Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Jumat, 11 Januari 2019

Menentukan Media Promosi Brand

Menentukan Media Promosi Brand

Sebuah tulisan dari Adi Kurniawan Yusup, S.E. (Senior Business Analyst, SLC MARKETING, INC.) di bawah ini akan memberikan gambaran betapa pentingnya para pelaku UMKM untuk memahami media promosi yang akan mereka pilih dalam melakukan promosi yang efektif.
 
Menentukan Media Promosi dengan CDI dan BDI.

“Menurut saya, promosi perusahaan ini melalui koran lebih efektif”, ujar salah seorang karyawan perusahaan di divisi pemasaran. “Saya tidak setuju, menurut saya, promosi perusahaan melalui pameran lebih efektif dan cocok bagi perusahaan”, timpal dari karyawan lainnya. Menentukan media promosi yang paling tepat, kerap kali menjadi permasalahan tersendiri di suatu perusahaan. Mengapa? Karena promosi memiliki keterkaitan dengan penjualan. Secara umum, penggunaan media promosi yang tepat akan membuat produk perusahaan semakin dikenal dan memberikan dampak positif bagi penjualan.

Seringkali, media promosi yang digunakan oleh suatu perusahaan bukan hanya terdiri dari satu jenis melainkan beberapa jenis. Contohnya: Cleo yang memiliki positioning di pasar sebagai air murni, melakukan promosi bukan hanya melalui media massa (televisi dan billboard) melainkan juga melalui event–event bazzar yang diselenggarakan. Apa tujuannya? Tujuannya agar perusahaan dapat menjangkau setiap orang yang menjadi target pasarnya karena satu media saja belum tentu dapat memberikan dampak tersebut.

Untuk menentukan media promosi apa yang paling tepat, suatu perusahaan perlu memiliki perencanaan media. Perencanaan media adalah suatu proses untuk mengambil keputusan media manakah yang cocok dengan tipe bisnis dan kondisi perusahaan saat ini. Sebelum menentukan media mana yang akan digunakan, perusahaan perlu mengetahui bagaimana kondisi penjualan produk perusahaan tersebut di suatu wilayah agar perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memilih media komunikasi yang digunakan. Metriks yang digunakan untuk menganalisa hal tersebut adalah Category Development Index (CDI) dan Brand Development Index (BDI).

Category Development Index (CDI) adalah suatu indikator angka tingkat konsumsi relatif pada suatu wilayah pasar dari suatu kategori produk tertentu. CDI dapat dirumuskan sebagai berikut:

Contoh: Suatu negara memiliki tingkat konsumsi susu olahan sebanyak 10 juta liter susu olahan per tahun dan jumlah rumah tangga di negara itu adalah sebanyak 50 juta. Apabila total konsumsi susu olahan di provinsi Jawa Timur sebesar 1 juta liter susu per tahun dan jumlah rumah tangga di provinsi Jawa Timur sebesar 20 juta maka nilai CDI-nya adalah (1 juta : 10 juta dibagi 20 juta : 50 juta) dikali 100 yaitu 25. Nilai CDI ini menandakan bahwa rata-rata rumah tangga di provinsi Jawa Timur mengonsumsi susu 25% dari konsumsi rata-rata nasional.

Brand Development Index (BDI) adalah suatu indikator angka dari perkembangan suatu merek tertentu pada suatu pasar relatif terhadap pasar lainnya dimana merek itu dijual. BDI merupakan perbandingan antara penjualan suatu merek di suatu wilayah dibanding penjualan keseluruhan dan populasi di suatu wilayah dibanding populasi keseluruhan.

Contoh: Penjualan Produk Merek X di Surabaya sebesar 5 juta rupiah. Total penjualan di Indonesia sebesar 500 juta rupiah. Total populasi Surabaya adalah 10 juta penduduk dan total populasi Indonesia adalah 200 juta penduduk. Nilai BDI dapat dihitung sebagai berikut: (5 juta : 500 juta) dibagi dengan (10 juta : 200 juta) dikali 100 yaitu 20. Nilai BDI yang rendah menandakan bahwa promosi yang dilakukan saat ini masih belum efektif baik dapat disebabkan oleh internal seperti: kualitas tenaga pemasaran maupun eksternal yaitu: tingkat kompetisi yang tinggi.

