Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah program pembinaan dan pengembangan UMKM yang didedikasikan oleh unit TTIC (Trade, Training & Investment Center) Kamar Dagang dan Industri Propinsi Jawa Tengah (organisasi non profit) kepada pelaku UMKM di propinsi Jawa Tengah. Rumah UMKM merupakan wadah komunitas UMKM Jawa Tengah untuk membangun edukasi, komunikasi, organisasi dan jaringan pemasaran produk UMKM.

Kamis, 21 September 2017

Ini Mengenai Value dari Sebuah Trophy

Piala (Trophy) Lembu Sora Untuk Kabupaten Boyolali
Betapa bangganya seseorang ketika memenangkan sebuah kompetisi, tapi bagaimana selanjutnya ketika menerima sebuah trophy plastik atau dari resin ? Seolah "nilai" kebanggaan yang dicapai tidak "terwakili" dari trophy tersebut.

Masih ingat masa 25-30 tahun yang lalu, dalam benak saya trophy selalu terbuat dari perunggu, kuningan atau semacamnya. Mahal ? Tentukan trophy yang terbuat dari logam tersebut mahal, namun bukan sekedar masalah harga piala yang mahal melainkan sebuah harga yang bisa mewakili "nilai perjuangan" yang akan diwakilinya.

Mengapa trophy selalu tampak indah ? Masih dalam konteks mewakili sebuah nilai, trophy harus mampu memberikan nilai kebanggaan baik saat si pemenang menerimannya saat upacara penerimaan sampai saat trophy tersebut di simpan. Nilai indah harus selalu melekat pada setiap peristiwa. Itulah sebabnya trophy harus merupakan sebuah karya seni, bukan hal yang bisa didapatkan dengan mudah di toko.

Ternyata pemahaman mengenai trophy juga disadari benar oleh Nuanza Porcelen Boyolali yang telah menghasilkan karya trophy yang luar biasa baik untuk skala lokal, nasional maupun internasional. Binaan kami ini telah menempatkan diri sebagai sebuah perusahaan desain yang sangat inovatif, salah satunya dalam desain trophy.

Nuanza Porcelen tidak membuat trophy dari logam melainkan dari bahan keramik berkualitas tinggi dan dengan desain yang sangat customized. Dibuat khusus untuk satu kejuaraan, bukan diproduksi massal dan disetor ke toko-toko untuk diperjualbelikan. Esensi sebuah trophy benar-benar dipahami di sini.









Piala-piala di atas merupakan karya desain dari Nuanza Porcelen yang membawa kebanggaan Jawa Tengah. Betapa pemenang kejuaraan akan terwakili nilai perjuangannya dengan sebuah trophy yang merupakan karya seni yang tinggi. Kebanggaan ini adalah nilai yang harus dibangun untuk memberikan motivasi kepada peserta kejuaraan untuk meraihnya. Pastinya mereka tidak akan memperebutkan plastik berujud trophy.

Banyak yang bisa dilakukan oleh bangsa ini, tetapi membangun nilai adalah sesuatu yang masih perlu dipelajari lebih dalam lagi. Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kembali nilai sebuah trophy yang harus disepakati bersama sebelum generasi muda kita benar-benar tidak tahu arti dan esensi dari trophy tersebut.







Rabu, 20 September 2017

Bargaining Power - PR Bagi Para Penggiat UMKM.

Image result for negotiation
Bargaining power ditentukan dari bagaimana anda membangun persepsi yang kuat pada produk anda.

Komentar dari Cak Samsul Hadi (Fokus Indonesia) di halaman face book saya saat saya membuat posting terkait pembayara tempo dari beberapa buyer kepada para pelaku UMKM benar-benar mengingatkan saya terhadap PR (pekerjaan rumah) yang selama ini hampir lupa dikerjakan, yaitu: Bargaining Power !

Melakukan negosiasi bisa merupakan sesuatu yang yang menarik bagi sementara marketer, namun bagi businessman bisa menjadi sesuatu yang "wasting time" karena mereka ingin "dominan" dalam negosiasi. 

