Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Minggu, 09 Desember 2018

Mempertahankan Cita Rasa, Mempertahankan Pelanggan.

Soto Mas Boed, Jl Jati Raya Banyumanik Semarang.
Orang Jawa suka soto, dan penggemar soto di Banyumanik suka soto Mas Boed. Ha-Ha, ini adalah ungkapan promotif dari saya pribadi yang merupakan penggemar dari soto angkring Mas Boed yang berlokasi di Jl Jati Raya Banyumanik, di depan Kantor Pos Jati Raya Banyumanik.

Konsisten dalam rasa dan semuanya selalu masakan baru, itu yang merupakan rutinitas di warung soto ini. Kebetulan saya kenal baik dengan Mas Boed dan sering ngobrol dengan beliau tentang bagaimana kiat-kiat dan cita-citanya dalam mengembangkan bisnisnya di masa mendatang. Dan ternyata benar bahwa beliau sangat hati-hati dengan kualitas dan cita rasa dari produknya, bisa dikatakan beliau adalah produsen yang loyal dengan kualitas.

Dan berbagai warung soto, warung soto Mas Boed yang sangat konsisten menjaga cita rasa. Ketika yang lain mulai ditinggalkan oleh pelanggannya maka soto Mas Boed masih mendapatkan "loyalitas" dari pelanggan. Konsistensi ini secara berjenjang dijaga dari mulai pemilihan bahan baku, proses dan SDM yang mengolah masakan tersebut. Ketiga hal ini mendapatkan kontrol yang ekstra dari pemilik usaha, agar cita rasa dan kualitas produknya masih terjaga sebagaimana dengan loyalitas pelanggannya.

Saya menulis ini untuk mengingatkan pelaku UMKM yang lain untuk menjadi konsistensi dalam kualitas dan cita rasa produk pangannya. Mas Boed adalah salah satu pelaku UMKM yang sangat ketat dalam hal ini sehingga masih mendapatkan loyalitas dari pelanggannya. Hal ini pulalah yang membuat Mas Boed masih mempertimbangkan untuk membuka cabang atau franchise, karena tantantan kendali kualitas atas sumber bahan baku, proses memasak dan SDM yang mengolahnya. 

Kualitas adalah hal yang akan selalu diingat oleh pelanggan terhadap produk kita, sebuah kesalahan dalam menjaga kualitas bisa berakibat fatal terhadap hilangnya pelanggan. Mungkin hal ini yang menjadi warning dari Mas Boed alam mengelola usahanya. Semoga Mas Boed bisa segera membuat SOP dari mulai pemilihan baku, proses maupun kualifikasi SDM serta bisa mematenkan merk dagangnya agar bisa segera membuat franchise Soto Mas Boed yang tentunya ditunggu-tunggu oleh penggemarnya di luar kota. Sukses terus Mas Boed!





Jumat, 07 Desember 2018

Ngobrol Konsep Cafe di Hero Coffee.

Hero Coffee, Jl Kepodang Kota Lama Semarang.
Kamis siang ini adik saya, Ka Balai Meterologi Kota Semarang, mengajak saya minum kopi di Hero Coffee Jl Kepodang Kota Lama Semarang, atau di belakang Ikan Bakar Cianjur. Sebuah Cafe yang belum genap setahun ini berdiri dan sudah cukup banyak pengunjungnya, mungkin karena tempatnya yang vintage dan asyik untuk ngobrol dengan kolega.

Yang lebih asyik adalah ngobrol dengan pemilik dari Cafe ini, yaitu Mas Ahmad, mengenai konsep-konsep Cafe yang sesuai dengan lokasi Cafe di kawasan heritage kota Semarang. Sebuah obrolan yang selalu saya inginkan ketika bertemu dengan para pemilik usaha. 

Dalam kawasan wisata heritage ini kita mulai mencoba memilih apakah Cafe tersebut akan sebagai start point atau sebagai last point. Jika sebagai start point maka Cafe ini akan menyediakan berbagai panduan ke beberapa tujuan di kota Semarang disamping didukung oleh kerjasama dengan jaringan transportasi yang memadai. Tetapi jika sebagai last point maka Cafe ini akan tutup paling yang terakhir dibandingkan dengan yang lain, sehingga menjadi tujuan akhir dari pengunjung.

Obrolan di atas pastinya tidak berhenti di situ saja, karena banyak hal yang bisa dieksplorasi dari Hero Coffee yang memiliki fasiltas roasting sendiri serta interiornya yang ditata dengan model vintage sehingga sesuai dengan konsep kota lama. Keradaan fasilitas roasting ini bisa menyerap pengunjung yang ingin belajar bagaimana melakukan roasting kopi dengan benar.

Konsep menu yang original dan otentik kota Semarang akan menjadi daya tarik dari Cafe ini. Sementara masih terus bereksplorasi dengan hidangan pendamping kopi, menu-menu tradisional Semarang dan menu populer telah telah disajikan di Cafe ini. Cukuplah bisa untuk menemani berjam-jam ngobrol dengan kolega di sini.

Sebuah konsep yang sedang dituju adalah konsep Cafe Bisnis dimana para pengunjung bisa datang ke sini sekedar untuk networking ataupun bisa untuk bekerja. Beberapa fasiltias ke arah sini sedang dipersiapkan agar Cafe ini bisa menjadi icon business point di kota Semarang, karena Semarang masih kurang tempat yang seperti ini.

Dengan suasana yang vintage serta penataan yang selaras, tidak menutup kemungkinan wisatawan asing akan betah ngobrol di Cafe ini, Terlebih nanti ketika pusat kota lama tidak memperkenankan mobil lalu lalang masuk, maka kawasan ini akan semakin menarik sebagai kawasan heritage berkelas dunia. Sukses!





 

 


Kamis, 06 Desember 2018

Perubahan Pasar = Perubahan Strategi Pemasaran

Perubahan Pasar = Perubahan Strategi Pemasaran
Satu kota berjuta guna, mungkin istilah ini yang cocok untuk menggambarkan kegiatan kami di hari Kamis, 6 Desember 2018. Dimana kami bisa bertemu dengan teman-teman dari Universitas Sains Alquran (UNSIQ) Wonosobo untuk berdiskusi bagaimana membangun brand perguruan tinggi dan kegiatan-kegiatan pelatihan di dalamnya, dan juga memberikan sharing strategi pemasaran di jaman digital saat ini di Resto Ongklok bersama 60 start up dan UMKM dari Kabupaten Wonsobo yang difasiltiasi oleh Bappeda Kabupaten Wonosobo.