Setelah mengetahui tingkat CDI dan BDI, perusahaan dapat menentukan strategi promosi untuk produk yang dijual. Perusahaan biasanya melakukan promosi secara gencar untuk kategori produk yang memiliki nilai CDI dan BDI yang tinggi (lebih dari 100). Media promosi yang digunakan biasanya adalah promosi Above The Line (media massa). Untuk kategori produk yang memiliki nilai CDI dan BDI yang rendah (kurang dari 100), perusahaan tetap menggunakan media massa hanya untuk menimbulkan brand awareness namun promosi Through The Line (sosial media, website) dan Below The Line (mengikuti event, personal selling) lebih diutamakan. Setelah mengetahui media promosi yang tepat, perusahaan tentunya wajib menghitung kembali biaya promosi yang akan dikeluarkan dengan beracuan pada anggaran promosi yang telah ditetapkan lalu membuat konten promosi yang menarik sesuai dengan target market yang dituju. (Adi Kurniawan Yusup, S.E.)
 
Menentukan Mdia Promosi Brand yang Tepat.
 
Apa yang ditulis oleh Adi Kurniawan Yusuf, SE di atas memberikan gambaran bahwa sebelum melakukan upaya promosi apalagi promosi yang berbayar, kita perlu memiliki suatu metode analisa yang menjadi dasar pengambilan keputusan kita terhadap pemilihan media promosi yang akan kita lakukan. Semua itu dilakukan agar setiap pengeluaran anggaran promosi kita terukur dan efektif.

Saat ini media konvensional telah tergantikan oleh dominasi media sosial dan media online yang  mulai sedikit banyak juga telah digeser oleh media sosial. Dominasi facebook dan instagram harus menjadi pertimbangan dalam melakukan promosi selain juga media yang digelar oleh pesaing facebook, yaitu Google dan group medianya seperti Google + dan YouTube. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun trend menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

Kita tidak akan membahas promosi melalui media sosial yang tidak berbayar, melainkan promosi melalui media sosial yang berbayar seperti face book ads dan google adwork. Kedua provider promosi tersebut benar-benar telah memudahkan kita untuk melakukan promosi dengan sangat efisien dan efektif karena kita bisa menentukan segmen pasar kita dan sekaligus target pasar kita, bahkan disesuaikan dengan budget kita.

Pemahaman kita terhadap segmentasi pasar, target pasar dan posisitioining adalah sebuah keharusan, memahami CDI dan BDI di atas juga sangatlah penting agar semua upaya promosi kita tetap terukur.

Ketika media yang tersedia saat ini sangat memudahkan kita, bukan berarti kita justru bisa trial and error melainkan harus berpikir lebih optimal bagaiman dengan biaya yang minimal kita bisa mendapatkan hasil yang sangat maksimal. Pemahaman mengenai product knowledge dan positioning akan membantu kita dalam membangun pesan promosi yang tepat bagi target market. Format pesan yang berupa audio visual saat ini menjadi dominan baik di facebook maupun di instagram, bahkan di media sosial yang lain.

Ketika kita sudah siap dengan materi atau pesan promosi maka pemilihan media promosi yang tepat akan banyak membantu efektivitas pemasaran dan penjualan. Sukses!
 
 

Kamis, 10 Januari 2019

Perbedaan Distributor, Supplier, Agen, Reseller dan Drop Shiper.

Perbedaan Distributor, Supplier, Agen, Reseller dan Drop Shiper.
Sekilas memang topik tulisan ini memang sangat sederhana, terutama bagi yang telah memahaminya, namun di kalangan pemula usaha dan para pelaku UMKM, hal-hal seperti distributor, Supplier, Agen, Reseller dan Drop Shiper sering kali tertukar dan menimbulkan kerancuan. Oleh sebab itu tulisan ringan ini kami kemukakan agar bisa menjadi bacaan bagi teman-teman pemula usaha dan pelaku UMKM.
Pemahaman yang keliru dalam bisnis bisa menjadi kesalahpahaman yang seharusnya tidak perlu terjadi, apalagi jika kesalahpahaman ini bisa mengakibatkan kita harus kehilangan mitra, relasi dan juga customer. Oleh sebab itu harus dipahami benar arti dari setiap istilah tersebut di atas:

Pengertian Distributor, Suplier, Agen, Reseller dan Dropshiper.


Ketika ditanya mengenai pengertian distributor dan istilah lainnya, ada cukup banyak pemula usaha dan pelaku UMKM yang keliru dan bahkan ada yang belum tahu. Ada yang menganggap reseller adalah dropshipper, atau menganggap suplier itu sama saja dengan agen dan distributor.

