Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Rabu, 17 April 2019

Konsultasi Bisnis UMKM Bagi Pelanggan Suara Merdeka.

Konsultasi Bisnis UMKM Bagi Pelanggan Suara Merdeka.
Hal paling penting yang dibutuhkan oleh UMKM adalah tempat untuk bertanya dan mencari solusi atas permasalahan usaha mereka. Fasilitas semacam ini yang harus banyak dipertimbangkan oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan yang peduli dengan program pengembangan UMKM di Indonesia.

Harian Suara Merdeka dalam kepeduliannya terhadap pembinaan UMKM di Jawa Tengah membuka Klinik Bisnis UMKM di Departemen Sirkulasi Suara Merdeka, di Jl Merak No 11a, Purwodinatan (Kota Lama) Semarang. Klinik ini gratis diberikan kepada para pelaku UMKM yang merupakan pelanggan Suara Merdeka dengan menunjukkan bukti berupa kwitansi pembayaran koran Suara Merdeka. Untuk para pelaku UMKM yang belum menjadi pelanggan, bisa dimulai dengan berlangganan koran Suara Merdeka minimal 3 bulan ke depan.

Klinik Bisnis UMKM ini sudah mulai dimanfaatkan oleh beberapa UMKM kota Semarang, bahkan dari luar kota pun sudah ada yang berkunjung ke Klinik Bisnis ini karena tempatnya di depan Stasiun Tawang Semarang. Klinik ini buka setiap hari Selasa dan Jumat mulai dari jam 09.00 sd 16.00, dengan fokus utama membantu permasalahan pemasaran produk UMKM.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian harian Suara Merdeka kepada pembinaan UMKM di Jawa Tengah dan diharapkan bisa menjadi tujuan konsultasi UMKM di kota Semarang. Sukses!






Senin, 15 April 2019

Boomerang, Membangun Pasar Komunitas.

Boomerang, Membangun Pasar Komunitas.
Konsultasi UMKM hari ini mendapatkan tamu dari UMKM produsen Boomerang, Harpa Boomerang. Harpa sendiri merupakan singkatan dari Haryo Pangarso, atau nama si pelaku UMKM tersebut (gambar paling kanan). Pada konsultasi ini, Mas Haryo Pangarso banyak bertanya mengenai konsep-konsep kreatif dalam pengembangan pasar komunitas boomerang di Jawa Tengah.

Sebenarnya boomerang sendiri tidak sepenuhnya berasal dari Australia, karena pada jaman penjajahan HIndia Belanda ditemukan bukti bahwa di Indonesia (Sulawesi) ditemukan boomerang juga, dari bahan bambu. Jika saat ini di Semarang dan sekitarnya mulai muncul komuniitas-komunitas olah raga boomerang maka hal itulah yang dikendaki oleh Mas Haryo Pangarso dan beberapa pengrajin boomerang yang lain.

Ada beberapa pengrajin seperti Mas Haryo Pangarso di kota Semarang sampai dengan Salatiga dan mereka semua sedang berjuang untuk mengembangkan gerakan masyakarakat untuk olah raga boomerang. Sudah mulai bermunculan komunitas-komunitas olah raga boomerang di kota Semarang dan Salatiga.

Untuk jenis-jenis boomerang sendir terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
  • Boomerang EDUKASI, adalah jenis boomerang yang diperuntukkan untuk para pemula, biasanya berbahan baku kerja, fiber maupun karet. Bahkan saat ini Mas Haryo Pangarso telah mengembangkan bahan baku plastik recycle untuk jenis boomerang ini. Dengan jensi bahan baku yang ringan dan lentur ini maka boomerang edukasi tidak berbahaya bagi penggunannya.
  • Boomerang KOMPETISI, adalah jenis boomerang yang diperuntukkan untuk kompetisi (pertandingan) sehingga penggunanya adalah pengguna yang telah mahir. Bahan yang digunan bisa bermacam-macam, tetapi lebih banyak merupakan komposit dari fiber dan karet.
  • Boomerang KOLEKSI, adalah jenis boomerang yang diperuntukkan untuk koleksi. Boomerang ini biasanya dihiasi dengan lukisan yang tematik atau sesuai pesanan, berbahan kayu asli yang memang sudah bengkok. Harganya pun cukup mahal untuk boomerang jenis ini.

Selain untuk alat olah raga atau hobby, boomerang merupakan media lukis yang sangat menarik. Produk-produk dari Harpa Boomerang sangat bervariasi, baik dari sisi bentuk maupun lukisannya. Ada yang berbentuk palu, wayang, hewan atau apapun, karena banyak sekali yang bisa dibuat boomerang.

Boomerang jenis EDUKASI bisa dijadikan alat permainan bagi anak-anak, dan sudah mulai digemari di pasaran. Boomerang jenis inipun mulai dilirik oleh Ibu-Ibu rumah tangga yang tidak hanya ingin keluar rumah hanya untuk jalan-jalan, melainkan untuk bermain dengan anak-anak maupun teman-teman komunitas.

Beberapa perguruan tinggi yang memiliki fakultas olah raga mulai menggandeng produsen dan komunitas untuk mengembangkan olah raga baru, lempar boomerang. Penguasaan teknik melempar, arah angin dan wawasan atas jarak dan lintasan akan banyak membantu atlet lempar boomerang menjadi mahir. Pasar perguruan tinggi inilah yang saat ini diincar oleh Harpa Boomerang untuk menyebarluaskan hobby lembar boomerang di masyarakat.

Untuk boomerang KOLEKSI, dibutuhkan kreativitas yang tinggi untuk membuat produk boomerang Semarang bisa menembus pasar ekspor. Beberapa produsen boomerang di Salatiga bahkan sudah ekspor ke Australia. Di Australia yang dikenal sebagai asal boomerang justru tidak banyak produsen boomerang. 

Perjuangan Mas Haryo Pangarso untuk tembus pasar ekspor boomerang akan kami dampingi, pasti butuh waktu yang tidak singkat namun dengan semangat yang tinggi, kami yakin boomerang lokal ini bisa mulai digemari di pasar lokal maupun ekspor. Sukses!







Sabtu, 13 April 2019

Pembina UMKM dan Media Promosi.

Pembina UMKM dan Media Promosi.
Setelah anda latih dan anda bina lantas mereka anda apakan lagi? Pertanyaan ini pasti akan selalu menggelitik para pembina UMKM saat bertemu dengan para CEO perusahaan besar ketika mempresentasikan program pembinaan UMKM yang diyakininya.

Para CEO ini adalah orang-orang yang mampu berpikir secara komprehensif ketika meliha program-pogram pembinaan UMKM yang kita sodorkan, apakah program tersebut hanya memberikan solusi di satu permasalahan atau bahkan mampu memberikan solusi yang bersifat kontinyu dan komprehensif. Misalnya ketika produk sudah bagus lantas mau diapakan? Setelah kemasan bagus lantas mau diapakan? Setelah legalitas lengkap lantas mau diapakan? Dan seterusnya.

One stop shopping, itulah yang mereka harapkan dari para konsultan pembina UMKM. Mereka melatih, membina dan mendampingi serta selanjutnya mempromosikan UMKM yang telah lolos seleksi. Melalui apa? Tentunya melaluai media yang harus dibangun oleh konsultan pembinan UMKM tersebut, bisa melalui blog atau website, sosial media atau kombinasi keduanya.

