Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Selasa, 13 November 2018

Visual, Bahasa Terbaik Untuk Customer Anda.

Pentingnya Bahasa Visual di Era Digital.

Simple, jelas dan meaningfull adalah konsep pesan dalam media digital saat ini, baik media online maupun media sosial. Pesan-pesan dalam media digital saat ini tidak lagi mengandalkan full text melainkan mengandalkan visual bahkan audio visual.

Saat ini pembaca media digital sudah terbiasa dengan multi tasking dan butuh waktu cepat untuk memahami sebuah pesan promosi sebuah brand. Keberhasilan promosi melalui media digital ditentukan oleh kualitas pesan (visual) dari brand dan nilai-nilai yang tersirat besertanya.

Jika pesan visual kita tidak menarik dan mampu memberikan pemahaman dalam waktu yang sangat singkat, maka upaya promosi kita menjadi kurang hasilnya atau tidak seperti yang kita harapkan.

Pada hari ini di studio masak DiahDidi.Com dilakukan pemotretan produk gula cair GULANAS sebagai materi promosi di dunia maya. Tujuan dengan menggunakan influencer DiahDidi.Com adalah karena follower food blog DiahDidi.Com dan IG @bunda_didi sangat besar dan loyal. Pesan-pesan ini ditujukan kepada konsumen akhir bahwa dalam kegiatan memasaknya DiahDidi.Com menggunakan produk gula dari brand GULANAS.

Berikut beberapa sesi pemotretan produk gula cair GULANAS yang kami lakukan di studio masak DIahDidi.Com:


Produk Gula Aren Cair GULANAS.

Produk Gula Tebu Cair Merk GULANAS.

Produk Gula Tebu Cair GULANAS versi GOLDEN, setara dengan madu.
Selain itu produk baru Sari Tebu GULANAS yang memiliki nilai tambah bisa menurunkan gula darah juga tidak luput dalam pemotretan hari ini, karena produk ini menjadi produk yang sangat diminati saat ini. Selain praktis dan alami produk ini memang sesuai dengan kebutuhan padar penderita diabetes karena bisa membantu mengendalikan kadar gula darah penderita diabetes.

Sari Tebu GULANAS, minuman segar untuk penderita diabetes.

Cukup 1 botol 250ml Sari Tebu sehari, anda bisa mengendalikan gula darah anda.
Dengan tulisan ini semoga teman-teman UMKM juga paham bahwa kami pun terlibat langsung dalam proses promosi produk-produk UMKM di Jawa Tengah agar promosi tersebut menjadi lebih masih dan terarah. Sukses!






Senin, 12 November 2018

Bagaimana Melakukan Segmentasi Pasar

 
Bagaimana Melakukan Segmentasi Pasar ?
Strategi marketing dimulai dari saat anda melakukan segmentasi pasar. Tidak semua pasar bisa kita layani dengan baik, segmen pasar yang tepat adalah segmen yang terbaik yang memiliki peluang lebih banyak untuk produk kita. Meskipun segmen lain juga memiliki peluang, namun peluangnya tidak akan lebih baik daripada segmen yang kita pilih.

Beberapa langkah dalam melakukan segmentasi adalah sebagai berikut:

1. Evaluasi pasar atau pasar mana yang ingin anda kejar. Tentukan metode mana yang anda inginkan untuk menentukan segmen anda dan definisi mana yang paling sesuai dengan model bisnis anda. Anda dapat mencirikan segmen menurut salah satu kategori berikut:
  • Geografi berkaitan baik dengan lokasi anda atau lokasi target pasar anda, di mana produk atau layanan anda akan digunakan.
  • Demografi adalah karakteristik statistik dari target pasar anda, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan atau ukuran rumah tangga.
  • Psikografi mencirikan konsumen dengan ciri-ciri psikologis atau emosional, berdasarkan pada sistem kepercayaan atau tipe kepribadian seperti pengambil risiko versus penghindar risiko, atau pengguna awal versus pembeli tahap akhir.
  • Gaya hidup adalah kriteria berdasarkan perilaku, dengan fokus pada kegiatan yang menjadi target anda, mulai dari pekerjaan hingga hobi yang dikejar atau liburan yang disukai.
  • Tahapan kehidupan menggabungkan beberapa karakteristik demografi dan psikografi yang dimiliki oleh kelompok-kelompok untuk menggambarkan di mana atau kapan target anda berada dalam siklus hidup mereka: kuliah dan karier, keluarga muda, nesters kosong dan sejenisnya.
2. Kualifikasi pasar atau pasar yang Anda pilih. Setelah anda mengevaluasi kriteria untuk menentukan pasar anda dan memilih pasar yang mungkin untuk ditempuh, nilai pasar berdasarkan potensi profitabilitas mereka untuk bisnis anda. Jawab pertanyaan berikut:
  • Seberapa besar segmennya sekarang? Apakah cukup besar untuk mendukung bisnis anda?
  • Seberapa mudah atau sulitkah mencapai segmen itu?
  • Akankah segmen itu tumbuh atau berkembang di masa depan? Seberapa jauh ke depan bisa tumbuh?
  • Apakah segmen ini benar-benar sesuai dengan model bisnis anda? Bisakah kita segera memenuhi kebutuhan mereka atau apakah perlu perubahan arah yang signifikan untuk memenuhi permintaan?
  • Seberapa sulitnya untuk mendapatkan data yang anda butuhkan untuk sepenuhnya memahami segmen ini, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini?
3. Kumpulkan dan analisis data di pasar yang anda pilih. Seiring waktu dan anggaran memungkinkan, gunakan sumber penelitian primer dan sekunder untuk membangun gambaran yang jelas tentang target pasar Anda.
  • Tinjau data penjualan anda sendiri. Siapa yang membeli berapa banyak produk atau layanan apa? Kapan mereka membeli? Di mana mereka berada? Siapa yang melakukan pembelian aktual dan untuk siapa mereka membeli?
  • Rujuk silang data penjualan ini ke database khusus industri yang dapat diprakarsai asosiasi anda atau website Dinas Perindustrian dan Perdagangan anda untuk mendapatkan informasi demografi bisnis dasar, atau tabel BPS untuk data populasi umum di wilayah anda atau dekat di mana wilayah Anda adalah kamu hidup
  • Tambang informasi dari laporan sindikasi gratis atau berbiaya rendah yang dihasilkan oleh perusahaan riset pasar untuk menyelam lebih dalam ke segmen pasar dan mendapatkan wawasan tentang motivasi yang mendorong kebiasaan pembeli.
  • Analisis data yang anda kumpulkan. Cari kesamaan dan perbedaan utama di antara basis pelanggan umum, keseluruhan populasi anda. Apakah kelompok-kelompok tertentu berkumpul bersama atau terpisah dari yang lain berdasarkan geografi, jeda demografi atau perilaku? Analisis klaster ini memberi Anda segmen yang lebih jelas, membantu anda menjawab pertanyaan kualifikasi dan memicu ide tentang cara berkomunikasi dengan segmen target melalui upaya promosi anda.
Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat. Sukses!
 

