Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Jumat, 18 Oktober 2019

Bagaimana Menjual Merek Anda?

Bagaimana Menjual Merek Anda?
Sama seperti produk, merek perlu dijual — tetapi menjual merek lebih dari sekadar menampilkan daftar fitur; tetapi ini tentang membangun dan memperluas pesan tentang siapa anda dan apa yang anda ketahui. Bagaimana anda melakukannya? Bagaimana anda menjual merek anda kepada pelanggan dan prospek dengan cara yang membuat mereka masuk ke dalam konsep anda dan mengingatnya?

Baik anda, perusahaan maintenance, perusahan pelayanan, perusahaan otomotif, distributor lokal maupun retail nasional, berikut adalah beberapa kiat untuk memanfaatkan olah pesan dan menjual merek anda dengan baik!

Ketahui Siapa Anda.

Sebelum anda bisa menjual sesuatu, anda harus mengetahuinya. Apakah anda mengerti apa merek anda? Siapa kamu dan apa yang kamu perjuangkan? Apa tujuan anda, misi anda? Apa yang kamu tawarkan? Luangkan waktu untuk mendefinisikan dan memahami merek Anda untuk mengetahui cara memasarkannya dengan baik.

Buat Pesan Utama

Setelah anda tahu siapa anda, cari cara untuk mengkomunikasikan kepribadian itu kepada klien potensial. Buat pernyataan misi yang sederhana dan ringkas, mungkin beberapa kalimat atau lebih, seperti nada elevator. Pesan ini harus dikerjakan dalam semua materi branding anda, dari kartu nama hingga profil media sosial hingga paket penjualan.

Temukan Pemirsa yang Tepat

Ini adalah aturan dasar penjualan: tawarkan sesuatu yang dibutuhkan klien. Agar berhasil menjual merek, anda perlu menemukan audiens yang mencari apa yang anda tawarkan. Jadi, katakan bahwa anda menjual cetakan termoplastik khusus, misalnya — Anda harus menemukan cara untuk mendapatkan paparan kepada pelanggan potensial yang mencari produk tersebut, apakah itu produsen yang membutuhkan komponen air minum mancur ringan atau mobil yang membutuhkan pemegang sekering atau komponen RV. .

Cadangkan Klaim dengan Fakta

Saat ini, semua orang mengklaim sebagai yang terbaik atau market leader. Jadi untuk memisahkan diri anda dari semua yang berlebihan dan hype, tawarkan bukti. Bagikan fakta kompetitif tentang layanan atau produk anda dan mengapa itu penting — dan siapkan bukti-bukti ini, sehingga mudah untuk membagikannya dengan klien potensial.

Gunakan Banyak Saluran

Branding adalah tentang lebih dari satu kali percakapan atau brosur yang menarik — ini tentang rencana pemasaran lengkap yang melibatkan kehadiran online yang solid (web, blog, sosial media, pemasaran email, dll.). Iklan berkualitas (baik print, radio atau TV atau di tempat lain), konsistensi dan ketekunan. Apakah anda memanfaatkan semua peluang yang mungkin untuk menjual merek anda? Berikut beberapa hal yang mungkin belum  terpikirkan oleh anda:

Gunakan Layanan Berbasis Lokasi: Smartphone memungkinkan untuk check in melalui Facebook, Foursquare atau SCVNGR, yang semuanya mempromosikan merek anda ke jaringan klien dan membangun bukti sosial anda untuk pelanggan baru dan potensial. Jadi, jika perusahaan Anda memiliki lokasi ritel yang dapat dikunjungi pelanggan, dorong mereka untuk check-in online ketika mereka datang — mungkin dengan menawarkan produk gratis atau semacam diskon setelah lima checkin, misalnya.

Berbicara di Acara, Menulis Artikel Tamu: Berkontribusi pada acara atau tempat yang akan meningkatkan otoritas anda secara online dan tidak aktif selalu baik untuk merek anda. Untuk lokasi apa anda bisa memberikan informasi? Di mana anda bisa menjadi pembicara di komunitas anda, dan untuk situs apa anda menulis posting tamu? Peluang ini akan membangun bukti sosial anda, menetapkan Anda sebagai seorang ahli dan memberi lebih banyak kekuatan pada merek anda.

Konsisten

Merek yang paling kuat adalah merek yang konsisten, secara teratur mengulangi pesan inti mereka di semua materi pemasaran dan upaya mereka. Tetapi bahkan di luar konten, penting juga untuk konsisten dengan penampilan, memastikan tampilan dan rasa yang sama di semua perpesanan anda. Lihatlah logo, skema warna, pilihan dan gaya font anda: apakah ini konsisten di mana pun anda berbicara dan berbagi? Jika tidak, Anda bisa mempersulit diri Anda untuk menjual merek anda.

Sudahkah Anda menerapkan kiat-kiat ini dalam upaya menjual merek anda? Bagaimana mereka bisa membuat perbedaan dalam upaya anda? Apa lagi yang anda temukan sebagai kunci dalam mempromosikan gambar Anda ke klien potensial? Sukses!

Selasa, 15 Oktober 2019

Trend Bisnis Kopi & Tahapan Memulainya.

Trend Bisnis Kopi & Tahapan Memulainya.

Jika ditanya bisnis apa yang paling merebak dan trend di tahun 2019 ini, maka dengan cepat saya bisa menjawab: Kopi! dan kemudian teh setelahnya. Mengapa saya bisa mengatakan demikian? Karena bergulat dengan pemasaran gula cair membuat saya harus terus berinteraksi dengan bisnis cafe yang merupakan pasar utama dari produk GULANAS. Pertumbuhan pasar cafe sangat cepat dari tahun 2016 - 2019 ini, terutama franchise kopi.

Ya, ini memang masanya kopi berjaya dan semakin tumbuh ke depannya. Riset dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian menyatakan bahwa konsumsi kopi di Indonesia pada tahun 2016 – 2021 tumbuh sebanyak 8,22% per tahun. Luar biasa!


Sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis kopi, kita perlu melakukan riset pasar untuk mempersiapkan strategi bisnis yang akan kita bangun untuk cafe kita.

Berikut 9 tips yang akan membantu Anda mempersiapkan rencana usaha warung kopi dengan matang.

1. Bangun Konsep Bisnis yang Unik.

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat business plan yang matang.  Cafe anda harus benar-benar dengan cafe pesaing. Kumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu Anda jawab, seperti tujuan Anda membuat usaha warung kopi, siapa kompetitor anda, keunikan yang ingin Anda tonjolkan, siapa target market anda, perkiraan modal dan keuntungan, bagaimana menjalankan operasional usaha anda, bagaimana cara mempromosikannya, dan goal-goal yang ingin anda raih secara bertahap. Business plan ini membantu akan mengembangkan usaha Anda dengan lebih terarah.

2. Tentukan STP-nya dengan tepat.

Semua strategi marketing dimulai dari penentuan STP (Segmentation, Targeting & Positioning) yang tepat. Konsep di poin pertama juga harus menjawab pertanyaan: siapa target market yang anda sasar dan bagaiaman positioning yang tepat sesuai dengan target pasar yang dibidik. Ketika sudah mengetahui target market, anda jadi bisa menentukan konsep ruang dari usaha anda sehingga anda bisa mulai menghitung-hitung anggaran yang perlu disiapkan.

Sebagai contoh, jika anda ingin usaha warung kopi anda menjadi tempat nongkrong kaum milenial, anda akan membuat menu-menu minuman yang menarik dan beraneka pastry. Untuk suasana ruangannya, bisa dibuat lebih cheerful dan colorful. 

Jika usaha warung kopi Anda lebih ditujukan untuk meeting orang kantor, menunya bisa dilengkapi dengan beragam varian teh dan makanan ringan. Suasana ruangan pun dibuat dengan penerangan yang baik dengan nuansa putih atau ornamen kayu. 

3. Cari Lokasi yang Strategis

Lokasi menjadi salah satu penentu kesuksesan usaha warung kopi Anda. Jadi, taruh perhatian dan modal yang cukup banyak untuk fokus pada hal yang satu ini.

Carilah tempat yang sering dilewati kendaraan bermobil atau berada di dekat komplek perumahan yang ramai atau daerah perkantoran. Perhatikan juga masyarakat atau calon pelanggan di lokasi yang Anda pilih, apakah sesuai dengan target market yang sudah Anda tentukan. 

Hal yang tidak kalah penting adalah perhatikan unsur kebersihan dan keamanan di daerah tersebut. Pastikan juga Anda memiliki lokasi yang relatif tinggi sehingga ketika hujan besar datang, usaha Anda dapat beroperasi dengan normal. Semuanya ini perlu dipertimbangkan demi kenyamanan pelanggan Anda nanti. 

4. Perhatikan Dekorasi Eksterior dan Interior

Walaupun dekorasi hanyalah pemanis usaha Anda. Namun, jika keberadaan dekorasi tersebut dihilangkan, warung kopi akan menjadi membosankan. Itulah kekuatan dari dekorasi eksterior dan interior. 

Mereka mampu menarik mata pelanggan yang lewat di depan usaha warung kopi Anda atau pun mampir di media sosial Anda. Jangan meremehkan kekuatan dekorasi eksterior dan interior dalam mempopulerkan usaha Anda. 

Untuk mencari inspirasi, Anda bisa menyusuri media sosial kompetitor atau langsung mengunjungi warung-warung kopi hits di Jakarta. Pelajari kiat-kiat sukses mereka. Mungkin alasannya karena desain eksterior atau interior yang terbukti ampuh menarik pelanggan masuk dan menyesap kopi di sana. 

5. Pilih Barista yang Tepat 

Sebelum mencari barista, anda harus menjawab pertanyaan ini: apakah mau mengutamakan kemampuan bersosialisasi yang tinggi terhadap pelanggan atau kemampuannya meracik biji kopi? Tentu akan lebih baik jika keduanya ada di dalam seorang barista sekaligus. Akan tetapi, jika tidak bisa mendapatkan keduanya, Anda perlu menentukan mana yang menurut Anda lebih penting.

6. Manfaatkan Media Sosial

Promosi yang efektif mampu mendongkrak popularitas usaha warung kopi Anda. Karena media sosial masih sangat digandrungi, manfaatkan media sosial orang-orang terkenal seperti influencer atau youtuber untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Anda.

Anda bisa mempekerjakan social media officer untuk membuat konten-konten yang menarik. Untuk menarik orang baru menjadi pelanggan, ajak pelanggan Anda mempromosikan warung kopi Anda di akun media sosialnya dengan bonus minuman gratis.

Selain itu, jangan lupa daftarkan usaha warung kopi Anda ke situs-situs food review dan google supaya usaha Anda semakin mudah dijangkau oleh calon pelanggan melalui dunia maya. Semakin banyak ulasan dari pelanggan di media sosial, maka semakin banyak pula kepercayaan yang Anda dapatkan.

7. Cari Supplier Terbaik

Untuk menyajikan minuman kopi yang berkualitas, Anda perlu mencari supplier yang terpercaya dan memang memiliki biji kopi yang baik. Baiknya, Anda melakukan uji coba ke beberapa supplier sampai menemukan supplier yang pas di hati. Usahakan cari supplier yang lokasinya terjangkau dengan lokasi usaha warung kopi untuk memangkas ongkos kirim.

8. Pelajari Pengetahuan Pembukuan & Keuangan

Saat Anda memutuskan untuk mulai berbisnis, saat itu pula Anda perlu mempelajari pengetahuan mengenai pembukuan. Jika memiliki budget lebih, mungkin Anda bisa alokasikan dengan mempekerjakan seorang akuntan.

