Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Jumat, 18 Mei 2018

Instagram, Media Promosi Yang Paling Happening Saat Ini.

IG @bunda_didi tembus follower 200K!
Ketika para blogger semakin sulit mengais dollar dari Google Adsense karena peraturan-peraturan yang semakin ketat, maka mereka justru semakin kreatif memanfaatkan media sosial mereka sebagai media penambang rupiah. Ketika menjadi YouTuber pun dituntut untuk sangat sabar untuk panen dollar dan besarnya biaya konten yang lumayan besar maka Instagram menjadi target media yang harus digarap untuk menutup semua "minus" dari blog dan YouTube.

Instagram selama kurun waktu 3 tahun ini memang luar biasa perkembangannya, terutama di Indonesia. Bukan saja bisa mengaktualisasi secara visual kegiatan dan pesan informasi kita, namun bisa menjadi peluang media promosi yang komersial. 

Endorse, adalah istilah yang paling sering kita dengar oleh para pemilik akun IG (Instagram) ketika mereka mendapatkan "order promosi" dari kliennya. Ada tarif yang harus dibayarkan oleh klien yang besarnya didasarkan atas "keyakinan" atas impact dari promosi melalui akun IG tersebut.

Keyakinan ini berdasarkan atas jumlah follower dari akun IG, interaksi antar pemilik akun dan followernya dan jumlah view atas setiap penayangan (post) baik berupa post foto maupun video. Hal ini bisa diamati sendiri oleh klien atas sebuah akun.

Ada istilah lain lagi yang sangat perlu diperhatikan oleh advertiser atau brand yang ingin melakukan promosi, yatu apakah follower dari akun IG tersebut "organik" atau alami? Ada banyak akun IG yang tidak alami karena telah melibatkan jasa advertising maupun jasa applikasi penggelembung follower sehingga meskipun follower-nya berjuta-juta namun interaksinya tidak efektif. 

Akun IG @bunda_didi Telah Tembus 200K!

Mungkin jumlah follower 200K bagi sebagian orang dianggap hal yang biasa, namun untuk Akun IG @bunda_didi yang dikenal sangat organik dan alami maka pencapaian ini sunggup luar biasa. Pengembangan akun ini hanya didasarkan pada kekuatan context dan content yang sangat konsisten. 

Sama seperti food blog DiahDidi.Com yang juga dikenal sangat organik dan konsisten, akun IG @bunda_didi juga demikian adanya sehingga tidak mengherankan jika banyak dilirik oleh brand-brand besar untuk berpromosi sesuai dengan context IG @bunda_didi. Brand-brand yang sering memanfaatkan IG ini adalah eCommerce, produsen bahan makanan, produsen makanan, Resto & Cafe, produsen alat masak dan wisata.

Dari pengalaman, konten video jauh lebih efektif dalam menarik perhatian audience sehingga konten video ini banyak dipilih oleh klien untuk menyampaikan pesan kepada audience.

Bahkan terbukti IG sangat efektif sebagai teaser untuk event online, karena medai ini dikenal cepat menyebar dibandingkan media sosial yang lain. First impression, inilah yang menjadi kelebihan dari Instagram.

Untuk lebih melayani klien dengan lebih baik, saat ini IG bunda_didi menawarakan konten video IG yang dibundling dengan YouTube dengan publikasi di YouTube sebagai bonus (free). Tidak ada penambahan biaya ketika konten video resep klien di Instagram dipublikasikan juga di YouTube DiahDidi.Com. Hal ini dilakukan untuk lebih memperkuat impact dari promosi tersebut dan untuk memperpanjang masa "flying promoition" ketika promosi video di IG telah "tenggelam".

Ada penawaran lain untuk memperpanjang flying promotion, yaitu dengan penayangan (liputan) di food blog DiahDidi.Com yang telah memiliki rating Alexa yang cukup tinggi. Sukses!






Kamis, 17 Mei 2018

Selain Brand Produk, Personal Branding Menjadi Sangat Penting Dalam Era Digital.

Selain brand produk, personal branding menjadi sangat penting dalam era digital.
Memiliki brand produk yang kuat ternyata belum cukup untuk era digital saat ini. Personal branding yang kuat juga sangat dibutuhkan untuk setiap campaign dan promosi yang anda lakukan untuk produk anda.

Ketika media konvensional mulai menciut keperkasaannya dalam melakukan jangkauan promosi, dan sebagai gantinya social media menjadi sangat powerfull dalam melakukan promosi dan publikasi pesan promosi anda. Selain social media, maka yang utama adalah website anda sendiri. Dengan demikian sudah menjadi sangat jelas bahwa peran anda sebagai pemilik website, pemilik produk dan pemilik akun social media akan menjadi sangat penting.

