Laman

  • Home

RumahUMKM.Net adalah sebuah situs gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia yang memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui paypal: jockokellick@gmail.com

Senin, 17 Agustus 2020

Penjurian Index Daya Saing Daerah Jawa Tengah Tahun 2020

Penjurian IDSD Jateng 2019.

Mendapatkan kesempatan kembali sebagai juri IDSD (Index Daya Saing Daerah) oleh BAPPEDA Jawa Tengah merupakan peluang yang sangat besar bagi kami untuk mengetahui potensi, regulasi pendukung, komitmen pemerintah, inovasi, produk unggulan, pengembangan UMKM dan penguatan pasar setiap daerah. Penjurian ini akan dilaksanakan para hari Rabu dan Kamis tanggal 26 dan 27 Agustus 2020 melalui zoom meeting.

Formasi juri masih sama seperti tahun lalu, ditambah seorang juri lagi, yaitu : Prof Saratri Wilonoyudho, Dr Muhamad Amien, Gendut Marjoko dan Dr Holi (baru), sedangkan nominasi peserta adalah 6 kota, dan 10 kabupaten yang telah lolos dan penilaian administratif sebelumnya.

Pelaksanaan IDSD dalam kondisi pandemi Covid-19 ini pasti akan memberikan warna tersendiri, karena pastinya juri akan menyinggung penanganan pandemi ini di daerah masing-masing, terutama dalam pemulihan kesehatan maupun ekonomi di daerah masing-masing. Tidak terlepas juga dengan pengembangan-pengembangan inovasi yang akan didorong lebih kuat lagi dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini.

Berikut sekilas mengenai lomba IDSD, yang merupakan program dari Kemeristek/BRIN melalui Direktorak Sistem Inovasi, Deputi Penguatan Inovasi:

IDSD

Kemenristek/BRIN melalui Direktorat Sistem Inovasi, Deputi Penguatan Inovasi telah menginisiasi penyusunan model pengukuran indeks daya saing daerah (IDSD) yang diharapkan dapat menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya melalui peningkatan produktifitas, nilai tambah dan persaingan baik domestik maupun internasional demi kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan. IDSD juga dapat diartikan sebagai refleksi tingkat produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah. Pentingnya IDSD sebagai alat untuk menilai keberhasilan suatu daerah untuk dapat bersaing dengan daerah lain dan mendukung daya saing nasional.

Pengukuran IDSD diharapkan menjadi salah satu dasar utama penyusunan dan penetapan kebijakan nasional maupun daerah yang mendorong sinergi program antar sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kepemimpinan daerah yang inovatif.

Tujuan, Sasaran dan Kegunaan

Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) memiliki asas: kebebasan akademik, partisipatif, keterbukaan, akuntabilitas, manfaat serta keberlanjutan. Dengan tujuan dari pengukuran Indeks Daya Saing daerah, antara lain adalah :
  1. Mengukur pencapaian seluruh aktivitas di daerah dalam memanfaatkan segala potensi yang dimiliki dengan mengoptimalkan ekosisten, potensi dan berbagai hasil iptek dan inovasi untuk menciptakan daya saing dan kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan
  2. Menjadi pendorong kepada seluruh stakeholder terutama para pelaku inovasi (seluruh lembaga, daerah, dunia usaha dan masyarakat) agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerjasama antar unsur inovasi dalam rangka meningkatkan tingkat daya saing dan kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.
  3. Sebagai upaya untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia;
  4. Menjadikan dasar dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah.
  5. Menjadi alat dalam proses harmonisasi berbagai kebijakan dan program pembangunan baik pada level nasional dan daerah

Dasar Hukum

Dasar hukum dari kegiatan ini antara lain:
  • Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
  • Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025.
  • Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemeritahan Daerah.
  • Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019.
  • Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
  • Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 13 Tahun 2015, tentang Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2015 –2019.
  • Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 14 Tahun 2015 tentang Panduan dan Pelaksanaan Program Pengembangan Teknologi Industri, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Latar Belakang

Pengembangan wilayah dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan suatu pembangunan yang berkelanjutan. Tingkat daya saing (competitiveness) merupakan salah satu parameter dalam konsep pembangunan daerah berkelanjutan. Semakin tinggi tingkat daya saing suatu daerah, maka tingkat kesejahteraan masyarakatnya pun semakin tinggi. Suatu daerah akan memiliki reaksi yang berbeda dalam menyikapi dampak dari adanya fenomena globalisasi ini, hal tersebut akan sangat menentukan posisi tawar masing-masing daerah dalam kancah persaingan global yang semakin ketat. Keadaan tersebut selanjutnya harus diartikan sebagai tuntutan bagi setiap daerah di Indonesia untuk meningkatkan daya aing masing-masing daerah, dimana tingginya daya saing antar daerah di Indonesia secara keseluruhan merupakan penentu bagi peningkatan daya saing nasional ditengah tingginya tuntutan untuk dapat bersaing secara global.

Situasi global yang terus berkembang ke arah keterbukaan pasar dan pengintegrasian perekonomian menuntut Indonesia terus menerus memperkuat daya saing dengan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki. Untuk itu, masyarakat Iptek yang terdiri dari lembaga litbang, Perguruan Tinggi, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan bidang Iptek mengharapkan peran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk meningkatkan dan memperkokoh daya saing ekonomi nasional dengan mewujudkan program-program nyata. 

Indonesia mempunyai potensi yang lebih besar untuk menjadi negara maju karena mempunyai modal pembangunan yang siap untuk diolah. Sebagai negara kepulauan, kekayaan laut Indonesia yang luas merupakan modal pembangunan yang dapat didayagunakan. Biodiversitas tanaman, binatang yang hidup di hutan, serta biodiversitas laut dapat diolah menjadi bahan pangan, energi, dan obat-obatan. Sementara itu, Perguruan Tinggi, lemlitbang, dan industri menjadi pihak-pihak yang kompeten untuk mengolah dan memberikan nilai tambah pada produk-produk berbasis sumberdaya alam tersebut. 

Kemenristek/BRIN melalui Direktorat Sistem Inovasi, Deputi Bidang Penguatan Inovasi telah menginisiasi penyusunan model pengukuran indeks daya saing daerah (IDSD) yang diharapkan dapat menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya melalui peningkatan produktifitas, nilai tambah dan persaingan baik domestik maupun internasional demi kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan. IDSD juga dapat diartikan sebagai refleksi tingkat produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah. Pentingnya IDSD sebagai alat untuk menilai keberhasilan suatu daerah untuk dapat bersaing dengan daerah lain dan mendukung daya saing nasional. Pengukuran IDSD diharapkan menjadi salah satu dasar utama penyusunan dan penetapan kebijakan nasional maupun daerah yang mendorong sinergi program antar sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kepemimpinan daerah yang inovatif.

Selain diperkuat oleh hasil kajian teoritik, model IDSD juga disusun dengan mempelajari model indeks yang sedang dikembangkan atau dikeluarkan oleh lembaga lain baik dalam maupun luar negeri seperti Indeks Inovasi Daerah (LAN); Indeks Government Award (Kemdagri); dan Indeks Pembangunan Manusia ; Global Competitiveness Index - World Economic Forum (GCI-WEF); Global Innovation Index (GII - Johnson Cornell University, WIPO dan Insead) dan Asian Competitiveness Indeks (ACI) yang disesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia dan ketersediaan data sampai level provinsi dan kabupaten/kota. Indeks ini menggunakan 4 aspek utama yaitu lingkungan penguat, sumberdaya manusia, pasar dan ekosistem inovasi; 12 pilar yaitu Kelembagaan, Infrastruktur, Perekonomian Daerah, Kesehatan, Pendidikan, Efisiensi Pasar Produk, Ketenagakerjaan, Akses Keuangan, Ukuran Pasar, Adopsi Teknologi, Dinamika Bisnis, Kapasitas Inovasi dengan 23 Dimensi dan 90 indikator (kuisioner).

Metode Pendekatan

Metode yang digunakan dalam penyusunan model pengukuran indeks daya saing di daerah adalah studi literatur, public hearing, Foccussed Group Discussion, expert judgment, statistical analysis dan benchmarking terhadap model-model pengukuran indeks beserta komponen dan indikatornya. Disamping itu, agar model yang dihasilkan memiliki tingkat validitas yang tinggi, maka dilakukan validasi dan uji terap di beberapa daerah terpilih.Metode yang digunakan dalam penyusunan model pengukuran indeks daya saing di daerah adalah studi literatur, public hearing, Foccussed Group Discussion, expert judgment, statistical analysis dan benchmarking terhadap model-model pengukuran indeks beserta komponen dan indikatornya. Disamping itu, agar model yang dihasilkan memiliki tingkat validitas yang tinggi, maka dilakukan validasi dan uji terap di beberapa daerah terpilih.