Namun jika tidak ada, Anda pun bisa melakukannya sendiri. Modal awal yang Anda butuhkan adalah ketekunan dan ketelitian. Selebihnya, Anda bisa pelajari secara online, dari kelas-kelas bisnis atau rekan bisnis Anda yang lain.

9. Jangan menyerah dan terus belajar

Terakhir adalah jangan pernah lelah untuk selalu berusaha dan belajar jika Anda ingin mulai membangun usaha warung kopi impian dari nol. Dan yang terpenting, selalu berikan pelayanan terbaik kepada pelanggan kopi Anda baik.

Demikian tips-tips yang bisa Anda ikuti secara bertahap jika ingin membuka usaha warung kopi.

Semoga sukses! 


Senin, 14 Oktober 2019

Membangun Brand? Mulai Dari Mana?

Membangun Brand? Mulai Dari Mana?
Bicara brand memang sangat menarik bahkan di lingkungan usaha kecil sekalipun, bahkan bisa kami katakan mereka over antusias. Mereka mau brand mereka dikenal, bahkan dalam bayangan mereka hal ini bisa dicapai dalam waktu beberapa bulan! Terlebih mereka pun telah dibekali dengan digital marketing. 

Tidak mungkin, mereka terlalu bersemangat dengan harapannya sebelum melihat kenyataan dan pengalaman dari brand-brand besar sebelumnya. Coba pada kesempatan itu kita tanyakan bagaimana mereka mengejar harapan tersebut? Bagaimana caranya? Pasti mereka akan kompak untuk diam karena memang mereka tidak tahu.

Tetapi jangan matikan semangat itu, tugas kami adalah memberikan pengarahan dan pembekalan yang mereka butuhkan. Berikut adalah pembekalan dasar dari kami kepada para pelaku UMKM yang sedang merencanakan membangun brand untuk produk dan usahanya.

Membangun Brand.

Ada banyak pertanyaan yang mau tidak mau harus dijawab, mulai dari seperti apa kira-kira tampilannya, bagaimana harusnya orang merasakannya, hingga apakah brand tersebut mampu mewakili nilai-nilai bisnis Anda ke target pasar yang ditarget.

Anda harus bisa menghubungkan gap yang ada antara produk yang dijual dengan orang yang menjadi target penjualan.

Brand yang baik akan selalu dikenal dan memiliki pengaruh yang timeless bagi pelanggan, dan berpotensi untuk menciptakan basis pelanggan yang loyal.

Membangun brand bisnis dari awal.

Untuk membangun sebuah brand, ada banyak sekali sebenarnya langkah yang harus Anda ambil dan terapkan. Untuk mempercepat proses dan agar Anda tahu kira-kira gambarannya seperti apa, ikuti 7 langkah untuk membangun brand bisnis berikut yang akan memandu Anda dari awal.

1. Cari Tahu Siapa Target Pasar dan Kompetitor

Pembekalan STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning) menjadi tuntutan yang paling mendasar saat UMKM dibekali pemahaman tentang marketing. UMKM harus paham benar siapa segmen yang mereka pilih, siapa target pasarnya dan bagaimana positioningnya. Inilah esensi dari marketing yang akan menjadi esensi juga dalam promosi dan branding.

Langkah pertama yang sangat signifikan untuk dilakukan adalah dengan melakukan riset terhadap target pasar dan kompetitor.

Bila anda membangun sebuah brand, kepada siapa produk brand tersebut ditujukan? Seperti apa persona masing-masing? Sudahkah anda mengumpulkan data demografisnya?

Bila Anda ragu menyoal ini, Anda bisa menganalisa kompetitor Anda. Cari tahu siapa saja kompetitor potensial yang menjual produk yang mirip dengan yang akan Anda jual. Dari situ Anda juga bisa mempelajari siapa audiens yang mereka targetkan.

Ada banyak cara untuk membantu Anda, antara lain:
  • Manfaatkan Google dengan menggunakan kata kunci pencarian yang berhubungan dengan produk yang dijual atau kategori produk dan analisa setiap kompetitor yang muncul di hasil pencarian tersebut.
  • Cari informasi sebanyak-banyaknya lewat forum maupun website di luar sana.
  • Berbicaralah dengan orang-orang yang termasuk kriteria target audiens Anda dan tanyakan mereka mengenai brand apa yang menjadi preferensi mereka.
  • Intip akun media sosial yang relevan dengan brand yang ingin Anda bangun dan cari tahu demografis orang-orang yang mengikutinya.
2. Tentukan Fokus dan Karakteristik Brand Anda.

Ada beberapa pertimbangan penting dalam menentukan fokus brand, yaitu: apa yang membuat produk anda beda? Apa yang membuat produk anda unik? Apa solusi yang ditawarkan brand tersebut kepada target pasar? Dan bagaimana kelebihan dibandingkan kompetitor? 

Menentukan fokus brand anda merupakan sesuatu yang sangat penting karena akan sangat berpengaruh terhadap semua elemen yang ada selama anda membangun brand tersebut. Jadi, kepada siapa anda akan memberikan value brand anda? Kebutuhan dalam bidang apa yang akan dipenuhi oleh brand anda? Seperti apa cara anda mengantarkan value tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajib anda jawab demi mendapatkan arah yang jelas terkait fokus brand anda. Setelah itu, perlahan fokus tersebut pun akan membantu menciptakan karakteristik brand anda. Salah satu cara untuk menentukan karakteristik sebuah brand adalah dengan memperlakukannya seperti manusia.

Seperti apa penampilannya? Karakter seperti apa yang membuat target pasar anda tertarik dengannya?

Hal-hal tersebut akan menentukan brand voice di media sosial atau jaringan internet lain yang Anda punya nantinya, sekaligus menentukan seperti apa penampilannya dari segi digital creative, baik itu desain maupun tulisan.

3. Tentukan Nama Brand Anda

Pengaruh pemilihan nama sebuah bisnis bisa jadi sangat kecil atau besar tergantung pada jenis bisnis yang anda mulai. Sebuah brand lebih dari sekedar nama. Karakteristik, tindakan, dan reputasi dari sebuah brand yang akan membuatnya dikenal dan membuatnya memiliki arti di pasaran.

