Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Selasa, 10 Desember 2019

Mengintip Trend & Inovasi Marketing Tahun 2020

Trend & Inovasi Marketing Tahun 2020.
Menjelang tahun 2020 ini tentunya teman-teman UMKM membutuhkan pembekalan informasi mengenai trend marketing di tahun 2020. Setidaknya mereka mereka paham apa yang sedang dihadapi dan apa yang harus mereka lakukan menghadapi trend marketing tahun 2020.

Bersumber dari berita di Forbes.Com yang kami rangkum, berikut adalah gambaran trend marketing di tahun 2020.

Teknologi telah membuat menghubungkan orang-orang dari segala penjuru dunia dari berbagai negara dan kebudayaan yang berbeda dengan mudah. Berbagi informasi menjadi lebih mudah diakses daripada sebelumnya, sehingga menghasilkan product awareness atau mempromosikan layanan menjadi lebih mudah. Dan karena internet adalah alat yang sangat kuat yang dapat digunakan untuk menghasilkan ROI, menginvestasikan sumber daya dalam bidang marketing digital tidak dapat diabaikan. Menurut eMarketer, “pengeluaran iklan digital di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai lebih dari $375 miliar pada tahun 2021.”

Marketing Trend 2020.

Maka, Anda harus mengikuti tren agar bisa bersaing dengan kompetitor. Luangkan waktu sejenak untuk berpikir kritis tentang dampak perubahan teknologi pada bisnis Anda. Manfaatkan teknik-teknik bisnis yang sudah ada dan terbukti berhasil. Cobalah untuk memprediksi arah ke mana perginya teknologi di masa depan. Bisnis Anda akan berkembang jika Anda mempertahankan dan secara aktif menjangkau pelanggan baru secara proaktif.

Salah satu alat untuk menjangkau pelanggan Anda di era digitalisasi adalah melalui media sosial. Media sosial menawarkan Anda kemampuan untuk menjangkau pelanggan baru dengan cepat dan mudah, mempersingkat saluran penjualan dan memudahkan pengguna berbelanja.

Tahun 2020, diperkirakan bahwa post di media sosial yang dapat dibeli akan menjadi hal yang lumrah. Karena itu, kami ingin membagikan trend marketing digital untuk tahun 2020 yang harus Anda perhatikan:

Chatbot

Banyak perusahaan akan terus menggunakan chatbot. Chatbot adalah program perangkat lunak yang efektif dalam berinteraksi dengan pengunjung situs web dan pelanggan. Chatbots berkomunikasi secara alami dengan orang-orang yang melihat situs dan dapat menjawab pertanyaan mereka secara real-time.

Chatbots menggunakan interaksi verbal atau jendela obrolan untuk membantu pengguna web menemukan apa yang mereka cari.

Menyewa seseorang untuk memantau dan berkomunikasi dengan pengunjung di situs web Anda bisa jadi memakan biaya yang tinggi, tetapi chatbots menghemat biaya dengan menjawab pertanyaan atas nama Anda. Dan selanjutnya, pelanggan cenderung menghargai layanan yang dipersonalisasi dan menjawab pertanyaan mereka.

Manfaat Tambahan Menggunakan Chatbots dalam Pemasaran Digital:

Menghemat Waktu

Tidak seperti manusia, chatbot dapat memberikan jawaban dengan cepat untuk semua jenis pertanyaan sehingga pelanggan dapat membuat keputusan lebih cepat.
Kepuasan Pelanggan

Berbeda dengan manusia, chatbot tidak perlu waktu untuk istirahat. Pelanggan bisa mendapatkan informasi kapan pun mereka inginkan. Dan karena chatbot memberikan respon secara lebih akurat, tingkat konversi penjualan Anda juga akan meningkat.
Temperamen yang baik

Chatbot tidak pernah temperamental. Anda tidak akan pernah mendengar pelanggan mengeluh karena permintaan atau komplainnya ditolak. Chatbot tidak bias, jelas, dan informatif – semua kualitas yang membuat pelanggan Anda merasa nyaman.

Penggunaan Pesan Pribadi

Mendekati tahun 2020, banyak perusahaan akan mulai mengalihkan fokus mereka pada strategi memanfaatkan aplikasi perpesanan pribadi dengan lebih baik. Aplikasi smartphone seperti WhatsApp, Viber dan WeChat sudah semakin populer. Alih-alih menggunakan email, perusahaan mengadopsi penggunaan aplikasi pribadi serta grup pesan pribadi.

Merek-merek besar sudah menjalani percobaan dalam memonetisasi aplikasi perpesanan. Nantinya, pelanggan akan bisa membayar produk secara langsung melalui aplikasi perpesanan. Mengirim dan menerima uang akan jauh lebih mudah.

Beberapa aplikasi seperti WeChat Pay sudah membuat kemajuan signifikan dalam membuat pembayaran online menjadi lebih mudah; Pengguna WeChat, Venmo, dan PayPal sudah terbiasa menggunakan jenis aplikasi ini untuk mentransfer uang ke teman mereka.

Meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI)

Sebutan “Artificial Intelligence”(AI) punya arti yang persis seperti sebutannya. AI mengacu pada robot atau mesin yang memiliki kemampuan untuk bekerja seperti manusia dengan menggunakan sensor dan input manusia untuk mengumpulkan fakta tentang suatu situasi dan juga dapat mengumpulkan/menyimpan data pencarian untuk meningkatkan pengalaman pengguna di masa mendatang. AI menggunakan kombinasi berbagai fitur seperti chatbot dan asisten suara untuk menemukan jawaban dengan cepat.

Sudah banyak perusahaan besar yang menggunakan AR. Ikea, misalnya, memiliki aplikasi yang memungkinkan pengguna memvisualisasikan seperti apa perabot di rumah mereka sebelum melakukan pembelian.

Juga ada asisten virtual seperti Alexa dan Siri yang merupakan asisten suara yang memberikan layanan pelanggan yang sangat baik. Sama seperti manusia, mereka dapat menerima pesanan dari pengguna dan bekerja di belakang layar atas nama mereka.

