Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Senin, 16 Juli 2018

Belajar Naik Sepeda, Mungkin Bisa Menjadi Pelajaran Dalam Memulai Bisnis.

Belajar Naik Sepeda, Mungkin Bisa Menjadi Pelajaran Dalam Memulai Bisnis.
Jika Sabtu lalu filosofi tanaman bambu merupakan sumber inspirasi kita dalam menata pondasi yang kuat dalam memulai bisnis, maka hari ini mari kita belajar lagi dengan simbol belajar naik sepeda.

Sebenarnya apa yang menjadi permasalahan utama dalam belajar naik sepeda? Menjaga keseimbangan tubuh atau masalah mengayuh sepeda? Tentunya dimulai dengan belajar menjaga keseimbangan tubuh dan mengendalikannya, selanjutnya belajar mengayuh bisa menjadi pelajaran kedua setelah pelajaran menjaga keseimbangan tubuh dan pengendalian. 

Menjaga dan mengendalikan keseimbangan tubuh bisa dimulai dengan meluncurkan sepeda pelan-pelan tanpa sedikit pun harus melibatkan aktivitas mengayuh sepeda. Sampai tujuan utama yaitu pengedalian keseimbangan tubuh selesai maka barulah aktivitas mengayuh bisa dilatih dan dimulai.

Bisnis pun demikian adanya bukan? Yang paling utama adalah alur bisnis secara lengkap terjalani, yaitu mulai dari pengadaan bahan baku termasuk seleksinya, proses produksi dari bahan baku menjadi barang jadi, proses pengemasan, proses promosi, proses penjualan dan repeat order. Dengan pernah mengalami satu rangkaian lengkap ini maka bisa dikatakan bahwa pelaku usaha telah memiliki sebuah portofolio lengkap, dan tentunya banyak pembelajaran yang terjadi dalam perjalanan proses tersebut terutama saat antara penjualan dan repeat order. 

Ketika rangkaian proses ini telah berjalan, maka pelaku usaha bisa mulai "mengayuh" bisnisnya untuk dipercepat perkembangannya. Kayuhan awal tentunya tidak akan langsung laju, karena masih banyak pelajaran dalam setiap kayuhan awal mulai dari permasalahan kualitas produk, legalitas, kontinuitas dan kapasitas produksi. Ketika semua permasalahan ini telah terlampaui maka kayuhan bisa dilakukan lebih cepat, dengan catatan "sudah ada pengendalian keseimbangan" berupa sistem manajemen yang memadai dan juga teknologi yang mendukung. Ketika semua ini telah dimiliki makan kayuhan berikutnya bisa disesuaikan dengan kemauan serta kondisi eksternal seperti persaingan dan juga kondisi bisnis yang terjadi.

Ternyata setiap simbol bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi kita, oleh sebab itu kita harus jeli menyikapi kehidupan ini untuk mendapatkan ilmu-llmu atas pembedahan simbol-simbol yang telah diberikan. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat, sukses!






Sabtu, 14 Juli 2018

Filosofi Pohon Bambu, Membangun Pondasi Yang Kuat Sebelum Tumbuh.

Filosofi pohon bambu, Menbangun Pondasi Yang Kuat Sebelum Tumbuh.
Merintis bisnis adalah perpaduan banyak hal, mulai dari kemampuan (keahlian), pengetahuan, pola pikir dan wawasan binis, kesabaran, jeli melihat peluang, keberanian dan banyak hal lainnya. Banyaknya komponen yang terkandung di dalam bisnis inilah yang menyebabkan bisnis terasa sulit, meskipun beberapa orang yang telah melaluinya ada yang bilang sebaliknya.

Kesabaran dalam menata pondasi bisnis merupakan hal yang sangat mendasar dalam memulai bisnis, dan ternyata Tuhan YME telah mengajarkan hal ini melalui tumbuhan bambu. Mengapa?

Tumbuhan bambu seolah-olah tidak lama tumbuh, mungkin hanya beberapa cm selama setahun selama 3-5 tahun, tetapi setelah 5 tahun selanjutnya pertumbuhannya sangat pesat dan mampu membuat rumpun-rumpun yang saling mendukung sebagai jaringan. Lantas dalam kurun 3-5 tahun awal, apa yang dilakukan oleh tanaman bambu?

Selama kurun waktu tersebut tanaman bambu ternyata menumbuhkan akar yang kuat untuk mendukung pertumbuhannya kelak. Mereka membangun pondasi yang kuat untuk mendukung tanaman bambu yang tinggi menjulang serta menumbuhkan rumpunnya. Sebuah simbol pelajaran yang luar biasa yang perlu direnungkan oleh para pemula bisnis.

Gambaran tanaman bambu ini sangat membantu kami dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan pelaku UMKM yang mengeluhkan bisnis mereka yang "stagnan" atau tidak tumbuh pada awal memulainya. Pelajaran lain yang perlu diambil adalah bahwa para pelaku UMKM harus mempersiapakn "akar" bisnis yang kuat sejak awal mereka memulai usaha mereka, mulai dari:
  • Memperkaya pengetahuan mereka terhadap bisnis yang mereka jalankan, sedetail mungkin dari awal sampai akhir.
  • Mempersiapkan rencana yang matang dengan sistem manajemen yang rapi dan mengakomodasikan pertumbuhan bisnisnya.
  • Berpandangan jauh ke depan, dengan visi yang lebih besar dan mampu menerjemahkan tahap-tahap pencapaian setiap etape visi tersebut.
  • Menangkap sebanyak mungkin informasi yang terkait dengan bisnisnya.
  • Membangun jaringan usaha yang kuat, yang nantinya bisa memberikan banyak kemudahan dalam pertumbuhannya.
  • Mempersiapkan basis bisnis yang kuat, misalnya mereka adalah produsen maka mereka telah mempersiapkan bagaimana mencapai tingkat kualitas yang baik dan kapasitas produksi yang memadai.
  • Memproyeksikan kebutuhan dana, SDM dan sumber daya yang lain untuk pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.
Dengan cara ini, pemula usaha benar-benar diingatkan untuk membuat sebuah persiapakan yang sangat matang untuk memberikan jaminan bahwa bisnisnya bisa berjalan di masa mendatang, dan bertumbuh. Tidak ada pernah ada ruginya, karena semua portofolio yang telah mereka bangun selama ini dengan rapi, tercatat dan terukur sebenarnya merupakan asset intangible yang bisa dinilai dengan uang.
Banyak orang yang tidak mau mulai dari nol karena masalah waktu, mereka punya dana dan mereka merupakan prospek mitra bagi para pemula usaha di masa mendatang. Semua apa yang telah mereka mulai dengan rapi, tercatat dan terukur adalah asset yang bisa mereka negosiasikan dalam investasi. 
Tulisan singkat ini semoga bisa memberikan motivasi yang kuat bagi para pemula usaha untuk mulai lebih rapi menata bisnisnya dengan rencana yang jelas dan terukur, serta melakukan semua pencatatan atas progress yang telah mereka capai selama ini. Semoga bermanfaat, sukses!