Sabtu, 10 November 2018

Pengenalan Key Performance Indicator (KPI) Kepada UMKM

Pengenalan Key Performance Indicator (KPI) Kepada UMKM
Setiap UMKM yang kita bina pasti akan berkembang, dan kita pun harus terus menyediakan bekal yang sesuai dengan perkembangan mereka. Kebutuhan mereka juga berkembang, tidak hanya sekedar manajemen secara umum, dan pemasaran saja yang mereka butuhkan tetapi sebuah strategic management yang lebih kompleks dan lebih rumit lagi. 

Hal ini ini terasa ketika mereka sudah berada di level kecil dan menengah, mereka butuh pembekalan KPI dan Balanca Score Card. Terkait hal ini berikut kami ingin menyenggol sedikit mengenai dasar-dasar Key Performance Indicator (KPI) yang harus mulai diterapkan kepada perusahaan-perusahaan skala UMKM. 

Kinerja Yang Baik dan Key Performance Indicator.

Kinerja perusahaan yang baik itu seperti apakah? Pasti ukuran antara satu orang dengan orang lain akan berbeda karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda dan mengakibatkan subyektivitas pada penilaian kerja.

Oleh karena itu Key Performance Indicators sangat penting, karena menghindarkan subyektivitas atau suka dan tidak suka dalam penilaian kinerja yang baik. Sangat berbahaya jika dalam manajemen perusahaan tidak ada pengukuran kinerja yang jelas dan obyektif karena bisa menyebabkan hancurnya motivasi karyawan di perusahaan tersebut, bahkan untuk skala kecil sekalipun.

Key Performance Indicators atau KPI adalah salah satu sasaran kerja yang diberikan kepada team yang bertujuan untuk proses evaluasi kerja yang ditetapkan secara kuatitatif. Matrix tersebut diberikan untuk mengevaluasi progress perkembangan dari sebuah organisasi untuk memastikan bahwa strategic goal yang termaktub dalam strategic management dapat terwujud kurun waktu tertentu. 

Ada 2 jenis KPI jika dilihat dari applikasinya, yaitu KPI FInancial dan Non FInancial Indicators dan bagaimana mengukurnya? Bila merujuk ke konsep Balance Score Card yang dikembangkan oleh Robert S Kaplan dan David P Norton, maka terdapat 4 pilar utama dalam mengukur kinerja organisasi, sebagaimana terlihat dalam gambar berikut:

The Balance Score Card Performance Measures, Robert S Kaplan and David P Norton.
 
Pilar 1: Innovation & Learning Perspective 

Pilar ini menekankan pada pentingnya budaya belajar, tata kelola SDM dan inovasi sebagai modal dasar dalam menjalankan dan membesarkan keberlangsungan bisnis  sehingga mampu memberikan nilai-nilai yang tinggi untuk semua stake holder. Hal ini dianggap penting karena organisasi yang berhasil adalah mereka yang terus belajar dan terbuka untuk mengembangkan inovasi bisnis secara periodik sesuai dengan situasi yang dihadapi oleh persuhaan.

Bebeapa contoh indikator yang bisa diterapkan dalam bisnis UMKM adalah: Number of Training Hours, HR Audit, Number of Developed People, Number of Certified People, Number of Internal Transfer, Employment Engagement Survey, Turn Over Rate, Innovation Implementation vs Plan, Number of New Idea, Innovation Success Rate dan indicator lain terkait dengan tata kelola SDM dan inovasi yang ada dalam perusahaan.

Jumlah KPI yang akan ditetapkan dalam perusahaan skala Kecil dan Menengah tergantung dari kebutuhan dan goal perusahaan, rata-rata antara 8 - 12 KPI.

Pilar 2: Internal Business Process.

Pilar kedua berkaitan erat dengan pilar pertama, yang intinya adalah bahwa jika karyawan senang bekerja dan memiliki kompetensi yang sesuai di posisinya, maka proses kerja atau SOP dapat berjalan dengan baik dan dapat dilakukan secara konsisten. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua proses kerja berjalan dengan konsisten.

