREKA (Hotel, Resto dan Kafe) dan pasar tradisional yaitu industri kecil dan industri besar.

Akses pasar ke retail modern dan HOREKA menjadi jauh lebih mudah ketika tahapan promosi produk dan brand yagn telah dilakukan sejak 3 tahun lalu. Sangat berbeda dengan kondisi 3 tahun yang laiu, karena saat ini permintaan gula cari cenderung meningkat terutama dari sektor industri.

Dalam pemanfaatan di industri, kecenderungan pemakaian gula cair didasarkan pada aspek kepraktisan dan efesiensi prosesnya terutama pada industri kecap, minuman dan makanan. Bahkan yang diluar dugaan kami ada sebuah permintaan supply dari perusahaan besar penghasil sampo yang memanfaatkan material gula cair.

Pasar retail modern lebih ditekankan pada bagaimana memperkenalkan produk GULANAS kepasa masyarakat luas sehingga aspek promosi menjadi tujuan utama. Meskipun pada awalnya GULANAS sudah tersedia di Trans Retail group namun ada beberapa pembaharuan data yang perlu dipenuhi untuk pembaharuan tersebut dan Rumah UMKM siang ini mendampingi meeting dengan Trans Retail. Beberapa retail modern lain pun sudah berhasil diakses oleh GULANAS dalam upayanya memperkenalkan opsi gula baru kepada masyarakat. .

Pengurusan vendor baru di Trans Retail Group.
Pasar HOREKA juga secara simultan digarap oleh GULANAS karena pasar HOREKA di Jakarta sudah mulai aware dengan produk GULANAS. Beberapa franchise minuman pun sudah mulai menggunakan produk GULANAS baik di Jakarta, Bandung, Semarang maupun Surabaya.

Pada hari ini pun kami lanjutkan pendampingan pemasaran itu ke Strada Cafe di Semarang dan ternyata mendapatkan tanggapan positif untuk memberikan trial penggunaan gula cair pada minumannya. Sebuah peluang besar dalam menggarap HOREKA di Jawa Tengah, dan memberikan motivasi untuk terus mengembangkan pemasarannya di Cafe-Cafe lain di wilayah Jawa Tengah.
 
Akses pasar Cafe di Semarang.
Sebuah lompatan yang menggembirakan dalam rangkaian perjalanan panjang perjuangan menjadi pioner dalam gula alami cair di Indonesia. Semangat dan motivasi UMKM binaan ini untuk menjadi perusahaan berskala nasional patut kami acungi jempol, mengingat kami mendampinginya sejak awal sehingga kami juga ikut merasakan kendala dan kesulitan yang dihadapi oleh UMKM ini. Tetap semangat dan maju terus GULANAS !

Senin, 15 Januari 2018

Business Matching Ala Rumah UMKM

Kunjungan Pak GV ke Nuanza Porcelen
Permasalahan pemasaran tidak bisa selesai dalam sebuah konsultasi di ruangan, karena pemasaran adalah ilmu praktis. Selain memberikan pembekalan ilmu pemasaran pada para pelaku UMKM dan konsultasinya, Rumah UMKM juga secara aktif melakukan promosi dan pemasaran langsung kepada para relasi buyer baik dalam dan luar negeri.

Pada hari ini Rumah UMKM mendapatkan kunjungan dari relasi buyer dari Italia yang sedang mempersiapkan sebuah show room di Dubai, Uni Emirat Arab. Pak GV adalah relasi lama yang menjadi buying agen untuk sebuah perusahaan di Dubai. Dalam kunjungan ini, Pak GV meminta kami untuk mengantarkannya ke produsen keramik yang kebetulan adalah binaan kami di Boyolali, yaitu Nuanza Porcelen. 

Pertumbuhan property di Middle East yang sangat pesat merupkan peluang yang besar bari produk-produk building material seperti 3D Mosaic yang saat ini ditekuni oleh Nuanza Porcelen. Dan hal ini sudah kami pahami sejak awal ketika mencoba menangkap peluang dari berbagai jaringan buyer yang kami miliki.

Mungkin business matching yang kami lakukan sedikit berbeda dengan kegiatan bisnis matching yang sering diadakan oleh pemerintah, dengan menghadirkan banyak UMKM dan perwakilan buyer. Kami merasa mempertemukan "kebutuhan" antara produsen dan buyer bukanlah hal yang mudah, semakin banyak pihak yang dikelola maka peluang justru semakin sulit. Oleh sebab itu kami memiliki kegiatan bisnis matching yang secara spesifik menggarap satu produsen dan satu buyer sehingga kami bisa lebih fokus dalam memdampingi UMKM dalam memahami kebutuhan buyer.

