Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah program pembinaan dan pengembangan UMKM yang didedikasikan oleh unit TTIC (Trade, Training & Investment Center) Kamar Dagang dan Industri Propinsi Jawa Tengah (organisasi non profit) kepada pelaku UMKM di propinsi Jawa Tengah. Rumah UMKM merupakan wadah komunitas UMKM Jawa Tengah untuk membangun edukasi, komunikasi, organisasi dan jaringan pemasaran produk UMKM.

Sabtu, 18 November 2017

Ketika Pasar Bergeser ke Pariwisata, Justru Peluang Pasar di Daerah Semakin Terbuka

Pasar produk UMKM di daerah semakin terbuka
Ketika pasar retail menurun, maka beberapa pihak berasumsi bahwa daya beli masyarakat menurun dan pasar bergeser ke online, ternyata asumsi itu tidak sepenuhnya benar. Daya beli masyarakat masih belum pada posisi yang memprihatinkan dan pasar online pun mengalami penurunan sebagaimana pasar offline. Ternyata yang tumbuh pesat adalah pasar pariwisata! (Baca: Benarkah Daya Beli Masyarakat Turun?)

DI sini kami melihat ada sebuah kecenderungan pergeseran pasar dari kota besar menuju kota kecil, selama kota kecil tersebut mampu menggarap pasar wisatanya dengan konsep-konsep yang menarik. Hal ini terbukti dengan konsep Pasar Papringan di Desa Ngadiprono, Temanggung. Ketika arus pengunjung wisata sudah mulai memasuki kota-kota kecil, maka peluang pemasaran produk UMKM dari daerah tersebut akan semakin besar. Jika selama ini pelaku UMKM harus mempromosikan dan memasarkan produk lokal ke kota besar maka sekarang ini saatnya mereka bisa berjaya di daerahnya sendiri.

Pentingnya Sebuah Konsep Pariwisata yang Menarik.

Apa sebenarnya yang dicari para penduduk kota di daerah? Pastinya adalah sesuatu yang tidak bisa mereka jumpai dalam keseharian mereka, bukan sekedar produk melainkan juga sebuah pengalaman. Seperti apa contohnya: makanan khas daerah yang hanya ada di suatu daerah, suasana khas daerah, lingkungan yang asli dan asri, kesenian dan kebudayaan daerah yang memungkinkan mereka bisa berbaur di dalamnya, edukasi atas sesuatu hal yang bisa mereka ikuti dan sebagainya.

Dibutuhkan seorang konseptor hebat yang mampu menangkap nilai-nilai kearifan lokal dan mampu mengembangkannya menjadi daya tarik wisata tanpa harus menjadi modern, karena "modernisasi" bukan sesuatu yang dicari oleh wisatawan yang notabene sudah jenuh dengan modernisasi. Konsep sustainable, local, original (organic) & wholesome (healthy) akan berlaku untuk konsep-konsep ini.

Belum banyak konseptor yang bisa hadir di daerah, sehingga diperlukan upaya pemerintah untuk merekrut para konseptor untuk membantu konsep-konsep wisata di daerahnya. Kami justru sering pemerintah daerah membuat konsep wisata yang bersifat instruksi, bukan pemberdayaan masyarakat, sehingga hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Akan hadir nanti, konseptor dan ahli pemberdayaan masyarakat selain dukungan dan fasilitasi dari pemerintah daerah.

Banyak potensi yang bisa digarap, misalnya: bagaimana menjual "kehidupan" nelayan kepada wisatawan dimana wisatawan bisa ikut merasakan kehidupan menjadi seorang nelayan dengan cara tinggal di kampung nelayan (yang tentunya sudah ditata sesuai kebutuhan pariwisata), ikut melaut bersama nelayan (tentunya dengan pertimbangan safety bagi wisatawan), ikut melelang ikan di pasar ikan yang nantinya akan dikelola juga sebagai pusat kuliner laut yang menjadi daya tarik wisatawan.

Harus ada yang melakukannya, karena kita melihat Indonesia kaya akan potensi seperti ini. Setelah konsep ini mampu diterapkan dengan sistem pemberdayaan masyarakat, maka upaya promosi pun perlu mendapatkan porsinya. Saat ini teknologi digital sudah banyak perannya dalam promosi sehingga teknologi digital bisa dimanfaatkan. 

Peluang Pemasaran Produk UMKM Terbuka.

Kendala pemasaran produk UMKM adalah pada "produk"-nya, "pasar"-nya dan juga "branding"-nya. Masalah di produk adalah pada legalitas dan kualitasnya, baik produk maupun kemasannya. Masalah pasar adalah masalah mereka tidak bisa melakukan segmentasi, targeting dan positioning produknya, dan selebihnya lagi masalah distribusi. Masalah branding tentunya lebih kepada bagaimana pelaku UMKM mampu melakukan komunikasi dengan pasar.

Masalah distribusi akan banyak terselesaikan ketika pasar justru datang ke sentra produksi dengan daya tarik wisata ini, termasuk juga masalah branding juga sedikit banyak terpecahkan di sini. Peluang pemasaran produk UMKM di daerah aslinya akan terbuka dengan cara seperti ini. Kesempatan berbisnis bagi pihak pedagang di daerah juga terbuka, mereka bisa membuka toko oleh-oleh di daerahnya sendiri.

Jadi sebenarnya pergeseran pasar yang terjadi saat ini, jika disikapi secara positif juga bisa membangun peluang yang ada di daerah. Sudah saatnya terjadi pemerataan kemakmuran dari kota besar ke kota kecil.