Namun, sebagai pemilik bisnis, nama brand merupakan salah satu komitmen penting yang harus anda tetapkan di awal pendiriannya. Nama brand akan berpengaruh pada pembuatan logo, penentuan nama domain website, marketing, hingga pendaftaran merk dagang.

Buatlah sebuah merk yang sulit ditiru oleh pihak lain, dan yang paling penting, buatlah nama brand yang unik dan mudah diingat. Pilih nama brand yang memiliki arti luas apabila Anda berencana untuk mengekspansi bisnis anda dengan produk jenis lain.

Gunakan tool berikut sebagai bantuan:

4. Tentukan Slogan Brand Anda.

Pembuatan slogan atau tag line sangat berkorelasi dengan penentuan positioning dalam STP, bagaimana kita membuat umpan untuk target pasar kita. Slogan yang catchy dan mampu mewakili visi dan misi brand Anda merupakan sesuatu yang penting namun tetap saja sulit untuk diciptakan.

Slogan yang singkat dan deskriptif yang mampu mewakili brand Anda akan mudah untuk dikenali, dan Anda pun bisa menempatkannya sebagai headline di website bisnis Anda, di kartu nama, bahkan di media sosial.

Penting untuk diingat bahwa slogan bisa saja diubah seiring brand Anda berkembang dan setiap kali Anda menemukan angle baru untuk kepentingan marketing, seperti Pepsi yang sudah mengganti slogannya tidak kurang dari 30 kali dalam beberapa dekade terakhir.

5. Tentukan Penampilan atau Gaya Brand Anda

Baik warna dan font yang terkandung dalam brand Anda merupakan sesuatu yang sangat penting untuk ditetapkan.

Setelah menentukan nama dan slogan brand Anda, saatnya Anda menentukan penampilannya secara visual. Warna apa yang menjadi warna utamanya? Font apa yang akan digunakan?

Anda bisa mencari inspirasi warna dengan menggunakan tool seperti Stylify.me dan menentukan font yang digunakan dengan mencari inspirasi melalui Font Pair.

6. Desain Logo untuk Brand Anda

Entah anda membuatnya sendiri atau menggunakan jasa desainer, sebuah logo akan menjadi wajah sebuah brand sehingga harus mampu mewakili nilai, visi dan misi brand secara visual.

Orang akan mengenal brand anda melalui logo, jadi perlu diingat bahwa logo harus mudah diingat, unik, dan terukur.

Anda juga bisa menggunakan pendekatan yang lebih sederhana ketika mendesain logo, seperti konsep minimalis yang ditawarkan Google lewat logonya, atau bahkan Facebook dan Twitter.

7. Kembangkan Terus (Continuous Improvement)

Membangun brand bukanlah sesuatu yang instan, perlu proses dan proses yang terus diperbaiki akan membuat brand terus berkembang dan dikenal oleh target pasar bahkan oleh masyarakat luas.

Membangun sebuah brand tidak berhenti saat anda membuat logo dan slogan. Brand harus selalu ada dan tetap konsisten manakala pelanggan Anda berinteraksi dengannya. Anda akan terus membentuk dan mengevolusi brand anda setiap kali mendapatkan pelanggan baru dan mempelajari siapa mereka serta bagaimana caranya berinteraksi dengan mereka untuk meningkatkan engagement.

Perlu disadari bahwa anda harus tetap mengapresiasi kenyataan bahwa anda tidak akan pernah memiliki 100% kendali terkait bagaimana orang-orang mempersepsikan brand Anda. Oleh karena itu, jagalah reputasi anda di pasaran, terutama di hadapan pelanggan setia, sehingga anda mampu menciptakan basis pelanggan yang loyal terhadap bisnis Anda.

Dengan begitu, anda sudah tahu langkah-langkah apa saja yang perlu Anda jalani untuk membangun brand bisnis dari awal. Membangun brand butuh pengorbanan dan konsekwensi biaya yang tidak sendikt, dan hal ini harus disadari benar oleh pelaku UMKM. Mereka harus merencanakan anggaran sejak awal dan harus secara mendiri membangun brand mereka, bukan bergantun kepada fasilitator atau pemerintah. Anda membutuhkan anggaran tambahan untuk membangun brand.

Branding melalui webiste (SEO), digital marketing melalui social media (SMM), promosi melalui media offline maupun online (google adwork, facebook ad, dsb), promosi melalui aktivitas brand (event) dan sebagainya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Semakin para pelaku UMKM paham apa yang diinginkannya, bagaimana cara mencapainya maka mereka bisa melalukakan langkah-langkah yang lebih efektif dan efesien. Sukses!

Rabu, 09 Oktober 2019

Perjalanan Membangun Brand Lokal GULANAS.

Cukup Mereka Tahu Kata GULANAS.
Mengutip dari apa yang disampaikan oleh Mas Arto Soebiantoro dalam Brand Adventure Meet Up di Semarang pada tanggal 8 Oktober 2019 lalu bahwa proses membangun brand tidak bisa instan, membangun persepsi membutuhkan waktu dan waktu itu bisa 5 sd 10 tahun. Benar, kami pun merasakan brand experience ini lebih dari 3 tahun, atau bahkan 5 tahun baru menampakkan hasil.

Dari sebuah brand yang tidak dikenal sama sekali pada tahun 2014 sejak saat mulai diperkenalkan kepada pasar, sampai dengan tahun 2018 dan 2019 dikenal oleh pasar Cafe, Resto & Franchise di berbagai kota di Pulau Jawa dan sekaligus di luar Jawa. Bahkan pemilihan target pasar menjadi Cafe, Resto & Fanchise pun tidak serta merta diputuskan demikian karena awalnya kami pun menyasar pasar retail yang ternyata dalam evaluasi kami harus kami sisihkan terlebih dulu karena pertumbuhannya yang kuran signifikan.