Agar hal sepele seperti ini tidak terjadi lagi, definisi singkat mengenai istilah diatas kiranya bisa membantu.

1. Distributor Membeli dari Produsen.

Pengertian distributor adalah pihak yang yang membeli produk secara langsung dari produsen dan menjualnya kembali ke retail/ toko dan bisa juga lansung ke end user. Jadi, distributor ini hanya mengambil produk yang sudah jadi dan siap digunakan tanpa perlu memodifikasinya.

Distributor adalah rantai pertama setelah produsen. Bisa dalam bentuk perseorangan atau perusahaan yang membeli produk langsung dari produsen secara langsung dengan jumlah yang sangat besar.

Tidak sedikit banyak distributor yang mengambil barang tidak hanya di satu produsen saja, tapi dari banyak produsen. Soal harga tentu saja jauh lebih murah karena langsung dalam partai besar. 
Distributor mendapat banyak keuntungan dari potongan harga pembelian produk dari produsen. Semakin banyak produk yang dibeli dari produsen, maka potongan harga produk akan semakin besar.

2. Suplier adalah Pendukung Kegiatan Usaha.

Berbeda dengan pengertian distributor tadi, suplier merupakan seorang pendukung kegiatan usaha yang menjual barang secara kontinyu untuk kegiatan produksi. Umumnya mereka menujualnya dalam bentuk barang mentah, misalnya suplier kertas, suplier besi, suplier bahan makanan, dan seterusnya. Tidak sedikit juga ada suplier yang menjual barang pada distributor.

3. Agen adalah Perantara.

Setelah distributor nantinya akan ada agen yang nanti akan menjual barang ke toko retail. Mereka lebih berfungsi sebagai perantara antara distributor dan retailer. Kapasitas barang biasanya juga lebih kecil dan pendapatan mereka biasanya dari komisi penjualan atau selisih harga yang dibeli di distributor dan harga yang dipatok ke retailer.

4. Reseller Langsung ke Konsumen.

Nah, di bagian paling akhir adalah reseller yang nanti akan menjual barang langsung ke konsumen. Reseller ini sedikit mirip dengan agen. Mereka membeli barang tersebut dan menjual langsung ke konsumen.

Biasanya reseller membeli barang dari produsen dengan harga yang lebih murah dengan jumlah tertentu. Selanjutnya, reseller akan menjual langsung ke konsumen dengan mengambil untung dari selisih harga. Pihak reseller membutuhkan ruang/ tempat untuk menyimpan barang yang akan dijual.

5. Dropshipper Berbeda dengan Reseller.

Bedanya kalau reseller barang fisiknya ada, tapi kalau dropshiper menjual barang atau produk tertentu tanpa memiliki barang secara real. Mereka lebih menjual informasi tentang produknya dan ketika nanti ada yang beli, mereka akan menghubungi pusat tempat mereka menjual informasi produk tersebut.

Umumnya dropsipper ini dijalankan secara online dengan modal menggunakan marketplace atau memakai website sendiri. Cara ini dinilai sangat efektif dan murah. Keduanya juga sama-sama untung. Satu pihak produknya cepat laku, dipihak dropshipper juga bisa menghasilkan uang dengan cara cukup menjual informasinya.

Mengapa 5 Hal Di Atas Dianggap Sangat Penting?

Kunci kesuksesan sebuah bisnis adalah dari sisi marketingnya. Seberapa bagus produk Anda, kalau tidak aktif mencari jalan menjemput bola rasanya mustahil. Kuncinya agar uang cepat berputar adalah dengan melakukan strategi pemasaran secepat mungkin.

Cobalah untuk melakukan beberapa langkah berikut ini:

1. Membuat Rantai Distributor

Buatlah rantai distributor sebanyak mungkin supaya jangkauan pemasaran produk lebih luas. Anda bisa membuat iklan peluang usaha dengan tawaran sebagai seorang distributor. Tawarkan harga yang menarik. Kalau menurut penulis sendiri, keuntungan sedikit (asal masih masuk akal dan bisa untuk diputar lagi) jauh lebih baik tapi yang beli banyak.

Ketimbang menaikan harga sedikit lebih bersaing kemudian Anda harus gigit jari menunggu distributor membantu menyebarkan produk Anda.

2. Harga Bersaing Membuka Peluang Repeat Order

Bila Anda seorang produsen, jangan sampai menaikan harga dengan angka yang keterlaluan. Bisa-bisa produk Anda bisa dikalahkan pesaing di luar sana dengan harga yang jauh lebih murah. Ingat, harga dari Anda nanti masih akan mengalami kenaikan setelah dijual ke rantai berikutnya. Berikan harga yang bersahabat supaya terjadi repeat order.

