Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah program pembinaan dan pengembangan UMKM yang didedikasikan oleh unit TTIC (Trade, Training & Investment Center) Kamar Dagang dan Industri Propinsi Jawa Tengah (organisasi non profit) kepada pelaku UMKM di propinsi Jawa Tengah. Rumah UMKM merupakan wadah komunitas UMKM Jawa Tengah untuk membangun edukasi, komunikasi, organisasi dan jaringan pemasaran produk UMKM.

Minggu, 17 Desember 2017

Soto Mas Boed, Konsistensi Rasa Itulah Kuncinya.

Mas Boed, Pemilik Soto Ayam Mas Boed
Bertahun-tahun kami menjadi langganan Soto Ayam Mas Boed ini, karena memang lokasinya hanya sekitar 3-5 menit dari rumah. Dari dulu hingga hari ini rasanya tidak berubah, masih tetap sama. Konsistensi rasa ini sangat sulit dilakukan oleh warung-warung soto yang lain, apalagi jika sudah diserahterimakan ke generasi berikutnya.

Konsistensi rasa atau kualitas memang selalu menjadi permasalahan umum bagi produsen makanan dan minuman. Jika ada UMKM yang bisa konsisten dalam rasa dan kualitas, maka peniliaian dari kami adalah karena mereka memiliki SOP dan memiiki kontrol kualitas yang jelas. Meskipun mungkin yang dimaksudkan SOP di sini tidak secara tegas dalam wujud tertulis namun adalah sebuah proses yang konsisten dan jelas yang bisa diikuti dengan baik oleh pelaksana proses.

Dalam rutinitas memang terlihat pemilik warung soto ini dengan konsistensi mengawal proses tersebut, karena tanggung jawabnya kepada konsumen. Integritas seperti ini memang diperlukan oleh seorang pengusaha dalam memberikan jaminan kualitas kepada konsumen. 

Selalu ramai dengan pelanggan tetapnya.
Beberapa kali kami terlibat diskusi dengan warung soto ini, terutama terkait dengan pengembangan usahanya ke depan. Apakah warung soto ini akan menjadi wara laba atau akan mengembangkan cabang sendiri dengan cara kemitraan. Jika tertarik dengan waralaba (sebenarnya memang sangat potensial untuk waralaba) maka Mas Boed harus segera mengurus merk, mempersiapkan sistem manajemen baku dan SOPnya. Tetapi jika hal ini butuh waktu yang lama, maka melakukan kemitraan dengan investor bisa menjadi alternatif.

Tidak sedikit pelanggan luar kota yang mempertanyakan kemungkinan buka cabang di kotanya, karena melihat adanya peluang di daerahnya. Dan hal inipun sedang dipertimbangkan untuk bagaimana bisa memenuhi permintaan tersebut, mulai dari bagaimana membuat racikan bumbu yang sudah pre-mixed, mengajarkan SOP memasak soto dan menyajikannya melalui training dan memonitor kualtias secara berkala untuk memastikan bahwa kualitas di cabang tidak bergeser atau berubah. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana melakukan profit share usaha ini dan bagaimana kontrol penjualannya. 

Perkembangan bisnis sangat ini harus "memaksa" bisnis warung soto ini berkembang, dan hal ini disadari benar oleh Mas Boed sehingga hal-hal tersebut diatas sedang digodog dengan masak agar tidak mengecewakan mitra bisnisnya. Bagi para investor, melihat bisnis ini pasti sangat menjanjikan sehingga "anggukan kepala" dari principal sangat mereka tunggu. Sekilas pemilik usaha ini mengisyatkan bahwa untuk cabang yang masih di sekitar Semarang adalah sangat memungkinkan, tetapi untuk yang jauh dari Semarang sementara belum bisa disepakati.

Ya inilah Soto Ayam Mas Boed, yang memberikan warna kuliner di daerah Banyumanik Semarang menjadi beragam. Meskipun banyak pesaing, tetap saja warung soto itu tetap bertahan karena sangat teguh dalam berkomintmen dengan rasa dan konsistensinya. Sikap ini adalah penghargaan yang besar kepada para pelanggannya, dimana mereka tidak akan kecewa dengan ekspektasi mereka saat mengunjungi warung soto ini. 





















Kopi Tarik, Ritual Tariknya Yang Menarik

Agus Sutopo dan Kopi Tarik Ungaran-nya.
Saya mengenal sosok Pak Agus pemilik kedai Kopi Tarik Ungaran adalah saat memberikan pelatihan UKM Go Ekspor di Resort Wujil Kabupaten Semarang. Saat itu beliau meminta saya untuk sekali waktu bisa mengunjungi kedai kopinya di Ungaran, dan baru Sabtu sore ini kesempatan itu datang.

Ramai karena memang kedai kopi ini memang unik disamping masih satu-satunya kedai kopi di kota Ungaran yang menjadi tempat nongkrong dan ngobrol. Pastinya kedai ini berbeda dengan kedai-kedai kopi yang ada di Semarang yang terkemas modern, kedai kopi yang satu ini justru mengusung konsep tradisional. Indonesia juga memiliki budaya ngopi sejak lama, terutama kopi tarik dari Melayu ini yang menjadi unik karena ritual tarik-tarik kopinya.

Soal rasa anda boleh coba, karena saya juga mendapati bahwa cita rasa kopi di sini juga unik dan khas. Ternyata untuk memiliki kedai kopi unik tidak harus berinvestasi mahal, inilah yang saya pelajari dari kedai Kopi Tarik Pak Agus ini dan semoga apa yang saya tulis hari ini bisa menginspirasi teman-teman yang ingin membangun kedai kopinya sendiri, kedai kopi tradisional Indonesia.

Ritual membuat kopi tarik yang unik.

Ritual kopi tarik yang unik.
Meracik kopi menjadi daya tarik sendiri.

Daya tariknya adalah pengunjung bisa melihat mereka meracik kopi.
Daya tarik kopi adalah ritual meraciknya.

Pemilik pun harus jadi yang paling ahli.
Ritual kopi tarik
Meracik kopi sambil meracik networking.
Ngobrol dengan customer, itu hal penting dalam membangun networking.
Mulai sekarang saya jadi pelanggannya.
Kedai Kopi Tarik ini terletak di sepanjang jalur bus dan truk di Jl Kartini No 230B ke arah alun-alun lama yang menjadi pusat kuliner kota Ungaran. Tidak jauh dari lokasi kedai kopi ini juga ada Gethuk Kethek cabang dari Salatiga yang juga sangat terkenal. 

