Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah program pembinaan dan pengembangan UMKM yang didedikasikan oleh unit TTIC (Trade, Training & Investment Center) Kamar Dagang dan Industri Propinsi Jawa Tengah (organisasi non profit) kepada pelaku UMKM di propinsi Jawa Tengah. Rumah UMKM merupakan wadah komunitas UMKM Jawa Tengah untuk membangun edukasi, komunikasi, organisasi dan jaringan pemasaran produk UMKM.

Minggu, 10 Desember 2017

Krikspee, Jangkrik Krispy dari Bantul

Jangkrik Krispy, ide dari para muda di Bantul
Pasar selalu menunggu tantangan kreativitas dari produsen, selama hal tersebut masuk akal dan mereka sudah mengenalnya maka tantangan ini bisa berubah menjadi trend baru. Seperti halnya saat kami pulang ke Bantul ini, kami tidak pernah menyangka jika salah satu keponakan kami sedang mengembangkan cemilan yang sementara orang mungkin dianggap "ekstrem" yuitu jangkrik krispy atau mereka menyingkatnya menjadi "Krikspee".

Tentunya produk mereka ini masih baru dan masih membutuhkan banyak bimbingan, namun ide untuk memanfaatkan peternakan jangkrik di daerahnya tersebut perlu saya acungi jempol. Jangkrik yang mereka olaha dalah jangkrik hasil ternak mereka, bukan jangkrik liar yang tentunya masalah sustainability-nya tidak bisa dijamin.

Protein dari serangga sangat tinggi sehingga beberapa orang yang tidak tahan akan mengalami alergi, namun hal ini bisa disiasati dengan membuatnya dibalut dengan tepung krispy. Rasa gurih dari jangkrik memang khas dan bisa menimbulkan ketagihan, apalagi asupan protein dari serangga yang cukup besar ini bisa jadi olahan pendamping makan besar (lauk).

Di Thailand makanan dari berbagai serangga justru menjadi tujuan wisata kuliner yang menarik, sebagaimana di daerah Wonosari Yogyakarta yang dikenal dengan kuliner "belalang gorengnya".  Saat ini pasar membutuhkan "pengalaman baru" atau bisa saya katakan mereka butuh tantangan, sehingga peluang ini harus ditangkap oleh para pelaku usaha. Karena belalang belum bisa diternak, maka jangkrik menjadi solusinya karena banyak masyaraktat di Bantul yang melakukan peternakan jangkrik. Dan ketika harga jangkrik kurang bagus, maka solusi membuat cemilan dari jangkrik adalah alternatifnya.

Melengkapi ijin PIRT sedang dilakukan, sekaligus pembenahan dalam kemasan. Ketikan produk mereka sudah terkemas baik maka peluang pemasarannya akan segera tumbuh, karena ternyata sudah banyak permintaan yang masuk kepada mereka. Kami berharap dinas terkait di Kabupaten Bantul bisa segera tanggap dan melakukan pembinaan dan memberikan fasiltiasi yang dibutuhkan oleh mereka.

Saya juga mengingatkan kepada para keponakan saya, bahwa mereka juga harus mempertimbangkan para reseller dan agen agar penjualan meeka bisa berkembang secara volume dan kontinuitasnya. Mereka perlu memberikan peluang bagi para "re-packager" untuk berbisnis dengan produk mereka. SIlahkan bagi para peminat untuk menghubungi Mas Nok di WA nomer 087838651460. Tetap semangat memulai usaha !

 
 


 
 

  



Sabtu, 09 Desember 2017

Berburu Tenun Lurik di Klaten dan Yogyakarta

Workshop LURIK PRASOJO di Pedan, Klaten
Butuh keseimbangan dalam pembinaan UMKM yang kami lakukan, karena selama ini kami banyak sibuk dengan produk pangan maka dalam jadwal akhir tahun yang agak longgar ini kami ingin melihat produk non food yang saat ini banyak ditanyakan oleh pasar. Produk apakah tersebut? Tenun lurik, dan beberapa nama produsen memang sudah kami kenal yang selanjutnya akan kami jadikan target kunjungan kami di akhir minggu ini.

Lurik Prasojo adalah target pertama kami, karena kami ingin melihat dari dekat produksi tenun lurik yang saat ini mulai berkurang di sentra tenun Pedan, Klaten. Fasilitas produksi yang juga dilengkapi dengan outlet penjualan ini merupakan tempat yang ideal untuk kami kunjungi, apalagi kami memang telah mengenal produsen ini sejak lama. Lurik Prasojo sendiri telah mengawali bisnis sejak tahun 1950 dan masih bisa bertahan sampai sekarang karena mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar.