Contoh lainnya juga ada Cardinal Digital Marketing yang bahkan memiliki perangkat lunak marketing perawatan kesehatan yang dengan dukungan AI yang disebut Patient Stream. Patient Stream yang memungkinkan dokter dan penyedia layanan kesehatan untuk mempersingkat proses untuk mendapatkan pasien baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) telah menjadi sangat populer dan muncul sebagai tren teratas dalam marketing. Pada tahun 2020, AR diperkirakan akan melampaui popularitas VR meskipun VR memimpin di awal.

Konten Visual dan Video Interaktif dan Berkualitas

Pembeli masa kini mencari pengalaman baru saat sedang online, yang berarti lebih banyak interaksi. Bahkan, 91% orang dari mereka mencari lebih banyak konten visual dan interaktif. Pelanggan merespons konten visual dengan baik sehingga video sebagai alat penjualan digital yang penting pada tahun 2019 terus hingga tahun 2020 dan seterusnya. Ada beberapa alasan:

Konten interaktif berbeda dan baru sehingga lebih menonjol.

Jenis konten ini berfungsi untuk membuat pengunjung berkunjung lebih lama di halaman Anda. Konten interaktif sangat mudah dibagikan, dan ketika pengguna membagikan konten ini, itu membantu menumbuhkan kesadaran akan merek Anda. Sederhananya, konten interaktif lebih menarik. Pengguna lebih menikmatinya ketimbang konten lain.

Jangan mengabaikan live video. Rata-rata, live video di Facebook Live dan Instagram Live membuat audiens Anda menonton tiga kali lebih lama daripada video yang direkam sebelumnya. Durasi penontonan harian untuk video Facebook Live sudah empat kali lipat dalam satu tahun, dan menghasilkan interaksi enam kali lebih banyak daripada video tradisional.

Selain interaktif, konten juga perlu berkualitas tinggi agar memungkinkan Anda menunjukkan keahlian Anda dan berkomunikasi dengan pelanggan Anda. Konten Anda juga disediakan oleh mesin pencarian bagi mereka yang mencari di internet, sehingga terus menghasilkan konten berkualitas tinggi adalah suatu keharusan.

Iklan Hyper-Targeted

Perusahaan menggunakan iklan digital untuk memasarkan produk mereka, namun tidak jarang bahwa iklan tersebut tidak ada kaitannya dengan minat dan ketertarikan mereka yang dituju. Iklan-iklan seperti ini tidak hanya diabaikan namun juga dibenci oleh konsumen sehingga mereka menghindari merek tersebut.

Majalah Forbes menyatakan bahwa koneksi digital yang berlebihan ini menyebabkan iklan atau merek yang terus membombardir orang yang tidak berkaitan dan tidak relevan dengan iklan mereka akan diabaikan oleh 49% orang.

Tapi di sisi lain, orang menyukai konten yang bagus.

Jika merek Anda konsisten mengirimkan pesan yang sesuai dengan orang yang dituju, maka 36% dari mereka akan merespons dengan membeli produk.

Banyak perusahaan yang menyadari tren ini dan sudah berencana melakukan hal tersebut. Kami memperkirakan bahwa pada tahun 2020, sebagian besar perusahaan akan menargetkan audiens yang tepat dan pengguna hanya akan melihat (dan merespons) iklan yang sangat relevan.

Personalisasi

Tahun 2020 akan menjadi tahun personalized marketing. Konsumen cukup mahir dalam menyeleksi iklan generik yang tidak memiliki kaitan dengan mereka. Dengan demikian, upaya periklanan tradisional menjadi kurang efektif. Jadi, apa yang bisa dilakukan? Personalisasi!

Saat ini, hanya beberapa perusahaan yang menggunakan beberapa bentuk personalisasi, salah satunya adalah Amazon yang sudah melakukannya dengan baik.

Mereka membangun bisnis internet mereka dengan menganalisis perilaku pelanggan dan mempromosikan produk berdasarkan anggapan dan riwayat pembelian pengguna di masa lalu. Hal ini menampilkan produk yang mungkin menarik dengan menaruh produk yang serupa atau komplementer di tab Rekomendasi, dan Amazon melihat bahwa taktik peningkatan ini bekerja dengan baik dalam menumbuhkan bisnis mereka.

Dalam sebuah survei terhadap 1.000 orang, 90% menyatakan bahwa mereka merasa bahwa personalisasi adalah hal yang menarik. Bahkan 79% konsumen merasa frustrasi jika konten yang mereka tonton tidak dirancang khusus untuk mereka.Yang lebih penting bagi bisnis Anda adalah kenyataan bahwa 80% mengakui bahwa mereka akan lebih cenderung memberikan bisnis mereka kepada perusahaan yang menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi kepada mereka.

Menurut Gartner, pada tahun 2020 setidaknya 90% dari pengiklan online akan mulai menggunakan personalisasi pemasaran dalam beberapa bentuk atau bentuk. Dan pada tahun 2021 akan ada peningkatan signifikan dalam situs web yang sepenuhnya dipersonalisasi.

Personalisasi benar-benar kunci keberhasilan kampanye pemasaran digital pada tahun 2020. Menurut Dale Carnegie, “nama seseorang adalah suara paling manis dan paling penting bagi orang itu dalam bahasa apa pun.”

Kutipan ini menunjukkan pentingnya personalisasi. Ini adalah salah satu alasan mengapa perusahaan dan penjual memanggil Anda dengan nama depan Anda setiap kali Anda melihatnya di email Anda.

Ini adalah alat terbaik untuk meningkatkan konversi, dan inilah alasan mengapa beberapa penjual telah memanfaatkannya selama beberapa dekade untuk meningkatkan upaya marketing mereka.

Satu studi menunjukkan bahwa kampanye email hasil personalisasi menerima 29% angka buka email lebih tinggi dan 41% angka klik-tayang lebih tinggi daripada email tradisional tanpa personalisasi.

Daftar email adalah rencana cadangan penjual yang cocok untuk dipersonalisasi. Daftar bersegmen dengan email blast yang dipersonalisasi telah terbukti lebih bekerja daripada email generik yang dikirim ke seluruh anggota yang ada dalam daftar.

Manfaat utama personalized marketing adalah kontrol untuk menjangkau kelompok pelanggan tertentu. Dan dengan mengumpulkan data pengguna dari segmen daftar, survei, atau studi, Anda memiliki posisi yang lebih strategis untuk membuat kampanye email yang lebih relevan dan efektif terhadap audiens yang ditargetkan berdasarkan kebiasaan, minat, dan perilaku pembelian mereka.

