Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Jumat, 14 September 2018

Analisa SWOT Bagi Bisnis UMKM

Analisa SWOT Bagi Bisnis UMKM
Setiap kita datang untuk untuk membuat perencanaan bisnis dan strategi bisnis, pastilah kita akan bertemu dengan analisa SWOT. Beberapa UMKM telah terbekali dengan pemahaman bagaimana membuat SWOT, namun banyak sekali yang sama sekali belum tersentuh pelatihan bagaimana membuat analisa SWOT.

Biasanya analisa SWOT sering disampaikan oleh rekan-rekan pembina UMKM ketika mereka memberikan pembekalan pembuatan bisnis plan, karena analisa SWOT tercakup di dalamnya. Sangat penting untuk memahami analisa SWOT, sehingga dalam sesi tulisan kali ini saya ingin berbagi informasi ini kepada teman-teman UMKM. Sangat mudah untuk mendapatkan informasi mengenai analisa SWOT, tinggal cari di mesin pencari dan anda akan mendapatkan banyak sekali tulisan mengenai analisa SWOT. Namun agar anda tidak capek lari kesana-kemari makan RumahUMKM.Net memberikan informasi itu di dalamnya. 

Pengertian Analisis SWOT beserta manfaat, tujuan, dan contoh analisis SWOT dalam penerapannya. Pernah mendengar istilah analisa SWOT? Menganalisis SWOT adalah suatu upaya yang dilakukan dalam kegiatan usaha untuk penetapan strategi bisnis. Biasanya, analisis ini menggunakan panduan sistematis atau kerangka dalam menjalankan diskusi agar lebih terarah dan fokus pada hal yang ingin dicapai. Analisis tersebut juga bisa dijadikan sebagai pertimbangan suatu perusahaan untuk mengambil keputusan dalam pengembangan bisnis yang dijalani.

Tak hanya itu, analisa SWOT ini juga berfungsi sebagai instrumen yang tepat dan bermanfaat dalam melaksanakan aktivitas analisis strategis. Menggunakan analisis ini, maka organisasi atau perusahaan bisa meminimalisir dampak ancaman atau kelemahan yang harus dihadapi. Berikut akan kami paparkan mengenai apa itu Analisis SWOT beserta contoh analisis SWOT di berbagai bidang bisnis. 

Pengertian Analisis SWOT Menurut Para Ahli.


Wijdajakusuma dan Yusanto (2003) berpendapat bahwa analisis swot adalah suatu instrumen eksternal dan internal perusahaan yang sudah banyak dipakai. Analisis ini fokus pada basis data perkembangan organisasi atau perusahaan menggunakan pola 3-1-5. Arti dari pola tersebut adalah analisa dilakukan berdasarkan data perkembangan perusahaan atau organisasi tiga tahun sebelum analisis, kemudian tahun analisis dilakukan dan pasca analisis untuk perkembangan lima tahun ke depan. Kegiatan analisis ini dilakukan agar strategi yang diambil organisasi bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan fakta dan dasar yang kuat.

Menurut Robinson dan Pearce (1997) analisis SWOT merupakan salah satu komponen penting dalam manajemen strategik. Analisis SWOT ini mencakup faktor intern perusahaan. Dimana nantinya akan menghasilkan profil perusahaan sekaligus memahami dan mengidentifikasikan kelemahan dan kekuatan organisasi. Kelemahan dan kekuatan ini kemudian akan dibandingkan dengan ancaman ekstern dan peluang sebagai dasar untuk menghasilkan opsi atau alternatif strategi lain.

Pendapat lain dikemukakan Rangkuti (1997) yang menyatakan bahwa pengertian swot adalah proses identifikasi berbagai faktor yang dilakukan secara sistematis agar bisa merumuskan strategi organisasi dengan tepat. Analisis dilakukan berdasarkan logika yang bisa mengoptimalkan kekuatan atau Strengths serta peluang atau Opportunities. Tapi secara beriringan, analisis ini juga harus bisa meminimalkan ancaman atau Threats dan kelemahan atau Weaknesses. Proses dalam pengambilan keputusan strategis diketahui memang selalu berhubungan langsung dengan kebijakan perusahaan, strategi, tujuan dan pengembangan misi. Artinya, perencana strategis harus menganalisa berbagai faktor strategis organisasi atau perusahaan mulai dari kekuatan, peluang, ancaman dan kelemahan. Tidak mengherankan jika analisa swot juga disebut dengan nama Analisis Situasi.

Pengertian analisis SWOT menurut Jogiyanto (2005)adalah suatu penilaian atas kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan dari semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi. Hal ini juga mencakup tantangan yang akan dihadapi dan kesempatan eksternal ke depannya. Armstrong dan Kotler (2008) berpendapat bahwa pengertian analisis swot merupakan penilaian menyeluruh yang dilakukan terhadap kekuatan, peluang, kelemahan, dan juga ancaman suatu perusahaan. Kegiatan analisis ini sangat diperlukan agar perusahaan bisa menentukan strategi yang akan dilakukan perusahaan. Baik strategi promosi, strategi penjualan dan lain sebagainya.

Menurut Harline dan Ferrel (2005) fungsi analisa swot pada dasarnya adalah untuk memperoleh informasi terkait dengan analisis situasi kemudian mengurainya menjadi pokok persoalan internal berupa kelemahan dan kekuatan serta pokok persoalan eksternal yang meliputi ancaman dan peluang. 

Setelah anda membaca ulasan lengkap mengenai pengertian analisis swot berdasarkan para ahli, agar lebih jelas, tentu Anda harus melihat secara langsung contoh analisis swot terlebih dahulu. Berikut ini adalah contoh dari analisa swot bisnis laundry. 

Contoh Analisis SWOT : 

1. Kekuatan (Strengths)
  • Dibutuhkan masyarakat
  • Lokasi laundry strategis dekat kos-kosan
2. Kelemahan (Weaknesses)
  • Sampah plastik dan busa bekas sabun
  • Biaya listrik membengkak
3. Peluang (Opportunitie)
  • Segmen pasar jelas
  • Jasa Laundry selalu dibutuhkan
4. Ancaman (Threats)
  • Pesaing jasa laundry lain
  • Suplay ketersediaan air menipis 


Contoh Analisis SWOT Pada Perusahaan Astra:  

Setelah itu, contoh analisa SWOT pada perusahaan untuk memberi deskripsi dan pemahaman yang lebih terang, mengenai bagaimana praktik atau aplikasi yang sebenarnya. 


Analisis SWOT PT. Astra Honda Motor (AHM)  


Satu perusahaan dalam bagian industry manufacturing yang berawal dari nama PT Federal Motor ini sudah berkembang cukup cepat hingga jadi satu diantara perusahaan paling besar dalam taraf nasional.

Nyaris sepanjang 1/2 era, PT Astra Honda Motor demikian menguasai pasar otomotif tanah air walau tidak luput dari gunakan surut yang sukses dilewati sepanjang perjalanannya.