Produk Figurine, Penari Bali

Gift and Souvenir, biasa dipesan oleh perusahaan untuk promosi.

Trophy Golf, tidak hanya kejuaraan lokal tetapi juga internasional.

Proses membuat master adalah proses yang sangat penting dalam produksi keramik.

Proses produksi cetak keramik.

Proses pewarnaan keramik.

Beberapa produk Table Ware Nuanza Porcelen

Mini Shop, melayani pengunjung yang ingin membeli eceran.

Produksi mosaic untuk sebuah proyek masjib besar di Jakarta.

Produk figurine, detail menjadi sebuah tuntutan dari pelanggan.

Kemampuan desain adalah strength point dari Nuanza Porcelen

Produk poci ayun dengan texture marmer.
Kami semakin termotivasi untuk selalu mempromosikan produk-produk Jawa Tengah ketika beberapa buyer mengatakan bahwa pasar mulai bergeser dari Eropa dan USA ke Asia, Middle East dan Afrika. Sangat kebetulan sekali kami beberapa tahun terakhir sudah memulai mengembangkan pasar ke negara-negara tersebut.

Dengan kualitas desain dan produk yang setara Nuanza Porcelen kami yakin tujuan promosi produk Jawa Tengah bisa tercapai, yaitu menusuk pasar dengan produk-produk UMKM yang berkualitas dan berorientasi ekspor. Inilah Business Matching yang dilakukan oleh Rumah UMKM dalam membantu pemasaran produk UMKM.


Jumat, 12 Januari 2018

3D Museum, Alternatif Solusi Bagi Perusahaan Yang Tergilas Transformasi Digital


Working 3D Museum, sebuah solusi yang harus dipertimbangkan untuk menyelamatkan bisnis.
Sudah bukan rahasia umum ketika banyak perusahaan jasa bisnis yang tergerus oleh transformasi digital, mulai dari transportasi, media dan jasa agensi karena mereka sudah tergantikan dengan media digital dan juga applikasi. Munculnya Traveloka dan semacamnya, Gojek, Uber, Grab dan social media menjadikan pertumbuhan bisnis-bisnis tersebut di atas harus mengalami grafik minum atau bisa dikatakan menurun grafiknya,

Tetapi apakah bisnis mereka harus tutup tanpa ketemu solusinya? Mereka harus bertahan dengan sebuah solusi yang sesuai dengan arus perkembangan jaman. Saat mana beberapa teman dari bisnis media, agensi dan entertainmen ngobrol bersama dalam sebuah Cafe, hal inilah yang menjadi topik pembicaraan kami.

Bagaimana melakukan transformasi bisnis media konvensional?

Ada banyak alternatif solusi, mulai dari mengubah profit center dari subscriber dan iklan ke arah social media income yaitu dari You Tube dan Instagram. Mulai dari menjual produk media menjadi menjual proses media dan banyak lagi.

Menjual proses? Ya, hal ini menjadi sangat menarik ketika saat ini orang dialihkan perhatiannya pada konsep wisata, yaitu wisata proses atau bisa dikatakan juga wisata edukasi. 

Seminar dan workshop sudah bukan lagi menjadi media edukasi yang efektif dan laku, karena saat ini konsumen butuh apa yang dinamakan "keterlibatan dalam proses" dan "selfie". DUa hal ini harus diperhatikan oelh pemilik bisnis dengan seksama karena tanpa 2 aspek 

Sebenarnya bukan hanya bisnis media, tetapi bisnis lain pun bisa menerapkan konsep yang sama karena bisnis wisata saat ini menjadi sangat booming dan menjadi top shopping.

Saat generasi sekarang sudah "menjauhi" koran, radio dan televisi dan mendekatkan diri kepada gadget maka keberadaan koran, radio dan televisi menjadi mulai terancam dan apablia pebisnis masih menggunakan pola lama maka bukan mustahil bisnis mereka akan tergerus.

Sebuah konsep moseum modern bisa menjadi salah satu solusi yang perlu dipertimbangkan untuk mempertahankan bisnis. Sebuah museum yang bukan seperti museum konvensional, tetapi sebuah museum modern yang mampu menjadi media edukasi yang sekaligus mengusung konsep "keterlibatan" dan selfie.