Contoh indikator yang digunakan adalah Operational Audit, Management Audit, Brand Audit, ISO Certification dan hal-hal lain yang berhubungan dengan bagaimana kita menjaga konsistensi proses kerja yang berdampak kepada "kepuasan pelanggan" dan "karyawan".

Pilar 3: Customer Perspective.

Pilar ketiga ini berhubungan dengan ukuran "kepuasan" dan "loyalitas pelanggan" terhadap perusahaan yang merupakan dampak dari pilar pertama dan kedua.

Jadi, koneksi antara pilar pertama hingga pilar ketiga adalah: (Pilar 1) Jika karyawan happy, memiliki kompetensi dan berperan dalam inovasi, maka: (Pilar 2) Proses kerja akan berjalan dengan baik yang berakibat pada: (Pilar 3) Yaitu customer juga happy.

Pada pilar ketiga ini, perspektif yang ditonjolkan adalah lebih menitikberatkan kepada bagaimana persepsi kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan.

Contoh indikator yang digunakan: Customer Satisfaction Index, Number of Repeat Order, Number of Loyal Customer, Number of New Customer dan sebagainya. 

Pilar 4: FInancial Indicator. 

Jika pilar pertama sampai pilar ketiga dihitung berdasarkan non financial perspective, maka pilar keempat adalah indikator yang berhubungan dengan kinerja finansial perusahaan untuk melihat dari sudut pandang stakeholder yang merupakan dampak akhir dari ketiga aspek pilar di atas.

Contoh indikatornya adalah: Revenue, Expenses, GOP dan sebagainya dari sudut pandang bisnis dan keuangan.

Dengan keempat pilar KPI tersebut, kinerja perusahaan yang diturunkan ke kinerja departemen dan karyawan dapat diukur dengan pasti, yaitu dengan dengan pendekatan kuantitatif baik dalam bentuk mata uang, angka atau index dimana ukuran keberhasilan dilihat dari empat sudut pandang yang berbeda yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya tersebut.

Jika seorang manager di customer service, maka dia juga harus ahli dalam menjaga konsistensi standard, ahli dalam tata kelola SDM dan inovasi sehingga berdampak kepada pencapaian kinerja secara finansial. Keseimbangan dalam tata kelola perusahaan itulah yang disebut dengan Balance Score Card dimana ukuran keberhasilan diukur dengan Key Performance Indicator

Pada intinya KPI yang akan diterapkan haruslah disesuaikan dengan tujuan perusahaan masing-masing, karena setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Dengan tujuan ini, setiap perusahaan akan melihat aspek strategic management dari perspektif mereka masing-masing.

Jumat, 09 November 2018

Strategi Pemasaran di Saat Kondisi Krisis

Strategi Pemasaran di Saat Kondisi Krisis.
Beberapa kali dalam perjalanan panjang saya bekerja di perusahaan, saya menghadapi situasi yang sangat sulit. Mulai dari saat kondisi pasca kerusuhan 1998, krisis global tahun 2008 dan juga kondisi ekonomi saat ini yang semakin berat. Sungguh menjadi pengalaman yang berharga untuk bisa belajar melakukan praktek pemasaran di masa-masa yang sulit seperti di atas. 

Tentunya saya tidak ingin mengatakan bahwa saya berhasil mengatasi krisis tersebut, karena dari pengalaman tersebut saya ada yang berhasil hanya sekedar bertahan saja dan juga ada yang gagal sama sekali. Pengalaman berhasil bertahan dan gagal inilah yang kemudian memperbaiki berbagai keyakinan saya terhadap ilmu marketing yang sangat esensi.

Berikut beberapa hal kecil yang saya lakukan untuk mencoba bertahan dalam situasi yang sulit:
  1. Semakin mendekatkan diri kita dengan pelanggan lama kita, dalam rangka mempertahankan cash flow perusahaan. Harus diakui kita sering meninggalkan pelanggan-pelanggan lama kita untuk terus mencari pelanggan baru, sampai terkadang lupa bahwa pelanggan lama tersebut adalah komponen yang paling penting dalam mempertahankan cash flow perusahaan. Semakin memahami mereka, akan membuka peluang untuk mengembangkan penjualan kita dan mempetahankan hubungan yang lebih lama.
  2. Menggali semua potensi-pontensi yang ada dalam internal perusahaan secara kreatif agar mampu menemukan produk atau layanan baru yang bisa membuka peluang untuk peningkatan penjualan baik oleh pelanggan lama, maupun calon-calon pelanggan yang sudah masuk database namun belum bertransaksi dengan perusahaan.
  3. Buatlah paket-paket produk dan layanan yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan yang akan menjadi benefit untuk mereka.
  4. Cermati setiap perkembangan jaman, dan ikuti. Misalnya saat ini terjadi semua telah bertransformasi digital maka kita pun harus segera menyesuaikannya. Edukasi dan rekreasi adalah trend pasar saat ini, dan inipun harus diikuti perkembangannya.
  5. Evaluasi SDM yang kinerjanya dengan cermat, sesuaikan beban kerja mereka dengan kemampuan dan keahlian mereka masing-masing.
  6. Kadang ide-ide sederhana bisa menjadi penyelamat dalam situasi yang sulit, oleh sebab itu perbanyak komunikasi dan diskusi dengan anggota team kerja anda. Buatlah diskusi atau meeeting yang sistematis, cepat dan ringkas karena waktu menjadi sangat penting dalam situasi krisis.
  7. Buatlah action plan yang kreatif dan sederhana dengan target-target jangka pendek, dan eksekusi secara cepat.
  8. Cobalah cara-cara baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, untuk mengantisipasi kejenuhan komunikasi dengan pasar.
  9. Fokus kita dalam situasi sulit adalah untuk bertahan terlebih dahulu, jangan pressure team kita dengan target-target yang tidak masuk akal sehingga menyebabkan kreativitas mereka macet dan bekerja secara monoton.
Demikian beberapa hal yang menjadi pengalaman saya dalam menghadapi masa-masa sulit, semuanya saya fokuskan untuk 1 langkah ke depan saja, bukan beberapa langkah yang jauh. Dalam situasi yang sulit, semua dalam kondisi yang tidak pasti, langkah yang jauh pasti disertai pandangan yang kabur sehingga sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Amankan setiap langkah ke depan, berpikir jangka pendek terlebih dahulu serta pertahankan apa yang telah ada adalah strategi bertahan yang sangat jitu selama ini. Evaluasi pengalaman saya ketika gagal, karena menghadapi krisis globl di tahun 2008, adalah karena saya terlalu bernafsu untuk melangkah lebih panjang. Pengalaman ini menjadi peringatan buat saya dalam mengambil keputusan-keputusan dalam situasi sulit.

Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat untuk semua. Sukses!




Rabu, 07 November 2018

1.000 Pelaku Usaha Mikro Dibekali Social Media Marketing di Kabupaten Semarang.

Pemerintah Kabupaten Semarang melakukan sosialisasi kredit murah untuk usaha mikro melalui 33 BKK di Kabupaten Semarang.
Setelah dari Kabupaten Demak, tanggal 7 dan 8 November 2018 ini RumahUMKM.Net memberikan pembekalan SMM (Social Media Marketing) kepada 1.000 pelaku usaha mikro di Kabupaten Semarang dengan tujuan untuk menunjang pemasaran usaha mereka di jaman sekarang. 

Pembekalan ini melengkapi sosialisasi kredit murah dari Pemerintah Kabupaten Semarang kepada para pelaku usaha mikro di kabupaten ini. Kredit berbunga hanya 5% setahun, dengan masa pengembalian setahun ini tidak membebankan agunan dan biaya administrasi kepada para peminjamnya. Persyaratan wajib adalah ijin usaha mikro (IUM) yang harus dilengkapi oleh para peminjam, selain syarat administrasi lainnya seperti: KTP (suami/istri), surat nikah (jika sudah menikah), kartu keluarga, foto 4x6 terbaru 2 lembar dan isian formulir yang telah disediakan oleh BKK (Badan Kredit Kecamatan).

Kredit murah ini sebagai solusi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Semarang, dan banyak kasus para pelaku mikro ini terjerat oleh rentenir. Kegiatan workshop 2 hari ini dilangsungkan di PIKK Lopait dan dibuka oleh Bupati Kabupaten Semarang, Bapak Munjirin dan Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bapak Bambang Kusriyanto.

Kegiatan yang dikoordinasi oleh Disperindagkip Kabupaten Semarang merupakan loncatan besar dari Kabupaten Semarang dalam membantu mengembangkan UMKM di daerahnya dari sisi pembiayaan mikro. Memang sementara ini pinjamana yang ditawarkan masih kecil, yaitu sebesar Rp 2 juta per orang, namun diharapkan program ini bisa berkembang sehingga di tahun-tahun berikutnya batas pinjaman bisa mencapai Rp 5 juta dan seterusnya.

Untuk mendukung hal tesebut di atas, RumahUMKM.Net memberikan pembekalan digital marketing sederhana yaitu bagaimana memanfaatkan sosial media yang telah dikenal oleh para pelaku UMKM seperti facebook dan instagram untuk membantu mengembangkan usaha mereka. Promosi dan pemasaran yang paling dominan saat ini dilakukan melalui sosial media, meskipun usahanya hanya berjualan di warung-warung di depan rumah.

Visual menjadi sangat penting dalam promosi dan pemasaran digital sehingga dalam pembekalan ini, saya juga memberikan tips-tips bagaimana membuat foto-foto produk yang menarik dengan camera handphone. 

Yang perlu dilakukan oleh para pelaku usaha mikro yang kebanyakan adalah produsen makanan ini adalah membuat produk yang berkualitas, dengan desain produk dan kemasan yang menarik, melengkapi legalitas produknya seperti PIRT dan jika memungkinkan adalah sertifikasi halal. Produsen juga harus bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai kapasitas produksi dan jaminan kelangsungan supply kepada konsumennya meskipun masih dalam skala kapasitas yang masih kecil.

Semoga apa yang saya sampaikan di depan 1.000 pelaku usaha mikro di Kabupaten Semarang ini bermanfaat dan bisa menjadi bekal mereka dalam menjalani usahanya. Sukses!

 

Senin, 05 November 2018

Pelatihan Teknik Marketing Untuk StartUp di Kabupaten Demak.

Pembekalan Materi Marketing Pada Workshop Jaringan Kelitbangan Kabupaten Demak Tahun 2018.
Seminggu sebelumnya saya mendapatkan WA dari BAPPEDA Kabupaten Demak bahwa pada tanggal 5 November 2018 (hari ini) mereka akan mengadakan workshop di Kabupaten Demak. Adapun materi yang mereka minta adalah "Startegi Marketing Untuk StartUp" atau sudah saya persiapkan materi "Teknik Marketing untuk di Jaman DIgital untuk StartUp", dengan audience StartUp dari Kabupaten Demak beserta pejabat daerah, yaitu Lurah dan Camat dari Kabupaten Demak.