Misalnya, jika audiens target Anda menyukai film dan hiburan umum, Anda dapat memasukkan referensi budaya pop saat mengirim email Anda, membuat posting blog, atau bahkan dalam formulir opt-in email Anda untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dengan konten Anda.

Itu berarti jika Anda belum mencoba personalisasi dalam strategi marketing digital Anda, maka Anda menyianyiakan-banyak manfaat. Berikut beberapa alasannya:

SERP di posisi nol

Kedudukan teratas dalam SERP ada di posisi nol yang adalah cuplikan teks yang ditampilkan di atas hasil pencarian. Lokasi utama ini sering memberikan informasi yang berkaitan dengan permintaan pencarian, juga menyediakan tautan ke halaman dari mana informasi tersebut diambil.

Posisi nol adalah hasil pencarian yang pertama, dan terkadang satu-satunya hasil pencarian yang akan dilihat oleh sejumlah pengguna. Karena itu, posisi ini sangat didambakan dan harus menjadi fokus dari upaya Anda.

Sementara banyak pemilik bisnis mengapresiasi fakta bahwa penjualan terus berubah dengan cepat, mereka yang bersedia beradaptasi dan berevolusi akan terus menarik pelanggan berkualitas tinggi di dunia digital.

Transparansi

Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang menghasilkan informasi yang transparan dan mudah dicerna cenderung mempertahankan 94% pelanggan mereka.

Namun, bagaimana cara Anda menangani data pribadi pelanggan sangatlah penting. Pada tahun 2018, kebijakan GDPR lebih aktif ditegakkan untuk memastikan bahwa perusahaan menangani data pelanggan secara transparan.

Ini berarti akan ada penekanan yang lebih besar pada transparansi di masa depan; perusahaan akan diminta untuk sepenuhnya transparan tentang jenis informasi apa yang dibagikan untuk mempromosikan produk mereka.

Berikut adalah tips untuk meningkatkan transparansi:
  • Inilah Tip tentang Cara Meningkatkan Transparansi
  • Tetapkan nilai-nilai inti perusahaan Anda.
  • Pastikan bahwa penjualan bukan satu-satunya tujuan Anda.
  • Terbuka dengan pelanggan Anda – beri tahu mereka sebanyak mungkin tentang dengan siapa mereka berbisnis.
  • Segera tanggapi jika pelanggan mengajukan beberapa kekhawatiran atau pertanyaan.
  • Mampu menerima kritik konstruktif dari pelanggan Anda dan menanggapi dengan nada ramah, tidak menghakimi.
  • Menciptakan ruang dan mendorong orang untuk memberikan saran berbeda untuk membantu meningkatkan produk Anda – memfasilitasi komunitas seputar merek Anda.

Google Ads Smart Bidding

Mereka yang terlibat dalam marketing digital sudah terbiasa dengan otomatisasi, tetapi sekarang Google telah mengumumkan pembaruan Google Ads yang kemungkinan akan mengarah pada otomatisasi dan smart bidding (penawaran cerdas) menjadi yang normal.

Google Ads menggunakan pembelajaran mesin untuk mengoptimalkan bid Anda. Hal ini memberi Anda beberapa kemampuan baru untuk membantu memaksimalkan konversi, termasuk:
  • Kemampuan untuk memilih tindakan konversi di tingkat kampanye
  • Kemampuan untuk mengatur bid Anda agar berubah secara otomatis saat penjualan dimulai atau berhenti
  • Kemampuan untuk mengoptimalkan bid pada beberapa kampanye dengan menggunakan serangkaian tindakan konversi yang dipilih
Perilaku Pelanggan Baru

Selama menjaga kepuasan pelanggan yang sudah didapatkan, bisnis Anda juga harus aktif membawa pelanggan yang baru. Berikut adalah beberapa cara yang akan berlaku pada space marketing digital pada tahun 2020 dan seterusnya:

Perusahaan harus bekerjasama dengan influencer: Baru-baru ini, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 86% wanita harus berkonsultasi dengan media sosial sebelum memutuskan pembelian suatu produk. Dan ini penting – konsumen ingin merek yang jujur, ramah, dan membantu. Jika suatu merek mendapat umpan balik positif dari pengguna lain, maka itu kemungkinan akan mendatangkan pengguna baru.

Perusahaan harus fokus pada konten video: Sebuah survei yang dilakukan oleh Wyzowl menunjukkan bahwa sekitar 95% orang telah menonton video yang menjelaskan produk atau layanan mereka.

Dengan mem-publish video buatan sendiri, perusahaan lebih terlibat dan berinteraksi langsung dengan pelanggan mereka dengan cara memberikan informasi yang bermanfaat secara aktif.

Perusahaan juga meningkatkan transparansi karena pelanggan cenderung mempercayai dan menghargai keahlian mereka.

Pertumbuhan dalam Marketing Digital

TheDrum menunjukkan bahwa pada tahun 2020 dan selama beberapa tahun ke depan, industri perangkat lunak digital global akan tumbuh sebesar $ 74,96 miliar.

Akibatnya, lebih banyak uang akan disalurkan untuk marketing digital. CMO memperkirakan bahwa sampai tahun 2022, sekitar 87% dari anggaran marketing akan dihabiskan untuk marketing digital.

Faktanya, pertumbuhan dalam marketing digital ini akan menghasilkan bentuk marketing yang disebut “Agile marketing”, yang merupakan bentuk marketing yang mengukur seberapa efisien suatu merek atau perusahaan dalam mencapai sasaran dan tujuan marketingnya.

Tim agile marketing mengembangkan strategi kemenangan dan hasil teoretis untuk memberi tahu stakeholder mereka dengan tujuan mengimplementasikannya dengan cepat. Tidak ada cara yang sempurna untuk menerapkan metodologi agile di organisasi Anda dalam waktu yang singkat (meskipun kami menemukan bahwa teknik hybrid tampaknya berfungsi paling baik).

Pada dasarnya, pertumbuhan dalam marketing digital diterjemahkan menjadi kecepatan di mana produk dan layanan baru dikembangkan dan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Agile marketing semakin populer di media sosial sejak merek dan penjual menghabiskan beberapa tahun terakhir mencari cara untuk terhubung dan berkomunikasi di Facebook, LinkedIn, Pinterest, Twitter, dan lainnya.