Edukasi merupakan hal yang menjadi core bisnis dalam bisnis museum modern ini, visual 3D merupakan hal yang memberikan peluang keterlibatan pengunjung dan jangan lupa bahwa selfie saat ini menjadi setiap tuntutan dalam sebuah pengelolaan pariwisata. 

Investasi yang besar dalam museum 3D adalah dalam pembangunan visual 3D karena memerlukan dukungan dari para ahli yang ahli di bidangnya. Edukasi proses dalam produksi media merupakan alur yang akan memberikan setiap pengalaman kepada para pengunjung dan memberikan kesempatan mereka "seolah" terlibat dalam proses tersebut. Selfie merupakan bukti dan promosi bahwa para pengunjung tersebut "terlibat".

Investasi besar sementara kondisi keuangan perusahaan sedang menurun? Tidak masalah, konsep pariwisata yang satu ini cukup mampu mengundang investor untuk berkerjasama. Bukan pada bisnis medianya, melainkan pada bisnis pariwisatanya.

Selamat mencoba dan kami siap berdiskusi dengan anda. Sukses !


 

 
 

Kamis, 11 Januari 2018

Mulai Terkuak, Rahasia Sukses Bisnis Cafe.

Ramainya Strada Cafe, sebuah Cafe Bisnis di Semarang.
Awalnya saya masih berpikir bahwa suksesnya sebuah bisnis cafe utamanya adalah karena racikan kopi dan minuman lainnya yang enak dan "nendang", namun sepertinya keyakinan saya membawa faktor cita rasa tidak menjadi nomor satu melainkan mungkin nomor tiga. Mengapa demikian?

Senang nongkrong di Cafe dan ngobrol membawa mencoba beberapa cafe baik di Semarang maupun di kota-kota besar lainnya. Nongkrong sambil belajar dengan cara mengamati beberapa Cafe yang ramai pengunjung, disamping juga berinteraksi dengan pengunjung Cafe yang lain untuk mendapatkan info dan komentar mereka mengenai Cafe tersebut.

Lantas apa yang menjadi nomor satu dan nomor duanya? Ternyata dari beberapa pengamatan saya, beberapa Cafe yang sukses adalah Cafe yang mampu menciptakan interaksi aktif antara pengunjung satu dengan yang lainnya, dimana pengelola atau pemilik Cafe menjadi motor komunikasinya. Hal ini yang saya amati sangat mencolok dari kunci keberhasilan bisnis Cafe tersebut. Para pengusaha Cafe harus mampu menjadi motor komunikasi atau mampu memilih seorang manager Cafe yang mampu melaksanakan fungsi tersebut agar interaksi aktif antar pengunjung bisa dibangun dengan baik. 

Sangat penting membuat suasana "berada di lingkungan sendiri" saat pengujung lain mengenal mereka dan terbangun komunitas baru di Cafe tersebut. Mungkin hal ini kembali pada esensi Cafe sebagai tempat "nongkrong" dimana dalam arti nongkrong para pengunjung bisa berdiskusi santai dan bebas dengan pengunjung yang lain sehingga tujuan dari "nongkorng" tersebut tercapai.

Selanjutnya apa yang menjadi nomor duanya? Sebuah prosesi saat ini menjadi penting dalam sebuah bisnis, karena konsumen tidak hanya butuh produk melainkan juga butuh experience dalam menikmati sajian kopi. Prosesi ini adalah saat mereka bisa melihat atau bahkan mungkin terlibat dalam meracik kopi yang akan disuguhkan kepadanya. Melihat para barista meracik kopi merupakan sebuah "entertainment" tersendiri untuk para pengunjung apalagi jika mereka mampu menyuguhkan demontrasi meracik kopi yang unik dan menarik.


Proses meracik kopi di Kopi Tarik Ungaran
Masih dalam lingkup prosesi, keterlibatan crew Cafe dalam berinteraksi dengan pengunjung harus mampu melayani kebutuhan "selfie" pelanggannya dengan baik. Banyak momen yang perlu diabadikan di Cafe tersebut dengan bantuan dari crew Cafe tersebut. Beberapa kali saya sering meminta manager Cafe untuk mengajari team-nya untuk bisa melakukan pengambilan foto dengan camera handphone yang diminta oleh pengunjungnya. Interaksi ini akan menjadi sebuah proses yang unik dalam pelayanan sebuah Cafe.

Baru setelah faktor nomor satu dan dua, maka cita rasa makanan dan minuman akan mengambil peran yang sangat menentukan dalam keberlangsungan bisnis tersebut disamping dengan layanan yang sangat ramah dari Cafe tersebut. Jangan lupa juga bahwa Cafe harus menjadi tempat yang fotogenik untuk melakukan selfie, sehingga penataan interior dengan konsep khusus juga harus diperhatikan.