Anda tidak hanya akan membangun brand produk anda, melainkan anda juga akan membangun personal brand anda yang akan membuat audience atau pasar anda menjadi lebih yakin dan nyaman dengan informasi dan pesan yang anda sampaikan. Personal brand anda bisa tumbuh lebih besar dari brand produk anda, dan akan menjadi kendaraan anda untuk membawa brand produk yang lain untuk tumbuh.

Dalam Era Digital, Semua Menjadi Lebih Personal.
 
Tidak akan ada lagi ketergantungan promosi kepada perusahaan media, melainkan semua brand bisa membangun media-nya sendiri. Website atau mobile web yang mereka punya akan menjadi media promosi mereka sendiri di masa depan dengan kemampuan SEO dan SMM yang sudah menjadi tuntutan bagi pemilik brand. Social media merupakan connection point yang menjadikan semua terhubung (connected), dan social media inipun sifatnya adalah personal.

Ketiak semua menjadi personal, maka sudah menjadi sebuah tuntutan agar anda membangun personal brand anda sejak awal untuk selanjutnya bisa mengusung brand-brand produk yang ada di lingkup bisnis anda.

Memang tidak akan mudah, tetapi sebenarnya semua branding adalah ke arah sana dan ketika ana tidak berhasil membangun personal brand anda maka anda akan tergantung kepada brand lain yang lebih bisa menjadi media daripada media anda sendiri.

 

Rabu, 16 Mei 2018

Yang Mengajar Juga Harus Belajar.

Sama-sama belajar, saling mendukung.
6 tahun berkecimpung dalam pembinaan UMKM memberikan saya banyak kesempatan untuk belajar hal-hal praktis yang dilakukan oleh para pelaku UMKM dalam mengeksekusi ide dan keyakinannya. Mungkin dari sisi pengalaman dan pengetahuan manajemen dan pemasaran, saya diuntungkan dari bangku kuliah dan pengalaman kerja di beberapa perusahaan BUMN nasional yang mengajarkan saya sistem manajemen yang lebih tertata. Belum lagi pengalaman saya dalam ekspor furniture di periode tahun 2000-an, yang mengajarkan saya bagaimana itu semangat entrepreneurship dan merintis bisnis media online dan toko online juga membantu saya dalam memahami pemasaran modern saat ini.

Melakukan pembinaan dan pengembangan UMKM tentu tidak terlepas dari kegiatan memberikan pembekalan materi (mengajar) yang sebenarnya masih menjadi dunia baru bagi saya pada 6 tahun lalu. Tetapi semangat berbagi dan keinginan besar untuk membantu UMKM, terutama yang mikro, menjadikan saya seorang pembina UMKM yang berbasis pada ilmu marketing. Mengapa saya fokus pada sisi marketing? Karena latar belakang saya adalah praktisi marketing selama lebih dari 20 tahun.

Belajar dari UMKM

Sebenarnya saya sendiri tidak yakin apakah ada buku khusus pembinaan UMKM yang bisa mengajarkan saya cara cepat menjadi seorang konsultan UMKM, oleh sebab itu media belajar saya adalah mendengar dari para pelaku UMKM yang sudi berkunjung ke program konsultasi UMKM kami. Satau demi satu saya mendengar permasalahan dari mereka (UMKM) dan mencoba melakukan analisa dan konfirmasi kepada UMKM yang bersangkutan sebelum mencoba memberikan alternatif solusi kepada UMKM.

Pengalaman praktis banyak sekali membantu dalam memahami permasahan yang hadir di hadapan kami, namun pengalaman yang paling baik adalah saya sendiri harus bisa menjadi pelaku UMKM itu sendiri sehingga saya tidak akan cuma tahu permasalahan namun juga akan merasakan apa yang dirasakan oleh UMKM itu sendiri.

Belajar dari UMKM dan merintis usaha skala UMKM sendiri memberikan banyak pengayaan materi pada konsep pembinaan UMKM yang kami lakukan. Semua harus praktis, dan harus terlihat buktinya.

Jadi sebenarnya siapa gurunya? Boleh saya katakan guru saya adalah UMKM itu sendiri, yang mengajarkan saya bagaimana menyakini hal yang sangat sederhana tetapi bermanfaat bagi peningkatan taraf hidupnya. Sukses buat teman-teman UMKM!




Selasa, 15 Mei 2018

Pentingnya Teknologi Pada Usaha Skala UMKM.

UMKM dan Teknologi
Ketika berkecimpung dalam dunia pembinaan UMKM di Jawa Tengah, selain masalah masalah Mindset, Omzet dan Asset, secara detail masalah kemampuan manajemen dan masalah pemanfaatan teknologi adalah masalah yang paling dominan dalam usaha skala UMKM. Kedua masalah ini yang memicu permasalahan kualitas dan konsistensi kualitas, kapasitas dan harga yang selama ini menghambat pemasaran produknya.

