Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Kamis, 16 Agustus 2018

Bangun Manajemen Yang Baik, Bangun Team Work Yang Kuat.

Membangun Manajemen Yang Baik, Membangun Team Work Yang Kuat.
Sampai di skala usaha kecil kita akan banyak menemukan bagaimana sistem manajemen usaha mereka masih sangat apa adanya. Bagaimana seorang pelaku UMKM masih bertindak sebagai "superman" yang bisa mengerjakan semuanya, mulai dari belanja bahan baku, produksi sampai dengan pemasarannya. Bahkan laporan keuangan pun mereka kerjakan sendiri, sehingga waktu mereka benar-benar tersita dalam rutinitas usaha. Pertanyaannya, lantas siapa yang akan merencanakan perkembangan usahanya ke depan?

Bukan berarti memiliki manajemen yang baik adalah memiliki orang di setiap fungsi yang ada dalam perusahaan melainkan bahwa setiap fungsi ada yang bertanggung jawab. Idealnya memang setiap fungsi ditangani oleh 1 orang, tetapi dalam usaha skala UMKM hal ini masih belum memungkinkan karena mereka sangat terbatas dalam SDM dan kemampuan finansialnya.

Kunci sukses adalam setiap manajemen adalah ada pembagian fungsi dan kerja, ada koordinasi yang rutin dan mengikat serta ada kejelasan tugas, kewenangan, kewajiban dan hak. Semakin jelas fungsi dan kerjanya maka semakin memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam perusahaan.

Gambar di atas memberikan gambaran kepada teman-teman UMKM bahwa idealnya dalam setiap perusahaan mereka ada fungsi-fungsi marketing, perencanaan, produksi, HRD, keuangan dan manajemen strategis (top level manajemen). Namun dengan keterbatasan SDM yang dimiliki oleh UMKM, mereka bisa merapatkan fungsi perencanaan dengan produksi dan fungsi HR dengan keuangan sampai kemudian perusahaan berkembang dan mampu memisahkan fungsi tersebut karena sudah ada yang menanganinya.

Pada akhirnya bisnis yang dirintis oleh teman-teman UMKM akan berkembang, sehingga sejak awal saya mulai mengingatkan kepada mereka untuk mulai membangun sistem manajemen yang baik agar kinerja mereka menjadi solid dan terintegrasi dengan baik. Mungkin untuk saat ini mereka belum merasakan kebutuhannya, namun saat mereka sudah berkembang jangan sampai langkah mereka terlambat. Keterlambatan dalam membangun manajemen bisa berdampak pada kinerja perusahaan dan juga biaya yang cukup tinggi akan dikeluarkan sebagai konsekwensi dari perusahaan manajemen yang terjadi.

Selain itu, dengan fungsi dan pembagian kerja yang jelas maka kesempatan untuk membangun team work yang kuat semakin terbuka. Dengan kemampuan mengelola potensi SDM yang ada serta pembagian kerja sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing SDM maka tidak mustahil perusahaan akan memiliki team work yang solid dan saling mendukung satu dengan yang lain.

Dalam manajemen yang baik, setiap SDM harus selalu termotivasi dengan tantangan dan penghargaan agar kinerja mereka selalu dalam kondisi terbaik. Terlebih jika dalam membangun manajemen ini perusahaan telah mulai mampu membangun sistem baku yang tercatat sebagai pedoman kerja perusahaan. Lebih mudah membangun manajemen ketika perusahaan masih dalam kondisi kecil daripada membangun manajemen ketika perusahaan telah besar dengan jumlah SDM yang besar.

Keberadaan sistem manajemen yang telah terbukukan dengan rapi serta mampu diimplementasikan dalam kinerja rutin perusahaan merupakan asset perusahaan yang sangat berharga dan memiliki nilai yang tinggi. Saat ini nilai perusahaan juga ditentukan oleh asset intangible berupa legalitas, paten, achievement prestasi, sistem manajemen baku, merk dan sebagainya. Perusahaan anda akan bernilai tinggi jika memiliki sistem manajemen yang rapi dan baku. Dengan kata lain, ketika anda membangun sistem manajemen anda tidak mengerjakan sesuatu yang sia-sia, karena anda membangun asset intangible perusahaan anda.

Semoga tulisan singkat ini bisa membantu mengingatkan teman-teman UMKM untuk mulai menata manajemen perusahaan masing-masing. Sukses!



 


Rabu, 15 Agustus 2018

9 Tips Membangun E-commerce Sukses

9 Tips Membangun eCommerce Sukses
Ecommerce diperkirakan akan terus melanjutkan pertumbuhan tajam di masa yang akan datang. Sebagai wirausahawan, kesempatan untuk sukses dan berkelanjutan akan selalu menarik dan menjanjikan. Entah apakah anda sudah terlibat dengan peluncuran bisnis e-commerce saat ini atau ingin tetap berkutat dengan bisnis lama anda, tapi sekaranglah saatnya untuk masuk ke dalam bisnis ini. Dari sejak tahun 2010 hingga 2018, pertumbuhan e-commerce menunjukan pertumbuhan yang sangat pesat, baik ditinjau dari viewer dan maupun dari total omzet penjualan mereka.

Bahkan bisa dikatakan sejak tahun 2017 lalu, eCommerce telah mulai menggerogoti bisnis retail offline sehingga banyak pelaku retail offline mulai merambah online untuk mengatasi masalah penurunan bisnis offline mereka. Semua harus mengakui transformasi digital tidak bisa dihindari lagi, terlibat atau terpental, hanya itu pilihannya.

Berikut adalah data-data yang bisa memberikan penggambaran pertumbuhan eCommerce saat ini:

Pertumbuhan E-Commerce Indonesia Meningkat Tajam, Siapa di Posisi Teratas?
Top Performance Consumer Good Retail Online di Indonesia
Pertumbuhan E-Commerce Indonesia Meningkat Tajam, Siapa di Posisi Teratas?
5 Besar eCommerce Consumer Good di Indonesia, Jan - June 2017
Pertumbuhan E-Commerce Indonesia Meningkat Tajam, Siapa di Posisi Teratas?
5 Besar Marketplace Consumer Good di Indoneisa, Jan - Jun 2017
Bahkan beberapa ahli juga telah memprediksikan bahwa semakin ke depan, maka semakin nyata dominasi dari eCommerce dalam semua komoditas perdagangan. Dengan kata lain, semua bisa masuk eCommcerce. Anda masih mencoba bertahan dengan cara-cara lama?