Demikian apa yang bisa saya share untuk teman-teman yang ingin membuka bisnis Cafe, semoga bermanfaat.




 

 


Rabu, 10 Januari 2018

Ingin Mengurangi Resiko ? Sederhanakan Proses Bisnis Anda.

Waeung Makan
Tidak semua bisnis UMKM bisa berjalan dengan lancar, ada banyak yang terkendala dalam pengembangannya. Ketika ada teman-teman UMKM yang bertanya bisnis apa yang resikonya kecil maka kami menjawab bisnis yang resikonya kecil adalah bisnis yang memiliki proses yang sederhana dan pendek. Mengapa demikian?

Semakin panjang proses bisnis atau semakin banyak proses yang ada dalam bisnis kita maka semakin banyak resiko dan kendala yang terjadi pada setiap prosesnya. Contoh bisnis yang memiliki proses pendek adalah para penjual makanan angkringan dimana mereka tidak melakukan proses produksi (memasak) melainkan hanya menerima titipan makanan dari para supplier dan pemasarannya pun langsung ke konsumen akhir.

Bisnis warung angkringan yang hanya berproses pada pembuatan minuman (wedangan) memang relatif lebih aman selama mereka bisa mendapatkan supplier makanan yang handal. Baik enak dalam cita rasa, kemasan yang menarik dan harga yang terjangkau. Warung angkringan ini resikonya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan warung makan yang mereka harus masak sendiri makanannya.

Di atas adalah gambaran yang bisa dicermati oleh para pelaku UMKM yang justru dalam pengembangannya semakin memperpanjang proses dan memperumit proses sehingga resiko yang muncul semakin banyak. Banyak orang mengatakan bahwa banyak usaha menjadi "kesrimpet" (terjegal) oleh proses bisnisnya sendiri yang semakin rumit dan semakin panjang. Bahkan perusahaan ototmotif Jepang pun menerapakan strategi ini degan cara membangun kemintraan produksi spare part, bukan mengerjakan semuanya sendiri.

Tujuan dari menyederhanakan proses adalah untuk mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang diinginkan. Semakin berkembang skala usaha maka permasalahan yang muncul semakin banyak, dan salah satu upaya untuk meminimalisasi permasalahan adalah dengan menyederhanakan proses.Semakin sedikit proses setelah terima barang dari supplier dan barang diterima oleh end user maka proses dikatakan semakin baik dan semakin efisien biaya produksi yang muncul.

Semoga tulisan yang singkat ini bisa mengingatkan kepada para pelaku UMKM untuk mulai memikirkan kemitraan dan mulai menyederhanakan proses bisnis dalam usahanya. Semoga sukses.












Selasa, 09 Januari 2018

Jika SDM Semakin Membebani, Maka Kemitraan Adalah Solusinya.

Mitra adalah apa yang mesti dikembangkan oleh UMKM
Setiap tahun upah minimum regional naik, tanpa pernah ada kompromi dengan para pengusaha terutama UMKM sebelumnya. Yang dijadikan acuan oleh pemerintah adalah tingkat kebutuhan hidup tanpa melihat realitas bahwa banyak usaha yang kssulitan untuk bertahan justru karena beban-beban seperti ini. Kenaikan UMR/UMK yang ditentukan oleh pemerintah tidak mengajarkan kepada para tenaga kerja untuk bersaing dalam hal kompetensi dan justru seolah memanjakan mereka.

Imbas dari semua ini adalah pada para pelaku UMKM yang semakin kesulitan dalam mencari tenaga kerja (karyawan) atau juga semakin berat beban biaya usaha yang harus mereka tanggung tanpa ada "benefit" atas kenaikan UMR tersebut kepada mereka karena kenaikan UMR adalah karena regulasi.Banyak UMKM yang mengeluhkan hal ini kepada kami, apalagi beban usaha yang lain juga tidak mau kalah, seperti listrik, bahan baku, pajak dan sebagainya. 