Untuk ketahui bagaimana perusahaan ini bisa tetaplah berdiri tegak dan mengenai beragam hal yang sempat dihadapi oleh PT AHM, jadi di bawah ini yaitu contoh analisa SWOT yang kita peroleh. 

STRENGTH 

Yaitu kemampuan yang jadikan modal basic PT AHM dalam meningkatkan perusahannya serta bentuk kemampuan untuk dapat berkompetisi dengan perusahaan beda di pasar :
  • Kwalitas. Product yang dibuat oleh PT AHM memilii standar International hingga cukup diakui oleh orang-orang.
  • Jumlah. Dengan mempunyai sebagian pabrik yang beroperasi, jadi produksi yang dibuat begitu maksimum.
  • Branch Mark. Product Honda sudah jadi legenda untuk orang-orang Indonesia.
  • Prestasi. Sudah banyak penghargaan yang disabet oleh PT AHM jadi bukti kalau ini yaitu perusahaan yang telah terkenal serta cukup banyak mempunyai kelebihan.
  • Spare Part. Nyaris di semua tanah air bisa dengan gampang peroleh suku cadang aslinya.
  • Dealer. Sudah menyebar bahkan juga sampai ke pelosok untuk mempermudah customer mencapainya.
  • Tehnologi. Senantiasa ikuti perubahan tehnologi otomotif hingga kwalitas yang dibuat oleh PT AHM tetaplah terbangun.
  • Harga Product. Bukan sekedar melaunching product untuk kelas atas, PT AHM juga sering kali meluncurkan product dengan harga rendah agar bisa mencapai semua bidang ekonomi beragam susunan orang-orang. 

WEAKNESS 

Tidak mutlak dengan semua kemampuannya, PT ASTRA HONDA MOTOR juga mempunyai bagian kekurangan. Di bawah ini yaitu analisa SWOT pada PT AHM untuk peroleh data tentang bagian kekurangannya hingga bisa jadikan motivasi untuk usaha perbaikannya.

Jenis serta Design. Bila dibanding dengan product otomotif dari perusahaan beda, motor Honda banyak ketinggalan pada point desainnya. Hal semacam ini beresiko pada rasa ketertarikan orang-orang yang mulai melirik product atau merk beda.  Product Premium. Terdapat banyak varian yang di keluarkan oleh PT AHM mempunyai harga yang cukup mahal terutama tipe premium seperti motor sport yang di produksinya.

Tiruan. Sekarang ini banyak product asing yang mengikuti spesifikasi dari product produk PT AHM dengan harga jual yang tambah lebih murah seperti product motor china.

Suku cadang KW. Demikian halnya dengan pembajakan spare part yang mana bila customer tidak cermat jadi juga akan memperoleh suku cadang yang berkwalitas jelek karna banyak barang emitasi mengedar dipasaran. 

OPPORTUNITIES 

Selanjutnya yaitu kesempataan atau kesempatan yang bisa dibidik oleh PT AHM dalam persaingan perebutan pasar tanah air saat perubahan otomotif makin cepat. Jumlah Masyarakat. Tingkat populasi masyarakat yang cukup besar adalah pasar mungkin yang bisa jadikan jadi tujuan penjualan product. Makin banyak masyarakat peluang untuk jual product semakin banyak begitu terbuka lebar.

Ekspansi export. PT Astra Honda Motor sudah lakukan eksport produknya ke negara yang tengah berkembang. Ekspansi ini butuh dikerjakan untuk meningkatkan market share serta penambahan penjualan dan pelebaran jaringan pada product yang akan dipasarkan.

Keyakinan Honda Japan Corp. Keyakinan yang memiliki brand Honda dari jepang pada PT Astra Honda Motor adalah satu kesempatan untuk selalu meningkatkan potensi yang ada pada PT Astra Honda Motor. PT Astra Honda Motor selalu bekerjasama manfaat melindungi kestabilan jalinan serta perubahan tehnologi paling baru. 

THREAT 

Lengkapi contoh analisa SWOT pada point paling akhir yakni lakukan analisis pada bermacam ancaman yang mungkin saja juga akan senantiasa dihadapi oleh PT AHM saat meniti perjalannya dalam industri bagian otomotif.

Produsen beda. Lihat perubahan dari produsen beda, seperti Yamaha yaitu satu diantara kompetitor terberat dalam bidang industri otomotif nasional yang senantiasa berbenah serta mendatangkan desain dan tehnologi paling baru.

Krisis Global. Ini yaitu fakta yang perlu siap dihadapi setiap saat saat krisis ekonomi tengah menempa jadi daya beli pasar sudah pasti juga akan melemah.

Suku cadang impor. Hingga sekarang ini belum juga seutuhnya spare part di produksi di dalam negeri hingga masih tetap bergantung dari distribusi oleh Honda Jepang.

Kebijakan Pemerintah. Mungkin saja sering luput dari perhatian bahwasannya ketetapan yang di buat oleh pemerintah terkadang cukup besar pengaruhnya pada keberlangsungan satu industry seperti kenaikan harga BBM.  Uang muka credit. Lihat sebagian product otomotif yang lain, Honda masih tetap membanderol uang muka credit yang cukup tinggi hingga menyusahkan customer untuk mencapainya. 

Rangkuman: 

Menarik rangkuman pada contoh analisa SWOT pada PT Astra Honda Motor kesempatan ini yaitu kalau kesempatan pasar yang cukup besar dengan tingkat keyakinan orang-orang yang telah tumbuh nyaris 1/2 era, jadi semua bentuk ancaman dan kekurangan yang ada pada PT AHM masih tetap bisa teratasi dengan baik.

Apakah anda sudah mendapatkan gambaran jelasnya mengenai Analisis Swot ? Dengan melihat ulasan definisi dan contoh penerapan analisis SWOT pada bisnis laundry diatas, tentunya anda sudah mulai memahami mengenai analisis swot. Lalu apa manfaatnya ? Berikut ulasan mengenai manfaat analisis SWOT itu sendiri. 

Manfaat Analisis SWOT: 

Faedah dari analisa SWOT yaitu didapatnya satu kiat untuk beberapa stakeholder untuk mengambil keputusan bebrapa fasilitas sekarang ini atau kedepan pada kwalitas internal ataupun eksternal. Dengan terdapatnya 4 aspek sama-sama terkait, jadi analisa ini juga akan memberi keringanan dalam wujudkan misi serta visi satu perusahaan atau organisasi spesifik. 

Satu diantara faedah analisa SWOT dalam bagian usaha umpamanya, jadi analisa SWOT juga akan berguna bila sudah ditetapkan dalam usaha apa perusahaan beroperasi, menuju ke arah mana perusahaan di masa depan, serta ukuran apa sajakah yang dipakai untuk menilainya kesuksesan manajemen dalam menggerakkan misi untuk wujudkan visinya. 

