Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Sabtu, 15 Desember 2018

Bagaimana Teknologi Mengubah Manajemen SDM.

Bagaimana Teknologi Mengubah Manajemen SDM.
Bagaimana Teknologi Mengubah Manajemen Sumber Daya Manusia?
 
Apakah anda menggunakan teknologi dalam manajemen sumber daya manusia? 
 
Sebuah tulisan dari Marianne Chrisos, yang merupakan seorang penulis dan marketer menginspirasi saya untuk menulis materi ini. Selama ini HRD tumbuh dari satu departemen yang bekerja untuk merekrut,  memecat, dan menangani pembayaran gaji karyawan serta menjadi bagian penting dari perusahaan yang sedang tumbuh, membangun reputasi organisasi, membantu menciptakan perubahan organisasi, dan memastikan kepatuhan. Munculnya teknologi telah mengubah lansekap SDM. Berikut adalah beberapa perubahan dalam manajemen sumber daya manusia yang disebabkan oleh teknologi.
 
Bekerja Jarak Jauh (Remote Working)
 
Harus diakui bahwa teknologi telah mengubah cara orang bekerja. Konektivitas yang besar memungkinkan karyawan bekerja dari jarak jauh untuk mengakses sistem manajemen, melalui protokol keamanan dan keselamatan sistem digital. Bagaimana saat ini perusahaan-perusahaan besar telah menggunakan applikasi online untuk melakukan kendali kinerja perusahaan dan juga kinerja SDM itu sendiri. Karyawan yang telah diberikan akses dan diverifikasi bisa bekerja dalam sistem yang telah online tersebut, dan bahkan saat ini kinerjanya pun bisa dipantau secara real time.

Applikasi net meeting (tele conference) pun telah biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar untuk menyikapi efisiensi biaya meeting ketika karyawannya berada di berbagai tempat yang berjauhan. Bahwa teknologi telah memperpendek jarak atau bahkan menghilangkan jarak yang selama ini menjadi kendala dalam melakukan meeting.

Teknologi CCTV kadang juga dibutuhkan untuk memantau kinerja fisik karyawan sehingga tidak membutuhkan pengawasan manual.
 
Pengerahan (Recruitment)
 
Online recruitment, online assessment sudah menjadi istilah-istilah yang biasa dalam manajemen HRD. Perusahaan bisa melakukan recruitment secara online, melakukan test online, melakukan wawancara online dan sebagainya. Semuanya sudah bisa dilakukan dengan sangat praktis melalui applikasi digital, dan bahkan job fair pun saat ini telah dilakukan secara online bukan lagi digelar secara fisik.

Ketika perusahaan belum memiliki fasilitas ini, maka ada perusahaan lain yang menyediakan jasa untuk kebutuhan ini.
 
Keterlibatan Karyawan (Employee Engagement)
 
Dampak lain teknologi dalam manajemen sumber daya manusia adalah membantu organisasi dan departemen SDM untuk memahami bagaimana karyawan mereka menjalani "pengalaman"-nya bersama perusahan. Teknologi telah memungkinkan mengumpulkan umpan balik karyawan dan data yang akan dianalisis untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi karyawan. Karyawan yang lebih terlibat dan puas terbukti menjadi karyawan yang lebih produktif. 
 
Manfaat dan Penggajian (Benefit & Payroll)
 
Sistem online telah memungkingkan kontrol absensi, penilaian karyawan, dan penggajian secara otomatis terhubung dengan rekening bank karyawan. Semua report kinerja karyawan bisa secara langsung hadir di hadapan manajer SDM dan memudahkannya menganalisa kinerja karyawan.
 
Semua applikasi ini saat ini sudah demikian mudahnya diperoleh oleh perusahaan, baik perusahaan besar maupun kecil dan menengah. Banyak pihak yang bisa diajak bekerjasama untuk mengembangkan applikasi manajemen SDM ini, dan salah satunya adalah DASH Semarang yang memang fokus pada pengembangan applikasi-applikasi HRD. Sukses!

Asset Bisnis Yang Paling Penting Adalah SDM.