Jumat, 17 November 2017

Setelah Sukses di Pasar Ekspor Justru Ingin Masuk Pasar Lokal

Kitchen Set - Produksi NAYATI (Restomart)
Mungkin nama PT Nayati Indonesia belum banyak yang mengenalnya di Indonesia, kecuali Hotel, Resto dan Cafe besar karena mereka bisa jadi adalah customer dari Nayati. Atau mungkin banyak yang mengenal Restomart daripada PT Nayati Indonesia, produsen perlengkapan memasak profesional ini sudah cukup lama malang melintang produknya di beberapa negara maju.

Produk sehebat ini adalah asli dari Semarang, Jawa Tengah dan brand-nya sudah dikenal di luar negeri. PT. Nayati Indonesia ini memiliki fasilitas produksi seluas 40.000 m2 dengan 700 ahli di bidang produk dan layanan peralatan dapur profesional. Teknologi mutakhir digunakan dalam produksi karena sudah menggunakan program CAD terbaru yang digunakan untuk setiap visualisasi teknis, dan proses fabrikasi dilakukan dengan menggunakan mesin terbaik.

Perjalanan panjang PT Nayati Indonesia selama 30 telah membuahkan hasil sebagai salah satu produksi peralatan masak berkelas internasional yang mampu memberikan solusi terlengkap dalam produk dan layanan memasak untuk keperluan profesional. 

Pada hari ini, kami diundang ke PT Nayati Indonesia untuk diajak berdiskusi mengenai pasar dalam negeri serta sejauh mana kebutuahan para pelaku UMKM untuk produk-produk berkualitas tinggi dari PT Nayati Indonesia ini. Kami berdiskusi dengan team Marcomm PT Nayati Indonesia dan mendapatkan banyak informasi mengenai produk-produk dari perusahaan tersebut yang tentunya sudah tidak saya sangsikan lagi kualitasnya.

Produk Kitchen Set PT Nayati Indoensia
Bersama Manager Marcomm PT Nayati Indonesia, Mas Aldo
Berkembangnya usaha UMKM di Jawa Tengah, terserap juga kabarnya oleh team Marcomm PT Nayati Indonesia seperti merebaknya Coffee Shop, Restaurant, Hotel dan Catering. Semua bidang usaha ini adalah target pasar dari PT Nayati Indonesia atau melalui Restomart yang merupakan outlet displaynya.

Mengenalkan produk berkualitas kepada pasar inilah yang menjadi topik yang menarik dalam pembicaraan ini. Bagi coffee shop dan restaurant besar mungkin nama Restomart (Nayati) ini sudah mereka kenal namun bagi para pelaku UMKM mungkin nama ini baru mereka dengar. Oleh sebab itu perlu adanya upaya promosi yang sesuai dan bisa menjangkau pasar tersebut.

Beberapa kegiatan Cooking Class telah mereka lakukan secara rutin di Restomart, Jl Gajahmada Semarang. Tujuannya adalah untuk mengenalkan produk-produk Restomart kepada masyarakat yang ingin mengembangkan usaha di bidang bakery dan catering. Sementara untuk kegiatan promosi yang lain, dalam waktu dekat akan mereka garap secara masif.

Banyaknya produk impor yang masuk ke Indonesia juga merupakan kepedulian kami untuk menangkalnya dengan produk asli dalam negeri yang justru kualitasnya lebih baik dan sebenarnya juga bisa lebih murah dari produk impor tersebut. PT Nayati Indonesia melalui Restomart juga mengundang para pelaku UMKM untuk melihat displaynya di Restomart Jl Gajahmada Semarang, agar mereka bisa melihat dan menilai sendiri desain dan kualitas dari produk-produk dalam negeri tersebut. Semua ini agar masyarakat bangga terhadap produk dalam negeri yang sudah sekualitas Restomart.




Kamis, 16 November 2017

Berbicara Kuliner Sebagai Potensi Wisata

Potensi Wisata Kuliner dalam Pengembangan Pariwisata
Menjadi agak tidak biasa ketika DiahDiah.Com harus berbicara bagaimana mengembangkan pariwisata melalui pemberdayaan potensi lokal, tapi tema itulah yang diminta oleh Fakultas Teknik Universitas Semarang pada hari Kamis ini di Dekanat Fakultas Teknik Univestitas Semarang. Bisa jadi ide ini karena melihat DIahDidi.Com banyak melakukan wisata kuliner di berbagai daerah dan mengulasnya sebagai bagian dari promosi kuliner tersebut.

Tentunya DIahDidi.Com mempersempit bahasannya pada wisata kuliner karena bidang ini yang paling sesuai. Materi "Potensi Kuliner Tradisional Dalam Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah" disampaikan pada 200 mahasiswa Unnes jurusan PKK untuk memotivasi mereka dalam memberdayakan potensi lokal dalam pengembangan pariwisata Jawa Tengah.

Berikut adalah materi yang bisa kami share untuk semua pembaca, mengenai apa yang yang kami pikirkan, alami dan inginkan:































Rabu, 15 November 2017

Retail Memasuki Awal Masa Sulit

Bisnis retail sedang memasuki masa-masa sulit.
Ini adalah saat-saat yang dilematis untuk kami, di satu sisi kami harus bisa membukakan akses pasar untuk produk-produk UMKM di pasar moder (retail) tetapi di sisi lain kami menghadapi fakta bahwa saat ini adalah masa-masa sulit bagi bisnis retail. Mulai ada keraguan di pihak kami untuk melanjutkan program ini, karena dampak pembayaran dari pihak buyer kepada UMKM bisa terpengaruh bahkan terburuknya tidak terbayar.