Semoga informasi di atas bermanfaat dalam membekali pemahaman tentang analisa SWOT bagi teman-teman UMKM. Sukses!.

Kamis, 13 September 2018

Peluang Bisnis Yang Ada Sekarang Adalah SOLUSI !

Peluang Bisnis Yang Ada Sekarang Adalah SOLUSI !

Sebenarnya sulit menjawab pertanyaan dari beberapa bakal calon pemula usaha yang menanyakan peluang bisnis apa yang cocok untuk saat ini. Pengalaman kami dalam melakukan pendampingan kepada UMKM kami, GULANAS, memberikan banyak fakta bahwa untuk bisa menangkap peluang maka kita harus bisa memberikan solusi kepada pasar.

Lantas solusi apa yang diberikan oleh GULANAS kepada pasarnya? Ada berbagai solusi yang ditawarkan oleh GULANAS bagi kepada pemerintah, yaitu sebagai rintisan untuk swasembada gula nasional, bagi industri adalah produk gula yang praktis dan stabil serta alami dan bagi masyarakat umum gulanas adalah pilihan untuk hidup yang lebih sehat.

Bukan tanpa sebab GULANAS menawarkan solusi ini, karena produsen gula tebu cair dan gula aren cair ini telah melakukan riset terhadap gula lebih dari 10 tahun dan hal ini yang memberikan bekal pemahaman yang lebih mendalam terhadap produk gula.

Solusi ini mulai ditangkap oleh pasar bisnis seperti resto dan cafe yang merasa lebih cocok dan tepat dengan menggunakan gula cair ini. Pertumbuhan penjualan gula cair di kalangan resto dan cafe pun cukup pesat di tahun 2018 ini, dan diperkirankan akan terus meningkat tajam di tahun-tahun berikutnya. Oleh sebab itu GULANAS telah mempersiapkan penambahan kapasitas produksi dengan merencanakan pembangunan pabrik gula cair atau bekerjasama dengan pabrik gula yang masih berjalan.

Produk Baru GULANAS.

Masih dengan semangat memberikan solusi kepada pasar, saat ini GULANAS telah mengembangkan produk baru, yaitu Sari Tebu Alami, yang berupa minuman segar tetapi memiliki nilai tambah dengan kemampuannya dalam membantu menurunkan gula darah bagi para penderita diabetis. Produk yang telah diriset beberapa tahun ini diharapkan bisa membantu para penderita diabetis untuk memiliki harapan baru untuk menikmati hidup ini.

Dalam promosinya, GULANAS membagikan produk ini kepada beberapa komunitas penderita diabetis untuk mendapatkan respon dari mereka dan ternyata respon ini sangat positif untuk tahap penyempurnaan produk Sari Tebu Alami ini. Produk Sari Tebu Alami belum dijual di pasaran, tetapi dalam waktu dekat akan segera dipasarkan.

Testimoni Dari Beberapa Customer.

Testimoni Dari Beberapa Customer.

Testimoni Dair Beberapa Customer.
Jika selama ini gula diyakini sebagai issue sumber penyakit, maka dengan produk ini justru GULANAS ingin menunjukkan bahwa gula (tebu) juga memiliki potensi yang luar biasa untuk menawarkan penyakit diabetis. Inilah solusi yang ditawarkan oleh GULANAS.

Banyak teknologi produksi gula yang menjadi intangible asset bagi GULANAS, yang pada saat ini nanti akan membantunya menjadi perusahaan yang bervisi industri dengan jangkauan global. Sukses!








Rabu, 12 September 2018

Menyikapi Persaingan Dengan Bijaksana.

Menyikapi Persaingan Dengan Bijaksana.
Persaingan bisnis akan selalu ada karena produk yang sejenis dan juga pasar yang dilayani, semakin ke depan nanti persaingan akan semakin ketat karena jumlah pemain semakin banyak. Seharusnya hal ini sangat wajar, namun sebagian pelaku UMKM masiih menyikapi persaingan dengan sangat emosional, bahkan ada sebagiannya lagi yang "alergi" terhadap pesaing. Menjadi tujgas kita untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai persaingan kepada mereka.

Pasar semakin tumbuh, dan kapasitas produksi mereka pun tidak akan menjangkau semua pasar yang ada, jadi sebenarnya mereka masih bisa berbagi pasar. Atau mereka bisa membuat segmentasi dan targeting pasar mereka yang tidak banyak pemainnya.

Saking seriusnya fokus peda persaingan, mereka lupa bahwa fokus yang sebenarnya adalah pada pasar, pada cusstomer kita. Bagaimana kita benar-benar mengenaii pasar kita akan hal yang lebih penting daripada upaya untuk menjadi lebih cepat dari pesaing, lebih kuat dari pesaing dan bagaimana mengalahkan pesaing.

Ketika kita mampu mengenal pasar kita dengan lebih baik, berkomunikasi dengan mereka dengan lebih sering dan lebih dekat, maka apa yang menjadi permasalahan dan kebutuhan pasar akan kita ketahui. Dengan begitu kita akan mampu memberikan produk dan layanan yang seusai benar dengan apa yang mereka butuhkan.

Bahkan sebenarnya keberadaan pesaing akan membantu kita dalam memberikan visual apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar. Seringkali survey yang kita lakukan tidak bisa memberikan gambar yang sesungguhnya mengenai apa yang dibutuhkan pasar, tetapi dengan mangamati produk pesaing dan reaksi pasar terhadap pesain kita akan mendapatkan informasi yang penting untuk penyesuaian produk kita terhadap apa yang dibutuhkan oleh psar.

Amati bagaimana customer memilih, membandingkan dan membeli produk.
Interaksi produk dengan pasar adalah visual yang penting untuk diamati. Interaksi ini  bisa menggambarkan banyak hal, apakah kemasan produk cukup menarik bagi customer? Apakah harga kita masuk dalam jangkauan pasar? Dan sebagainya.

Keberadaan produk pesaing di sekitar produk kita, seolah seperti ujian multiple choice bagi customer. Minat dan pilihan mereka adalah informasi pasar yang paling penting. Pertimbangan mereka bisa jadi pada harga, ukuran kemasan, kemasan yang "menantang" dan sebagainya.

Nah, jadi dalam menyikapi persaingan haruslah sangat bijaksana. Buatlah produk pemasaran yang mendekatkan perusahaan anda dekat dengan customer, mudah dihubungi dan selalu mampu memberikan solusi kepada mereka. Memenangkan hati customer adalah salah satu cara yang bijaksana dalam menyikapi persaingan. Sukses!



Senin, 10 September 2018

Semua Tidak Harus Diakhiri Dengan BELI, Kadang Sementara Cukup Untuk Sekedar TAHU.

Semua tidak harus diakhiri dengan keputusan membeli, kadang sementara cukup untuk memberitahu customer apa yang kita punya untuk mereka.
Obrolan tentang pemasaran, promosi, sales dan branding akan selalu menjadi topik yang menarik, terlebih karena topik ini tidak pernah basi karena variasinya terlalu banyak. Sebagaimana apa yang saya obrolkan hari ini dengan teman-teman sales di suatu perusahaan media konvensional.