Jumat, 13 Juli 2018

Ibadah Dalam Setiap Transaksi.

Ibadah Dalam Setiap Transaksi.
Siapa bilang seorang pengusaha memiliki peluang yang lebih sempit untuk beribadah dibandingkan seorang penyiar agama? Justru peluang beribadah untuk seorang pengusaha sangat besar, mulai dari bagaimana mereka bisa memberikan nafkah untuk hidup para karyawan dan keluarganya sampai dengan kemampuan mereka untuk menyisihkan keuntungannya untuk sedekah.

Terkait hal ini, dalam setiap merencanakan strategi harga untuk para pelaku UMKM kami mencoba memasukkan "peluang" ibadah bagi konsumen maupun bagi pengusaha itu sendiri. Tujuan dari memasukkan unsur "sedekah" dalam setiap transaksi ini adalah untuk memberikan "nilai spiritual" dalam setiap transaksi yang kita lakukan dengan konsumen.

Nilai tambah pada setiap produk harus selalu kita tawarkan kepada konsumen ketika persaingan untuk produk sejenis semakin ketat. Jika dulu perilaku konsumen masih sangat konsumtif dan egois maka beberapa tahun belakangan ini konsumen mulai melihat nilai tambah yang bersifat spiritual dan hal ini bisa kita rencanakan dalam setiap perencanaan strategi harga pada setiap produk kita.

Komitmen yang kuat dalam bersedekah mencakup pelaksanaan sedekah itu secara nyata oleh pihak pengusaha, karena disinilah porsi sedekah di sisi pengusaha. Sebenarnya yang bersedekah dengan sistem ini adalah konsumen, dan pengusaha dengan "kolektor" dan "eksekutor" dari sedekah tersebut.

Sudahkah teman-teman UMKM memulainya? Jika belum coba pertimbangkan hal ini, agar setiap kegiatan bisnis kita tidak melulu untuk duniawi dan agar setiap kegiatan bisnis kita berkah bagi semuanya. Sukses!

Proses Produksi Yang Sehat Menghasilkan Produk Yang Sehat.

Juri Pangan Award 2018 Menghadap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah.
Penilaian pemenang UKM Pangan Award 2018 di tingkat propinsi mendekati final, dan hari ini team juri UKM Pangan Award 2018 menghadap Kepala DInas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah, Bapak Arif Sambodo, untuk mendapatkan masukan dan saran sebelum keputusan akhir pemenang di tingkat propinsi Jawa Tengah.

Saran dari Bapak Kepala Dinas adalah sangat penting untuk memperhatikan proses produksi pangan dari para peserta UKM Pangan Award, karena tujuan dari UKM Pangan Award ini di Jawa Tengah adalah untuk pembinaan bukan penilaian hasil produk akhir. Produk akhir yang terlihat bagus kemasan dan cita rasanya bisa saja dianulir ketika ditemukan fakta bahwa proses produksinya tida sesuai dengan standard keamanan pangan yang sudah dipersyaratkan. 

Selain ini penilaian lebih pada kemampuan peserta UKIM Pangan Award dalam memberdayakan masyarakat dan eksplorasi bahan lokal juga menjadi poin penting dalam diskusi akhir ini. Kami tidak ingin mengajarkan teman-teman UMKM hanya berlomba untuk hasil produk akhir saja melainkan berlomba untuk berproses yang baik dan benar dalam menghadirkan produk pangan yang benar-benar unggul.

Jawa Tengah sangat kaya akan sumber bahan baku lokal dan akar budaya kuliner, sehingga diharapkan dengan adanya ajang UKM Pangan Award ini potensi-potensi yang ada tersebut bisa tergarap. Kurasi dan pembinaan akan terus kami lakukan agar produk-produk yang sudah hadir di setiap pangan award ini bisa terus berkembang menjadi produk yang mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan jika perlu pasar ekspor.

Melimpahnya pontensi dan keterbatasan kategori yang ada juga kami sampaikan kepada Bapak Kepala Dinas agar untuk tahun depan diberikan tambahan kategori juara sehingga makin banyak potensi yang terjaring. 

Semoga penyelenggaraan UKM Pangan Award di tahun-tahun mendatang menjadi lebih baik dan mampu menjadi jembatan bagi UMKM yang ingin mengembangkan diri dan produknya. Sukses!



Kamis, 12 Juli 2018

Pentingnya Customer Loyal Bagi UMKM.

Loyal Customer, Sebuah Tujuan Pemasaran yang Hsrus Dicapai Oleh UMKM.
Jika menyangkut pemasaran maka topiknya akan semakin menarik. Tidak peduli ukuran bisnisnya, loyalitas pelanggan sangat penting. Pelanggan yang berulang membelajakan hingga 67% lebih banyak dari pelanggan baru. Selain itu, hingga 10 x lebih mahal untuk mencoba menarik pelanggan baru selain untuk menjaga pelanggan yang sudah berbisnis dengan Anda. Jika Anda mencari cara nyata untuk menciptakan dan mempertahankan loyalitas pelanggan, pertimbangkan untuk menerapkan beberapa strategi ini.
Gambaran tersebut di atas ingin menunjukkan betapa penting untuk merencanakan strategi pemasaran yang mengarah kepada loyalitas customer, mulai sejak awal membangun awereness kepada prospek customer sampai dengan pengakuan kepuasan pelanggan melalui repeat order.
Berikut ini adalah beberapa cara untuk membangun loyalitas customer:

 1. Siapkan cara untuk berkomunikasi dengan customer anda.

Komunikasi yang sering dengan customer membuat anda dan perusahaan anda segar dalam pikiran mereka dan memungkinkan anda menyampaikan informasi penting dengan sangat efektif dan efisien.