Demikian apa yang bisa saya bagikan mengenai ajang IDSD ini, yang ke depannya kami harapkan bisa terus bergulir dan menjadi sebuah ajang bergengsi bagi setiap daerah. Sukses untuk para peserta IDSD Jawa Tengah, dan sampai ketemu pada penjurian tanggal 26 dan 27 Agustus 2020 mendatang. Sukses!















Selasa, 11 Agustus 2020

Grafologi & Feng Shui, Sebuah Metode Analisa Potensi & Minat.

 

Grafologi & Feng Shui, Sebuah Metode Analisa Potensi & Minat. 


Apa itu Graphology & Feng Shui? 

Grafologi berasal dari bahasa Yunani, graph yang berarti tulisan atau menulis, dan logos yang berarti ilmu. Jadi, grafologi adalah ilmu yang membaca karakter seseorang melalui tulisan tangannya. 

Ilmu Feng Shui pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara manusia agar dapat hidup selaras dengan alam lingkungan sekitarnya. Feng shui merupakan ilmu bumi, astrologi, topografi, geomancy kuno yang berasal dari Tiongkok (Cina) yang telah digunakan sejak 4.700 tahun yang lalu. 

Kedua ilmu tersebut sama-sama mempelajari 2 hal penting dalam dunia ini, yaitu hukum keteraturan dan pola kecenderungan. Jika diperhatikan, baik alam semesta maupun jaringan sel yang ada dalam tubuh makhluk hidup semua tersusun rapi dan memiliki tugas dan fungsi yang terkoodinir dengan baik. Pola kecenderungan juga menampakkan siklus yang rapi dan berulang, tergantung pola tersebut apakah pola besar maupun pola kecil. Jika pola besar maka proses perulangannya akan berlangsung lama, sedangkan pola kecil akan berlangsung cepat. 

Kedua hal inilah yang menjadikan grafologi dan feng shui sangat menarik untuk dipelajari sebagai sebuah knowledge (pengetahuan) karena logic dan berdasar, bukan sebagai tahayul yang selama ini menjadi pandangan sementara orang. 

Ketertarikan terhadap Grafologi.

Awal ketertarikan saya terhadap grafologi adalah ketika awalnya melihat kemampuan seorang teman yang mampu membedah karakter seseorang hanya melalui pembacaannya atas tanda tangan orang tersebut. Hal ini kira-kira 17 tahun yang lalu, dari ketertarikan ini, saya mencoba mulai bertanya kepada teman saya tersebut mengenai bagaimana caranya dia bisa membaca karakter seseorang dari tanda tangan. Kesempatan 15 menit yang pertama untuk belajar grafologi justru memicu semangat saya untuk belajar dan terus melakukan riset atas tanda tangan terhadap kecenderungan sifat, dimulai dari orang-orang yang saya kenal terlebih dahalu sampai kemudian pada orang-orang yang sama sekali tidak saya kenal. 

Tanda tangan yang dalam bahasa Inggris adalah Signature (= Sign + Nature), memberikan pesan bahwa tanda tangan adalah "tanda" dari "sifat" pemiliknya. Inilah "rahasia" yang mesti kita gali dengan referensi dan observasi yang panjang. Dari pelajaran awal yang saya dapatkan dari teman tersebut, saya mulai melakukan riset tanda tangan dan kecenderungannya. Cara yang termudah adalah membuat daftar tanda tangan dari orang-orang yang telah saya kenal dan mulai mengklasifikannya. Tanpa terasa riset sederhana saya ini sudah berjalan bertahun-tahun dan mulai menghasilkan formulasi praktis dalam pembacaan karakter seseorang melalui tanda tangan. 

Saya belajar grafologi ini secara otodidak dan menjadikannya sebagai sebuah kesenangan dan juga tantangan ketika saya diminta memberikan masukan kepada HRD Department atas kecocokan karakter dan potensi seseorang terhadap suatu posisi di dalam perusahaan. Tantangan lain juga ketika sesorang yang ingin bernegosiasi meminta saran saya bagaimana harus menghadapi seseorang yang tanda tangan-nya disodorkan kepada saya. 

Awalnya ini adalah sebuah hobby, sampai akhirnya terlintas untuk mencari "makan" dari asset intangible yang saya miliki ini. Tetapi agak kurang menantang jika hanya "tanda tangan" yang saya baca, harus ada hal yang menarik untuk menjadikan hal ini menjadi "komersial". Akhirnya saya putuskan untuk mendalami pembacaan LOGO perusahaan melalui grafologi 

Hampir sama dengan pembacaan tanda tangan, logo menggambarkan karakter dan potensi dari sebuah perusahaan, impian yang dicita-citakan perusahaan tersebut dan juga masalah-masalah yang terjadi di dalamnya. Agak luar biasa juga, ternyata dari sebuah logo kami bisa melihat beberapa hal tersebut tanpa harus melakukan cek perusahaan. 

Feng Shui Logo 

Saya mendalami feng shui sedehana untuk logo dari seorang teman praktisi feng shui di Semarang dengan cara barter ilmu grafologi dengannya. Mengapa saya tertarik feng shui ? Bagi saya feng shui adalah ilmu mengenai formulasi keselarasan unsur alam yang sudah teruji berabad-abad lamanya. Bukan tahayul yang saya dalami, tetapi logika berpikir mengenai keselarasan tersebut. 

Intuisi kita bangun dengan membangun "rasa" atas keselarasan yang kita temukan dalam logo, baik keselarasan bentuk, warna dan komposisi. Dalam ini, saya sangat terbantu saat belajar desain furniture di Italia, karena pelajaran desain dari ahli desain furniture bernama Gaetano Alloca (berasal dari Itri, Italia) mengajarkan saya bagaimana merasakan setiap bentuk goresan dan warna. Di sinilah saya belajar ilmu merasakan (feel) yang sangat membantu saya dalam melatih kepekaan indera perasa. 

Definisi Hoki 

Mungkin bagi orang lain mengartikan hoki bisa berarti banyak hal, tetapi bagi saya hoki saya definisikan dengan sangat sederhana dan formulatif. 

Hoki = Keselarasan antara POTENSI DIRI, KARAKTER, KEMAMPUAN dan MINAT (faktor internal) dalam menggarap PELUANG (faktor eksternal). 

Dari ilmu feng shui kita bisa membaca potensi dasar dan minat dari seseorang, input data yang dibutuhkan adalah tanggal lahir dan warna apa yang paling disukai. Data warna ini memberikan informasi potensi apa yang paling dominan dalam diri orang tersebut, selain itu warna juga memberikan refleksi apakah orang tersebut sudah didominasi oleh faktor eksternal (lingkungan) atau masih dengan potensi aslinya. Potensi adalah "hal mendasar" yang ada dalam diri seseorang atau perusahaan yang harus dieksplorasi untuk mencapai hal-hal yang diinginkan 

Pembacaan karakter bisa lebih jelas dengan pola-pola goresan tanda tangan, apapun yang tertulis dalam tanda tangan adalah “seribu” bahasa yang bisa diungkapkan. Dari tanda tangan ini, seorang grafolog bisa membaca rekaman perjalanan hidup, potensi kesehatan, karakter, kejujuran, pola hidup dan cara berpikir dari si pemilik tanda tangan. Cukup banyak yang bisa dibaca dari hanya sebuah tanda tangan. 

Kemampuan (ability) adalah asset-asset pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang mendukung potensi. Misalnya: latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan sebagainya. 

Minat sangat dipengaruhi oleh potensi, karakter dan kemampuan dari seseorang atau perusahaan, dan sebenarnya tujuan dari membaca potensi dan karakter dari seseorang atau perusahaan adalah untuk menentukan minat mendasar atau terbesar seseorang atas sesuatu pekerjaaan atau profesi. 

Jika minat dan peluang sangat relevan maka bisa dikatakan orang atau perusahaan tersebut akan mencapai progress yang terus-menerus, dan itulah yang saya pahami dengan istilah hoki. 

Aplikasi Grafologi dan Feng Shui untuk Bisnis 

Pada dasarnya saya adalah praktisi marketing yang telah mengarungi dunia marketing selama kurang lebih 26 tahun. Beberapa tahun terakhir saya juga banyak berkecimpung sebagai konsultan marketing dan promosi. Kecenderungan saya saat ini adalah promosi dengan mengoptimalkan media online dan "menguasai" dunia maya. 