Permasalahan kualitas dan konsistensinya merupakan permasalahan awal yang selalu muncul dalam setiap pembinaan UMKM sebagai akibat keterbatasan teknologi produksinya, belum lagi masalah penanganan manajemen yang masih sangat minim. Ketergantungan pada sumber daya manusia menyebabkan proses produksi menjadi berbiaya tinggi apalagi ketika usaha skala UMKM ini belum tertangani dengan manajemen yang memadai. Proses produksi yang berbiaya tinggi ini menyebabkan permasalahan dalam penetapan harga jual produk dan selanjutnya berakibat kepada tersendatnya pemasaran produk UMKM.

Dalam setiap kunjungan UMKM ke berbagai daerah, kami selalu menyempatkan diri untuk melongok "dapur" produksi para pelaku UMKM, dan mulai bisa menyimpulkan betapa pentingnya manajemen dan teknologi dalam mengembangkan produk UMKM yang berdaya saing tinggi. Tentunya para pelaku UMKM pun menyadari hal ini, dan menjadikan teknologi produksi yang lebih baik sebagai cita-cita mereka ketika mereka telah memiliki finansial yang cukup untuk membelinya. Para pelaku UMKM ini pun sadar bahwa semakin lama beban upah karyawan justru lebih berat daripada biaya untuk kepemilikan mesin dan peralatan bantu produksi lainnya.

Indonesia harus mulai mewaspadai negara-negara seperti Vietnam, Thailand dan terlebih China yang telah mulai mengadopsi teknologi dalam usaha-usaha rumahan mereka sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. 

Harga mahal sementara ini masih bisa ditolerir oleh pasar ketika jumlah produk yang beredar masih terbatas, atau karena khas, tetapi ketika pesaing mulai masuk dengan produk yang sama maka nilai khas akan terkikis dan produk tersebut akan sama halnya dengan produk massal lainnya. Dalam hal ini ketika UMKM masih bertahan dengan harga yang mahal, maka pelan tapi pasti pasar akan memilih produk dengan harga yang lebih rasional menurut mereka. Terlebih bahwa produk ini adalah produk UMKM, yang brand-nya belum cukup kuat untuk menentukan harga-nya sendiri.

Teknologi Tepat Guna dan Lokal

Sebenarnya kemampuan Indonesia dalam mencipta dan merancang bangun solusi permesinan sudah cukup memadai. Banyak sekali bengkel-bengkel rekayasa mesin yang tumbuh berkembang bahkan sampai di tingkat kota dan kabupaten bahkan belum lama ini dalam ajang KRENOVA kami melihat sosok seorang desa di Temanggung yang mampu membuat mesin sangrai kopi berkualtias tinggi sementara dia tidak lulus SD.

Ajang KRENOVA diarahkan untuk mengeksplorasi masyarakat yang memiliki kemampuan dalam meneliti dan mencipta karya rekayasa yang bermanfaat bagi masyarakat. Banyak ide dan temuan mesin yang dihadirkan oleh masyarakat, namun peran instansi terkait yang lebih ditingkatkan lagi terutama pemahaman mereka sendiri terhadap KRENOVA.

Masih banyak instansi terkait di daerah dalam KRENOVA mengandalkan penelitian-penelitian yang masih di level sekolah menengah umum dan sekolah menengah kejuruan. Meskipun ada beberapa yang mampu menampilkan ide dan inovasi yang menarik, namun sebagian besar masih sangat awal dan belum bisa kami manfaatkan untuk menyelesaikan solusi kebutuhan permesinan produksi bagi UMKM kami.

Justru dari masyarakat umum kami melihat ada banyak potensi yang besar yang belum secara maksimal digarap oleh instansi terkait di daerah. Bahkan menurut kami, KRENOVA akan menjadi lebih seru jika mempertemukan bengkel-bengkel rekayasa di daerah untuk bisa saling bersaing dan belajar meningkatkan kemampuan masing-masing. Industri teknologi dan permesinan di Jawa Tengah harus berkembang dan KRENOVA bisa menjadi salah satu ajang yang bergengsi untuk mengawalinya.

Dengan teknologi lokal yang tepat guna dan tidak mahal bagi usaha skala UMKM, maka daya saing UMKM akan bisa ditingkatkan secara signifikan dan inlah apa yang disebut dengan awal industrialisasi UMKM. Sukses!

 








 

Senin, 14 Mei 2018

Nilai Dollar Bagus, Saatnya UKM Go Export.

UKM Go Export
Jika mau dicermati, sudah banyak pelaku UMKM yang produknya sudah layak untuk diekspor baik dilihat dari sisi legalitas, kualitas maupun kapasitasnya. Yang belum ke arah ekspor, tetapi produknya memiliki peluang masuk pasar ekspor, sementara harus kepengin dulu seperti UKM yang sudah ekspor dan selanjutnya mau berbenah dan berorientasi ekspor.