Tidak mudah untuk menyampaikan hal ini kepada para pelaku UMKM, meskipun ketika nanti mereka ada masalah degnan pihak pasar modern, mereka pasti akan datang kepada kami untuk membombardir kami dengan rangkaian pertanyaan dengan bumbu keluhan. Kami harus bisa menjelaskan kepada mereka dengan cara yang lebih sederhana karena mereka tidak tahu benar situasi perubahan yang terjadi saat ini.

Pasar saat ini telah didominasi oleh generasi milenial, sehingga perilaku konvensional telah berubah dengan perilaku pasar milenial. Inilah yang membuat perubahan-perubahan yang terjadi dipasar begitu cepat, terlebih saat ini kita memang telah memasuki masa transformasi digital. Hal inilah yang memicu banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan dan gaya hidup.

Awalnya menurunnya penjualan di bidang retail adalah dikarenakan penurunan daya beli masyarakat. Mungkin benar, tetapi mungkin juga hal ini bukan penyebab yang dominan karena berdasarkan penelitian pendapatan perkapita tidak mengalami penurunan, justru ada kenaikan meskipun tipis. Namun jika kenaikan ini dicermati, bukan terjadi pada pasar menengah ke bawah yang mendominasi pasar melainkan pasar menengah ke atas.

Ada dugaan bahwa pembeli offline sudah beralih ke online, tetapi ketika dilihat dari data statistik justru penjualan online pun mengalami penurunan sehingga teori ini perlu ditinjau kembali. Teori ini justru berkorelasi dengan dengan menurunnya daya beli masyarakat, meskipun ternyata bukan masalah yang mendominasi.

Ternyata ada fakta lain yang tumbuh pesat di luar dugaan, yaitu bisnis pariwisata. Hal ini yang menjawab pertanyaan saya sebelumnya, mengapa pertumbuhan hotel sedemikian pesat? Ternyata memang demand di bisnis pariwisata ini sangat luar biasa sehingga banyak investor berani berspekulasi dengan kondisi ini. Ya, dan hal ini dibenarkan oleh tulisan Bapak Yuswohady bahwa kebutuhan pasar telah bergeser, bukan lagi kepada kebutuhan pokok melainkan kepada wisata dan gaya hidup. Inilah fakta yang harus kita sikapi dengan benar, karena jika ditarik benang merah memang efek "kemudahan" belanja online di bidang pariiwisata saat ini benar-benar memicu dan memacu laju pertumbuhan bisnis pariwisata. Cepat, mudah dan murah merupakan alasan mengapa orang memilih layanan travel online. 

Alokasi dana untuk pergeseran kebutuhan inilah yang ternyata menjadi lebih dominan daripada penurunan daya beli yang secara tidak langsung mempengaruhi belanja mereka ke pasar retail. Inlah yang harus disikapi oleh para pelaku usaha terutama para pelaku UMKM, terutama dalam menerapkan strategi pemasarannya di masa mendatang.

Orang sudah tidak melulu butuh barang, melainkan pengalaman dan hal ini bisa menjadi input dalam menyusun strategi marketing. Bundling, edukasi, pertambahan value dan histori bisa menjadi pertimbangan dalam berstrategi. Saat ini pasar sudah naik setahap, mereka sudah belajar mengenai "nilai" dan "benefit" apa yang mereka dapatkan dari sebuah produk.

Banyak retail modern mulai tutup.

Kenali pasar retail anda, sebelum anda memasoknya.

Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman UMKM baik di Jawa Tengah maupun di Indonesia. Tetap semangat, anda bisa !









Selasa, 14 November 2017

Antara Saya dan UMKM

Bersama UMKM Solo Raya saat pelatihan pemasaran online.
Judulnya memang agak lebay, karena hari ini saya ingin menyatakan rasa bangga saya kepada teman-teman UMKM yang tetap semangat untuk mengembangkan usahanya. Sikap mandiri dan siap bersaing yang selalu saya ingatkan kepada mereka benar-benar mulai tampak, di samping sikap saling dukung satu sama lain yang membuat perjalanan selama 5 tahun terakhir dalam membina UMKM di Jawa Tengah terasa menyenangkan.

Jika awalnya kamilah yang memotivasi mereka untuk berkembang dan siap menghadapi berbagai kondisi bisnis, namun sekarang mereka sudah saling memotivasi dan berkerjasama dengan baik di lapangan. Hal ini terlihat ketika dalam group WA dan group facebook, teman-teman UMKM saling menginformasikan adanya pelatihan, pameran dan informasi penting lainnya. Inilah adalah inti dari jejaring bisnis yang tanpa terasa telah mereka pahami dan lakukan.

Hal lain yang membanggakan saya adalah ketika ada beberapa UMKM berkelompok dan iuran untuk bisa menyewa sebuah stand pameran, mereka tidak lagi minta fasilitas pemerintah melainkan mereka sudah menyadari bahwa pameran ini adalah untuk kepentingan bisnis mereka. Sungguh suatu lompatan besar dalam pembinaan UMKM di Jawa Tengah, dimana teman-teman penggiat UMKM telah berbaur dengan para pelaku UMKM dalam mengangkat perekonomian daerah.

Jika dulu saya dianggap "guru" oleh mereka karena memberikan pembekalan usaha terutama pemasaran, namu saat ini saya harus berguru kepada mereka bagaimana membuat diri sendiri selalu termotivasi, selalu belajar dan selalu menjadi lebih baik dari hari-hari kemarin. Ilmu kewirausahaan memang berbasis pada pola pikir dan sikap mental, dan mereka telah membuktikan bahwa mereka sudah layak disebut seorang pengusaha. Tidak ada lagi guru dan murid, yang ada adalah mitra kerja. 

Semoga jejaring dan persudaraan di antara para pelaku UMKM dan kami selalu tumbuh dan berkembang agar beban pembinaan UMKM di Jawa Tengah di kemudian hari semakin ringan.
 