Ada lebih dari100 audience dihadirkan untuk mendapatkan pembekalan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan marketing. Mengapa hadir juga lurah dan camat? Karena di Kabupaten Demak, keterlibatan lurah dan camat dalam pengembangan kewirausahaan di Kabupaten Demak sangat kuat. Bahkan beberapa konsep kampung eco wisata muncul dari kampung-kampung di Demak. Di Kabupaten Demak sendiri, BUMDES bisa berkembang dengan baik seperti BUMDES di Kelurahan Lempuyangan yang menghasilkan produk Teh Lempuyangan yang unik.

Banyak potensi di daerah Kabupaten Demak yang bisa dikembangkan, terlebih wisata religi di Kabupaten Demak dengan makam-makam wali sangat pontensial untuk mengangkat perekonomian Kabupaten Demak, tinggal bagaimana mengelolanya.

BAPPEDA Kabupaten Jawa Tengah menghadirkan saya utnuk memberikan teknik pemasaran yang terkini guna menyikapi perubahan jaman dan perubahan pasar saat ini, disamping melakukan konsultasi strategi pemasaran untuk BUMDES di Kabupaten Demak dalam mengembangkan produk andalan daerah dan wisata di Kabupaten Demak.

Dalam kesempatan ini saya menekankan bagaimana mereka harus memahami benar siapa pasar mereka, sehingga memudahkan dalam membangun dan menentukan strategi pemasarannya. Konsep-konsep pemasaran yang tepat akan muncul ketika kita benar-benar memahami pasar dan kebutuhannya. Konsep leisure dan digital menjadi penguat konsep pemasaran mereka, karena saat ini strategi pemasaran mengarah kepada kedua konsep tersebut.

Setiap kelurahan lebih baik memiliki website yang berisi informasi mengenai potensi daerah dan edukasi-edukasi potensi produk dan wisata di daerahnya. Bagaimana membuat website yang menarik pun menjadi sangat penting dalam upaya promosi di dunia digital, yang tentunya didukukng oleh tampilan visual yang baik. Foto dan video yang baik merupakan sebuah tuntutan dalam melakukan promosi digital.

Konsep leisure (rekreasi) mengedepankan bagaimana konsumen akan membangun pengalaman (yang baik) dengan produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen. Produsen tidak hanya sekedar menjual produk, namun mereka bisa menjual edukasi proses produksi di sentra-sentra produksi yang ada di daerahnya. Semua harus menawarkan sebuah "kesan" yang lebih mendalam.

Pastnya pembekalan materi yang hanya3 jam ini tidak akan mampu membedah semua permasalahan yang ada, namun saya sudah sampaikan kepada BAPPEDA Kabupaten Demak bahwa RumahUMKM.Net siap memberikan pendampingan konsultas kepada instansi tersebut unutk para binaannya. Sukses!





Jumat, 02 November 2018

Mencoba Kreativitas di Atas Kapal Penumpang.

Mencoba kreativitas di atas kapal penumpang.
Jumat pagi ini ada kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman dari PT Dharma Lautan Utama di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Pada kesempatan ini saya diajak melihat dari dekat bagaimana situasi di dalam KM Dharma Kencana dengan tujuan pelayaran Semarang - Pontianak, dengan durasi pelayaran sampai dengan satu setengah hari.

Sebuah kesempatan menarik bisa melihat bagian KM Dharma Kencana untuk melihat peluang-peluang kreatif dalam memberikan pelayanan yang berbeda dengan pelayaran yang lain. Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini semua bidang bisnis selalu dituntut untuk menjadi lebih kreatif dan mampu membuat perbedaan-perbedaan dengan layanannnya.

Ketika masuk ruang dalam ke dalam ruang penumpang utama, yang berkapasitas tempat duduk sekitar 175 tempat duduk, yang biasa untuk penampil musik (live musik) saya melihat peluang untuk membuat semacam "training" di ruang tersebut. Dengan training yang menarik mungkin calon penumpang tidak hanya penumpang reguler saja, karena pihak pelayaran bisa menarik penumpang lain yang ingin menikmati training di atas sebuah kapal yang berjalan.

Ada beberapa kapal motor yang sejens dengan berbagai tujuan yang hanya berjarak tempuh 3 jam sampai dengan 1 1/2 hari. Untuk tujuan 3 jam (Semarang - Surabaya) bisa ditawarkan bagi "penumpang" khusus yang ingin menikmati training marketing sembari berwisata ke daerah tujuan.

Kesempatan kedua adalah ketika diajak menengok ke ruang atas (cafetaria), saya melihat bahwa masih banyak kreativitas disentuh di lokasi ini. Mulai dari menciptakan "menu" unggulan yang istemewa sebagai andalan kapal motor tersebut. Bisa jadi orang akan menumpang kapal motor tersebut karena ada masakan yang istimewa di kapal tersebut. Misalnya: buatlah menu nasi goreng yang istimewa di atas kapal tersebut yang benar-benar enak tetapi tidak harus mahal. Membuat penumpang betah di cafetaria adalah tujuan utama dalam menu tersebut, disamping bisa juga sebagi layanan training menarik yang dilakukan di ruang bawahnya.  Di deck atas ini, penumpang juga bisa melakukan selfie dengan latar belakang lautan lepas.