Luangkan waktu untuk menyiapkan database dengan informasi kontak seperti alamat email, alamat surat, atau nomor telepon. Kemudian Anda dapat mengirim pengingat, ucapan selamat ulang tahun, atau buletin bulanan.

Media sosial adalah cara hebat lain untuk berkomunikasi dengan pelanggan di hampir setiap hari. Ingatlah bahwa hal ini berfungsi lebih baik daripada anda membangun komunikasi terbatas dengan iklan.

Jangan lupa untuk selalu memasukkan pesan pengingat yang menyenangkan atau informasi yang berguna.

2. Berikan tambahan fasilitas untuk pelanggan anda yang paling setia.

Salah satu cara terbaik — dan mungkin salah satu cara termurah — untuk menghargai kesetiaan pelanggan adalah dengan memberi tambahan keuntungan bagi pelanggan anda yang paling dapat diandalkan. Hal ini berupa pemberian reward dan fasilitas yang khusus yang berbeda dengan perlakukan terhadap customer yang lain.

Dengan menyiapkan sistem hadiah untuk yang paling setia, Anda tidak hanya mendorong mereka untuk tetap bertahan, anda juga memberikan insentif bagi pelanggan lain untuk berusaha mencapai status itu.

3. Pertimbangkan rencana pembayaran yang berbeda.

Ada beberapa bisnis di luar sana yang bersifat musiman dan mengalami masalah cash flow selama waktu-waktu tertentu dalam setahun. Tidak semua bisnis memiliki cash flow yang stabil dari bulan ke bulan, misalnya bisnis wedding organizer yang memiliki musim ramai dan sepi.
Fasilitas kelonggaran pembayaran pada saat musim sepi dangat dibutuhkan oleh customer untuk membantu cash flow mereka. Mungkin sekilas hal ini akan menyulitkan bisnis kita, namun customer akan terbantu dengan sistem kelonggaran pembayaran ini dan mereka akan sukarela merekomendasikan layanan dan bisnis kita kepada customer lain.
 4. Menyediakan layanan pelanggan yang luar biasa

Layanan atau servis kepada customer bisa menjadi bahan pertimbangan customer untuk tetap setia kepada kita atau tidak. Perusahaan harus mampu membuat customer merasa nyaman dengan perusahaannya, bahkan jika perlu harus menyediakan layanan yang "lebih" dari biasanya.

Pelanggan ingat ketika mereka diperlakukan dengan baik, dan mereka ingat ketika mereka diperlakukan dengan buruk. Dalam kedua kasus itu, mereka biasanya memberi tahu teman dan keluarga mereka, dan itu bisa berarti lebih banyak bisnis untuk Anda atau kehilangan peluang bisnis.

5. Jangan terlalu mengandalkan teknologi

Bahkan dalam masyarakat kita yang berteknologi maju yang dipenuhi dengan pesan teks dan email, kita masih menginginkan kemampuan untuk berinteraksi dengan manusia lain. 
Keputusan loyal lebih bertumpu pada keputusan emosional yang tidak bisa kita wakili dengan teknologi yang tidak mampu melibatkan kita dengan perasaan customer. Kebutuhan untuk berinteraksi langsung sangat dibutuhkan meskipun dalam dunia yang serba digital saat ini.

6. Tawarkan awal yang baik

Jika Anda ingin memulai program loyalitas pelanggan seperti pembukaan kedai kopi, di mana pelanggan membeli sejumlah minuman tertentu untuk mendapatkan minuman gratis, pertimbangkan untuk memberi mereka permulaan. Ini bisa sesederhana memberi mereka dua pukulan pertama dengan kopi gratis. Jika Anda memberi pelanggan Anda awal yang baik dalam program ini, mereka lebih cenderung bertahan dan menyelesaikannya.

7. Jangan lupa tersenyum

Ini adalah item lain yang tampak jelas, tetapi cukup penting untuk terus diingatkan.

Sebuah penelitian di Inggris mencatat ekspresi yang digunakan untuk menyambut pelanggan ketika mereka memasuki sebuah toko, dan kemudian di-crosscheck dengan berapa banyak yang mereka habiskan di toko. Penelitian menunjukkan bahwa pembeli yang disambut dengan sambutan yang baik dan senyuman menghabiskan hingga 67 persen lebih banyak dari pembeli yang tidak disambut dengan cara ini.

Meskipun terlihat seperti detail kecil, sapaan ramah jelas memiliki konsekuensi penting.

8. Beri pelanggan alasan untuk setia

Banyak orang percaya bahwa Apple memiliki beberapa penggemar paling setia di luar sana. Pelanggan berusaha keras untuk membuktikan seberapa besar mereka mencintai perusahaan, dengan stiker bemper, tato, dan argumen keras yang mendukung semua produk.
Anda harus memiliki jawaban atas pertanyaan mengapa customer anda harus setia, karena hal ini memberikan anda gambaran yang jelas tentang apa yang anda rencanakan dan apa yang akan anda lakukan terhadap customer anda. Sukses!




Rabu, 11 Juli 2018

Mengapa Harga Produk UMKM Lebih Mahal dari Produk Industri?

Mengapa harga produk UMKM lebih mahal dari produk Industri?
Sempat gelagapan juga ketika ada beberapa orang bertanya kepada saya: Mengapa produk UMKM lebih mahal dari produk industri? Tidak boleh gegabah menjawabnya, karena perlu cek lapangan dan mengetahui struktur biaya produksi produk tersebut.