Kemampuan mereka dalam melakukan kombinasi bahan tenun, lurik dan batik menjadi salah satu kiat dalam bertahan dalam bisnis ini. Tenun lurik saat ini tidak sekasar jaman dahulu, bahkan motifnya pun sangat beragam. 

Kombinasi tenun lurik yang menawan.

Bertahan sejak tahun 1950
Sama seperti batik, tenun lurik juga merupakan warisan dari generasi sebelum-sebelumnya dan Pedan merupakan sentra tenun yang kita kenal. Namun jika dibandingkan dengan 10 - 15 tahun lalu, saat kami masih sering datang ke Pedan untuk membeli kain tenun ATBM maka kami melihat banyak banyak pemain yang sudah tutup dan hanya tinggal beberapa pengrajin yang mampu bertahan.

Perlu upaya promosi dan mengangkat tenun lurik kembali bangkit seperti dulu. Bahan baku, desain dan cara pemasarannya pun harus banyak beradaptasi dengan perubahan pasar yang terjadi sekarang. 

Untuk desain, dalam hari yang sama kami juga akan melihat salah satu desainer tenun lurik yang cukup dikenal di Yogyakarta, yaitu Lulu Lutfi Labibi di daerah Pekaten, Kota Gede - Yogyakarta. Kami akan melihat bagaimana trend fashion dengan bahan baku tenun lurik saat ini di studio Lulu Lutfi Labibi yang sering megikuti pameran fashion di kiblatnya fashion dunia di Paris.

Stuio unik Lulu Lutfi Labibi

Koleksi Lulu Lutfi Labibi
Studio berkonsep vintage ini seakan menyatu dengan koleksi busana tenun lurik
Setiap bisnis memiliki konsep yang berkarakter kuat, yang mampu menjadi magnet bagi pengunjung.
Di studio Lulu Lutfi Labibi ini, harus kami akui desain-desainnya sangat berbeda jauh dengan apa yang sering saya lihat pada karya-karya pelaku UMKM yang sering mengikuti pameran di Jawa Tengah. Sudah saatnya para pelaku UMKM berkolaborasi dengan para desainer yang memiliki pemahaman bahan, trend dan fashion yang lebih baik dari pelaku UMKM yang berbasis pada produksi.

Kami sering melihat bahwa para produsen batik dan tenun menjadi fashion desainer dadakan dengan latar belakang pengentahun mengenai fashion yang masih sangat kurang. Serahkan pada ahlinya, mungkin adalah istilah yang tepat untuk mengomentari masalah ini. Bagaimana kami melihat produk hasil dari desainer ini benar-benar memiliki kelasnya meskipun bahan yang dipakai untuk membuat produk tersebut adalah sama. 

Studio kecil Lulu Lutfi Labibi ini benar-benar telah menjadi daya tarik sendiri untuk dikunjungi para penggemar fashion berbahan tenun lurik, karena memang berbeda dari kebanyakan yang ada di pameran lokal. Kami terkesan dengan produk-produknya, terutama saat membeli produk tersebut yang dikemas dengan sangat menarik dan menghargai pelanggannya.


 


Jumat, 08 Desember 2017

Sore ini Meet Up Dengan Si Coklat Juara, KAKAKOA.

Ngopi di Strada Cafe Bareng Si Coklat Juara, Kakakoa
Mengapa saya menyebut Kakakoa sebagai coklat juara? Ya karena memang coklat Kakakoa ini baru saja menjadi juara di salah satu kategori UKM Pangan Award 2017 yang digelar oleh Kementrian Perdaganan RI. Untuk tahun ini Jawa Tengah melahirkan 2 pemenang, yang pertama adalah coklat Kakakoa yang menjadi juara dan roti gaplek Inagiri yang menjadi runner up di kategori lainnya.

Keduanya pasti menyajikan kisah perjuangan yang berbeda, dan karena kami telah mengenal Kakakoa sebagai teman komunitas maka sore inipun kami manfaatkan untuk ngobrol mengenai tindak lanjutnya setelah menjadi juara. Soal produk, pasti sudah tidak menjadi keraguan lagi tetapi soal pasar tentunya kita punya hak untuk memilih pasar kita sendiri.