Dekat dengan para pelaku UMKM memang selalu saya usahakan, banyak pelajaran yang bisa kami dapat dari mereka. Jika selama ini seolah saya-lah yang menjadi mentor mereka untuk berkembang, maka sebenarnya kesempatan ini mereka-lah mentor saya. Saya belajar banyak bagaimana mereka mengelola bisnis, melihat konsep bisnis mereka secara nyata dan mendengar apa yang mereka cita-citakan di masa mendatang. Saya-lah murid mereka hari ini, dan saya akan selalu berusaha menjadi murid yang baik bagi mereka karena jangan lupa hari ini saya adalah customer mereka.

Saya menyadari bahwa selalu duduk di belakang meja dan berpura-pura tahu apa yang sebenarnya terjadi pada UMKM akan membodohkan saya pada akhirnya, maka mengunjungi mereka dan melihat mereka melakukan usahanya adalah cara terbaik melihat kenyataan bisnis yang selama ini saya mentori.

Konsep Tradisional Juga Menarik.

Jika selama ini banyak yang ragu-ragu membuka kedai kopi karena peralatannya cukup mahal, maka apa yang saya sampaikan hari ini akan sedikit membuka wawasan bahwa sebenarnya ada konsep tradisional yang jika dikelola dengan baik juga hasilnya bisa setara dengan kedai kopi modern. Semua ada marketnya, dan semua ada segmennya, mungkin itu yang bisa saya sampaikan kepada para calon pengusaha kedai kopi yang masih ragu-ragu memulainya.

Kecenderungan pergeseran pasar ke arah wisata membuat bisnis resto, hotel dan kedai kopi menjadi subur di kota-kota besar, dan hal ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan untuk mengais profit. Kejenuhan dengan rutinitas menjadikan kedai kopi menjadi kantor baru untuk para pengunjungnya, baik untuk bekerja atau sekedar hang out saja. Jika beberapa waktu lalu saya mencoba mengangkat Strada Cafe sebagai Cafe Bisnis maka untuk Kopi Tarik ini akan lebih tepat sebagai Cafe Nongkrong. Jelas sekali pasar yang dibidik sangat berbeda, di Kopi Tarik bukan untuk bekerja melainkan sekedar untuk nongkrong dan berkumpul dengan relasi.

Konsep bisa apa saja, tergantung pasar yang akan dibidik dan potensi yang dimiliki bisnis ini. Dengan bertemu dengan mereka secara langsung kita akan tahu siapa sebenarnya segmen dan target pasar yang sedang mereka garap, dan positioning apa yang sedang mereka usahakan. 




 
 



 


Sabtu, 16 Desember 2017

Bisnis Kopi, Teh dan Coklat Adalah Bisnis Membangun Kultur

Kembangkan konsep pasar anda sendiri.
Kita sepakati dulu bahwa yang dimaksud kultur di sini adalah sebuah kebiasaan yang meluas dari satu individu atau komunitas kepada individu atau komunitas yang lain daripada kita nanti akan memperdebatkan sesuatu yang tidak akan selesai diperdebatkan. 

Banyaknya produsen kopi, teh dan coklat yang bermain di pasar membuat setiap produsennya harus kreatif dalam membangun konsepnya masing-masing. Silahkan saja mereka bermain dengan pasar yang konvensional, selama mereka mampu mendulang profit atasnya. Namun sebenarnya banyak dari para pelaku UMKM produsen kopi, teh dan coklat yang memasuk pasar modern seperti supermarket dan mini market datang kepada kami untuk menceritakan kasus yang sama, yaitu: cash flow !

Pada akhirnya mereka harus mereview volume dan proporsi sales mereka ke pasar modern tersebut karena pembayaran tempo, beban listing fee, beban pajak dan sebagainya yang kesemuanya itu tidak "bersahabat" dengan cash flow mereka. Kemampuan mereka membidik pasar non konvesional akan menjadi "penyelamat" bisnis mereka. Pasar horeka, toko oleh-oleh dan pasar modern seolah tidak peduli bagaimana keterbatasan cash flow mereka, karena mereka ingin kepentingan bisnis mereka selalu menang. 

Lantas apakah pasar itu harus ditinggalkan? Kami tidak mengatakan hal demikian, melainkan mengajak para pelaku UMKM membangun strategi pemasaran yang proporsional untuk setiap pasar. Mereka harus profit dan mereka harus menyelamatkan cash flow-nya, karena tujuan utama bisnis ada kedua hal tersebut. Membantasi penjualan ke pasar-pasar tersebut sepertinya harus sudah dipikirkan oleh para pelaku UMKM. 

Menyelamatkan profit dan cash flow dan keterbatasan pasar karena ketatnya persaingan memaksa pelaku UMKM untuk kreatif dalam membangun konsep pemasarannya sendiri, mereka harus mampu menciptakan pasarnya sendiri dengan konsep bisnis yang mereka bangun. 

Menggarap Pasar Digital Secara Optimal.

Mempertimbangkan pemasaran onilne merupakan langkah yang bijaksana, karena selain memang jamannya sudah mengharuskan demikian juga hal bagaimana para pelaku UMKM bisa mendapatkan pembayaran cash before delivery sehingga cash flow-nya selamat. Selain itu pemasaran digital adalah salah satu langkah untuk mengingkatkan efisiensi dan produktivitas.

Memasarkan produk secara online mungkin sebagian besar pelaku UMKM sudah banyak yang tahu, namun mereka juga tahu bahwa persaingan di dunia maya pun tidak kalah sengitnya. Harus adalah konsep yang matang dan kreatif untuk menghadapi kondisi semacam ini.

Singgih Andi Purbowo (Andi), Founder & Owner Kakakoa Chocolate
Topik ini adalah salah topik yang kami diskusikan dengan founder dan owner dari Kakakoa Chocolate di UMKM Center sore ini. Bagaimana membangun konsep pemasaran online yang bisa "engaged with customer emotional" menjadi topik yang sangat menarik bagi Kakakoa karena kebanyakan kami tidak memberikan solusi kreatifnya kepada UMKM karena di antara mereka tidak memintanya.