Saluran media sosial ini memberikan wawasan dan data yang sangat besar tentang jenis konten apa yang berhasil bekerja dan cara terbaik untuk memproduksinya.

Penyedia Perangkat Lunak Marketing Tunggal

Saat ini, ada 1 ton vendor teknologi marketing. Sebuah perusahaan rata-rata menggunakan hingga 91 layanan cloud marketing.

Jumlah ini luar biasa, itulah mengapa banyak orang beralih ke satu perangkat lunak yang menyinkronkan setiap tool. HubSpot telah merangkul tren ini dan mulai diikuti yang lain.

Tidak lama lagi, banyak perusahaan akan menggunakan penyedia perangkat lunak marketing tunggal.

Berikut adalah manfaat membayar dan menerapkan tool perangkat lunak marketing:
Mengurangi pekerjaan yang membosankan: membantu dalam menghilangkan tugas yang berulang dan membantu Anda membangun rutinitas sehari-hari
Upaya marketing yang efisien: Anda dapat melacak di mana keberadaan Anda dalam perjalanan pembelian dengan pelanggan Anda, dan dapat berkomunikasi dengan mereka secara lebih efektif.
Meningkatkan akuntabilitas
Membuat manajemen pelanggan lebih mudah dikelola
Anda dapat mendokumentasikan kemajuan lebih cepat dan lebih mudah.

SEO Generasi Selanjutnya

Saat ini, banyak perubahan dan pembaruan sedang dan terus terjadi di industri mesin pencarian. Perubahan dalam algoritma pencarian ini sangat memengaruhi hasil pencarian pengguna.

Setiap algoritma baru hadir dengan berbagai manfaat atau masalah, tergantung pada bagaimana Anda melihatnya. Pada akhirnya, tujuan mesin pencarian adalah membantu pengguna mendapatkan hasil spesifik yang menjawab pertanyaan mereka.

Maka, Anda akan melihat bahwa di tahun 2020 dan seterusnya, kualitas hasil pencarian akan meningkat drastis.

Pencarian Bertenaga Suara

Seiring dengan pertumbuhan teknologi yang terus meningkat pesat, kita akan melihat semakin banyak orang yang menggunakan smartphone dengan voice assistant (asisten suara).

Fitur-fitur seperti Google, Alexa, dan Siri berguna dalam marketing digital. Voice assistant dapat mencari sesuatu, membaca teks dengan keras, dan bahkan mendiktekan pesan teks untuk Anda sehingga Anda bisa menggunakan smartphone tanpa harus menggenggamnya.

Pencarian suara juga penting untuk keperluan bisnis Anda. Ini membantu dalam pertumbuhan gerakan mobile-friendly dan menambah nilai SEO lokal. Pencarian suara juga meningkatkan penggunaan untuk Artificial Intelligence dan memprioritaskan semantik pencarian.

Tips untuk optimisasi Power Search:
  • Memahami Bahasanya: Ketika orang menggunakan mesin pencarian, banyak yang menggunakan kalimat panjang dengan keyword spesifik. Maka, untuk mengoptimalkan peluang ditemukannya pencarian dalam hasil pencarian suara, gunakan keywords yang lebih panjang dan kalimat lengkap (pikirkan apa yang akan ditanyakan seseorang kepada teman tentang produk atau layanan tertentu).
  • Jadikan Percakapan: Saat menerapkan pencarian suara di situs web Anda, gunakan nada percakapan yang menarik ketika membuat teks tetapi ingatlah untuk menggunakan kalimat lengkap dan tata bahasa yang benar.
  • Jawab Pertanyaan: Sebagian besar orang menggunakan internet untuk mendapatkan informasi, entah sedang meneliti produk atau layanan yang mereka butuhkan atau sedang mencoba mencari jawaban di Google cara menipu dalam kontes trivia tengah malam. Maka, pikirkanlah hal ini ketika membuat konten untuk pencarian bertenaga suara. Sertakan setiap pertanyaan yang mungkin diajukan orang mengenai produk Anda dan berikan jawaban terperinci.
  • Lebih Fokus Pada Retensi Pelanggan
Di tahun-tahun mendatang, perusahaan juga akan mulai mengalihkan perhatian mereka dari mendapatkan pelanggan baru menjadi mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

Perusahaan-perusahaan ini memahami bahwa dibutuhkan lebih sedikit uang untuk memuaskan pelanggan yang sudah ada dan akan menyalurkan lebih banyak upaya di tahap tengah dan akhir dari perjalanan pembeli. Karena mengumpulkan data yang lebih baik dan berfokus pada segmentasi pasar membantu menghemat biaya.

Mempertahankan pelanggan membantu meningkatkan pendapatan karena ketika Anda mempertahankan pelanggan yang sudah ada, maka mereka cenderung memberitahu teman-teman mereka dan memberi Anda referensi. Pelanggan yang loyal juga cenderung lebih langsung dan jujur kepada Anda mengenai masalah atau masalah apa pun, memberi Anda kesempatan untuk meningkatkan merek Anda.

Kesimpulan

Jika Anda menjalankan bisnis, penting untuk mengetahui tentang tren marketing saat ini dan berada di posisi teratas ke mana pun arah marketing digital di masa depan.

Dan seperti halnya Amazon, Anda dapat mulai mempersonalisasikan produk Anda, menggunakan media sosial untuk menjawab pertanyaan, dan menerapkan marketing video untuk mendapatkan kepercayaan dan menunjukkan transparansi. Ingat, transparansi sangat penting jika Anda menangani data klien apa pun. Dan ada banyak sistem perangkat lunak marketing yang dapat mempersingkat semua aktivitas online Anda dan hubungan Anda dengan pelanggan.

Senin, 09 Desember 2019

Bengok Craft, Mengeksplorasi Potensi Asli Ambarawa.

Firman Setyaji dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukannya bersama Bengok Craft.
Tujuan dari entrepreneurship adalah meningkatkan kesejahteraan baik bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar. Kesadaran ini sepenuhnya telah dimiliki oleh Firman Setyaji, yang merupakan founder dan CEO dari Bengok Caft yang membangun bisnis dengan dasar pemberdayaan masyarakat di sekitar daerah Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Bisnsi yang dilakukannya bukanlah semata untuk pribadi melainkan juga untuk mengembangkan kesejateraan masyarakat sekitarnya.