Perjalanan ke Wonosobo yang kami sengaja untuk menikmati layanan bus patas dan grab juga tidak kalah memberikan arti, karena kami bertemu dengan beberapa orang dari industri gula cair baik dari pelaku lokal maupun pelaku nasional. Intinya semua sangat bermanfaat dalam menambah informasi dan wawasan kami untuk berbagai hal.

Dalam tulisan ini kami akan menekankan kepada saat kami memberikan sharing terhadap teknik pemasaran di era digital kepada startup teknologi dan UMKM Kabupaten Wonosobo yang didominasi oleh pelaku-pelaku usaha yang relatif masih muda-muda. Revolusi digital, perusahan pasar terutama perilaku pasar serta perkembangan teknologi mendominasi sharing kami di Resto Ongklok tersebut.

Membangun persiapan produk mulai dari legalitas, kualitas, kapasitas dan kontinuitas supply sampai dengan melakukan konversi visual atas pesan-pesan kepada generasi millenial yang mendominasi pasar saat ini kami tekankan kepada para startup dan UMKM. Mereka harus memahami bagaimana menbangun pesan visual dan melakukan komunikasi visual dengan koneksi mereka di sosial media.

Tidak hanya itu saja, bagaimana membangun brand awareness melalui website, fan page, google business maupun sosial media merupakan sebuah keharusan saat ini. Selain bagaimana melakukan SEO dan Social Media Marketing, semua kami berikan tip-tip dari apa yang telah kami alami dalam melakukan digital marketing.

Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan
Startup dan UMKM harus benar-benar memahami bahwa lawan yang mereka hadapi saat ini adalah jaman, jaman yang berisi perubahan ke arah digital. Jika mereka tidak berubah dan menyesuaikan diri, apalagi pasar saat ini pun sudah dikuasai oleh generasi millenial maka mereka pun harus bisa mengikuti perubahan ini. Mereka harus menguasai dan mampu menggunakan teknologi digital untuk kebutuhan bisnis mereka.

Tetapi perlu kami ingatkan juga, bahwa untuk memenangkan persaingan mereka pun harus bisa "mendekat" secara emosional kepada pelanggan dan konsumen mereka. Dalam era digital akan semakin sulit mencari siapa yang lebih cepat, siapa yang lebih kuat dan bukan masalah siapa mengalahkan siapa melainkan bagaimana kita bisa dekat dengan konsumen atau pelanggan kita agar selalu bisa menangkap permasalahan yang mereka hadapi dan kebutuhan mereka saat ini.

Arti kompetisi di era digitial.
Demikian apa yang bisa saya sharing dari perjalanan saya ke Wonosobo hari ini, semoga cerita ini bisa bermanfaat untuk yang lainnya. Sukses !
 






Senin, 03 Desember 2018

Berbisnis Rapi dengan Work Flow & Management Plan.

Berbisnis Rapi dengan Work Flow & Management Plan.
Mereka telah memulai usaha, mereka telah mulai menghasilkan produk yang berkualitas, mereka telah memulai aktivitas pemasaran maka sudah saatnya menata bisnis mereka menjadi lebih rapi dan profesional. Sehingga ketika mereka butuh bekerjasama dengan pihak lain, seperti distributor, perbankan maupun investor penilaiannya menjadi lebih baik.

Saat itu tuntutan yang paling nyata adalah sistem manajemen perusahaan yang rapi dan terukur kinerjanya. Dan hal ini harus disadari oleh para pelaku UMKM bahwa mereka harus tampil profesional baik dalam perilaku bisnis maupun sistem manajemen yang disodorkan kepada pihak mitra kerjasama. Dan hal tersebut harus dimulai sejak saat ini, saat mereka belum terlalu kompleks permasalahan dalam prakteknya.

Sistem manajemen tidak berhenti hanya pada bagaimana mereka bisa membuat BMC (Bisnis Model Canvas) yang memberikan gambaran secara umum bisnis apa yang mereka lakukan, apa uniknya produk mereka, siapa pasar mereka bidik, siapa mitra kerja, bagaimana aktivitas kerja utamanya, bagaimana struktur biaya yang membangun harga dan bagaimana asal pendapatan bisnis mereka dan seterusnya, melainkan bagaimana kita perlu memberikan gambaran alur kerja dalam perusahaan secara detail dan rencana manajemen yang rapi dan terukur.
Business Model Canvas (BMC)
Business Model Canvas memang akan memberikan gambaran secara umum bagi pihak luar atas bisnis kita, namun untuk melihat apakah sistem tersebut bisa berjalan dengan baik atau tidak maka perusahaan harus menyajikan alur-alur yang memperlihatkan fungsi-fungsi utama dari sebuah perusahaan dan alur-alur kerjanya. Job description akan tampil ketika kita melihat adanya interaksi antara satu fungsi kerja yang satu dan yang lainnya. Output kerja dari fungsi kerja sebelumnya akan menjadi input kerja bagi fungsi kerja selanjutnya dan hal ini bisa menjadi check list kinerja persuahaan tersebut, atau bisa dijabarkan lagi menjadi job description.

Fungsi kerja secara nyata akan muncul dalam sebuah struktur organisasi perusahaan yang memberikan gambaran beberapa fungsi kerja (department) dan jenjang-jenjang mereka dalam berorganisasi dalam perusahaan. Fungsi kerja tergantung dari jenis usaha dan skala usahanya. Untuk UMKM struktur organisasi di bawah ini telah mencukupi, dan bahkan telah mengakomodasi pengembangan bisns di masa mendatang.