Asset Bisnis Yang Paling Penting Adalah SDM.
Inilah materi kuliah manajemen yang dulu kurang begitu saya sukai saat kuliah di S2 manajemen. Dan masalah SDM pun selalu menjadi dilematik dalam perkembangan industri di setiap daerah. UMR naik, perusahaan pusing, UMR tidak naik maka karyawan pun pusing memenuhi kebutuhan pokoknya. 

Tingginya UMR pun menjadi masalah bagi para pelaku UMKM, karena kemampuan bisnis mereka belum mampu memnuhi tuntutan UMR. SDM tidak terampil, perusahaan tidak bisa berkembang, tetapi ketika mereka sudah  terampil maka mereka mencari tempat kerja yang menawarkan gaji lebih tinggi. Digenjot kewajiban, mereka akan menuntut hak yang baik, dan sebaliknya dimanjakan oleh fasilitas dan tunjangan mereka kadang tidak mampu untuk berkinerja seperti yang diharapkan.

Yang tersulit biasanya menjadi yang terpenting, dan ternyata hal ini juga terjadi dengan manajemen SDM. Bagaimana mengelola SDM dalam revolusi digital adalah topik yang sangat menarik dan mau tidak mau harus saya ikuti, karena asset utama perusahaan saat ini adalah SDM. Perusahaan apapun yang sukses pasti didukung oleh SDM yang kompeten dan sistem manajemen yang baik.

Dalam era digital saat ini setiap korporasi membutuhkan kualitas SDM atau bisa dikatakan kualitas SDM 4.0, ketika justru kuantitas menjadi masalah baru karena applikasi banyak menggantikan peran SDM. Korporasi yang bisa bertahan adalah korporasi yang bisa mengelola SDM dengan sangat optimal. Kemampuan entrepreneurship menjadi sangat dominan di masa mendatang.

Transformasi digital ini memungkinkan setiap fungsi kerja dalam perusahaan menjadi uni bisnis yang mampu menyumbangkan income bagi perusahaan. Transformasi digitial memungkinkan setiap personil menjadi seorang profesioan yang bisa setiap saat diupgrade menjadi vendor perusahaan. Istilah yang mungkin bisa mewakilinya adalah entrepreneurship melahirkan entrepreneurship.

Lantas apa yang paling krusial yang dibutuhkan oleh perusahaan? Yang paling krusial adalah sebagai berikut:
  1. Pengembangan sistem manajemen digital yang mampu dikelola dengan secara on-hand (mobile application) y ang bisa setiap saat dipantau dan dikelola oleh setiap individu yang terlibat di perusahaan.
  2. Yang tidak kalah penting adalah PATENT dan BRAND yang merupakan asset intangible perusahaan harus diperjuangkan sejak awal. Mengapa? Karena setiap individu bisa sangat mobile dari seorang karyawan menjadi seorang vendor. Mengikat individu menjadi karyawan akan menjadi semakin berat di masa-masa mendatang. Menjadi vendor setelah sebelumnya kita melatihnya menjadi seorang entrepreneur dan profesional adalah pilihan yang sangat memungkinkan.
  3. Pelatihan peningkatan kualitas SDM akan menjadi bisnis yang sangat menarik di masa mendatang, tentunya bonafiditas dan brand dari lembaga pelatihan akan menjadi sangat penting terkait dengan ekspektasi hasil pelatihannya.
Terkait dengan point no. 3, kami telah bekerjasama dengan UNDIP melalui PT UCCP yang fokus pada pelatihan SDM terkait dengan revolusi 4.0 (digital). Baik mengajarkan mereka bagaimana menjadi seorang karyawan yang profesional sehingga mampu kreatif, adaftif dan kolaboratif dengan perubahan jaman maupun membekali mereka menjadi seorang entrepreneur yang merupakan bagian dari perusahaan (sebagai vendor).
 
Dari gambaran di atas, terlihat bagaimana penting dan mendasarnya SDM bagi perusahaan dalam revolusi digital saat ini. Namun selalu ada jalan bagi yang ingin bertahan dan menjawab tantangan. Sukses!




 

Jumat, 14 Desember 2018

Menjadi Unik, Menjadi Spesialis.