Bisakah? Pastinya bisa ! Dalam komentarnya Cak Samsul Hadi, beliau memberikan contoh bagaimana orang bersedia inden Mitshubishi Expander dengan menyodorkan uang inden sementara mungkin mereka baru akan dapat barangnya tahun depan. Ya, ini adalah salah satu contoh dari beberapa contoh yang ada yang bisa menggambarkan betapa produsen memiliki bargaining power yang kuat dan konsumen sudah dalam posisi tidak bisa bernegosiasi.

Sepertinya tidak fair jika memperbandingkan UMKM dengan Mitshubishi, maka saya akan mengambil contoh produk UMKM seperti: Getuk Kethek Salatiga, dimana orang harus rela antri atau pesan jika ingin kebagian getuknya. Bukankah ini contoh yang anolog juga? Karena saya juga mengalami nasib tidak kebagian saat mampir di Getuk Kethek karena saya tidak pesan dan merasa yakin bisa datang on the spot, ternyata saya salah. Apakah saya kecewa ? Ya, sebentar tapi tidak kapok untuk datang lagi ke Getuk Kethek karena memang bargaining power-nya tersebut.

Apa sih Bagaining Power itu ?

Bagaining power atu Kekuatan Tawar adalah kemampuan relatif dari satu pihak dalam situasi untuk memberikan pengaruh kepada pihak lain. Bargaining power lebih banyak dibangun dari persepsi. 

Persepsi yang kuat atas suatu produk tentunya tidak dibangun dari kinerja yang sembarangan karena kita paham bahwa membangun persepsi tidaklah mudah. Persepsi adalah brand yang selama ini sering diangankan oleh UMKM tetapi banyak di antara mereka hanya tahu bahwa brand adalah simbol atau tulisan yang melekat pada suatu produk. Brand lebih dari itu, karena brand bicara tentang persepsi apa yang melekat pada konsumen terhadap produk anda.

Saya tidak akan bicara tentang perencanaan brand, karena nama Getuk Kethek pun pasti tidak dibangun dengan perencanaan brand karena nama Getuk Kethek justru datang dari para konsumen karena produsen getuk tersebut memelihara kehek (kera) di depan rumahnya. Inilah simbol (maskot) yang menjadi persepsi para konsumen dan akhirnya muncul nama Getuk Kethek !

Persepsi produk UMKM harus dimulai dari kualitas yang prima, jika dalam produk pangan maka harus dimulai dari cita rasa, jika dalam produk kerajinan dan mebel harus dimulai dari desain dan workmanship termasuk untuk produk fashion. Cita rasa yang khas dan lokal bisa menjadi persepsi yang kuat, selain issue sehat yang sekarang ini mulai berkumandang. Berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh UMKM dalam membuat persepsi produk yang kuat:

Unik akan menjadi kata kunci dalam membangun persepsi produk yang kuat, tetapi unik saja bagi saya tidak cukup karena kualitas dan konsistensinya harus menjadi sebuah sistem yang terpadu. Mengapa harus menjadi sebuah sistem ? Bisnis dibangun dengan visi jangka panjang, bukan sesaat, maka untuk menjaga kesinambungan bisnis harus ada sistem yang mengaturnya oleh sebab itu UMKM butuh manajemen dan SOP. Keunikan inilah yang akan membedakan produk tersebut dari produk lainnya.

Lokal dan Khas merupakan potensi yang harus dieksplorasi. Untuk memperkuat keunikan, kita harus memperkuat kekuatan sumber daya lokal dan khas dari suatu daerah atau individu karena dengan cara ini mempersempit ruang persaingan.

Original, pastinya produk yang memiliki persepsi kuat adalah produk yang original, tidak meniru produk orang lain. UMKM harus mengembangkan potensi dan idenya sendiri, bukan meniru dari produk pesaing tanpa konsep yang jelas.

Sustainable, penting untuk dipertimbangkan mengenai kelangsungan produksi atau kontinuietas supply. Jika dibutuhkan untuk mengamankan sumber bahan baku, maka UMKM harus memiliki upaya untuk melakukan pelestarian sumber daya baik dilakukan sendiri atau bermitra.

Sehat, mengingat bahwa issue ini menjadi sangat penting akhir-akhir ini maka UMKM harus memegang teguh aspek ini atau produknya akan ditinggalkan konsumen yang telah sadar apa yang mereka cari.