Berbagai varian Kakakoa yang harus anda coba,
Singgih Andi Purbowo, sebagai pemilik usaha ini memang sosok yang gigih dalam pengembangan produk coklat lokal yang mampu bersaing dengan produk impor yang masuk Indonesia. Coklat ini beda, dan memang benar adanya karena komposisi yang digunakan adalah "benar-benar" coklat asli bukan "bahan coklat tiruan" (compound) yang selama ini banyak beredar. Memberdayakan petani coklat dan mengedukasi bukanlah hal yang mudah pada awalnya, namun upaya ini telah membuahkan hasil yang membawa Kakakoa sampai seperti sekarang ini.

Yang paling unik dari coklat ini selain dari varian yang cukup banyak, adalah juga pada kemasannya yang menampilkan "Indonesia" dari berbagai sisi (daerah), karena Kakakoa memang ini mengatakan bahwa produk ini adalah asli Indonesia. Seolah ingin mengatakan bahwa cemilan coklat adalah sehat, maka warna-warna kemasan ini tampak halus dan lembut.

Inilah keberanian seorang entrepreneur yang berani melakukan investasi dalam kemasan yang terbilang tidak kecil, bahkan sangat besar untuk ukuran sebuah usaha skala UMKM. Namun ketika melihat cita-cita dari pemilik usaha ini yang sangat besar, maka investasi itu bisa jadi belum berarti karena terbukti pemilik usaha ini masih terus melakukan pengembangan.

Kakakoa telah menjadi juara saat ini, dan sudah menjadi kewajiban dari Rumah UMKM untuk mendampinginya selayaknya sebuah produk juara. Pasar modern sebenarnya bukan sebagai tujuan utama dan penjualan, melainkan sebagai sarana branding produk tersebut. Toko oleh-oleh terkemuka di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Solo, Denpasar dan kota besar lain akan menjadi target pemasarannya. HOREKA pun mulai dilirik terutama terkait dengan konsep wisatanya.

Mungkin jadi tidak berlebihan jika pada saat ini kita akan mengatakan bangga dengan produk dalam negeri, karena Kakakoa telah mempu memenuhinya.
 




Kamis, 07 Desember 2017

Edukasi Pasar, Ketika Produk Baru Kita Belum Dikenal

Edukasi pasar HOREKA untuk produk gula cair Merk GULANAS
Banyak produk UMKM yang belum dikenal luas di pasar, dan memang kejadiannya sering begitu apalagi ketika UMKM belum melakukan promosi yang memadai untuk memperkenalkan produk dan memberikan edukasi produknya kepada pasar. Pasar tidak akan serta-merta membutuhkan produk teman-teman UMKM ketika mereka tidak dibekali pengetahuan dan pengalaman yang cukup atas produk tersebut.

Untuk produk makanan jadi mungkin hal ini tidak terlalu kritis, meskipun pasar harus juga diberikan kesempatan untuk memiliki pengalaman terhadap produk tersebut. Untuk produk bahan makanan, ceritanya akan jadi lain ketikan pasar sama sekali belum mengetahui produk tersebut apalagi ketika produk tersebut merupakan substitusi dari produk yang ada.

Misalnya produk gula cair ini, meskipun produk ini didesain untuk lebih praktis dan sehat karena merupakan produk natural namun edukasi pasar bisa berlangsung bertahun-tahun. Tetapi masa pengenalan tersebut saat ini telah membuahkan hasil karena produk tersebut telah di-trial oleh beberapa industri makanan dan minuman dan beberapa diantaranya telah melakukan pesanan secara rutin. 

Pasar usaha skala kecil dan menengah pun tidak serta-merta bisa menyerap produk ini, melainkan masih terus membandingkan harga dan kelebihannya terhadap gula pasir. sampai mereka teredukasi dan melakukan uji coba maka pemakaian rutin pun telah dimulai. Paling banyak pasar usaha kecil dan menengah adalah rumah makan dan outlet minuman.

Kali ini kami ingin membeikan edukasi kepada vendor HOREKA tentang produk gula cair, pasti tidak mudah juga, namun inilah tahap yang harus dilalui ketika pasar belum paham benar dengan produk baru. Semuanya harus diujicoba, mereka menemukan "pengalmannya" sendiri dengan produk tersebut dan akhirnya membuat keputusan untuk menggunakannya.

Sebagai pioneer di gula cair alami, GULANAS harus berjuang untuk mengedukasi pasar sambil membangun brand awareness. Lebih praktis, sehat dan tentunya biaya akan diperhitungkan dengan berbagai aspek yang mengikutinya. 

Apakah pelaku UMKM yang lain menyadari hal ini? Apakah mereka telah mengedukasi pasarnya?   