Prinsip dari konsep ini adalah bagaimana membuat customer ikut merasa memiliki bisnis yang anda lakukan, dan mereka secara sukarela ikut mengembangkan bisnis tersebut dengan anda.

Membangun Pasar Anda Sendiri.

Pasti tidak akan kami buka apa yang sudah kami konsepkan untuk Kakakoa kepada publik karena setiap bisnis memiliki potensi, karakter dan jalurnya sendiri-sendiri. Mereka harus memiliki spesialisasi dan harus saling terkoneksi karena saling membutuhkan. Topik membangun pasar sendiri dengan konsep pemasaran yang unik dan mengeksplorasi potensi dan asset yang dimiliki menjadi diskusi yang panjang di sore ini.

Menjadi kreatif adalah memahami potensi diri secara detail dan mampu mengembangkannya secara berbeda (unik) dari para pesaingnya. Dan hal inilah yang kami ekspolarasi bersama dengan Kakakoa untuk membangun sebuah konsep yang berbeda dan belum pernah dilakukan oleh para pesaing mananpun di dunia ini.

Konsep "engaged with customer emotional" berlaku juga dalam membangun pasar sendiri. Banyak potensi besar yang sebenarnya dimiliki oleh para pelaku UMKM tetapi  mereka tidak menyadarinya, banyak asset yang juga telah dimiliki oleh para pelaku UMKM tetapi mereka sendiri lupa jika telah memilikinya. Mengenali apa yang menjadi potensi dan apa yang telah mereka memiliki adalah langkah awal dalam membangun solusi kreatif berupa konsep pemasaran yang unik,

Selanjutnya memahami pasar dan perilakunya merupakan langkah kedua yang harus dipahami setelah mengenali potensi dan asset yang telah dimiliki. Memahami lingkungan bisnis dan perubahan-perubahannya merupakan sebuah tuntutan yang wajib dilakukan oleh pelaku bisnis. 

Kesenjangan antara potensi dan asset yang dimiliki dalam memenuhi kebutuhan pasar yang sesuai dengan perilaku dan sesuai dengan kondisi bisnis yang berlangsung merupakan sebuah masalah yang harus dicari solusinya. Memahami bisnis ini secara detail merupakan modal dalam membuat solusi-solusi kreatif dari permasalahan tersebut. Setiap detail proses bisa diberikan sentuhan kreatif sehingga pada akhirnyan nanti solusi akhirnya adalah solusi yang benar-benar kreatif.

Berbeda, unik dan sesuai dengan potensi dan karakater bisnis adalah ciri khas dari solusi kreatif tersebut. Hal inilah yang selalu menjadi strength point dari solusi-solusi yang diberikan Rumah UMKM dalam setiap konsultasinya.

Demikian apa yang bisa kami bagi hari ini, semoga bermanfaat bagi pelaku UMKM yang lainnya.




 



Jumat, 15 Desember 2017

12 Tips Meningkatkan Modal Ventura untuk StartUp


Tips meningkatkan modal ventura
Tugas yang paling berat untuk membantu para start up seperti start up Krenova adalah mencarikan mitra investor untuk mereka. Banyak sekali tantangan yang harus kami hadapi ketika mencoba melakukan presentasi produk mereka di beberapa pihak yang bisa menjadi investor maupun sponsor untuk mereka, sehingga kami harus terus belajar untuk memahami bagaimana mendapatkan investor bagi para start up.
 
Banyak hal yang mesti kami pahami selain hanya hitung-hitungan bisnis dan prospek bisnis ke depan, dan beberapa waktu yang lalu sempat belajar dari berbagai sumber dan mereka memberikan beberapa tips sebagai berikut:

1.) Tentukan Terlebih Dahulu; Anda Ingiin Menjadi Pemilik Usaha Atau Anda Ingin Menjalankan Usaha Sendiri?

Untuk menjadi seorang pengusaha, anda harus tahu apa yang menjadi keinginan anda sendiri. Menjadi pemilik usaha (high impact) adalah karena tidak ingin terlibat dalam rutinitas usaha terlalu lama karena selanjutnya anda ingin menjadi pemilik bisnis bukan pengelola bisnis. Biasanya pelaku usaha UMKM adalah type pengelola bisnis, yang menjalankan semua proses sendiri dan menjadi Boss atas bisnis tersebut.

Kedua hal tersebut di atas sangat berbeda, dan anda harus menentukannya sejak awal apakah anda akan terlibat terus dalam rutinitas bisnis tersebut atau anda akan selanjutnya mempercayakan usaha tersebut kepada orang lain untuk mengelolanya dan anda akan mengembangkan usaha lain untuk diperlakukan serupa.

2.) Anda harus terus bergerak

Menjadi pemilik usaha bukanlah alasan untuk tidak 'bergerak" karena bisnis saat ini sangat dinamis dan semua orang dituntut selalu bergerak. Ketika satu bisnis sudah berhasil anda ciptakan maka anda harus bergerak kembali membangun bisnis yang lain. Begitulah tuntutan bisnis saat ini.

Pasti tidak mudah untuk melakukan tips yang satu ini, apalagi kondisi kita adalah start up. Pergerakan yang paling mudah adalah dengan menyempurnakan bisnis atau produk yang telah kita miliki, sehingga mampu memberikan kepercayaan kepada mitra untuk bekerjasama dengan kita.

3.) Anda harus memilik team kerja yang bagus.

Faktor SDM selalu menjadi yang mendasar dalam sebuah organisasi usaha. Investor juga akan melihat faktor ini sebagai hal yang sangat penting. Mereka lebih tertarik pada organisasi bisnis, bukan pada bisnis perorangan.

Penataaan dan sistem manajemen yang baik yang didukung oleh kinerja SDM yang memadai merupakan modal awal anda menawarkan sebuah organisasi bisnis kepada investor.

4.) Fokus pada team sendiri.

Anda harus fokus pada pemberdayaan dan pengembangan team anda sendiri, bagaimana anda mengenali potensi dan karakter dari masing-masing individu terkait dengan tugas dan fungsi keberadaannya sebagai team anda. Membangun team yang sama visi dan memilki kinerja yang terukur adalah tujuan anda dalam mengelola team anda.

5.) Dapatkan seorang mentor yang bijak (yang praktisi)

Sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki konsultan yang memahami bisnis yang dijalankan dengan baik. Mentor dari kalangan praktisi akan sangat membantu dalam memberikan solusi praktis atas masalah yang dihadapi organisasi usaha. Investor juga akan melihat hal ini sebagai nilai tambah untuk mereka, karena pengusaha memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

6.) Perlakukan bisnis anda seolah sebuah permainan yang anda ingin memenangkannya.