Dari beberapa aspek di atas, UMKM harus membuat sistem manajemen yang bisa menjaga konsistensi upaya-upaya tersebut di atas dengan lebih baik. Bahkan UMKM pun bisa membuat sistem dan layanan perusahaannya menjadi unik, agar menjadi daya tarik yang lebih kuat lagi. Bukankah apa-apa yang sudah umum menjadi tidak menarik lagi ?

Nah, meskipun pada awalnya saya tidak ingin membicarakan perencanaan brand namun setelah melihat uraian di atas maka UMKM tetap perlu membuat sebuah konsep dan perencanaan yang matang dalam membangun persepsi produksinya. Bahwa tidak mustahil produk UMKM bisa memiliki persepsi yang kuat seperti produk brand besar sebagaimana contoh di awal tulisan ini.

Mari kita bangun produk asli dan khas Indonesia, produk unik dan menarik. Kami siap berdiskusi dengan teman-teman UMKM.










Selasa, 19 September 2017

Benarkah Masalahnya Di Pemasaran ?

Image result for it is not about marketing
Pemasaran menemui jalan buntu jika produknya tidak mendukung.
Pada awalnya kami mencoba memahami keluhan para pelaku UMKM bahwa masalah utama mereka adalah pemasaran, namun dalam perjalanan pembinaan UMKM kami melihat bahwa ternyata bukan masalah pemasaran yang menjadi penyebabnya melainkan produk UMKM itu sendiri. Mengapa?

Upaya pemasaran berangkat dari produk yang dihasilkan oleh UMKM dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Jika produk yang dihasilkan oleh UMKM tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan, maka bisa dikatakan bahwa masalahnya masih belum beranjak dari produk UMKM tersebut.

Jangankan membahas kemasan, kita masih selangkah sebelum kemasan yaitu masalah produk, baik masalah legalitas produknya, kualitas, kapasitas dan kontinuitas supplynya. Ternyata justru kondisi ini lebih dominan daripada apa yang kami pikirkan sebelumnya, yaitu masalah pasar dan cara memasarkannya.

Tentu saja upaya pemasaran akan mengalami banyak hambatan jika produk yang dihasilkan oleh UMKM memang belum "layak dipasarkan', dan jika bisa dipasarkan pun kita akan menuai potensi komplain di kemudian hari.

Lantas apa yang mesti kita lakukan ?

Harus diakui bahwa kita sering salah dalam mengambil keputusan, jika permasalahannya masih berkisar di produk maka seharusnya bukan pelatihan pemasaran yang kita gencarkan kepada pelaku UMKM melainkan pelatihan produksi, baik pemahaman proses maupun teknologi produksi.

Banyaknya kasus komplain dari buyer harus kami sikapi dengan bijaksana bahwa kami terlalu cepat memperkenalkan "produk yang belum siap" kepada pasar. Belum lagi masalah perilaku UMKM yang belum profesional ketika melakukan perdagangan.

Sikap selektif dalam menyaring UMKM yang akan dipertemukan dengan buyer sudah menjadi prosedur mutlak yang harus dilakukan, agar kepercayaan buyer kepada produk UMKM secara keseluruhan tetap terjaga. Jangan hanya karena ingin mengejar target semu sesaat (solusi instan UMKM dapat buyer) tetapi justru mengakitbatkan kepercayaan buyer kepada produk UMKM  secara keseluruhan menjadi terganggu.

Kita pun harus pahamkan kepada UMKM produsen bahwa pemasaran bagi seorang produsen harus bertumpu pada "kekuatan produk" seperti pada keunikan, kualitas dan kemasan yang menarik. Mantapkan posisi ini terlebih dahulu, baru kemudian memahami pemasaran praktis bisa dilakukan.

Masalah penerapan teknologi produksi terbaru juga perlu dikemukakan, karena banyak UMKM masih menggunakan cara-cara yang konvensional sehingga bisa menjadi handicap saat mendapatkan pesanan dalam jumlah besar dan kontinyu. 

Kehebatan upaya pemasaran dan promosi bisa menjadi kontra produktif jika produk yang dipasarkan belum siap, dan UMKM harus benar-benar memahami hal ini. Pemikiran pada pengembangan bisnis jangka panjang harus menjadi acuan dalam pembinaan UMKM

Produk UMKM bukan alasan untuk berkelit dari masalah kualitas, dan kami yakin UMKM bisa beranjak ke level ini. Sukses ! 