Struktur Organisasi
Setelah struktur oganisasi, sebagaimana yang sering saya temui dalam struktur organisasi usaha skala UMKM, mereka berhenti atau beberapa telah menambahkan job description setiap fungsi kerja. Namun data tersebut tidak menggambarkan alur kerja dalam perusahaan tersebut, oleh sebab itu perlu dibuat sebuah alur kerja sebagaimana di bawah ini:
 
Work Flow
 
Meskipun work flow di atas hanya selembar, namun work flow tersebut telah bisa memberikan gambaran yang jelas dan terukur kepada para pihak mitra. Gambaran ini bisa memberikan kesan "profesional" dan "well-planned" kepada perusahaan. Inilah sebabnya lembar ini saya sebut sebagai work flow dan management plan karena lembar ini bisa menjadi acuan management dalam memahami alur yang ada dalam organisasi dan juga bisa sebagai dashboard dalam melihat proses mana yang kurang berjalan dengan baik dan perlu perbaikan.
Semua harus dimulai ketika perusahaan masih berskala kecil, saat permasalahan belum kompleks sehingga pembuatan work flow menjadi tidak terlalu rumit. Tidak harus perusahaan besar yang memiliki work flow yang bagus, UMKM pun bisa. Sukses!

Jumat, 30 November 2018

Mempertahankan Bisnis Distribusi Koran/Majalah.

Mempertahankan Bisnis Distribusi Koran/Majalah.
Gelombang perkembangan teknologi digital sudah pasti akan terus mencabut pola dan sistem bisnis konvensional, hampir semua bisnis mengalaminya terlebih pada media konvensional seperti media elektronik, radio, media cetak dan media outdoor. Media-media konvensional memang yang yang paling berdampak dengan adanya revolusi digital ini. Meskipun belum akan mati, namun sudah pasti pendapatan mereka akan menurun pesat karena revolusi digital yang terjadi. 

Rantai akibat ini pun sampai kepada para agen koran dan pedagang koran jalanan. Banyak di antara mereka yang tidak mampu bertahan karena biaya operasional yang ditanggung tidak sebanding dengan pendapatan penjualan mereka. Mereka mencoba bertahan karena mereka sudah melakukan bisnis ini selama puluhan tahun dan mencoba untuk tetap loyal dengan bisnis distribusi koran ini.

Kesempatan bertemu dengan anggota K-12 plus dari Jakarta yang merupakan perkumpulan persaudaraan agen koran seluruh Jakarta dan sekitarnya dan agen-agen koran di Kota Semarang memberikan informasi bahwa yang mereka butuhkan adalah pengembangan bisnis dengan apa yang telah mereka miliki saat ini, yaitu jaringan distribusi. Mereka tetap akan bertahan untuk bisnis distribusi koran sementara terus mengembangkan bisnis yang berdasar pada bisnis yang sudah mereka jalani ini.

Membangun Bisnis dari Value Chain

Sehebat apapun bisnis digital yang ada saat ini, tanpa robot distribusi, mereka masih membutuhkan kurir untuk mendistribusikan barang yang diperjualbelikan. Dan hal ini adalah motivasi yang kuat bagi para agen dan loper koran. Mereka akan terus dibutuhkan sampai memang benar-benar tidak ada barang yang secara fisik untuk didistribusikan.

Ketika kilas balik pada bisnis koran itu sendiri, sebenarnya ada "potensi" lain yang tidak kalah penting dari nilai korannya, yaitu "value chain" yang bisa terdiri dari value brand, value distribusi, value market dan value measurable-nya. Inilah potensi yang bisa dijual kepada prospek pengguna jasa tesebut.


Pasar yang bisa dibangun untuk menggarap value chain yang sebenarnya telah dimiliki oleh perusahaan media cetak adalah distribusi marketing tool, seperti leaflet, brosur, catalog, voucher dan sebagainya. Bahkan tidak menutup kemungkinan layanannya bisa dipertajam dengan addressed distribution, atau misalnya untuk pengiriman paket.

Pengelolaan value chain yang benar akan menjadi income generating bagi perusahaan media dan tentunya juga bagi subsidiaries-nya seperti agen koran dan loper koran. Semakin banyak produk yang bisa didistribusikan, semakin besar besar pendapatan mereka dari bisnis ini.

Dan pada kenyataaannya, sudah beberapa perusahaan atau brand sudah memanfaatkan layanan penyebaran brosur, leaflet dan voucher ini melalui jaringan distribusi koran, karena pihak perusahaan atau brand bisa memanfaatkan data base customer dari pelanggan koran (meskipun tidak secara langsung) sehingga tidak perlu melakukan upaya market sendiri. Potensi pelanggan koran sangat besar untuk dialihkan untuk menjadi pelanggan produk mereka. Penyebaran voucher menjadi sanga efektif dengan cara seperti ini. 

Dengan optimalisasi bisnis ini maka sebuah perusahaan media cetak masih bisa menyelamatkan mitra bisnis mereka, yaitu agen koran dan loper koran, untuk bisa terus bertahan dalam gerusan revolusi digital. Sukses!
 



Senin, 26 November 2018

Tips Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anda.

Tips Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anda.
Perubahan terjadi sangat cepat dan menyeluruh saat ini, terkait dengan revolusi industri atau lebih dikenal dengan revolusi digital. Hanya perusahaan dan individu yang kreatif dan inovatif yang bisa bertahan dalam badai perubahan digital saat ini, karena mereka mampu menyesuaikan diri dengan arus perubahan yang terjadi.

Masih banyak yang berpikir bahwa kreativitas adalah bakat, padahal kreativitas adalah pola pikir dan ketrampilan yang bisa dibentuk dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Sebenarnya yang terberat dari "menjadi kreatif" adalah perubahan awal yang butuh usaha dan kemauan yang keras untuk berubah. Mereka cenderung sudah "nyaman" dengan kondisinya saat ini, sehingga perlu sebuah trigger yang bisa membuat mereka melepas rasa "nyaman" tersebut.

Rutinitas tanpa visi yang menantang bisa membunuh kreativitas yang sebenarnya merupakan potensi masing-masing individu. Visi yang out of the box bisa memicu pola pikir yang kreatif, dan harus dimulai dengan hal ini.Kegiatan yang tidak biasa dan tidak rutin harus mulai dipertimbangkan untuk mendapatkan "something different" yang mungkin justru lebih produktif dan efektif. Perlu diingat bahwa kreativitas dan inovasi harus hadir untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja.