Ternyata benar, ada beberapa pelaku UMKM yang membandrol harga produknya lebih tinggi dari harga produk sejenis keluaran industri. Dan saya pun tergelitik untuk bertanya kepada mereka: Apakah harga yang mereka terapkan masih ada kebijakan discount? Apakah mereka mereka benar-benar telah memperhitungkan biaya produksi dengan cermat? Apakah mereka tahu berapa harga kompetitornya? Dan berikutnya saya pun mulai bertanya apakah produk mereka laku dijual dengan harga tesebut? Apakah pembelinya repeat order?
Apakah yang unik dari produk mereka yang menyebabkan konsumen harus membeli? Bagaimana strategi penjualan mereka agar mereka bisa mencapai omzet tertentu? Dan seterusnya.

Pertanyaan ini saya sampaikan kepada pelaku UMKM setidaknya untuk membekali saya sendiri bahwa produsen memiliki alasan yang kuat untuk menjual produknya di level harga tersebut. Bisa jadi karena memang produk tersebut sangat unik dan khas dan belum banyak pesainnya. Tetapi meskipun begitu apakah cara ini bisa bertahan lama? Apakah tidak justru mereka akan kehilangan potensi pasar bisnis mereka (pedagang) yang ingin ikut bergabung dalam bisnis mereka.

Kebanyakan produk yang dijual dengan harga tinggi tersebut, pemasarannya masih dilakukan sendiri sehingga para pelaku UMKM tersebut tidak mempertimbangkan ada pihak lain seperti pedagang, agen dan distributor yang akan memasarkan produk mereka. Jiak memang kondisinya seperti ini maka saya akan mencoba berdiskusi dengan mereka mengapa mereka ingin untung besar di awal transaksi, mengapa mereka tidak berpikir jangka panjang untuk mendapatkan mendapatkan jaringan pemasaran yang luas dan besar?

Seharusnya dengan proses dan skala organisasi yang lebih sederhana, harga produk UMKM haruslah lebih bersaing dari produk industri. Daya tarik produk UMKM adalah khas, unik dan harganya yang menarik, jika hal-hal ini terlewatkan maka produk UMKM tidak menarik lagi bagi konsumen. 

Para produsen harus benar-benar memahami struktur biaya yang membentuk harga sebuah produk dan mampu menghitungnya dengan baik dan cermat. Selain itu para produsen juga harus peka terhadap harga pesaing dan bagaimana mereka memposisikan harga mereka agar lebih menarik dari harga pesaing. Tidak perlu untung besar di awal, karena bisnis ini akan menjadi milik mereka dalam jangka waktu yang lama. Tidak perlu mengikuti pola-pola pemasaran di dunia online yang ambil margin sebesar-besarnya, karena mereka adalah produsen yang tidak seharusnya sibuk dengan pemasaran ritail.

Semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman UMKM untuk mereview harga jual mereka, agar harga jual tersebut juga memberikan peluang bagi pedangan dan reseller untuk terlibat dalam bisnis tersebut. Sukses!


 

Selasa, 10 Juli 2018

Jangan Selalu Bilang "Ya" Kepada Buyer Anda.

Jangan Selalu Bilang "Ya" Kepada Buyer Anda.
Takut kehilangan kesempatan bukan berarti harus melanggar batas-batas kemampuan kita. Memberikan informasi yang tidak tepat dan tidak benar bisa diartikan bahwa anda berbohong kepada customer anda.

Kita memahami betapa mahal peluang bertemu buyer dan mendapatkan kepercayaannya untuk membeli produk kita. Karena mahalnya peluang tersebut seringkali teman-teman UMKM berupaya untuk menyenangkan buyer dengan informasi-informasi yang sebenarnyat tidak "benar" atau tidak "tepat". Misalnya: sebenarnya sangat tidak mungkin mengirimkan barang tersebut dalam seminggu, tetapi karena takut kehilangan kesempatan maka bicara ke buyer bisa kirim seminggu dengan kualitas yang sama seperti dimaksudkan buyer.

Kebohongan-kebohongan yang sementara ini dianggap sepele oleh UMKM  ini sebenarnya merupakan potensi komplain yang cukup besar di kemudian hari dan hasilnya buyer kehilangan kepercayaan terhadap bisnis kita. Kita hanya menginginkan transaksi awal tetapi tidak berpikir bagaimana transaksi itu akan berulang dan buyer tersebut menjadi customer loyal kita.

Kami berbagi pengalaman ini ketika masih berbisnis ekspor furniture pada saat furniture masih menjadi primadona ekspor Jawa Tengah sekitar tahun 1996 - 2008. Kami tidak ingin teman-teman pelaku UMKM saat ini masih bertindak hal yang sama dengan apa yang kami dan teman-teman lakukan pada masa-masa tersebut. 

Yang paling berharga dari sebuah peluang adalah bagaimana pembeli melihat bisnis kita dengan sebenar-benarnya sehingga kita memiliki keleluasaan mengatakan semua keterbatasan kita sebelumnya. Dengan informasi yang benar maka ekspektasi buyer adalah sesuatu yang terukur oleh kita, sesuatu yang sangat mungkin kita penuhi.

Ketika ekspektasi buyer tersebut dapat kita penuhi, hal ini berarti kita telah memuaskan keinginan dan kebutuhan buyer dan selanjutnya hubungan jangka panjang terbuka luas untuk bisnis kita.

Demikian sharing dari kami hari ini, semoga selalu sukses membangun hubungan baik dengan buyer anda.


Senin, 09 Juli 2018

Memahami Benefit Value Chain (Rantai Nilai)

Memahami Value Chain

Hari ini masih berkutat di kantor media Suara Merdeka untuk belajar lebih lanjut mengenai value chain secara praktisnya. Mengapa perusahaan media ini menjadi pilihan saya untuk belajar mengenai value chain? Karena perusahaan media yang telah lama berkecimpung di bisnisnya ini pasti memiliki value chain yang cukup luar biasa disamping nilai loyalitas pelanggannya terhadap produk yang mereka supply.

Value chain sendiri merupakan asset intangible dari perusahaan yang sangat besar yang seringkali terlewatkan untuk diperhitungkan, karena selama ini perusahaan hanya terfokus pada produk dan layanan yang mereka supply. Bahkan beberapa pengembangan produk atau layanan baru bisa didesain dari value chain yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. 