Dalam perjalanan profesi saya, sebuah pertanyaan yang seringkali sulit dijawab oleh seorang konsultan bisnis adalah :"Bisnis apakah yang cocok dengan saya?" yang sering dilontarkan oleh klien. Dengan ilmu akademis tentunya pertanyaan ini sulit untuk dijawab, diperlukan sebuah metode khusus untuk menjawabnya. 

Dari bekal mempelajari ilmu grafologi dan feng shui saya memiliki "kepercayaan diri" untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dari mulai membaca "daftar potensi" yang dimiliki oleh klien sampai dengan konfirmasi "minat" dari klien sebagai "filter" potensi mana yang akan dipilih sebagai potensi yang akan digarap. 

Filter selanjutnya adalah pengukuran karakter dan kemampuan dari seseorang atau perusahaan guna menggarap potensi tersebut, apa yang harus dikembangkan jika karakter dan kemampuan "belum" match dengan potensi yang dimiliki. 

Tujuan akhir dari konsultasi ini adalah membuat semua poin tersebut di atas selaras dan sesuai dengan minat dari klien. Jika semua sudah selaras, kami pun siap untuk membantu klien menjabarkannya menjadi sebuah bisnis model atau bisnis plan atau outline strategy dari apa yang ingin dilakukannya di masa mendatang atas hasil konsultasi tersebut. 

Hasilnya adalah diskusi yang produktif dan solusi yang kreatif dari beberapa masalah yang mungkin selama ini sulit dipecahkan oleh seseorang maupun perusahaan. 

Konsultan marketing seolah menjadi primadona yang selalu dicari oleh perusahaan yang mengalami permasalahan menurunnya permintaan pasar, penjualan produk dan brand perusahaan. Para konsultan tersebut memiliki spesialisasi masing-masing karena mereka mampu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya sendiri berdasarkan pengalaman kerja mereka. Semua memiliki kelebihan dan kekurangannya, namun hasil ditentukan oleh ketepatan memilih metode yang sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh perusahaan. 

Ada banyak metode yang dilakukan oleh para konsultan marketing, mulai dari investigasi masalah, meredefinisi target dan tujuan strategi, penataan sistem managemen, mengeksplorasi peluang pasar maupun pengembangan kerjasama dengan pihak lain. Dan para konsultan marketing ini ahli dalam melakukan hal-hal tesebut. 

Bagaimana Graphology & Feng Shui Berkerja untuk Bisnis Anda? 

Bersaing dalam hal-hal yang bersifat umum seperti di atas akan semakin terasa berat untuk masa-masa sekarang, terlebih jika terus menatap ke arah depan yang semakin dinamis dan semakin banyak perubahan. Sejauh mana kita bisa mengikutinya? Bahkan ahli marketing di di generasi millenial pun akan merasa "ngos-ngosan" menyesuaikan segala macam perubahan yang terjadi, apalagi untuk generasi saya. 

Graphology & Feng Shui Fokus Pada Esensi Bisnis. 

Menyadari keterbatasan dalam menyesuaikan dengan berbagai perubahaan teknik dan metode marketing saat ini, maka saya tidak ingin bersaing dengan para konsultan marketing lain untuk hal-hal yang bisa dipelajari secara akademis. Saya menggali potensi dan pengalaman riset saya dalam ilmu grafologi dan feng shui, serta mengembangkan teknik analisa bisnis dari sebuah logo perusahaan. 

Pasti unik, dan pastinya belum banyak pesaingnya. Saya hanya mengambil area pembacaan karakter, potensi, esensi masalah dan peluang pemilik bisnis (individu) dan bisnisnya. Metode yang digunakan dalam analisa ini adalah menggunakan grafologi yang telah saya pelajari lebih dari 17 tahun dan feng shui. 

Saya menggabungkan 2 metode ini untuk menganalisa tanda tangan pemilik bisnis untuk mengenali karakter, potensi, dan apa yang dia suka atau tidak suka, dan tanggal lahir pemilik bisnis untuk mengenali area potensi, kecenderungan minat, karakter potensial dan peluang. 

Terkadang saya bertanya "apa warna kesukaan mereka?" untuk menguji beberapa kecenderungan yang telah dianalisa. Kadang apa yang terbaca dalam tanda tangan dan tanggal lahir tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang sebenarnya disukai oleh pemilik usaha. Kecenderungan pada warna tertentu bisa sangat membantu dalam menganalisa apa sebenarnya minat mereka atau apa sebenarnya yang mempengaruhi mereka menyukai hal-hal yang berada di luar potensinya. 

Logo bisnis hampir seperti tanda tangan namun lebih rumit karena dapat berupa kombinasi 2, 3 atau lebih pemilik bisnis, tetapi bagi seorang grapholog yang paling penting adalah dominasi dalam penentuan keputusan perusahaan atau siapa yang dominan dalam keuntungan perusahaan ( si "pemilik uang"). Saya menggunakan grafologi untuk menganalisa bentuk dan goresan, apa yang dikatakan (tentang bisnisnya) dan apa yang diinginkan (dalam bisnis) dan saya menggunakan feng shui untuk menganalisa nuansa logo, apakah logo tersebut sudah "nyaman" dan "menarik". 

Secara umum logo yang hoki (beruntung) adalah logo yang mampu menyelaraskan semua unsur (potensi, minat, karakter dan peluang) dalam bentuk logo yang nyaman dan menarik. Idealnya logo harus seimbang, selaras dan serasi dengan pemilik perusahaan. Jika semua ini bisa dicapai maka bisa dikatakan logo tersebut membawa keberuntungan bagi pemilik usaha. Keselarasan logo bisa dilihat dari bentuk, warna, proposi dan goresan yang membangun sebuah arti atau pengharapan atas cita-cita usaha. 

Graphology dan Feng Shui bekerja untuk bisnis dari sejak awal, yaitu menyelaraskan semua unsur, menyelaraskan visi dengan potensi serta menyelaraskan peluang dengan kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan. Seorang grapholog yang mendalami logo perusahaan bisa membaca semua unsur tersebut dari hanya sebuah logo, bahkan seringkali hanya dari logo bisa terbaca siapa dan berapa pemilik perusahaan tersebut (yang dominan) dan juga masalah apa yang secara esensial dihadapi oleh persuahaan. 

Bagaimana kita bisa memberikan solusi kepada perusahaan jika akar permasalahan (esensi) permasalahan dari perusahaan tersebut belum ditemukan? Hal inilah yang menyebabkan beberapa konsultan marketing memberikan solusi yang "kurang tepat" karena masalah yang mereka temukan dalam perusahaan bukan masalah yang esensi, melainkan akibar dari esensi masalah tersebut. 

Jika Anda tertarik dengan layanan ini, silahkan kirimkan pesan melalui WA ke +62 82134823929 untuk diskusi lebih lanjut. Sukses!

Senin, 10 Agustus 2020

Trend PodCast Untuk Personal Branding.

Trend PodCast Sebagai Personal Branding.
 

Akhir-akhir ini podcast semakin sering disebut-sebut di kalangan businessman di Indonesia, bahkan dari hari ke hari semakin gencar. Tetapi pastinya sekarang sudah ada pergeseran-pergeseran dari podcast yang kita kenal dulu, bukan sekedar rekaman audio lagi, melainkan sudah video dan bukan sekedar bicara sendiri, melainkan sebuah obrolan. Yang jelas makin asyik saja.

Sebelum bicara lebih lanjut, perlu kiranya untuk mengenal arti dan sejarah podcast terlebih dahulu dari beberapa tulisan yang pernah saya baca sebelumnya. Saya tertarik mengungkapkan hal ini karena pemahaman ini harus dimulai dari sejarah awal dimulainya istilah podcast.

Memahami Arti Podcast

Podcast adalah berkas digital berupa audio yang pendengarnya diharuskan untuk mengunduh terlebih dahulu untuk bisa mendengarkan audio tersebut. Podcast ini adalah audio non-streaming, sehingga sangat berbeda dengan radio. Podcast ini telah banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendengarkan berita, ilmu pengetahuan, dan sharing ilmu pengetahuan yang bersifat dapat diulang.

Bisa diulang, karena memang sudah diunduh diawal. Hal ini bisa menjadi kelebihan tersendiri dari Podcast dibandingkan dengan radio. Bahkan, Anda akan dapat mendengarkan Podcast sambil menunggu kereta, sambil menyantap sarapan, dan momen lainnya dan memasukkan ke dalam gadget untuk lebih praktisnya. 