Apa yang paling ditakuti dalam bisnis adalah kebosanan, karena hal ini bisa sangat merugikan bagi bisnis itu sendiri. Untuk mengatasi kebosanan, pengusaha dan team harus memperlakukan bisnis tersebut sebagai sebuah permainan yang harus selalu mereka menangkan sehingga mereka bisa merasakan tantangan dan penghargaan.

Menikmati setiap proses dan pencapaian merupakan hal-hal penting dalam setiap permainan, sehingga mereka terhindar dari kebosanan.

7.) Kegagalan adalah hal biasa

Banyak orang takut akan kegagalan, tanpa mereka menyadari bahwa kegagalan adalah suatu indikasi jelas akan sebuah kesalahan. Belajar dari kesalahan membuat orang semakin berhati-hati dan selalu melihat secara detail setiap proses yang dilaluinya.
 
Kegagalah adalah hal yang sangat biasa bagi para pengusaha, justru mereka harus merasakan hal ini sebagai sebuah kontrol diri.

8.) Pelajari aturan bisnis dan modal ventura.

Anda masuk dalam sebuah bisnis, dan anda tidak memahami atas aturan main yang berlaku dan regulasi-regulasi yang ada? Hal ini bisa menjadi penilaian yang konyol bagi para investor, karena mereka akan merasa bahwa banyak sekali resiko yang akan mereka hadapi ketika berinvestasi di bisnis anda.

Anda harus belajar mengenai aturan main, etika dan peraturan-peraturan yang terkait dengan bisnis anda. Ketidaktahuan anda atas hal in bisa menjadi resiko yang fatal pada bisnis anda, yang tentunya anda sendiri tidak ingin mengalaminya apalagi investor.

9.) Pilih investor dengan hati-hati sebelum anda mengirimkan proposal bisnis anda.

Tidak semua investor sesuai dengan bisnis anda, anda harus memilihnya secara hati-hati sebelum anda melakukan presentasi bisnis kepada mereka. Banyak waktu dan biaya terbuang sia-sia hanya karena tidak bisa memilih investor dengan tepat.

Dan perlu diingat, proposal bisnis anda adalah asset yang berharga yang tidak perlu semua orang tahu dan dapat menirunya.

10.) Memiliki kesadaran situasional atau lingkungan dan kondisi bisnis yang berlangsung.

Kepekaan anda akan situasi bisnis dan lingkungan bisnis akan banyak membantu anda dalam membuat strategi dan keputusan. Investor akan menanyakan banyak hal, terutama faktor eksternal, kepada anda terkait dengan bisnis yang anda presentasikan. Pahami benar kondisi bisnis yang berjalan dan terjadi saat ini dan anda harus benar-benar menjadi orang yang peka terhadap setiap perubahaan-perubahan kondisi dan situasi yang terkait dengan bisnis anda.

11.) Dengan memiliki investor anda harus mendapatkan nilai tambah, bukan sekedar cuma bisnis berjalan.

Hal penting lainnya adalah anda mencari investor adalah untuk berkembang, bukan sekedar bisnis tersebut berjalan. Anda harus memperhitungkan benefit-benefit untuk anda sendiri selain benefit-benefit yang anda tawarkan kepada investor.

Pihak investor akan cenderung serakah jika melihat peluang, dan anda harus mengamankan posisi anda untuk selalu mendapatkan benefit atas bisnis yang anda rintis dan rencanakan.

12.) Jangan takut gagal, terus berusaha.

Untuk mendapatkan seorang investor bukanlah hal yang mudah, mungkin anda akan mengulang prosesnya berkali-kali sampai akhirnya anda akan menemukan investor yang cocok dengan kemauan anda. Tidak perlu takut gagal dalam sekali-dua usaha, bahkan mungkin anda harus terus berusaha sampai beberapa kali lagi.

Demikian apa yang bisa saya sharing kepada teman-teman start up dan UMKM, semoga ilmu yang saya dapatkan dari para praktisi ini bisa bermanfaat bagi semua. Salam sukses !

Kamis, 14 Desember 2017

Kopi, Yang Menyatukan Visi Dalam Networking.

Cafe Strada, seolah kantor kedua Rumah UMKM
Marketing is about connecting the dots, mungkin hal ini adalah apa yang saya yakini dalam perkembangan pemasaran jaman now yaitu membangun networking. Bagaimana informasi yang berkualitas ternyata lebih cepat tersebar dalam network daripada melalui media lainnya. 

Strada Cafe hanya 5 menit dari kantor, dan selalu menjadi tempat bagi kami untuk bertemu dengan relasi, UMKM maupun dengan pengusaha-pengusaha lain. Perkembangan Strada Cafe ini sebagai cafe bisnis cukup pesat, sebagaimana hari ini ketika kami bertemu dengan teman-teman dari industri pembiayaan. Hampir semua kursi terisi di sore ini, dan Cafe ini segera menjelma menjadi ruang meeting bisnis bagi para pengunjungnya.

Kami merasakan bahwa environment bisnis di Cafe ini sangat kental karena beberapa pengusaha terkemuka di Semarang ternyata juga menjadi pengunjung tetap Cafe ini. Di sinilah kami ingin larut dalam suasana networking yang dibantu oleh pemilik Cafe sebagai jangkar koneksi satu sama lain. Kopi benar-benar menyatukan berbagai visi.

Bersama relasi dari industri pembiayaan.
Networking di Cafe Bisnis

Bisnis dimulai dari informasi, komunikasi dan transaksi transaksi. Mungkin inilah pemahaman sederhana kami dalam membangun networking, mulai dari berbagi informasi, berdiskusi dan berkomunikasi dan selanjutnya menuju ke arah transaksi. Perkembangan bisnis yang luar biasa di luar lingkungan kita tidak bisa terserap seluruhnya oleh kita dengan keterbatasan kemampuan yang kita miliki, butuh pihak lain yang bisa mengisi kekurangan tersebut sehingga dari latar belakang inilah kebutuhan untuk membangun networking tumbuh semakin kuat.