Sebuah obrolan yang seharusnya sangat biasa menjadi sangat penting karena seringkali kita melewatkan poin-poin pentingnya, misalnya sebagai berikut:

Siapakah Customer Kita?

Bukankah pertanyaan ini cukup sederhana? Tetapi apakah anda yakin mereka akan bisa menjawabnya dengan tepat dan detail? 

Pertanyaan yang sederhana ini menjadi sulit ketika perusahaan tidak benar-benar ingin tahu siapa sebenarnya customer mereka. Tidak benar-benar melakukan upaya riil untuk mengetahui siapa sebenarnya pembeli dari produk-produknya. Tidak pernah melakukan survey siapa sebenarnya customer mereka.

Lantas ketika perusahaan menentukan "strategi" pemasaran yang harus dijalankan, apakah menurut anda strategi tersebut tepat? Tidak tahu customernya siapa, tidak pernah berkomunikasi dengan customer apa yang mereka inginkan dan tidak pernah tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh customer.

Hal yang kelihatannya sederhana tetapi sebenarnya merupakan titik perjalanan yang sangat menentukan arah dan strategi selanjutnya.

Apakah Kita Memiliki Data Base Customer?

Bukti dari semua upaya awal dalam pemasaran dan penjualan adalah data base, data base yang telah diverifikasi dan dikonfirmasi valid oleh customer. 

Semakin banyak data base yang mampu diverifikasi dan dikonfirmasi oleh team sales anda membuktikan bahwa mereka telah melakukan pekerjaan dan fungsi mereka dengan benar. Tugas awal mereka adalah validasi data base tersebut dan sekaligus melengkapinya dengna informasi-informsi yang terbaru. Berarti mereka bekerja!

 
Apakah Kita Memiliki Program Pemasaran atau Penjualan Untuk Mereka?

Sebelum bertemu atau berkomunikasi dengan customer anda, tentunya anda sudah memiliki "materi" untuk dibicarakan kepada customer anda misalnya: paket penjualan, program penjualan atau sebagainya.

Jika ada, berarti team sales anda telah terbekali dalam melakukan kegiatan penjualannya. Pertanyaan selanjutnya adalah: "Apakah semua customer yang ada di data base yang telah dimiliki sudah mengetahui program pemasaran atau penjualan anda?" 

Seringkali seorang salesman "terlalu" ingin cepat membawa pulang hasil, sehingga lupa bahwa pada awalnya mereka butuh "mengenal" customer mereka dan apa yang mereka butuhkan dari perusahaannya. Setelah mengetahui kebutuhan tersebut, maka selanjutnya mereka akan mempersiapkan paket yang sesuai dengan kebutuhan dari customer tersebut.

Tidak harus langsung membeli, beri customer anda waktu untuk memahami perusahaan dan produk anda dan berikan penjelasan yang "masuk akal" untuk mereka "mengapa" mereka harus membelinya dari anda. Apa benefit dan fitur yang anda tawarkan kepada mereka akan menjadi sangat penting ketika anda ketemu dengan customer dengan kebutuhan yang relevan.

Apakah Anda Mencatat Setiap Progress dari Setiap Prospek Customer Anda?

Hal yang sederhana lagi, adalah apakah anda mencatat semua apa yang anda lakukan kepada setiap prospek customer anda? Apakah anda melihat adanya progress yang anda lakukan? Jika belum, buatlah sebuah progress apapun pogress itu meskipun hanya sekedar pengayaan informasi customer anda.

Apakah Anda Memberikan Solusi kepada Prospek Customer Anda pada Setiap Tahapan Progress?

Seringkali seorang salesman lupa bahwa mereka bertemu dengan customer adalah untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh customer. Mereka terlalu fokus pada produknya, bukan pada solusi yang seharusnya dibutuhkan oleh customer.

Apakah benefit dari produk yang mereka tawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan customer? Apakah perlu ada penyesuaian?

Apakah Anda Menjadwalkan Komunikasi Rutin dengan Customer Anda?
 
Anda yang membutuhkan customer anda, sehingga anda perlu membuat jadwal untuk berkomunikasi untuk update informasi maupun hanya sekedar menyapa.Jeda komunikasi bisa memberikan peluang untuk kehilangan customer anda, meskipun begitu anda juga harus mengatur waktu anda dengan baik agar customer tidak merasa terganggu dengan jadwal anda.

Jika Anda Telah Lakukan Semua, Maka Waktu akan Berada di Pihak Anda.

Ketika hal-hal di atas telah anda lakukan maka waktu akan berpihak kepada anda untuk setiap kabar baiknya. Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat. Sukses!



 

Minggu, 09 September 2018

Sekilas Mengenal Humane Entrepreneurship.


Humane Entrepreneurship, Ki-Chan Kim
Dari pertemuan dengan Cak Samsul Hadi hari ini, ada satu topik yang menarik buat saya untuk mulai mengetahui tentang konsep HUMANE ENTREPRENEURSHIP yang dibawa oleh Mr Ki-Chan Kim, Presiden ICSB (International Council for Small Business) ke Indonesia bersama dengan Mark Plus, Bapak Hermawan Kertajaya melalui beberapa simposium dan seminarnya. Sangat menarik, dan saya mulai membuka sebuah wacana singkat di marketeers.com sebagai berikut:

Presiden International Council for Small Business (ICSB) Ki-Chan Kim meyakini bahwa cara terbaik bagi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi adalah dengan menghormati karyawan dan mendorong mereka untuk menikmati pekerjaannya. Dengan begitu, ia yakin hal itu mampu membuat perusahaan menghindari pemutusan hubungan kerja karyawannya. 

Ia berpandangan, model manajemen di era kapitalisme saat ini harus mengarah pada 'entrepreneurship for humanity', yang mana perusahaan tidak harus meminta karyawan untuk bekerja keras, melainkan membantu mereka menikmati pekerjaannya, dan mewujudkan mimpi mereka dengan bekerja.

Saat menduduki jabatan tertinggi di ICSB itu, Kim menyusun Human Entrepreneurship Model, atau prinsip-prinsip yang bisa digunakan perusahaan untuk tetap menjalankan fungsi kewirausahan (entreprise), sembari tetap fokus pada gagasan kemanusiaan (human). Untuk entreprise, Kim merangkumnya ke dalam 5E, mencakup Envisioning, Enthusiasm, Enlightenment, Experimentation, dan Excellence. 

Sedangkan gagasan human dalam bisnis pun juga disederhanakan Kim ke dalam 5E yang mencakup Empowerment, Ethics, Equality, Engagement, dan Ecosystem. Kim lebih lanjut menjelaskan, “Human Entrepreneurship adalah sebuah model yang me-leverage kombinasi antara inovasi dan keberlangsungan, yang mampu menciptakan dampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan manusia,” katanya dalam acara 2015 ICSB ASEAN Initiative: Innovation & Globalization in Asia, di Philip Kotler Theater Class, Jakarta, Kamis, (13/8/2015).