Sejak berdiri pada tahun 2019, Bengok Craft berupaya untuk terus menjadi usaha yang menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Hal ini telah diupayakan, tidak hanya melalui komitmen sebagai pendiri dan pemilik, tetapi juga dalam setiap proses bisnis yang meliputi berprinsip pada zero waste, pemberdayaan masyarakat, dan mengantisipasi perubahan iklim. 

Produk-produk yang dihasilakn oleh Bengok Craft adalah produk-produk asli berbahan lokal deerah sekitar dengan sumber daya lokal yang telah diberdayakan. Produk yang paling dominan saat ini adalah kerajinan enceng gondok yang memang bahan bakunya melimpah di daerah perairan Rawa Pening.

Dengan usianya yang masih dini sampai dengan saat ini, Bengok Craft telah memberdayakan 15 keluarga sekaligus telah berhasil memproduksi 3.000 produk dengan 10 varian. Performa finansial yang sehat dan terus berkembang terlihat dengan nyata dari penjualan di awal tahun sebesar Rp 3.000.000 hingga September 2019 mencapai Rp 15.000.000 per bulan.

Keyakinan bahwa prinsip keberlanjutan ini dapat membuka sebuah jendela untuk melihat sebuah usaha kerjinan yang melibatkan masyarakat sekitar, sekaligus tekad untuk membuktikan bahwa usaha ini bukan hanya untuk meraih keuntungan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat serta promosi kekayaan alam Rawa Pening pada dunia.

Beberapa produk kerajinan dari Bengok Craft yang diproduksi dari bahan baku lokal dan sumber daya manusia dari masyarakat sekitar adalah sebagai berikut:
















Komitmen pemberdayaan masyarakat pun membalut keterlibatan Bengok Craft dengan masyarakat, tidak hanya keterlibatan dengan masyarakat dewasa tetapi justru sudah dimulai keterlibatannya dengan anak-anak. Tujuannya adalah untuk memantau bakat dan minat mereka untuk mengeksplorasi potensi lokal menjadi karya-karya kerajinan yang berkelas dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Produksi kerajinan di setiap rumah tangga di daerah sekitar Rawa Pening.

Fasiltias produksi Bengok Craft.

Menggali potensi SDM anak-anak dari masyarakat sekitar.

Terlibat sejak awal dalam pengembangan SDM di daerah sekitar Rawa Pening.

Sharing & Education di hadapan masyarakat sekitar.

Mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak.

Menggali bakat dan kreasi anak-anak.

Bengok Craft adalah sebuah cita-cita kemakmuran masyakarat sekitar daerah Rawa Pening. Daerah ini telah bersolek sebagai daerah wisata, sebuah tanggung jawab sosial telah dilakukan oleh Bengok Craft dalam mengeduaksi masyarakat untuk siap dan berdaya dalam perubahan wujud daerah Rawa Pening di masa mendatang. 

Daerah yang akan menjadi destinasi wisata ini harus benar-benar siap sebagai destinasi wisata seutuhnya dimana masyarakat harus mampu menyerap kesejahteraan dari perubahan ini. Sukses!

Selasa, 03 Desember 2019

Mengenal VUCA & OMNI Channel Bagi Para Pelaku UMKM

Tetap Berpikir Positif dalam VUCA World

Ada kewajiban moral bagi kami untuk mulai memperkenalkan VUCA World dan Omni Channel kepada para pelaku UMKM, setidaknya mereka mulai menyadari akan setiap perubahan yang terjadi dalam era digital ini. Ada sebuah tulisan dari Lekasana TH yang menjelaskan VUCA dan tantangannya sebagai berikut:

MENGENAL DUNIA VUCA DAN TANTANGANNYA


Akronim VUCA merupakan singkatan Volatile, Uncertain, Complexity and Ambiguity. Istilah ini populer dalam dekade terakhir, menggambarkan lingkungan bisnis yang makin bergejolak, kompleks dan bertambahnya ketidakpastian. 

Istilah VUCA pertama kali digunakan dalam dunia militer pada era sembilan puluhan untuk menggambarkan situasi medan tempur yang dihadapi oleh pasukan operasional dimana informasi medan yang ada amat terbatas. Bertempur dalam keterbatasan informasi serasa berjalan dalam kebutaan dan bisa menimbulkan chaos Keadaan ini diistilahkan sebagai medan perang kabut (fog war). 

Sekolah bisnis masa 1980-90an banyak mengajarkan cara mengelola situasi bisnis yang relatif mudah diprediksi. Rutinitas dan stabilitas menjadi dasar asumsi. Resep sukses di masa lalu dianalisa dan dicari formulanya lalu menjadi acuan untuk perencanaan. Goal dan sasaran kinerja ditetapkan oleh perancang strategi perusahaan dengan alat semacam PDCA. Pada periode itu fokus organisasi adalah mengelola sumberdaya dengan efisien guna mencapai sasaran kinerja. Cara seperti ini masih dapat diandalkan sampai tibanya lingkungan VUCA (Volatile, Uncertain, Complexity, Ambiguity). Kata volatile merujuk kepada gejolak perubahan yang labil dan cepat. Saking cepat dan derasnya arus perubahan, maka para pebisnis kesulitan mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya.

“The greatest danger in times of turbulence is not the turbulence. It is to act with yesterday’s logic.“Peter F Drucker


Dalam situasi labil, memproyeksikan apa yang terjadi dimasa lalu justru bisa menyesatkan jika dijadikan acuan pengambilan keputusan. Para leaders perlu merespon dengan pola pikir yang tidak seperti biasanya. Skill dan pengetahuan yang tadinya menjadi andalan sangat mungkin justru tidak relevan lagi. 

Sebagian besar dari angkatan kerja dengan pengetahuan masa lalu justru kini bisa berubah menjadi beban perusahaan. Jika pengetahuan serta pengalaman mereka tidak dilengkapi reskilling dan perubahan mindset akan sulit untuk mampu berenang didalam derasnya lingkungan VUCA. Team baru memerlukan leader yang bisa melakukan terobosan. Mereka yang menjadi bagian team sukses masa lalu bisa jadi tidak termasuk dalam gerbong leader masa depan. Anggaran lima tahunan dengan cepat menjadi kadaluarsa. Bahkan anggaran dan sasaran kerja tahunan jika tidak kontinyu direvisi justru akan tidak relevan.