Mengerucutnya target pasar menjadi Cafe, Resto & Franchise diawali dari tahun 2017 ketika beberapa cafe dan resto mulai merespon promosi-promosi kami, mulai dari pertanyaan mendasar mengenai kelebihan produk GULANAS, sampai dengan perbadingan harga dengan kompetitor serta jaminan apa yang diberikan kepada konsumen.

Sangat sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan sekedar teori, mereka harus memiliki "pengalaman" dengan produk GULANAS dan hal ini kami sikapi dengan investasi sample yang cukup besar nilainya untuk membongkar "ketidakpercayaan" pasar atas produk. Sebuah investasi untuk sebuah perkenalan produk dan pengalaman konsumen.

Investasi di tahun 2017 lebih didominasi dengan pengiriman sample produk, dan ternyata di tahun yang sama respon positif dari konsumen mulai kami tuai di awal tahun dan akhir tahun 2017. Dimulai dari trial order sampai dengan dengan peningkatan order sampai dengan tahun ini.

Saran dan komplain dari konsumen atas produk dan layanan kami selama bertahun-tahun bisa kami kelola dengan baik sehingga pasar kami masih loyal sampai dengan sekarang. Tidak mudah menghadapi komplain yang berujung pada penukaran produk, namun komitmen kami kepada konsumen dan kerjaasama jangka panjang mengabaikan istilah "untung dan rugi" sesaat. Biarlah kami rugi hari ini, namun kami menjadi lebih baik di masa mendatang, dan konsumen kami pun menjadi tahu bagaimana kami juga siap dengan kondisi terbaik dan terburuk dalam bisnis ini.

Dalam promosi, kami selalu konsisten berkabar kepada pasar melalui website, dan social media (linked-in, face book, instagram dan whatapps) bahwa kami growth dan selalu ada untuk konsumen. Kami pun mudah untuk dihubungi oleh calon pembeli yang baru, maupun yang lama yang ingin berkomunikasi dengan kami, yaitu hanya dengan ketik "GULANAS" di Google maka calon konsumen akan mendapatkan kontak kami dan bisa dihubungi setiap saat.

Konsistensi kami dalam mengedukasi pasar dan memperkaya data base mungkin yang memberikan percepatan brand lokal kami dikenal orang, terutama melalui media digital. Kami GULANAS tidak hanya dikenal sebagai produk gula, tetapi sebagai semangat untuk mencapai swasembada gula nasional. Kami tidak hanya mampu memproduksi gula, tetapi kami menguasai teknologi produksi gula, bahkan kami produksi mesin-mesin kami sendiri. Sebuah kebanggaan bagi kami bisa berada di posisi ini karena kam mampu mewujudkan lebih banyak keinginan konsumen dari hanya sekedar produk gula.

Di tahun 2019 ini GULANAS membuat lompatan besar dengan memproduksi gula rendak glikemik index yang sedang diidam-idamkan oleh negara Indonesia. Gula yang sehat dan tidak memicu lonjakan gula darah dalam tubuh ketikan dikonsumsi. Ini adalah buah research & development dari PT Gula Energi Nusantara selama bertahun-tahun dan baru dilaunching di tahun ini. Bukan masalah skala usahanya tetapi skala cita-citalah yang membedakan GULANAS dengan gula yang lain di negeri ini. 










Selasa, 08 Oktober 2019

Dekati Penggiat Brand Lokal Brand Adventure Indonesia Sambangi Tiga Kota.

Dekati Penggiat Brand Lokal Brand Advanture Indonesia Sambangi Tiga Kota.


Semarang, 8 Oktober 2019: KISAH perjalanan pegiat brand lokal Indonesia saat menjelajah Nusantara, Arto Biantoro akan dibagikan pada para member di tiga kota sekaligus, yakni; Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Usaha ini tentu saja sebagai upaya mendekatkan diri dengan para pegiat brand lokal di tiga wilayah tersebut dan sekitarnya.

Dalam Acara bertajuk Entrepreneur Berpikir Brand Petualangan Membangun Brand, Arto dengan bendera Brand Adventure Indonesia ingin sekali memberikan semangat kepada para brand lokal untuk maju, lebih termotivasi dalam mengembangkan brand, serta semakin percaya diri memajukan brandnya. “Kami sadar bahwa kebanggaan terhadap Indonesia hanya bisa ditumbuhkan lewat persepsi yang positif, menggairahkan dan membanggakan. Itulah keunggulan dari branding. Negara – negara maju menggunakan branding untuk membangun kekuatan, kebanggaan dan keberanian bahkan ideologi,” kata Arto Biantoro, di Verve Café & Bistro, Semarang, Selasa (8/10).


Brand Adventure Meet Up Semarang.

Brand Adventure Meet Up Semarang.

Ratusan merek baru dengan mudah masuk ke Indonesia setiap waktu. Bagi Arto, globalisasi bisa menjadi peluang atau ancaman. Tergantung bagaimana persepsi orang menanggapi fenomena ini. Tetapi yang perlu digarisbawahi, merek lokal yang tidak dikelola benar, lambat laun tinggal kenangan. Kini saatnya menjadi bagian dari globalisasi dan membangun merek berkualitas dunia. “Niat kami memang ingin membangun bisnis yang berkelanjutan. Sejalan dengan itu, merek lokal yang kuat akan memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan perekonomian dan menciptakan kebanggaan nasional. Untuk inilah kami bekerja,” tambahnya.