Berikut adalah 11 tips untuk meningkatkan kreavitas anda, yaitu:
  1. Bangun ritual inspirasional. (REFERENSI SOURCE) - Menjadi kretif membutuhkan pemicu atau trigger.  Trigger tersebut bisa berasal dari referensi, baik literasi maupun kisah inspiratif. Referensi ini akan memperkaya wawasan dan jalur berpikir yang bermanfaat ketika kita bertemu dengan masalah.
  2. Cobalah untuk membuat sesuatu setiap hari. (PRAKTICE) - Menjadi kreatif itu tidak akan terjadi hanya dengan sekedar membaca dan mendengar, melainkan harus terlibat langsung dengan masalah atau melakukan praktek. Praktek yang rutin setiap hari akan membangun pola pikir yang reflek karena kebiasaan. Dalam dunia kreativitas, inilah yang disebut mesin berpikir otomatis.
  3. Dari sekedar disiplin, pikirkan pengabdian. (UP LEVELING EMOSIONAL, IN DEPTH) - Motivasi menjadi sangat penting dalam upaya berubah menjadi kreatif. Disiplin adalah sikap mental yang sangat bagus, tetapi belum cukup untuk memicu kreativitas. Melepas beban "disiplin" dalam pikiran kita, bisa kita lakukan dengan pola berpikir bahwa rutinitas kita adalah pengabdian.
  4. Beristirahat dan menemukan inspirasi kreatif. (CALM DOWN) - Memberikan waktu untuk otak kanan kita bisa aktif adalah dengan cara yang santai. Anda butuh istirahat dan relax untuk bisa menangkap sinyal-sinyal kreativitas.
  5. Buat daftar dan pilih ide Anda. (ALWAYS HAVE ALTERNATIVES) - Mulai dengan selalu mencoba berbeda dengan yang pernah ada. TIdak cuma satu alternatif yang bisa anda buat melainkan beberapa alternatif. Dengan latihan ini maka anda akan terbiasa dengan pola yang berbeda dengan yang sudah ada.
  6. Ajukan pertanyaan yang tepat. (DETAIL & PRECIOUS) - Orang yang kreatif ternyata justru paham detaik dan teliti. Kita menjadi kreatif karena kita terbiasa memahami permasalahan secara esensial sehingga mampu membuat mind mapping untuk solusi yang dibutuhkan.
  7. Bersenang-senanglah dengan kolega atau teman Anda.   Bekerja pada jam paling produktif Anda. (ENJOY) - Hati dan pikiran harus selalu selaras. Kondisi sosial yang kondusif sangat membantu anda untuk bisa berpikir secara kreatif.
  8. Membangun jaringan. (NETWORKING) - Pola pikir anda bisa berubah ketika anda berada dalam sebuah komunitas yang kreatif. Cobalah membangun atau bergabung dengan komunitas orang-orang yang kreatif agar pola pikir anda tidak terkungkung oleh kebiasaan yang lama.
  9. Mengambil resiko.  (TAKE A RISK) - Kreativitas butuh keberanian untuk keluar dari ketidaknyamanan. Selalu akan ada resiko, dan butuh keberanian untuk ini.
  10. Lupakan bakat. (CREATIVITY IS NOT TALENT, IT IS SKILL) - Sebagimana sebelumnya dijelaskan, kreativitas bukanlah bakat. Kreativitas adalah pola pikir dan ketrampilan yang bisa dilatih dan dibiasakan.
Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat. Sukses!

Jumat, 23 November 2018

Bagaimana Menolak Customer Anda Dengan Sopan?

Bagaimana Menolak Customer Anda Dengan Sopan?
Kadang yang sepele sering terlupakan, sebagaimana pertanyaan dari salah satu UMKM yang beberapa waktu lalu konsultasi dengan kami. Bagaimana menolak permintaan customer? 

Dalam era digital dan era persaingan ketat saat ini, relationship dengan customer memiliki nilai yang sangat tinggi sementara saat ini customer semakin "emosional" dimana mereka lebih mengutamakan emosi mereka daripada rasio. Mereka semakin butuh diperhatikan, dan bahkan tidak mau ditolak.

Di sisi lain, kita tidak boleh menjadi YES MAN karena juga tidak mengedukasi customer siapa sebenarnya kita dan sebenarnya bisnis kita. Marketing yang benar adalah menyatakan apa yang sebenarnya kita lakukan, bukan sekedar membuat customer happy. Customer happy yang tidak sesungguhnya suatu saat akan menjadi boomerang untu bisnis yang kita jalani, karena sebenarnya kita telah membohongi customer kita sejak awal.

Menjadi tidak sepele lagi kan? Benar, untuk menolak customer dibutuhkan kehati-hatian yang luar biasa kecuali kita telah mengenal dengan baik customer tersebut dan tahu karakter dan apa kebutuhan mereka yang sebenarnya.

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan dalam menolak permintaan customer yaitu:
  1. Benar-benar mendengar permintaan mereka - Dalam hal ini anda harus benar-benar memastikan dan memahami apa yang menjadi permintaan customer anda dan mengapa mereka memintanya. Apakah hal ini masih memungkinkan untuk dilakukan?
  2. Fokus pada apa yang BISA Anda lakukan - Anda harus tetap fokus pada bisnis anda, dan harus bisa menjelaskan kepada customer anda apa fokus bisnis anda dan mengapa tidak bisa memenuhi permintaan mereka. 
  3. Bersikap lembut dan berikan langkah selanjutnya - Setiap penolakan kepada customer harus disampaikan dengan sopan dan lembut agar tidak mengganggu hubungan anda dengan customer tersebut di masa mendatang.
  4. Jangan buang waktu, tetapi jangan merusak hubungan juga - Jangan terlalu berlarut-larut dengan permasalahan tersebut, akhiri dan alihkan komunikasi dengan hal yang lain. Semua komunikasi harus dilakukan dengan sopan dan terhormat.
  5. Menolak dengan rasa syukur - Bagaimanapun juga berterusterang adalah tindakan yang bijaksana kepada customer. Bersyukurlah anda bisa menolak permintaan customer anda karena hal tersebut di luar kemampuan anda. 
  6. Menawarkan alternatif - Jika anda tidak bisa membantu customer anda, sampaikan beberapa alternatfif solusi kepada mereka sehingga mereka memiliki pilihan yang lain.
  7. Posisikan diri Anda sebagai ahli - Dalam bisnis ini andalah ahlinya, dan bersikaplah anda mengetahui setiap detail dalam bisnis tersebut.
  8. Bersikaplah jelas, transparan, dan terbuka - Jangan berbelit-belit, anda harus tegas dan jelas dalam menyampaikan ide, saran dan penolakan tersebut.
Demikian tulisan singkat ini, semoga bermanfaat bagi para pelaku UMKM di mana pun juga. Salam sukses dari kami!