Sebenarnya nilai dari sebuah produk bukan saja mencakup hal-hal yang ada di dalam produk tersebut, nilai distribusi menjadi sangat penting dalam menyumbang nilai sebuah produk terutama bisnis media konvensional seperti koran.

Sedemikian menariknya topik ini, maka saya ingin berbagi pemahaman mengenai value chain ini dengan teman-teman, terutama teman-teman UMKM yang telah mulai tumbuh dari skala kecil ke skala menengah. Mereka harus mulai memahami bagaiman pentingnya membangun jaringan bisnis internal dan eksternal bagi bisnis mereka. Berikut adalah tulisan dari Johan Kusuma Wijaya di media www.diction.id yang bisa menjadi wacana awal bagi rekan-rekan dalam memahami value chain.
Value Chain Analysis
Value Chain Analysis merupakan aktivitas melakukan analisis kembali aktifitas kunci dalam proses bisnis yang berkaitan dengan entitas lain yang berada diluar perusahaan, seperti supplier dan pelanggan (external value chain) dan relasi antar entitas di dalam perusahaan itu sendiri (internal value chain).

Apa yang dimaksud dengan analisis rantai nilai atau Value Chain Analysis ?

Rantai Nilai (value chain) menggambarkan keseluruhan aktivitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang atau jasa, mulai dari proses perancangan, input bahan mentah, proses produksi sampai dengan distribusi ke konsumen akhir serta pelayanan setelah pemasaran.

Porter menjelaskan, analisis value chain merupakan alat analisis strategik yang digunakan untuk memahami secara lebih baik terhadap keunggulan perusahaan, untuk mengidentifikasi dimana value pelanggan dapat ditingkatkan atau penurunan biaya, dan untuk memahami secara lebih baik hubungan perusahaan dengan pemasok/supplier, pelanggan, dan perusahaan lain.

Rantai nilai mengidentifikasikan dan menghubungkan berbagai aktivitas strategik perusahaan. Sifat rantai nilai tergantung pada sifat industri dan berbeda-beda untuk perusahaan manufaktur, perusahaan jasa dan organisasi yang tidak berorientasi pada laba. (Porter, 1980 dalam Pawarrangan, 2012)

Analisis Value Chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk. Rantai nilai produk merupakan aktifitas yang berawal dari bahan mentah sampai dengan penanganan purna jual. Rantai nilai ini mencakup aktivitas yang terjadi karena hubungan dengan pemasok (Supplier Linkages), dan hubungan dengan konsumen (Consumer Linkages). Aktivitas ini merupakan kegiatan yang terpisah tapi sangat tergantung satu dengan yang lain. (Porter, 2001 dalam Wibowo, 2014).

Analisis Value Chain membantu manajer untuk memahami posisi perusahaan pada rantai nilai produk untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Pendekatan Analisis Value Chain dan Value Coalitions merupakan pendekatan terbaik dalam membangun nilai perusahaan kearah yang lebih baik.

Analisis Value Chain dan Value Coalitions lebih sering berhubungan dengan aktivitas luar perusahaan (Weiler, 2004 dalam Wibowo, 2014). Konsep-konsep yang mendasari analisis tersebut adalah setiap perusahaan menempati bagian tertentu atau beberapa bagian dari keseluruhan rantai nilai.

Penentuan di bagian mana perusahaan berada dari seluruh rantai nilai merupakan analisis strategik, yaitu dimana perusahaan dapat memberikan nilai terbaik untuk pelanggan utama dengan biaya serendah mungkin. Oleh karena itu setiap perusahaan mengembangkan sendiri satu atau lebih dari bagian-bagian dalam rantai nilai, berdasarkan analisis strategik terhadap keunggulannya (Widarsono, 2011).

Rantai nilai menyediakan sarana untuk menganalisis kegiatan yang dilakukan oleh sebuah organisasi. Rantai Nilai mengidentifikasi bidang utama aktivitas primer dan pendukung yang akan diminta untuk memberikan nilai kepada pelanggan organisasi dan berpotensi membedakan organisasi dari pesaingnya. Kita dapat menggunakan konsep rantai nilai untuk mengembangkan peta proses tingkat tinggi dalam organisasi.

Gambar Skema Value Chain
Aktivitas-aktivitas tersebut dibagi dalam 2 jenis, yaitu:

1. Primary activities:
  • Inbound logistics: aktivitas yang berhubungan dengan penanganan material sebelum digunakan.
  • Operations: akivitas yang berhubungan dengan pengolahan input menjadi output.
  • Outbound logistics: aktivitas yang dilakukan untuk menyampaikan produk ke tangan konsumen.
  • Marketing and sales: aktivitas yang berhubungan dengan pengarahan konsumen agar tertarik untuk membeli produk. e. Service: aktivitas yang mempertahankan atau meningkatkan nilai dari produk.

2. Supported activities:
  • Firm Infrastructure: terdiri dari departemen-departemen atau fungsi-fungsi (akuntansi, keuangan, perencanaan, dan sebagainya) yang melayani kebutuhan organisasi dan mengikat bagian-bagiannya menjadi sebuah kesatuan.  
  • Human Resources Management: Pengaturan sumber daya manusia mulai dari perekrutan, kompensasi, sampai pemberhentian.
  • Technology Development: pengembangan peralatan, software, hardware, prosedur, didalam transformasi produk dari input menjadi output.
  • Procurement: berkaitan dengan proses perolehan input/sumber daya.
Gambar Aktivitas Rantai Nilai untuk Perusahaan Manufaktur. Sumber Debra Paul dan James Cadle (2014)
Bila menggunakan rantai nilai, hal yang paling mudah untuk memulai adalah dengan operasi yang merupakan kegiatan inti dari rantai nilai ini. Dalam contoh di atas digambarkan perusahaan manufaktur dan kegiatan utama dari rantai nilai ini adalah ‘Membuat produk’. Namun, hal tersebut hanya dapat dilakukan jika perusahaan manufaktur tersebut bisa mendapatkan bahan baku yang merupakan kegiatan logistik masuk. Kegiatan logistik keluar menyangkut pengiriman ke konsumen akhir. Dalam pemasaran dan penjualan, perusahaan perlu mempromosikan produk dan menerima pesanan. Akhirnya, aktivitas melayani konsumen atau servis melibatkan memberikan masukan kepada pelanggan mungkin dengan menjawab pertanyaan dan menangani keluhan.