Bukan karena pasar domestik tidak bagus, tetapi peluang untuk mendapatkan "bonus" atas tingginya nilai tukar rupiah atas dollar perlu juga diincar oleh UKM agar dirinya bisa disebut UMKM yang naik kelas. Jika pemerintah yang berupaya menekan nilai dollar dengan intervensi BI, maka hal ini bisa menyedot devisa yang tidak sedikit maka meskipun sedikit UMKM harus turut ambil bagian dalam menekan nilai tukar tersebut memalui ekspor.

UMKM perlu merasakan nikmatnya dibayar dengan dollar, meskipun nilai transaksinya tidak besar. Jika ribuan UKM bisa melakukan ekspor maka berapa dollar yang bisa disedot masuk ke Indonesia? Lumayan juga.

Dalam tulisan saya beberapa waktu yang lalu, UKM Go Export tidak harus melihat kotak besar sebuah kontainer, mereka bisa memulai ekspor dengan 10 Kg sampai 100 Kg. Mereka tidak perlu harus tahu ekspor, karena mereka bisa bermitra dengan mitra logistik atau forwarder dan pasar mereka pun tidak harus orang asing melainkan orang Indonesia yang ada di negara asing. Inilah sebabnya mengapa UKM Go Export menjadi sangat mungkin dilakukan, semua karena pola pikir sederhana dalam menyikapi kata ekspor.

Kegiatan pembinaan dan pengembangan UMK harus memiliki jenjang yang panjang, dan tujuan jangka panjang itu sebaiknya ditarik ke luar Indonesia, yaitu ekspor. Dengan pengalaman ekspor UKM akan dihadapkan kenyataan bahwa mereka harus memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kualitas, legalitas, kapasitas dan kontinuitas disamping kenyataan terhadap resiko bisnis dan bagaimana menyikapinya.

Kebanggaan awal akan hadir ketika masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri masih bisa menikmati produk dari negeri sendiri, dan kebanggaan berikutnya adalah ketika orang asing di luar negeri pun mendambakan produk Indonesia. Harus dimulai dari kecil, bertahap dan konsisten.

 



Sabtu, 12 Mei 2018

“Nahlun & Friends” Exploring Wonosobo - Media Games Edukasi Ensiklopedia Pariwisata Wonosobo

“Nahlun & Friends” Exploring Wonosobo - Media Games Edukasi Ensiklopedia Pariwisata Wonosobo
Setiap lompatan besar selalu membutuhka awalan kecil, dan hal ini dilakukan oleh kelompok relawan mengajar di Kabupaten Wonosobo yang diketuai oleh Nur Saudah Al Arifa D, dengan anggota: Tri Cipto Nugroho, Annisa Nur Ramadhani dan Wahyu Muhammad Kadafi. Meskipun apa yang mereka lakukan saat ini seolah terlihat kecil, namun sebenarnya mereka telah berjuang untuk melawan apa yang dihadapi di daerah pelosok desa, yaitu kemalasan belajar (membaca).

Sebuah games inovatif yang mereka buat bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di pedesaan, yang saat ini juga telah tersentuh pergeseran perilaku kurangnya minat membaca buku.

Untuk sekilas mengenal produk inovasi Kabupaten Wonosobo yang dijagokan kabupaten tersebut dalam ajang Krenova 2018, berikut kami sampaikan abstraksi dari inovasinya:

 
Sekilas Mengenai Nahlun & Friends Exploring Wonosobo
 
“Nahlun & Friends” Exploring Wonosobo merupakan produk inovasi pembelajaran berupa permainan untuk mengeksplorasi informasi tentang potensi dan keunggulan daerah Kabupaten Wonosobo, khususnya pariwisata, kebudayaan, bahasa dan kuliner. Sehingga segala informasi tentang potensi dan keunggulan Kabupaten Wonosobo akan lebih tergali dan terinfomasikan secara lebih menarik dan kreatif dalam sebuah bentuk kartu ensiklopedia “Nahlun & Friends” dan dikombinasikan dengan permainan monopoli dan ular tangga yang bertemakan tentang potensi dan keunggulan Kabupaten Wonosobo.

Menurut data statistik UNESCO 2012, menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Oleh karena itu, “Nahlun and Friends” Edu Game hadir sebagai solusi yang bertujuan untuk meningkatkan minat literasi masyarakat Wonosobo khususnya dan Indonesia pada umumnya melalui sebuah permainan yang menyenangkan.