Bogasari Dorong Lahirnya Pengusaha Muda

Bogasari Expo 2017
Untuk yang pertama kalinya, PT Indofood Tbk Divisi Bogasari menggelar Bogasari Expo di Kota Yogyakarta. Selain sebagai apresiasi terhadap pertumbuhan usaha makanan berbasis terigu di Provinsi Yogyakarta, Bogasari juga melihat besarnya potensi dan kreativitas anak-anak muda di Yogyakarta. 

“Karena itulah tema Bogasari Expo kali ini adalah “Bogasari Expo Foodpreneur”, dimana Bogasari menginspirasi secara nyata kepada anak-anak muda atau biasa disebut Generasi Millenials untuk menjadi pelaku usaha baru di bidang makanan berbasis terigu. Lewat berbagai kegiatan di Bogex ini, diharapkan akan lahir new foodpreneur. Dan kami menargetkan 30 ribu pengunjung dalam Bogex 2017 ini,” ucap Ivo Ariawan Budiprabawa, Vice President Commercial Bogasari dalam Rilis Bogasari Expo 2017 kepada wartawan. 

Bogasari Expo 2017 akan berlangsung selama 3 hari di Jogja City Mall, dari Jumat 8 Desember sampai Minggu 10 Desember. Kegiatan berlangsung selama 12 jam dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. 

Lebih jauh Ivo menjelaskan, potensi anak muda untuk menjadi pengusaha di sektor makanan berbasis terigu juga sudah tampak dalam daftar UKM Mitra Bogasari yang tergabung dalam keanggotaan Bogasari Mitra Card (BMC). “Hampir 3 ribu UKM mitra Bogasari yang menjadi anggota BMC berusia di bawah 35 tahun. Mulai dari UKM bakeri, mie, pastry, pancake, cake, dan jajanan pasar. Dan kalau dilihat dari kategori usia 35-45 tahun hampir mencapai 9 ribu orang,” papar Ivo. 

Keberadaan anak muda yang berusia 35 tahun ke bawah, juga tampak di wilayah Provinsi DIY. Dari sekitar 1700 UKM Mitra Bogasari di DIY, hampir 20 % adalah mereka yang berusia 35 tahun ke bawah. Untuk kelompok usia 35-45 tahun kurang lebih 45 %. Selain fakta ini, Bogasari juga melihat besarnya kecenderungan generasi millenials untuk berprofesi sebagai entrepreneur. 

Kegandrungan dan kemahiran generasi millenials di dunia digital menjadi modal utama untuk menjadi pemain baru di era ekonomi digital. Di sisi lain, menurut data BPS yang terbaru, jumlah Generasi Milllenials Indonesia saat ini sudah berada di angka 34% dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 80 juta. 

Inilah yang memperkuat pertimbangan Bogasari dalam menyusun konsep Bogasari Expo kali ini. Berbagai kegiatan yang digelar lebih menyasar anak-anak muda, dengan konsep One Stop Solution. Pengunjung akan mendapatkan edukasi bagaimana menjadi pengusaha mulai dari belajar mengolah makanan berbasis terigu, baking demo, talkshow, dan masih banyak lagi. 

“Bukti konsep acara yang menyasar generasi millenials adalah, UKM yang mengisi stan haruslah sudah melakukan marketing secara digital atau menggunakan social media.
Beragam Kompetisi 

Di Bogasari Expo 2017 juga digelar lomba "Bogasari Foodpreneur Challenge", yang pesertanya adalah pengusaha start up dengan usia 18-28 tahun. Bogasari Foodpreneur Challenge ini merupakan kompetisi bisnis untuk menunjukkan kemampuan bisnis serta kreativitas anak muda di industri makanan berbasis terigu Bogasari merek Kunci Biru. “Jadi tema lomba kali ini adalah terigu Kunci Biru. Lomba ini mencakup penyampaian ide melalui proposal bisnis hingga kesempatan merealisasikannya, dalam skala kecil, dengan berjualan di stan Bogasari Expo 2017 selama 3 hari,” papar Ivo. 

Lomba lainnya adalah Lomba Fotografi yakni meliput momen selama acara Bogex 2017 dengan menggunakan platform instagram. Ketiga, Lomba Desain Kemasan, yakni lomba mendesain Kemasan Bakpia sehingga dapat membantu para UKM, terutama para UKM Bakpia di Yogyakarta dalam memasarkan produknya dengan tampilan yang lebih menarik dan kekinian sehingga dapat tetap bertahan dan terus berkembang dalam generasi ekonomi yang akan datang. Ada juga Lomba Cipta Kreasi Resep (LCKR) untuk anak-anak SMK, dan masih banyak acara lainnya. 