Senin, 13 November 2017

Business Matching, Bagi Start Up

Mencari mitra yang tepat bagi start up Krenova 2016 - 2017
Memberikan fasiltitasi business match adalah bagian dari kegiatan dalam  inkubator bisnis, sebagaimana pada hari Senin 13 November 2017 ini di Hotel Grand Edge, kami mempertemukan 10 inventor Krenova 2016 dan 2017 dengan beberapa perusahaan dan pihak-pihak yang bisa menjadi investor dari para tenant inkubator bisnis ini. 

Akan ada 10 inventor yang akan mempresentasikan temuannya di hadapan belasan wakil perusahaan yang telah disesuaikan degan bidang temuan mereka. Kesempatan 5 menit yang dimiliki oleh inventor merupakan langkah menuju perubahan besar dalam bisnisnya sehingga perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Seringkali kita temui bahwa banyak produk startup dan UMMK yang "away from the market" atau jauh dari kebutuhan pasar sehingga menyebabkan pemasaran produknya terkendala. Permasalahan dalam pemasaran ada 3 komponen, yaitu: produk, customer dan branding. Masalah produk adalah yang paling awal kami temui, mulai dari kualitas, kemasan sampai dengan kapasitas dan kontunuitasnya. Masalah legalitas juga sering muncul karena banyak startup yang belum paham benar dengan masalah perijinan dan sertifikasi produk.Tujuan legalitas produk adalah untuk melindungi konsumen dan produsen itu sendiri.

Pada kegiatan business match ini kami akan mencoba memperkenalkan dengan cara menghadapkan para tenant inkubator dengan pasar yang sebenarnya, agar mereka bisa mempresentasikan produk mereka dan mendapatkan tanggapan secara langsung dari pasar. Memahami kebutuhan pasar adalah menjadi tujuan dalam kegiatan ini, dimana para tenant harus benar-benar bisa berkomunikasi dengan baik dengan para investor agar mereka tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh investor. Pastinya akan banyak penyesuaian-penyesuaian produk dengan kebutuhan pasar, dan tindak lanjut dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pasar inilah yang kunci sukses dari para tenant setelah acara ini.

Kegiatan branding produk para tenant terwakili dengan kegiatan komunikasi mereka dengan para investor. Kemampuan menyampaikan apa yang mereka punya, apa yang telah mereka capai dan apa yang mereka bisa lakukan setelahnya merupakan kemampuan yang wajib mereka miliki. Para tenant juga tidak perlu sungkan menyampaikan kendala apa yang mereka hadapi dalam kegiatan bisnis mereka agar dalam acara ini mereka bisa mendapatkan solusi dari para pendamping maupun para investor.

Besar harapan kami jika para tenant berhasil melakukan komunikasi pasar dengan baik, maka akan ada beberapa mitra investor yang akan merespon apa yang telah mereka mulai. Dan kami pun telah menyiapkan pendampingan ikatan kerjasama antara para tenant dengan investor.





Judulnya: Apa Kata Pasar ?

Business Matching, Inventor Kreanova 2016 dengan Investor & Buyer
Mereka adalah Entrepreneur

Inkubator bisnis berbasis teknologi milik UPP IPTEKIN BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah pada hari Senin 13 November 2017 menggelar business matching di Hotel Grand Edge Semarang. Pada kegiatan ini, investor Krenova 2016 dipertemukan dengan beberapa perusahaan yang bisa menjadi mitra mereka, baik sebagai mitra pembiayaan, mitra pemasaran maupun mitra investor.

Ke-10 Inventor Krenova itu adalah:
  1. Yudik Prianto, dengan inovasi alat berupa media semai instan (Pertanian).
  2. Sumiyanto, dengan inovasi berupa magic ring (ID S000 1070) yang merupakan alat untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas beracun pada kendaraan bermotor. (Otomotif)
  3. Eko Yulianto, dengan inovasi pengolahan biji salak menjadi kopi alternatif bagi yang menghindari kafein sebagai upaya pemanfaatan biji salak di daerah perkebunan salak.
  4. Yurri Dulloh, dengan inovasi kopi bambu, alat driping kopi berbahan baku bambu khas Kebumen. (Food & Beverage)
  5. Bayu Suwarsono, dengan inovasi berupa pemanfaatan limbah plastik dan aluminium foil untuk bahan baku triplek (Building Material).
  6. Heri Siswanto, dengan inovasi alat dan mesin tanam biji type tugal multiguna untuk meningkatkan efektivitas kerja penanaman kacang hijau, kedelai dan jagung.
  7. Banar Haryo Driyarkoro, dengan inovasi berupa sirup daker (daun kersen) untuk menurunkan gula darah.
  8. Ratna Kurniawai, dengan inovasi Guava Leaf Antiseptic (anti septic daun jambu).
  9. Rifaul Zamzami, dengan inovasi alat tambal ban portable (tyre press) dengan panas knalpot.
  10. M Anis, dengan inovasi berupa mesin panen garam rakyat PAGRAK.
Temuan dan inovasi mereka telah didaftarkan HKI oleh UPP IPTEKIN untuk melindungi hak cipta dan merk mereka dan kegiatan inkubasi bisnis ini dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam diri mereka.
 
Business Matching

Pada kegiatan business matching ini, para inventor diminta untuk bisa mempresentasikan inovasinya kepada para audience dari berbagai perusahaan dan dinas terkait. Beberapa perusahaan yang diundang adalah: PT Garam Surabaya, PT Gambaran Brand Indonesia, PT Sido Muncul, PT Jamu Borobudur, PT Jamu Jago, PT Yanmar, PT Kubota, PT Rutan, PT Air Mancur, PT Astra Otopart Indonesia, PT Indo Perkasa Usahatama, PT Indoho Santosa Abadi, PT Phapros, PT Fastrata Utama, CV Buana Agrotech, Panenrejo dan OJK. Namun pada kesempatan ini tidak semua undangan bisa hadir karena kesibukannya di hari Senin ini. 