Manfaat Games Edukasi “Nahlun & Friends” yaitu sebagai media/alat promosi pariwisata Wonosobo, wahana permainan edukasi untuk anak pada khususnya dan untuk masyarakat pada umumnya, sebagai ajang kreativitas dan inovasi media pembelajaran serta meningkatkan budaya membaca. 

“Nahlun and Friends” Exploring Wonosobo untuk saat ini tersedia dalam tematik promosi Pariwisata Wonosobo, dan sedang dalam proses pengembangan tematik lainnya yaitu tema bahasa, kuliner dan kebudayaan. Harapan ke depan Games edukasi ini akan dikembangkan dalam bentuk digitalisasi melalui platform aplikasi berbasis android sehingga dapat di akses secara lebih luas oleh masyarakat.

Indonesia Butuh Inovasi Teckno Social

Ketika industri berkembang pesat, kecenderungan Indonesia dalam pengembangan teknologi lebih ditekankan kepada teknologi informasi, teknologi industri berupa mesin dan sebagainya. Ada yang lupa untuk dikembangkan, sementara hal ini sebenarnya yang sangat penting untuk terus digali dan dikembangkan, yaitu techno social.

Inovasi semacam Nahlun & Friends, Exploring Wonosobo ini adalah salah satu contoh techno social yang perlu mendapatkan perhatian ketika sementara pihak silau dengan inovasi-inovasi teknologi permesinan dan teknologi informasi. Harus ada yagn melakukannya, dan sebuah kelompok relawan mengajar di Wonosobo telah merintisnya dengan swadaya mereka masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab terhadap masa depan generasi saat ini di daerah pelosok.

Menjadi social preneur, ini mungkin istilah yang tepat untuk kelompok relawan mengajar ini. Ketika semua orang mendekat kepada hal-hal yang profit, maka kelompok ini justru memulai dari yang non profit meskipun sebenarnya dari yang non profit ini mereka bisa melahirkan gelombang bisnis yang luar biasa, meskipun itu bukan tujuan utama mereka. Seorang social preneur mendapatkan profit dari impact kegiatan social mereka, bukan kegiatan sosial itu sendiri.  

Kami berharap pada Krenova mendatang, akan banyak muncul Social Preneur yang lain yang mampu melakukan inovasi dalam techno social yang mungkin jauh lebih canggih dari yang pernah tampil dalam Krenova sebelumnya.
 

Jumat, 11 Mei 2018

Tidak Perlu Impor, Mesin Sangrai Kopi Diproduksi Di Temanggung.

Dengan bengkel yang sederhana, Mardiyono bisa membuat mesin sangrai kopi yang berkualitas tinggi.
Mungkin banyak yang tidak serta merta mempercayai ketika mesin sangrai kopi yang dinamai SANGKO buatan Mas Mardiyono dari suatu desa di pucuk gunung di Kabupaten Temanggung ini hanya dibuat manual di sebuah bengkel miliknya yang sangat sederhana. Team juri KRENOVA 2018 pun dibuat kagum dengan karya dari Mas Mardiyono ini, yang sangat halus workmanship-nya serta dari bahan yang berkualitas tinggi.

Yang lebih mengagetkan lagi adalah bahwa Mas Mardiyono ini tidak lulus SD, dan peralatan bengkelnya pun jauh dari memadai. Namun berbekal standard kualitas dan kesempurnaan yang tinggi, beliau mampu membuat mesin sangrai kopi yang setara dengan produk impor. Meskipun saat ini kapasitas produksinya masih 1 buah mesin per 3 bulan, namun dengan bantuan publikasi dari kami ternyata banyak pihak dari buyer dan investor yang tertarik untuk bekerjasama dengan Mas Mardiyono.

Tidak hanya eksportir kopi di dalam negeri, importer kopi di luar negeri pun sangat tertarik dengan tampilan dan performa mesin sangrai kopi ini ketika kami sodorkan video kerja mesin ini. Mesin berkapasitas 5 kg ini merupakan mesin produksi yang bisa didisplay sehingga tampilannya harus menarik dan terbuat dari bahan berkualitas tinggi.

Melihat peluang pasar yang demikian besar maka kami dan team KRENOVA berterkad untuk mencarikan investor untuk Mas Mardiyono, dan sementara ini kami telah berhasil mendapatkan bengkel dengan fasilitas yang lengkap untuk kebutuhan kerja dari Mas Mardiyono di Semarang. Bengkel ini mampu melakukan produksi yang lebih cepat dan kapasitas yang lebih besar untuk kebutuhan komersial. Tetapi semua keputusan pasti akan kami kembalikan kepada Mas Mardiyono sebagai kreator dari mesin sangrai ini.

SANGKO dan si pembuatnya, Mardiyono.
Satu lagi bukti bahwa menjadi seorang inventor tidak harus berpendidikan tinggi, melainkan orang yang peka terhadap kebutuhan di daerahnya dan mampu membuat sesuatu dari sumber daya alam lokal yang di sekitarnya.