Jika memang hal ini sudah sulit untuk diakomodasi maka perlu suatu upaya efisiensi dari para pelaku UMKM dalam menekan biaya usaha agar profit usaha mereka selalu terjaga. Salah satu upaya adalah dengan jalur kemitraan, mulai dari mitra produksi sampai mitra pemasaran. Sudah banyak pelaku UMKM yang melakukan sub kontrak pekerjaannya dengan perusahaan lain, dimana perusahaan sub kontraktor mengerjakan sebagian pekerjaan tersebut kepada pemilik pekerjaan. Hal ini dilakukan karena dengan cara sub kontraktor ini maka pemilik pekerjaan bisa menekan biaya produksi daripada harus melakukan produksi sendiri. Hal ini biasa terjadi pada usaha skala kecil dan menengah karena beban perusahaan mereka sudah mulai berat.

Dalam bidang pemasaran pun sudah banyak pelaku UMKM yang mencari mitra distributor atau agen untuk mengurangi beban biaya pemasaran apabila mereka melakukan pemasaran sendiri. Kemampuan memilih mitra menjadi suatu kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh para pelaku UMKM agar tujuan mereka bermitra bisa tercapai. Tujaun kemitraan ini selain untuk melakukan percepatan progres juga dimaksudkan untuk melakukan efisiensi produksi dan meningkatkan produktivitas.

Sebelum berkembang menjadi besar, para pelaku UMKM harus sudah menguasai kemampuan dalam membangun kemitraan karena stategi ini akan banyak membantu pengembangan usaha mereka. Semoga sukses !



 

Senin, 08 Januari 2018

Menjadi Negosiator Handal

Image result for Bagaimana Menjadi Negosiator Ulung
Menjadi Negosiator Handal
Banyak pelaku UMKM mengakui bahwa mereka lemah dalam bernegosiasi dengan customer, dan mereka butuh bekal ilmu negosiasi yang memadai agar mereka bisa menang dalam negosiasi dan mampu mempertahankan margin profitnya. 
Sebelum bernegosiasi sudah pasti para pelaku UMKM harus paham benar apa yang mereka miliki saat ini, mereka harus paham benar mengenai product knowledge dan paham benar pasar yang mereka hadapi. Sehingga setidaknya mereka sudah terbekali dengan baik sebelum melakukan negosiasi. 
Ada beberapa saran bagi para pelaku UMKM dalam bernegosiasi, yaitu antara lain:

1. Berstrategi.
Seperti perang, dalam negosiasi Anda juga perlu punya banyak strategi dan taktik. Adanya strategi akan membantu Anda melakukan pendekatan terbaik unuk mencapai tujuan. Sedangkan taktik, adalah langkah-langkah teknis untuk mendukung strategi. Tanpa keduanya, negosiasi akan berjalan lambat dan tanpa arah yang jelas. Istilahnya yang terjadi hanya debat kusir tak berujung. Apa strategi yang perlu dimiliki setiap negosiator? Kemampuan berpikir kreatif dan cepat. Pemikiran ini nantinya akan menghasilkan sejumlah alternatif yang dapat diterima. Negosiator sukses adalah mereka yang memiliki strategi baik sehingga bisa mengubah pilihan-pilihan mereka menjadi kenyataan.
2. Jangan gampang emosi.
Salah satu kunci keberhasilan orang yang jago nego adalah dia mampu mengendalikan emosi. Tidak mudah marah atau meledak ketika negosiasi berlangsung alot. Atau mendadak bete ketika berhadapan dengan lawan bicara yang tidak kooperatif. Ketika bernegosiasi kecerdasan emosional Anda diuji, bagaimana memengaruhi orang lain dalam kondisi apa pun. Selain itu, pengelolaan diri yang baik juga memudahkan Anda untuk mengenali setiap sisi positif dan lawan bicara. Perlu digarisbawahi, negosiasi tidak bisa lepas dari komunikasi. Tak mungkin Anda melakukan proses tawar menawar hanya dengan menggunakan bahasa tubuh. Kuasai keterampilan komunikasi dan Anda sudah memenangkan setidaknya 50 persen dari negosiasi.
3. Tanpa debat.
Menyelesaikan proses negosiasi dengan berdebat hanya akan menunjukkan pada orang lain bahwa Anda bukanlah seorang negosiator yang baik. Membantah jika memang harus, tapi jangan pernah lupa bahwa berdebat tidak pernah menjadi penyelesaian yang tepat dalam bernegosiasi. Bahkan, seorang negosiator yang baik akan menunjukkan sikap seolah-olah tak peduli terhadap siapa yang memperoleh kemenangan atas kesepakatan yang berhasil dibuat. Ia pandai membuat pihak lain merasa seolah-olah persetujuan akhir tersebut merupakan idenya.
4. Menyimak lawan bicara.
Bagaimana rasanya bila saat Anda bicara, lawan bicara malah sibuk sendiri atau melamun? Yang ada malah "emosi jiwa" dan kecewa karena merasa "dicuekin". Begitu juga dengan lawan bicara Anda. Bagaimana negosiasi bisa berhasil, bila Anda tidak menyimak setiap kata yang diucapkan lawan bicara? Hanya tubuh Anda yang ada di sana, namun pikirran melayang ke mana-mana, memikirkan pekerjaan yang belum kelar, pacar yang ngambek. Atau Anda terlalu sibuk memikirkan apa yang ingin Anda katakan selanjutnya.
Untuk memudahkan Anda menyimak pembicaraan lawan bicara, perhatikan ketiga hal berikut:
  • Jika mereka berbicara tentang analisis, berarti mereka sedang menyampaikan apa yang dipikirkannya.
  • Jika mereka berbicara dengan nada bertanya atau menyelidik, ini berarti ada kekhawatiran yang mereka pikirkan. Inilah saat yang tepat untuk memberi penjelasan dan meyakinkan lawan bicara.* Biasanya mereka juga akan menyampaikan apa yang menjadi harapannya. Ini adalah ekspektasi mereka terhadap hasil negosiasi.
5. Jangan malu bertanya.
 Dalam negosiasi bertanya tidak dilarang, malah sangat dianjurkan. Mengapa, karena bertanya adalah seni yang bisa membuat lawan bicara melihat kemampuan Anda mengelola proses negosiasi. Untuk bisa bertanya tentu saja Anda perlu saling menyimak apa yang disampaikan masing-masing pihak. Adanya pertanyaan akan membuat proses negosiasi lebih hidup dan tak menutup kemungkinan menghasilkan pemikiran dan ide-ide baru. Apalagi negosiasi, sebenarnya bukan sekadar situasi tawar-menawar, melainkan sebuah proses menyatukan alur pemikiran di mana setiap pihak punya kedudukan sama penting.