   


Kopi, Yang Membuat Saya Rela Melakukan Konsultasi di Prokopio Cafe

Konsultasi di PROKOPIO Cafe Marina, Semarang
Seperti biasa setiap Selasa kami memberikan konsultasi bisnis kepada para pelaku UMKM di Rumah UMKM Kadin Jateng. Tetapi hari Selasa ini tidak ada UMKM yang datang ke Rumah UMKM sehingga ketika ada pelaku UMKM yang mengundang saya ngopi sambil konsultasi di Prokopio Maria, saya langsung mengiyakan. Maklum ada iming-iming kopi dari pemilik Prokopio, Mas Erick Winata. Dan pelaku UMKM itu adalah Mas Erick Winata sendiri.

Mas Erick, begitu dia dipanggil, ada sosok entrepreneur muda yang sudah lama bergelut dengan dunia barista bahkan telah memiliki sertifikat barista dari berbagai perusahaan. Medan tempurnya adalah Bali, meskipun dia sendiri adalah asli orang Semarang. Saya sudah tidak meragukan kemampuannya dalam meracik kopi maupun mengelola coffee shop. Dengan lokasi yang cukup jauh dari pusat kota dan terhitung masih baru, Prokopio yang dia gawangi sudah cukup mampu menarik beberapa pelanggan setia.

Selain sebagai barista, Mas Erick juga dikenal sebagai konsultan untuk bisnsi coffee shop dan juga sebagai trainer barista. Sebuah asset SDM yang bagus untuk kota Semarang yang sedang giat-giatnya menggerakkan pariwisata.

Erick Winata, Founder Prokopio Cafe
Selain ngobrol mengenai perkembangan bisnis dan rencana bisnis ke depan, kami juga melihat peluang pelatihan barista di kota Semarang sebagai salah satu alternatif pengembangan usaha dari Mas Eric karena di Bali predikat sebagai konsultan dan trainer juga sudah melekat erat di pundak Mas Erick. 

Selama kurang lebih 1 jam kami berdiskusi bagaimana membangun brand prokopio sebagai pusat edukasi kopi bagi para pemilik usaha coffee shop, dimana di cafe ini akan ada consultancy center yang siap melayani konsultasi para pemilik usaha coffee shop untuk pengembangan bisnis coffee shopnya.

Selamat datang kembali di Semarang Mas Erick, bisnis Prokopio akan memberikan warna tersendiri dalam bisnis kuliner di Semarang.

 





Senin, 18 September 2017

Jika Kreativitas Yang Menjadi Permasalahannya, Maka Kami Harus Punya Trainingnya.

Related image
Training Creative
Jika dalam setiap permasalahan pemasaran yang kami hadapi adalah berawal dari kemampuan kreatif dan inovatif dari para pelaku UMKM, maka sudah semestinya kami memberikan sebuah pelatihan kreativitas kepada mereka agar mereka memiliki kemampuan untuk memecahkan permasalahannya sendiri dan sekaligus berhasil memunculkan inovasi yang luar biasa dalam bidang usahanya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreatif didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru. Pada intinya pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. 

Sebenarnya, ada banyak pengertian kreativitas, misalnya ada yang mengartikan kreativitas sebagai upaya melakukan aktivitas baru dan mengagumkan. Di lain pihak, ada yang menganggap bahwa kreativitas adalah menciptakan inovasi baru yang mencengangkan.

Bahwa ternyata kreativitas adalah mengenai cara berpikir (pola pikir) bukan sebuah bakat, sehingga kreativitas bisa dilatih dengan sebuah training.

Hanya dengan merubah cara berpikir (pola pikir) anda dari cara yang lama dengan cara yang baru maka anda akan lebih kreatif dan produktif. Tetapi apakah akan semudah itu merubahnya ? Nah, hal inilah yang membutuhkan seorang ahli yang mendampingi proses perubahan cara berpikir ini.