Tentu tidak, pasti anda yang telah memiliki bisnis retail dan perdagangan masih ingin terus bertahan dan terus berkembang di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, bersama ini saya ingin memberikan sharing kepada teman-teman pengusaha retail offline yang ingin bertransformasi menjadi retail online. Semoga sedikit pengalaman saya dalam membangun eCommerce ini bisa menghindarkan dari para pemula retail online dari kegagalan, dan tetap sukses untuk tetap bertahan dalam bisnisnya.
 
1. Jangan terburu-buru melakukan launching. 

Salah satu kesalahan terbesar pengusaha e-commerce adalah memaksakan diri atau bergegas meluncurkan situs web eCommerce. Anda hanya memiliki satu kesempatan saat meluncurkan situs web anda dan anda tidak boleh mengacaukannya. Meskipun tidak apa-apa untuk membeli nama domain anda dan melemparkan semacam halaman "Coming Soon", tetapi anda harus menghindari pengumuman besar sampai anda telah meletakkan beberapa pekerjaan mendasar (SEO, pemasaran konten, media sosial, iklan berbayar, dll.).

Anda harus benar-benar siap ketika eCommerce anda diluncurkan.

2. Fokus Pada User. 

Bukan rahasia lagi bahwa kekurangan terbesar dari bisnis e-commerce adalah ketidakmampuan untuk membiarkan pelanggan mereka menyentuh, merasakan, mencium, dan melihat (langsung) produk sebelum membuat keputusan. Meskipun saat ini tidak ada solusi untuk mengatasi masalah ini, namun anda dapat mengimbangi kekurangan ini di area bisnis lainnya. Beberapa tips terbaik termasuk menawarkan harga yang sesuai, memberikan pengiriman gratis dan mempermudah proses checkout dengan keranjang belanja yang disederhanakan.

Berikan banyak benefit kepada pelanggan anda, sehingga mereka melupakan kekurangan-kekurangan dari eCommerce di atas. Biarkan mereka memiliki keleluasaan dan kemudahan dalam membuat keputusan membeli.

3. Uji semuanya. 

Sebelum, selama, dan setelah anda meluncurkan apapun bisnis e-commerce, Anda harus berinvestasi dalam pengujian dan analitik. Berpikirlah seperti pelanggan dan cari tahu apa yang berhasil, apa yang tidak, dan alasan di balik jawaban itu. Ada beberapa tool yang bisa anda gunakan untuk menguji kinerja eCommerce anda, bisa buka di sini.

4. Bekerja melalui media sosial. 

Setiap pengusaha ecommerce yang memberi tahu anda bahwa ia melakukan outsource media sosial atau mendelegasikannya kepada anggota tim lain adalah gila. Media sosial adalah detak jantung bisnis anda, karena memberi anda pandangan yang tidak terputus ke dalam kehidupan pelanggan anda. Meskipun tidak masalah memiliki pengelola media sosial, tetapi anda juga harus terlibat dengannya.

Sosial media menjadi hal yang sangat penting dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan pelanggan anda, sehingga akan lebih baik jika sosial media bisa dilakukan oleh team anda sendiri.

5. Memasukkan unsur-unsur sosial. 

Mengikuti kiat sebelumnya, adalah ide bagus untuk memasukkan elemen sosial di situs e-commerce anda. Hal-hal seperti ulasan produk dan kesaksian mengikuti tombol dan bahkan opsi masuk sosial semua membantu corong konversi.

Terkoneksi dan berinteraksi adalah kata kunci komunikasi digital saat ini, sehingga unsur-unsur sosial menjadi konten yang sangat penting dalam situs kita.

6. Mobile 

Bill Siwicki dari Internet Retailer merujuk Goldman Sachs, mengatakan, “Tablet akan memainkan peran yang semakin penting sebagai belanja konsumen di seluruh dunia melalui lompatan seluler dari $ 204 miliar pada 2014 menjadi $ 626 miliar pada 2018 ...” Jika Anda tidak membangun bisnis e-commerce dengan seluler, maka anda mungkin tidak relevan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

7. Tetap di atas SEO. 

Ketika ekonomi e-Commerce mengalami pertumbuhan yang cepat, semakin banyak bisnis akan memasuki ruang yang semakin padat ini. Itu berarti akan lebih penting dari sebelumnya untuk tetap di atas SEO agar dapat bertahan dan keluar dari kompetisi. Terhubung dengan SEO yang terampil akan membantu anda tetap kompetitif dalam jangka panjang.

SEO akan membantu bisnis anda selalu muncul menjadi yang utama dalam setiap pencarian di internet.

8. Kumpulkan informasi. 

Kecuali anda berencana meluncurkan hanya satu situs dan kemudian melangkah pergi (sebagian besar pengusaha tergoda untuk terus mencoba), penting bagi anda untuk mengumpulkan informasi pelanggan dan membangun basis data untuk membantu peluncuran di masa mendatang.

Data base menjadi hal yang paling mendasar dalam membangun eCommerce, sehingga kegiatan utama dalam eCommerce adalah mengumpulkan data base dan mengelolanya menjadi bisnis anda.

9. Terus berkembang. 

Akhirnya, tidak pernah berhenti berkembang. Teknologi, tren, dan selera pelanggan akan berubah, dan demikian juga dengan bisnis jika anda ingin sukses dalam pasar variabel seperti itu.

Dengan sembilan kiat tersebut di atas, anda bisa berada di jalur yang tepat untuk menjadi wirausaha berbasis eCommerce yang sukses. Selamat mencoba dan sukses!



Selasa, 14 Agustus 2018

Workshop Marketing di Hotel, Lebih Praktis dan Murah.

Dwipayana Koesprayogo, Hotel Manager Hazotel Hazelnut.
"Trainer juga UMKM lho Mas" - Begitu kata teman-teman trainer kepada saya, yang mungkin maksudnya adalah mereka juga butuh dibantu untuk pengembangan bisnisnya ke depan. Mulai dari konsep training yang terkini sampai dengan materi  training yang dibutuhkan oleh konsumen saat ini, kami diskusikan dengan mereka.

Untuk konsep training, ada beberapa kecenderungan bahwa saat ini konsumen menyukai training yang dikemas secara casual dan relax. Sementara untuk materi training, saat ini materi training lebih disukai materi yang praktis dan esensial (best practise). 

Ketika beberapa hari lalu saya ngobrol sambil ngopi dengan beberapa trainer marketing, saya telah menginformasikan kepada mereka bahwa peluang pasar edukasi selalu terbuka hanya saja butuh kreativitas untuk bisa menjual training yang diminati oleh konsumen. Selain masalah konsep yang casual & relax dan materi yang praktis dan esensial maka pemilihan tempat traning juga memegang peranan penting dalam pelaksanaan training.