Konsep leisure dan digital harus benar-benar disentuh untuk mengembangkan bisnis pelayaran laut. Orang tidak hanya butuh transportasi saja saat ini, melainkan ingin mendapatkan pengalaman berbeda dari biasanya. Yang mereka butuhkan adalah rekreasi, bukan hanya sekedar naik kapal dari awal sampai dengan tujuang. Pemanfaatan teknologi digital dilakukan untuk kemudahan penyebaran informasi layanan ini dan juga bagaiman cara paling mudah membeli layanan ini (tiket) melalui online.

Sementara baru ini yang bisa saya diskusikan dengan para crew kapal, karena hari ini belum berkesempatan bertemu dengan pemilik perusahaan. Sukses ! Kreativitas bisa dilakukan dimana saja.



Kamis, 01 November 2018

LGI Sugar, Tujuan Gula Sehat Untuk Semua Orang.

LGI Sugar, Tujuan Gula Sehat Untuk Semua Orang.
Setiap bisnis diawali dari mimpi, dan hal serupa juga berlaku untuk GULANAS. Mimpi awal konsep gula cair adalah untuk mewujudkan swasemdada gula nasional, tetapi dengan segala pengetahuan tentang gula sehat saat ini menjadikan mimpi GULANAS lebih spesifik, yaitu menghasilkan gula yang sehat untuk semua orang.

Konsep alami sebagai yang tetap mempertahankan unsur alami gula akan terus dipertahankan, dan konsep low glycemic index adalah perkembangannya. Jika produk-produk awal GULANAS adalah gula yang sehat yang tidak memicu gula darah, maka produk pengembangannya adalah produk gula yang justru menurunkan kadar gula darah.

Konsep ini tidak baru, karena di berbagai negara maju telah mulai menggunakannya karena issue kesehatan yang mulai ketat, namun di Indonesia hal in tergolong baru dan masyarakat bahkan belum menyadarinya. Banyaknya penderita diabetis di Indonesia (terbesar ke-4 dunia), telah memotivasi GULANAS untuk mengembangkan konsep gula LGI setelah sebelumnya melakukan riset selama beberapa tahun.

Konsep ini bukanlah suatu hal yang kebetulan karena memang telah dipersiapkan sebelumnya. Tahapan-tahapan membangun brand gula sehat setahap demi setahap telah dilalui, dimulai dengan produk gula tebu cair dan gula aren cair dengan glikemik index yang lebih rendah dari konvensional karena masih mempertahankan unsur-unsur alami gula dalam kandungannya dan akan disusul dengan gula yang benar-benar bisa menurunkan gula darah, sehingga sangat membantu masyarakat untuk mengusir momok bahwa gula adalah penyebab diabetis yang mengakibatkan banyak kematian.




 
Sekilas memang GULANAS terlihat sebagai perusahaan yang sangat besar, namun sebenarnya GULANAS adalah perusahaan skala UMKM yang memiliki cita-cita yang besar untuk Indonesia, yang masih membutuhkan kemitraan dengan para investor untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut.

Kami membutuhkan mitra yang benar-benar paham dengan cita-cita besar tersebut, yang tidak hanya berfikir bisnis adalaha sekedar mengenai uang dan keuntungan finansial. Keutungan sosial sebenar berimbas cukup luas bagi pengembangan bisnis selanjutnya.

Saat ini produk gula LGI (Low Glycemic Index) tengah menjalani pengujian-pengujian akhir di laboratorium untuk membutuktikan LGI-nya, dan dalam waktu yang tidak lama lagi akan segera beredar di pasaran sebagai bakti GULANAS kepada bangsa ini. Salam untuk Indonesia sehat, sukses!






Rabu, 31 Oktober 2018

Ketika Sosial Media Mendominasi, Maka Proposal Anda Cukup 1 Halaman.

Ketika Sosial Media Mendominasi, Maka Proposal Anda Cukup 1 Halaman. (Proposal Donasi Koran)
Waktu semakin berharga dan mitra anda pun tidak mau membuang waktu untuk membaca berlembar-lembar proposal, serta semua harus mengandalkan visual. Oleh sebab itu para pelaku UMKM harus belajar bagaimana membuat proposal atau konsep hanya dalam 1 lembar halaman.

Masih ingat BMC (Business Model Canvas) yang hanya selembar? Semua proposal nantinya juga hanya akan cukup 1 lembar.

Sementara ini belum ada aturan baku mengenai proposal selembar, tapi nantinya orang akan terarah dan terbiasa membuatnya untuk kepraktisan dalam membuka diskusi bisnis tanpa membuang-buang waktu, terlebih ketika sosial media mendominasi seperti WA, facebook messanger, linkedin dan sebagainya.

Kami telah membiasakan diri dengan kebiasaan baru tersebut meskipun sebenarnya secara pribadi hal ini sudah kami kenal sejak tahun 2001 yang lalu, namun ternyata tuntutan itu baru datang setelah 17 tahun lamanya. Beberapa perusahaan, bahkan perusahaan besar pun telah mulai meminta bantuan untuk sedikit memberikan brief tentang one-page proposal tersebut. Cukup menarik memang, karena dibutuhkan kemampuan dan pengalaman untuk menyajikan proposal berlembar-lembar menjadi hanya selembar.

Bahasa skema dan grafis menjadi sangat penting, karena mudah dipahami. Sebenarnya bahasa video jauh lebih efektif namun kadang besar file, performa device dan sinyal sering menjadi kendala kemudahan komunikasinya, selain itu proposal dengan video tidak bisa di-print out (dicetak).

Proposal pembelian koran.
Semua harus praktis dan visual dalam selembar, sehingga memudahkan untuk membacanya dalam hitungan detik atau menit. Dengan cara ini ide proposal ini lebih cepat dipahami, semakin memahami konsep yang diajukan maka semakin detail proposal yang dibuat. 