Tujuan Training

Tujuan utama dari training kreativitas adalah membuat para peserta memiliki jangkauan pemecahan masalah yang lebih luas, yang lebih kreatif. Secara umum tujuan-tujuan dari training tersebut adalah:
  • Memahami cara-cara berpikir baru dan kreatif di lingkungan kerjanya sehingga memampukan dirinya untuk menciptakan ide-ide yang original dan segar.
  • Memahami teknik berpikir kreatif dan inovatif dalam rangka untuk mengembangkan, mengevaluasi dan memilih ide-ide kreatif yang bernilai.
  • Memahami pentingnya kreativitas dalam menemukan solusi atas berbagai bentuk masalah
  • Mengetahui mengapa individu dan kelompok tidak kreatif
  • Mengetahui berbagai teknik dalam menghasilkan berbagai gagasan
  • Mengetahui tingkat kreativitas diri sendiri
  • Mengetahui upaya manajemen apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kreativitas di dalam organisasi.
Summary Training Cara Berpikir Kreatif dan Inovatif
Dalam training cara berpikir kreatif dan inovatif ini, peserta akan belajar mengenai:
  1. Mengenali potensi diri dan bagaimana mengeksploitasinya.
  2. Mengenali minat dan asset keahlian yang dimiliki.
  3. Menikmati pekerjaan yang digeluti dan mampu membuat sistemasi pekerjaan yang dilakukan secara logik dan detail.
  4. Berlatih fokus.
  5. Breaking the limits
  6. Mengenali proses kreatif, gaya berpikir kreatif dan hambatan kreatifitas
  7. Mengenali berbagai tools yang populer dalam proses berpikir efektif dan kreatif
  8. Mengenali proses pengembangan ide baru dan original, proses evaluasi ide serta pemilihan solusi dan ide yang optimal
  9. Mengenali teknik kreatif berbasis individual dan kelompok
  10. Mengenali aplikasi berpikir kreatif di lingkungan kerja
Metode Pelatihan:
  • Presentation
  • Discuss
  • Case Study
  • Evaluation
  • Simulation
Dengan pelatihan semacam ini kami harapkan para pelaku UMKM akan terbekali bagaimana merubah pola pikir lama menjadi pola pikir yang kreatif dan inovatif sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja. Akan lebih menarik jika pelatihan semacam ini juga dibalut dengan penyajian materi yang menghibur, dan kami akan coba dengan sentuhan trainer dari kalangan magician binaan kami.
 
Saat ini kami sedang menggodog pelatihan kreatif ini dari para praktisi, yang kami harapkan di sini adalah orang-orang yang bergelut dalam dunia kreatif. Profesi magician menjadi gambaran yang menarik bagi kami, sehingga kami berencana untuk melibatkannya dalam praktek training kreativitas ini.
 
Bukankah sosok "magician" sangat kental dibangun dengan "proses kreatif" ? Proses kreatif inilah yang akan kami adopsi kepada peserta pelatihan. Bukan untuk menjadi seorang "magician", melainkan menjadi "seorang yang kreatif". Dengan mentor seorang magician juga, maka training ini akan menjadi lebih entertaining dan menjadi daya tarik tersendiri.


 
 

Sabtu, 16 September 2017

Kelas Food Photography with SmartPhone Paling Diminati di Sriboga Expo 2017

Kelas Food Photography with SmartPhone
Promosi sudah pasti menjadi satu kebutuhan bagi para pelaku UMKM untuk membuat produknya dikenal oleh pasar. Bahasa visual berupa fotografi adalah bahasa yang paling mudah dipahami, dan bisa menjadi daya tarik promosi itu sendiri.

Membuat materi promosi berupa foto produk dan foto proses bisa dilakukan sendiri oleh para pelaku UMKM dengan adanya fasilitas smartphone yang semakin canggih, disamping murah dan mudah, fotografi dengan smartphone sangatlah praktis.

Pada gelaran SRIBOGA EXPO di JEC Yogyakarta tanggal 15, 16 dan 17 September 2017, Sriboga menggandeng kembali DiahDidi.Com untuk memberikan sharing dan pelatihan food photography dengan smartphone. Kelas food preneur dengan materi food photography ini digelar pada tanggal 16 September 2017 dari jam 13.00 sampai dengan jam 15.00 dan mendapat perhatian yang antusias dari pengunjung, hanya saja ruang yang tersedia sangat terbatas.