Pria asal Korea Selatan ini melanjutkan, dirinya membagi definisi kewirausahaan ke dalam tiga kategori. Pertama, Entrepreneurship 1.0, yaitu pengusaha yang bekerja untuk dirinya sendiri demi mencari nafkah pribadi. Kedua, Entrepreneurship 2.0, adalah pengusaha yang bekerja untuk sebuah organisasi. Dan Ketiga, Entrepreneurship 3.0 yang bekerja untuk masyarakat dan kemanusiaan. Secara singkat, Entrepreneurship 3.0 berarti “dari rakyat, oleh rayat, dan untuk rakyat.”

Dalam menyosialisasikan Entrepreneurship 3.0, dirinya akan membentuk panitia di ICSB dengan nama “Komite Definisi Kewirausahaan 3.0”, di mana para ahli dari berbagai organisasi internasional, seperti PBB, OECD (Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan) serta Bank Dunia berkumpul untuk mendiskusikan masalah ini bersama.

Mengapa Kami Membicarakan Ini?


Mengapa saya dan Cak Samsul Hadi membicarakan Humane Entrepreneurship? Sebenarnya pun kami tidak sengaja mengarah kesana ketika pada awalnya saya mengatakan kepada Cak Samsul Hadi bahwa saat ini kreativitas dan inovasi merupakan asset atau potensi individu yang penting salam memulai usaha, bahkan kreativitas dan inovasi ini tidak boleh berhenti karena pelaku usaha membutuhkannya dalam menghadapi persaingan dan persoalan-persoalnan bisnisnya.

Kreativiats dan inovasi ini berpangkal pada individu (human) sehingga dalam pembinaannya pun akan dimulai pada pembinaan SDMnya. Komponen empowerment (pemberdayaan), ethics (etika), equality (persamaan), engagement (keterikatan) dan ecosystem (lingkungan) adalah jenjang pembinaan SDM yang bisa menjawab permasalahan MINDSET milik RumahUMKM.Net, yaitu permasalah sikap mental dan pola pikir. 

Saya sangat setuju sekali dalam pembangunan SDM, etika juga memegang peranan penting dalam membangun kultur entrepreneurship, karena masalah ini yang selalu muncul dalam keseharian saya dalam membina UMKM. Dan siklus 5-E akan menjadi urutan dan jenjang dalam pembinaan mindset UMKM dalam era kapitalisasi saat ini.

Semetara itu di sisi lain, siklus bisnis adalah dimulai dari pemahaman visi (envisioning), memotivasi (enthusiasm), pencerahan (enligtenment), experimentation (implementasi) dan exellence (continous improvement dan penyempurnaan). Entrepreneurship ke depan adalah entrepreneuship yang mengarah kepada peningkatan kesejahteraan dari SDM.

Meskipun diskusi saya dengan Cak Samsul tidak sampai mendetail karena memang waktu saya di Surabaya tidak cukup lama, maka kami menugaskan diri kami sendiri untuk lebih mendalami Humane Entrepreneurship baik melalui materi yang dari ICSB yang berkerjasama dengan MarkPlus maupun melalui diskusi-diskusi aktif kami baik secara offline maupun online.

Sebuah diskusi yang menarik dengan Cak Samsul Hadi hari ini, yang selalu memberikan tantangan kepada saya untuk melihat kenyataan-kenyataan baru dalam pembinaan UMKM di tanah air. Sampai ketemu lagi Cak, sukses!

Sabtu, 08 September 2018

Leisure & Digital - Saatnya UMKM Menyesuaikan Konsep Bisnisnya ke Arah Tersebut.

Leisure & Digital - Saatnya UMKM Menyesuaikan Konsep Bisnisnya ke Arah Tersebut.
Sabtu ini saya berkesempatan ngobrol dengan Cak Samsul Hadi, tokoh penggiat UMKM nasional yang berasal dari Surabaya karena Sabtu ini saya berada di Surabaya. Kota Surabaya saat ini memang bekembang menjadi kota modern, terutama di sisi barat yaitu di daerah Pakuwon.

Beberapa hari saya sempatkan untuk mengamati hal-hal baru di Surabaya mulai dari sisi selatan, barat sampai dengan pusat kota sebelum bertemu dengan Cak Samsul Hadi agar punya materi untuk dibicarakan, materi yang aktual! 

Di Surabaya, pasar sudah sedemikian cepat perubahannya, outlet modern dan promosi digital dengan menggunakan media social terutama instagram. Penjual dan pembeli tidak perlu harus ketemu langsung (tatap muka), mereka sudah mulai mempercayai pesan WA atau pesan via media social, sebagaimana saat kami menyewa sebuah kamar di apartemen di Orchard Tanglin Mansion Pakuwon Surabaya yang transaksinya hanya melalui WA dan transfer tanpa saya harus kenal sapa pemiliknya, high trust communication.

Inilah yang terjadi saat ini, UMKM harus bisa mengadopsi perkembangan modernisasi ini. Mall berkembang menjadi tujuan wisata masyarakat kota, kadang mereka tidak hanya datang ke mall untuk berbelanja melainkan sekedar untuk wisata kuliner dan networking. Beberapa outlet kuliner terkenal pun mulai berpikir untuk memiliki outlet yang representatif di Mall, karena mereka paham bahwa masyarakat di hari libur banyak menghabiskan waktu di mall sekedar untuk leisure (rekreasi). 

Black Canyon Coffee, Tunjungan Plaza 3 Surabaya.
Pada akhrinya bisa ketemu juga dengan Cak Samsul Hadi dari LUNAS setelah janji di hari pertama meleset dan demikian pula hari kedua juga meleset, kami sama-sama mobile dan beliau ada kesibukan pelatihan di Surabaya. Hari Sabtu ini akhirnya kami ketemu di Black Canyon Coffee untuk ngobrol santai mengenai potensi pemasaran dan prospek pemasaran UMKM. Meskipun Jawa Tengah masih terbilang konvensional namun pada akhirnya Jawa Tengah akan mendapatkan giliran untuk dipaksa modern seperti yang terjadi di Surabaya ini. 

Acuan Surabaya adalah konsep Singapore, terutama untuk Surabaya bagian barat yang sudah mulai bersolek menjadi modern city seperti Singapore. Saya belajar dari sini, dan saya diskusikan dengan Cak Samsul Hadi bagaimana kita mesti bersikap dan menyesuaikan pembinaan UMKM kita sesuai perkembangan yang terjadi saat ini. Bahwa konsep pemasaran harus menuju ke arah leisure dan digital sepertinya sudah menjadi tuntutan bagi seluruh pelaku usaha.