Ada banyak sekali topik yang bisa Anda pilih di Podcast. Jadi berbeda dengan radio yang mau tidak mau ya harus mendengarkan semua berita, informasi, dan juga iklan yang disiarkan melalui radio. Bahkan, Podcast ini bisa menjadi ladang investasi berbiaya rendah, karena tidak memerlukan stasiun radio. Pendengar juga memiliki kesempatan untuk dapat memilih mengunduh topik yang sesuai dengan selera. 

Setidaknya ada ribuan kategori topik yang bisa Anda pilih di Podcast. Beberapa dari kategori tersebut adalah Arts, Business, Comedy, Education, Games & Hobbies, Health, dan sebagainya. Di setiap masing-masing kategori juga ada banyak macam-macam jenis audio juga. Tidak perlu untuk mendengarkan semua dan hanya perlu unduh yang Anda minati saja. 

Sebagian besar masyarakat yang ada di Amerika memiliki kecenderungan untuk memilih download kategori TV Series, sehingga mereka bisa update tentang informasi terbaru mengenai dunia film. Hal ini yang menyebabkan stasiun radio di Amerika mengalami penurunan drastis jumlah pendengar setelah hadirnya Podcast. 

Sampai dengan saat ini, sebagian besar Podcast masih disampaikan dalam bahasa Inggris. Hitung-hitung sekalian Anda belajar listening dalam bahasa Inggris. Apabila Anda berniat untuk mendengarkan Podcast dalam bahasa Indonesia, maka Anda bisa buka Radio BBC Indonesia. Suatu saat Podcast ini akan menjadi semakin terkenal di Indonesia, karena ada banyak kota besar yang berpotensi di Indonesia.

Daripada Cuma bengong diam tidak melakukan apapun, Anda bisa memilih untuk mendengarkan topik yang menarik. Perkembangan Podcast di Indonesia berpotensi pesat, karena Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk mendengarkan iklan yang tidak menarik. Tidak ada juga selingan lagu dan bisa terus dengarkan topik yang diminati sampai akhir. 

Ide tema bahasan untuk Podcast biasa disampaikan dalam bentuk episode-episode. Durasi dari setiap episode biasanya berkisar pada 10 menit hingga 90 menit. Panjang durasi ini bergantung pada si Podcaster alias orang yang membuat Podcast dan apa yang sedang dibahas.

Ada sementara orang mengatakan arti podcast adalah perpaduan 2 kata dari iPod dan Broadcasting, bisa jadi tidak salah juga karena podcast identik dengan iPod atau Mac yang menyediakan layanan ini di Amerika. Sejarah podcast tidak akan lepas dari iPod dan Mac, sehingga artian ini lebih mudah diingat oleh para pembaca.

Podcast mulai dikenal sejak tahun 2004 atau 2005 dan populer pada tahun 2007 di Amerika, sementara di Indonesia baru mulai dikenal pada tahun 2012. Di Indonesia sendiri baru akhir-akhir ini podcast mulai populer, tetapi sudah dalam format yang berbeda. Bukan podcast-nya melainkan "gaya podcast"-nya.

Gaya wawancara seperti rekaman di stasiun radio (diistilahkan : podcast) serasa lebih asyik di jaman sekarang, asyik dalam artian lebih keren dengan background atau view studio rekaman. Gaya bicara seolah seorang penyiar radio yang mewawancarai nara sumber pun dinilai memiliki nilai artistik yang tinggi. Inilah trend "podcast" yang berkembang sekarang.

Saya tidak akan mempermasalahkan arti, sejarah dan pergeseran yang terjadi dengan podcast namun saya melihat sebuah peluang dari trend podcast saat ini untuk membangun sebuah personal branding yang masif dan cepat, karena dibantu dengan trend. Sebagaimana kita tahu, membuat trend tidaklah mudah karena butuh momentum dan saat inilah momentum itu tiba. 

Timberpix dan Personal Branding Program

Memanfaatkan momentum ini, Timberpix dan RumahUMKM.Net bekerjasama untuk menangkap peluang kebutuhan berbagai profesi untuk membangun personal branding melalui gaya podcast. Sebagaimana kita tahu, bahwa hadirnya jutaan produk di masa yang sama sebagai akibat dari berkembangnya entrepreneurship memberikan efek kesulitan dalam memilih produk bagi para konsumen. Jika setiap orang bisa menghadirkan lebih dari 3 - 5 produk maka betapa makin sulitnya konsumen memilih produk yang mereka butuhkan. Branding produk akan menuju ke sebuah keramaian aksi dan semakin  tidak efektif.

Personal branding dinilai sebagai sebuah alternatif untuk lebih mengangkat "man behind the gun" sebagai fokus dari konsumen. Jika personal branding ini berhasil, maka semua brand produk yang dibawanya akan terangkat juga.

Dengan pertimbangan ini, Timberpix yang dikenal sebagai perusahaan pembuat konten (digital) atau production house menawarkan beberapa program personal branding, dan salah satunya adalah talk show bergaya podcast kepada para profesioanal, brand owner, public figure dan sebagainya. Dengan infrastructure dan skill set produksi yang dibilang sangat lengkap Timberpix menawarkan program personal branding sebagai berikut:
  1. Video Personal Profile
  2. Digital Content untuk Instagram dan YouTube
  3. Talkshow
  4. Talkshow Gaya "Podcast"
  5. Multimedia dan Animasi
  6. Digital Content Development lainnya.
Dengan pengalaman dalam produksi digital content yang cukup lama, Timberpix telah mampu membuat formulasi konsep, operasional yang efisien dan produktif dengan biaya yang sangat terjangkau oleh pelaku-pelaku UMKM. Hasil produksi audio dan video berkualitas tinggi (kualitas layar lebar) dan proses produksi dan editing yang cepat adalah kekuatan dari team Timberpix.

Menyikapi trend talkshow gaya podcast, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Timberpix telah menyediakan berbagai infrastructure dan skill set produksi yang bisa segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan personal branding dari klien-kliennya. Di Jawa Tengah, klien Timberpix akan difasilitasi infrastructure di Semarang. 






Untuk kebutuhan membangun personal branding, prospek klien bisa kontak RumahUMKM.Net di 082134823929 untuk pengembangan konsep personal branding dan strategi-nya. Sementara untuk wilayah Jakarta bisa langsung dengan kantor Timberpix Jakarta di nomor WA 081574748181. Sukses!



Jumat, 07 Agustus 2020

Motivasi, Mereka Harus Tahu Apa Yang Harus Dilakukan Setelahnya.

Motivasi, Mereka Harus Tahu Apa Yang Harus Dilakukan Setelahnya.

RumahUMKM.Net terlibat kembali dalam pelatihan di BALATKOP Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah dalam pelatihan motivasi yang berlangsung di BALATKOP Jateng. Dalam kesempatan ini RumahUMKM.Net diminta untuk sharing motivasi sebagai seorang praktisi dengan teman "Menjadi Pengusaha yang Kreatif".

Materi : Menjadi Pengusaha yang Kreatif

Materi dari RumahUMKM.Net memberikan pemahaman membangun mindset kreatif dan bagaimana tahapan-tahapan membangunnya disertai dengan contoh-contoh riil. Di sesi ini pula, RumahUMKM.Net memberikan pemahaman bagaimana membangun konsep bisnis yang kreatif yang diharapkan bisa memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM yang menjadi peserta pelatihan ini untuk memiliki konsep-konsep bisnis yang "berbeda" dari yang telah ada sebelumnya.

Pemahaman motivasi bagi RumahUMKM.Net adalah:
  1. Memiliki visi & tujuan yang jelas.
  2. Memahami bagaimana kondisi usaha saat ini, secara cermat.
  3. Memahami permasalahan yang dihadapi dengan kondisi kesenjangan antara tujuan dan kondisi saat ini.
  4. Mampu menganalisa permasalahan yang terjadi.
  5. Memahami solusi dan tindakan yang harus dilakukan setelahnya.
Motivasi bagi kami adalah sebuah proses panjang dan terus menerus, bukan sekedar termotivasi pada saat pelatihan saja, dan tidak berlanjut saat pelatihan telah usai. Memberikan motivasi usaha adalah memberikan gambaran usaha dan rute pencapaiannya dengan jelas, serta memberikan pemahaman terbaik dan paling sederhana agar para peserta tahu dan paham apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dengan kata lain, motivasi adalah peta perjalanan dan petunjuk perjalanan yang mudah dimengerti oleh para pelaku UMKM.

Dokumentasi Pelatihan Motivasi UMKM

Dokumentasi Pelatihan Motivasi UMKM

Dari hasil tanya jawab dengan para peserta, membuat kami bersemangat untuk membuat sebuah skema panduan usaha yang akan membaut para pelaku UMKM selalu termotivasi dan selalu paham mereka sampai dimana dan harus berbuat apa. 