Hal ini yang sepenuhnya saya sadari sejak awal sebelum mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. Saya telah merintis blog RumahUMKM.Net yang cukup mampu untuk mempromosikan keberadaan produk dan bisnis UMKM saya disamping sosial media seperti facebook, instagram dan linkedin yang saya gunakan untuk memberikan support SEO kepada blog RumahUMKM.Net.

Menggapa Harus Memiliki Media Sendiri?

Pada akhirnya nanti, blog atau website yang ada di sekitar anda tidaklah gratis ketika anda ingin meminta bantuan untuk mempromosikan UMKM anda, Blogger adalah sebuah profesi dan mereka mencari makan dari sini, sehingga sangatlah wajar jika mereka juga bersikap profesional dan komersial kepada anda.

Dalam sosial media, anda harus memegang peranan penting sebagai influencer bukan hanya sekedar follower. Audience anda harus mempercayai anda terlebih dahulu sebelum anda mempromosikan UMKM anda. Konten yang anda sampaikan harus terpercaya, terukur dan dibutuhkan oleh audience anda.

Selain itu anda juga perlu membuat group, bukan sekedar ikut dalam group, melainkan anda sebagai pemegang kendali dalam group tersebut agar pesan-pesan anda didengar oleh para anggota group. 

Media-media tersebut di atas sebaiknya dimiliki oleh seorang konsultan UMKM agar memudahkan dalam upaya menaikkan taraf (kelas) UMKM binaannya. Memiliki media bisa dikatakan memiliki power untuk mengangkat UMKM-UMKM yang ada dalam binaannya ke kelas yang lebih tinggi.

Bisa dikatakan memberikan materi pembekalan, melatih dan membina UMKM saja sekarang tidak cukup, mereka butuh dipromosikan dan mereka butuh didampingi masuk ke pasar yang tepat untuk mereka. Dengan memiliki media dan sosial media sendiri maka banyak keterbatasan-keterbatasan yang bisa dilanggar untuk melakukan percepatan UMKM naik kelas. Tanpa itu semua, semua hanya akan berkutat lama dalam sebuah kubangan besar bernama pembinaan UMKM. Sukses!

Jumat, 12 April 2019

Sambal Pecel Bu Kaji, dari Warung Pecel ke Sambal Pecel Kemasan.


Sambal Pecel Bu Kaji, dari Warung Pecel ke Sambal Pecel Kemasan.
Bisa dikatakan bahwa Mbak Siti Umayah adalah tipikal pelaku UMKM yang ulet dan selalu semangat untuk belajar. Dari mulai dengan warung pecel sampai dengan membuat sambel pecel kemasan bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh para pengusaha warung pecel, namun Mbak Maya, begitu panggilannya, mampu membuktikan bahwa produk sambel pecel kemasan Bu Kaji mampu menjadi juara pada tingkat kota Semarang.

Masalah rasa, sudah pasti bisa diperhitungkan, selain kegigihannya untuk mampu mengemas produknya ke dalam kemasan modern yang berupa kaleng mika. Meskipun belum mampu bertahan selama 1 tahun, namun dengan bahan-bahan yang masih alami produk sambel pecel kemasan Bu Kaji sudah mampu bertahan selama 3 bulan sehingga mampu diserap oleh para reseller online yang butuh produk unik yang khas dan berkualitas.

Mengikuti perubahan-perubahan kemasan yang dilakukan oleh Sambel Bu Kaji, saya sangat tertarik dengan kemasan kaleng mika tersebut di atas. Lebih praktis dan lebih menarik meskipun saya tidak mengatakan bahwa kemasan yang sebelumnya tidak menarik.




Upaya mendatang dari Sambel Bu Kaji adalah memperpanjang masa kedaluwarsa produknya dengan teknologi yang lebih baik, meskipun selama ini pelanggannya tidak pernah komplain dengan masa kedaluwarsa yang masih antara 3-5 bulan. Para pelanggan ini justru menginginkan produk yang segar, yang fresh from the oven. 

Upaya membuat sambel pecel tersebut dalam wujud powder juga akan dilakukan agar produknya memiliki peluang dan jangkauan yang lebih luas, seperti masuk ke pasar modern atau pasar online.

Tanpa disadari oleh Mbak Maya, bahwa sebenarnya produk sambel pecel ini memiliki peluang untuk ekspor namun biarlah Mbak Maya fokus terlebih dahulu dengan peningkatan teknologi dan peningkatan kapasitas, tidak perlu pusing memikirkan ekspor terlebih dahulu. Suskes!


Wingko "O", Keberanian UMKM dalan Investasi Kemasan.

Wingko "O", Keberanian UMKM dalam Investasi Kemasan.
Visitasi UMKM dalam rangka seleksi UKM Pangan Award 2019 telah dimulai pada tanggal 12 April 2019, dengan tujuan Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. Ada hal yang menarik ketika kami bertemu dengan peserta dari Kota Semarang, yaitu Wingko "O" yang ternyata baru memulai usaha 10 bulan yang lalu.

Apa yang menarik? Tentunya adalah keberaniaannya dalam desain kemasan yang berbeda dari wingko-wingko yang ada sebelumnya, yang bisa dikatakan sebagai pesaingnya. Novianto Dedy, atau akrab dipanggil Dedy mengambil keberanian ini karena memang persaingan produk wingko yang merupakan makanan khas Semarang sangat ketat, bahkan luar biasa ketat. Selain rasa, kemasan harus mampu membuat calon pelanggan berpaling kepada produknya. 

Terbukti bahwa dengan kemasan yang sangat menarik dengan konsep oleh-oleh ini mampu menstimulasi pembelian dari pelanggannya. Konsep oleh-oleh dipilih oleh Dedy karena memang produk wingkon babat hanya bisa bertahan sampai dengan 5 hari, selain memang sudah dikenal sebagai oleh-oleh dari kota Semarang.

Desain kemasan dari Wingko "O" sudah sangat ramah dengan penjualan online, meskipun pelakunya sendiri belum fokus dengan penjualan online karena penjualan offline-nya sendiri sudah mampu menghabiskan kapasitas produksinya.

Produk & Kemasan Adalah Yang Utama.

Dalam kaitannya dengan pemasaran produk, cita rasa produk dan kemasan menjadi sangat penting dan selalu kami ingatkan kepada para pelaku UMKM. Kemasan adalah kekuatan yang mampu memalingkan pandangan pelanggan kepada produk anda, sementara cita rasa adalah kekuatan yang akan membawa pelanggan kembali kepada produk anda.

Kedua kekuatan ini harus menjadi kebutuhan dasar dari para pelaku UMKM agar tidak selalu merengek dibantu pemasarannya oleh pemerintah maupun asosiasi usaha. Terkait hal ini perlu juga adanya pembinaan dan pelatihan desain kemasan dari bilik-bilik desain dan perusahaan percetakan yang nantinya akan melayani para pelaku UMKM. Jika perlu dilakukan kontes desain kemasan bagi bilik-bilik kemasan agar mereka juga terus mengeksplorasi kemampuan dan pengalaman desain kemasan mereka.