Dalam situasi VUCA para leader dituntut untuk memiliki kejelasan visi jangka panjang namun fleksibel dan adaptif dengan durasi tempo respon yang pendek. Value dan outcome menjadi pegangan untuk decision making. Visi jangka panjang tetap dipegang menjadi pemandu oleh leader. Namun pendekatan adaptif dan agile menjadi pendekatan di lapangan. Pola pengelolaan organisasi yang kaku dan bergantung pada kepastian akan menyulitkan gerak cepat para pelaku lapangan justru menjadi penghambat bisnis bermanuver meraih kesempatan pertumbuhan. 

Para pimpinan di organisasi yang birokratif akan kesulitan bergerak lincah. Fenomena tertekannya perusahaan oleh gejolak VUCA ini sudah terjadi pada berbagai industri. Namun sayangnya banyak pelaku usaha yang sampai saat ini belum menyadari benar mereka sudah berada di ambang batas titik kritis survival. Tidak mengherankan ketika kesadaran atas komplikasi VUCA baru muncul, meresponpun cenderung sudah terlambat dan menjadi korbannya adalah keniscayaan.


Definisi VUCA:
Volatile: lingkungan bisnis yang labil, berubah amat cepat dan terjadi dalam skala besar.
Uncertain: sulitnya memprediksi dengan akurat apa yang akan terjadi.
Complex: tantangan menjadi lebih rumit karena multi faktor yang saling terkait.
Ambiguous: ketidakjelasan suatu kejadian dan mata rantai akibatnya.
Komponen pertama VUCA adalah volatilitas. Volatilitas ditandai munculnya berbagai tantangan baru yang sulit terbaca penyebabnya. Tantangan baru ini tidak memiliki pola yang konsisten. Mereka berubah dengan amat cepat. Apa yang menjadi ancaman dua tahun lalu bisa jadi sudah tergantikan oleh ancaman lain saat ini. 

Apa yang tadinya dipikirkan menjadi penyebab ternyata bukanlah akar dari suatu masalah. Apa yang terpikir sebagai inisiatif untuk solusi ternyata justru terbukti sebaliknya. Proses terbentuknya lingkungan volatile tidak terlepas dari pengaruh teknologi, munculnya tatanan ekonomi baru, berubahnya nilai-nilai dan gaya hidup, dan tersedianya pertukaran arus informasi, barang dan jasa dengan trend harga menurun dibarengi tingginya kecepatan arus perpindahan barang/jasa dan penyebaran informasi. 

Munculnya model ekonomi sharing transportasi dan akomodasi telah menimbulkan disruption terhadap kemapanan bisnis taksi dan perhotelan. Aplikasi seperti Grab, Uber dan Gojek mengguncang pemain esksis di bisnis angkutan dan transportasi. Model bisnis mereka menggulung hampir semua operator taksi di negara manapun di dunia. Airbnb tiba-tiba menjadi solusi yang menjawab kebutuhan para pelancong atau bahkan pebisnis yang membutuhkan penginapan dengan harga bersahabat, dan kualitas tidak kalah senyaman di rumah sendiri. 

Proyeksi dan perencanaan bisnis dituntut menjadi fleksibel dan adaptif dengan potensi munculnya disruptor, regulasi baru, perubahan teknologi, kompetisi, pola sosial dan gaya hidup konsumen. Perusahaan yang model strukturnya tambun dan kaku mulai mengalami kesulitan bermanufer dan tidak jarang bahkan bernafas. Langkah mereka terasa lamban dan perolehan pangsa pasar tererosi. Kecepatan merespon menjadi kunci sukses selain keakuratan membaca peta perubahan yang sedang terjadi. Pola senioritas dan penggunaan power sebagai model sukses menggerakkan tindakan di organisasi justru kini menjadi penghambat terbesar untuk menghasilkan terobosan dan kreatifitas.

Uncertainty atau ketidakpastian adalah momok bagi para pebisnis. Uncertainty lingkungan menjadi kondisi umum yang suka tidak suka menjadi bagian keseharian dalam dunia bisnis. Imbas dari kondisi global cepat atau lambat akan terasa akibatnya. Munculnya perbankan online misalnya telah berimbas terhadap ditutupnya 46000 kantor cabang bank di seluruh Eropa sejak tahun 2007. 

Impact dari Brexit telah mempengaruhi sebagian besar operasional perbankan dunia yang menggantungkan transaksi foreks di pasar London sebagai pasar kedua terbesar dunia. Terpilihnya Trump menjadi presiden US ke-45 pada akhir tahun 2016 adalah hal yang ada diluar dugaan para pengamat politik. Ketegangan hubungan diplomatik dan perang dagang dengan China menimbulkan efek pelemahan mata uang dan fluktuasi bursa saham di berbagai negara dunia ketiga. 

China yang dulunya menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia kini mulai diragukan sustainabilitynya. Kombinasi politik isolasionist Amerika, eskalasi konflik di Timur Tengah, melemahnya permintaan dari China menambah ketidakstabilan ekonomi global. Belum lagi kita selesai dihadapkan pada situasi diatas, kekeringan, perubahan cuaca ekstrim serta bencana alam selama sepuluh tahun terakhir telah mengancam stabilitas supply bahan pangan dunia. Harga komoditas panganpun merangkak naik sejak sepuluh tahun terakhir. Minyak bumi yang tadinya langka beberapa tahun ini harganya anjlok. Suplai minyak hasil fraksinasi lumpur pasir di Amerika Utara mengubah peta harga minyak dunia. Efeknya terasa dengan mulai jatuhnya raksasa minyak dan perusahaan pensupport logistiknya. Imbas berlapis dari kondisi ini mengakibatkan tingkat uncertainty yang lebih tinggi.


Complexity adalah komponen ketiga VUCA. Dalam situasi lingkungan VUCA kita akan kesulitan untuk memahami penyebab suatu masalah secara langsung. Interdepensi dan interkoneksi berbagai kejadian menjadi penyebab yang saling mempengaruhi satu sama lain dan mengakibatkan timbulnya masalah yang ada. Penyebab kompleksitas bisa berasal dari berbagai multiple faktor seperti: munculnya beragam kompetitor baru, disrupsi teknologi, berubahnya pola konsumsi, regulasi yang kompleks, perubahan pola supply chain, dan masih banyak faktor lainnya. 