Pada pelatihan yang diikuti oleh 50 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah ini, kami pada awal pelatihan sudah mengajukan pertanyaan apa yang sebenarnya mereka harapkan dari pelatihan RumahUMKM.Net kali ini, dan pada akhir sesi pelatihan pun kami tidak lupa untuk bertanya apakah apa yang mereka harapkan sudah kami penuhi, apakah mereka sudah puas? 

Dari beberapa peserta menyampaikan komentar bahwa mereka belum pernah mendapatkan pelatihan motivasi sebagaimana yang kami sampaikan kepada mereka saat ini. Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan kepada RumahUMKM.Net, kami akan hadir lebih baik dari sebelumnya. Sukses!






RumahUMKM.Net, Growing Through Networking.

RumahUMKM.Net, Growing Through Networking.

Network atau jejaring menjadi sebuah konsistensi bagi RumahUMKM.Net dalam mengembangkan bisnis usaha kecil di Jawa Tengah, mulai dari jejaring mentor pembinaan UMKM, jejaring media, jejaring pasar, jejaring pembiayaan dan jejaring investor dan lain sebagainya. Selain bergerak dalam pengembangan edukasi UMKM, RumahUMKM.Net secara praktis juga masuk dalam bisnis usaha kecil sebagai praktisi promosi dan pemasaran untuk produk-produk UMKM di Jawa Tengah.

Hari ini, kami seperti biasa ngopi bareng dengan Mas Shareang Kusuma dari INVESTREE.ID, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang financial technology yang telah bekerjasama dengan RumahUMKM.Net selama lebih dari 3 tahun. Diskusi yang berlangsung di Strada Cafe Semarang ini memperbincangkan program-program INVESTREE untuk pembiayaan UMKM, terutama investasi untuk usaha kecil.

Kami berencana untuk membuat suatu program pembiayaan semacam KUR tetapi dengan sistem syariah yang dalam fintech disebut peer-to-peer lending, karena pemberi pinjaman bisa memilih sendiri siapa atau proyek apa yang akan dibiayainya. Meskipun sebenarnya fintech sudah beberapa tahun lalu dikenal, namun di kalangan pelaku UMKM, sosialisasinya masih perlu digalakkan lagi terutama dalam hal pemahamannya.

Tumbuh bersama adalah slogam dari INVESTREE yang secara umum bisnisnya adalah menggalang dana dan mengelola kredit dan investasi secara online, jadi dalam bisnis ini dikenal investor dan debitor. Konsep ini adalah konsep perbankan di masa mendatang.

Investree saat ini siap membiayai pekerjaan-pekerjaan para pelaku UMKM dari pemerintah, BUMN atau perusahaan swasta TBK, jika dibutuhkan, sementara sedang mengembangkan konsep yang lebih tepat untuk para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Yang menarik dari fintech ini adalah jaminan kreditnya bisa berupa PO atau invoice.

Semoga kemitraan kami dengan INVESTREE bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM di Jawa Tengah yang butuh pembiayaan dan investasi. Sukses!



















Selasa, 04 Agustus 2020

Trend Bisnis Kuliner Pasca Pandemi Covid-19

Trend Bisnis Kuliner Pasca Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 memicu banyak perubahan pada aspek kehidupan, mulai dari perilaku pasar sampai dengan fokus pasar, yaitu kembali kepada basic need-nya, kesehatan dan pangan. Kedua hal tersebut adalah landasan pertimbangan saya ketika ditanya oleh beberapa pelaku UMKM apa yang akan menjadi trend di business kuliner pasca pandemi Covid-19 nanti.

Selain mengamati pergerakan bisnis kuliner yang ada saat ini, baik trend sesaat maupun trend yang terus menguat di bisnis kuliner, saya pun mencoba membuka referensi trend kuliner di luar Indonesia dan beberapa ulasan media yang telah melansir trend-trend kuliner di tahun 2020. Pastinya trend kuliner di luar negeri sedikit banyak juga akan memberikan kontribusi trend kuliner yang ada di Indonesia, karena beberapa pengusaha kuliner besar jaga memantau trend luar untuk diadopsi di Indonesia. 

Terkait pertanyaan para pelaku UMKM terkait dengan trend bisnis kuliner di Indonesia, saya membagi-nya menjadi 2 bagian, yaitu : format produk makanan dan format delivery atau distribusinya. 

Trend Bisnis Kuliner Berdasarkan Format Produk Makanan

Berdasarkan format makanannya, pasca pandemi Covid-19 akan membawa banyak perubahan dalam format produk makanan, Perubahan ini selain dipicu oleh perubahan perilaku akibat pandemi Covid-19 juga dipicu oleh kemampuan teknologi pangan yang saat ini telah dikuasai produsen.


Healthy Food


Healthy Food


Kesehatan menjadi issue utama pasca Covid-19, issue ini mempengaruhi trend bisnis kuliner secara nyata dan massive. Bahkan label healthy food akan digunakan sebagai branding dan penciptaan margin yang lebih baik bagi para pelaku bisnis. Beberapa pesan nyata dari produsen untuk mengindikasikan healthy food antara lain: issue organik, bebas bahan pengawet, fresh, dsb.


Fresh Food


Fresh Food

Senada dengan Healthy Food, konsumsi fresh food akan semakin meningkat pasca pandemi Covid-19 terutama belanja untuk belanja bahan makanan. Konsumen semakin sensitif dengan kualitas bahan makanan yang akan mereka olah dan konsumsi. Hal ini juga didorong oleh fasilitas logistik yang sudah memungkinkan untuk delivery fresh food dalam waktu yang cepat.

Frozen Food

Frozen Food

Frozen food akan menjadi trend baru, terutama frozen food untuk produk-produk masakan lokal yang khas yang mendukung model bisnis network kitchen atau fast food lokal. Produk frozen food ini memberikan banyak kemudahan dalam distribusi dan kemudahan untuk penyajiannya, bagi konsumen hanya cukup mamanaskan atau menggorengnya saja.

Fast Food

Makanan Lokal Siap Saji (Fast Food)

Fast Food 

Trend fast food akan terus bertahan, karena sebenarnya trend ini tidak muncul karena dipicu hanya oleh pandemi Covid-19 saja tetapi karena gaya hidup modern dan key word "tidak ada waktu" atau keterbatasan waktu. Fast food adalah pilihan utama bagi para pekerja atau karyawan yang rutinitasnya dibatasi oleh waktu. Yang menarik saat ini, pilihan fast food semakin banyak, mulai dari masakan western, jepang, korea, middle east dan sekarang banyak masakan lokal yang dikemas menjadi fast food.


Makanan Khas Lokal Kalengan

Makanan Khas Lokal Kalengan (Kemasan)

Trend masakan lokal dalam kalengan, seperti: rendang, gudeg, garang asem, olahan tuna, dsb akan semakin menampakkan diri pasca pandemi Covid-19. Praktis, cepat dan mudah deliverynya merupakan pertimbangan pemilihan ini oleh konsumen. Saat ini tidak hanya kemasan kaleng saja yang diminati oleh konsumen melainkan kemasan lain yang memberikan jaminan bahwa makanan tersebut bisa tahan lama dan mudah didistribusikan, serta praktis dalam penyajiannya. 

Trend di atas kan menjadi dominasi format produk di masa pasca pandemi Covid-19 mendatang, selain produk minuman olahan kopi, teh dan minuman lokal lain yang tetap akan menampakkan grafik meningkat. Bisnis Cafe, terutama franchise masih akan terus berkembang karena menawarkan peluang usaha bagi orang yang tidak mampu mengembangkan ide bisnis-nya sendiri.

Trend Bisnis Kuliner Berdasarkan Format Delivery atau Distribusinya.

Selain ditinjau dari format produk makanan, trend konsep bisnis kuliner juga akan semakin beragam. Konsep ini didasarkan pada format delivery atau distribusi dari produk makanan tersebut. Ada beberapa format delivery atau distribusi makanan yang akan menjadi trend di masa pasca pandemi Covid-19 nanti:

Take Away (Fast Food)

Fomat take away menjadi semakin menguat ketika perilaku phisical distancing masih menjadi issue utama pasca Covid-19. Konsumen tidak mau berlama-lama menunggu proses penyajian makanan yang mereka pesan. Para pelaku bisnis kuliner saat ini telah dituntut konsep bisnisnya yang bisa mengadopsi kebutuhan ini, termasuk dengan packaging-packaging take away yang menarik. Bahkan di masa pandemi Covid-19 mendatang, persaingan ketat akan terjadi antara hotel, resto, cafe dan bahkan kitchen untuk masuk dalam format ini.