Rabu, 09 Mei 2018

Briket KOKAWA, Potensi Lokal Yang Perlu Dipertimbangkan.

M Adam Gana dan Team ketika mempresentasikan briket KAKATOA.
Berawal dari keprihatian Mas M Adam Gana dan kelompok KOKAWA atas penebangan pohon di daerah Kaligesing, Purworejo, untuk kebutuhan pembuatan briket arang kayu yang sering mengakibatkan tanah longsor. Maka kelompok KOKAWA melakukan percobaan-percobaan pembuatan briket kotoran kambing etawa (KOKAWA) sebagai pengganti briket arang kayu.

Inovasi dari masyarakat tersebut ternyata mampu menghasilkan briket yang memiliki nilai bakar tinggi yaitu lebih dari 5.000 kal/gram (SNI) atau tepatnya 5.866 kal/gram. Tentunya hasil ini adalah hasil uji lab yang telah mereka lakukan pada produk KOKAWA yang mampu menyala selama 12 menit efektif dan 18 menit dari sejak menyala sampai menjadi abu.

Dengan bahan baku yang mereka peroleh dari sentra peternakan kambing ras Kaligesing tesebut mereka mampu menekan biaya bahan baku sehingga harga jual KOKAWA menjadi sangat kompetitif dibandingkan dengan briket arang kayu yang telah ada. Harga jual briket KOKAWA ini dibandrol sekitar Rp 5.000,- per kg.

Briket KOKAWA Sebagai Alternatif Sumber Energi di Pedesaan.

Meskipun untuk saat ini briket KOKAWA belum diproduksi secara massal, namun pengembangan ke arah produksi untuk skala lebih besar terus diupayakan oleh kelompok KOKAWA untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar sebelum akhirnya dilempar ke pembeli dari luar daerah.

Untuk pengembangan kapasitas, hal utama yang perlu dipenuhi adalah ketersedian alat press dan cetak briket. Penambangan alat ini sangat signifikan dalam pengembangan kapasitas produksi KOKAWA. 

Untuk pemenuhan bahan baku yang didominasi oleh kotoran kambing etawa dengan komposisi 98% kotoran kambing etawa dan 2%, sementara ini masih sangat memadari diperoleh dari sentra peternakan kambing etawa di sekitar daerah Kaligesing. 

Keterlibatan pemerintah dalam memberikan bimbingan teknis dan fasiltias alat produksi sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kaligesing atau inovasi dari masyarakat ini tetap berkesinambungan dalam pengembangannya.




 


 



Selasa, 08 Mei 2018

Brand Adventure, Mengeksplorasi Brand Lokal Yang Bisa Setara Brand Global.

Brand Adventure, Eksplorasi Brand Lokal GULANAS.

Mendapatkan kesempatan syuting dan berdialog dengan Mas Arto Soebiantoro pastilah sebuah kesempatan yang luar biasa bagi GULANAS oleh sebab itu ketika hari Selasa ini Mas Arto kontak kami untuk bisa support kegiatan syuting Brand Adventure maka kesempatan ini tidak kami sia-siakan. Banyak brand lokal yang memiliki peluang tumbuh besar dan setara dengan brand besar, dan inilah petualangan Mas Arto Soebiantoro, CEO dari Gambaran Brand, dalam mengekplorasi brand-brand lokal di Jawa Tengah dan Yogyakarta. 

Acara yang dikemas sangat kasual ini justru memberikan kedekatan antara pemilik brand dengan seorang specialist brand seperti Mas Arto Soebiantoro ini. Berdialog langsung, dan mendapatkan kesempatan masuk ke dalam jaringan brand yang telah dibangun oleh Gambaran Brand.

Rumah UMKM sendiri nantinya akan menjadi mitra Gambaran Brand dalam mengekplorasi brand-brand lokal di Jawa Tengah untuk kami kembangkan menjadi brand-brand besar. Pastinya bukan pekerjaaan yang mudah, namun kami juga tidak sendirian sehingga beban berat ini bisa terbagi dalam kolaborasi.

Dialog mengenai brand GULANAS dengan Mas Arto Soebiantoro.

Kami siap berkolaborasi, beban terasa menjadi lebih ringan.

GULANAS mendapatkan kesempatan besar untuk ambil bagian dalam kegiatan Brand Adventure.
Semangat dan patriotisme dari Mas Arto Soebiantoro untuk terus mengangkat brand-brand lokal untuk bersaing dengan brand-brand global merupakan nilai yang patut kami pelajari, karena untuk membangun kecintaan terhadap produk dalam negeri kita perlu melakukan aksi yang nyata sebagaimana yang dilakukan oleh Brand Adventure ini. Cinta produk Indonesia seharusnya bukan sekedar slogan yang akan terus didengungkan oleh semua orang melainkan ada upaya yang nyata dalam mempromosikan brand-brand tersebut dalam kegiatan seperti brand adventure ini.