Baking 

Kegiatan khusus yang pasti ada dalam setiap Bogasari Expo adalah Kelas Baking. Selama 3 hari, Bogasari menyediakan 3 kelas pelatihan semi hands on dengan kapasitas per kelas 12 orang. Setiap hari, masing-masing kelas menyediakan 6 resep pelatihan yang dipandu langsung oleh baker ahli dari Bogasari Baking Center (BBC). Total daya tampung seluruh kelas selama 3 hari adalah 648 orang dengan biaya per resep Rp 45 ribu . 

Selain kelas pelatihan, selama 3 hari digelar baking demo cara membuat kue kekinian yakni cake-cookies. Acara ini akan diselingi penampilan sejumlah Food Blogger yang akan memberikan informasi mengenai tren makanan berbahan tepung terigu di Yogyakarta. Baking demo yang juga sangat menarik adalah Pastalicious Demo yang akan dibawakan Chef Juna. Bogex 2017 juga akan menghadirkan Chef Yuda Bustara. 

“Makanya Bogasari Expo Foodpreneur Jogja 2017 pastinya layak dikunjungi beragam kelompok masyarakat dan usia. Tidak hanya untuk pengusaha, tapi juga calon pengusaha. Tidak hanya untuk orang tua, tapi juga mahasiswa, remaja bahkan anak-anak,” tambah Ivo. 

Khusus untuk UKM yang tergabung dalam Bogasari Mitra Card (BMC), akan digelar Bogasari SME Award 2017 sebagai penghargaan terhadap kisah sukses anggota BMC untuk 3 kategori yakni Silver, Gold, dan Platinum. Ada 5 Nominator untuk setiap Kategori Keanggotaan yakni Silver, Gold, dan Platinum. Dengan demikian total ada 15 Nominator dalam Bogasari SME Award 2017 yang berasal dari 15 Kota/Kabupaten, termasuk ada yang dari Yogyakarta yakni UD Valmay, dengan jenis usaha Mie Instan. 

“Adapun kota/kabupaten lainnya adalah Medan, Batam, Lampung, Payakumbuh, Bandung, Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Pasuruan, Lumajang, Surakarta, Kediri, Jombang, dan Jember. Semakin beragam asal daerah para Nominator Bogasari SME Award ini, menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha para UKM Mitra Bogasari juga semakin meluas dan menyebar ke berbagai daerah,” papar Ivo. 

Apreasiasi lain kepada para anggota BMC yang juga akan digelar dalam Bogex 2017 adalah Gelegar Hadiah BMC dengan hadiah utama 5 Paket Umroh atau wisata rohani senilai. Setiap paket umroh ini berlaku untuk 2 orang. (*)


Rabu, 06 Desember 2017

Ijin Untuk Industri dan Usaha Obat Tradisional

Usaha Obat Tradisional
Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa. Dengan berbagai jenis tanaman/tumbuh-tumbuhan tersebut banyak dimanfaakan sebagai obat. Secara empiris telah banyak dimanfaatkan masyarakat indonesia menjadi jamu. Selain untuk dikonsumsi sendiri, tidak sedikit juga yang kemudian dijual dan dijadikan sebagai sumber matapencaharian. Dengan berkembangnya pola hidup back to nature akhir-akhir ini, semakin banyak masyarakat yang memilih untuk menggunakan obat tradisional. Dengan melihat peluang dan pangsa pasar tersebut, semakin banyak dan berkemang idustri dan usaha di bidang obat tradisional. Untuk menjaga keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu obat tradisonal yang dibuat oleh para pengusaha, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 006 Tahun 20012 tentang Industri Obat Tradisional.

Dalam PerMenKes RI tersebut dijelaskan definisi Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Dengan definisi tersebut maka setiap Industri dan Usaha Obat Tradisional dilarang mengandung :
  1. Segala jenis obat tradisional yang mengandung bahan kimia hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat
  2. Obat Tradisional dalam bentuk intravaginal, tets mata, sediaan parenteral, supositoria kecuali untuk wasir; dan/atau
  3. Obat Tradisional dalam bentuk cairan obat dalam yang mengadung etanol dengan kadar lebih dari 1% (satu persen)
Produsen Obat tradisional dapat digolongkan menjadi 6 :