Seorang tainer sudah tidak perlu repot lagi dalam menyelenggarakan training atau workshop, karena sudah ada hotel, resto dan cafe yang memiliki fasilitas ruangan yang bisa disewa yang mampu menampun setidaknya 20-30 orang. Tidak perlu repot konsumsi, semuanya ditawarkan dalam bentuk package per kepala, semua sudah beres. Sudah dapat tempat, coffe break dan makan siang. Seorang trainer tidak perlu EO lagi, semuanya ditangani crew hotel, resto dan cafe yang menjadi venue acara.

Menindaklanjuti konsep training yang casual, pada hari ini saya berkunjung ke Hazotel Hazelnut di Jl Durian Srondol, Banyumanik, yang lokasinya dekat dengan UMKM Center Jawa Tengah. Meskipun hotel ini kecil, namun memiliki ruang meeting yang cukup memadai untuk menyelenggarakan training, terutama training marketing yang banyak dibutuhkan oleh para pelaku UMKM maupun karyawan perusahaan.

Ruang meeting yang casual dan relax ini yang saat ini dibutuhkan oleh konsumen, karena konsumen sudah bosan dengan konsep yang formal dan kaku. Kultur NGOPI merupakan daya tarik untuk penyelenggaraan training marketing, kopi seolah indentik dengan membangung networking. Harus banyak varian kopi yang ditawarkan ketika marketer sedang berkumpul dan hal ini saya sampaikan kepada Hotel Manager Hazotel Hazelnut, Mas Dwipayana Koesprayogo.

Yuk Ngopi di Hazotel Hazelnut!
Pastinya masih ada beberapa tempat training yang menarik di kota Semarang, namun yang kami cari adalah suasana yang casual dan relax dan itu belum banyak di kota Semarang. Bicara marketing harus dalam kondisi relax agar ilmu marketingnya bisa masuk dengan mudah, kata teman-teman marketer.

Ruang meeting di Hazotel Hazelnut.
Sebuah peluang bisnis edukasi bagi para trainer (marketing) untuk memulai mandiri dengan bisnis pelatihannya, tidak perlu EO bsia ditangani sendiri. Bahkan untuk pemasaran trainingnya ada beberapa hotel, resto dan cafe yang mau berkerjasama dalam memasarkan training tersebut, tentunya dengan syarat bagi hasil. 

Kapan lagi membangun training sendiri, membangun brand sendiri, bisa dimulai dari sekarang. Suskes!







 

Senin, 13 Agustus 2018

Instansi Pemerintah Tidak Perlu Latah Membangun eCommerce.

Instansi Pemerintah Tidak Perlu Latah Membangun eCommerce.
Tidak hanya nasional, propinsi maupun kota dan kabupaten, hampir semua menyimpulkan bahwa untuk memberikan solusi pemasaran kepada UMKM adalah mereka harus "punya" ecommerce sendiri. Sebenarnya saya sungkan memberikan komentar mengenai hal ini kaena seolah semua latah dengan eCommerce.

Baru Kamis kemarin ketika business match di Kota Tegal, karena terpaksa harus menjawab, maka pendapat saya inipun terlontar kepada audience dan pemerintah setempat. Sepanjang pengamatan saya, belum ada satupun eCommerce yang dikelola oleh pemerintah ataupun BUMN yang bisa berhasil menjalankan fungsinya sebagai solusi pemasaran UMKM. 

Jika hanya sebagai program, maka sebenarnya eCommerce bisa menjadi kontra produktif jika tidak dikelola secara profesional dan secara komersial. Butuh modal besar itu sudah pasti terutama untuk menggenjot awareness dan habit konsumen dengan eCommerce yang mereka bangun. Nah, apakah hal ini sudah dipikirkan masak-masak dalam setiap perencanaan anggarannya? Apakah hal ini dianggarkan dalam setahun atau beberapa tahun? Apakah pergantian pejabat tidak akan mempengaruhi pelaksanaan eCommerce ini?

Butuh waktu? Pasti. Untuk membangun sebuah eCommerce sampai "bejalan" butuh waktu yang tidak cukup 1-2 tahun, bahkan lebih dari 5 tahun. Apakah hal ini sudah diperhitungkan sebelumnya? Bisnis eCommerce tidak hanya sekedar memiliki applikasi, domain dan server serta mampu mengumpulkan data base melainkan menghidupkan interaksi antara penjual dan pembeli menjadi sebuah transaksi yang fair dan aman. 

Applikasi yang dibuat tidak akan langsung 100% sempurna, melainkan butuh banyak adaptasi yang berkesinambungan. Domain eCommerce pun tidak akan otomatis dikenal oleh masyarakat, melainkan harus dipromosikan secara masif dengan biaya yang tidak sendikit. Secara umum, ketika instansi pemerintah membangun sebuah eCommerce apakah pertimbangan-pertimbangan di atas telah dilalui? Atau hanya sekedar mencari prestige yang sesuai dengan trend yang berkembang saat ini.

Alangkah lebih baik pemerintah mendukung eCommerce yang sudah ada dan sudah terbukti berjalan daripada ikut-ikutan membangun portofolio yang sama. Belum lagi jika eCommerce yang mereka bangun putus di tengah jalan, maka berapa banyak UMKM yang akan kecewa karena telah diberikan PHP oleh pemerintah? Apalagi jika Berapa besar anggaran yang tercurah ke dalam program ini.

Bisa jadi pendapat saya ini salah, namun sampai dengan hari ini memang belum ada bukti bahwa eCommerce yang dibangun pemerintah atau BUMN ada yang berhasil. Tetap berpikir jernih dan tetap dukung kreativitas eCommerce yang telah ada





Jumat, 10 Agustus 2018

Tips Menghindari Penipuan dalam Perdagangan Online.

Tips Menghindari Penipuan dalam Perdagangan Online.
Sebenarnya kasus penipuan tidak hanya terjadi dalam perdagangan online saja, melainkan juga dalam perdagangan offline. Namun seolah kasus penipuan dalam perdagangan online menjadi luar biasa besar, atau mungkin karena dalam online penyebaran informasinya begitu cepat. Hal ini terbukti setiap memberikan materi pemasaran online atau pemasaran digital hampir bisa dipastikan bahwa peserta pelatihan dari kalangan UMKM yang sementara ini didominasi oleh usia 40 tahun ke atas selalu menanyakan hal penipuan dalam perdagaganan online.