Senin, 19 November 2018

Ngopi & Grafologi, Antara Nikmat dan Hoki.

Ngopi dan Grafologi, Antara Nikmat dan Hoki.
Sebelum menjalankan tugas sebagai pembina UMKM pun saya sudah memiliki hobi  yang satu ini, yaitu membaca karakter seseorang melalui goresan tanda tangan. Asyik dan semakin membantu saya mengenal karakter seseorang. Waktu itu di berbagai kesempatan acara, misalnya di warung kopi, saya selalu menyempatkan membaca tanda tangan para pengunjung yang datang sambil berinteraksi dengan mereka.

Banyak keuntungan memiliki talenta yang satu ini karena saya bisa mengenal karakter seseorang dari goresan tanda tangannya, potensi masalah orang tersebut tanpa mereka memberitahukan kepada saya pun bisa terbaca dari tanda tangah tersebut. Potensi penyakit dan keluhan kesehatan serta perjalanan hidup mereka sebelumnya pun bisa terbaca ":hanya" dari sebuah tanda tangan.

Tanda tangan atau signature adalah ekspresi kepribadian seseorang melalui media goresan tangan. Ada banyak "informasi" yang terangkum dalam sebuah tanda tangan, dan itulah yang menyebabkan saya tertarik untuk mempelajarinya secara otodidak.

Terasa asyik ketika hobi ini dibawa ke meja di Cafe Shop, antara menikmati kopi atau teh dengan mencoba mengenali karakter dan potensi diri yang seringkali menjadi kesulitan bagi banyak orang. 

Untuk melengkapi detail dan presisi dari pembacaan, saya pun mulai mempelajari feng shui baik dari literatur maupun dari beberapa praktisi feng shui yang sudah senior. Yang paling menarik dalam pembelajaran ini adalah praktek trial & error yang sudah saya lakukan beberapa tahun sampai mendapatkan formulasi praktis yang memadai untuk mempertajam grafologi. Sebuah perpaduan yang menarik antara grafologi dan feng shui.

Masih sering juga dalam perjalanan banyak yang menganggap bahwa kedua metode pengenalan karakater dan potensi di atas adalah tahayul atau mistis, dan terpaksa saya pun menjelaskan bahwa kedua ilmu tersebut adalah berdasarkan ilmu keteraturan dan keharmonisan unsur yang sangat logis dan bisa dipelajari. Perpaduan antara logic & feel menjadi hal yang tidak terpisahkan. Unsur logic bisa dipelajari oleh semua orang, namun unsur feel membutuhkan latihan dan pengalaman serta pola berpikir yang sistematis yang cukup lama. Dan inilah asyiknya, sehingga bisa saya katakan hanya seniman yang memiliki peluang yang besar untuk mempelajarinya karena mereka telah memiliki keselarasan antara logic & feel tersebut.

Menjadi semakin menarik bukan? Ya, pasti menarik karena sebenarnya metode ini sangat praktis untuk seseorang mengenali karakter, potensi dan minat diri dan orang lain. Menjadi semakin menarik karena saya mengembangkan hal ini untuk membaca LOGO perusahaan. Hampir sama dasarnya namun banyak unsur yang harus diperhitungkan dalam membaca logo perusahaan, terkait dengan karakter dan potensi permasalahan perusahaan. 

Grafologi & Feng Shui Untuk Logo Perusahaan.

Bidang jasa yang satu ini seolah menjadi peluang bisnis bagi saya, seorang pembina UMKM yang ingin bisa terus mengabdikan diri dalam membantu bisnis para pelaku UMKM maupun perusahaan besar. Selain masih jarang pesaing, maka bidang jasa yang satu ini bisa menyimpan potensi memberikan solusi yang kreatif kepada perusahaan untuk keluar dari kesulitan-kesulitannya saat ini.

Sebenarnya bisnis ini sudah saya jalani lebih dari 7 tahun yang lalu, dan beberapa klien merasa surprise dengan solusi yang hanya "merubah atau memperbaiki" logo perusahaannya. Sebenarnya intinya bukan pada perubahan atau perbaikan logo, namun perusahaan menyeluruh pada esensi potensi yang dimiliki perusahaan tersebut yang tanpa terasa mereka ikuti karena perubahan-perubahan pada logo tersebut. Mulai dari mereka mengenal karakter dan potensi masalah yang ada di perusahaannya yang selama ini tidak terdeteksi oleh sistem audit yang mereka miliki, justru terdeteksi dari logo yang mereka yakini. Dengan mengenali karakter pemilik perusahaan dan karakter perusahaan beserta potensi-potensinya maka kita bisa lebih mudah mengarah pada "akar" permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut.

Dengan menemukan esensi masalah yang sebenarnya, maka peluang memberikan solusi yang tepat lebih besar. Dan inilah yang menyebabkan grafologi dan feng shui logo menjadi semakin menarik dan perlu dipahami oleh beberapa perusahaan.

Pasar pengusaha di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura justru lebih menjanjikan daripada pasar pengusaha di dalam negeri. Singapura dan Malaysia sudah teredukasi dengan menghargai talenta seseorang, dan selama apa yang kita sampaikan adalah logic bagi  mereka, maka mereka tidak keberatan untuk menggunakan jasa grafologi dan feng shui tersebut. Bukan sebuah konsultasi yang berat karena bisa selesai dalam hitungan satu jam atau dua jam, dan yang paling menarik adalah interaksinya. Interaksi inilah yang membuka banyak fakta mengenai karakter dan potensi pemilik maupun perusahaannya.

Ketika mereka harus berkonsultasi dengan konsultan manajemen atau konsultan bisnis seringkali banyak hal esensi yang mereka sembunyikan, entah dengan maksud apa, namun hal itu sering terjadi. Tetapi dengan grafologi dan feng shui, justru esensi terdalam sudah terungkap sejak awal sehingga step by step dalam mengenal pribadi pemilik dan perusahaan menjadi semakin lebih mudah.

Inilah nikmatnya kopi dalam membedah hoki. Hoki bukanlah hal yang mendadak bisa kita dapatkan, melainkan melalui proses yang "harmonis" yang melibatkan karakter, minat, potensi dalam menggarap peluang yang ada. Sukses!