1. Industri Obat Tradisional (IOT) 

Industri Obat Tradisional (IOT) adalah industri yang membuat semua bentuk industri obat tradisional. Industri Obat Tradisional (IOT) hanya dapat diselenggarakan oleh badan hukum berbentuk perseroan terbatas atau koperasi. Industri Obat Tradisional (IOT) dapat melakukan semua tahapan proses pembuatan obat tradisional; dan atau untuk sebagian tahapan proses pembuatan obat tradisional. Untuk memperoleh izin pendirian Industri Obat Tradisional (IOT) diperlukan persetujuan prinsip. Persetujuan prinsip untuk Industri Obat Tradisional (IOT) diberikan oleh Direktur Jendral. Persetujuan prinsip ini diberikan kepada pemohon untuk dapat melakukan persiapan-persiapan dan usaha pembangunan, pengadaan, pemasangan/instalasi peralatan dan lain-lain yang diperlukan pada lokasi yang disetujui. Persetujuan prinsip berlaku untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 tahun. Persetujuan prinsip batal dengan sedirinya apabila dalam jangka waktu 3 tahun atau melampaui jangka waktu perpanjangannya pemohon tidak melaksanakan kegiatan pembangunan secara fisik. Persyaratan untuk mengajukan persetujuan prinsip Industri Obat Tradisional (IOT) antara lain :
  1. Surat permohonan
  2. Fotokopi akta pendirian badan hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perudang-undangan.
  3. Susunan Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas
  4. Fotokopi KTP/Identitas Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas
  5. Pernyataan Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas tidak pernah terlibat pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang farmasi
  6. Fotokopi bukti penguasaan tanah dan bangunan
  7. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha
  8. Surat Tanda Daftar Perusahaan
  9. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan
  10. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak
  11. Persetujuan lokasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
  12. Rencana Induk Pembangunan (RIP) yang mengacu pada pemenuhan CPOTB dan disetujui Kepala Badan
  13. Asli surat pernyataan kesediaan bekerja penuh dari Apoteker penanggung jawab
  14. Fotokopi surat pengangkatan Apoteker penanggung jawab dari pimpinan perusahaan
  15. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA); dan
  16. Jadwal rencana pendirian bangunan industri dan pemasangan mesin/peralatan
  • Permohonan persetujuan prinsip diajukan kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Kepala Badan dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dengan menggunakan contoh sebagai mana tercantum dalam formulis 1 terlampir.
  • Sebelum pengajuan permohonan persetujuan prinsip, pemohon wajib mengajukan permohonan persetujuan Rencana Induk Pembangunan (RIP) kepada Kepala Badan dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 2 terlampir
  •  Persetujuan Rencana Induk Pembangunan (RIP) diberikan oleh Kepala Badan paling lama dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak permohonan diterima dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 3 terlampir
  • Dalam waktu 12 hari kerja setelah permohonan diterima secara lengkap, Direktur Jenderal mengeluarkan Persetujuan Prinsip dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 4b terlampir dengan tembusan kepada Kepala Badan dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
Dalam hal pemohon mengalami kendala yang berkaitan dengan pembangunan sarana produksi, pemohon dapat mengajukan permohonan perpanjangan persetujuan prinsep serta menyebutkan alasan, dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 5 terlampir.

Atas permohonan perpanjangan persetujuan prinsip dikarenakan pemohon mengalami kedala dalam pembangunan sarana produksi, Direktur Jenderal dapat memperpanjang persetujuan prinsip paling lama 1 (satu) tahun dengan tembusan kepada kepala badan dan kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 6 Terlampir.

Setelah memperoleh persetujuan prinsip, pemohon wajib menyampaikan informasi mengenai kemajuan pembangunan sarana produksi setiap 6 (enam) bulan sekali kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Kepala Badan dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 7 terlampir.

Sedangkan persyaratan izin Industri Obat Tradisional (IOT) antara lain :
  1. Surat Permohonan
  2. Persetujuan Prinsip
  3. Daftar peralatan dan mesin-mesin yang digunakan
  4. Daftar jumlah tenaga kerja beserta tempat penugasannya
  5. Diagram/alur proses produksi masing-masing bentuk sediaan obat tradisional dan ekstrak yang dibuat
  6. Fotokopi sertifikasi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup/Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
  7. Rekomendasi pemenuhan CPOTB dari Kepala Badan dengan melampirkan Berita Acara Pemeriksaan dari Kepala Balai Setempat; dan
  8. Rekomendasi dari kepala Dinas Kesehatan Provinsi
2. Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA)
 
Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) adalah industri yang khusus membuat sediaan dalam bentuk ekstrak sebagai produk akhir.

3. Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT)
 
Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) adalah usaha yang membuat semua bentuk sediaan tradisional, kecuali bentuk sediaan tablet dan efervesen. Persyaratan izin Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) terdiri dari :
  1. Surat Permohonan
  2. Fotokopi akta pendirian badan usaha yang sah sesuai ketentuan peraturan perudang-udangan
  3. Susunan Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas;
  4. Fotokopi KTP/Identitas Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas
  5. Pernyataan Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas tidak pernah terlibat pelanggaran peraturan perudang-undangan di bidang farmasi
  6. Fotokopi bukti penguasaan tanah dan bangunan
  7. Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL)
  8. Surat Tanda Daftar Perusahaan
  9. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan
  10. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak.
  11. Persetujuan lokasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
  12. Asli Surat Pernyataan kesedian bekerja penuh dari Tenaga Teknis Kefarmasiaan sebagai penanggung jawab
  13. Fotokopi Surat pengangkatan penanggung jawab dari pimpinan perusahaan
  14. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasiaan
  15. Daftar peralatan dan mesin-mesin yang digunakan
  16. Diagram/alur proses produksi masing-masing bentuk sediaan obat tradisional yang akan dibuat
  17. Daftar jumlah tenaga kerja dan tempat penugasannya
  18. Rekomendasi dari Kepala Balai setempat; dan
  19. Rekomendasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
4. Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT)
 
Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) adalah usaha yang hanya membentuk sediaan obat tradisional dalam bentuk param, tapel, pilis, cairan obat luar dan rajangan. Persyaratan izin Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) terdiri dari :
  1. Surat permohonan
  2. Fotokopi akta pendirian badan usaha perorangan yang sah sesuai ketentuan peraturan perudang-undangan
  3. Susunan Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas dalam hal permohonan bukan perseorangan.
  4. Fotokopi KTP/Identitas pemohon dan/atau Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas
  5. Pernyataan pemohon dan/atau Direksi/Pengurus dan Komisaris/Badan Pengawas tidak pernah terlibat pelanggaran peraturan perudang-undangan di bidang farmasi.
  6. Fotokopi Bukti penguasaan tanah dan bangunan
  7. Surat Tanda Daftar Perusahaan dalam hal permohonan bukan perseorangan
  8. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan dalam hal permohonan bukan perseorangan
  9. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak
  10. Fotokopi Surat Keterangan Domisili.
5. Usaha Jamu Racikan
 
Usaha Jamu Racikan adalah usaha yang dilakukan oleh depot jamu atau sejenisnya yang dimiliki perorangan dengan melakukan pencampuran sediaan jadi dan/atau sediaan segar obat tradisional untuk dijajakan langsung kepada konsumen. 

6. Usaha Jamu Gendong
 
Usaha Jamu Gendong adalah usaha yang dilakukan oleh perorangan dengan menggunakan bahan obat tradisional dalam bentuk cairan yang dibuat segar dengan tujuan untuk dijajakan langsung kepada konsumen.

Salted Egg Fish Skin - Kripik Asin Kulit Ikan

Salted Egg Fish Skin
Belum lama ini ada seorang pengusaha Semarang yang menginformasikan kepada saya tentang salah satu snack berupa keripik kulit ikan yang sedang booming di Singapore, dan meminta saya untuk menginformasikan hal ini kepada para pengrajin bandeng presto untuk mempertimbangkan variasi produk ini. Menurut pengusaha tersebut, produk ini pun bisa booming di Indonesia maupun jika bisa akan diekspor ke Singapore.

Pemanfaatan kulit ikan sebagai snack sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa UMKM di Jawa Tengah, namun mungkin olahannya yang kurang bercita rasa dan kemasannya yang biasa-biasa saja sehingga tidak begitu diminati.

Keripik kulit ikan juga diminati di Philipina

Produk dari IRVINS Salted Egg ini yang paling digemari di Singapore.
Tujuan saya menulis dan menginformasikan hal ini adalah agar para pelaku UMKM yang memproduksi olahan ikan bisa mempertimbangkan variasi produk ini, tentunya dengan olahan yang lebih baik cita rasanya dan dengan kemasan yang lebih menarik daripada hanya sekedar dikemas dengan plastik bening yang ditempel sticker.