Network membuat dunia semakin kecil. Dunia digital telah mengajarkan kepada kita bagaimana semua harus 'terkoneksi" dan menjadi "spesialis". Semakin luas network yang kita bangun maka semakin besar peluang bisnis yang datang kepada kita dan semakin besar kemampuan kita dalam menangkap peluang tersebut. Jaringan supply, jaringan distribusi dan jaringan pemasaran yang selalu kita bangun pada akhirnya akan memberikan hasil yang mengejutkan.

Ngopi bareng, sambil memberikan konsultasi dengan UMKM


Membangun konsep bersama mitra kerja.

Networking
Konsep memberi dan berbagi dalam networking adalah yang terpenting, dengan "memberi" dan "berbagi" maka jejaring kita akan terus tumbuh. Ketika dari kita hanya mau menerima informasi tanpa mau berbagi maka networknya tidak akan bertumbuh dan mungkin justru akan terputus.

Tidak mudah menyatukan visi dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan ternyata "kopi" atau "ngopi" adalah ajakan networking yang sulit sekali ditolak. Banyak orang suka "ngopi" sehingga kegiatan ini bisa menjadi sebuah undangan atau ajakan untuk memulai networking. 

Cita rasa, suasana dan hospitality merupakan bagian dari budaya "ngopi" yang harus tercipta agar Cafe memiliki daya tarik sebagai tempat networking atau komunitas bisnis.Tidak mudah membangun konsep cafe yang seperti ini, dan hal ini perlu dipahami oleh para pemilik Cafe. 

Banyak Cafe tumbuh di kota Semarang, namun menjadi sebuah Cafe Bisnis tidaklah mudah. Jika Starbuck dan Coffee Bean di kota besar bisa menjadi Cafe Bisnis namun di kota ini, mereka hanya sebagai tempat hang out atau nongkrong saja. Baru di Strada Cafe ini perlahan-lahan saya melihat Cafe ini tumbuh menjadi Cafe Bisnis seperti yang saya harapkan. Pengunjung bisa datang dan bekerja di Cafe ini sambil menunggu relasi, karena suasananya mendukung. Saya berharap di kota Semarang tumbuh Cafe yang semacam ini sehingga memberikan "ajakan" baru bagi kami untuk berkunjung dan membangun network.

 

 

Rabu, 13 Desember 2017

Dengan Kemasan Menarik, Produk UMKM Layak Bersanding Dengan Produk Industri.

Produk coklat UMKM, Kakakoa Chocolate
Dalam eCommerce, konsumen sudah tidak memperbandingkan apakah itu produk UMKM atau produk industri ketika produk itu tampil menarik dengan kemasan yang cantik. Hal inipun mulai merambah ke pasar modern (supermarket dan mini market), dimana konsumen sudah mulai melakukan hal yang sama.

Kemasan memang menjadi sangat penting bagi produk UMKM dalam menarik perhatian awal dari konsumen, dan selanjutnya kualitas produk itu sendiri yang akan melakukan ikatan emosionalnya dengan konsumen seperti cita rasa untuk produk pangan dan workmanship untuk produk non pangan. Ketika hal-hal tersebut sudah bisa dipenuhi oleh UMKM maka produk mereka layak untuk bersanding dengan produk industri, apalagi saat ini akses ke pasar modern bagi UMKM bukanlah yang sulit.

Ketika kami dan pemerintah terus mengingatkan bahwa produk UMKM harus lebih lokal dan sehat dengan bahan baku alami, maka produk dari industri harus mulai berbenah dengan hal yang sama karena konsumen akan mulai melirik produk UMKM yang mereka rasakan lebih khas dan "lebih sehat" dibandingkan dengan produk industri yang akrab dengan bahan baku aditif untuk menekan bisa produksi.

Teknologi tepat guna dalam skala kecil pun sudah mampu dijangkau oleh UMKM sehingga kualitas dan efisiensi produksi bisa dicapai, hal inilah yang akan membantu UMKM utnuk mencapai harga pokok produksi yang lebih kompetitif. 

Ketika Coklat Kakakoa yang merupakan produk lokal dari Kabupaten Kendal Jawa Tengah kami perkenalkan kepada pasar luas, berbagai pertanyaan mulai berdatangan kepada kami. Apakah produk tersebut adalah produk UMKM? Mengapa kemasannya bisa lebih bagus dari berbagai coklat yang ada di pasaran? Apakah UMKM tersebut yang melakukan desain kemasannya sendiri atau ada perusahaan desain yang membantunya? Dan berbagai pertanyaaan lain terkait dengan kemasan produknya.

Ketika konsumen mulai mencoba kualitas dan cita rasa produk coklat Kakakoa, mereka pun mulai bertanya-tanya lagi, mengapa produk ini coklatnya lebih terasa? Apakah mereka bisa memesan untuk support usaha mereka (cafe)? Apakah bisa melakukan supply dalam jumlah yang relatif besar? Dan sebagainya.

Sebagai pemenang UKM Pangan Award 2017, memang untuk kualitas dan kemasan kita sudah tidak perlu meragukan coklat Kakakoa, bahkan untuk jumlah yang relatif besar pun Kakakoa telah mempersiapkan fasilitas produksinya. Belum terlalu besar namun, mereka telah menyiapkan kapasitas yang terbaik untuk saat ini sesuai dengan proyeksi pasar mereka.t

Dalam kualitas, jika dibandingkan dengan coklat-coklat yang beredar baik yang dalam bentuk coklat batangan maupun bubuk coklat untuk minuman maka Kakakoa akan mampu mengambil tempat di hati pelanggan. Mengapa? Karena Kakakoa memiliki kebijakan untuk menggunakan coklat asli dari petani binaannya.

Pasar bisnis memang menjadi prioritas dari Kakakoa dan kami dari Rumah UMKM akan terus mendampingi UMKM ini sampai berkembang besar.