Sebenarnya secara psikologis mereka bertanya hal tersebut adalah karena mereka masih sangat awam dengan perdagangan online dan mereka masih ragu-ragu dan takut untuk terjun ke perdagangan online. Wajar, mereka takut sebagaimana saat kita pertama kali terjun ke bisnis online beberapa tahun yang lalu. 

Memang kasus penipuan dalam perdagangan online sering terjadi, tetapi seringkali kasus ini terjadi karena kita kurang waspada dan jeli dalam melakukan transaksi online. Oleh sebab itu pada kesempatan ini kami ingin berbagi tips untuk menghindari penipuan dalam perdagangan online sebagai berikut:
  1. Jangan tergiur dengan tawaran produk dengan harga yang sangat murah. Jebakan awal ini memang terbukti sangat ampuh bagi konsumen Indonesia, terutama untuk produk-produk elektronik seperti kamera, handphone dan sebagainya. 
  2. Cermati toko online yang memberikan penawaran, apakah situsnya memuat informasi yang jelas tentang perusahaan toko online tersebut? Jika informasinya tidak terstruktur dengan baik dan sangat minim maka anda patut curiga Anda pun bisa memanfaatkan situs polisionline.com  untuk melihat apakah toko online tersebut terverikasi atau tidak. 
  3. Lebih baik mencari referensi dari rekan-rekan yang telah memiliki pengalaman bertransaksi di toko online yang akan anda kunjungi.
  4. Jangan mudah percaya dengan testimoni-testimoni yang ada di situs tersebut, karena testimoni bisa dibuat sendiri oleh oknum penipu untuk menarik kepercayaan calon korban.
  5. Jika mau aman, pilih belanja di market place yang sudah terpercaya.
  6. Selalu minta informasi produk yang lebih detail disertai foto produk terkini kepada penjual.
  7. Selalu minta resi pengiriman setelah anda melakukan transaksi online.
  8. Jika memungkinkan pilih term perdagangan COD (Cash on Delivery).
  9. Jika memungkinkan penggunaan pihak ketiga akan membantu mengamankan transaksi anda.
  10. Mintalah info rekening bank yang berbeda. Jika nama-nama rekening di bank-bank yang anda minta berbeda, anda harus lebih waspada dan hati-hati.
  11. Hati-hati menggunakan kartu kredit dalam transaksi online.
Tips di atas adalah tips untuk para calon pembeli barang online, sementara itu saat ini sering terjadi penipuan kepada penjual online sebagaimana terjadi pada UMKM-UMKM binaan kami. Hal yang paling terjadi adalah slip transfer ATM palsu atau slip transfer bank palsu.
 
Oleh sebab itu bagi teman-teman penjual online harap lebih jeli dalam mencermati penipuan dengan modus slip transfer palsu. Ada baiknya teman-teman UMKM cek transfer masuk terlebih dahulu sebelum mengirimkan barang. Jangan nervous dengan "pressure" yang dilakukan oleh pembeli yang meminta pengiriman cepat. Cek dulu apakah transfer tersebut sudah masuk atau belum melalui ATM. 
 
Ada beberapa kejadian tansfer melalui SMS Banking yang ditarik kembali oleh pembeli, sehingga di pemberitahuan kepada kita terkirim sudah ditransfer tetapi ketika dicek di ATM tansfer tidak masuk karena sudah ditarik kembali oleh pembeli. Meskipun hal ini jarang terjadi, tetapi ada baiknya untuk lebih waspada.
 
Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat. Sukses!

Kamis, 09 Agustus 2018

Berburu Produsen Glassware di Semarang.

PT Golden Manyaran, produsen glassware berkelas internasional.
Tugas sebagai GM TTIC di Kadin Jateng harus selalu siap up date dengan informasi produk Jawa Tengah yang menjadi komoditas ekspor andalan. Ketika beberapa buyer menanyakan produk glassware (table ware) maka saya pun harus memberikan referensi produsen mana di Jawa Tengah yang bisa kami rekomendasikan untuk supply produk tersebut.

Saya mengenal perusahaan ini, PT Golden Manyaran, sejak tahun 1998 lalu ketika saya bekerja di perusahaan forwarding di Semarang. Saat itu kami melayani perusahaan ini melakukan ekspor ke berbagai negara di dunia. Perusahaan ini sendiri berdiri tahun 1993 dan berlokasi di Jl Tapak No 100 Semarang, sampai sekarang. Pemilik perusahaan ini adalah Bapak Hendrarto Setyono.

Mungkin belum banyak orang Semarang yang mengenal perusahaan ini, tetapi tidak dengan pasar di luar negeri sana. Mereka mengenal perusahaan produsen printed glassware and ceramic ini karena mereka aktif dan rutin mengikuti pameran di luar negeri, selain pameran TEI (Trade Expo Indonosia). Untuk perusahaan-perusahaan besar, mereka mengenal perusahaan ini karena Golden Manyaran memproduksi promotional items yang merupakan kebutuhan gift atau souvenir dari berbagai perusahaan di Jawa Tengah maupun di Indonesia.

Jika produk-produk serupa yang ada di pasaran di Indonesia adalah impor maka justru perusahaan ini sangat handal dalam ekspor produk printed glassware & ceramic ke luar negeri. Pengalaman puluhan tahun telah membuktikan bahwa perusahaan ini sangat konsisten dalam menjaga mutu dan hubungan baik dengan customer mereka di luar negeri.Kelebihan mereka adalah dalam teknik printing pada glassware dan keramik yang menjadi spesialisasinya.

Selain ekspor, perusahaan ini juga menjadi distributor dari berbagai brand terkenal untuk dipasarkan di wilayah Indonesia. Berbagai brand internasional seperti Disney dan sebagainya. Brand Briliant adalah brand dari Golden Manyaran.

Semoga informasi yang singkat ini bisa membuka cakrawala informasi tentang potensi ekspor dari kota Semarang yang sebenarnya sangat luar biasa. Sukses!


 


Rabu, 08 Agustus 2018

Sapu Upcycle: Kreativitas Hebat Dari Kota Salatiga.

Sapu Upcycle: Produksi tas berbahan baku ex ban dalam dan ex tenda.
Creative Design & Workmanship adalah 2 kata kunci dalam menciptakan sebuah produk yang mampu menarik perhatian dari pasar. Bahkan dengan bahan baku yang berasal dari limbah pun jika kedua hal tersebut dimiliki bukan mustahil akan lahir produk yang mampu menembus pasar ekspor.