 

Jumat, 16 November 2018

Memahami Sales Progress Report Secara Esensi.

Memahami Sales Progress Report
Yang paling berat dilakukan oleh para salesman adalah membuat laporan progress, karena mereka mengganggap bahwa ini adalah beban harian mereka. Mereka belum menganggap bahwa sebenarnya apa yang mereka lakukan harian ini adalah sebuah upaya membangun asset marketing, baik untuk perusahaan maupun untuk dirinya sendiri sebagai seorang sales.

Apa yang menjadi asset seorang sales?

Teman-teman salesman lupa bahwa asset seorang salesman dan marketing adalah pasar, yang secara visual adalah berupa data base customer. Asset yang lebih berharga lagi adalah relationship mereka dengan customer mereka. Asset inilah yang membuat mereka punya nnilai bagi perusahaan.

Asset ini pulalah yang menjamin mereka memiliki probabilitas keberhasilan yang lebih baik dari salesman yang lain. Misalnya, ketika mereka ditarget 10 customer baru, mereka tidak harus mencari 100 prospek customer melainkan cukup dengan 50 prospek customer. Inilah asset aktif dari seorang salesman.

Memahami sales progress report? 

Dalam kesempatan ini saya akan sedirkit berbagai bagaimana cara memahami sales progress report yang sering dilakukan oleh teman-teman UMKM, agar mereka lebih terarah dan memahami progress report ini.

Data Base Customer

Para salesman sering lupa bahwa mereka harus terus membangun data base customer setiap hari. Semakin banyak data base customer para salesman akan belajar untuk semakin mengenal siapa pasar mereka, mereka akan belajar bagaimana melakukan segmentasi, targeting dan positioning secara riil di lapangan.

Progress report bertujuan untuk melihat apakah upaya kita membangun dan mengembangkan data base customer berjalan dengan baik, atau customer kita hanya berhenti pada pasar yang itu-itu saja. Dibutuhkan pengenalan produk dengan lebih baik untuk menentukan segmen dan target pasar yang tepat sesuai dengan benefit dari produk yang dihasilkan. Memahami customer dari permasalahan dan kebutuhan mereka akan banyak membantu mengarahkan taktik pemasaran yang tepat.

Target dan Proyeksi Pemasaran
 
Seorang salesman pasti dituntut dengan target penjualan, dan mereka harus mampu menggelar proyeksi penjualan mereka. Pada awalnya mereka pasti akan memiliki ratio keberhasilan yang kecil karena pemahanan produk dan pasar yang masih kurang, namun seiring dengan pengalaman dan ketrampilan mereka maka ratio keberhasilan akan meningkat.

Tujuan dari sesi ini adalah untuk mengajarkan salesman memahami bagaimana menghitung peluang penjualan dari data base yang telah mereka bangun. 

Progress Report 

Progress report atau effort penjualan biasanya dibagi dalam beberapa tahap, misalnya progress I dihitung dari saat salesman meluncurkan penawaran kepada prospek customer. Progress II dihitung ketika customer telah merespon penawaran, progress III dihitung ketika sudah ada negosiasi dan progress IV dihitung ketika sudah ada kontrak yang ditandatangani.

Tahapan-tahapan ini akan memberikan gambaran riil dari progress seorang salesman, sehingga bisa dipantau oleh atasannya.

Semakin banyak kita melakukan penawaran sebenarnya kita juga melakukan upaya promosi yang terarah, sehingga pengelolaan penawaran harus sebaik dan seprofesional mungkin agar memberikan kesan yang baik kepada prospek customer. Ingat, setiap komunikasi adalah promosi dan branding bisnis kita.

Upaya follow up terlihat dari pogress II sampai prospek customer memberikan respon atas penawaran yang sudah disampaikan. Disini dibutuhkan kemampuan komunikasi yang lebih baik untuk menyakinkan customer bahwa mereka telah bertemu dengan mitra yang tepat dan siap secara profesional berbisnis dengan mereka.

Progress III adalah ketika customer mengajar kita untuk bernegosiasi. Negosiasi ini artinya adalah upaya untuk menyamakan berbagai kepentingan antara kedua belah pihak, kemampuan memberikan pilihan yang fair sangat dibutuhkan oleh seorang salesman. Prospek customer harus selalu "merasa" menang dan menguntungkan bekerjasama dengan kita.

Progress IV dihitung ketika negosiasi telah mengarah kepada kesepakatan yang perlu ditandatangani oleh kedua belah pihak, atau bisa diwujudkan dalam wujud PO atau SPK.

Hasil (Deal)

Sales atau CLOSING merupakan point penilaian terhadap kinerjas seorang salesman. Hal ini bukan terjadi tiba-tiba tetapi merupakan proses yang berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan yang telah kita lakukan. Semakin baik kita merencanakan proses, dan semakin baik kita mengelola proses maka diharapkan hasilnya akan semakin lebih baik.

Untuk loyal terhadap proses, maka dalam sales jangan berpikir dahulu mengenai berhasil atau tidaknya sebuah usaha, melainkan apakah proses tersebut sudah kita lakukan atau belum. Jika semua proses telah kita lalui maka seharusnya hasilnya pun akan lebih baik.

Demikian apa yang bisa saya share hari ini untuk teman-teman UMKM. Sukses!

 

Selasa, 13 November 2018

Visual, Bahasa Terbaik Untuk Customer Anda.

Pentingnya Bahasa Visual di Era Digital.

Simple, jelas dan meaningfull adalah konsep pesan dalam media digital saat ini, baik media online maupun media sosial. Pesan-pesan dalam media digital saat ini tidak lagi mengandalkan full text melainkan mengandalkan visual bahkan audio visual.

Saat ini pembaca media digital sudah terbiasa dengan multi tasking dan butuh waktu cepat untuk memahami sebuah pesan promosi sebuah brand. Keberhasilan promosi melalui media digital ditentukan oleh kualitas pesan (visual) dari brand dan nilai-nilai yang tersirat besertanya.

Jika pesan visual kita tidak menarik dan mampu memberikan pemahaman dalam waktu yang sangat singkat, maka upaya promosi kita menjadi kurang hasilnya atau tidak seperti yang kita harapkan.