Selain daripada produk (legalitas dan kualitas) serta kemasan produk, kinerja pengelolaan manajemen, kinerja pengelolaan keuangan, kinerja produksi dan kinerja pemasaran menjadi perhatian daripada kami ketika menilai usaha dari para pelaku UMKM. Produk dan kemasan adalah level mendasar yang harus dipahami oleh UMKM, sementara kinerja pengelolaan usaha (manajemen) adalah level berikutnya.

Pastinya di level usaha mikro dan kecil, masalah kinerja manajemen selalu menjadi sorotan namun dengan pengarahan dan pembinaan saat penjurian kami berharap mereka mampu merekam dan memahami apa yang akan mereka lakukan di masa mendatang. 

Pada kesempatan lain, kami berharap menemukan UMKM-UMKM yang kreatif yang mampu membuat team juri antusias untuk menggali konsep dan mindset bisnisnya. Keberhasilan bisnis dimulai dari kreativitas, mental dan mindset yang di atas rata-rata kebanyakan orang. Masih akan ada beberapa kota dan kabupaten yang akan kami visitasi, masih akan ada kejutan lain di luar sana. Sukses!





Rabu, 10 April 2019

Mencoba Lebih Kreatif.

Mencoba Lebih Kreatif.
Tulsian ini adalah terjemahan Google dari tulisan Keith Sawyer: 

Anda mungkin menganggap kreativitas sebagai sesuatu yang dipasarkan oleh pemasar atau copywriter yang cerdik ketika mereka perlu membuat iklan yang menarik, atau sifat pribadi yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, seperti yang dimiliki oleh pengusaha serial atau aktor improvisasi yang cemerlang, yang dimiliki secara alami. Tetapi menurut Keith Sawyer, psikolog riset dan penulis "Zig Zag: Jalan Mengejutkan Menuju Kreativitas yang Lebih Besar," semua orang bisa lebih kreatif hanya dengan mengambil delapan langkah bertahap, tetapi tidak harus dalam urutan linier. Jalannya menuju kreativitas lebih bolak-balik, suatu proses di mana langkah-langkah menuju imajinasi dan orisinalitas yang lebih besar membangun dan saling memberi makan.

Buku ini adalah permata, penuh dengan temuan-temuan menarik dari studi penelitian dan banyak taktik yang akan membuat Anda berpikir secara berbeda. Bahkan, Sawyer menganjurkan apa yang mungkin merupakan perubahan radikal dalam pola pikir bagi kebanyakan orang. Memunculkan ide-ide bagus bukanlah sesuatu yang kita tinggalkan sampai ada kebutuhan yang mendesak. Sebaliknya, ini adalah keterampilan yang dapat dipraktikkan setiap hari untuk memecahkan masalah kehidupan serta menemukan peluangnya.

Berikut adalah langkah-langkahnya untuk menumbuhkan kreativitas, bersama dengan contoh tips yang dapat membantu Anda di sepanjang jalan.

1. Ajukan pertanyaan yang tepat.

Sawyer menceritakan kisah awal Starbucks dan Instagram. Tidak ada perusahaan yang akan menjadi seperti sekarang ini jika pendirinya terus berusaha untuk memecahkan pertanyaan awal yang mereka coba jawab. Alih-alih bertanya, "Bagaimana saya bisa membuat ulang bar espresso Italia di Amerika Serikat?" Howard Shultz akhirnya melihat apa yang tidak berhasil dengan gagasan itu sebagai gantinya bertanya, "Bagaimana saya bisa menciptakan lingkungan yang nyaman dan santai untuk menikmati kopi yang enak?" Dan sementara Kevin Systrom awalnya merenungkan bagaimana ia bisa membuat aplikasi berbagi lokasi yang hebat, pertanyaan yang lebih baik ternyata adalah "Bagaimana kita bisa membuat aplikasi berbagi foto yang sederhana?"

Sawyer menawarkan banyak teknik untuk menghasilkan banyak pertanyaan.

Dengan cepat, tanpa terlalu memikirkannya, tulis 10 variasi dari pertanyaan yang sama. Misalnya, untuk pertanyaan klasik "Bagaimana saya bisa membuat perangkap tikus yang lebih baik," Anda mungkin bertanya seperti "Bagaimana cara mengeluarkan tikus dari rumah saya?" dan "Apa yang diinginkan tikus?" atau "Bagaimana saya bisa membuat halaman belakang saya lebih menarik bagi tikus daripada rumah saya?" Salah satu pertanyaan baru Anda kemungkinan akan lebih baik daripada yang asli.

Debug hidup Anda. Mengkritik secara brutal produk atau situasi yang tidak sempurna yang Anda hubungi setiap hari. Setelah Anda memiliki daftar, pikirkan cara untuk menghilangkan gangguan. Ini dapat meningkatkan kreativitas karena masalah kecil seringkali merupakan gejala dari masalah yang lebih besar. Steve Jobs, seorang inovator jenius, unggul dalam menemukan bug yang mengalihkan perhatian dari pengalaman pengguna suatu produk.

Buat sesuatu lalu tafsirkan kembali. Terkadang sebelum Anda mendapatkan pertanyaan yang tepat, Anda harus membuat sesuatu. Setelah Anda melakukannya, pikirkan kreasi Anda digunakan untuk tujuan selain dari niat awal Anda. Proses ini membuang asumsi pertama Anda, memaksa Anda untuk mempertimbangkan perspektif baru.

2. Menjadi seorang ahli.

Rahasia kesuksesan yang luar biasa bukan terletak pada kemampuan alami, tetapi dalam praktik yang disengaja. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa menjadi kelas dunia dalam hal apa pun membutuhkan 10.000 jam latihan. Namun, bukan hanya melakukan hal yang sama berulang kali. Ini harus melibatkan mendorong diri sendiri untuk menguasai tugas hanya sedikit di luar kemampuan Anda.

Anda harus menjadi ahli dalam suatu bidang sebelum Anda bisa kreatif di dalamnya. "Pencipta yang sukses tidak hanya menyukai pengetahuan, mereka haus akan hal itu. Mereka tidak bisa berhenti bertanya, dan mereka selalu melampaui apa yang telah mereka pelajari dari guru dan buku," tulis Sawyer. Ada banyak metode untuk melakukan ini.

Dengarkan pembicaraan TED. Itu adalah video gratis dari pidato yang menginspirasi, lucu, atau menarik yang dibuat oleh orang-orang brilian. Untuk memulai, lihat 6 TED Talks yang Harus Ditonton Setiap Pengusaha.

Gunakan semua indra Anda untuk mempelajari subjek secara menyeluruh. Katakanlah Anda ingin belajar tentang kota Mystras, Yunani. Anda dapat mempelajari beberapa bahasa Yunani, mencari foto-foto online Peloponnese, memasak beberapa makanan tradisionalnya, menonton video festival tradisionalnya, streaming radio lokalnya, dan mengirim email ke seorang pemilik penginapan di sana untuk mendapatkan informasi orang dalam tentang apa kota itu. benar-benar seperti.

Dapatkan mentor. Hampir semua pemenang Hadiah Nobel memilikinya.