Dalam memberikan patokan harga, pastikan segalanya juga sudah dianalisa dengan baik seperti inflasi dan resiko kerusakan produk. Jadi kedepannya Anda masih bisa menekan kerugian.

3. Kuncinya Bagaimana Caranya Agar Produk Cepat Berputar


Sebagai seorang produsen, kendala utama adalah bagaimana membuat produk cepat berputar. Anda bisa membuka berbagai macam penawaran mulai dari membuka sistem dropshipper, membuka affiliate dan lainnya supaya produk cepat sampai ke tangan konsumen.

Yang Perlu Dipersiapkan Oleh Pelaku UMKM


Setelah mengetahui arti masing-masing istilah tersebut di atas, makan para pelaku UMKM harus mulai mempersiapkan produknya, mulai dari kualitas yang konsisten dengan adanya sistem baku produksi yang baik, adanya quality control yang akan menjadi jaminan konsistensi kualiatas produk, pengembangan kapasitas produksi dengan teknologi yang lebih efisien, legalitas yang lengkap yang menjamin bahwa produk yang diproduksi dan diedarkan adalah produk yang legal dan memiliki ijin yang lengkap.

Pelaku UMKM pun harus bisa membuat price list produk yang telah mengakomodasikan harga jual publish, harga toko, harga distributor dan harga ex pabrik. Dalam kaitannya dengan distribusi produk, pelaku UMKM juga dituntut untuk memilki packaging distribusi (carton box) yang akan melindungi produk saat dalam transportasi maupun dalam penyimpanan.

Demikian apa yang bisa kami sharing hari ini, semoga bermanfaat terutama bagi pelaku UMKM yang belum memahaminya. Sukses!

Rabu, 09 Januari 2019

Fokus Bukan Hanya Sekedar Konsentrasi Pada Satu Hal.

Fokus bukan hanya sekedar konsentrasi pada satu hal, melainkan melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
Ada satu pengalaman yang ingin kami bagikan kepada teman-teman pelaku UMKM terkait dengan ajakan untuk fokus yang sering diajarkan oleh teman-teman motivator, bahwa fokus bukan hanya sekedar konsentrasi pada satu hal melainkan mengerjakan hal tersebut dari awal hingga akhir.

Dalam pendampingan UMKM selama ini memang hal yang paling mencolok menjadi permasalahan para pelaku UMKM adalah fokus pada bisnis yang digelutinya. Istilah mencoba-coba seringkali menjadi alasan mereka memiliki sebuah usaha, sehingga membuat mereka tidak pernah all out dalam mengerjakan bisnis tersebut. Dengan tidak all out pada bisins tersebut maka hasil usaha mereka pun kurang maksimal pada akhirnya dan mendorong mereka untuk mencoba bisnis lainnya lagi.

Ketika kami coba untuk berdialog dengan para pelaku UMKM yang seperti tersebut di atas, kebanyakan mereka memang belum secara detail memahami bisnis yang mereka geluti saat ini, Mereka mencoba dengan harapan mereka akan melakukan learning by doing namun ternyata ketangguhan mereka tidak cukup untuk tetap bertahan ketika pelajaran belum selesai. Mereka putus di tengah jalan.

Meskipun dari rekan-rekan motivator telah mencoba memberikan arahan dan cara untuk melakukan fokus, namun hasilnya belum maksimal sampai akhirnya kami pun mencoba untuk membedah hal sederhana ini. 

Memahami satu hal ternyata mengandung arti bahwa kita harus paham bisnis ini sampai detail sebelum kita memulai sebuah usaha. Literasi dan referensi perlu kita koleksi sebanyak banyaknya untuk mendukung impian-impian bisnis yang kita sebut dengan visi. Kemampuan menuangkan business plan adalah indikasi bahwa pelaku usaha memahami bisnis tersebut secara teori. Dan business plan tersebut merupakan alat atau tool bagi pelaku usaha untuk membantu mereka fokus pada hal yang telah mereka rencanakan.