Dari pihak dinas terkait yang hadir adalah dari DInas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian dan Perkebungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Koperasi dan UKM dari propinsi Jawa Tengah. Hadir dalam memberikan penjelasan kegiatan business matching ini adalah Bapak Agus Gunawan WIbisono dari Sekda Propinsi Jawa Tengah.

Ke-10 Inventor Krenova 2016

Para audiece dari beberapa perusahaan dan dinas terkait

Para audience dari beberapa perusahaan dan dinas terkait
Kesempatan ini kami manfaatkan untuk memperdengarkan apa kata pasar kepada para inventor Krenova 2016 agar mereka bisa menyesuaikan dan memperbaiki produknya sesuai dengan keinginan pasar. Meskipun begitu, beberapa peusahaan dan dinas terkait siap menjalin kemitraan dengan para inventor Krenova ini antara lain: PT Phapros yang siap menampung mereka menjadi mitra binaan sekaligus sebagai mitra pembiayaan bisnis mereka, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perikanan dan Kelautan dan PT Rutan.

Untuk menyakinkan para mitra, UPP IPTEKIN juga membantu para inventor membuat video presentasi singkat agar para audience mampu mencerna dengan lebih baik apa produk mereka dan apa manfaatnya untuk kepentingan mereka. Rumah UMK sendiri siap menjadi mitra promosi bagi inovasi dan kreativitas mereka.



 
 




Sabtu, 11 November 2017

Arti Bisnis Bagi Usaha Mikro

Usaha mikro lahir karena mereka mau survive
Jika dicermati sebenarnya dari banyak usaha skala UMKM yang paling banyak adalah usaha mikro, mulai dari produsen maupun pedagang. Lebih-lebih lagi usaha mikro ini berawal dari usaha rumahan, atau bisa dikatakan sebagai usaha pribadi.

Bagi sebagian pelaku usaha mikro melakukan bisnis secara profesional belum terpikirkan sama sekali karena latar belakang mereka memulai usaha adalah untuk bertahan hidup (survive). Masih teringat saya dengan apa yang disampaikan Pak Sandiaga Uno, bahwa untuk daerah-daerah kawasan industri besar, jumlah pelaku usaha mikro bisa saja di satu saat melonjak tajam karena kasus PHK namun di saat lain jumlah mereka bisa merosot tajam karena muncul industri baru yang bisa menyerap mereka menjadi karyawan. Untuk kasus ini memang tidak salah jika solusinya adalah investasi pada industri di kawasan tersebut. Tetapi untuk daerah yang non kawasan industri ada kemungkinan mereka memang ingin memulai usaha dan mengembangkannya. 

Nah, sekarang muncul lagi usaha mikro untuk kalangan industri kreatif yang terdiri dari para generasi muda yang banyak berbisnis di bidang digital atau bisa dibilang industri berbasis teknologi. Mereka lebih individual sehingga saya dulu mengatakan mereka sebagai para pekerja mandiri seperti seniman. 

Inilah yang saya hadapi di lapangan, yang harus saya pahami latar belakang masing-masing sebelum kita bantu membangun konsep bisnis sederhana dan mendampingi mereka dengan konsultasi-konsultasi kami. Hal yang paling mendasar adalah memahami arti bisnis bagi mereka, memahami asset dan potensi serta mengelolanya sesuai peluang bisnis yang ada, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi seorang yang bermental wira usaha.

Pada awalnya memang bisnis merupakan salah satu satu cara untuk hidup, namun setelah mereka bisa betahan hidup jika mereka stagnan maka mereka pun akan mengalami masalah yang berulang. Bisnis mereka harus berkembang, tidak perlu jauh untuk menjadi sebuah korporasi namun mengenai bagaimana mereka membangun omzet dan asset serta menambah jaringan bisnis mereka.

Karena ini terkait dengan bisnis, maka tidak mungkin mereka akan terlepas dari pengaruh lingkungan bisnis oleh sebab itu mereka harus selalu update dan peka terhadap perubahan lingkungan bisnis yang terjadi saat ini karena bisa mempengarahi bisnis mereka. Jika saat ini sudah jamannya digital, maka mereka pun harus adjust & adapt (berubah dan beradaptasi). Bisa jadi cara-cara lama dan konvensional sudah tidak berlaku lagi sekarang.

Ada 2 kubu di sini, yaitu golongan usaha mikro konvensional dan golongan mikro industri kreatif yang didominasi para generasi muda. Saya melihat optimisme yang luar biasa pada golongan kedua. Mengajarkan cara-cara digital pada golongan pertama akan membutuhkan effort yang luar biasa, oleh sebab itu saya melakukan cara kolaborasi antar keduanya. Golongan kedua rata-rata tidak mau capek dengan kegiatan produksi, mereka hanya mau jual sementara golongan pertaman didominasi oleh para produsen. Nah, klop kan ?!

Inilah yang telah saya lakukan dan akan terus kami lakukan untuk percepatan progress usaha skala mikro, meskipun tidak menutup kemungkinan golongan kedua bisa kami gandengkan dengan usaha skala kecil dan menengah serta besar. Tetapi fokus kami saat ini adalah mengangkat usaha skala mikro golongan pertama, karena jumlaah mereka sangat besar dan pengaruhnya terhadap ekonomi pun sangat signifikan.

Kami berharap upaya-upaya kami ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, dan sharing saya hari ini bisa sangat bermanfaat bagi semua pihak terutama pemerintah.