 
Promosi yang paling mudah dilakukan oleh para pelaku UMKM adalah promosi melalui sosial media, dengan foto produk yang bagus maka promosi yang dilakukan oleh para pelaku UMK akan menarik perhatian dari pihak-pihak yang melihatnya. Dalam food photography kita mengenal slogan "makanan yang enak harus tampak enak" sehingga para pelaku UMKM harus berupa keras agar foto makanannya harus tampak menarik.

Materi food photography dengan smartphone ini diawali dengan materi dan tips bagaimana menyajikan makanan (plating) yang baik, atau lebih dikenal dengan food styling. Beberapa tips dan best practise diajarkan dalam sub materi ini sebelum materi bagaimana melakukan food fotografi dan pengambilan foto yang baik.

Mengapa memakai smartphone ? Adalah karena dengan smartphone proses editing foto menjadi semakin mudah dengan beberapa aplikasi yang bisa diunduh dari smartphone. Praktis dan selanjutnya bisa dengan sangat mudahnya dipublish di sosial media yang kita miliki. Semua menjadi mudah dan on hand dengan smartphone.

 
 







Networking Usaha

Membangun Jejaring & Kemitraan Bagi UMKM
PT Sriboga Four Mill menggelar Sriboga Expo 2017 di JEC Yogyakarta tanggal 15, 16 dan 17 September 2017 dan mengundang para mitra Sriboga di bidang pelatihan untuk memberikan materi pada kelas-kelas yang disediakan. Mewakili EduKadin, saya memberikan materi Networking Bisnis kepada para pelaku UMKM di Yogyakarta mengenai pentingnya membangun jejaring dan bagaimana membangunnya.

Kelas Entrepreneur yang berada dalam satu lokasi expo ini memang disediakan kepada para pengunjung Expo yang ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasannya terhadap food preneur, entrepreneur dan kelas-kelas baking yang disediakan oleh Sriboga.

Sebagaimana beberapa tulisan saya beberapa waktu yang lalu, bahwa jejaring merupakan upaya yang paling efektif bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya, selain kegiatan promosi yang lain seperti iklan dan pameran. Mengapa demikian ? Karena dalam jejaring kita mendapatkan 2 hal sekaligus, yaitu informasi dan rekomendasi.
Jejaring kemitraan adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa individu atau perusahaan atau lembaga yang “terhubung” dan mampu “bekerja bersama” dalam mencapai suatu tujuan berdasarkan kesepakatan prinsip dan peran masing-masing. Jika masih dalam kondisi "terhubung", maka kami menyebutnya jejaring, sementara jika sudah "bekerja bersama" maka kami menyebutnya kemitraan.

Membangun jaringan kemitraan pada hakikatnya adalah sebuah proses membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide, informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan di antara pihak-pihak yang bermitra, yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau perjanjian kontrak tertentu guna mencapai kesuksesan bersama yang lebih besar. 

Dalam kemitraan, seluruh elemen mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya. Sinergi antar elemen menjadi kunci dalam memainkan perannya masing-masing. 

Edukasi dan Konsultasi
Bangunan kemitraan harus didasarkan pada hal-hal berikut: kesamaan perhatian (common interest) atau kepentingan, adanya sikap saling mempercayai dan saling menghormati, tujuan yang jelas dan terukur, dan kesediaan untuk berkorban baik, waktu, tenaga, maupun sumber daya yang lain.Secara umum, prinsip-prinsip kemitraan adalah persamaan atau equality, keterbukaan atau transparancy dan saling menguntungkan atau mutual benefit. 

Kemitraan digalang dengan maksud untuk memfasilitasi dan membuka akses UMKM terhadap informasi supply bahan baku, informasi & teknologi produksi, manajemen organisasi dan pemasaran, dan tidak menutup kemungkinan informasi atas akses modal dan investor. Kemitraan ini juga sangat bermanfaat sebagai sarana promosi dan sarana menciptakan daya dukung usaha. 

Kelas Networkin Usaha


Sementara itu tujuan membangun kemitraan adalah:
  • Partisipasi Bisnis, dari tidak ada peluang menjadi memiliki peluang.
  • Sinergi Bisnis, memperkuat daya saing dan kapasitas supply.
  • Akselerasi Bisnis, percepatan mencapai tujuan bisnis.