3. Bersikap terbuka dan sadar.

Orang-orang kreatif selalu mencari solusi yang mungkin. Anda dapat melakukan ini dengan menjadi lebih sadar dan melatih perhatian, yang melibatkan hal-hal yang secara sengaja memperhatikan dan tidak mengelompokkan orang yang Anda temui berdasarkan harapan Anda atau kategori yang telah Anda tetapkan dalam pikiran Anda. Alih-alih, cobalah bersikap terbuka dan ingin tahu dan tahan terhadap stereotip orang.

Ciptakan keberuntungan Anda sendiri. Para peneliti telah menemukan orang-orang yang menggambarkan diri mereka sebagai orang yang beruntung cenderung lebih memperhatikan hal-hal daripada orang yang digambarkan dengan tidak beruntung. Mereka juga bertindak atas peluang tak terduga dan berjejaring dengan orang lain karena mereka penasaran. Orang yang tidak beruntung cenderung tegang dan begitu fokus pada tujuan yang sempit sehingga mereka kehilangan kesempatan.

Jangan biarkan kecelakaan mengganggu Anda. Banyak penemuan - seperti Penicillin, The Slinky dan permen karet - muncul karena seseorang tidak menyikat melewati kecelakaan, tetapi mempelajarinya sebagai gantinya.

Main dengan mainan anak-anak. Bermain anak-anak sangat bagus dalam membuat koneksi baru. "Aku tidak sedikit pun sadar diri tentang koleksi mainanku," tulis Sawyer. "Jika kamu berjalan ke hampir semua perusahaan superkreatif, kamu akan menemukan mainan di semua tempat." 

4. Bermain dan berpura-pura.

Saat Anda bermain, pikiran Anda bisa mengembara dan alam bawah sadar Anda punya waktu untuk bekerja. Inilah sebabnya mengapa cuti dari pekerjaan diperlukan agar kreativitas berkembang. 

Jelajahi masa depan. Bayangkan diri Anda menjadi sangat sukses lima tahun dari sekarang. Tuliskan sebanyak mungkin detail tentang seperti apa kesuksesan ini. Kemudian tulis sejarah bagaimana Anda sampai di sana bertanya pada diri sendiri pertanyaan seperti, "Apa langkah pertama yang Anda ambil untuk bergerak menuju tujuan Anda?" atau "Apa hambatan awal dan bagaimana Anda melewatinya?" 

Tinggalkan sesuatu yang dibatalkan. Jika pada akhir hari Anda meninggalkan tugas sedikit belum selesai mungkin lebih mudah untuk memulai pada hari berikutnya. Itu karena benang kognitif dibiarkan menggantung dalam pikiran Anda dan saat Anda melakukan kegiatan non-kerja, alam bawah sadar Anda mungkin terhubung dengannya dan memberi Anda wawasan mendadak.

Menjadi seorang pemula. Pelajari cara melakukan sesuatu yang baru, seperti Hula-Hooping, juggling, ukiran kayu, atau memanah.

5. Hasilkan banyak ide.

Ini adalah bagian di mana Anda menemukan ide, dan banyak dari mereka. 

Daftar kegunaan yang tidak biasa untuk benda rumah tangga biasa. Apa banyak cara berbeda Anda bisa menggunakan penjepit kertas, batu bata, atau pisau? Beri diri Anda lima menit untuk membuat daftar panjang. Jangan khawatir tentang apakah ide Anda bodoh atau tidak. 

Coba jatuhkan. Di sinilah Anda menggunakan asosiasi gratis untuk terus menghasilkan kata-kata baru. Kuncinya, bagaimanapun, adalah menggunakan jenis koneksi yang berbeda antara masing-masing. Misalnya, jika Anda mulai dengan "wortel", Anda tidak dapat mengaitkan sayur lain dengan bebas; alih-alih, Anda bisa memilih "tongkat," seperti pada frasa "wortel dan tongkat," lalu "lem" karena Anda memikirkan tongkat lem. Contoh lain: "Rock" mungkin mengarah ke "Scotch" karena Anda meminumnya di atas batu. 

Tetapkan waktu ide. Blokir waktu yang teratur ketika Anda tajam, santai, dan tidak terganggu. Julia Cameron, penulis buku self-help populer "The Artist's Way" menyarankan untuk mengambil waktu 30 menit setiap pagi untuk menulis ulang dalam jurnal. Ketika Anda melakukannya, Anda akan melihat ide-ide baru masuk. 

6. Fuse Idea (Ide Penghubung).

Ini melibatkan menggabungkan hal-hal yang biasanya tidak berjalan bersama. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, ahli saraf Inggris Paul Howard-Jones meminta orang untuk membuat cerita dengan memberi mereka hanya tiga kata. Untuk satu set orang kata-kata itu terkait, seperti "sikat," "gigi," dan "bersinar." Seperangkat orang lain menerima kata-kata yang tidak berhubungan seperti "cow," "zip," dan "star." Orang-orang yang menerima kata-kata yang tidak berhubungan membuat cerita yang lebih kreatif. 

Buat asosiasi jarak jauh. Buka halaman 56 dalam dua buku berbeda dan temukan kalimat kelima di masing-masing buku. Sekarang buat cerita yang menceritakan hubungan antara keduanya.

Gunakan analogi. Temukan kesamaan antara dua hal yang di permukaan tampak berbeda. Temukan sesuatu yang dihapus dari masalah Anda, lalu tentukan lima sifat strukturalnya. Alih-alih mendaftar "tajam" atau "logam" untuk pisau, misalnya, Anda ingin mengidentifikasi hal-hal seperti "membutuhkan tekanan ke bawah untuk memotong." Bagaimana karakteristik ini dapat diterapkan pada apa pun yang Anda coba pecahkan?

Terlibat dengan orang-orang yang berbeda dari Anda. Kita bergaul dengan orang-orang yang seperti kita, dan sementara melakukan hal itu mungkin menghibur, itu tidak melar. Coba bayangkan diri Anda sebagai orang lain - seperti koki, siswa asing, inspektur bangunan. Bagaimana orang-orang seperti itu melihat dunia?

7. Pilih ide terbaik.

Jika Anda telah mengikuti enam langkah pertama, Anda harus memiliki banyak ide. Sekarang triknya adalah memilih yang terbaik.

Ketahuilah apa yang Anda cari. Untuk melakukan itu, Anda perlu memercayai intuisi Anda - perasaan bahwa sebuah ide memiliki keindahan. Sawyer juga merekomendasikan untuk pergi dengan ide-ide yang sederhana, elegan, dan kuat (yang terakhir mengacu pada desain yang akan tetap bekerja di bawah kesulitan atau jika digunakan secara tidak benar).

Buat ide saling bersaing satu sama lain. Pilih dua dari mereka dan tentukan perbedaannya, bahkan dengan cara yang paling halus. Atau jika Anda memiliki lebih dari 50 ide, tuliskan masing-masing pada catatan tempel atau kartu indeks. Pindahkan gagasan yang tampaknya saling terkait erat. Anda akan tiba di kelompok gagasan dan dapat melihat perbedaan menarik di antara gagasan; mungkin mereka semua berbeda di sepanjang dimensi yang sama.

Lihatlah melewati yang baik. Setelah Anda memutuskan bahwa ide itu bagus, identifikasi pro dan kontra, tetapkan masing-masing satu angka antara satu dan 10 sesuai dengan seberapa penting itu. Total pro harus jauh lebih tinggi daripada hitungan Anda untuk kontra. Anda juga harus memikirkan skenario terburuk. Hal-hal buruk apa yang mungkin terjadi untuk menggagalkan kesuksesan ide Anda?