 
 






Manfaat Sambal & Makanan Pedas Untuk Kesehatan

Produk Sambal Kemasan
Sudah menjadi kebiasaan jika bepergian mata mesti jeli melhat kanan-kiri, melihat warung SS yang tidak pernah sepi pelanggan, ada sambal layah yang juga mulai mendapatkan penggemarnya plus hampir setiap kesempatan memberikan pelatihan kepada UMKM selau saja ada yang produksi sambal. Hebatnya lagi, setiap saya tanya kepada para pelaku UKMM produsen sambal, ternyata produk mereka laku dan mendapatkan pelanggan loyal masing-masing.
Saya bukan ahli gizi oleh sebab itu saya tidak bisa memberikan rekomendasi sebagai bantuan saya kepada teman-reman UMKM selain mencarikan mereka beberapa tulisan yang mampu mendukung promosi produk mereka. Ternyata memang ada banyak tulisan tentang manfaat sambal dan  makanan pedas, selamat tidak dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa manfaat di bawah ini semoga bisa membantu para pelaku UMKM binaan kami untuk menjelaskan manfaat produknya kepada konsumen meskipun tidak harus dicantumkan dalam kemasannya (bisa ganti ijin nanti, dari PIRT ke BPOM karena claim manfaat HeHeHe.) 
Dikutip dari Lifehack, Kamis (29/9/2016) penelitian telah menunjukkan bahwa makanan pedas dan sambal bisa meningkatkan kesehatan dan otak kita secara keseluruhan, karena tingkat konsentrasi rasa yang tinggi.
Makanan pedas memperkuat koneksi antar sel otak

Paprika merah mengandung senyawa yang dikenal sebagai apigenin. Hal ini telah terbukti dapat memperkuat hubungan antara sel-sel otak. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa apigenin, flavonoid, juga dapat menjadi agen kuat dalam melestarikan fungsi otak utama seperti memori dan belajar. 

Hal ini juga dapat memberikan perlindungan terhadap gangguan yang kerap terjadi, seperti Alzheimer Disease, Parkinson, dan beberapa gangguan mental seperti skizofrenia.

Makanan pedas dapat membuat Anda hidup lebih lama

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Harvard terhadap setengah juta orang China menunjukkan, bahwa makanan pedas dapat membantu Anda hidup lebih lama. Secara khusus, orang yang makan cabai beberapa kali seminggu menurunkan risiko kematian sebesar 14 persen.

Mengapa? Diperkirakan bahwa capsaicin, senyawa yang ditemukan dalam paprika, memiliki efek menguntungkan pada metabolisme dan langsung mengurangi resiko terkena berbagai penyakit, termasuk kanker.
Selain itu ada liputan lain yang juga mendukung  manfaat tersebut di atas:
Liputan6.com, Jakarta - Makanan pedas selama ini selalu dinilai buruk bagi kesehatan perut. Hal itu mungkin saja benar. Namun mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah sedikit tidak akan menimbulkan masalah pada perut.

Sebaliknya, makanan pedas bisa melindungi lapisan perut--jika dimakan secukupnya. Makanan pedas seperti paprika merah sebenarnya bisa membantu perut Anda menghasilkan lebih sedikit asam lambung. Perut Anda mungkin terasa panas setelah memakannya, tapi ini hanya karena perut belum terbiasa.

Mulailah dengan campuran yang lebih ringan atau makan lebih sedikit dan kemudian tingkatkan intensitasnya saat tubuh Anda terbiasa namun masih dalam batas wajar. Seperti dilansir dari laman Live Strong, Senin (4/9/17).

1. Menurunkan berat badan

Pertanyaan apakah makanan pedas bisa membantu usaha penurunan berat badan tidak lagi jadi perdebatan.

Sebuah studi awal tahun 1998 oleh Laval University menetapkan bahwa paprika merah dapat meningkatkan metabolisme tubuh yaang menyebabkan tubuh membakar energi lebih cepat dan lebih efektif. Penelitian sejak saat itu telah mengonfirmasi hal ini. Cabai merah meredakan rasa lapar juga.


2. Melawan kanker

Sebuah penelitian tahun 2007 yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Nottingham Inggris menunjukkan bahwa kari memiliki sifat melawan kanker. Kari berisi curcumin, pigmen yang memiliki antioksidan dan antikanker.

Studi tersebut menunjukkan bahwa senyawa ini sangat berguna baik untuk melawan dan mencegah kanker prostat. Studi tersebut juga mencatat bahwa kanker prostat jarang terjadi di India, di mana orang makan kari secara teratur.

3. Mencegah flu

Makanan pedas bisa membantu melonggarkan hidung mampet. Karena meningkatkan suhu tubuh, makanan pedas bisa juga efektif dalam melawan demam dan menghilangkan gejala flu. Paprika pedas dapat membantu mengatasi masalah pernapasan seperti bronkitis kronis dan asma. Ini juga bertindak sebagai ekspektoran.

Pedas dari makanan menyebabkan otak Anda melepaskan endorfin, hormon bahagia yang membuat perasaan lebih baik. Hal ini dilakukan untuk membantu tubuh Anda melawan rasa sakit karena panas, tapi ini bisa membantu memperbaiki mood Anda dalam prosesnya.

Para ahli percaya bahwa bumbu pedas seperti kurkumin juga bisa mengurangi peradangan, meningkatkan detak jantung dan membantu menghilangkan rasa sakit.

Meski baik bagi kesehatan, namun konsumsi makanan pedas tidak dianjurkan dalam jumlah yang banyak dan intens. (Michelle Tania)
Semoga informasi di atas bisa membantu motivasi para pelaku UMKM di daerah untuk mengeksporasi produk sambal asli daerah yang khas dan mampu membuat produk sambal kemasan yang menarik.  Hal ini juga akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi para konsumen untuk tidak takut mengkonsumsi sambal. Yuk makan sambal !