Ketika berada di kota Salatiga, saya berkesempatan untuk berkunjung ke workshop dan show room Sapu Upcycle untuk yang kesekian kali. Tetapi kali ini saya baru bisa bertemu langsung dengan Mas Sindhu Prastyo yang merupakan pengelola Sapu Upcycle. Sekitar 5 kali berkunjung ke Sapu Upcycle dan baru bisa ketemu Mas Sindhu. Waktulah yang tidak mempertemukan saya dengan beliau.

Hari ini saya melihat tumbukan tenda bekas dan sekaligus melihat beberapa produk tas dengan desain yang sangat menarik tanpa saya sadari bahwa produk tersebut berasal dari bahan tenda bekas tersebut. Setelah menjadi produk dengan desain yang kreatif  dan workmanship yang prima maka pasar pun tidak akan memperdulikan asal bahan baku produk tersebut, cukup: produk akhir! 

Sebenarnya produk Sapu Upcycle adalah produk edukasi sekaligus produk solusi kepada generasi muda untuk mengatasi permasalahan limbah. Tidak harus mereka dibakar dan dimusnahkan melainkan didaur-ulang dengan teknologi tepat guna untuk direka-ulang menjadi produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Bahkan sudah sejak awal produk Sapu Upcycle ini membidik pasar ekspor.

Survey wisaata produksi dari Grand Wahid Hotel ke Sapu Upcycle.
Nuanza Porcelen dan Sapu Upcycle adalah potensi wisata produksi menarik di Salatiga, yang bisa digandeng oleh hotel dan rosort setempat. Mereka pun telah mulai menata fasilitas produksinya untuk paket wisata semacam ini. Sebagaimana ketika hari ini saya mengajak team dari Grand Wahid Hotel untuk melihat dari dekat showroom dan workshop Sapu Upacycle ini. Pihak hotel pun akan segera membuat paket wisata untuk memberikan nilai experience kepada para tamunya. Sukses!





 

Selasa, 07 Agustus 2018

Nuanza Porcelen, Membangun Brand Dengan Keterlibatan.

Fun with Clay, Interaksi Nuanza Porcelen dengan Customer.
Brand adalah intangible asset yang harus dibangun dengan perencanaan yang cermat dalam jangka waktu panjang. Media online seperti social media memang akan sangat penting dalam proses awalnya, namun yang paling penting adalah experience customer dengan brand kita.

Meskipun masih berskala UMKM, namu Nuanza Porcelen sudah menyadari hal tersebut sejak awal terlebih ketika ekonomi saat ini di-drive oleh leisure dan digital dimana pasar lebih cenderung memilih wisata (experience) dalam sebuah paket produk. Digital akan banyak berperan dalam komunikasi dengan pasar dalam menyampaikan informasi dan edukasi produk. 

Bahasa visual pun (instagramable) pun telah dipahami benar oleh UMKM yang satu ini, sehingga setiap moment keterlbatan mereka dengan customer telah mereka abadikan dengan foto-foto dan video yang bisa menyampaikan pesan apa yang mereka lakukan dengan customer dalam memenuhi kebutuhan experience-nya.

Fun with Clay

Sebagaimana kita ketahui, Nuanza Porcelen adalah produsen keramik dari Kabupaten Boyolali yang memiliki keunggulan dalam desain dan kualitas produk. Meskipun masih berskala kecil namun produk-produk Nuanza Porcelen sudah patut disejajarkan dengan perusahaan-perusahaan besar. 

Produk-produk table ware mereka telah dipercaya oleh beberapa hotel berbintang dan resort mewah di Indonesia, sementara produk figurine mereka yang berupa "Bali Dancer" telah dipercaya oleh Presiden RI Bapak Jokowi sebagai souvenir kenegaraan RI. Selain itu produk trophy mereka pun telah mendapatkan tempat dalam kejuaraan-kejuaraan golf nasional maupun internasional.

Apa yang mereka geluti sehari-hari adalah pesan komunikasi yang berkualitas kepada customer sehingga mereka menggagas event experience dengan nama "Fun with Clay" dimana customer bisa ikut merasakan proses produksi keramik di Nuanza Porcelen. Event keterlbatan ini diharapkan bisa membangun keterlibatan secara emosional antara brand Nuanza Porcelen dengan customer.

Customer tidak hanya ingin produk akhir yang berkualitas namun mereka juga ingin merasakan bagamana pengalaman mereka dalam membuat produk keramik, dan selanjutnya mereka bisa dengan lebih baik bercerita kepada rekan dan saudara-saudara tentang apa yang mereka alami dan dapatkan di Nuanza Porcelen.

Fun with Clay, Interaksi Nuanza Porcelen dengan Customer.

Fun with Clay, Interaksi Nuanza Porcelen dengan Customer.

Fun with Clay, Interaksi Nuanza Porcelen dengan Customer.

Fun with Clay, Interaksi Nuanza Porcelen dengan Customer.
Terbukti event ini sangat diminati oleh sekolah-sekolah dan juga turis asing. Wisata edukasi produksi memang menjadi alternatif wisata yang saat ini mulai dipaketkan dengan program-program paket kamar dari Hotel dan Resort, dan hari Selasa ini kami ajak team Grand Wahid Hotel Salatiga untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan Nuanza Porcelen terkait hal ini.

Tentunya paket ini akan lebih menarik jika dikerjasamakan dengan hotel dan resort di sekitar pabrik, sehingga secara bersama-sama bisa membangun paket wisata yang terintegrasi. Semua harus saling menyadari bahwa customer menginginkan sesuatu yang "lebih" dan sesuatu yang "bisa berkesan".

Semoga apa yang telah dilakukan oleh Nuanza Porcelen ini bisa memperkaya khasanah wisata di Kawasan Salatiga dan Boyolai yang masih menyimpan potensi wisata produksi yang lain seperti Sapu Upcycle dan Sentra Kerajinan Tembaga di Cepogo Boyolali. Sukses!

 


 

 

 

Senin, 06 Agustus 2018

5 Langkah Meningkatkan Kualitas, Apapun Produk Anda.

5 Langkah Meningkatkan Kualitas, Apapun Produk Anda.
Tidak bisa dipungkiri bahwa apapun bisnis kita, kualitas merupakan hal terpenting dalam membangun kesuksesan perusahaan. Terlebih lagi, pertumbuhan penjualan jauh lebih mudah ketika bisnis tetap konsisten terhadap kualitas produk, apapun produk tersebut.