Drive Thru

Senada dengan konsep take away, konsep drive thru akan dikembangkan oleh cafe, resto dan hotel untuk konsumen-konsumen yang butuh layanan cepat. Bahkan hotel pun akan menyediakan layanan resto drive thru-nya di front door. Hal ini akan menjadi trend yang sangat baru dalam bisnis kuliner.

Food App

Mungkin sudah tidak perlu dijelaskan lagi, bahwa pemesanan makanan dan minuman via mobile application tetap akan menjadi primadona di masa mendatang, baik ada maupun tidak adanya pandemi Covid-19. Grab Food dan Go Food akan mendapatkan pesaing dari bisnis serupa atau dari layanan delivery dari resto atau cafe itu sendiri. Bahkan saya prediksikan ke depan akan ada layanan antar kota, karena falitas logistik yang terus berkembang.

Network Kitchen, Ghost Kitchen

Ancaman baru bagi bisnis resto dan cafe mendatang adalah network kitchen. Mereka hanya fokus pada produksi makanan, tanpa harus investasi pada kunjungan konsumen. Network kitchen akan menjadi pasangan serasi untuk konsep Food App, sehingga layanan makanan benar-benar menjadi end-to-end service. Hadirnya Rebel Kitchen akan menjadi pukulan berat bagi bisnis resto di tanah air, atau bahwa sebelum Rebel Kitchen hadir maka resto di tanah air telah beradaptasi dengan konsep baru ini, seperti apa yang dilakukan oleh Blue Bird menghadari gempuran Grab dan Gojek. 

Network kitchen atau jaringan dapur produksi ini lebih memiliki peluang untuk berkembang dalam situasi pasca pandemi. Mereka tidak butuh brand, atau biasa kita sebut juga dengan nama Ghost Kitchen dan akan menjadi peluang bagus untuk catering-catering untuk pengembangan bisnisnya meskipun tidak menutup kemungkinan kemudahan bagi kitchen-kitchen yang baru.


Open Kitchen

Kehati-hatian konsumen akan semakin besar pada masa pandemi Covid-19 mendatang, mereka meraka "nyaman" ketika bisa melihat proses produksi makanan tersebut, sehingga konsep open kitchend di resto akan menjadi trend meskipun sebenarnya trend ini telah berlangsung beberapa tahun terakhir.  Bahkan dengan konsep ini, akan ada ide yang lebih ekstrim lagi yaitu layanan swa-cooking bagi para konsumen dengan bahan baku dan bumbu yang telah disediakan oleh resto. Konsep ini ditujukan untuk memberikan pengalaman memasak di resto bagi para pengunjungnya. Selfie dan experience menjadi pertimbagan dasar dari konsep open kithcen dengan swa-cooking ini.

Demikian apa yang menjadi prediksi saya tentang trend binis kuliner pasca pandemi Covid-19 mendatang. Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan wawasan baru bagi para pelaku bisnis kuliner di Indonesia. Suskses!




Senin, 03 Agustus 2020

Papa Singkong, Berkibar karena Produk Lokal.

Chasna Santoso - Owner Papa Singkong

Ketika bicara produk UMKM maka terbersit dalam pikiran kita adalah produk yang unik, lokal dan khas dari suatu daerah tertentu. Sebuah harapan yang seharusnya dipenuhi oleh para pelaku UMKM daripada nantinya harus selalu mengeluh dengan masalah pemasaran.

Sepertinya hal ini dipahami benar oleh Chasna Santoso karena sukses menghadirkan makanan lokal yang khas berupa gethuk bakar yang mulai dikenal oleh pasar dan menjadi salah satu icon oleh-oleh di kota Ungaran. Chasna Santoso pernah saya kenal sebagai pemilik brand lokal Gendhis Manis yang pernah menjadi juara Pangan Award Jateng untuk kategori minuman. 

Nah, kehadiran Papa Singkong setelah Gendhis Manis adalah satu pertanyaan menarik yang saya ajukan kepada Mbak Chasna (begitu saya memanggilnya) yang dijelaskan oleh Mbak Chasna bahwa brand Gendhi Manis masih dipertahankan, namun karena permasalahan perijinan yang rumit dan permasalahan distribusi maka brand tersebut saat ini hadir sebagai pendamping dari brand Papa Singkong yang ternyata berkembang pesat.

Outlet Papa Singkong yang sudah dikenal oleh para pelanggannya adalah yang berlokasi Jl Slamet Riyadi No 54A Genuk Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Lokasi yang sangat strategis karena dilewati jalus bus wisata dari arah selatan menuju terminal kota Ungaran. 

Papa Singkong, Berkibar karena Produk Lokal (Foto - Tribun Jateng Travel)

Sukses dengan Papa Singkong bukan berarti tugas Mbak Chasna selesai dengan telah memiliki karyawan yang mengurus oulet-nya dan bahkan outlet barunya. Justru tantangan berat sebagai seorang pengusaha baru saja dimulai, tantangan untuk bisa terus mengembangkan usahanya dan membuka outlet-outlet baru. 

Keberanian dalam mengambil keputusan membuka outlet Papa Singkong meskipun bisnis tersebut dimulai dengan modal yang sangat terbatas adalah karakter seorang entrepreneur. Semangatnya untuk belajar juga sangat luar biasa, karena saya merupakan salah satu saksi perkembangan bisnisnya. Sikap konsistensinya dalam mengelola usaha berbekal ilmu dari pengalaman kerjanya di perusahaan asing selama belasan tahun telah membawa keberhasilannya sampai saat ini.

Komitmen Papa Singkong kepada Pelanggannya.

Mungkin pertanyaan saya kepada Mbak Chasna terdengar lugu mengenai apa komitmen Papa Singkong kepada pelanggannya, mengapa? Sejak awal membangun bisnis ini Mbak Chasna sadar benar bahwa kualitas dan konsisten kualitas adalah pertimbangan paling mendasar dari Papa Singkong. SOP sederhana telah dibangun agar kualitas produk-produk Papa Singkong tetap konsisten. 

Sebagai outlet penjualan langsung, pelayanan kepada pembeli menjadi fokus perhatian. Setiap karyawan diajarkan untuk selalu ramah kepada para pembeli. Berdialog dengan pelanggan juga perlu dilakukan untuk mendapatkan kritikan dan masukan dari pelanggan.

Sebenarnya saya ingin bertanya kepada Mbak Chasna apakah sudah dipersiapkan untuk membuat franchise untuk Papa Singkong, namun sepertinya beliau saat ini sedang sibuk mempersiapkan outlet baru di daerah Ungaran juga. Saya yakin hal ini pun telah dipikirkannya, karena mulai dari HKI (trade mark) dan SOP telah dipersiapkan, dan yang terpenting contoh outlet sudah terbilang sukses dengan penjualannya. 

Sukses selalu untuk Papa Singkong, semoga bisa menjadi inspirasi dari para pelaku UMKM lainnya, bukan untuk menyamakan produknya tetapi menyamakan tekadnya untuk terus maju dan berkembang. 

Minggu, 02 Agustus 2020

Sebuah Komitmen dari Sambal Pecel Bu Kaji kepada Konsumennya.

Sebuah Komitmen Sambal Pecel Bu Kaji kepada Konsumennya.
(Foto Bersama Gubernur Jawa Tengah)

Saya mengenalnya sebagai "Mbak Maya", meskipun saya juga tahu bahwa nama aslinya adalah Siti Umayah, pemilik dari usaha Sambal Pecel Bu Kaji yang asli Semarang ini. Sesosok pelaku UMKM yang sangat gigih dalam memperjuangkan cita-citanya. 

Saya termasuk seorang pendamping UMKM yang bersyukur bisa ketemu sosok pengusaha UMKM yang sangat ulet, gigih dan berpikiran ke depan. Satu hal yang selalu saya ingat dari Mbak Maya ini adalah "Corrective Action"-nya yang sangat cepat. Misalnya ketika saya ingatkan ada kekurangan di kemasan seperti ini, maka dalam waktu singkat beliau sudah memberikan kabar kepada saya bahwa telah dilakukan perbaikan atas saran saya, di lain kesempatan ketika ada sedikit kekurangan dalam pelayanan dan saya menelponnya, hal saya juga segera diambil tindakan perbaikan.

Ingin maju, ingin mencoba hal baru dan mau belajar adalah potret yang saya ambil dari sosok Mbak Maya yang pernah merasakan bekerja selama 15 tahun di perusahaan Jepang. Di sinilah nilai disiplin dan corrective action yang cepat tidak terasa telah mendarah daging dalam kesehariannya. 