Selasa, 12 Desember 2017

Mengenalkan Sriboga kepada UMKM Jawa Tengah

Image result for pembinaan umkm Sriboga
Kedekatan Sriboga dengan pelaku UMKM.
Sebuah amanat penting dari Founder Sriboga, Bapak Bustanil Arifin, bahwa Sriboga harus peduli kepada UMKM secara bertahap telah terlaksana dengan berdirinya UMKM Center Sriboga di UMKM Center Jawa Tengah. Tetapi pembinaan ini sendiri pun sudah berlangsung lama, bahkan sekitar 6 tahun lalu pun kami telah mendapatkan informasi secara langsung dari CEO Group Sirboga, Bapak Alwin Arifin bahwa saat itu Sriboga telah melakukan pembinaan terhadap ribuan UMKM yang tersebar di pulau Jawa, saat itu ada sekitar 4 ribuan UMKM yang mereka bina dan saat ini sudah mencapai lebih dari 8 ribuan UMKM.
Sekilas menengok keterkaitan Sriboga dengan UMKM, berikuta saya cupik dari informasi resmi perusahaan Sriboga Group:

Bekerjasama dengan UKM

Bagian dari visi Sriboga sebagai sebuah perusahaan adalah untuk bekerja sama dengan Indonesia, UKM dan koperasi yang bergerak di bidang industri terkait tepung terigu yang mencapai 40% dari basis pelanggan perusahaan. Sejak tahun 2004, kami mulai aktif terlibat dengan UKM dan koperasi di seluruh nusantara dan hari ini kami bangga untuk menghitung 4.674 UKM di 175 komunitas dan koperasi dalam skema “Koperasi Koparomieyo”.

Melalui kemitraan tersebut, kami menyediakan pendidikan dan dukungan terkait dengan teknik produksi, pemasaran dan manajemen keuangan untuk mendorong praktik bisnis terbaik di industri tepung terigu di seluruh Indonesia. UKM disediakan dengan alat yang diperlukan dan pengetahuan untuk secara efektif mengembangkan bisnis mereka dan bergerak ke atas rantai nilai, sementara mengikuti standar industri dalam kebersihan dan kualitas makanan.

Sementara menjadi bagian dari komitmen CSR kami, kami mengambil pendekatan strategis dalam kegiatan kami dengan berpartisipasi pada pembangunan berkelanjutan dan industri tepung terigu lokal termasuk semua. Pendekatan yang unik ini telah memungkinkan kita untuk maju dengan cepat dalam menjadi produsen tepung terigu terkemuka di Indonesia, dan melalui memelihara kontak dekat dengan industri produk tepung terigu kita mampu merespon dengan cepat terhadap perubahan tren pasar. Kami membangun hubungan jangka panjang dengan pemula UKM dan mendukung pertumbuhan bisnis lokal baru dan merek. 

Visi Sriboga Program UKM: Mengembangkan dan memperluas kehadiran menguntungkan, Koperasi multi-tujuan mampu mengembangkan usaha mikro, kecil, dan bisnis berbasis tepung-menengah.  
Program CSR Perusahaan

Pada Sriboga Flour Mill, kita terlibat dalam kegiatan CSR pada tingkat holding, dengan visi memberikan kontribusi bagi masa depan Indonesia melalui pembangunan berkelanjutan dari bawah ke atas serta pendekatan dari atas sampai bawah. Pendidikan dan menciptakan generasi pemimpin yang bertanggung jawab untuk bisnis dan pelayanan kepada masyarakat merupakan pilar utama dari filosofi ini.

Program Tanggung Jawab Perusahaan (CSR) didasarkan pada unsur keempat misi perusahaan kami yang menyatakan bahwa ‘Sriboga Flour Mill berbagi tanggung jawab dengan pemerintah untuk mengambil peran aktif dalam memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya dan, khususnya, bahwa masyarakat di mana perusahaan beroperasi.


Pada tahun 1984, pemegang saham utama kami mendirikan IPMI Business School, sekolah bisnis terkemuka di Indonesia dan pelopor dalam memberikan program MBA dengan instruksi dalam bahasa Inggris. Kami terus memberi perlindungan kepada sekolah sebagai penyedia dana utama untuk memberikan kesempatan kepada siswa Indonesia yang paling berpotensi melalui beasiswa, dan dengan demikian memberikan kontribusi untuk menciptakan banyak manajer Indonesia dan pengusaha. IPMI telah menghasilkan sejumlah 2.300 alumni yang lulus dan telah mendapatkan posisi senior di perusahaan multinasional besar serta menjadi pebisnis yang paling diakui di Indonesia.


Selain itu, kami juga memberikan kesempatan beasiswa kepada keturunan mitra kami UKM untuk belajar di IKOPIN (Jatinangor, Jawa Barat) yang mengkhususkan diri dalam UKM dan ekonomi koperasi. Program ini telah berjalan sejak 2009 dan dirancang untuk berkontribusi pada pengembangan lebih lanjut dari UKM dengan mendukung pengembangan generasi berikut yang profesional dan berkualitas. Pada 2013, skema telah memberikan 35 beasiswa dan telah menghasilkan 10 lulusan berkualitas.
Mengenal Sriboga Group tidak akan terlepas dengan mengenalkan profil CEO Sriboga, Bapak Alwin Arifin kepada para pelaku UMKM, dan berikut adalah liputan khusus dari SWA yang berkesempatan berdialog dengan Bapak Alwin Arifin:

Alwin Arifin: Nanti, Bahan Baku Terigu Tidak Impor, tetapi Cari dari Lokal

Setelah sukses mengembangkan Grup Daniprisma, Alwin Arifin diserahi tanggung jawab mengelola dan mengembangkan Sriboga Ratu Raya. Kini, di tangan anak kedua Bustanil Arifin ini Grup Sriboga semakin menggurita.

Sriboga fokus pada bisnis tepung terigu, makanan dan distribusi. Induk usahanya di bawah PT Sriboga Ratu Raya. Perusahaan yang dinakhodai Alwin ini membawahkan beberapa anak usaha, yaitu PT Sriboga Flour Mill (bisnis tepung terigu), PT Sari Melati Kencana (Pizza Hut), PT Sriboga Bakeries Integra (bisnis roti), PT UD Sumber Rezeki (distribusi tepung terigu), PT Ratu Sima Internasional (roti pita), PT Sriboga Marugame Indonesia (Marugame), juga masuk ke bisnis pendidikan, melalui sekolah bisnis IPMI.

Secara keseluruhan, Grup Sriboga merupakan penyumbang terbesar pendapatan kelompok bisnis keluarga itu. Bagaimana Alwin mengembangkan Sriboga hingga beranak-pinak dan besar seperti sekarang? Berikut ini petikan wawancara wartawan SWA Sri Niken Handayani dengan Alwin.

Alwin Arifin, CEO Grup Sriboga (foto: Priyo Santoso)
Alwin Arifin, CEO Grup Sriboga (foto: Priyo Santoso)

Sejauh ini, bagaimana perkembangan bisnis Grup Sriboga?