Para pelaku UMKM harus benar-benar memahami beberapa hal tersebut diatas, termasuk juga beberapa pola kerjasama seperti: inti plasma, perdagagan umum, keagenan dan distributor, modal ventura, waralaba dan sub kotrak agar mereka tahu pola mana yang akan mereka pakai dalam bermitra.

Dalam kelas pelatihan ini juga kami memberikan konsultasi bagaiamana membangun kemitraan secara cerdas dengan memanfaatkan IT dan juga jejaring asosiasi yang telah ada. Semoga materi ini bermanfaat bagi para pelaku UMKM di Yogyakarta.









Kamis, 14 September 2017

Pelatihan Pemasaran Ekspor Untuk UMKM di Balatkop Propinsi Jawa Tengah

Pelatihan Pemasaran Ekspor
Sempat bertanya-tanya ketika pada awalnya disodori jadwal oleh rekan-rekan dari Unisbank yang menggarap pelatihan ekspor untuk UMKM di Balatkop Propinsi Jawa Tengah selama seminggu penuh ini. Pertanyaan saya tentunya berkisar pada siapa audience saya dan materi apa yang mereka butuhkan dari saya.

Informasi yang disampaikan kepada saya hanyalah bahwa saya akan mengisi kelas ekspor dengan audience sekitar 30 pelaku UMKM perwakilan dari kota dan kabupaten di bidang food dan non food, dan waktu yang diberikan kepada saya adalah dari jam 7.30 sd 16.30. Waktu yang sangat panjang ini diserahkan mutlak kepada saya untuk menentukan materi pelatihan kepada UMKM.

Akhirnya kepada rekan-rekan panitia dari Unisbank saya mengajukan 4 materi yang akan saya berikan kepada pera peserta, yaitu:
  1. Perencanaan Strategi Pemasaran; dimana saya memberikan pemahaman yang cukup sederhana mengenai pemasaran dan bagaimana membuat perencanaan strategi pemasaran bagi para pelaku UMKM yang dipersiapkan untuk bisa ekspor.
  2. Membangun Brand, disini saya memberikan pemahaman awal mengenai brand sebagai sebuah persepsi yang akan dibangun oleh para pelaku UMKM dan bagaimana membangunnya sejak awal.
  3. Packaging is A Silent Salesman, yang memberikan pemahaman lengkap tentang kemasan yang baik dan strategi kemasan yang mendukung pemasaran.
  4. UKM Go EKspor, dalam materi ini kami memberikan motivasi kepada peserta bahwa ekspor bisa dilakukan dengan cara yang cukup praktis dan sederhana.
 Dan materi-materi tersebut disetujui untuk saya berikan kepada peserta pelatihan.

Ternyata dugaan saya benar, bahwa para peserta belum mendapatkan materi-materi tersebut di atas. Hal ini saya pahami dari beberapa pengalaman memberikan pembekalan ekspor kepada para pelaku UMKM dari instansi pemerintah. Setidaknya materi di atas akan sangat berguna bagi mereka untuk mempersiapkan diri untuk ekspor, meskipun dengan skala dan cara UMKM.

Banyak dialog dan interaktif dalam penyampaian materi merupakan strategi saya untuk mendengar apa yang diharapkan dari para pelaku UMKM atas apa yang mereka angankan tentang ekspor atau pemasaran pada umumnya. Tanggapan dan feeb back dari mereka merupakan data yang sangat berharga bagi saya dalam membuat beberapa program dan kegiatan di masa mendatang.

Semoga apa yang kami berikan dalam pelatihan tersebut bisa ditindaklanjuti oleh peserta untuk kemajuan dan perkembangan usahanya. Sukses !



Rabu, 13 September 2017

Hari ini Aku Belajar Komunikasi


Shireen Poyck, Senior Expert dari PUM Belanda
Selalu ada baiknya jika kita mau belajar dari berbagai sumber, dan kali ini saya mendapatkan kesempatan besar karena kedatangan senior expert dari PUM Belanda yang spesialis di marketing communication. Kebetulan lagi, Shireen (begitu dia dipanggil) akan menjadi teman satu ruangan dengan saya selama 2 minggu ini.