Pada hari ini di studio masak DiahDidi.Com dilakukan pemotretan produk gula cair GULANAS sebagai materi promosi di dunia maya. Tujuan dengan menggunakan influencer DiahDidi.Com adalah karena follower food blog DiahDidi.Com dan IG @bunda_didi sangat besar dan loyal. Pesan-pesan ini ditujukan kepada konsumen akhir bahwa dalam kegiatan memasaknya DiahDidi.Com menggunakan produk gula dari brand GULANAS.

Berikut beberapa sesi pemotretan produk gula cair GULANAS yang kami lakukan di studio masak DIahDidi.Com:


Produk Gula Aren Cair GULANAS.

Produk Gula Tebu Cair Merk GULANAS.

Produk Gula Tebu Cair GULANAS versi GOLDEN, setara dengan madu.
Selain itu produk baru Sari Tebu GULANAS yang memiliki nilai tambah bisa menurunkan gula darah juga tidak luput dalam pemotretan hari ini, karena produk ini menjadi produk yang sangat diminati saat ini. Selain praktis dan alami produk ini memang sesuai dengan kebutuhan padar penderita diabetes karena bisa membantu mengendalikan kadar gula darah penderita diabetes.

Sari Tebu GULANAS, minuman segar untuk penderita diabetes.

Cukup 1 botol 250ml Sari Tebu sehari, anda bisa mengendalikan gula darah anda.
Dengan tulisan ini semoga teman-teman UMKM juga paham bahwa kami pun terlibat langsung dalam proses promosi produk-produk UMKM di Jawa Tengah agar promosi tersebut menjadi lebih masih dan terarah. Sukses!






Senin, 12 November 2018

Bagaimana Melakukan Segmentasi Pasar

 
Bagaimana Melakukan Segmentasi Pasar ?
Strategi marketing dimulai dari saat anda melakukan segmentasi pasar. Tidak semua pasar bisa kita layani dengan baik, segmen pasar yang tepat adalah segmen yang terbaik yang memiliki peluang lebih banyak untuk produk kita. Meskipun segmen lain juga memiliki peluang, namun peluangnya tidak akan lebih baik daripada segmen yang kita pilih.

Beberapa langkah dalam melakukan segmentasi adalah sebagai berikut:

1. Evaluasi pasar atau pasar mana yang ingin anda kejar. Tentukan metode mana yang anda inginkan untuk menentukan segmen anda dan definisi mana yang paling sesuai dengan model bisnis anda. Anda dapat mencirikan segmen menurut salah satu kategori berikut:
  • Geografi berkaitan baik dengan lokasi anda atau lokasi target pasar anda, di mana produk atau layanan anda akan digunakan.
  • Demografi adalah karakteristik statistik dari target pasar anda, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan atau ukuran rumah tangga.
  • Psikografi mencirikan konsumen dengan ciri-ciri psikologis atau emosional, berdasarkan pada sistem kepercayaan atau tipe kepribadian seperti pengambil risiko versus penghindar risiko, atau pengguna awal versus pembeli tahap akhir.
  • Gaya hidup adalah kriteria berdasarkan perilaku, dengan fokus pada kegiatan yang menjadi target anda, mulai dari pekerjaan hingga hobi yang dikejar atau liburan yang disukai.
  • Tahapan kehidupan menggabungkan beberapa karakteristik demografi dan psikografi yang dimiliki oleh kelompok-kelompok untuk menggambarkan di mana atau kapan target anda berada dalam siklus hidup mereka: kuliah dan karier, keluarga muda, nesters kosong dan sejenisnya.
2. Kualifikasi pasar atau pasar yang Anda pilih. Setelah anda mengevaluasi kriteria untuk menentukan pasar anda dan memilih pasar yang mungkin untuk ditempuh, nilai pasar berdasarkan potensi profitabilitas mereka untuk bisnis anda. Jawab pertanyaan berikut:
  • Seberapa besar segmennya sekarang? Apakah cukup besar untuk mendukung bisnis anda?
  • Seberapa mudah atau sulitkah mencapai segmen itu?
  • Akankah segmen itu tumbuh atau berkembang di masa depan? Seberapa jauh ke depan bisa tumbuh?
  • Apakah segmen ini benar-benar sesuai dengan model bisnis anda? Bisakah kita segera memenuhi kebutuhan mereka atau apakah perlu perubahan arah yang signifikan untuk memenuhi permintaan?
  • Seberapa sulitnya untuk mendapatkan data yang anda butuhkan untuk sepenuhnya memahami segmen ini, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini?
3. Kumpulkan dan analisis data di pasar yang anda pilih. Seiring waktu dan anggaran memungkinkan, gunakan sumber penelitian primer dan sekunder untuk membangun gambaran yang jelas tentang target pasar Anda.
  • Tinjau data penjualan anda sendiri. Siapa yang membeli berapa banyak produk atau layanan apa? Kapan mereka membeli? Di mana mereka berada? Siapa yang melakukan pembelian aktual dan untuk siapa mereka membeli?
  • Rujuk silang data penjualan ini ke database khusus industri yang dapat diprakarsai asosiasi anda atau website Dinas Perindustrian dan Perdagangan anda untuk mendapatkan informasi demografi bisnis dasar, atau tabel BPS untuk data populasi umum di wilayah anda atau dekat di mana wilayah Anda adalah kamu hidup
  • Tambang informasi dari laporan sindikasi gratis atau berbiaya rendah yang dihasilkan oleh perusahaan riset pasar untuk menyelam lebih dalam ke segmen pasar dan mendapatkan wawasan tentang motivasi yang mendorong kebiasaan pembeli.
  • Analisis data yang anda kumpulkan. Cari kesamaan dan perbedaan utama di antara basis pelanggan umum, keseluruhan populasi anda. Apakah kelompok-kelompok tertentu berkumpul bersama atau terpisah dari yang lain berdasarkan geografi, jeda demografi atau perilaku? Analisis klaster ini memberi Anda segmen yang lebih jelas, membantu anda menjawab pertanyaan kualifikasi dan memicu ide tentang cara berkomunikasi dengan segmen target melalui upaya promosi anda.
Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat. Sukses!
 

Sabtu, 10 November 2018

Pengenalan Key Performance Indicator (KPI) Kepada UMKM

Pengenalan Key Performance Indicator (KPI) Kepada UMKM
Setiap UMKM yang kita bina pasti akan berkembang, dan kita pun harus terus menyediakan bekal yang sesuai dengan perkembangan mereka. Kebutuhan mereka juga berkembang, tidak hanya sekedar manajemen secara umum, dan pemasaran saja yang mereka butuhkan tetapi sebuah strategic management yang lebih kompleks dan lebih rumit lagi. 