Pada 1998, kami mendirikan pabrik terigu di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Lalu tahun 2002, kami mendirikan PT Usaha Dagang Sumber Rejeki untuk mendistribusikan terigu. Memasuki tahun 2004, Sriboga mulai merambah bisnis restoran dengan memiliki waralaba Pizza Hut. Tahun 2012, di bawah PT Sriboga Flour Mill, merilis PT Sriboga Bakeri Integra dan PT Sriboga Marugame Indonesia. Pada 2013, Sriboga Raturaya melakukan kerja sama investasi dengan Mitsubishi Corporation. Dan di tahun 2014 kami mendirikan PT Ratu Sima Internasional, merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi roti pita di Indonesia.

Model bisnisnya lebih ke B2B atau B2C?

Kami lebih ke business to business, dan saat ini baru merambah business to customer. Konsumen kami yang paling besar dan lama ada tiga pilar. Ada Sauron Bakery, pabrik terbesar kedua di Indonesia, 20% produksi kami sudah diambil sama mereka. Kedua, Nissin Biskuit di Semarang juga pakai punya kami. Dan, beberapa toko roti brand terkenal juga pakai tepung dari kami.

Namun, kami pun sudah meluncurkan produk baru bernama Easy Mix pada Desember 2015. Easy Mix merupakan bumbu serbaguna instan. Kelebihannya, tidak memakai MSG. Easy Mix sudah dijual di beberapa supermarket, tetapi memang belum kami lakukan promosi besar-besaran. Easy Mix terdiri dari dua macam, ada yang khusus tempura, ada juga yang khusus kue-kue. Saat ini Easy Mix sudah dipakai oleh beberapa resto. Ritel di terigu memang kami sudah masuk, tetapi tujuannya hanya untuk branding dan awaraness. Impor gandumnya dari Australia, Kanada, Rusia dan Ukrania.

Dari jumlah produksi, berapa jumlah yang dikonsumsi untuk Grup?

Untuk terigunya hanya 10%. Ke depan tetap akan business to business yang besar, sedangkan business to consumer akan menjadi pelengkap saja.

Apa sih kekuatan yang dimiliki Sriboga Raturaya?

Kekuatan kami adalah membuat spesifik terigu, dan manajemen untuk resto.

Bagaimana gambaran pertumbuhan bisnis Sriboga?

Tahun 2015, total omset mencapai Rp 5,1 triliun. Kontribusi terbesar dari Sriboga Flour Mill. Kalau dari logistik masih kecil kontribusinya, sedangkan Pizza Hut bisa mencapai Rp 2,5 triliun kontribusinya. Pangsa pasar untuk terigu sendiri saat ini sebesar 7%.

(foto: Wisnu Tri Raharjo)
 Alwin Arifin (foto: Wisnu Tri Raharjo)

Saat ini berapa jumlah cabang Pizza Hut, PHD dan Marugame?

Saat ini Pizza Hut sudah memiliki 330 cabang, yang terdiri dari 100 cabang PHD yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Tahun 2016, akan ada penambahan lagi 30 cabang yang terdiri 20 PHD dan 10 Pizza Hut. Marugame Udon sudah ada 30 cabang. Tahun ini rencananya akan tambah lima cabang lagi.

Tentang PHD, awalnya kami sudah mendengar bahwa Domino akan masuk ke Indonesia. Di luar sana Domino lebih unggul dibandingkan Pizza Hut. Maka sebelum Domino masuk waktu itu, kami langsung membuka banyak PHD.

Berapa investasinya?

Satu resto Pizza Hut membutuhkan sekitar Rp 3 miliar, sama juga dengan Marugame. Itu hanya untuk fisik, belum termasuk sewa. Karena kalau sewa, tergantung pada lokasinya.

Mengapa tertarik terjun ke resto?

Karena, marginnya lebih besar daripada terigu. Kalau resto langsung berhubungan dengan konsumen. Kami memang ingin adanya integrasi dari ujung ke ujung, upstream dan downstream. Kalau saat ini perusahaan terigu terbesar di Indonesia telah bermain di mi dan roti, kami tidak akan mau masuk ke situ. Karena kalau bermain di bidang yang sama, kami akan mati. Karena itu, kami masuk dari terigu ke resto. Lagipula, resto yang kami kembangkan semua bahan bakunya dari terigu.

Apa lagi yang sedang dikembangkan oleh Sriboga?

Kami sedang membuat satu perusahaan media khusus untuk digital. Bentuknya online digital, yang akan digunakan untuk marketing online seluruh Grup. Rencananya akan diluncurkan akhir tahun ini. Selain itu, kami juga sedang membuat resto lokal, seperti resto Indonesia-Chinese.

Bagaimana dengan bisnis logistik?

Logistiknya PT Usaha Dagang Sumber Rezeki itu khusus untuk pendistribusian terigu, misalnya Pizza Hut mau ambil terigu bisa pakai itu. Tetapi, ini tidak hanya untuk internal, untuk eksternal juga.

Apa sih tantangan utama dalam bisnis terigu ini?

Sekarang di terigu ada tiga hal yang negatif. Pertama, rupiah selalu lemah terhadap dolar. Kedua, supply over demand, sekarang pabrik lebih banyak daripada demand-nya. Ketiga, ada persaingan tidak adil, persaingan antarpemain-besar. Kalau pemerintah tidak memperhatikan, nanti akan seperti mi instan, ada dua pemain besar yang bersaing dan mendominasi: Indofood dan Wings.

Saat ini persaingannya seperti apa?

Persaingannya semakin berat, ditambah kondisi ekonomi yang sedang jelek sehingga ada beberapa perusahaan yang diambil alih oleh perusahaan lain.

Tahun 2008-09 pertumbuhan bisnis terigu terlalu bagus, sehingga banyak yang tertarik investasi. Lalu, dua-tiga tahun baru selesai bikin pabrik, eh di tahun 2015 ekonominya turun. Jadi, kalau mereka mengeluarkan produk baru, kan harus memberikan diskon. Kalau tidak, ya tidak laku. Sementara yang ada, mereka terus menjaga pasar juga, sehingga harga semakin turun. Jadi, tahun 2015 berat. Saat ini, di Indonesia total ada 30 pabrik terigu. Ada 12 pemain baru.