Solusi yang tadinya dikira jawaban menjadi absurd ketika implementasi dijalankan dan hasilnya tidak kunjung meredakan masalah yang ada. Upaya menggali penyebab masalah sepertinya justru menemukan hal-hal baru yang tadinya tidak diperhitungkan. Kompleksitas masalah bisa membuat penentu kebijakan merasa frustasi. 

Masalah yang muncul dalam konteks VUCA adalah akibat tumpang tindihnya berbagai kejadian dan penyebab. Istilah yang digunakan oleh Ronald Heifetz untuk memberi nama kondisi ini adalah tantangan adaptif. Ketika satu organisasi mencoba menggunakan pendekatan linear seperti mencoba mengurai masalah dengan pendekatan analisa ‘tulang ikan’, solusi secara tuntas hampir tidak akan diperoleh dan masalah yang sama cenderung muncul lagi ke permukaan. 

Pendekatan mengatasi kompleksitas membutuhkan kearifan untuk melihat setiap komponen pelaku system dan bahkan termasuk bercermin kedalam diri atau organisasi sebagai kontributor masalah yang muncul. Proses inilah yang sering secara tanpa sadar dihindari oleh para perumus kebijakan. Kenyataan bahwa diri mereka menjadi bagian dari pembuat masalah yang ada menimbulkan rasa khawatir dan takut atas plakat kegagalan sebagai pimpinan. Situasi organisasi yang kental dengan senioritas dan gaya leadership yang lebih mengendalikan (controlling) akan melemahkan respom terhadap kompleksitas tantangan. 

Pola respon yang selalu melihat ke pihak luar sebagai penyebab masalah lebih memperuncing keadaan dan akan menciptakan ketegangan-ketegangan baru dalam organisasi. Tidak jarang anggota yang memberikan feedback kejadian lapangan justru kecewa karena respon para atasan di kantor pusat yang cenderung menimpakan beban kekeliruan eksekusi kepada team lapangan. Situasi bisa semakin parah jika gaya pimpinan mengadopsi ABS (asal bapak senang) dan reaktif (mengontrol, perfeksionis, mengikuti arah angin yang diatas). Kompleksitas lingkungan memerlukan revitalisasi pola leadership. Tidak jarang justru yang ada diatas menjadi salah satu mata rantai penyebab utama persoalan yang muncul sebagai kompleksitas VUCA.

Ambiguity adalah faktor keempat lingkungan VUCA. Ambiguity memiliki padanan kata ‘membingungkan’. Bisa diumpamakan seperti melihat melalui kaca buram yang membuat para pembuat keputusan kesulitan memandang apa yang ada. 

Saat solusi yang diyakini tepat akan dijalankan, kepastian mencapai hasil dirasakan unpredicatable. Ambiguity ditandai dengan kesulitan mengkonsepsikan tantangan yang ada dan memformulasikan model solusinya. Pada saat ambiguity melanda maka para leaders dihadapkan pada keraguan untuk mengambil keputusan karena outcome menjadi amat tidak pasti. 

Contohnya ketika organisasi dihadapkan pada pada pertanyaan seperti apakah struktur organisasi yang harus diubah? terdesentralisasi atau tersentralisasi? Apakah akan diputuskan masuk ke pasar baru atau tetap bermain di pasar lama? Apakah akan ikut menawarkan produk dengan tambahan feature yang dianggap belum lazim? Apakah perlu melakukan aliansi strategics dengan pesaing atau berkompetisi? Apakah akan ikut meluncurkan platform online seperti start-up atau menggunakan pola konvensional? 

Para leaders merasakan adanya paradoks pada pilihan mereka. Artinya mereka menghadapi suatu dilema dan tidak tahu jawaban pastinya. Tidak jarang para leaders yang merasa dirinya sangat paham dan telah menemukan solusi menjadi ciut nyalinya saat masuk ke fase implementasi. Hasil lapangan yang diperoleh justru mementahkan asumsi yang diambil saat solusi baru dibuat. Bagi para leaders yang bertahan pada opininya dan mengandalkan pengalaman kesuksesan dimasa lalu tentu akan tidak mudah menerima realita ini. 

Ketegangan di organisasi muncul saat mereka yang di puncak merasa sebagai pengendali ‘otak’ dan mengganggap mereka yang dibawah adalah tangan serta kakinya. Sikap top manajemen yang seolah paling tahu, arogan, tidak mau tahu dan tidak mau mendengar apa yang mereka anggap sebagai ‘alasan’ orang lapangan justru akan makin memperburuk respon organisasi. Munculnya sikap ini biasanya berasal dari keadaan diri para leader sendiri yang sebenarnya tidak tahu persis harus melakukan respon apa namun malu mengakuinya. Bahkan mereka berharap ada jalan keluar dengan menggunakan power, menuntut teamnya dan secara sporadis mencoba berbagai inisiatif peningkatan kinerja. Situasi ambiguitas seperti ini dialami oleh organisasi global seperti Nokia dan Blackberry yang menjadi ‘korban’ atas kesuksesannya sendiri. 

Di Indonesia hal semacam ini sedang melanda para pemain industri farmasi etikal. Dengan munculnya BPJS dan peraturan pemerintah yang baru mengenai obat generik, para pemain lama yang telah terlena sekian puluh tahun menikmati lemahnya peraturan pemerintah sekarang mulai terhenyak dari tidur panjangnya. Beberapa dari mereka mencoba platform online menjual obat OTC maupun etikal. Namun cara mengelola people yang sangat konvensional dan gaya kepemimpinan yang hirarkis, serta SDM yang cenderung mandul collective thinkingnya membuat setiap langkah mereka tidak menghasilkan titik terang. Yang jelas mereka bisa dikatakan gagal beradaptasi dengan cepatnya perubahan yang terjadi dipasar. 