Semoga sharing ini bermanfaat, selamat mencoba.

Sabtu, 06 Januari 2018

Sarapan, Sebuah Peluang Usaha Mikro Bagi Ibu Rumah Tangga

Lapak Sarapan Pagi Pinggir Jalan
Tergelitik permasalahan di sekitar lingkungan perumahan saya sendiri, ketika harga kebutuhan hidup semakin menaik sementara penghasilan justru semakin terbatas maka beberapa Ibu-Ibu Rumah Tangga mencoba ngobrol dengan saya apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu perekonomian keluarga dengan modal yang tidak terlalu berat, semisal antara Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta. Survive, inilah motivasi awal dalam merintis usaha di kalangan Ibu Rumah Tangga sebelum berbicara lebih lanjut mengenai usaha yang sebenarnya.

Dalam obrolan ini saya mengajak mereka untuk mencoba cermat dan jeli mengamati apa yang selalu menjadi kebutuhan masyarakat, taruhlah kita amati setiap pagi ketika dengan waktu yang sangat terbatas para Ibu Rumah Tangga lain harus menyediakan sarapan untuk anak dan suaminya. Jika lingkungan kami adalah perumahan yang padat, maka berapa ratus Ibu Rumah Tangga setiap pagi akan keluar rumah untuk belanja sarapan siap saji bagi keluarganya.

Inilah peluang pasar yang ada, yaitu menyediakan lauk atau sayur siap saji kepada para Ibu Rumah Tangga setiap pagi. Mengapa hal ini merupakan peluang? Lihat betapa banyak usaha lapak sarapan pagi yang berkembang pesat di daerah kami yang sudah padat pemukiman.Saya mengajak para Ibu Rumah Tangga yang ingin usaha untuk melihat kenyataan ini tanpa harus melakukan survey yang bertele-tele karena keterbatasan kemampuan mereka.

Setelah termotivasi dengan peluang yang ada, maka selanjutnya saya mengajak mereka untuk melihat apa yang mereka punya dan apa yang bisa mereka lakukan untuk menangkap peluang tersebut. Mereka harus fokus kepada apa yang menjadi "strength point" mereka, misalnya jika mereka memiliki kemampuan dalam membuat ayam bakar maka mereka harus fokus pada kemampuannya tersebut, jika mereka mampu membuat ayam garang asem maka itulah yang harus mereka buat. Kunci sukses dalam bisnis makanan adalah pada cita rasa makanan tersebut, bahkan harga bisa menjadi nomor dua setelah cita rasa  tersebut.