Jangan pernah berhenti mengedit. Segalanya selalu bisa dibuat lebih baik. Temukan advokat iblis untuk menghasilkan banyak alasan mengapa ide Anda buruk. Atau, minta orang yang Anda percayai akan jujur ​​dengan Anda untuk melihat secara kritis ide Anda. Dan bahkan ide-ide yang gagal dapat digunakan kembali. Post It, Sawyer menunjukkan, adalah hasil dari perekat yang tidak berfungsi dengan baik.

8. Buat sesuatu dari ide-ide hebat Anda.

Sawyer memegang perusahaan desain Silicon Valley IDEO untuk penggunaan "pemikiran desain," yang berusaha untuk mendapatkan versi sederhana dari sebuah ide ke dunia sedini mungkin - mungkin dalam satu jam atau sehari - dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti sebagai tanah liat atau kardus untuk memberi bentuk pada konsep baru. Ini adalah cara berpikir melalui pembuatan, suatu proses yang sering mengarah pada lebih banyak ide.

Menggambar. Bahkan jika Anda pikir Anda tidak bisa menggambar, setidaknya Anda bisa menggambar dan tidak ada yang pernah melihat apa yang Anda tulis di atas kertas. Masalah abstrak - seperti hubungan Anda dengan seseorang atau beban kerja yang menghancurkan - paling diuntungkan dengan mengubahnya menjadi sketsa. Kartun dengan bentuk berlebihan atau menggunakan simbol sederhana membantu.

Buat kolase. Raih setumpuk majalah dan cari foto dan iklan. Gunting apa pun yang terkait dengan masalah Anda dengan cara apa pun dan rekatkan pada papan poster besar. Simpan karya seni ini di dekat meja Anda di mana Anda dapat merenungkannya. Anda mungkin mendapatkan perspektif baru tentang masalah Anda.

Bangun sesuatu. Lego, Tinkertoys, Erector Set, pemodelan tanah liat, Silly Putty, dan Play-Doh adalah semua bahan bagus yang bisa Anda gunakan untuk membangun ide Anda. Sawyer sendiri menyimpan sekantong Lego di kopernya untuk saat-saat ketika dia tidak ada hubungannya.

Lihatlah buku Sawyer jika Anda ingin tahu lebih banyak - ia mengklaim buku itu menawarkan lebih dari 100 tips tentang cara menjadi lebih kreatif.



Sabtu, 06 April 2019

Market Teaches You Everything.

Market Teaches You Everythiing..
Judulnya saja yang berbahasa Inggris, namun isinya tetap berbahasa Indonesia. Dengan judul "Market teaches you everything" atau "Pasar mengajarkan anda segalanya (banyak hal - red)", saya ingin mengingatkan sekali kepada para pelaku UMKM untuk memahami pasarnya dengan seksama dan seintim-intimnya.

Persaingan dalam era digital ini semakin tidak terbendung, karena mudahnya akses informasi, baik informasi supply, informasi teknologi maupun informasi pasar. Bahkan pasar pun sebenarnya dihadapkan ke lebih banyak pilihan yang sulit, kedua pihak sama-sama sulit karena banyaknya pilihan. 

Namun jika dikembalikan kepada tujuan pemasaran, yaitu: memuaskan kebutuhan pelanggan (pasar), maka semakin intim hubungan kita dengan pasar semakin menguatkan loyalitasnya sebagai pelanggan kita. Membangun hubungan ini tentunya harus melalui komunikasi dua arah dengan pelanggan. Sudahkan kita melakukannya?

Satu teori marketing kadang bisa berkembang menjadi beberapa praktek marketing yang berbeda-beda ketika pelanggan kita memiliki ekspektasi yang berbeda-beda. Semakin sempit pasar yang dilayani maka perbedaan ekspektasi pelanggan semakin kecil. Oleh sebab itu dari sejak awal pelaku UMKM harus paham benar dengan teknik segmentasi, targeting dan positioning agar lebih bisa fokus serta efektif strategi pemasarannya.

Para praktisi marketing banyak belajar dengan pasarnya, sehingga teori marketing yang didapatkannya sudah berkembang banyak di lapangan. Apa yang mereka miliki adalah pengalaman praktek, karena telah bertemu dengan pasar. Praktek-praktek yang mereka kembangkan adalah hasil dari pemahaman mereka terhadap pasar yang telah mereka hadapi. Seorang praktisi marketing harus mampu mengarahkan busur panahnya kepada pasar yang akan dibidik, sejauh mana effort yang akan dikeluarkannya untuk menarik panah disesuaikan dengan jarak serta arah angin yang akan menerpa panah tersebut. Seorang praktisi marketing juga harus paham kelebihan, kebutuhan, keinginan dan kebutuhan dari pasarnya melalui komunikasi yang efektif dan efisien. 

Di lapangan, pasarlah yang mengajarkan banyak hal kepada kita, mulai dari produk apa yang mereka butuhkan, untuk apa produk tersebut, apa yang mereka harapkan dari produk tersebut akan bagaimana pengembanganannya kelak, dan sebagainya. Pasar mengajarkan banyak hal kepada kita jika kita mau bersinggungan langsung dengan pasar baik secara fisik maupun secara online. 

Bahkan ketika UMKM telah memiliki mitra distribusi, mereka pun ditunjuk untuk paham dengan pasarnya karena mitra distribusi hanya akan fokus pada sales (penjualan) produk yang telah mereka beli. Pengembangan dan penguatan brand serta promosi adalah tanggung jawab dari pelaku UMKM, bukan distributor. Untuk melakukan branding yang efektif maka lagi-lagi UMKM harus paham benar siapa target pasarnya.

Semoga dengan tulisan ini para pelaku UMKM mulai mengidentifikasi pelanggannya, mulai dari membangun data base pelanggan dengan informasi yang selengkap-lengkapnya, berkomunikasi secara berkala dengan pasar untuk memahami dengan lebih baik apa kebutuhannya serta mampu membangun strategi yang memuaskan pelanggan. Pasar adalah guru yang hebat, belajarlah dari sana dan jadilah marketing yang handal. Suskes!



Jumat, 05 April 2019

Kriteria Penilaian UMKM Bermasa Depan.

UKM Pangan Award 2016.
Penjurian gelaran UKM Pangan Award 2019 tingkat propinsi Jawa Tengah akan segera dimulai bulan April 2019 ini, dengan jadwal visitasi mulai tanggal 12 April 2019 mendatang. Nominasi UMKM telah diserahkan oleh Kota dan Kabupaten masing-masing ke Bidang Industri Agro Disperindag Propinsi Jawa Tengah untuk dilakukan penilaian administrasi awal sebelum dilakukan visitasi dengan tujuan untuk pembinaan para pelaku UMKM yang menjadi wakil dari masing-masing kota dan kabupaten.

Untuk tahun 2019 ini, komposisi juri pun telah mengalami perubahan dengan mengambil wakil dari unsur akademisi untuk penilian terhadap kinerja manajeman dan bisnis plan, dari BPOM untuk penilaian terhadap keamanan pangan dan legalitas pangan, dari unsur pembina UMKM untuk pembinaan dang pengarahan perbaikan, dan dari unsur pasar yang akan memberikan penilaian terhadap kinerja pemasaran dari UMKM tersebut.