Kehidupan ini tidak sempurna, semua orang membuat kesalahan dan mesin pun mengalami kerusakan. Tugas kita adalah meminimalkan kedua hal tersebut sehingga klien tetap terpesona dengan produk kita. Hal ini dapat dilakukan melalui fokus yang tiada henti pada kualitas. Meningkatkan kualitas akan menghemat biaya operasional perusahaan karena kita tidak perlu melakukan berbagai hal untuk menutupi kesalahan lama. Meningkatkan kualitas akan meningkatkan keterlibatan karyawan dalam bisnis karena mereka berada di tim berkinerja tinggi.

Bagaimana kita bisa memastikan kualitas luar biasa di perusahaan? Berikut adalah 5 (lima) tips untuk meningkatkan kualitas dengan cepat.

1. Ukur dan Ukur Berkali-kali.

Dua indikator kinerja utama (KPI) yang harus ktia gunakan hari ini adalah lolos kualitas dan kualitas yang diambil. Tentukan kesalahan kualitas batch mana yang jatuh. Batch pertama terdiri dari kesalahan yang "ditangkap" internal oleh tim quality control sehingga klien tidak pernah menyadarinya. Kesalahan kualitas yang ditangkap tidak buruk karena klien tidak pernah tahu - mungkin mereka mengalami keterlambatan pengiriman, tetapi hanya itu saja. yang klien tahu, dan mereka tidak terlalu kecewa karenanya.

Batch kedua terdiri dari masalah kualitas yang "lolos" dari tim quality control dan ditemukan oleh klien. Cacat kualitas yang lolos ini mengerikan karena klien anda terkena dampak kegagalan perusahaan, yang merongrong hubungan perusahaan dengan klien. Memahamkan hal ini secara detail sangat perlu bagi tim quality control agar mereka paham bahwa hal ini sangat penting.

2. Fokus pada Proses, Bukan Orang

Setiap karyawan bekerja untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Dalam banyak kasus, cacat adalah prosesnya, bukan orang yang kita percayai. Ingat itu, dan perbaiki dengan menambahkan langkah-langkah proses atau pemeriksaan baru ke sistem. Jangan menjadikannya permainan "siapa yang mengacaukan ini?" karena hal Itu akan mengempiskan tim. Semua orang akan gemetar ketakutan dan menunjuk jari tanpa pernah sampai ke akar permasalahan.

3. Pertemuan Rutin

Awalnya pertemuan akan panjang dan membosankan, tapi kita perlu mendiskusikan dengan semua pemain setiap masalah kualitas yang terjadi, dan sampai ke akar permasalahan. Seiring waktu - waktu akan semakin kurang dari yang kita kira - pertemuan akan semakin pendek, jika proses diperkuat dan sistem menjadi lebih kuat. Keyakinan akan terbangun ketika semua orang melihat sistem menangkap kesalahan dan menghilangkan masalah tersebut.

4. Buat Bagan (Alur) Kualitas

Urutkan masalah kualitas terbesar berdasarkan kategori dan fokus pada masalah besar. Selesaikan sampai mereka menjadi masalah kecil. Jangan memfokuskan banyak waktu pada masalah kualitas yang tidak biasa; hal ini akan menghabiskan waktu kita di tempat dengan masalah yang paling sering terjadi.

5. Jadikan Kebiasaan

Tempatkan hasil kualitas di ruang makan siang. Setiap orang harus melihat bahwa ini adalah penekanan perusahaan dan ktia ingin meningkatkan secara transparan. Pengingat harian yang terlihat akan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kualitas kepada orang-orang yang memengaruhi kualitas ini setiap hari, yaitu tim anda.


Ending dari semua peningkatan kualtias adalah membangun kebiasaan yang terstruktur dan terukur. Oleh sebab itu setiap produsen harus sejak awal mempersiapkan sebuah sistem mutu yang akan menjamin klien atau customer menerima produk dengan kualitas yang konsisten atau bahkan meningkat. Jika sistem mutu adalah gambaran bahwa perusahaan tersebut telah menerapkan manajemen yang lebih baik, dan klien akan menilai hal tersebut di dalam hati mereka dan mereka wujudkan dengan loyalitas. Sukses!


Sabtu, 04 Agustus 2018

Promosi Efektif Untuk UKM Pangan.

Promosi Efektif Untuk UKM Pangan.
Selama 4 tahun menjadi Juri Pangan Award di propinsi Jawa Tengah, harus kami akui telah banyak produk UKM pangan Jawa Tengah yang telah siap untuk dipromosikan. Mungkin bisa dikatakan bahwa 5% dari seluruh peserta UKM pangan award telah memiliki kesiapan dari sisi kualitas produk, kemasan dan kapasitas produksinya. 

Dari beberapa yang 5% tersebut, yang notabene memang telah mapan dalam bisnisnya mulai bertanya kepada kami "media promosi apa yang efektif untuk promosi" bagi usaha skala kecil seperti mereka. Tentunya yang mereka maksudkan adalah media yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka dan trend promosi terkini. Selain itu, promosi yang efektif adalah promosi yang bisa menjangkau semaksimal audiens yang tetap untuk segmentasi produk mereka.

Untuk skala UMKM, promosi yang mereka butuhkan adalah promosi yang langsung memberikan impact pada sales mereka selain juga mampu membangun brand awareness untuk brand yang relatif masih baru dan belum dikenal oleh pasar. Jika hanya sekedar promosi mungkin mereka telah mencoba melalui media sosial yang telah mereka miliki atau mencoba melalui eCommerce Market Place). Ya, ecommerce adalah salah satu cara yang paling singkat dalam melakukan penjualan secara online, namun pasar yang mereka bidik relatif terlalu luas untuk tujuan membangun brand mereka.

Persaingan yang ketat dalam eCommerce pun memberikan peluang bagi calon pembeli untuk memperbadingkan satu dengan yang lainnya, sehingga produk anda dalam promosi ini tidak "terlalu" tampak special karena banyaknya pesaing yang hadir di sana. Tetapi setidaknya eCommerce adalah salah satu opsi bagi UMKM untuk mempromosikan produknya meskipun dengan catatan khusus bahwa sebaiknya produsen tidak bentrok dengan reseller di eCommerce yang sama. Hal ini seringkali terjadi, produsen membunuh para resellernya di eCommerce.

Visual Content dan Influencer.
 