Nah, arti selanjutnya dari fokus ternyata adalah dari sisi prakteknya yaitu melakukan bisnis tersebut dari awal sampai akhir. Dengan melakukan bisnis dari awal sampai akhir memberikan pelajaran yang sesungguhnya bahwa bisnis bukanlah hanya selembar business plan, melainkan sebuah action plan yang nyata yang melibatkan pemikiran, intuisi dan insting dalam setiap pengambilan keputusan. Keberanian dalam mengambil sebuah resiko dari waktu ke waktu adalah sebuah pengalaman yang akan terus terasah dan menjadi bekal yang sesungguhkan dalam menjalani bisnis ini. 

Mengapa harus dari awal sampai akhir? Sebuah portofolio bisnis harus dimiliki oleh seoran pelaku usaha sebelum disebut bahwa mereka telah memiliki panduan lengkap (secara praktek) dalam menjalani bisnis tersebut. Hal-hal pengambilan strategi dan taktik adalah pengalaman penting dalam portofolio tersebut. Inilah harta yang termahal dalam esensi sebuah bisnis dan harus dipahami benar oleh para pelaku UMKM. Sukses!


 
 

Selasa, 08 Januari 2019

Sekilas Memahami Sosial Media.

Sekilas Memahami Social Media
Sosial media menjadi media yang sangat dominan saat ini, bahkan keberadaannya mampu menggeser media-media informasi yang lain. Kekuatan inti dari sosial media adalah keinginan untuk sharing apa yang kita lakukan, siapa kita, informasi tempat, pendapat kita, ekspresi kita dan sebagainya. 

Ada berbagai sosial media yang kita ikuti, namun seringkali kita sendiri tidak memahami karakter sosial media tersebut dan apa peruntukannya sehingga pemanfaatan sosial media tersebut untuk bisnis kita kurang maksimal. Pada kesempatan ini kita ingin mencoba membuat ulasan tentang sosial media dan karakter-nya masing-masing.

Twitter - Atau yang biasa disebut dengan kicauan. Dan sesuai dengan namanya social media ini dipakai untuk mengirimkan berita singkat mengenai aktivitas kita saat ini. Pemanfaatan hashtag memberikan efek penyebaran informasi sesuai dengan key word yang di-tag. 

Facebook - Adalah sosial media yang saat ini paling banyak dipakai karena banyaknya kemudahan untuk mendukung bisnis. Facebook lebih menekankan kepada siapa subyek yang membuat posting atau status, atau menunjukkan identitas pembuat status. Dengan demikian facebook organik (tanpa facebook ad) akan lebih efektif jika si pemilik akun cukup kuat personal brand-nya.

Instagram - Adalah sosial yang menggambarkan ekspresi atau moment dan suasana melalui foto dan video. Sosial media ini sangat digemari di Indonesia saat ini karena bisa menjadi media promosi yang paling efektif. Tampilan visual foto dan video yang menarik dan caption yang menarik dan emosional mampu menarik ketertarikan dari pembaca. Kemudahan dalam akses jejaring juga menjadi salah satu sebab mengapa instagram (IG) sangat diminati.

Foursquare - Adalah sosial media yang menunjukan lokasi tempat dimana kita beraktivitas. Hal ini akan memudahkan calon menemukan lokasi yang kita maksudkan.

You Tube  - Adalah sosial media yang memungkinkan kita memberikan edukasi atau menunjukkan proses suatu kegiatan dalam format video. Format audio visual memudahkan pembaca untuk memahami konten yang ditampilkan dalam sosial media ini.

LinkedIn  - Sosial media ini memang didesain untuk para profesional menunjukkan kemampuan atau ketrampilannya dalam suatu bidang. Ruang yang disediakan pun mengarah kepada para profesional untuk mengekpresikan keahliannya kepada para pengguna yang lain. Sosial media ini memang tampil lebih "serius" dalam mengekpresikan profesi dan pekerjaan kita.

Pinterest - Sosial media ini kurang begitu popular di Indonesia, namun lebih popular di USA dan Eropa. Digunakan untuk mengekspresikan kreativitas para penggunanya. Jika memang produk kita diarahkan untuk pasar di luar negeri maka bermain dengan Pinterest cukup menguntungkan, tentukan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris.

Meskipun ada banyak sosial media yang lain seperti Pandora yang didominasi music, Groupun yang dominasi promosi harga terbaik dan sebagainya, namun sosial media - sosial media yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah seperti yang tertulis di atas.

Dengan memahami karakter dan desain dari sosial media tersebut, maka para pelaku UMKM bisa memanfaatkannya sesuai dengan tujuan dan konten masing-masing agar sesuai dengan target hasil yang diinginkan. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, meskipun tidak lengkapSukses!