Di tahun ini pula, penilaian UKM Pangan Award akan lebih transparan agar kinerja seleksi dan penjurian ini bisa juga dijadikan referensi edukasi bagi UMKM yang lain yang belum mengikuti gelaran UKM Pangan Award ini. Secara umum, di bawah ini adalah kriteria penilaian yang akan menjadi acuan para juri dalam menilai produk dan kinerja usaha dari para peserta UKM Pangan Award 2019 nanti:

Secara umum kriteria penilaian UKM Pangan Award 2019 tidak akan bergeser jauh dari hal-hal berikut:

  1. Inovasi & Originalitas; Peserta UKM Pangan Award dituntut untuk menghadirkan produk-produk pangan yang kreatif dan inovatif serta benar-benar original karya mereka atau produk yang khas dari daerahnya.
  2. Visi & Perencanaan Bisnisnya; Visi dan perencanaan bisnis yang matang merupakan salah satu kriteria yang akan dinilai. Peserta UKM Pangan Award 2019 harus benar-benar seorang yang berpola pikir pengusaha, sehingga memiliki cita-cita jangka panjang dan cara-cara untuk mencapainya.
  3. Produk & Kemasan; Kualitas produk, termasuk cita rasa dan finishing produk, dan kemasan yang menarik yang sesuai dengan target pasar merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh para peserta UKM Pangan Award 2019.
  4. Kinerja Pengelolaan SDM
  5. Kinerja Pengelolaan Keuangan
  6. Kinerja Pengelolaan Produksi
  7. Kinerja Pengelolaan Pemasaran
Yang dimaksudkan dengan penilaian kinerja, pengelolaan SDM, pengelolaan keuangan, pengelolaan produksi dan pengelolaan pemasaran adalah penilaian secara praktis atas kinerja manajemen UMKM tersebut. Bukan hanya produk dan kemasan yang dinilai tetapi aspek manajemen juga tidak kalah pentingnya dalam porsi penilaian.

Kami berharap dengan kriteria-kriteria penilaian tersebut di atas, penilaian juri akan lebih obyektif dan trasparan disampain pembinaan yang dilakukan oleh pemerintath kota dan kabupaten pun bisa lebih terarah. Kami yakin bahwa informasi ini juga bermanfaat bagi UMKM lain yang belum ikut gelaran UKM Pangan Award sehingga bisa menjadi referensi edukasi bagi mereka untuk melakukan persiapan-persiapan di masa mendatang untuk mengikuti gelaran ini. Sukses!


Rabu, 03 April 2019

Loyalitas Brand

Loyalitas Brand.
Saya mulai mengamati mengamati bahwa customer millenial memiliki sifat "petualangan" yang lebih dramatis dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Hal ini terbukti dengan terserapnya produk-produk baru di eCommerce yang nyata-nyata belum "memiliki" brand. Meskipun pada akhirnya mereka akan mencari apa yang menurut mereka "cocok" dengan kebutuhannya.

Penjualan produk UMKM melalui eCommerce memang lebih menjanjikan daripada di retail modern, dan hal ini dibutktikan oleh banyak UMKM yang mulai merasakan produknya dikenal masyarakat luas, penjualannya mulai meningkat dari waktu ke waktu meskipun tidak sedikit pula yang belum berhasil dengan cara ini karena masalah kualitas produk, layanan dan juga pemahaman mereka dalam pemasaran digital.

Kondisi semacam ini yang perlu disikapi oleh pelaku UMKM lain sebagai peluang yang harus bisa ditangkap melalui tampilan produk (kemasan) yang menarik, yang sesuai dengan target yang dibidiknya. Namun, harus disikapi pula bahwa kualitas dan benefit akan selalu menjadi pemenangnya. UMKM harus benar-benar konsisten dalam menjaga kualitas, jika dalam produk pangan maka cita rasa harus selalu dipertahankan.

Memahami segmentasi, targeting dan positioning menjadi menjadi hal penting dalam membangun desain produk dan kemasan yang sesuai dengan pasar yang dibidiknya secara strategi bagaimana melakukan promosi dan penjualan yang tepat untuk pasar tersebut. Sementara konsistensi kualitas harus dibangun dengan cara mengelola bisnis dengan manajemen yang tertata dan memiliki SOP yang baku.

Para pelaku UMKM harus menyadari bahwa customer hanya akan loyal pada satu atau mungkin beberapa brand saja. Para pelaku UMKM harus selalu introspeksi apakah customer membeli produk mereka sebagai bagian dari petualangan mereka atau akan kembali dengan repeat order. JIka masih sekedar petualangan pembelian, maka pelaku UMKM harus segera mawas diri dengan kualitas produknya. Tetapi jika sudah mulai banyak customer yang melakukan repeat order maka mulailah mengelola customer ini dengan tambahan layanan dan benefit untuk menguatkan loyalitasnya.

Jika UMKM mampu merencanakan kualitas sesuai dengan pasar yang dibidiknya maka, tidak mustahil bisnis akan berpihak padanya, yang tentunya dalam perencanaan ini UMKM harus juga merencanakan manajemen bisnisnya mulai dari kinerja pengelolaan SDM, kinerja pengelolaan keuangan, kinerja pengelolaan produksi dan kinerja pengelolaan pemasaran. Sukses!

Selasa, 02 April 2019

6 Langkah Menyakinkan Customer Anda Untuk Membeli.

6 Langkah Menyakinkan Customer Anda Untuk Membeli.
Produk UMKM dan belum dikenal oleh pasar, pasti awalnya akan sulit untuk menyakinkan customer untuk membeli. Dan hal yang selalu mereka tanyakan kepada RumahUMKM.Net adalah: "Bagaimana menyakinkan customer agar mau membeli produk kami Pak?"

Daripada menjawab mereka satu per satu, lebih baik saya menulis di website ini agar bisa menjawab para pelaku UMKM yang belum bertanya juga.

Pelanggan tidak pernah membeli karena fitur produk. Mereka membeli karena mereka merasakan manfaat dari fitur-fitur tersebut. Setidaknya hasil survey ini mengarahkan kepada kita untuk maju selangkah lagi, tidak berkutat pada fitur melainkan kepada manfaat atau value dari produk/fitur tersebut.

Sayangnya, sebagian besar pesan penjualan dan pemasaran masih saja berbicara tentang fitur dan membiarkan pelanggan mencoba mencari tahu manfaatnya. Sehingga bisa dikatakan anda meminta customer untuk berpikir, sebelum membeli. Anda memberikan pekerjaan yang berat kepada customer. Bagaimana mereka akan memutuskan untuk membeli sementara mereka belum selesai berpikir atas manfaatnya, sementara waktu anda bersama customer pun sangat terbatas.

Anda akan mendapatkan lebih banyak customer, lebih cepat, jika anda mengomunikasikan manfaat ketika customer menggunakan produk anda daripada terpaku pada fitur yang dimilikinya. Mereka hanya butuh membuktikannya, yaitu dengan cara membeli.