Masih banyak brand UMKM yang bisa kami eksplorasi dan layak bersanding dengan brand-brand global di Jawa Tengah, mulai dari SPEDAGI, RADIO MAGNO, SAPU UPCYCLE, NUANZA PORCELEN dan lain sebagainya. Mereka berhak untuk bersanding dengan brand-brand besar karena kualitas dan inovasi mereka yang sudah mendunia tetapi brand mereka belum tergarap oleh seorang ahli brand seperti Mas Arto Soebiantoro.

Tunggu tanggal mainnya, Jawa Tengah pasti akan menggebrak dengan munculnya brand-brand lokal yang berkelas dunia. Sukses!







 


Rati Ratahayu, IRCI dan IRSI - Benih Padi Unggul Wonogiri Untuk Negeri.

Ibu Surati, atau lebih dikenal sebagai Bu Rati ketika melakukan presentasi benih unggulny adi Krenova 2018.
Ajang seleksi KRENOVA Jawa Tengah 2018 masih berlangsung berlangsung dalam taraf seleksi 40 besar. Salah satu peserta dari Kabupaten Wonogiri, yaitu Bu Surati atau lebih dikenal dengan nama Ibu Rati membuat kami kagum atas inovasinya dalam menghasilkan benih padi unggul yang sudah terbukti cocok dengan lokasi tanam, pertumbuhan bagus, kemampuan produktivitas tinggi, rasa yang enak dan prospek penjualan yang tinggi.

Produk benih unggul yang dihasilkannya adalah Rati Ratahayu (RRh), IRCI dan IRSI yang diperoleh dari persilangan benih padi yang biasa ditanam oleh petani yaitu: IR-64, Ciherang, Situ Bagendit, PP dan Menthik Wangi. Persilangan padi bukanlah hal yang mudah dan sepele, apalagi oleh seorang yang hanya mengenyam pendidikan tingkat dasar saja seperti Bu Rati. 

Semua ilmu ini diperoleh Ibu Rati saat mendapatkan kesempatan pendidikan di Phipina dan berhasil diterapkannya di Wonogiri. Dan hal ini yang membuka lebar mata kami bahwa KRENOVA ini benar-benar milik masyarakat tanpa melihat latar belakang pendidikannya, bahkan Bu Rati sendiri mampu melakukan presentasi benih unggulnya dengan baik di depan para juri.

Hasil pemuliaan dan persilangan yang dilakukan oleh Bu Rati menghasilkan 3 varietas baru yang lebih unggul dari indukannya, yaitu:

1. Rati Ratahayu : perkawinan PP x Menthik Wangi
2. IRCI : perkawinan IR-64 x Ciherang 
3. IRSI : perkawinan IR-64 x Situ Bagendit

Keunggulan benih padi tersebut diatas adalah ketahanan terhadap hama penyakit. Khusus untuk padi Rati Ratahayu yang yang pulen dan wangi. Sedangkan untuk IRSI dan IRCI memiliki umur yang lebih pendek (80 hst); tahan rebah; bentuk padi yang kuning bulat (lebih disukai petani).

Berdasar hasil perhitungan kami, hasil usahatani padi Rati Ratahayu (RRh) mencapai Rp. 20.440.000, atau lebih besar = Rp. 5.670.000 per masa panen/hektar dibanding dengan padi yang biasa ditanam petani di Kabupaten Wonogiri. Sedangkan hasil penangkaran benih padi (RRh) mencapai Rp. 61.790.000 atau selisih Rp.
41.350.000 per masa panen/hektar lebih tinggi dibandingkan dengan usaha tani padi untuk konsumsi. 

Ibu Surati, Asset Pertanian Jawa Tengah

Melihat kiprah dan hasil inovasi dari Bu Rati ini, tidak berlebihan jika kami menempatkan Bu Rati ini sebagai asset pertanian Jawa Tengah yang perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama instansi terkait, untuk mendukung kiprahnya tersebut. Kegiatan swadayanya kepada petani merupakan andil yang sangat besar dalam swasembada pangan di Jawa Tengah dan bahkan nasional.

Ajang KRENOVA ini ditujukan untuk mengekplorasi inovasi-inovasi dari masyarakat yang lahir dari andil solusi atas permasalahan di lingkungannya. Dan pada hari ini kami benar-benar diuntungkan bisa bertemu dengan seorang Bu Rati yang luar biasa ini.

Bagi pihak yang berkepentingan dan terkait dengan penemuan Bu Rati ini bisa menghubungi BAPPEDA Kabupaten Wonogiri. Salam dan sukses selalu untuk Bu Rati!