Leisure bisa diartikan bahwa bisnis harus bisa memberikan nilai rekreasi juga kepada pelakunya, mereka butuh "pengalaman" lain dari apa yang telah mereka alami saat ini. Jika mereka membeli produk UMKM, jangan-jangan adalah karena trend "adventure" dari para konsumen untuk mencari pengalaman baru. Hal ini perlu dicermati oleh pelaku UMKM. Pelaku UMKM harus mempu membuat package produk yang memberikan "tantangan" baru bagi calon konsumen, tetapi harus tetap fokus pada kualitas produk. 

Misalnya saat ini, bagaimana minuman dawet saja bisa "naik" mall, tetapi pastinya dengan dandanan yang berbeda daripada dawet pinggir jalan. Minuman teh datang dengan berbagai varian dan inovasinya, sedemikian halnya dengan kopi. Yang saya lihat di sini adalah banyak makanan tradisional (baik tradisional Indonesia maupun dari Jepang, Korea dan China) yang hadir dengan dandanan yang modern baik dalam penyajian dan pelayanannya. Inilah yang harus dicermati oleh para pelaku UMKM, baik di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah yang nantinya pasti akan ketemu dengan gelombang pemasaran modern ini.

Kemudian masalah digitalisasi, inilah kebutuhan yang harus segera dipenuhi oleh pelaku UMKM. Jangan sampai saat ini para pelaku UMKM tidak kenal yang namanya social media, karena media ini adalah media terkini dan masa depan untuk melakukan promosi dan pemasaran. Ada facebook, instagram, YouTube, LinkedIn dan sebagainya. Mereka harus akrab dengan media ini agar mereka bisa melakukan promosi dan pemasaran dengan leluasa.

Meskipun obrolan kami tidak cukup lama, namun hal tersebut di atas cukup mendominasi apa yang perlu kami bicarakan saat bertemu selain satu hal baru yang perlu segera kami bedah bersama yaitu: Human Entrepreneurship! Yang akan saya coba bedah selanjutnya.









 


Jumat, 07 September 2018

Mengapa Kita Perlu Repositioning?

Mengapa Kita Perlu Repositioning?

Banyak bisnis mengalami penurunan atau bahkan kegagalan saat ini. Mengapa hal ini bisa terjadi? Pastinya banyak yang berpikir bahwa hal ini disebabkan oleh menurunnya kualtias produk, salah strategi harga dan masalah distribusi serta promosi yang tidak efektif. Tetapi pemkiran kita tersebut masih kurang mencermati apa yang menjadi akar permasalah itu semua, yaitu perubahan pasar itu sendiri.

Kegagalan tersebut terjadi karena perusahaan tidak adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Perubahan dalam dunia bisnis adalah segala peristiwa yang terjadi di dalam lingkungan dimana suatu perusahaan beroperasi. Perubahan itu sendiri dipicu oleh faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, hukum dan lingkungan hidup. Perubahan teknologi digital dan implementasinya saat ini pun terasa sangat nyata. Dinamika yang terjadi pada faktor-faktor tersebut pastinya akan berdampak pula terhadap pasar. Perubahan-perubahan yang terjadi dapat bersifat evolutif ataupun revolutif dengan bobot dan dampak yang beragam.

Salah satu contoh sederhana dinamika pasar adalah perubahan perilaku konsumen pada saat mengucapkan selamat hari raya keagamaan. Dahulu sebelum penetrasi handphone/smartphone yang begitu masif seperti sekarang, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan bertukar ucapan hari raya melalui kartu yang dikirim via pos. Sehingga jauh-jauh hari sebelum hari spesial itu dirayakan, kartu ucapan tersebut sudah dikirimkan. Tetapi sekarang dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi, kebiasaan tersebut telah berubah menjadi saling bertukar SMS, BBM, WA, Facebook, atau melalui media sosial lainnya.

Dinamika pasar yang terjadi mau tidak mau harus dipahami dan disikapi oleh perusahaan dengan cara menyelaraskan dan merumuskan ulang strategi bisnis mereka. Hal ini penting dilakukan agar perusahaan tetap bertahan dan bisa meraih keunggulan pasar. Perusahaan yang anti perubahan dipastikan akan mengalami keterpurukan hingga kematian. Layaknya dinosaurus yang punah karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan hidupnya.

Perkembangan teknologi informasi yang cukup luas di Indonesia (khususnya area perkotaan) mendorong lahirnya taksi online. Fenomena tersebut menjadi ancaman yang sangat serius bagi pelaku bisnis taksi offline karena mereka lengah dan gagal dalam memahami dinamika pasar yang dipicu oleh faktor perkembangan teknologi. Seandainya saja para pengusaha taksi offline sejak dini mampu mengembangkan bisnis berbasis online, maka konflik sosial yang muncul saat ini tidak perlu terjadi.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan dalam menyikapi dinamika pasar adalah dengan melakukan repositioning. Repositioning adalah suatu aktifitas mengevaluasi dan mengubah makna (persepsi) suatu merek atau produk di benak konsumen. Artinya strategi ini mencoba mengganti posisi yang sebelumnya "tidak mengena" di mata konsumen menjadi "cocok atau sesuai" dengan kebutuhan dan keinginannya.

Dinamika pasar yang terjadi memunculkan beberapa faktor yang mendorong perusahaan untuk melakukan repositioning. Yang pertama adalah dinamika pasar membuat positioning brand yang ada saat ini sudah tidak lagi relevan dan berkurang maknanya bagi konsumen. Hal ini disebabkan karena positioning brand yang diciptakan sebelumnya terlalu sempit. Sehingga sangat membatasi strategi pengembangan brand untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan di masa pendatang.

Contohnya adalah positioning merek Sanyo yang sangat kuat di benak konsumen sebagai merek pompa air. Bila saja Sanyo ingin mengembangkan mereknya untuk masuk ke kategori selain pompa air, maka perlu dilakukan repositioning untuk memperluas makna brand Sanyo di benak konsumen.

Sedangkan faktor kedua yang memicu perlunya upaya repositioning adalah adanya perubahan targetmarket akibat dinamika pasar. Kisah repositioning Marlboro merupakan salah satu contoh mengenai retargeting yang dilakukan oleh Phillip Moris untuk memperbesar target marketnya sehingga berimplikasi terhadap perlunya dilakukan repositioning. Siapa yang menyangka rokok yang dilambangkan sangat laki, jantan dan macho ini ternyata dulunya adalah rokok untuk perempuan. Dengan menggunakan koboi dan kuda sebagai simbol lelaki, Marlboro mencoba menghilangkan kesan wanita yang terlanjur sudah melekat di benak konsumen kala itu.

Menyikapi dinamika pasar dengan upaya repositioning memang bisa menjadi strategi yang tepat bagi perusahaan. Di Indonesia, penerapan ini telah dilakukan dengan baik oleh Fatigon. Awalnya produk ini diposisikan sebagai multivitamin untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun positioning ini tidak berhasil mendongkrak penjualan karena banyak produk multivitamin sejenis yang menawarkan manfaat yang sama.