Berikut adalah 6 (enam) langkah untuk menyakinkan customer untuk membeli:

1. Ketahui Perbedaan Antara Manfaat dan Fitur.

Fitur adalah sesuatu yang dimiliki produk atau layanan. Manfaat adalah sesuatu yang produk atau layanan menjadi "berarti" bagi pelanggan. Sebagai contoh:

Salah: "Mobil ini memiliki atap pengaman yang telah diperkuat." (fitur)
Benar: "Mobil ini menjaga keamanan keluargamu." (manfaat)

2. Gunakan Bahasa yang Jelas Tapi Sederhana.

Pelanggan akan mengingat manfaat lebih lama dan lebih mudah jika hal itu diungkapkan dengan menggunakan kata-kata sederhana dan tegas yang membangkitkan emosi.

Salah: "Atap ini memberikan perlindungan jika terjadi kecelakaan terguling."
Benar: "Jika mobil ini terguling, ada peluang bagus anda lolos tanpa terluka."

3. Hindari Biz-Blab dan Jargon.

Pengguna istilah klise bisnis yang lelah atau terminologi yang terlalu teknis akan sulit membangkitkan emosi customer, oleh sebab  itu hindari menggunakan biz-blab atau jargon-jargon yang sebenarnya tidak bisa langsung dimengerti atau dipahami oleh customer.

Salah: "Implementasi yang kuat dari 80210 protokol !!!" (Biz-Blab)
Benar: "Anda dapat terhubung secara virtual di mana saja." (Riil)

4. Buat Daftar Manfaat Singkat.

Kebanyakan orang hanya dapat menyimpan dua atau tiga pikiran sekaligus dalam ingatan jangka pendek mereka. Daftar panjang manfaat hanya menyebabkan kebingungan.

Salah: "Berikut adalah 10 manfaat utama menggunakan produk kami:"
Benar: "Dua hal paling penting untuk diingat adalah ..."

5. Tekankan Apa Yang Unik dari Anda atau Perusahaan Anda.

Manfaat yang umum untuk kategori produk anda dapat meyakinkan pelanggan untuk membeli, ... tetapi tidak harus dari anda ! Gunakan manfaat yang membedakan produk anda dari produk pesaing.

Salah: "Perangkat lunak kami membuat anda lebih produktif."
Benar: "Pelanggan kami melaporkan penurunan rata-rata 30% dalam biaya, sekitar dua kali lipat rata-rata industri."

6. Jadikan Manfaat Anda Konkret.

Pelanggan mengabaikan manfaat yang abstrak dan diungkapkan dengan menggunakan kata keterangan dan kata sifat yang tidak jelas. Manfaat yang konkret dan spesifik lebih meyakinkan dan "melekat" dalam pikiran.

Salah: "Kami dapat secara radikal mengurangi biaya inventaris Anda."
Benar: "Kami mengurangi biaya persediaan rata-rata 25%."

Semoga jawaban singkat ini bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang mengajukan pertanyaan kepada saya dan juga yang belum mengajukan pertanyaan. Mulailah dengan pesan-pesan promosi yang efisien, jelas dan efektif, dan mulai hindari pesan-pesan promosi yang berlebihan. Sukses!


Jumat, 29 Maret 2019

Keliling Kampung, Melihat Potensi.

Keliling Kampung, Melihat Potensi.

Di Era Digital, Di Kampung pun Berpeluang Berkembang.

Jika dulu banyak generasi muda dari kampung berusaha pergi ke kota untuk mencari pekerjaan maka di era digital hal tersebut tidak perlu lagi. Berbisnis dari kampung pun sama bagusnya dengan di kota, selama sarana internet dan logistik sampai di daerah tersebut.

Dengan sumber daya yang dimiliki serta SDM yang relatif lebih murah, memulai usaha produksi di kampung justru sangat menguntungkan. Keleluasaan dalam melakukan pemasaran dengan cara digital tidak mengharuskan produsen harus membuka kantor di kota besar, cukup bisa mereka lakukan di kampung.

Kenyataan ini sering saya lihat ketika selama bertahun-tahun menjadi juri Pangan Award di Jawa Tengah. Saya melihat banyak pelaku UMKM yang yang sukses justru datang dari kota kecil, seperti: Wonosobo, Salatiga, Cilacap dan sebagainya. Bagi yang telah mengenal dan memanfaatkan digital marketing maka lokasi usaha mereka sudah tidak menjadi masalah lagi, meskipun harus berada di tengah kampung, selama logistik dan internet masih menjangkau mereka.

Berkliling dari satu kabupaten ke kabupaten yang memberikan peluang bagi saya untuk melihat potensi-potensi di beberapa daerah bagi potensi produk lokal maupun potensi pariwisatanya. Potensi para wisata sangat penting dalam mendukung promosi produk-produk lokal. Pariwisata saat ini seolah menjadi kebutuhan sekunder bagi masyarakat, ketika dengan teknologi digital masyarakat mampu memesan tiket transportasi dan hotel hanya dengan melalui applikasi di smartphone.

Munculnya fenomena gojek dan grab dalam pemasaran kuliner juga membuka peluang baru bagi perkembangan bisnis UMKM, yang semuanya mengarahkan kepada kesimpulan bahwa usaha di kampung pun sama potensialnya dengan memiliki usaha di kota besar.

Beda Kampung, Beda Potensi.

Setiap kampung memiliki potensi berbeda, terutama ditentukan oleh kemampuan dan ketrampilan dari SDM yang berbeda. Kampung-kampung yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang merata mampu menghadirkan sentra-sentra produksi, sementra kampung yang didominasi oleh pegawai dan karyawan bisa diarahkan untuk pembukaan pasar bagi produk-produk dari kampung sekitaranya.

Pengenalan potensi sumber daya alam dan SDM sangat penting dalam pembangunan ekonomi di pedesaan. Dengan SDM yang mandiri dan terampil mereka akan mampu menghadirkan produk-produk lokal yang potensial untuk dikembangkan, fasilitasi yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah pelatihan SDM untuk peningkatan ketrampilan dan juga dukungan legalitas usaha serta bantuan sarana dan prasarana yang memadai.

Sentra-sentra yang dibangun oleh pemerintah sebagai program banyak yang mengalami kegagalan karena tidak berdasarkan pengenalan potensi daya alam dan SDM di daerah tersebut. Bukan berdasarkan potensi, tetapi cenderung menjalankan instruksi dari pemerintah. Hal ini perlu sekali untuk dikoreksi karena seolah pemerintah mendikte apa yang mesti dilakukan oleh masyarakat.

Setiap daerah harus dibangun dengan konsep wisata, yang membuka peluang untuk menyerap pengunjung datang ke daerah tesebut. Tidak harus memiliki potensi wisata alam, melainkan bisa dikembangkan wisata edukasi, wisata kuliner maupun wisata yang lain yang merupakan buah kreativtias dari daerah masing-masing. Tugas pemerintah adalah mendukung saran dan prasarana fisik yang mendukungnya, seperti jalan masuk yang berkualitas, kebersihan dan penataan yang berkonsep wisata. Konsep wisata ini yang nanti bisa membantu mendorong berkembangnya usaha di daerah, serta berkembangnya produk lokal daerah tersebut.