 

Senin, 07 Mei 2018

Teknik Marketing Dalam Era Digital

Pembekalan Kewirausahaan Untuk Para MPP Pegawai Negeri Propinsi Jawa Tengah, Teknik Marketing Dalam Era Digital.
Untuk tahun 2018, ini adalah gelombang ketiga kami memberikan pembekalan kewirausahaan kepada para pegawai negeri propinsi Jawa Tengah yang masuk masa persiapan pensiun. Kegiatan ini digelar di Hotel Grand Wahid Salatiga dan Kadin Jawa Tengah dipercaya untuk memberikan materi "Teknik Pemasaran Dalam Era Digital."

Pembekalan pemasaran menjadi sangat penting bagi para pemula usaha, sehingga perlu sekali untuk mengenalkan pemasaran digital kepada para masa persiapan pensiun yang sedang merintis usaha. Mengenalkan mereka esensi pemasaran, website dan fan page di facebook, SEO sederhana dan juga social media marketing, tentunya dengan konteks yang masih sangat sederhana.

Dalam materi inipun kami juga mengingatkan bahwa konten yang paling menarik dalam social media marketing adalah bahasa visual, terutama foto dan video. Dalam penyampaian materi ini pun kami memperlihatkan contoh riil kami dalam menggarap social media kami sebagai alat promosi maupun sebagai alat generating income, seperti Instagram dan YouTube.

Sebenarnya materi ini bisa seharian kami bedah, namun karena banyak materi yang dibekalkan kepada para peserta, maka jatah waktu kami hanyalah 45 menit sehingga kami harus menyiapkan materi hard copy yang bisa terus dipelajari oleh para peserta pelatihan. 

Pada kesempatan inipun kami akan memberikan materi tersebut pada tulisan ini, sekiranya dibutuhkan oleh para pemula usaha yang lain.

Teknik Marketing Dalam Era Digital.


































Sabtu, 05 Mei 2018

GIZIDAT, UKM Andalan Dari Kabupaten Cilacap Untuk Ajang UKM Pangan Award 2018.

GIZIDAT, salah satu peserta UKM Pangan Award 2018
UKM Pangan Award 2018 dimulai lagi dan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengajukan andalan mereka masing-masing. Semua pendaftaran telah masuk ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah untuk diseleksi dan dilakukan kunjungan fisik untuk melihat dari dekat aktivitas dan fasilitas produksi yang dimiliki serta memberikan kurasi atas produk dan kemasannya.

Putaran pertama ini kami mengunjungi Kabupaten Cilacap untuk melihat produk GIZIDAT yang telah berhasil meraih omzet yang cukup bagus melalui pemasaran online. Produk madu yang ditambahkan sari ikan sidat ini memang sangat masif melakukan promosi dan penjualan secara online.

Dalam kunjungan ini kami melihat bahwa pelaku UMKM ini telah mempersiapkan pengembangan fasilitas produksi yang lebih hygienis dan memenuhi standard yang dipersyarakat untuk produk. Sistem produksinya pun sudah relatif tertata dan memadai untuk pengembangan produksi lebih lanjut.

Pemanfaatan Produk Lokal

Kroya selama ini dikenal sebagai sentra budi daya ikan sidat, sehingga memberikan ide produksi GIZIDAT ini, sementara madu hutan yang menjadi bahan utama didatangkan dari luar daerah Cilacap. Proses pengolahan GIZIDAT ini memang didasari oleh pengetahuan dan pengalaman si pelaku UMKM, Tatang Mulyadi, yang telah lama berkecimpung dalam pabrikasi jamu herbal.

Pemanfaatan jaringan pemasaran online dari teman-teman masa lalunya, membuat promosi dan pemasaran produk GIZIDAT cukup berhasil dalam waktu yang cukup singkat. Bukti bahwa networking merupakan strategi marketing yang jitu telah dibuktikan oleh Mas Tatang Mulyadi ini disamping pemanfaatan IT yang juga dikuasai oleh team pemasarannya.

Dalam hal distribusi dan pemasaran, Mas Tatang Mulyadi menyerahkan sepenuhnya kepada rekanan distribusi karena mau fokus kepada konsistensi kualitas dan pengembangan kapasitas produksinya.

Beberapa kurasi dari kami tentang penyempurnaan kemasan dan legalitas usaha telah kami sampaikan kepada pelaku UMKM untuk lebih mengangkat pamor UKM Pangan Award 2018, yang tahun ini juga ada pemilihan pemenang untuk tingkat propinsi Jawa Tengah.

Kami berharap dari kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah ada yang menjadi rival dari produk GIZIDAT ini agar ajang UKM Pangan Award 2018 semakin seru dan semarak. Sukses!