Setelah mereka telah mampu membuat makanan yang enak dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat sekitar, mereka harus memikirkan kemasan praktis yang menarik dan agar makanan yang dijual pun memberikan jaminan kebersihan kepada konsumennya. Banyak makanan berupa pepes yang tampil dengan tampilan khasnya dan dilapis plastik, semua harus memperhatikan kebersihan dan juga harga kemasan yang murah tapi rapi dan sehat.

Makanan sudah ada, kemasan sudah terpikirkan maka selanjutnya bagaimana menjualnya? Para pemilik lapak pada prinsipnya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para supplier untuk menitipkan barangnya dengan mengambil untung daripadanya. Pilihlah lapak yang ramai pengunjungnya dan pilih juga lapak yang menjual barang yang berbeda dengan apa yang kita tawarkan atau sebaliknya kita membuat makanan yang belum terjual di lapak tersebut.

Usaha sederhana ini kami ajarkan kepada para Ibu-Ibu Rumah Tangga yang ingin memulai usaha kecil tetapi belum tahu harus melakukan apa. Tidak harus usaha makanan, tetapi karena kebetulan yang ngobrol dengan saya memilih usaha makanan maka peluang di atas perlu dipikirkan. Selamat mencoba!


Jumat, 05 Januari 2018

Ketentuan Ekspor Kopi

Related image
Ketentuan Ekspor Kopi

Masih berkaitan dengan tulisan-tulisan sebelumnya, kali ini penulis akan membahas mengenai ketentuan ekspor kopi. Kopi adalah salah satu komoditas ekspor yang diatur tata niaga ekspornya. Ketentuan tentang ekpor kopi diatur beberapa kali dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, yaitu peraturan Nomor 26/M-DAG/PER/12/2005, diganti dengan Nomor 27/M-DAG/PER/7/2008 dan terakhir Nomor 41/M-DAG/PER/9/2009 Tentang Ketentuan Ekspor Kopi yang terakhir kali mengalami perubahan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10/M-DAG/PER/5/2011. 

SYARAT EKSPOR KOPI 

Kopi yang diatur tata niaga ekspornya adalah yang termasuk dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia HS Nomor 09.01 dan 21.01

Ekspor kopi hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah diakui sebagai Eksportir Terdaftar Kopi (ETK) dan Eksportir Kopi Sementara (EKS) oleh Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementrian Perdagangan. Untuk mendapatkan pengakuan sebagai Eksportir Terdapat Kopi (ETK) harus mendapatkan pengakuan sebagai Eksportir Kopi Sementara (EKS) terlebih dahulu. Pengakuan EKS ditingkatkan menjadi ETK jika EKS telah melakukan kegiatan ekspor kopi paling sedikit 200 (dua ratus) ton dalam kurun waktu 1 (satu) tahun kopi, dengan melampirkan fotokopi Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang telah dilegalisir oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai setempat. 

Untuk mendapatkan EKS, dengan mengajukan permohonan ke Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan dilampiri persyaratan: a) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau surat izin usaha di bidang industri makanan dan minuman dari instansi teknis, b)Tanda Daftar Perusahaan (TDP), c)Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), d) Rekomendasi dari Dinas yang ditunjuk sebagai penerbit SPEK.

Pengakuan sebagai EKS paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Penerbitan pengakuan sebagai EKS akan dicantumkan nomor International Coffee Organization (ICO) sebagai tanda pengenal EKS. Dan Pengakuan sebagai EKS berlaku selama 1 (satu) tahun sejak tanggal diterbitkan. 

Dalam setiap ekspor kopi juga harus dilengkapi dengan Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK). SPEK adalah surat persetujuan pelaksanaan ekspor kopi ke seluruh negara tujuan yang dikeluarkan oleh Dinas yang bertanggungjawab di bidang perdagangan di Propinsi/Kabupaten/Kota. SPEK juga dapat digunakan untuk pengapalan dari pelabuhan ekspor di seluruh Indonesia.  

Disamping itu, kopi yang diekspor wajib sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan Menteri Perdagangan dan harus disertai dengan Surat Keterangan Asal (certificate of origin) Form ICO, yaitu surat keterangan yang digunakan sebagai dokumen penyerta barang (kopi) yang diekspor dari seluruh Indonesia, yang membuktikan bahwa barang (kopi) tersebut berasal, dihasilkan dan/atau diolah di Indonesia. 