Sabtu, 07 Juli 2018

SKTM? Inilah Pengalaman Lucu Saya di Tahun 2006.

Surat Keterangan Tidak Mampu untuk Buyer.
Jika melihat berita betapa maraknya SKTM untuk mengakali masuk sekolah, maka saya jadi teringat pengalaman saya tahun 2006 lalu saat masih bergelut di bisnis furniture. Pengalaman ini cukup lama memang karena lebih dari 12 tahun, saat kondisi bisnis furniture masih terhitung cukup bagus sebelum tahun 2008 yang mulai menurun.

Menanggapi permintaan buyer adalah salah satu rutinitas kerja saya, baik buyer yang sudah kerjasama dengan saya lebih dari 7 tahun maupun buyer-buyer yang baru. Untuk buyer-buyer yang sudah berjalan, tentunya tidak banyak masalah yang sering muncul karena kami telah mengenali produk apa yang mereka butuhkan dan di level harga berapa mereka bisa membeli.

Namun untuk buyer-buyer baru banyak sekali ragamnya, dari yang bonafide dan tidak bonafide. Dan pengalaman saya waktu itu adalah saat saya bertemu dengan buyer dari Australia yang berkantor di Yogyakarta. Setelah berkali-kali komunikasi via telepon dan email serta memenuhi permintaan pengiriman sample oleh mereka, saya diundang untuk bertemu dengan buyer tersebut yang berkantor di sekitaran Condong Catur.

Meeting hari ini cukup lama, karena banyak item yang harus kami tawarkan dan dinegosiasikan harganya dengan buyer tersebut, termasuk item-item yang sudah kami kirimkan sample-samplenya. Biasa, karena ternyata mereka juga adalah perusahaan buying agent maka harga dari kami pun dinego habis-habisan sampai mendekati HPP.

Staff saya sudah sedari awal saat buyer menawar harga kami, memberi isyarat saya dengan nendang-nendang pelan kaki saya namun saya terus berusaha menyakinkan bahwa harga yang kami berikan adalah harga yang terbaik karena kami adalah produsen bukan trader. Buyer tetap alot dengan pendiriannya (biasa, jika bertemu dengan buying agent memang mereka sering menekan harga kita.), dan saya pun ketika masih melihat ada margin maka mempertanyakan sebenarnya berapa sih quantity yang dibutuhkan karena pabrik kami menggunakan mesin sehingga semakin banyak order kami bisa menekan harga produksi sebagai besar.

Awalnya Buyer mengatakan bahwa di awal order mungkin hanya sekitar 1 container, dan saya selanjutnya bagaimana? Apakah bisa 5 - 10 container per bulan? Dan buyer mengatakan bahwa harga kita mahal, sehingga mungkin hanya beli 1 container saja. OK, sudah mulai terbaca kemampuan buyingnya, cuma 1 container dan itupun tidak per bulan.

Masih belum selesai, si buyer mengatakan bahwa untuk kerjasama dengan perusahaannya maka kita harus mau membuatkan mereka sample 1 item 1 sample. Saya tanyakan, biaya sample ikut beban siapa? Sample itu untuk apa? Jika untuk sekedar mengetahui level workmanship kami, 1 atau 2 sample sudah cukup. Tetapi jika setiap item harus ada 1 item dan biaya itu dibebankan kepada kita, maka kami harus bicarakan sebelumnya.

Sebagaimana kita ketahui, biaya membuat sample untuk perusahaan full machine made cukup mahal. Biasaya kami mendapatkan order dari buyer yang memberikan sample atau as built drawing dari buyer untuk kami kerjakan dan selama itu tidak ada masalah. 

Ternyata buying agent tersebut meminta semua biasa sample ada FREE untuk dia. Coba bayangkan? Quantity order cuma 1 container dengan harga yang hanya tipis di atas HPP dan kam membiayai pengembangan produk mereka dengan biaya kami. Ha-Ha, buying agent ini jelas miskin (pikir saya), dan selanjutnya saya pun mengatakan kepada buyer tersebut: "Mister, jangan kuatir semua sample yang sudah saya kirimkan (sekitar 3 item) dan sample lain akan kita buatkan GRATIS, cuma tolong berikan saya 1 surat keterangan saja dari kelurahan setempat bahwa anda adalah BUYER yang TIDAK MAMPU!"

Dan buyer yang sudah fasih berbahasa Indonesia tersebut merah padam mukanya karena tidak pernah membayangkan prospek suppliernya menyindirnya dengan SKTM tersebut di atas. Saya pamit untuk memberikan waktu si buyer berpikir jernih, dan selama perjalanan pulan Yogya - Semarang, staff saya tidak bisa menahan tawa denga apa yang saya sampaikan ke buyer tersebut.

Sekedar sharing, dan saya yakin banyak teman-teman ketemu dengan type buyer yang semacam ini. Tapi perlu diingat, bahwa sejak saya perlakukan seperti itu justru buyer tersebut selanjutnya menjadi teman baiknya, meskipun tidak berbisnis di bdang furniture lagi. Sukses!


Jumat, 06 Juli 2018

Memanfaatkan Jaringan Distribusi Surat Kabar untuk Penyebaran Informasi Bisnis.


Bergesernya media dari offline dan online belum sepenuhnya mematikan bisnis surat kabar konvensional. Jika hanya melihat dari sudut pandang pada produk korannya memang pelan-pelan media konvensiona ini mulai terkikis, tetapi jika melihat pada asset jaringan distribusinya maka sebenarnya bisnis distribusi surat kabar masih memiliki potensi yang luar biasa dalam menggarap promosi.

Transformasi digital sangat efektif menjangkau generasi millenial, yaitu generasi yang berkelahiran mulai tahun 1980, generasi yang sangat akrab dengan perkembangan dan konsumsi informasi digital. Namun untuk generasi sebelumnya, transformasi digital seolah masih alot untuk sepenuhnya menguasainya, generasi inilah yang masih menjadi pasar potensial bagi bisnis media konvensional seperti koran. Mereka lebih percaya pada kredibilitas media koran konvensional.