Tujuan dari kedatangan senior expert dari PUM adalah untuk membantu para UMKM meningkatkan kemampuan mereka dari bidang-bidang yang mereka anggap masih kurang, mulai dari produksi, manajemen, pemasaran, IT dan sebagainya. Konsultasi pendampingan mereka adalah FREE, UMKM hanya dibebani biaya akomodasi (menginap, makan siang dan transportasi dari penginapan ke lokasi) dan hal itu tentu tidak akan sebanding dengan konsultasi pendampingan yang mereka berikan kepada UMKM.

Kesempatan ini saya manfaatkan untuk belajar banyak mengenai ilmu komunikasi, terutama ilmu-ilmu terapan komunikasi dan pemahaman yang paling sederhanda dan praktis dari seorang expert seperti Shireen Poyck ini.
 
Shireen Poyck, Senior Expert in Communication
Dari banyak ilmu yang diberikan kepada saya hari ini, saya sangat tertarik dengan bagaimana melakukan "positioning" dalam komunikasi. Ada 3 hal penting dalam melakukan positioning yang harus kita pahami, yaitu:
  1. Authentic, menjadi diri kita sendiri dengan segala potensi dan kemampuan yang ada dalam diri kita.
  2. Focus, fokus kepada potensi dan kompetensi kita dan yang paling penting adalah fokus kepada audience atau pasar.
  3. Be special, menjadi spesial sehingga memperjelas perbedaan kita dengan para pesaing.
Respon dari market atau audiece menjadi satu hal yang paling penting dalam komunikasi. Bukan mengenai pendapat kita, melainkan apa pendapat audience terhadap  diri, produk dan perusahaan kita.

Shireen & Me @ Office
Lantas communication tool apa yang paling efektif untuk mendapatkan respon dari konsumen ? Ternyata justru adalah cara yang paling konvesional, yaitu berbicara langsung kepada kostomer.

Apa yang membuat positioning kita kuat ? Hal yang seolah sederhana ini ternyata justru sering terlewat, apa ? Member atau customer lah yang membuat posistioning kita kuat karena hanya kita yang tahu siapa pasar kita  Bagaimana kita tahu customer kita ? Adalah karena kita menerapkan prinsip komunuikasi yang benar.

Kami berharap besar dengan kehadiran para expert dari PUM Belanda bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM di Jawa Tengahn sehingga mereka mendapatkan edukasi dan informasi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka.






 

Senin, 11 September 2017

Memiliki Aplikasi Bisnis Sudah Bukan Barang Mewah Bagi UMKM

Image result for using computer
ISME, aplikasi bisnis murah untuk UMKM
Mendengar setiap hari bahwa UMKM tidak bisa bankable karena tidak memiliki pencatatan keuangan yang rapi dan baik memotivasi kami untuk selalu mencari mitra kerja yang mampu mengerjakan bagian ini. Mitra kerja yang mampu membuat aplikasi program yang murah bagi UMKM tetapi tetap mampu menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi usaha.

Apapun skalanya sebuah organisasi usaha harus dikelola yang rapi baik secara struktur maupun manajemen pengelolaannya. Indikator sebuah usaha yang profesional adalah laporan keuangan yang yang baik yang mampu menggambarkan keseluruhan kinerja usaha. Hal ini harus disadari benar oleh para pelaku UMKM, apalagi ketika mereka harus berhadapan dengan perbankan dalam pengajuan kredit usaha atau berhadapan dengan investor untuk pengajuan investasi usaha.

Dengan kata lain UMKM harus mampu membuat laporan kinerja usaha yang profesional dan mudah dipahami oleh pihak-pihak yang terkait. Jika hal itu bisa dilakukan oleh seorang karyawan ahli, maka untuk perusahaan skala UMKM menyewa seorang karyawan yang ahli merupakan tantangan yang cukup berat maka solusinya adalah memperlengkapi mereka dengan sebuah applikasi yang murah dan mudah dioperasikan oleh karyawan biasa.

Memahmi hal ini, kami mencoba menggandeng sebuah perusahaan IT lokal dari Semarang yaitu SIBA System untuk mengembangkan applikasi murah tersebut yang kami sebut sebagai ISME. Penjelasan mengenai program ini bisa dilihat dalam informasi berikut:








Semoga applikasi ini bisa bermanfaat untuk membuat UMKM di Jawa Tengah ini naik kelas menjadi perusahaan yang memiiki kinerja usaha yang profesional.