Pada kesempatan ini dan melanjutkan 2 tulisan kami sebelumnya mengenai trend marketing dan perilaku pasar tahun 2018. Ada salah satu opsi bagi UMKM untuk melakukan promosi yang efektif dalam melakukan sales dan membangun awareness sekaligus. Yaitu dengan cara menggunakan influencer. 

Istilah influencer saat ini semakin mencuat naik ketika dipahami benar bahwa telah terjadi pergeseran impact media dari media promosi korporasi menjadi media personal. Influencer adalah personal yang mampu memberikan dampak luas kepada audiens (follower) yang mereka miliki melalui social media atau blog yang menjadi media komunikasi mereka dengan para audiens. Jika dalam instagram bisa dikatakan sebagai selegram atau selebriti instagram. Para influencer ini bisa dikenali dari jumlah follower di media sosialnya.

Instagram saat ini merupakan alat promosi yang paling dominan di social media, selain facebook, yang harus dipertimbangkan oleh UMKM dalam melakukan promosi. Blog pribadi pun saat ini telah mampu menggeser impact-nya daripada situs korporasi, karena audiens ingin mendapatkan "keterlibatan" dan "personalisasi" dengan pengelola situs. Mereka tidak hanya ingin dilayani oleh "admin" yang mungkin tidak secara spesifik menguasai bidang bisnisnya.

Audiens yang spesifik, follower yang besar serta konten yang tetap dan fokus merupakan strategi dari influencer dalam membangun jaringan media-nya. Trend konten visual berupa foto dan video juga merupakan fakta yang terjadi saat ini.

Hal ini kami amati benar ketika akhir-akhir ini DiahDidi.Com melalui intagram-nya (IG) @bunda_didi mendapatkan perhatian yang sangat besar dari brand-brand besar serta para pelaku UMKM yang melakukan promosi di sosial media tersebut. Ada 2 tujuan yang ingin dicapai oleh para klien, yaitu mereka ingin membangun brand-nya dengan cara melakukan SEO di blog DiahDidi.Com agar lebih mudah dalam pencarian di Google Search oleh para calon pembeli. Dengan perbaikan peringkat dalam pencarian di Google Search maka produk dan brand mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk dikenali. Tujuan yang kedua adalah yang paling penting, mereka melakukan promosi di IG @bunda_didi untuk melakukan sales force untuk produk mereka. Akan lebih baik jika mereka pun telah memiliki akun IG sehiingga audiens @bunda_didi yang tertarik dengan produk mereka bisa langsung menjadi folower IG mereka.

Di atas adalah gambaran betapa trend promosi telah bergeser ke blog dan sosial media, semua menjadi serba praktis, cepat, efisien dan efektif. Para penggunan promosi pun harus jeli dengan jumlah follower para influencer, apakah follower itu dibangun dengan advertising (dipaksa) atau benar-benar tumbuh dengan sukarela (organik). Para pengguna promosi pasti akan memilih media yang organik karena pontensi mereka untuk loyal sangat tinggi dan mereka adalah follower yang sebenarnya.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pelaku UMKM dan pemilik brand lainnya. Semoga sukses dalam promosinya!

 

Jumat, 03 Agustus 2018

Perilaku Konsumen Online Indonesia di Tahun 2018


Perilaku Konsumen Online Indonesia di Tahun 2018.
Jika di tulisan sebelumnya kami menyinggung masalah trend marketing di tahun 2018, maka pada hari ini saya ingin memberikan gambaran trend perilaku konsumen online di Indonesia tahun 2018. Hal ini akan menjadi sangat penting bagi para pelaku UMKM (pedagang online) yang tengah mencari strategi pemasaran online bagi produknya.

Tahun 2017 adalah tahun yang penuh dengan gejolak dalam perkembangan e-commerce Indonesia. Mulai dari masuknya investasi Alibaba melalui Lazada dan Tokopedia, meroketnya pertumbuhan pemain baru Shopee dalam memenangkan pasar mobile, dan jumlah transaksi Harbolnas 2017 yang mencapai Rp 4 triliun dalam tiga hari.

Momen bombastis yang terjadi di tahun lalu tampak menunjukkan geliat perdagangan online yang semakin panas di Indonesia. Tentu gairah ini tidak akan turun begitu saja di tahun 2018. Justru kami yakin permainan e-commerce di tanah air akan semakin menarik berkat hadirnya pemain-pemain yang semakin kompetitif.

Perkembangan e-commerce seolah sudah tidak terbendung. Semua pemain berlomba-lomba untuk mengambil kue pasar Indonesia. Tidak heran bila pasar Indonesia begitu menggiurkan, gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyatakan pengguna internet yang berbelanja online di tanah air memiliki nilai transaksi sebesar Rp 75 triliun secara online di tahun 2017. 

Angka yang fantastis ini baru berasal dari 24,7 juta konsumen. Sementara angka pengguna internet di Indonesia sudah menembus 132,7 juta di awal tahun 2017. Di sini kita bisa melihat terdapat potensi yang sangat besar untuk merebut kue pasar perdagangan online di Indonesia.

Meskipun begitu, memenangkan pasar Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Masih banyak tantangan yang masih harus dihadapi oleh pelaku e-commerce hingga sekarang. Mulai dari akses dan kecepatan internet, masalah geografis dan tipografis, hingga metode pembayaran.

Baru-baru ini, iPrice meluncurkan riset White Paper pertamanya dengan mengumpulkan data lebih dari 1000 e-commerce di negara Asia Tenggara dalam periode Juli 2016 hingga Juni 2017.

Riset tersebut berisi temuan-temuan menarik terkait perilaku konsumen Indonesia dalam berbelanja online. Temuan ini tentu bisa menjadi sebuah insight yang bermanfat bagi pemain e-commerce untuk menentukan strategi marketingnya dalam merebut hati konsumen.
Konsumen Lebih Suka “Mampir” Lewat Smartphone.


Penggunaan smartphone yang semakin bertambah tiap tahunnya ternyata sejalan dengan peningkatkan trafik mobile terhadap situs toko online. Hal ini ditandai dengan peningkatan kunjungan mobile dengan rata-rata sebesar 19% di Asia Tenggara dalam kurun 12 bulan.

Sementara data sampel e-commerce yang beroperasi di tanah air menunjukkan rata-rata sebesar 87% trafik berasal dari penggunaan mobile. Temuan ini menunjukkan pangsa mobile adalah potensi yang besar untuk meraup kunjungan atau trafik yang lebih tinggi. Hal ini bisa dilakukan oleh para pemain e-commerce dengan menginvestasikan pengembangan situsnya agar lebih mobile-friendly.