Di organisasi sekaliber konsultan manajemen atau lembaga audit kelas duniapun tidak terlepas mengalami fenomena ambiguitas. Mereka yang tadinya terbiasa untuk memberikan advis bisnis dan merekomendasikan perlunya perubahan di klien justru tidak mampu merumuskan dan memberi solusi keorganisasinya sendiri. Angka turnover yang meningkat tinggi di organisasi konsultan dan auditor selama dua dekade terakhir dan situasi kerja yang secara fisik menuntut jam kerja panjang, mempengaruhi kondisi kerja yang tidak sehat. Bekerja dan berkarir diterima sebagai fakta yang tidak bisa berjalan beriringan dengan keseimbangan waktu untuk keluarga dan pribadi. 

Di kalangan para pimpinan bahkan sampai terbentuk belief yang kuat bahwa untuk sukses perlu pengorbanan keluarga. Ini termasuk waktu serta perhatian ke keluarga atau bahkan ke diri sendiri yang menjadi terdepresiasi ketitik kompromistis hidup yang tidak lagi ‘hijau’. Ambiguitas diibaratkan seperti hidup dalam lingkungan berkabut yang menutupi pandangan jernih kesekeliling. Apa yang seolah dianggap fakta sebenarnya tidak lebih merupakan fatamorgana dan kebenaran dengan asumsinya yang diterima karena sudah menjadi kebiasaan dan juga dilakukan oleh banyak orang tanpa mempertanyakan lagi eksistensinya. Jumlah para leaders yang berani mengajukan pertanyaan apa yang sesungguhnya terjadi relatif lebih sedikit daripada yang diam. Mereka bisa jadi akan dianggap menentang arus atau bahkan dianggap aneh dalam kelompoknya. 


Mengenal VUCA dan Tantangannya.


OMNI Channel Bagi Para Pelaku UMKM
Pengertian Omni Channel adalah yaitu menggunakan lintas channel dalam transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual dan juga pembeli. Tujuannya adalah agar lebih memudahkan karena banyak pilihan sekaligus yang tidak terbatas pada atau platform saja.

Bagaimana Prinsipnya Menggunakan Omni Channel?

Omni channel ini bisa menggabungkan dua kanal bisnis yaitu online dan offline.

Bisa membawa customer online datang ke showroom atau toko online, dan sebaliknya yang datang offline bisa jadi tahu channel online.

Ini sudah diterapkan oleh Ikea dan Informa mereka aktif di channel digital dan offline yang saling melengkapi

Tidak selamanya masyarakat hanya online dan digital, kebiasaan shopping masih terus ada karena sebagian orang suka berbelanja langsung. Suatu ketika konsumen melihat akun instagram toko offline, dia tertarik dan melihat-lihat produk, saat ingin membeli dia memutuskan untuk datang ke alamat toko yang tertera. Ini yang dimaksud bahwa omni channel bisa menggabungkan kedua platform online dan offline

Anda sudah terbiasa menggunakan Omni Channel

Jika anda pernah mengalami hal seperti ini:

Suatu waktu anda membuka website tertarik karena mencari informasi produk atau jasa, kemudian tertarik hingga membeli penawarannya, kemudian melihat akun instagram, melihat marketplace, dan mungkin anda juga sudah tahu letak tokonya ada dimana.

Pada siang hari membeli melalui marketplace, sore hari membeli via facebook atau Instagram, di malam hari tertarik penawaran yang ada di website. Itulah semua chanel yang dengan bebas anda bisa memilih mana channel yang anda paling suka dan nyaman.

Tentu saja sebagai pebisnis harus memanfaatkan Omni Channel ini.

“Tidak harus menggunakan semua channel, tetapi harus benar-benar mengerti chanel apa yang paling tepat akan digunakan konsumen dari produk anda”

Cara Memanfaatkan Omni Channel ini untuk Bisnis:

Memahami customer journey, atau pengalaman pelanggan yang baru saja tahu produk atau jasa yang anda dari mulai awal tahu hingga tertarik untuk membeli. Sebagai contoh, saat melihat website anda mereka akan melihat-lihat isi website, bisa juga menuju instagram untuk cek postingan, atau melihat toko di marketplace, bahkan karena merasa dekat mereka tertarik datang langsung ke lokasi. Ada juga yang suka berkomunikasi untuk bertanya, baik via whatsapp, via chat, atau dm sosial media. Itu semua adalah bagian dari customer journey. Anda harus memenuhi semua aspek customer journey tersebut tanpa celah. Kebiasaan masyarakat yang suka kepo sosmed dan nonton youtube tetapi anda tidak aktif di sosmed dan youtube, hanya bermodal website atau facebook saja bagaimana bisa bersaing di era Omni Channel? 

Memilih channel digital yang paling tepat, meskipun kita dituntut untuk memaksimalkan semua channel digital tetapi juga harus tahu apa bisnis kita dan siapa customernya. DHA Digital sebagai agen Digital Marketing tentu kami tidak menggunakan channel marketplace, melainkan website, sosial media, dan komunikasi via chat maupun dm. Semaksimal mungkin channel yang tepat digunakan dan dimanfaatkan agar bisa memberikan pilihan. Tidak sedikit klien yang ingin datang, atau bertemu untuk diskusi lebih lanjut. Itulah peran penting Omni Channel saat ini justru kita tidak bisa memilih hanya online, atau hanya offline. Customer punya banyak pilihan, bukan cuma anda saja yang punya penawaran. 

Mengintegrasikan semua chanel yang saling berkaitan satu sama lain. Misalnya di dalam website dicantumkan link sosial media dan youtube, pun sebaliknya di sosial media dan youtube mencantumkan link ke website, atau sosial media ke youtube. Termasuk ada kontak, email, fitur chat, dm dll itu semua harus terintegrasi dan bisa dipilih. Termasuk juga alamat toko offline yang tercantum dan sekarang juga sudah lebih mudah mengintegrasikan dengan share location Google maps dan Google My Business. 

Menggabungkan dua channel online dan offline, meskipun sudah ramai di dunia online ada saatnya perlu membuka stand atau bazar untuk menunjukan channel online anda misalnya alamat website dan Instagram. Juga sebaliknya di dalam informasi online diberi keterangan apakah lokasi toko, showroom, atau saat akan membuka stand di sebuah acara. Semakin bagus Omni Channel yang dibangun untuk bisnis berarti anda sudah memberikan customer journey yang maksimal. Tapi semakin enggan membangun dan masih berkutat dengan 1-2 channel saja, termasuk cara beriklan mungkin cuma di Facebook Ads atau Google saja, bisa jadi akan kalah bersaing di kemudian hari. Sukses!