Arto dengan Brand Adventure Indonesia tentu saja tidak sendiri. Ada brand lokal yang kuat dan mampu bertahan hingga 87 tahun memberikan dukungan. Brand Adventure Indonesia berkolaborasi dengan PT Nojorono Tobacco International. “PT Nojorono Tobacco International mendukung semangat entrepreneurship dari para UKM ini, dengan pembekalan mengenai branding dan ide-ide pengembangan usaha. Agar mereka menjadi UKM lokal yang berdampak global dan menjadi pilar ekonomi nasional yang kuat. Dan kami sepakat dengan Brand Adventure Indonesia untuk memperkuat posisi brand lokal di marketplace di negaranya sendiri maupun di dunia,” ucap Debora Amelia Santoso, Head of Corporate Brand & Marketing Communications PT Nojorono Tobacco International, dalam kesempatan yang sama.
Acara yang juga didukung oleh Eiger, Noyanowo, Teatrum, Gambaranbrand, The Sunan dan Grand Aston ini diselenggarakan secara berkesinambungan di tiga kota dengan jadwal sebagai berikut:

1.     8 Oktober 2019, pukul 09.00 – 12.00 di Verve Café & Bistro, Semarang.
2.     10 Oktober 2019, pukul 09.00-12.00 di The Sunan, Solo.
3.     12 Oktober 2019, pukul 14.00-17.00 di Grand Aston Yogyakarta.


(Diberitakan oleh RumahUMKM.Net) 

Senin, 07 Oktober 2019

Pentingnya Komitmen Dalam Bisnis

Pentingnya Komitmen Dalam Bisnis
Seringkali orang berbicara tentang komitmen (comitment -bhs. Inggris) dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam hubungan yang bersifat transaksi bisnis, komitment juga dinyatakan secara tertulis, dalam bentuk antara lain: surat perjanjian atau kontrak, nota kesepahaman (memorandum of understanding), surat penawaran, surat pembelian barang. Namun praktek transaksional secara tidak tertulispun juga kadang dilakukan di antara para pihak yang berniaga, yang mendahulukan azas saling kepercayaan.

Menurut Kamus, commitment berarti “janji, tanggung-jawab” (Kamus Inggris Indonesia - John M. Echols dan Hassan Shadily, Penerbit PT. Gramedia Jakarta,1976). Pemahaman bebas lainnya adalah “tindakan yang menyatakan untuk mengambil tanggung jawab atau kepercayaan” (Concise English Dictionary, edited by G.W. Davidson, M.A. Seaton and J. Simpson, Wordsworth Edition Ltd., 1988). Maka sering kita dengar pernyataan: “Saya komit kok, saya akan kirim barang sesuai pesanan tepat waktu….!!” Dalam kenyataannya, timbul beberapa kasus wanprestasi dan ingkar janji, yang berakhir kepada perselisihan. Dalam hal itu orang menyebutnya bahwa salah satu pihak telah menyalahi janji. Lantas dipahami bahwa komitmen adalah suatu janji kepada pihak lain.

Benarkah “komitmen” identik dengan “janji”?

Seorang pengusaha, sebutlah namanya Badu, memenangkan pelelangan pengadaan mebeler SD di lingkungan pemda sebuah Kabupaten. Ia memperoleh Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan dokumen perjanjian lainnya. Berkas itu dikenal sebagai komitmen tertulis antara Pemberi Kerja (Dinas terkait di lingkungan Pemda) kepada Penyedia Barang dan Jasa. Kendati di tataran pemahaman para rekanan pemda “komitmen” bisa berarti sejenis gratifikasi yang diberikan kepada oknum pemda terkait proyek. Mengingat bahwa Badu tidak memiliki workshop khusus perakitan mebeler, iapun menggandeng si Fulan yang memang bergerak di bidang penyediaan barang dimaksud. Badu dan Fulan bersepakat menjalin kerjasama, dimana Badu sebagai pemesan / pembeli dan Fulan sebagai penjual yang membuat dan mengirimkan barang pesanan sesuai spesifikasi, harga, tata-cara pembayaran, dan waktu yang ditentukan bersama. Jabat Tangan menjadi penanda terjadinya kesepakatan. Komitmen tidak tertulis itu umum dikenal sebagai gentlement agreement. Komitmen tertulis ataupun tidak sama-sama telah mengikat para pihak agar mampu merealisasikan pernyataan-pernyataan yang disepakati.

Si Fulan merakit dan mengirim barang tahap pertama pada waktunya, maka pembayaran sesuai termijn. Masalah timbul manakala pengiriman selanjutnya (dan mestinya terakhir) terlunta-lunta. Atas keterlambatan itu Fulan menyampaikan berbagai dalih dan alasan, yang dalam bahasa ringkasnya berarti “tar-sok…tar-sok” (ini salah satu escape clause populer di kalangan para pengingkar janji dalam dunia usaha).Pertemuan dan diskusi antara badu dan Fulan tidak menghasilkan solusi. Di sisi lain, Badu telah berkomitmen secara tertulis kepada pemberi kerja (Pemda) dan users (para Kepala Sekolah Dasar) dalam rentang waktu yang diperjanjikan, dimana demi pemenuhannya, Badu mengupayakan sumber ketersediaan barang lain dalam waktu segera, kendati tindakan itu akan merugikannya karena harga perolehan menjadi lebih mahal.

Kisah fiksi ringkas di atas mengilustrasikan penerapan komitmen yang kerap ditemui dalam praktek usaha sehari-hari. Memang kadang terjadi deviasi antara realisasi dan rencana, dan jika terjadi maka para pihak yang bersepakat bisa mencari solusi secara bersama-sama. Solusi itu mungkin saja menjadi lebih mahal harganya, kendati kelak menghasilkan business value yang lebih tinggi yakni berupa: kepercayaan (trust). Untuk mendapatkan kepercayaan kembali tidak dapat ditukar dengan 1001 alasan apapun. Karena pihak yang kecewa hanya akan mentejemahkan alasan sebagai ketidak-mampuan.

Kemudian komitmen bisa dipahami sebagai bukan sekedar janji kepada pihak lain, namun pernyataan janji dan mengambil tanggung-jawab kepada diri sendiri demi melaksanakan perilaku terbaik dalam rangka memenuhi kepercayaan yang telah diberikan oleh orang / pihak lain.