Demikian sharing singkat kami untuk one-page proposal, semoga bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang ingin mengajukan ide kerjasama maupun ide penjualan kepada customer. Sukses!


 


 



Senin, 29 Oktober 2018

UMKM Hebat, Anda Akan Paham Ketika Anda Terlibat Di Dalamnya.

UMKM Hebat !
Akan sulit untuk memuji mereka hebat, ketika kita tidak terlibat dalam melihat langsung kiprah mereka. Merasakan semangat mereka untuk tetap survive, semangat mereka untuk belajar, semangat mereka untuk bermanfaat dan semangat mereka untuk mencapai cita-citanya, sungguh luar biasa. 

Mereka hebat? Mungkin seolah berlebihan ketika kami mengatakan demikian, namun ketika di saat yang sama kami juga menghadapi betapa banyak orang  yang "belum" punya keberanian memulai sesuatu, maka kami melihat perbedaan antara lebih dan kurang. Ternyata tidak mudah untuk membangun keberanian, tidak semua orang bisa.

Mereka hebat? Sebuah pertanyaan sederhana, apakah kita selalu termotivasi untuk belajar? Dari perjalalanan bertahun-tahun bersama mereka, sampai sekarang pun mereka masih terus semangat untuk belajar, belajar untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. 

Mereka hebat? Ya, mereka telah membuktikan dalam kondisi apapun mereka masih survive sampai sekarang. Mereka telah belajar bangkit dari titik terendah mereka, merangkak pasti untuk setahap demi setahap lebih baik dari sebelumnya.

Mereka hebat? Ya, sampai sekarang pun mereka masih tetap fokus pada cita-cita mereka yang sederhana yaitu "tetap bertumbuh dan berkembang".

Tugas para penggiat dan pendamping UMKM adalah selalu menjaga motivasi mereka untuk terus belajar dan berkembang. Sebenarnya beberapa teori bisnis yang kami berikan hanyalah semacam tonggak-tonggak pijakan kaki untuk mereka naik ke jenjang yang lebih tinggi. Pada saatnya nanti mereka akan berada di atas kita, dan setidaknya kita bisa meminta bantuan mereka untuk membina UMKM yang lain. Semua ada gilirannya.

UMKM Hebat adalah UMKM yang Mandiri.

Kemandirian adalah suatu taraf entrepreneurship yang kami harapkan dari UMKM-UMKM yang telah melalui jenjang-jenjang pembinaan, baik oleh kami maupun dari pemerintah. Mereka harus memutuskan sendiri kapan mereka akan berhenti "menyusu" kepada pemerintah untuk kemudian memulai petualangan bisnis mereka sendiri.

Biarlah pemerintah berganti asuhan dengan UMKM-UMKM yang baru, yang memang harus dibimbing dan dibina seperti UMKM yang sebelumnya. 

Mandiri dan mampu bersaing global adalah tujuan dari proses pembinaan kami. Memberikan peluang kepada mereka untuk berinteraksi dengan pasar adalah jalan yang bijaksana untuk membangun profesionalisme mereka. Setiap kegagalan mereka berinteraksi dengan pasar adalah indikasi kepada kami untuk selalu memperbaiki persiapan dan pembekalan kami kepada mereka.

Produk yang berkualitas adalah kata kunci yang harus dipahami oleh setiap UMKM. Produk yang unik dan memberikan solusi dan benefit kepada customer adalah peluang mereka dalam memenangkan persaingan. 

Layanan dan komunikasi yang baik adalah cara untuk membangun kepercayaan pasar. Dan harga adalah kebijaksanaan anda untuk mengembangkan pasar anda. Ketika anda mengambil porsi laba yang besar maka porsi dari mitra bisnis anda akan menyempit sehingga peluang mereka untuk berkembang juga akan semakin tipis. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, tetap semangat dan sukses!
 


Jumat, 26 Oktober 2018

Pembina UMKM, Berakhir Sebagai Pembina atau UMKM?

Pembina UMKM, Berakhir Sebagai Pembina atau UMKM?
Apakah pembina UMKM itu sebuah profesi? Pastinya bukan, karena banyak diantara pembina UMKM adalah relawan, baik dari akademisi, pelaku usaha maupun dari asosiasi atau organisasi non profit. Teman-teman pembina UMKM pun pada akhirnya ingin menjadi seorang entrepreneur murni, yaitu pelaku UMKM itu sendiri atau bahkan mereka memang sudah menjadi seorang pelaku usaha.

Entrepreneurship was born from the entrepreneurial process - atau dalam bahasa Indonesianya "kewirausahaan lahir dari proses kewirausahaan" bisa memicu perubahan sistem pembinaan saat ini yang masih bersifat "volunteer" menjadi sebuah peluang usaha edukasi yang komersial dalam pengembangan UMKM di Indonesia. Untuk menjadi sebuah peluang usaha yang komersial, maka konsep-konsep dan tahapan pembinaan UMKM ini harus jelas dan terukur sehingga memungkinkan dalam pengelolaan manajemennya.

Tugas pemerintah dalam membina UMKM seharusnya bisa menjadi lebih ringan ketika muncul pengusaha-pengusaha edukasi bisnis yang mampu menyediakan wadah dan fasilitas dalam pembinaan UMKM yang lebih profesional dan komersial. Persaingan akan terbuka baik dari pengusaha individu sampai dengan perguruan tinggi yang saat ini dituntut untuk menyediakan SDM yang siap berwirausaha setelah lulus kuliah.