Generasi "tua" inilah yang menjadi ganjal distribusi dan hidupnya bisnis koran konvensional, dan mereka rata-rata sudah mapan dalam hal ekonomi, terlebih mereka rata-rata adalah pelanggan yang setia dan menjadi potensi bagi pasar produk-produk pengiklan.

Selalu kreatif mencermati setiap asset yang dimiliki adalah kunci sukses dalam setiap bisnis. Jika kita jeli melihat asset dan potensi yang ada, maka sebenarnya yang sangat bernilai dari bisnis koran konvesional adalah jaringan distribusinya termasuk frekwensi distribusi yang rutin. Jika setiap koran memiliki jaringan pelanggan (distribusi) yang jumlahnya adalah puluhan ribu apakah hal ini bukan sebagai potensi target promosi bagi pada pemilik brand? Apalagi titik-titik distribusi (pelanggan) tersebut sudah teruji loyal selama puliuhan tahun. 

Sangat luar biasa sekali asset jaringan distribusi ini, dan hal ini bisa dikembangkan oleh berbagai pemilik koran dan juga bagi para pemilik brand untuk mulai menggarap "media promosi" lama tapi baru ini. Bisa jadi biaya promosi dengan cara ini masih memungkinkan untuk efisiensi bagai pemilik brand ketika biaya iklan tidak terjangkau oleh budget mereka.

Persaingan yang ketat memaksa setiap pemilik bisnis (brand) harus selalu kreatif dan jeli menyikapi setiap potensi dan asset yang dimiliki. Bagi teman-teman pelaku UMKM, peluang menjangkau pasar yang telah "terverifikasi" loyalitasnya sebagai pelanggan bisa dimanfaatkan untuk melakukan promosi produknya. 

Materi promosi yang menarik berupa visual gambar dan colorfull sangat membantu membangun daya tarik promosi kita. Yang perlu dicatat, jaringan distribusi surat kabar bersifat ekspress, sore drop promosi dan pagi selanjutnya materi promosi telah sampai kepada pelanggan surat kabar tersebut. Selamat mencoba dan sukses!






 

Kamis, 05 Juli 2018

Membangun Personal Brand

Anda adalah brand.
Terlepas dari apakah bisnis anda menyediakan layanan atau menjual barang, maka bisa dikatakan bahwa bisnis adalah orang membeli "orang". Kami tidak dapat menyebutkan berapa banyak bisnis terkenal dunia yang tidak diakui dan dihormati pemimpinnya. Di dunia saat ini, memiliki bisnis yang hebat tidaklah cukup, oleh sebab itu membutuhkan profil yang hebat, dan bagian dari itu adalah tentang memiliki pemimpin yang diprofilkan dengan baik.
 
Pada akhirnya, jika anda dan bisnis anda memiliki kepribadian yang kuat dan positif, maka upaya itu akan jauh lebih mungkin untuk berhasil.

Sekarang diharapkan bagi para CEO dan pemilik bisnis untuk mengambil kendali komunikasi perusahaan mereka dan hari-hari bisnis "tak berwajah" sudah lama berlalu. Kami berada di zaman di mana bisnis adalah tentang kepribadian dan jaringan, langkah pemimpin bisnis imperatif menjadi sorotan dan menentukan brand mereka sendiri. Ambil contoh debutan Trump baru-baru ini untuk berkuasa. Suka dia atau benci dia - dia telah berhasil mencapai kesuksesan luar biasa dengan membangun dan mempertahankan personal brand yang benar-benar luar biasa.

Personal brand yang kuat benar-benar dapat memberi anda keunggulan dalam persaingan, dan meningkatkan reputasi perusahaan anda di pasar. Bagi para pemimpin atau pengusaha yang mencari tantangan baru, dapat membuka banyak pintu dan membantu menemukan usaha bisnis anda berikutnya. Di mana pun Anda berada dalam perjalanan karier anda, memiliki personal brand akan memberikan dampak yang positif. Hanya berpikir dimana Richard Branson atau Richard Reed tanpa profil pribadi mereka, menceritakan kisah bisnis mereka dan berbagi kebijaksanaan mereka telah memperkaya kehidupan mereka secara profesional dan pribadi dan banyak orang lain sebagai hasil dari personal brand mereka.

Tantangan yang dihadapi banyak orang ketika mengembangkan personal brand adalah menciptakan keseimbangan antara menampilkan bakat mereka dan secara terbuka mempromosikan diri. Ini adalah satu-satunya suara para pemimpin bisnis terbesar saat memulai strategi personal branding. Mereka tahu itu penting tetapi khawatir akan datang sebagai ego sentris atau sombong dengan berbicara tentang prestasi mereka; ini adalah kekhawatiran ala Inggris yang unik. Cukup sederhana, mereka harus membiarkan hal ini dan menyadari bahwa tidak apa-apa untuk bangga dengan apa yang telah mereka capai dan fokus untuk menjadi otentik. Bicaralah hanya tentang topik di mana anda memiliki pengalaman untuk mendukung proposisi anda. anda harus memiliki kredensial untuk membuktikan hal itu adalah sesuatu yang berharga untuk diinvestasikan.

Ada beberapa tahapan perjalanan yang harus anda pertimbangkan untuk mendapatkan momentum tersebut. Setelah Anda menyortir bagian ini, peluang akan datang kepada anda, apakah itu melalui bentuk pertanyaan bisnis baru, atau mengambil tahap berikutnya dari perjalanan bisnis anda dan menemukan tantangan baru.

Berikut adalah pertimbangan dan tindakan utama yang perlu anda atasi agar berhasil membangun personal brand anda:

1) Tetapkan tujuan Anda
 
Persiapan itu penting, jadi hal pertama yang perlu anda pertimbangkan adalah tujuan anda untuk mengembangkan profil pribadi. Apakah menjadi lebih kredibel dalam bisnis? Apakah itu untuk meningkatkan penjualan? Apakah itu untuk menemukan peluang dan koneksi baru?vAtau mungkin untuk menjadi ahli yang diakui dalam bidang tertentu? Apapun tujuannya, tetaplah di fokus dan pastikan setiap usaha yang anda lakukan memiliki tujuan akhir ini.
 