Hal ini ini terasa ketika mereka sudah berada di level kecil dan menengah, mereka butuh pembekalan KPI dan Balanca Score Card. Terkait hal ini berikut kami ingin menyenggol sedikit mengenai dasar-dasar Key Performance Indicator (KPI) yang harus mulai diterapkan kepada perusahaan-perusahaan skala UMKM. 

Kinerja Yang Baik dan Key Performance Indicator.

Kinerja perusahaan yang baik itu seperti apakah? Pasti ukuran antara satu orang dengan orang lain akan berbeda karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda dan mengakibatkan subyektivitas pada penilaian kerja.

Oleh karena itu Key Performance Indicators sangat penting, karena menghindarkan subyektivitas atau suka dan tidak suka dalam penilaian kinerja yang baik. Sangat berbahaya jika dalam manajemen perusahaan tidak ada pengukuran kinerja yang jelas dan obyektif karena bisa menyebabkan hancurnya motivasi karyawan di perusahaan tersebut, bahkan untuk skala kecil sekalipun.

Key Performance Indicators atau KPI adalah salah satu sasaran kerja yang diberikan kepada team yang bertujuan untuk proses evaluasi kerja yang ditetapkan secara kuatitatif. Matrix tersebut diberikan untuk mengevaluasi progress perkembangan dari sebuah organisasi untuk memastikan bahwa strategic goal yang termaktub dalam strategic management dapat terwujud kurun waktu tertentu. 

Ada 2 jenis KPI jika dilihat dari applikasinya, yaitu KPI FInancial dan Non FInancial Indicators dan bagaimana mengukurnya? Bila merujuk ke konsep Balance Score Card yang dikembangkan oleh Robert S Kaplan dan David P Norton, maka terdapat 4 pilar utama dalam mengukur kinerja organisasi, sebagaimana terlihat dalam gambar berikut:

The Balance Score Card Performance Measures, Robert S Kaplan and David P Norton.
 
Pilar 1: Innovation & Learning Perspective 

Pilar ini menekankan pada pentingnya budaya belajar, tata kelola SDM dan inovasi sebagai modal dasar dalam menjalankan dan membesarkan keberlangsungan bisnis  sehingga mampu memberikan nilai-nilai yang tinggi untuk semua stake holder. Hal ini dianggap penting karena organisasi yang berhasil adalah mereka yang terus belajar dan terbuka untuk mengembangkan inovasi bisnis secara periodik sesuai dengan situasi yang dihadapi oleh persuhaan.

Bebeapa contoh indikator yang bisa diterapkan dalam bisnis UMKM adalah: Number of Training Hours, HR Audit, Number of Developed People, Number of Certified People, Number of Internal Transfer, Employment Engagement Survey, Turn Over Rate, Innovation Implementation vs Plan, Number of New Idea, Innovation Success Rate dan indicator lain terkait dengan tata kelola SDM dan inovasi yang ada dalam perusahaan.

Jumlah KPI yang akan ditetapkan dalam perusahaan skala Kecil dan Menengah tergantung dari kebutuhan dan goal perusahaan, rata-rata antara 8 - 12 KPI.

Pilar 2: Internal Business Process.

Pilar kedua berkaitan erat dengan pilar pertama, yang intinya adalah bahwa jika karyawan senang bekerja dan memiliki kompetensi yang sesuai di posisinya, maka proses kerja atau SOP dapat berjalan dengan baik dan dapat dilakukan secara konsisten. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua proses kerja berjalan dengan konsisten.

Contoh indikator yang digunakan adalah Operational Audit, Management Audit, Brand Audit, ISO Certification dan hal-hal lain yang berhubungan dengan bagaimana kita menjaga konsistensi proses kerja yang berdampak kepada "kepuasan pelanggan" dan "karyawan".

Pilar 3: Customer Perspective.

Pilar ketiga ini berhubungan dengan ukuran "kepuasan" dan "loyalitas pelanggan" terhadap perusahaan yang merupakan dampak dari pilar pertama dan kedua.

Jadi, koneksi antara pilar pertama hingga pilar ketiga adalah: (Pilar 1) Jika karyawan happy, memiliki kompetensi dan berperan dalam inovasi, maka: (Pilar 2) Proses kerja akan berjalan dengan baik yang berakibat pada: (Pilar 3) Yaitu customer juga happy.

Pada pilar ketiga ini, perspektif yang ditonjolkan adalah lebih menitikberatkan kepada bagaimana persepsi kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan.

Contoh indikator yang digunakan: Customer Satisfaction Index, Number of Repeat Order, Number of Loyal Customer, Number of New Customer dan sebagainya. 

Pilar 4: FInancial Indicator. 

Jika pilar pertama sampai pilar ketiga dihitung berdasarkan non financial perspective, maka pilar keempat adalah indikator yang berhubungan dengan kinerja finansial perusahaan untuk melihat dari sudut pandang stakeholder yang merupakan dampak akhir dari ketiga aspek pilar di atas.

Contoh indikatornya adalah: Revenue, Expenses, GOP dan sebagainya dari sudut pandang bisnis dan keuangan.

Dengan keempat pilar KPI tersebut, kinerja perusahaan yang diturunkan ke kinerja departemen dan karyawan dapat diukur dengan pasti, yaitu dengan dengan pendekatan kuantitatif baik dalam bentuk mata uang, angka atau index dimana ukuran keberhasilan dilihat dari empat sudut pandang yang berbeda yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya tersebut.

Jika seorang manager di customer service, maka dia juga harus ahli dalam menjaga konsistensi standard, ahli dalam tata kelola SDM dan inovasi sehingga berdampak kepada pencapaian kinerja secara finansial. Keseimbangan dalam tata kelola perusahaan itulah yang disebut dengan Balance Score Card dimana ukuran keberhasilan diukur dengan Key Performance Indicator

Pada intinya KPI yang akan diterapkan haruslah disesuaikan dengan tujuan perusahaan masing-masing, karena setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Dengan tujuan ini, setiap perusahaan akan melihat aspek strategic management dari perspektif mereka masing-masing.