Jumat, 10 November 2017

Mencoba Menyamakan Persepsi Industrialisasi UMKM

Produksi massal tidak harus oleh satu perusahaan
Jumat sore ini kami terlibat diskusi asyik mengenai konsep industrialisasi UMKM di Roemah Watu Lawang, di daerah Papandayan Semarang bersama tenant-tenant inkubator bisnis AKSI (Asosiasi Klaster Indonesia). Dalam acara ini sebenarnya saya diundang untuk memberikan sharing perkembangan pemasaran saat ini terkait dengan perkembangan teknologi digital yang sangat luar biasa dalam mempengaruhi aspek-aspek kehidupan.

Diskusi Jumat sore di Roemah Watu Lawang di Roemah Watu Lawang, bersama Inkubator Bisnis AKSI.
Mengapa kita terlibat dalam diskusi konsep industrialisasi ini? Ternyata para tenant ini diharapkan bisa dikembangkan ke arah industri. Nah, masalahnya adalah industri yang seperti apa dan bagaimana mencapaiknya itulah yang belum ada gambaran bagi para tenant inkubator bisnis ini. Kita harus menyepakati sebuah konsep industrialisasi terlebih dahulu sebelum membuat sebuah program ke arah sana.

Jika kita cermati saat ini, sudah mulai ada "ketidakpedulian" konsumen apakah itu produk industri atau produk UMKM selama kualitas yang mereka harapkan terpenuhi. Industri otomotif pun sudah sejak lama memberdayakan outsourcing komponen kepada UMKM. Beberapa industri saat ini mengeluhkan daya saing produk mereka terkait dengan masalah efisiensi dan produktivitas, tingginya beban usaha mereka mulai dari listrik, BBM, gas, UMR, jaminan sosial dan pajak membuat mereka sulit mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang diharapkan.

Kecenderungan perkembangan bisnis saat ini pun tidak mengarah kepada konsep industrialisasi yang konvensional melainkan ke arah konsep jaringan, misalnya lihat saja: Gojek, Grab, Uber, AirBnB, BukaLapak, Tokopedia, Investrree dan sebagainya. BukaLapak dan TokoPedia sebenarnya telah membuat jaringan basis produksi meskipun belum sepenuhnya menerapkan konsep sentra jaringan produksi dimana ada standaridasi produksi dan produk karena memang fokus mereka adalah di pemasaran produk.

Apakah kita masih mau mengarahkan UMKM menuju konsep industri yang konvensional? Pasti akan semakin jauh perjalananan para pelaku UMKM ini, belum lagi gempuran biaya usaha seperti kami sebutkan di atas akan semakin berat ke depan. Konsep efisiensi dan produktivitas harus menjadi landasan dalam membangun konsep industrialiasi yang modern. Sebenarnya konsep sentra produksi sudah muncul sejak lama, namun perlu "di-digitaliasi" menajemannya. Sentra inipun harus berpola klaster sehingga setiap komponen industri sudah masuk di dalamnya, mulain dari supply bahan baku, penyedia teknologi, fasilitas produksi, failitas pemasaran, fasilitas pembiayaan, fasilitas distribusi dan sebagainya.

Terlebih lagi standarisasi kualitas akan menjadi tuntutan pasar dan harus mendapatkan perhatian yang sangat mendasar. Mulai dari bahan baku, proses maupun hasil akhir. Jika memang tujuan industri adalah untuk produksi massal dan penyerapan SDM maka dengan sistem sentra berpola klaster ini semua tujuan tersebut telah terpenuhi.

Jangan memaksa UMKM melompati "gap" yang lebar untuk menjadi industri, sistem sentra berpola klaster adalah cara yang bijak untuk membuat industrialisasi UMKM. Digitalisasi manajemen jaringan bisa segera dipercepat sehingga bisa segera muncul sistem sentra berpola klaster ini.

Demikian diskusi kami sore ini, dan semoga diskusi ini bisa menjadi sumbang ide dan saran kepada para pemangku kebijakan. Semoga sukses pembangungan industrialisasi UMKM yang dicita-citakan.





Kamis, 09 November 2017

Saatnya Memiliki Mobile Web Untuk Bisnis Skala UMKM Anda.

Sudah bukan jamannya website, tetapi mobile web.
Jika beberapa tahun yang laiu mungkin menganjurkan UMKM memiliki website masih dianggap relevan, namun jika sekarang saya menganjurkan mereka membuat website pasti saya sudah ditertawakan dan dikomentari: "Maaf Pak Gendut, ini tahun berapa ya?"

Jamannya on-hand, maka semua harus bisa mobile sehingga website pun harus yang versi mobile atau mobile web. Coba bayangkan jika mobile web salah satu UMKM muncul di play store atau apple store dan ketika di-install di smartphone kemudian muncul logo brand-nya, keren kan? Pasti banyak yang ingin seperti itu, terutama UMKM, dan pasti juga muncul komentar:"Pasti harganya mahal."

Beberapa waktu yang lalu, ada mitra Rumah UMKM yang datang menawarkan benefit kepada UMKM berupa mobile web yang cukup murah, karena harganya sekitar Rp 3.5 juta dan jika menginginkan fitur pembayaran dan pengiman sekaligus harganya berkisar Rp 12 juta. Cukup murah, dan saya pun menanyakan mengapa harganya bisa murah seperti itu, karena beberapa waktu yang lalu saya tanya kepada beberapa programmer minta harga yang puluhan juga hanya untuk sekedar informasi dan sosial media (versi Rp 3.5 juta), versi ini saya anggap yang paling cocok untuk mempromosikan produk UMKM. Mereka menjawab bahwa mereka sudah memiliki banyak template dan sudah memiliki application builder-nya, sehingga UMKM bisa memilih template dan mampu mengembangkannya sendiri.