2) Persiapan adalah segalanya
 
Anda perlu memastikan bahwa anda membunyikan bagian ini. Tetapkan apa yang akan menjadi topik keahlian anda, latih dan siapkan sudut pandang yang jelas dan serangkaian keahlian berdasarkan keahlian yang membuat anda menjadi komentator yang valid di bidang-bidang utama ini. Ini sangat berharga untuk diinvestasikan dalam pelatihan media sehingga anda dapat berlatih diwawancarai tentang topik ini oleh jurnalis sungguhan. Anda juga dapat bekerja dalam apa yang menjadi pesan utama anda dan bagaimana menanamkan hal ini ke dalam wawancara Anda.
 
3) Lihat bagian terpenting.
 
Sebuah gambar berbicara seribu kata. Jadi berinvestasi dalam fotografi profesional dan up to date yang menonjol dan bahkan memamerkan produk anda.
 
4) Dapat Dicari dan Ditemukan.
 
Kesan pertama hari ini adalah penelusuran Google, tes paling kritis. Ketik nama dan perusahaan anda ke google dan lihat apa yang anda temukan, atau lebih sering, tidak menemukannya. Anda perlu memastikan bahwa anda memiliki situs web pribadi yang menggambarkan anda seperti yang anda butuhkan, atau setidaknya halaman LinkedIn yang sangat populer dan semua bintang dihuni dengan score yang sangat tinggi di pencarian Google sehingga tidak dapat diabaikan.

5) Amankan Dukungan Media
 
Anda tidak hanya harus mencari diri yang kredibel melalui situs web dan LinkedIn, tetapi Anda juga perlu memastikan orang lain mengatakan hal-hal baik tentang anda. Pengakuan yang paling berharga di sini adalah artikel media dan profil tentang anda. Google menyukai ini dan begitu juga orang-orang. Ini adalah artikel yang tidak dapat dibeli dan membuat dukungan pihak ketiga akhir dari Anda. Pikirkan wawancara surat kabar nasional, profil bisnis, komentar pers perdagangan dan seterusnya.
 
6) Jadilah pemimpin pemikiran melalui media tradisional dan sosial
 
Orang-orang dengan personal brand yang hebat selalu ahli. Gunakan kolom opini di majalah dan situs web serta blog dan media sosial anda sendiri untuk mendapatkan keahlian anda di luar sana. Tingkatkan masalah, bagikan pengetahuan, dan tulis artikel dan blog yang membicarakannya dan berikan solusi yang dapat diilhami oleh atau dipelajari oleh orang-orang.
 
7) Pertahankan momentum, konsisten.

 
Poin 5 dan 6 akan kehilangan semua nilainya jika anda hanya melakukannya selama beberapa bulan dan berhenti. Kami merekomendasikan aktivitas yang sibuk untuk benar-benar meningkatkan pengakuan terhadap anda dalam tiga bulan pertama strategi pembentukan personal brand anda, tetapi kemudian anda harus mempertahankan aktivitas anda, meskipun pada tingkat yang lebih rendah. Cobalah untuk memastikan bahwa anda berpartisipasi di media sosial setidaknya setiap minggu, buat artikel pemikiran baru dan liputan media setidaknya setiap bulan.

Personal branding adalah tentang menjadikan Anda sebaik mungkin. Ini tentang mengembangkan keterampilan anda sebagai individu yang ambisius sehingga anda dapat melampaui apa yang sudah anda lakukan secara pribadi dan profesional. Tidak hanya akan meningkatkan perjalanan karir pribadi anda, hal ini juga akan memberi umpan ke dalam strategi bisnis anda yang lebih luas dan membuka pintu baru. Sekarang pemimpin bisnis mana yang tidak mau melakukan itu?
 
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan bisa menjadi wacana. Sukses!

Rabu, 04 Juli 2018

Perhatian Suara Merdeka Kepada UMKM Pelanggan Setia.

Kolaborasi Rumah UMKM dengan Koran Suara Merdeka.
Pergeseran media dari offline (konvensional) ke online (digital) merupakan fakta yang tidak bisa dipungkiri, namun keberadaan media konvensional dengan pasar tradisionalnya pun merupakan fakta lain yang perlu dipertimbangkan. Bahkan menurut kami, para pelanggan media konvensional (koran) yang masih bertahan adalah pasar yang telah teruji kekuatan ekonominya atau daya belinya. Media konvensional juga masih memegang prinsip aktual dan terpercaya, yang nilai kredibilitasnya yang relatf lebih bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan media online.

Bagi warga Jawa Tengah, koran Suara Merdeka adalah koran 3 generasi yang sampai saat ini masih mampu bertahan meskipun media sejenis juga hadir di Jawa Tengah selain gerusan media digital saat ini. Yang mengejutkan adalah bahwa oplaag sirkulasinya pun masih bertahan di atas 50.000 eksemplar, suatu angka yang seolah mustahil di jaman persaingan media yang ketat saat ini.

Sebagai penghargaan kepada para pelanggan, Suara Merdeka menggandeng Rumah UMKM untuk memberikan layanan konsultasi UMKM yang fokus kepada promosi dan pemasaran produk. Layanan ini gratis bagi UMKM yang merupakan pelanggan Suara Merdeka, khususnya untuk wilyah kota Semarang dan sekitarnya.

Terkait dengan kerjasama ini, tempat layanan konsultasi yang dulunya di Jl Kawi No 20 Wono Tingal Semarang, saat ini bergeser di Jl Merak No 11 Kota Lama Semarang (Depan Stasiun Tawang), yaitu di Kantor Sirkulasi Suara Merdeka (Cempaka).

Di masa mendatang, program-program layanan untuk UMKM akan terus dikembangkan agar terjalin kedekatan hubungan antara media ini dengan pelanggannya. Interaksi ini sangat penting untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pelanggan saat ini, dan apa yang bisa dilakukan oleh Suara Merdeka untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sukses!