Tren perilaku konsumen ini nampaknya sudah diprediksi oleh Shopee, yang sedari awal sudah fokus pada platform mobile sehingga konsumen lebih mudah mencari barang dan berbelanja. Tren peningkatkan trafik mobile ini pun turut mendorong Shopee berinvestasi banyak pada mobile app.

Lihat Barang Lewat Mobile, Belanja Lewat Desktop

Kendati jumlah trafik dari mobile menyumbang rata-rata 87% dari total trafik, namun konsumen masih lebih suka melakukan transaksi melalui desktop. Inilah uniknya perilaku konsumen Indonesia dan juga negara-negara berkembang lainnya di Asia Tenggara.

Terdapat istilah conversion rate, secara singkat merujuk pada kunjungan yang berujung pada pembelian produk. Riset menunjukkan conversion rate kunjungan desktop 200% lebih tinggi dibandingkan conversion rate dari kunjungan mobile.

Data tersebut menunjukkan perilaku umum konsumen online Indonesia, yakni melihat-lihat barang melalui mobile atau aplikasi, namun baru belanja lewat komputer atau laptop. Menurut Andrew Prasatya, Content Marketing Lead iPrice, konsumen lebih suka bertransaksi melalui desktop karena dinilai lebih nyaman, mudah, dan terpercaya.

Layar lebar desktop memang menawarkan ruang yang lebih luas, dapat melihat semua fitur dalam sekali pandang, dan lebih mudah memilih produk yang diinginkan. Hal inilah yang mungkin belum bisa ditawarkan oleh layar mobile yang memiliki keterbatasan ruang untuk menampilkan fitur sebuah situs.

Meski jumlah trafik mobile tidak serta-merta memiliki conversion rate yang tinggi, hal ini juga bisa menjadi referensi kebijakan para pelaku e-commerce. Misalnya bagi pemain yang baru berkecimpung dalam perdagangan online, mungkin ada baiknya bila fokus para peningkatan trafik terlebih dahulu dengan mengembangkan kualitas situs mobile.


Rata-rata Pembelanjaan Konsumen Indonesia Sebesar Rp 481 ribu.

iPrice juga menghitung basket size konsumen online Indonesia yakni nilai rata-rata pembelanjaan tiap konsumen pada periode tertentu. Meski secara vertikal, e-commerce Indonesia terdiri berbagai macam bentuk seperti fesyen atau elektronik, namun rata-rata jumlah pengeluaran konsumen saat belanja online mencapai US$ 36 atau Rp 481 ribu.

Menilik dari kacamata regional, nilai tersebut membuat Indonesia menduduki posisi basket size terendah kedua di Asia Tenggara. Kalau jauh dengan Singapura yang mencapai US$ 91. Temuan nilai basket size tersebut juga menunjukkan seberapa besar purchasing power konsumen Indonesia saat bertransaksi online. Hal ini tentu berbanding lurus dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita negara.

Dari segi pelaku e-commerce, temuan nilai basket size ini bisa menjadi pandangan untuk menentukan target pasar, harga produk yang dijual, hingga strategi promosi yang digunakan.


Konsumen Indonesia Suka Berbelanja Online di Hari Kerja.

Jika Anda pernah mengira orang Indonesia suka belanja online saat akhir pekan, ternyata asumsi tersebut salah besar. Justru konsumen Indonesia adalah yang paling aktif berbelanja online di hari kerja di siang hari.

iPrice mencatat dari keseluruhan sampel, puncak pemesanan barang paling populer adalah pada pukul 10.00 pagi hingga 5.00 sore. Selain itu conversion rate paling tinggi juga terjadi pada hari Rabu, sementara di akhir pekan conversion rate justru turun hingga 30 persen.

Pada periode kuartal ketiga 2016 hingga kuartal kedua 2017, jumlah pesanan pada pukul 11.00 rata-rata lebih tinggi 69 persen dibandingkan jam lainnya. E-commerce pun masih mendapatkan banyak pesanan pada pukul 16.00 yakni saat orang-orang sedang pulang kerja.

Hasil riset tersebut juga tidak kalah jauh dari penelitian perilaku belanja online di Amerika Serikat. Firma CNBC menyatakan bahwa 31,2 persen konsumen online melakukan transaksi di jam kerja.

Dalam laporan Workarea, di hari Jumat dan Sabtu umumnya konsumen beraktivitas offline. Selanjutnya pada hari Minggu mereka mulai berselancar kembali untuk mencari produk yang kemudian dimasukkan ke dalam wishlist. Temuan-temuan ini tentu bisa menjadi referensi para pelaku e-commerce untuk kapan melakukan flash sale ataupun strategi promosi yang menarik konsumen untuk melakukan transaksi.

Metode Pembayaran Transfer Bank Masih Tetap Populer.

Dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura yang rata-rata pembayaran dilakukan menggunakan kartu kredit, konsumen Indonesia masih nyaman menggunakan cara konvensional saat berbelanja online.

Meski metode pembayaran yang ditawarkan e-commerce sudah cukup beragam, riset iPrice yang memakai sampel data dari 200 lebih e-commerce lokal menemukan 94 persen transaksi masih didominasi metode transfer bank. Metode Cash on Delivery (COD) pun masih populer, terbukti sebanyak 43 persen e-commerce masih menawarkan opsi tersebut.

Wajar bila kita melihat konsumen Indonesia cenderung memilih metode pembayaran yang masih jadul. Hal ini dikarenakan masih banyak orang dewasa yang belum memiliki rekening bank, yakni sekitar 150 juta orang. Penetrasi kartu kredit di Indonesia juga masih paling rendah dibanding negara lain di Asia Tenggara. Codapay mencatat pada tahun 2015 penetrasi kartu kredit di tanah air hanya sebesar 1,6 persen. 

Trust issue juga menjadi alasan COD masih banyak dipakai oleh konsumen meskipun metode ini sebenarnya tidak efektif. Secara bersamaan, data tersebut menunjukkan ada yang kurang matang di sistem pembayaran e-commerce Indonesia. Sistem pembayaran ini tentu masih menjadi masalah klasik yang tak kunjung usai dalam pekerjaan rumah pelaku industri e-commerce.

Informasi penting di atas akan sangat bermanfaat bagi para pedangan online dalam meracik strategi pemasarannya di tahun ini. Dalam dunia digital dibutuhkan keputusan cepat dan fleksibilitas yang tinggi untuk keluar dari persaingan. Tanggap terhadap perilaku pasar adalah sebuah syarat untuk sukses dalam pemasaran online. Sukses!