Terlebih lagi, applikasi ini bakal dinikmati oleh 18 negara di luar Indonesia sehingga sangat membantu efektivitas promosi produk UMKM yang berorientasi ekspor. Waktu pengerjaan applikasinya pun tidak lama. Mungkin yang perlu segera dipikirkan adalah bagaimana mengisi dan mengembangkan konten yang menarik dan sesuai dengan pasar. Kami sarankan para pelaku UMKM mampu membuat konten sendiri, karena jika harus di-outsourcing-kan maka akan menjadi beban biaya UMKM

Konten yang menarik adalah konten visual, baik foto maupun video. Oleh sebab itu UMKM harus memilik kemampuan mengambil foto dan video, meskipun lewat smartphone.Saat ini pemasaran melalui social media semakin deras, sehingga perusahaan harus akrab benar dengan pemanfaatan sosial media untuk marketing (SMM).

Untuk pengadaan applikasi mobile web, kami dari Rumah UMKM siap menampung permintaan dan selanjutnya akan kami sampaikan kepada mitra kami.





Strategi Pemasaran Untuk Start Up

Technopreneur Bagi Inventor Krenova 2017
Pembinaan bagi para peserta Krenova 2017 tidak hanya berhenti sampai pada pemilihan pemenang, masih akan ada perjalanan panjang lagi bagi mereka untuk melalui inkubasi yang dilakukan oleh UPP IPTEKIN BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah sebagaimana malam ini ketika 75 peserta Krenova 2017 di-inkubasi di Star Hotel Semarang.

Dalam rangkaian kegiatan selama 2 hari ini, kami memberikan materi strategi pemasaran bagi starup dalam rangkaian mereka membangun bisnis plan. Materi kami ini akan membantu para peserta dalam menyiapkan bisnis plan yang lebih tajam dan market oriented. 

Masalah pemasaran selalu menjadi warna dalam setiap bisnis UMKM dan startup, tetapi mereka tidak tahu di pemasaran bagian mana mereka bermasalah, apakah itu pada sisi customer, produk atau brandingnya. 

Dari sisi cusomer, malam ini kami memberikan gambaran-gambaran yang jelas tentang siapa pasar kita saat dan bagaiamana perilakunya. Bagaiaman teknologi digital sudah menguasai pasar saat ini, sehingga cara-cara konvensional sudah mulai harus ditinggalkan. Kita saat ini sudah memasuki jaman yang berbeda, sehingga cara-cara marketing yang kita lakukan pun harus dengan cara yang sesuai dengan jaman digital sekarang ini.

Marketing konvensional sudah mulai ditinggalkan cara-caranya, namun esensi marketing tetap akan sama dimana yang utama adalah bagaimana mengenal pasar dan mengidentifikasinya, bagaimana memahami kebutuhan pasar dengan komunikasi yang benar dan bagaimana memuaskan pelanggan. Jika saat ini seitap orang sudah "connected" dan sistem yang berjalan sudah "high trust" business maka memang sduah saatnya kita perlu meninggalkan cara-cara marketing yang lama bahkan pelan-pelan esensi marketing pun mulai berubah selain tujuan akhir yaitu memuaskan "kebutuhan" pelanggan.

Aspek kebutuhan menjadi sangat penting dalam membangun pembelian dan membangun kepuasan pelanggan. Komunikasi langsung dengan pelanggan pun, di era digital, sudah tergantikan dengan applikasi.

Dari sisi produk, harus diakui selama ini permasalahan startup dan UMKM memang didominasi oleh hal ini, mulai dari kuaitas, kapasitas dan kontinuitas produksi sampai dengan masalah legalitas produk yang harus mereka miliki dan juga masalah kemasan produk. Butuh upaya dan perjalanan untuk membina mereka di bidang ini. 

Dari sisi branding, untuk taraf starup, penjualan menjadi sangat krusial karena customer belum memiliki pengalaman dengan produk mereka. Komunikasi dengan customer bisa dimulai dari pra dan pasca penjualan untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi ekspektasi dan kebutuhan customer. Komunikasi pasar menjadi hal yang sangat penting untuk membangun kepuasan pelanggan.

Setelah memahami semua esensi di atas, maka strategi pemasaran yang integrated bisa kita bangun dengan langkah melakukan STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning). Memahami teknik STP dengan cara yang sederhana menjadi sangat penting bagi para starup dan UMKM dalam mengenali dan mengidentifikasi pasar.

Analisa TOWS juga menjadi analisa yang lazim dipakai dalam menyusun strategi pemasaran, mulai dari mengenal lingkungan bisnis, potensi, ancaman dan peluang bisnis mereka. Bauran 4P digunakan untuk memberikan fokus pada komponen-komponen pemasaran yang penting, yaitu bagaimana membangun strategi produk yang memiliki differensiasi tinggi, strategi harga yang mampu memenangkan persaingan, stategi pemilihan kanal distribusi dan stategi promosi (branding).

Di sisi produk, kami mengingatkan mereka untuk bisa menjawab mengapa pelanggan harus membeli produk mereka (terkait solusi dan benefit) dan seberapa unik produk mereka. Dengan pembekalan ini kami harapkan dalam penyusuan bisnis plan mereka nanti hasilnya bisa lebih tajam dan fokus.

Strategi pemasaran bagi startup

Strategi pemasaran bagi startup.

Demikian sharing yang bisa kami sampaikan hari ini, semoga bermanfaat.