Dalam ilustrasi kasus di atas seyogyanya pernyataan yang digunakan adalah seperti ini: “I am committed to be best vendor who delivers all the excellent goods on time“.

Jika muncul sebab yang mengakibatkan kegagalan pencapain (achievement) maka lakukanlah pengakuaan (admiring): “Oke, saya ternyata gagal mengirimkan barang yang sesuai tepat pada waktunya…..“.

Buatlah pernyataan janji yang lebih baik (a bigger promises) yang mengandung kepastian demi mendapatkan kepercayaan kembali dari pemberi kerja: “Untuk itu, Saya telah memesan barang dari pabrik Anu yang memproduksi barang yang dikenal kualitasnya prima dalam waktu kurang dari satu minggu..“.

Itulah salah satu road-map membangun kegiatan usaha yang profesional dan sustainable.


Note:
Pernyataan janji peserta kampanye Partai Politik adalah juga suatu bentuk komitmen tokoh publik kepada konstituennya.

Minggu, 06 Oktober 2019

Standarisasi Mutu Produk Agro Industri dan Jaminan Keamanan Makanan Olahan.

Standarisasi Mutu Produk Agro Industri dan Jaminan Keamanan Makanan Olahan.
Standarisasi mutu produk dan jaminan keamanan pangan olahan mesih menjadi issue utama dalam pengembangan produk utama UMKM. Kegiatan-kegiatan untuk terus memahamkan atas hal tersebut di atas akan terus menjadi agenda setiap instansi yang terkait. Hal ini yang seringkali masih menjadi kendala dalam program UKM Go Export. 

Beberapa Issue global yang mempengaruhi pentingnya standarisasi mutu produk agro industri adalah:
  • Global partnership membutuhkan adanya sebuah standard yang menjadi tolok ukur mutu dan jaminan keamanan pangan.
  • Food Industri membutuhkan sebuah standarisasi mutu.
Referensi:


Indonesia: 
  • Keppres No. 7 Tahun 1984 Badan Standarisasi Nasional
Internasional:
  • Codex Alimentarius
  • ISO 9000
  • ECO Labelling
Badan Standarisasi Internasional berpusat di Jenewa (Swiss) tetapi setiap negara memiliki standar mutu masing-masing.
  • Adopsi ISO 9000: SNI – 19 – 9000
  • JAS, JIS, FDA, USA
  • Japan Agricultural Standar (JAS)

PROTEKSI PADA TINGKAT PRIMER


Produk perikanan:

  • Bangkok 2004 (INFORMASI FISH KUALA LUMPUR)
  • Ada rekomendasi Kesepakatan Perdagangan Tuna Dunia.
  • Japan Industrial Standard (JIS)
  • Profil Usaha Kecil Indonesia (SOSENAS) > 84% à teknologi sederhana/tradisional
PRINSIP MENCEGAH KERACUNAN MAKANAN PADA SAAT PRODUKSI:
  1. Tidak menempel; bahan baku bebas bahaya biologis dan fisik.
  2. Tidak tumbuh; bahan baku tidak tercemar mikrobiologis
  3. Dimatikan; mikrobiologis mati karena proses pengolahan

Contoh kasus : 

Jepang memberikan aturan standar pengolahan ice cream yaitu bahan liquid harus dipasteurisasi dalam kurun waktu tertentu.

PENGAWALAN PENGEMASAN

1. Metode pengemasan dan keawetan produk
  • Pemberian gas pengawet
  • Pengkondisian hermetis (pengalengan)
  • Vacuum method à produk beku rempah-rempah
PENGEMASAN PENYIMPANAN
  • Kondisi lingkungan : suhu, kelembaban cahaya
PENGEMASAN DISTRIBUSI
  • Produk beku dengan fasilitas khusus dry ice
  • Pengendalian kontak cahaya sinar matahari (produk minuman bervitamin dan food suplemen)
PENGENALAN SINGKAT METODE MAP UNTUK PRODUK OLAHAN PERIKANAN JENIS “DRY FOOD” DENGAN NITROGEN

Penggunaan Blanketing Nitrogen adalah cara pencegahan untuk melindungi makanan dari penurunan mutu dan kerusakan selama dalam penyimpanan dan distribusi ke konsumen.

Paten teknologi Messer Jerman (1990) yang disalurkan dengan nama dagang gas industri makanan dengan spesifikasi sebagai berikut :
  • Gas nitrogen dalam atmosfir bumi komposisinya mencapai 79%, sehingga dalam kondisi di kombinasi dengan bahan makanan, tidak mempengaruhi kesehatan.
  • Nitrogen adalah substansi bersahabat lingkungan.
  • Tidak meninggalkan residu kimia pada makanan tidak berbau, tidak berwarna dan tidak reaktif.
Uji pada abon ikan; Awet sampai >12 bulan selama kemasan tidak bocor.

ISU STANDAR BTM
  • Issu formalin pada produk perikanan dan kandungan histamin
Upaya tindak lanjut dinas terkait :
  • Pengenalan BTM yang aman dan halal.
  • Contoh alternatif : penggunaan bahan alami, jahe, kunyit, rempah-rempah.
  • Bimbingan produksi yang baik dan benar (aplikasi GMP) dengan dosis BTM
  • Bantuan alat packaging modern (automatis) yang menjamin produk aman pada batas waktu yang sesuai karakteristik produk.
Pelaku usaha kecil tidak mengandalkan BTM yang berlebih untuk pengawetan produknya.



SISTIM JAMINAN MUTU HACCP

|
JAMINAN MUTU PRODUK INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN
|
JAMINAN KEAMANAN PRODUK PANGAN
|
KONSUMEN


  • Pola pendekatan yang paling efektif untuk menjamin keamanan produk hasil industri makanan dan minuman adalah melalui “pendekatan sistem pencegahan bahaya”.
  • Tindakan pencegahan bahaya ini dituangkan dalam pola penerapan HACCP yang menjadi acuan pelaku industri makanan dan minuman.
JAMINAN KEAMANAN PANGAN

Unsur-unsur yang terkait dengan sistim jaminan keamanan pangan :

1. Pelaku bisnis tingkat primer meliputi : petani produsen bahan baku industri, pelaku usaha peternakan, perikanan, dan sebagainya.