Pada tahun 2013, Ketika Ibunda Mbak Maya sakit dan harus menjalani operasi besar dan harus istirahat cukup lama memaksa Mbak Maya harus mengambil alih usaha orang tuanya di Pasar Johar Semarang, karena usaha ini telah dirintis orang tuanya selama puluhan tahun. Usaha yang telah dirintis puluhan tahun itu adalah Sambal Pecel dan telah memiliki pelanggan cukup banyak. Dari pelanggan tersebut ada yang untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual kembali dengan merk mereka, atau mereka beli dengan sistem curah.

Terpikir oleh Mbak Maya untuk memiliki merk sendiri atas produknya, karena pelanggan yang membeli sambal pecel dengan merk mereka cukup berhasil. Tahun 2017 mulailah hadir sambal pecel Bu Kaji, yang merupakan merk dari produk sambal pecel Mbak Maya. Produk yang masih mempertahankan resep turun menurun dari orang tuanya.




Produk-Produk Kemasan Sambal Pecel Bu Kaji

Continous Improvement

Mbak Maya telah membuktikan kepada saya tentang apa arti continous improvement, dan juga kepada para konsumennya. Dari sambel pecel curah tanpa merk sampai dengan sambal pecel yang memiliki kemasan yang terbilang cukup representatif, dari sebuah warung makan biasa menuju sebuah resto, dari pemasaran tradisional menjadi mitra GrabFood dan GoFood. 

Legalitas usaha tentunya sudah lebih dari cukup, mulai dari ijin usaha IUMK, sampai dengan ijin PIRT, Halal dan perlindungan HKI untuk Merk Sambal Pecel Bu Kaji. 

Pastilah semua ini merupakan proses, dan proses butuh waktu. Jika dalam waktu kurang dari 3 tahun setelah saya bertemu muka terakhir dengan Mbak Maya dan mendapati bahwa Mbak Maya telah membuat progress yang mengejutkan saya, pastilah hal ini bukan hal yang biasa-biasa saja melainkan sebuah tekad dan komitmen yang luar biasa.

Yang menarik bagi saya, Mbak Maya bukan type pengusaha yang takut untuk berpromosi, baik online maupun offline, semua dicoba dan dianalisa keberhasilannya sampai pada akhirnya paham sebaiknya bagaimana melakukan promosi dan dengan media apa. Gencar di Face Book dan Instagram pasti bukan tanpa sebab, karena kedua media ini memberikan kontribusi branding Sambal Pecel Bu Kaji selama ini. 

Memahami benar bahwa kelemahan UMKM selama ini adalah di SDM dan teknologi, maka Mbak Maya menitikberatkan perbaikan-perbaikan awal pada 2 hal tersebut. CCTV, social media, eCommerce dan teknologi lain sudah diterapkan dalam bisnisnya dan berbagai rencana ke depan yang sudah dipersiapkan untuk tetap menang dalam persaingan.

Suasana Antrian GoFood dan GrabFood di Warung Pecel Bu Kaji.


Apa Komitmen Sambal Bu Kaji kepada Konsumen?

Melalui komunikasi via WA beberapa hari yang lalu, saya mencoba bertanya kepada Mbak Maya: "Mbak Maya, apa yang sebenarnya ingin ada berikan kepada konsumen-mu"? Tertangkap jelas bahwa Mbak Maya punya komitmen kuat untuk memberikan sebuah jaminan berupa kualitas produk terbaik dari sambal pecel produksinya. Beliau tidak segan-segan turun tangan sendiri untuk cek kualitas dan memberikan arahan kepada karyawannya. Selain itu ditambahkannya pula bahwa pelayanan konsumen yang terbaik adalah kunci hubungan baik Warung Pecel Bu Kaji dengan konsumennya.

Pasar yang dilayani oleh Sambal Pecel Bu Kaji selain pengunjung di Warung Pecel-nya adalah Hotel dan Resto yang membeli produknya dalam bentuk curah, dan konsumen di segmen ini cukup memberikan andil penjualan yang cukup besar bagi usahanya. Dengan kemasan yang sudah bagus pasar eceran dengan eCommerce juga akan digarap lebih giat lagi. 

Lantas untuk re-seller dan agen bagaimana? Masih sangat memungkinkan menjadi reseller dan agen untuk sambal pecel Bu Kaji dan bisa segera melakukan kontak di nomor WA: +62 812-2522-240. 

Suasana Dapur Warung Pecel Bu Kaji Semarang

Suasana Dapur di Warung Pecel Bu Kaji Semarang

Sosok Mbak Maya dan Sambal Pecel Bu Kaji adalah salah satu potret UMKM dari Kota Semarang yang mencoba memperjuangkan makanan lokal yang khas dan asli Indonesia di tengah gempuran makanan-makanan impor yang mulai dikenal oleh generasi-genarasi muda saat ini. Betapa menyedihkan jika generasi muda saat ini tidak mengenal pecel yang biasa dikonsumsi oleh orang tuanya dari kecil hingga saat ini. Sukses terus Mbak Maya, Sambal Pecel Bu Kaji!





Rabu, 29 Juli 2020

Branding Untuk Usaha Kecil

Branding untuk Usaha Kecil

Sepertinya sedang trend bicara branding di kalangan UMKM, terlebih ketika banyak mentor UMKM yang memberikan iming-iming "menarik" terkait dengan "memiliki brand". Sementara di sisi lain para pelaku UMKM sendiri tidak benar-benar dipahamkan dengan baik tentang brand. 

Bagi sebagian dari mereka, memiliki logo dan label berarti memiliki brand, sesederhana itu mereka memahami brand. Hal ini sering saya tanyakan dalam setiap pelatihan UMKM di daerah-daerah, apakah mereka telah memiliki brand? Dan sebagian menjawab dan menunjukkan label dan logo pada produk mereka, bukan apa yang ada dalam pemikiran customer mereka, persepsi. Ya begitulah adanya potret pemahaman brand di kalangan UMKM, sebuah pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan segera sementara di sisi lain para mentor sudah memotivasi mereka untuk memiliki brand, bahkan di level usaha skala mikro.

Tujuan para UMKM ini memiliki brand adalah agar mereka memenangkan persaingan yang semakin ketat, terlebih dalam persaingan di dunia maya. Saat ini konsumen memiliki banyak pilihan, dan bagaimana produk mereka bisa menjadi "perhatian" dari calon konsumen pada awalnya. Perbedaan, atau apa yang membedakan produk mereka dari produk pesaingnya.

Sejak awal UMKM harus diberikan pemahaman yang benar dalam membangun brand, agar mereka memiliki arah dalam perencanaan bisnis-nya di masa mendatang terkait dengan brand yang akan mereka bangun. Terkait hal ini, saya membuat tahapan 4-Good yang diharapkan lebih mudah dipahami:
  1. Good Product (Produk yang Baik). Sudah menjadi persyaratan mendasar bahwa seorang produsen harus menghasilkan produk yang baik, bahkan yang terbaik. Sejak masih di skala mikro, selain diperkenalkan dengan pemahaman brand maka sebenarnya brand dibangun dari pondasi dasar yaitu produk. Sebuah produk yang unik, berbeda dengan pesainnya dan memiliki banyak kelebihan dibanding pesaing. Pada tahap ini brand masih dalam bentuk "jiwa" dalam sebuah produk, sebuah produk yang memiliki "value" berupa benefit dan solusi bagi customer. 
  2. Good Packaging (Kemasan yang Baik). Di tahap ini kegiatan branding terlihat nyata dengan adanya label dan logo pada produk yang menjadi "tanda" bagi customer dalam mengenali produk tersebut. Aksi nyata dari fungsi penjualan memberikan peluang bagi customer untuk "mengenal" produk tesebut, sebelum customer membeli dan memiliki pengalaman atas produk tersebut. 
  3. Good Service (Layanan yang Baik). Selain produk, customer membutuhkan "nilai tambah" berupa layanan. Dan hal ini melibatkan customer, dan hal-hal yang melibatkan customer maka akan melibatkan fungsi "pemasaran" yang memiliki tujuan untuk memuaskan kebutuhan customer. Mengenal customer dengan baik termasuk apa yang mereka butuhkan adalah fungsi dari pemasaran, sehingga perusahaan mampu memenuhi apa yang diharapkan oleh customer. Repeat order adalah key word yang diharapkan ketika customer telah "merasakan" atau memiliki pengalaman dengan produk kita.
  4. Good Bussiness (Bisnis yang Baik). Untuk mencapai tahapan Good Business, sebuah perusahaan harus memiliki sebuah konsistensi, baik konsisten dalam produksi, konsisten dalam pemasaran, konsisten dalam cash flow atau dengan kata lain konsisten untuk tumbuh. Dibutuhkan sebuah sistem pengelolaan bisnis yang tertata, terukur dan terlacak, yaitu sebuah sistem manajemen yang baik. Dengan kondisi yang tertata, terukur dan terlacak ini customer lebih mudah "memahami"  brand tersebut.
Setelah ke-4 tahapan tersebut dilalui, maka bisa dikatakan pondasi yang kuat telah terbangun oleh perusahaan untuk membangun sebuah brand yang kuat, membangun sebuah loyalitas atau kecintaan terhadap brand yang dibangun. 