Saat ini konsep wisata telah bergeser kepada keterlibatan, edukasi-edukasi vokasi sangat diminati, kuliner khas, tradisional dan unik dari suatu daerah pun menjadi tujuan wisata. Dengan fakta ini maka peluang usaha di daerah sangat terbuka.

Jika sebelumnya eksplorasi properti yang liar kurang ditata oleh pemerintah, mulai saat ini pengembangan properti dan perumahan harus taat dengan konsep wisata dan estetika serta konservasi sumber daya alam. Eksplorasi properti saat ini seringkali merusak konsep-konsep wisata seharusnya bisa dibangun di suatu daerah, misalnya di areal persawahan yang seharusnya bisa disulap dari area wisata desa justru didirikan perumahan yang merusak pemandangan.

Dari kegiatan berkeliling di setiap kota dan kabupaten dalam pengembangan dan pembinaan UMKM di Jawa Tengah ini, setidaknya saya melihat bahwa sangat banyak potensi yang bisa dikembangkan, dan setiap daerah memiliki potensi dan kekhasan sendiri dan jusru hal ini yang nantinya akan membangun daya tarik yang luar biasa dalam pariwisata dan pengembangan produk lokal.

Beberapa daerah seperti Malang di Jawa Timur dan Yogyakarta terlihat telah melihat potensi-potensi ini, sementara di Jawa Tengah di Kabupaten Magelang terlihat mulai berkembang konsep-konsep desa wisata di daerah sekitar Borobudur. Semoga hal ini semakin meluas di daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Sukses!




Kamis, 28 Maret 2019

Leadership Ala Bule.

Leadership Ala Bule.
Belajar bisa dari mana saja, dari buku (literasi), training & workshop, referensi atau pengalaman sendiri. Khusus yang terakhir ini saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya ketika belajar memimpin sebuah pabrik, 

Tahun 1999 saya direkrut oleh sebuah perusahaan PMA Italia yang bergerak di bidang manufaktur furnitur di Semarang untuk menduduki jabatan factory manager. Setelah lulus test dan wawancara, maka diterima di posisi tersebut karena kebetulan saya bisa berbahasa Italia cukup lancar pada waktu itu.

Pelajaran pertama dimulai, ketika owner perusahaan berbicara kepada saya: "Itu adalah ruanganmu dan itu meja kerjamu, tetapi saat ini kamu belum boleh berada di sana sebelum kamu paham setiap proses dalam perusahaan ini. Mulai besok kamu harus terlibat langsung dengan team-mu di lapangan, di proses awal bisnis ini."

Bisnis manufuktur furnitur ini diawali dengan pembelian bahan baku kayu, proses pemilihan material yang baik adalah proses yang paling mendasar dan paling penting. Di tempat supplier kayu atau bahkan di hutan jati itulah saya pertama kali harus bekerja. Belajar memilih kayu yang terbaik, dan selanjutnya mengurus transportasi bahan baku ke pabrik. Keterlibatan memberikan percepatan pemahaman atas pekerjaan yang kita lakukan, setidaknya hal ini yang saya pahami. Jika hanya tahu teori-nya maka tidaklah cukup, karena kondisi di lapangan butuh improvisasi dan keputusan yang cepat. Belajar dari team di lapangan juga merupakan tambahan pengalaman tersendiri.

Pelajaran kedua dimulai saat bahan baku sudah sampai di pabrik, bagaimana mempersiapkan bahan baku tersebut mulai dari memasukkannya ke dalam kiln-dry maupun dikeringkan secara alami di udara terbuka adalah hal-hal di tahap proses persiapan bahan baku. Kembali saya harus terlibat sebagaimana para karyawan yang lain untuk membelah kayu sesuai dengan kebutuhan, dan selanjutnya melakukan proses pengeringan.

Pelajaran ketiga dimulai saat bahan baku telah siap, dan masuk proses produksi. Melakukan pembahanan bahan baku sesuai dengan kebutuhan adalah proses disebelum membuat setiap komponen furnitur. Kemampuan membaca desain dan gambar harus dipahami benar, kesalahan membaca gambar merupakan kesalahan yang sangat fatal. Selain itu, kalibrasi alat ukur juga menjadi sesuatu yang paling penting sebelum melakukan pembahanan karena berbeda alat ukur bisa berbeda presisi-nya. Harus ada alat ukur utama yang menjadi master dari semua alat ukur yang digunakan, harus ada 1 pedoman.
Pelajaran keempat adalah pelajaran melakuan assembling komponen menjadi sebuah furnitur. Pentingnya seorang QC baru terlihat nyata dalam proses ini, kerapihan pekerjaan dan kualitas sambungan menjadi hal yang paling kami perhatikan.
Pelajaran kelima adalah pelajaran melakukan finishing produk yang telah diassembling. Meskipun terlihat sederhana proses amplas tidaklah sesederhana yang terlihat. Proses amplas adalah tahapan mendasar untuk mempersiapkan kualitas finishing yang prima apalagi jika produk furnitur-nya adalah furnitur indoor. Tolok ukur dari pemilik perusahaan untuk finishing top table adalah wajah kita bisa terlihat di top table tersebut. Jika kita bisa mendalami maksudnya maka kita paham bahwa teknik dan taste finishing sangat dibutuhkan. Finishing akhir dengan berbagai bahan baku seperti NC (nitro cellulose) dan PU (poly urethane) juga harus saya pahami dengan baik. Inilah kualitas akhir furnitur yang kita kerjakan sebelum melakukan packaging.
Pelajaran keenam adalah pelajaran eksportasi produk, mulai dari pemesanan kontainer, packaging produk, penataan loading barang di dalam kontainer dan dokumentasi ekspor. Saya tidak banyak mengalami permasalahan dengan hal ini karena back ground saya sebelumnya adalah dari perusahaan forwarding.

Keenam pelajaran di atas saya lakukan sekitar 6 bulan, dan setelah melihat keterlibatan dan pembelajaran saya di lapangan, pemilik perusahaan akhirnya mempersilahkan saya untuk menempati ruangan dan kursi seorang factory manajer untuk memimpin sekitar 75 orang pada awalnya.

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa kita harus memahami permasalahan secara detail sebelum kita mengambil satu keputusan atau satu kebijakan. Pelajaran inipun saya pahami benar setelah selama 6 bulan terlibat dalam setiap proses di lapangan, dan ikut merasakan betapa beratnya mengangkut sebuah kayu log, membelahnya serta membuatnya menjadi komponen-komponen sebuah furnitur.
Dengan memahami hal ini kita bisa tahu bagaimana nanti kita melakukan rencana produksi, perencanaan harga dan juga perencanaan SDM. Seorang pemimpin harus paham benar apa yang dipimpinnya, bahkan jika perlu dia harus menunjukkan bahwa dia bisa melakukan pekerjaan lebih baik dari anak buahnya. Pelajaran ini saya ingat benar sampai sekarang, karena terkadang tidak mudah mengatur anak buah dengan hanya perkataan (teori) melainkan juga harus memberikan contoh langsung kepada anak buah. Jika mereka tahu bahwa pemimpinnya bisa melakukan pekerjaan lebih baik dari mereka, mereka secara psikologis akan takluk dan menurut kepada pemimpinnya.
Semoga sharing ringan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman UMKM yang sudah mulai memiliki banyak karyawan karena saya yakin pengalaman ini sanga berharga. Suskes!