2. Pelaku industri makanan dan minuman atau industri bahan baku setengah jadi. 

Keduanya harus memahami standarisasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional yang telah mengembangkan Sistim Standarisasi Nasional dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia menyangkut aspek-aspek antara lain keselamatan keamanan dan lingkungan hidup.

3. Lembaga pemerintah :
  • Undang-Undang Pangan Nomor 7 Tahun 1996 Pasal 20 ayat (1)
  • Tindakan Karantina
  • Labelisasi produk industri

PRODUK PANGAN HASIL INDUSTRI HASIL PERTANIAN (AGROKOMPLEKS)
|
KONSUMEN
|
AMAN
|
PELAKU INDUSTRI

•Bahan baku yang aman dari cemaran. Contoh : ayam bebas dari residu antibiotik, hormon, dan sebagainya. Sayuran bebas dari residu pestisida dan lain-lain.


SPESIFIKASI MAP dengan GAS NITROGEN

Gas Nitrogen
  • merupakan gas inert yang berfungsi sebagai pengawet
  • Mempertahankan warna
  • Produk-produk kering seperti “chips” abon, aneka snack tetap kering dan renyah.
  • Sebagai substansi yang bersahabat lingkungan dan tidak meninggalkan residu kimia pada saat digunakan pada preservasi makanan.
  • Secara kimia gas nitrogen tidak reaktif, tidak berbau dan tidak berwarna

GOOD MANUFAKTURING PRACTICE (GMP)

Adalah cara berproduksi / bekerja yang baik dan benar.

Mencakup bagaimana persiapan pengolahan, proses produksi secara benar dengan standart mutu yang telah ditentukan dan menjamin hasil jadi / hasil produksi (Finished good) memenuhi standart makanan olahan siap konsumsi tanpa tercemar dalam kondisi apapun.
  • Sistem produksi menggunakan metode yang benar
  • Kualitas kemasan
  • Sistim distribusi - Perlu dikontrol
  • Produk aman sampai ke konsumen
Contoh:

Sistim pengemasan “Seafood”

• Half cooking 
• Full cooking
Metode pengemasan : Vacum packaging
• Fresh seefood

Informasi singkat di atas adalah berbagai poin yang harus diperhatikan oleh UMKM yang memproduksi makanan olahan dan industri agro lainnya.





Sabtu, 05 Oktober 2019

Selling Lesson Hari Ini.

Selling Lesson Hari Ini.
Selalu menarik jika berbicara tentang pengalaman berjualan produk UMKM, sebagaimana yang akan saya sampaikan pada tulisan ini. Mungkin ini akan terasa lebih millenial daripada sebuah teori marketing yang sering diberikan oleh para pakar marketing. Tapi biarlah, kami lebih suka yang praktis seperti ini.

Ada beberapa pengalaman yang bisa disimpulkan dalam berbagai tahapan penjualan produk UMKM dilihat dari reaksi konsumen. Yaitu:

Mau Coba Dulu.

Ini adalah tahapan paling awal, ketika produk UMKM sedang ditawarkan pertama kali. Ketika konsumen melihat kemasan dan produk yang menarik dan sekiranya cocok dengan apa yang mereka cari dan butuhkan maka reaksi konsumen adalah ingin mencoba dulu produk tersebut.

Tahap justru yang paling penting dimana konsumen telah melewati batas keputusan ya/tidak untuk membeli, meskipun dengan keputusan moderat yang diambil yaitu mencoba terlebih dahulu. Produsen harus memberikan peluang kepada konsumen untuk mencicipi atau mencoba produk tersebut. 

Saat konsumen dalam durasi mencicipi dan mencoba, maka inilah momentum bagi produsen untuk memberikan edukasi-edukasi penting terhadap produknya dengan tujuan lebih menyakinkan produk tersebut. Namun harus diingat bahwa keputusan selanjutnya ditentukan oleh kualitas atau cita rasa produk yang dicicipi atau dicoba tersebut. Jadi pastikan bahwa produk yang siap kita jual telah prima kualitasnya.

Mau Lagi.

Inilah momentum yang sangat ditunggu oleh seorang produsen, kepuasan pelanggan atas pengalamannya yang pertama. Pastikan bahwa kualitas anda konsisten, termasuk pelayanan dan deliverynya. Karena selebihya kita hanya menunggu mereka memesan lagi.

Mau Lagi, Lagi & Lagi.

Di sinilah kita bisa mengatakan bahwa konsumen telah loyal pada produk kita, sehingga kita sudah perlu membangun sebuah sistem manajemen dan standard operating procedure agar semua produk dan layanan dalam kondisi seperti yang pertama atau bahkan meningkat.

Saat inilah mendapatkan momentum untuk menawarkan produk-produk lain yang kita miliki kepada konsumen tersebut karena mereka telah percaya dengan dengan kinerja bisnis kita.

Gak Mau yang Lain.

Jika produk kita telah dianggap sebagai SOLUSI bagi bisnis konsumen maka loyalitas yang kuat telah terbangun. Mereka telah nyaman dan cenderung tergantung dengan bisnis kita.

Mereferensikan dan Merekomendasi kepada yang lain.

Referensi dan rekomendasi adalah level pemasaran tertinggi karena kita telah mendapatkan kepercayaan dari konsumen dan konsumen mentransfer kepercayaan itu kepada orang lain.

Di atas adalah tahapan-tahapan yang saya cermati dari aktivitas pemasaran kami atas produk UMKM. Dimulai dengan sangat berat namun ketika sudah pada tahap yang ketiga, maka seolah kanal pemasaran telah mulai terbentuk dan siap kita kembangkan lebih lanjut. Sukses!