Tahapan komunikasi brand telah mulai dirintis sejak Good Packaging, yaitu saat produk tersebut lebih mudah dikenali dan dibedakan dari pesaingnya dan komunikasi ini akan berlangsung terus meskipun customer telah loyal dengan brand tersebut. Evaluasi adalah bagian akhir dari setiap komunikasi yang dilakukan. Setiap hasil komunikasi menghasilkan sebuah perbaikan yang terus-menerus (continous improvement) sebagai respon internal atas perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan internal dan eksternal.

Semoga sharing singkat ini bisa bermanfaat bagi teman-teman UMKM. Sukses!

























Minggu, 26 Juli 2020

Tips : Generating Income dari Instagram.

Generating Income dari Instagram.

Generating income dari Instagram? 

Topik ini menjadi menarik ketika para pengiklan baik brand besar maupun brand kecil tumpah ruah menyerbu influencer untuk mempromosikan brand mereka. Para influencer ini adalah para pemilik akun instragram dengan follower cukup potensial menjadi sebuah media promosi, biasarnya di atas 20,000 follower tetapi paling banyak di atas 100,000.

Bisnis social media publishing ini menjadi booming akhir-akhir ini, dan menjadi daya tarik tersendiri meskipun untuk menjadi influencer tentunya bukan hal yang mudah karena butuh proses dan strategi yang tepat. Proses ini bukan dihitung dari proses membangun instagramnya saja melainkan proses membangun "personal brand" dari influencer tersebut. Sebagai contoh IG @bunda_didi yang dibangun setelah cukup dikenal sebagai blogger di www.diahdidi.com. Tidak hanya butuh 1 - 2 tahun melainkan 
lebih dari 4 tahun untuk membangun personal branding Diah Didi sebagai seorang ibu rumah tangga yang hobby memasak resep-resep praktis yang mudah dipraktekkan di rumah. 

Blog www.diahdidi.com memiliki visitor yang cukup luar biasa untuk ukuran sebuah blog, bahkan bisa mencapai 40,000 visitor per hari. Dari sinilah nama Diah Didi mulai dikenal, mempunyai personal brand yang cukup kuat untuk dibawa ke IG @bunda_didi tahun 2015. 

Konsep organik, personal dan emosional masih terus dipertahankan dari blog sampai dengan IG karena kami butuh interaksi yang alami. Kekuatan interaksi dengan pembaca juga menjadi kekuatan dari IG @bunda_didi, tujuannya adalah agar follower tidak merasa berkomunikasi dengan mesin atau robot atau admin. Bahasa yang digunakan adalah food & cook, sehingga memberikan ciri konsep yang sangat kuat yang bisa dipahami oleh para pemilik brand sebagai kanal komunikasi yang baru dengan target pasarnya. Para pengiklan juga paham bahwa 96% follower IG @bunda_didi adalah para wanita produktif yang merupakan pasar potensial untuk berbagai produk rumah tangga, F&B, kitchenware, accessories dan sebagainya.

Jadi bisa dikatakan bahwa IG @bunda_didi tidak hadir secara instan melainkan melalui proses yang panjang dan konsistensi yang tinggi. Anda siap dengan konsekwensi ini?

Membangun Media Instagram & Generating Income dari Instagram.

Booming dan menjadi trend generating income yang baru, merupakan alasan mengapa saat ini banyak pemilik akun instagram ingin bersaing seperti para celegram atau influencer. Problem terbesar yang mereka hadapi adalah adalah MARKET, atau follower, terlebih follower yang segmented yang dibutuhkan oleh para pemilik brand sebagai media promosi mereka. Organik dan segmented adalah daya tarik bagi para media buyer dari perusahaan-perusahaan agency.

Ketika berbicara masalah follower, maka pemilik akun instagram harus mulai menengok KONSEP dan strategi konten, yang akan menjadi umpan bagi target audience (follower)-nya. 

Ibarat sebuah perusahaan akun IG harus disiapkan sejak awal, bukan modifikasi atau rebranding akun IG yang sudah ada, karena pada kenyataannya lebih sulit untuk dikembangkan. Jasa booster follower pun tidak menolong karena seringkali menggunakan mesin (robot) untuk melakukan booming follower, atau mendapatkan follower palsu. Agency akan fokus pada akun yang organik dan dengan interaksi yang alami, bukan seperti robot. Interaksi antara pemilik akun dengan audience ternyata menjadi variable dalam menilai sebuah akun IG yang bisa menjadi follower.

Lebih baik membuat akun IG baru, dengan nama brand yang akan dibangun. Ingat bahwa social media bersifat personal, dan konten yang bagus harus emosional dan experiental. Dari pengalaman kami konten berupa video memiliki daya tarik yang kuat daripada foto. Pahami target audience, apa yang mereka butuhkan, maka selanjutnya kita develop konten (video) yang menjadi "umpan" untuk target market. Misalnya: jika kita seorang trainer, maka buatlah video tips dan solusi, best practise, inovative insight, dsb. 

Bangun mindset bahwa akun IG kita adalah sebuah bisnis, bukan hanya sekedar IG. Harus ada konsep, biz plan, analisa bisnis, action plan, budget, investasi, dll. Perlakukan bisns bisnis ini dengan serius jika berharap akun ini akan menghasilkan. Good luck and sukses! Semoga share ini bermanfaat.



Sabtu, 25 Juli 2020

Memahami : Selling, Branding dan Marketing.

Memahami : Selling, Branding dan Marketing.

Saya sedang senang membuat resume-resume materi marketing berupa skema atau diagram, agar lebih ringkas dan praktis untuk membuat alur pemahaman. Sebagaimana hari ini ketika melihat ada "sedikit" perdebatan tentang memahami selling, branding dan marketing, saya mencoba membuat sebuah skema sederhana untuk melihat posisi kedua "action" tersebut sehingga masing-masing expert di ketiga bidang tersebut tidak merasa superior dibandingkan yang lainnya.

Meskipun dari skema tersebut para pembaca sudah bisa memahami, tapi ada baiknya saya memberikan pengantar atas skema tersebut.

Hal terpenting dalam sebuah diskusi adalah kita menentukan dimana posisi kita (Who are you?) karena seringkali perdebatan menjadi tidak berujung karena salah satu expert tidak menyatakan dengan tegas siapa dia, apa latar belakangnya dan apa tujuannya. Debat tidak akan pernah selesai ketika posisi awal ini berpindah-pindah alias tidak konsisten dalam perdebatan.

Kemudian, apa yang kita lihat dari ketiga komponen marketing tersebut: Apakah kita fokus pada PRODUK, INTERAKSI atau pada CUSTOMER. Jika level permasalahan kita masih pada permasalahan produk (misalnya ada produk, tapi tidak bisa menjual) maka action yang akan kita lakukan adalah melakukan SELLING, dengan teknik dan strategi-nya penjualan tentunya. Kemudian jika yang kita hadapi adalah masalah REPEAT ORDER atau customer retention maka action yang akan kita lakukan adalah melakukan MARKETING. Dan selanjutnya ketika level permasalahan kita sudah mulai kompleks dengan adanya persaingan dan tuntutan value dan benefit maka action kita adalah BRANDING. 

Masing-masing punya goal sendiri, SELLING goal-nya adalah REVENUE, MARKETING goal-nya adalah SATISFACTION (kepuasan) dan BRANDING goal-nya adalah Customer Loyalty. Bagi saya, tidak ada yang perlu diperdebatkan, dan kalaupun ada debat pastinya adalah ego dominasi peran dari SIAPA yang memperdebatkannya. Ketiganya adalah satu kesatuan, dan satu rangkaian. 

Coba kita tengok skema Customer Loyalty Cycle, membangun customer loyalty (goal dari BRADING) selalu dimulai dari SELLING untuk membangun awareness dan experience, kemudian dilanjutkan dengan MARKETING yang fokus pada SATICFACTION. Sepertinya sangat sulit bagi kita untuk membangun BRAND dengan mengabaikan experience dan satisfaction. 

Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan banyak pemahaman bagi para pelaku usaha dan teman-teman marketing. Sukses!