Kemsimpulan: Jadi syarat pabean ekspor kopi adalah ETK/ EKS, SPEK dan SKA 

DAFTAR KOMODITAS KOPI YANG DIATUR TATA NIAGA EKSPOR
 
NOMOR POS TARIF URAIAN
09.01 Kopi,  digongseng atau  dihilangkan kafeinnya maupun tidak; sekam dan kulit kopi; pengganti kopi  mengandung  kopi   dengan  perbandingan berapapun.

-    Kopi, tidak digongseng :
0901.11 --  Tidak dihilangkan kafeinnya :
0901.11.10.00 --- Arabika WIB atau Robusta OIB
0901.11.90.00 --- Lain-lain
0901.12 --  Dihilangkan kafeinnya :
0901.12.10.00 --- Arabika WIB atau Robusta OIB
0901.12.90.00 --- Lain-lain

-    Kopi, digongseng :
0901.21 --  Tidak dihilangkan kafeinnya :
0901.21.10.00 --- Tidak ditumbuk
0901.21.20.00 --- Ditumbuk
0901.22 --  Dihilangkan kafeinnya :
0901.22.10.00 --- Tidak ditumbuk
0901.22.20.00 --- Ditumbuk
0901.90 -   Lain-lain
0901.90.10.00 --  Sekam dan selaput kopi
0901.90.20.00 --  Pengganti kopi mengandung kopi
21.01 Ekstrak, esens dan konsentrat, dari kopi, teh atau mate dan  olahan dengan dasar produk ini atau dengan dasar kopi,teh atau mate; chicory digongseng dan pengganti kopi yang digongseng lainnya, dan ekstrak, esens dan konsentratnya.

-   Ekstrak,  esens  dan konsentrat kopi,  serta olahan dengan dasar ekstrak, esens atau konsentrat kopi atau olahan dengan dasar kopi:
2101.11 --  Ekstrak, esens dan konsentrat :
2101.11.10.00 --- Kopi instan
2101.11.90.00 --- Lain-lain
2101.12.00.00 --  Olahan  dengan  dasar  ekstrak,  esens atau konsentrat atau olahan dengan dasar kopi

Kamis, 04 Januari 2018

Gerabah Bisa Tampil Cantik Dengan Kreativitas Finishing KAMTUMI

Finishing Gerabah dari KAMTUMI Jepara
Ada yang bilang masa gerabah telah berlalu, sehingga hal ini tidak memotivasi para pengrajin gerabah di sentra-sentra produksi gerabah di Jawa Tengah untuk bangkit dan berlari kembali. Para pengrajin sudah banyak yang beralih ke produk lain, padahal dari generasi ke generasi mereka hidup dari gerabah.

Harus ada yang memotivasi mereka kembali untuk tetap fokus di bidangnya dan mulai berpikir kreatif dalam desain dan finishing. Mereka bisa juga berkolaborasi dengan pihak lain yang memiliki kemampuan kreativitas tersebut. Salah satu mitra yang bisa mereka gandeng adalah UMKM dari Jepara, yaitu CV Kamtumi yang telah berhasil mengembangkan metode finishing "transfer image" yang tampak seperti gambar di atas.

Kemampuan dalam desain finishing sangat dibutuhkan oleh para pengrajin gerabah agar gerabahnya tampak modern dan tidak seperti itu-itu saja, karena minat dari pasar sudah pasti bergeser dari generasi sebelumnya ke generasi sekarang yang seleranya jauh berbeda. Kemampuan finishing gerabah yang dimiliki oleh CV Kamtumi ini akan memberikan angin segar kepada para pengrajin gerabah bahwa mereka masih memiliki harapan di masa mendatang.

Hasil akhir seperti apa yang terlihat pada gambar di atas dan gambar di bawah memberikan peluang produk ini masuk dalam arsitek modern dan life style modern. Dan hal ini merupakan pasar baru bagi produk gerabah. Item-item decorative hotel, cafe dan resto pun bisa menggunakan desain semacam ini.

Gerabah sebelum difinishing.

Gerabah sebelum difinishing

Gerabah sebelum difinishing

Setelah difinishing oleh KAMTUMI
Finishing dari CV Kamtumi Jepara ini akan memotivasi para pengrajin gerabah untuk terus berkarya, disamping juga akan menginspirasi para pembeli dengan desain-desain baru untuk gerabah. Ternyata gerabah masih tetap menawan ketika kita tahu bagaimana membuatnya menawan, dan Kamtumi telah membuktikannya.

Pemesanan produk bisa kepada CV Kamtumi bisa kami kelola, baik untuk kebutuhan lokal maupun kebutuhan ekspor. Sukses selalu untuk kreativitas Kamtumi.