Ketika pembinaan UMKM masih ditangani oleh pemerintah karena ada anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut, konsep "kewirausahaan lahir dari proses kewirausahaan" tidak berjalan dengan benar. Mindset "gratis" yang sering kami hadapi dalam pembinaan UMKM justru menghambat lahirnya bisnis baru. Para pelaku UMKM pasti lebih memilih dibina oleh pemerintah daripada institusi swasta, karena mereka tidak perlu bayar tetapi justru mendapatkan uang saku dan juga fasilitas lain. Peluang institusi swasta untuk membuka usaha dalam pelatihan UMKM menjadi semakin sempit karena harus bersaing dengan pemerintah yang bisa memberikan fasilitas gratis. Sehingga akhirnya institusi swasta terpaksa harus mencari "donasi" atau "sponsorship" untuk membiayai kegiatan pembinaan UMKM tersebut agar pelaku UMKM bisa juga mendapatkan fasilitas yang "gratis". Namun justru hal ini yang semakin melenceng, karena pada akhirnya pembinaan UMKM menghasilkan UMKM yang bermental gratis, bukan menghasilkan seorang entrepreneur sejati.

Pelatihan-pelatihan gratis yang digelar oleh pemerintah memicu keraguan dari beberapa event organizer untuk menggelar pelatihan-pelatihan serupa kepada UMKM, mereka ragu apakah UMKM mau membayar untuk pelatihan-pelatihan yang akan mereka adakan. Hal inilah yang menurut kami "mengganggu" tumbuhnya entrepreneurship tersebut. Tetapi kami sendiri masih melihat peluang usaha edukasi UMKM masih sangat terbuka, karena sudah banyak UMKM yang mampu mandiri dalam mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya setelah perjalanan proses yang panjang. 

Pembinaan UMKM adalah konsep bisnis edukasi yang bisa dikelola dengan cara komersial, agar para pembina UMKM yang saat ini masih menjadi relawan pembina UMKM pun bisa memulai bisnis dari bidang ini. Relawan pembina UMKM harus bisa menjadi seorang pengusaha (para pendamping UMKM - red) sebagaimana UMKM yang mereka bina selama ini. Mereka tidak harus "ngamen" pelatihan dari instansi pemerintah yang satu ke instansi yang lainnya, karena mereka punya wadah sendiri yang bisa mereka kelola sebagai sebuah bisnis mereka. Sukses!





 

  








 




Rabu, 24 Oktober 2018

SDM & Teknologi, 2 Hal Penting Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Perubahan Bisnis.

SDM & Teknologi, 2 Hal Penting Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Perubahan Bisnis.

Jangankan perusahaan skala UMKM, bahkan masih banyak perusahaan besar pun ada yang belum menyadari bahwa perusahaan bisnis telah terjadi. Mereka masih berkutat dengan cara-cara yang konvensional dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan bisnis yang terjadi saat ini, misalnya pada menurunnya sales dan memudarnya brand mereka.
 
Bahkan bisa jadi bahwa brand mereka saat ini malah head to head dengan brand kecil yang secara masif mempromosikan diri melalui sosial media yang murah. Dalam revolusi digital saat ini hal tersebut adalah lumrah adanya. Disrupsi brand ! Sekali lengah maka brand-brand besar tersebut akan terlibas oleh gerakan cepat dari brand-brand kecil yang begitu gencar berkomunikasi dengan pasarnya di social media.
 
Pasar tengah berubah, pasar terus bereksplorasi pada hal-hal yang baru sebagaimana karakter dominan dari generasi millenial yang menguasi pasar saat ini. Perubahan ini tentunya mempengaruhi bisnis kita saat ini, dan menuntut perubahan-perubahan mendasar dalam strategi dan format bisnis yang ada saat ini.
 
Banyak hal yang harus berubah dalam bisnis kita, tetapi ada 2 hal yang paling mendasar untuk memulai perubahan tersebut, yaitu:
  1. SDM, kunci sukses dari awal perubahan adalah perubahan SDM dalam bisnis kita. Apakah SDM yang kita miliki telah mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada? Apakah kita telah memahamkan perubahan ini kepada mereka? SDM yang kompeten yang tidak "mati" oleh rutinitas adalah SDM yang dibutuhkan untuk menjawab perubahan-perubahan pasar yang ada. Mereka harus mampu update dengan segala akses informasi yang mereka miliki, dan mereka harus benar-benar melek teknologi terkini.
  2. Teknologi, adalah alat bantu perusahaan yang wajib dimiliki. Mulai dari internet, website, sosial media dan applikasi penjualan, promosi dan pembayaran harus dibuat sedemikian mudahnya untuk customer mereka. Dengan teknologi ini pula perusahaan akan mulai membangun network bisnis yang lebih cepat dan mampu berkomunikasi dengan pasar yang lebih luas.
Dengan melakukan persiapan pada kedua kompoen di atas, ke depannya perusahaan akan sangat memungkinkan untuk membuat konsep-konsep bisnis yang lebih "entertaining" kepada customer ketikan customer mereka butuh "experience" yang lain dari apa yang pernah mereka dapatkan sebelumnya.
 
SDM menjadi sangat penting ketika dalam kondisi tersulit, perusahaan harus berubah total dalam bisnisnya, atau format bisnisnya. Karena hal ini sangat memungkinkan dalam revolusi digital di masa mendatang. SDM yang bermental entrepreneur adalah SDM yang dibutuhkan oleh perusahaan di masa mendatang. Suskes!