Dampaknya terhadap Sriboga? Bagaimana menyiasatinya?

Bagi Sriboga sendiri, sebenarnya tidak terlalu berpengaruh karena kami sudah punya konsumen sendiri dari tahun 1998. Mereka tidak pindah. Cuma, costumer yang baru-baru itu sangat mudah digoyang. Jadi, dari segi pasar kami tidak merasa berat.

Walaupun, tahun 2015 penjualan kami turun, tidak mencapai target. Kira-kira turunnya hampir mencapai 15%. Tahun 2015 kami targetkan 14 juta karung terigu, tetapi hanya dapat 12,5 juta karung (25 kg/karung).

Langkah yang diambil, kami melakukan efisiensi seperti mengurangi produksi, juga SDM. Saat ini jumlah karyawan sekitar 16 ribu orang.

Bagaimana pertumbuhan tahun ini?

Tahun ini kami optimistis akan naik 10%. Dulu kami merasa tidak perlu ekonomis, tetapi sekarang perlu karena kami butuh analis untuk proyeksi ke depan.

Tahun ini berapa proyeksi investasinya?

Tahun 2016 kami butuh Rp 500 miliar, di mana Rp 300 miliar untuk Sriboga Food Solution dan sisanya untuk resto.

Ke depan akan seperti apa model bisnis Sriboga?

Sekarang kami kan bahan bakunya impor, lalu dijual lokal. Ke depan kami akan balik: materialnya akan berasal dari lokal kemudian pendapatannya dari dolar. Jadi, bahan bakunya akan kami cari dari lokal, misalnya rumput laut yang memang asli dari Indonesia.

Anda kan generasi kedua keluarga Arifin. Bagaimana dengan generasi selanjutnya, apakah sudah disiapkan?

Saat ini, generasi ketiga ada 10 orang. Ada lima yang sudah lulus kuliah. Pertama, anaknya Bu Yani. Kedua, anaknya Emil kerja di CIMB, satu lagi jadi chef. Anak saya, satu senangnya film jadi kerja di MAP, yang kedua baru lulus dari teknologi pangan, satu lagi masih kuliah, dan yang terakhir masih SMA. Adapun anaknya Alex, yang satu masih kuliah di Jepang. Anak keduanya baru masuk kedokteran.

Rencananya, mereka kalau bisa tidak ikut gabung di sini. Biar mereka dengan profesi masing-masing, biar ini profesional yang pegang. Mereka jadi komisaris saja, biar tidak ribut.

Anda kan empat bersaudara. masing-masing pegang perusahaan apa?

Saya mengurus bisnis tepung terigu Sriboga Ratu Raya. Emil mengurus Daniprisma. Alex sekarang memegang Danitama, distribusi terigu. Selain itu, dia juga main di jagung, ketan, serta pabrik kayu dan karet di Medan.

Kakak saya, Yani, pegang sekolah Al Azhar di Lebak Bulus. Adapun ibu saya sendiri pegang pesantren Darul Hikmah dan perkebunan di Sumbawa.

Apa kearifan dari orang tua?

Bapak berpesan, dalam perusahaan jangan sendiri-sendiri, setiap buat perusahaan harus berempat masuk di dalamnya. (AMBS)

Sriboga Hadir Menyemarakkan Kembali UMKM Center Jawa Tengah

Penyerahan bea siswa kepada putra-putri UMKM binaan Sriboga Flourmills
Sudah waktunya UMKM Center Jawa Tengah kembali menjadi pusat pelatihan UMKM di Jawa Tengah, apalagi dengan hadirnya UMKM Center Sriboga yang dibuka pada hari Selasa, 12 Desember 2017 ini di UMKM Center Jawa Tengah. Acara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, UMKM Binaan Sriboga dan undangan menandai beroperasinya UMKM Center Sriboga di Jawa Tengah.

Pemilihan Jawa Tengah sebagai UMKM Center tentunya didasarkan oleh banyak pertimbangan, terutama oleh banyaknya UMKM binaan yang ada di propinsi ini dan juga dekat dengan pusat produksi Sriboga Flourmills yang berada di Kota Semarang. Pada kesempatan pembukaan ini, Irfan Wahyudi sebagai Manager UMKM Center Sriboga menjelaskan metode pelatihan UMKM di UMKM Center Sriboga.

Selama 2 tahun ini UMKM Center Sriboga akan fokus pada UMKM binaan yang berbasis tepung, namun setelahnya UMKM Center Sriboga akan membuka seluas-luasnya untuk membina UMKM dari berbagai macam bidang. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah memberikan sambutan.

Dominasi UMKM binaan Sriboga dalam acara pembukaan.

Wakil direksi Sriboga Flourmills membuka UMKM Center Sriboga

Irfan Wahyudi, Manager UMKM Center Sriboga.
Dalam kurun 2 tahun awal, UMKM Center Sriboga juga akan menggandeng UMKM pendukung seperti UMKM percetakan kemasan, UMKM mesin produksi dan pendukung lainnya guna memberikan akselerasi pengembangan UMKM binaannya.

Keberadaaan UMKM Center Sriboga di UMKM Center Jawa Tengah ini akan memberikan dampak semaraknya kembali UMKM Center Jawa Tengah, karena pelatihan UMKM akan lebih banyak lagi digelar di gedung ini dan menjadi UMKM Center Jawa Tengah menjadi pusat pelatihan dan konsultasi UMKM di Jawa Tengah. Pada kesempatan ini RUmah UMKM diundang oleh Sriboga Flourmills untuk mewakili Kadin Jawa Tengah sebagai mitra kerja yang akan memberikan support pelatihan di UMKM Center Sriboga.

Yang unik pada kegiatan ini adalah penyerahan bea siswa kepada putra dan putri pelaku UMKM binaan Jawa Tengah, karena penghargaan semacam ini belum pernah ada selama ini. Hal ini membuktikan bahwa Sriboga benar-benar memberikan perhatian yang luar biasa kepada para pelaku UMKM yang merupakan amanat dari pendirinya, yaitu Bapak Bustanul Arifin yang sangat peduli terhadap UMKM.

UMKM Jawa Tengah yang sebagian besar adalah UMKM Pangan bisa memanfaatkan keberadaan UMKM Center Sriboga ini, karena sebagian besar UMKM di Jawa Tengah adalah UMKM yang bergerak dalam bidang pangan.