 Kemudian Fatigon mereposisi dirinya menjadi multivitamin "penghilang rasa lelah, letih dan lesu". Diferensiasi ini terbukti ampuh dan dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Buktinya jika saya berpergian ke keluar kota, saya selalu membawa Fatigon agar harapannya rasa capek yang saya rasakan selama perjalanan segera hilang.

Padahal komposisi vitamin yang ada di dalam Fatigon sama dengan multivitamin lainnya. Bisa saja sebenarnya saya membeli merek lain ketika berpergian. Tetapi kembali persepsi yang berbicara. Strategi repositioning yang diterapkan oleh Fatigon nyatanya ampuh dan berhasil memenangkan hati saya hingga saat ini.

Aspek penting lain yang tidak kalah krusial saat melakukan repositioning adalah kesederhanaan (simplicity) pesan agar maksud yang ingin dikomunikasikan dapat terserap dengan baik ke dalam benak konsumen. Contoh perusahaan yang mengadopsi konsep ini adalah Volvo asal Swedia. Masih hangat di ingatan kita iklan Truk Volvo yang diperankan oleh Van Damme sangat viral di media sosial. Maksud iklan ini jelas ingin menunjukkan kepada konsumen bahwa Volvo sangatlah "Aman" dan mesin yang digunakan sangatlah "Stabil".

Meski demikian, tidak berarti upaya repositioning yang dilakukan perusahaan akan memberikan hasil yang diharapkan. Masih ingatkah kita akan Bintang Zero yang dikeluarkan PT Multi Bintang Indonesia? Merek tersebut adalah produk minuman karbonasi yang sama sekali bebas alkohol (0%) namun memiliki rasa mirip bir bintang yang mengandung alkohol.

Tujuan PT Multi Bintang Indonesia meluncurkan produk ini karena bisnis bir menjadi tidak lagi menguntungkan seperti dulu akibat adanya regulasi pemerintah. Dalam hal ini Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015  mengenai larangan penjualan minuman beralkohol golongan A (dengan kadar sampai 5%) di minimarket dan toko pengecer. Serta Permendag RI Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 Pasal 14 yang membatasi penjualan minuman beralkohol hanya boleh diminum langsung ditempat, dalam hal ini di Hotel, Restoran atau Bar saja.

Peluncuran produk minuman non alkohol dengan brand “Bintang” merupakan bentuk repositioning yang ingin memperluas makna merek Bintang sebagai minuman bukan hanya bir, namun juga minuman karbonasi. Alih-alih mendapatkan pasar yang lebih luas dan besar, justru yang terjadi adalah respons yang kurang positif dari masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena begitu kuatnya positioning brand “Bintang” sebagai minuman beralkohol di benak masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim dan meng-haram-kan minuman beralkohol.

Tidak hanya itu, repositioning yang dilakukan dengan cara menyerang produk pesaing juga dapat menjadi bumerang bagi produk itu sendiri. Sebagai contoh saat Campbell meluncurkan produk soup siap masak. Didalam iklannya diselipkan serangan kepada produk pesaingnya yaitu Progresso. Tuduhan yang dilancarkan sangatlah sederhana, yaitu penggunaan penyedap rasa (MSG) didalam soup yang diproduksi oleh Progresso. Tidak tinggal diam, si pesaing membalas iklan tersebut dengan mengatakan produk yang dikeluarkan Campbell ternyata juga menggunakan penyedap rasa. Pada akhirnya, kedua produk ini harus menerima penderitaan karena citranya sama-sama meredup.

Melalui kasus diatas, kita belajar bahwa repositioning yang aman dan efektif adalah dengan menciptakan celah sendiri. Celah tersebut pastinya didapat dari kelemahan posisi produk pesaing. Adapun didalam proses komunikasinya, kita tidak boleh menyerang produk pesaing secara frontal.

Strategi repositioning bisa menjadi solusi yang tepat dan ampuh untuk menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Tetapi strategi ini membutuhkan waktu yang sangat lama dan konsistensi didalam penyampaiannya karena tujuan akhir yang ingin disasar adalah perubahan persepsi di dalam benak konsumen. Oleh karenanya, diperlukan sebuah kesederhaan dalam penyampaian pesannya agar misi reposisi kita dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Meski demikian, tidak selamanya strategi ini dapat berjalan dengan mulus seperti yang diharapkan. Apa yang dilakukan Bintang Zero dan Campbell adalah contoh nyata kegagalan penerapan strategi ini.

Dengan kata lain, positioning terbentuk karena segmentasi dan targeting maka ketika segmentasi dan targeting tersebut berubah maka positioning juga pasti berubah, perubahan tersebut adalah dikenal dengan repositioning. Jika masih mau selaras dengan perubahan pasar maka kita harus berubah. Sukses!



Kamis, 06 September 2018

Memahami Positioning & Branding Secara Praktis.

Memahami Positioning & Branding Secara Praktis.
Positioning merupakan sebuah tahapan strategi pemasaran yang sangat penting dalam mendekatkan "kebutuhan" pasar dengan potensi dan benefit produk kita. Positioing adalah "umpan" terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen sebagai solusi dan benefit yang mereka cari selama ini.

Semakin sempit "gap" antara kebutuhan konsumen dengan "posisi" produk kita maka peluang pemenuhan kebutuhan (penjualan) akan semakin banyak terjadi. Gap tersebut bisa berupa: kualitas produk, harga dan layanan yang disediakan.

Positioning yang baik juga mempengaruhi keunggulan bersaing dengan para pesaing. Oleh sebab itu position membutuhkan kemampuan dalam melakukan differensiasi atau membuat produk yang kita tawarkan berbeda dengan pesaing. Proses membuat differensiasi ini adalah proses branding yang sejak awal telah kita rencanakan untuk membuat persepsi tertentu kepada konsumen kita. Persepsi ini akan menjadi mudah terbangun jika memiliki perbedaan yang jelas dengan para pesaing, tentunya perbedaan ini ditinjau dari kelebihan benefit produk tersebut atas produk pesaing. Branding yang sukses adalah branding yang sesuai dengan potensi dan kompetensi produk tersebut dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Bisa dikatakan positioning dan branding berjalan berurutan atau bisa juga bersama-sama. Beberapa cara dalam melakukan positioning adalah sebagai berikut:
  1. Penentuan posisi menurut atribut - Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya, dan seterusnya. Misalnya Disneyland dapat mengiklankan din sebagai taman hiburan terbesar di dunia.
  2. Penentuan posisi menurut manfaat - Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai taman hiburan untuk orang-orang yang mencari pengalaman fantasi, seperti hidup di jamankeemasan koboi Old West.
  3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan - Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya, misal: Japanese Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin memperoleh hiburan singkat. 
  4. Penentuan posisi menurut pemakai - Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri sebagai taman hiburan untuk ‘pencari tantangan’. 
  5. Penentuan posisi menurut pesaing - Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Lion Country Safari dapat beriklan memilk lebih banyak macam binatang jika dibandingkan dengan Japanese Deer Park. 
  6. Penentuan posisi menurut kategori produk - Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk. Misalnya: Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan sebagai ‘taman rekreasi’ tapi sebagai ‘lembaga pendidikan’. 
  7. Penentuan posisi harga atau kualitas - Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Misalnya Busch Gardens dapat memposisikan din sebagai nilai terbaik untuk harga (dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau harga termurah.
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi teman-teman UMKM. Sukses!