Seharusnya kulit ikan memang bisa menjadi bahan baku snack yang gurih dan bernilai gizi tinggi sehingga bisa diupayakan inovasi dan kreativitasnya menjadi snack yang modern. Saya melihat potensi Tegal, Kendal, Pati dan Rembang sangat memungkinkan membuat olahan-olahan seperti ini. Usulan dari pengusaha tersebut diatas tentunya bukan atas dasar sekilas lewat, karena beliau adalah pengusahan makanan olahan yang cukup lama berbisnis bidang makanan dan sering kunjungan ke luar negeri, tentunya hal ini diinformasikan kepada saya atas dasar prospek pasar yang baik di pasar lokal maupun ekspor.

Meskipun saya harus melakukan penjajagan pasar ekspor di negara-negara lain, tetapi sekilas lihat jika kripik kulit ikan ini diolah seperti kripik rumput laut yang kita impor dari Jepang dan Korea maka potensi pasarnya pasti cukup besar. Apalagi hal ini juga merupakan merupakan pemanfaatan bagian ikan yang sering dibuat setelah difillet dalam proses produksi.



 

Selasa, 05 Desember 2017

Mengintip Hasil Penjurian UKM Pangan Award 2017

Penjurian akhir UKM Pangan Award 2017 di Kementrian Perdagangan RI.
Setelah menunggu sekian lama, karena biasanya pengumuman pemenang UKM Pangan Award di tahun-tahun sebelum jatuh pada bulan Oktober, maka hari ini kami mendapatkan kabar hasil penjurian akhir dari ajang UKM Pangan Award 2017.  Keterlambatan penjurian ini dikarena adanya penyesuaikan sistem dengan yang baru, yaitu sistem pendaftaran dan seleksi secara online. 

Para peserta UKM Pangan Award 2017 dari Jawa Tengah pun saat ini merasa lega karena sudah ada hasil yang bisa lihat pada tabel di bawah ini:

Daftar Pemenang UKM Pangan Award 2017
Dari hasil di atas, Jawa Tengah hanya lolos 2 UMKM yaitu Coklat KAKAKOA dari Kabupaten Kendal dan Roti Gaplek INAGIRI dari Kabupaten Wonogiri. Hasil ini menurun dari tahun kemarin yang mampu meloloskan 5 UMKM, dan tahun sebelumnya lagi mampu meloloskan 8 UMKM. 

Produk pemenang UKM Pangan Award 2017
Terlepas dari menurunnya hasil pencapaian di tahun ini, kami melihat bahwa banyak hal yang mesti kami perbaiki dalam pembinaan UMKM Pangan di Jawa Tengah di masa mendatang, yaitu:
  1. Masalah kreativitas mengeksplorasi potensi lokal.
  2. Masalah kemampuan mengembangkan produk yang unik.
  3. Masalah kemasan produk yang menarik.
Kami melihat bahwa ketiga hal di atas menjadi poin penilaian yang sangat signifikan dalam ajang UKM Pangan Award 2017, di samping membekali para pelaku UMKM dengan tampilan visual pada katalog, foto-foto produk, foto-foto dan video proses produksi.
Tentunya masalah ini akan menjadi evaluasi kami di tahun mendatang, mulai dari tahapan seleksi yang melibatkan kota dan kabupaten sampai dengan kesiapan UMKM melakukan registrasi secara online. Instansi terkait di tingkat kota dan kabupaten harus mendapatkan sosialisasi dan pemahaman yang lebih baik dalam memahami arti ajang ini dalam mengangkat promosi dan pemasaran produk UMKM lokal.

Pencapaian yang dilakukan oleh para peserta UKM Pangan Award 2017 ini bagi kami sungguh luar biasa, karena pada seleksi awal banyak sekali pembenahan yang harus dilakukan sebelum mereka melakukan registrasi online. Dalam hitungan bulan perjuangan teman-teman UMKM dalam mempersiapkan produk-produk yang layak tanding sungguh luar biasa. Bagi kami, sisi sangat bernilai kewirausahaan yang kuat karena mereka memperjuangkan daya saing produknya tersebut dalam ajang persaingan produk yang ketat di tingkat nasional.

Mereka sudah hebat, dan perjuangan tidak akan berhenti sampai di sini karena perjuangan bisnis yang sebenarnya sebenarnya selalu setia menanti mereka. Dengan produk yang mereka miliki saat ini, kami yakin bahwa pasar akan mengapresiasi produk mereka dengan lebih baik karena mereka sudah terseleksi dalam hal legalitas, kualitas dan kemasannya. Hal ini tentunya akan menjadi peniliaian sendiri bagi pasar modern di Jawa Tengah untuk menggandeng mereka sebagai vendor atau supplier mereka.