Rabu, 05 September 2018

Tips Memilih Bisnis Franchise.

Memilih Bisnis Franchise
Tidak semua orang ingin berproses bisnis dari nol seperti apa yang dialami oleh UMKM-UMKM binaan kami. Ada banyak yang pelaku usaha yang ingin bisnisnya langsung berjalan, yaitu dengan jalan membeli franchise (waralaba), karena mereka berpikir bahwa mereka memiliki modal untuk melakukan bisnis seperti itu dan tidak harus memuali dari nol yang menurut mereka terlalu lama dan beresiko.

Kami sendiripun sering mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan yang ingin memulai bisnis dengan cara membeli franchise. Pada prakteknya, tidak semua franchise menguntungkan dan bisa berjalan sebagaimana apa yang kita harapkan. Tidak sedikit rekan-rekan kami yang pada akhirnya merugi karena salah pilih franchise. Mulai dari profit yang tidak sesuai dengan proyeksi mereka, sampai dengan tutupnya usaha.

Oleh sebab itu pada kesempatan ini kami ingin memberikan beberapa pertimbangan atau tips dalam memilih franshise yang menguntungkan:
  1. Sebenarnya dalam memilih bisnis franchise pun anda harus tetap melakukan survey pasar terlebih dahulu. Anda harus memahami pasar anda, perilaku dan kebutuhannya. Apakah benar bisnis franchise yang kita pilih sesuai dengan pasar yang ada? 
  2. Pahami benar bisnis dan produk franchise yang ditawarkan. Apakah sesuai dengan pasar yang akan kita bidik atau tidak?
  3. Pemilihan lokasi bisnis yang tetap sebagaimana sesuai dengan survey yang telah kita lakukan. 
  4. Apakah franchise yang ditawarkan adalah franchise yang telah terbukti berhasil dalam beberapa outletnya? Anda harus memastikan hal ini.
  5. Apakah franchise yang akan kita pilih sesuai dengan trend bisnis saat ini?
  6. Apakah franchise anda memiliki sistem manajemen dan SOP yang baik?
  7. Apakah sistem dan biaya franchise yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan kita?
  8. Apakah pihak franchisor memiliki legalitas yang lengkap dan valid?
  9. Apakah nantinya perjanjian jual-beli franchise di-backup dengan perjanjian legal yang kuat? 
  10. Apakah anda sudah mempersiapkan resiko-resikonya? Apakah anda sudah tanyakan apabila franchise ini tidak perform maka bagaimana konsekwensinya?
  11. Apakah anda telah mencari informasi dari pihak ketiga mengenai franchise yang akan anda pilih.
Pada dasarnya, ketika anda memilih bisnis franchise maka anda adalah type orang yang tidak mau tersita waktunya dalam mengurus bisnis. Oleh sebab itu anda harus sangat teliti dalam mempertimbangkan sebuah franchise, karena nantinya bisnis ini akan diurus oleh orang lain, apakah dari pihak franchise itu sendiri atau dari orang-orang yang anda rekrut untuk mengurus bisnis ini (beli licensi saja). Ketika anda hanya membeli licensi saja, maka anda harus pastikan telah memiliki orang yang kredibel dan mampu mengelola bisnis. 
 
Ketika anda telah mahir dalam menjalankan bisnis ini, maka pertanyaan balik dari kami adalah: Mengapa anda tidak membuat merencanakan membuat franchise sendiri?
 
 
 
 
 

Selasa, 04 September 2018

SLOW Food Concept Adalah Konsep Pangan Yang Perlu Dipertimbangkan Oleh UMKM.

SLOW Foods adalah konsep pangan yang perlu dipertimbangkan UMKM.
Bagaimana produk pangan UMKM bisa unggul dari produk industri? - Banyak produk pangan UMKM yang harus head-to-head dengan produk industri, dan tentunya butuh sebuah strategi yang baik untuk keluar dari persaingan ini. Produk UMKM harus punya konsep yang kuat, dah pada kesempatan ini saya ingin coba mengingatkan konsep pangan yang sebenarnya menjadi potensi kekuatan produk UMKKM.

Konsep SLOW Food adalah konsep pangan dengan bahan-bahan yang sustainable - merupakan hasil budidaya yang terus-menerus, local - merupakan sumber daya local yang khas dari suatu daerah, organic - adalah produk pangan yang dikelola dengan konsep non pestisida kimia dan obat-obat tanaman kimia lainnya dan wholesome - sehat, baik dalam hal nutrisi dan komposisinya.

Secara umum pasar telah memahami bahwa produk pangan UMKM adalah khas dan relatif lebih sehat namun dengan konsep yang riil tersebut di atas maka pasar akan semakin yakin dengan produk-produk pangan UMKM. Inilah kualitas yang akan terus dibangun seiring dengan pembinaan UMKM yang terus berkelanjutan di daerah-daerah.

Sustainable - Adalah konsep kerkesinambungannya supply bahan makanan karena adanya upaya budidaya sumber daya bahan baku tersebut. Produk-produk pangan yang dihasilkan harus benar-benar dari budidaya sehingga terjaga kesinambungan supply-nya.

Local - Bahan baku pangan yang local dan khas bisa menjadi daya saing yang tinggi atas produk pangan tersebut, misalnya produk bahan baku dari pertanian di daerah Dieng akan sangat sulit disaingi oleh daerah lain karena khas.

Organic - Kesadaran mengkonsumsi bahan makanan yang asli dan tidak tercemar bahan-bahan kimia pertanian sudah sedemikian tingginya di masyarakat. Dengan menegaskan bahwa produk bahan baku yang digunakan oleh UMKM adalah produk yang organic maka akan memberikan peningkatan daya saing, terutama untuk pasar ekspor.

Wholesome - Produk pangan harus sehat dalam arti nutrisinya mencukupi dan komposisinya berimbang. 

Konsep sederhana di atas harus mulai dipahami oleh pelaku UMKM pangan di Indonesia agar produk mereka menjadi prowerfull daya saingnya dibandingkan dengan produk-produk industri. Perlu diketahui bahwa produk industri pun saat ini mulai mempertimbangkan aspek-aspek di atas meskipun secara massal masih sulit untuk dipenuhi, namun bukan mustahil produk industri juga bisa memenuhi semua komponen di atas.

Semoga tulisan singkat ini bisa mengingatkan kembali para pelaku UMKM untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi persaingan dan tantangan yang selalu muncul dalam bisnis, karena hal tersebut akan selalu ada. Sukses!