Menjadi Unik, Menjadi Specialis
Revolusi digital akan berjalan terus menuju hal-hal yang tidak terduga oleh kita. Pencapaiannya merupakan kejutan-kejutan bagi orang-orang yang berada di luar bisnis digital. Dan inilah fakta akan saat ini kita hadapi dan seterusnya akan kita lalui.

Sebenarnya jika dicermati revolusi digital ini lebih memihak kepada individu atau kelompok kecil dibandingkan korporasi-korporasi besar, terlebih korporasi yang sejak dulu terbangun dengan cara yang konvensional dan bekerja secara konvensional. Benar, jika tidak tidak bertransformasi dan beradaptasi maka bisnis-bisnis korporasi tersebut akan menyusut dan akhirnya terpecah atau bahkan hancur sekalian.

Ketika teman-teman UMKM datang kepada kami dan mengajak diskusi mengenai apa yang mesti mereka persiapkan dan apa yang mesti mereka lakukan ke depan maka kami masih fokus kepada core bisnis mereka terlebih dahulu, yaitu menjadi unik dan spesialis, sebelum kami menuntut mereka bertransformasi digital. Dan hal ini menjadi sebuah keharusan bagi setiap produsen karena revolusi digital yang sangat terbuka ini menjadikan efek duplikasi yang bisa jadi ribuan kali dari cara-cara konvensional.

Efek duplikasi, entah apakah karena banyak yang meniru atau meniru & memodifikasi atau sebagainya, yang jelas menghadirkan efek persaingan yang luar biasa dahsyat. Nah pertanyaan selanjutnya adalah:
  1. Bagaimana customer menemukan bisnis anda ketika hampir semua bisnis terlihat sama? Bagaimana membuat bisnis atau produk anda menjadi berbeda dengan para pesaing anda?
  2. Apakah perbedaan yang telah anda buat ini merupakan "strength point" atau kompetensi anda? Jika benar, maka anda memiliki asset yang kuat untuk memulai membangun sebuah brand. 
  3. Apakah bisnis anda mudah ditemukan ketika hampir lebih dari 60% pencarian bisnis dilakukan secara digital melalui mesin pencari? 
  4. Apakah anda aktif secara digital dalam mempromosikan dan memasarkan produk anda?
Ke-empat pertanyaan di atas akan menuntun kita kepada bagaimana kita mulai memikirikan produk yang unik, yang berbeda dengan para pesaing. Kemamnpuan membuat berbeda ini harus  merupakan kompetensi terbaik kita, atau bisa dikatakan kita harus menjadi spesialis dan fokus pada suatu bisnis atau produk. Dengan cara yang ini sejatinya kita telah merintis esensi sebuah brand, dan brand ini yang akan banyak membantu kita dalam persaingan di dunia digital.
 
Nah, selanjutnya ketika mereka telah melakukan hal-hal di atas adalah mengingatkan apakah mereka telah memiliki website? Face Book Fan Page? Google Business? atau semacamnya agar mereka menjadi mudah ditemukan dalam search engine. Kemudian mereka juga mendukungnya dengan jaringan social media untuk memasarkan bisnis mereka sebagaimana memasarkan webiste, fan page, google business dll. Lebih penting lagi, apakah mereka aktif dengan tool-tool tersebut di atas? Apakah mereka telah melakukan SEO (Search Engine Optimization) dan SMM (Social Media Marketing) dengan baik atau bisa dikatakan apakah mereka aktif dengan tool-tool tersebut?

Memang ke depan tantangannya semakin luar biasa, namun sebenarnya justru peluang berhadapan dengan pasar secaran langsung juga lebih mudah di jaman digital ini selama UMKM paham dan aktif melakukannya. Diskusi ini akan sangat panjang dengan detal-detail yang luar biasa, namun pada kesempatan ini kami hanya ingin mengingatkan hal-hal tersebut di atas terlebih dahulu. Sukses!

 
 


Kamis, 13 Desember 2018

Beberapa Faktor Gagalnya Bisnis Franchise.

Beberapa Faktornya Gagalnya Bisnis Franchise.
Bisnis franchise banya menjadi pilihan para pemula usaha, ketika mereka tidak mau bersusah payah memulai usaha dari awal dan ketika mereka memang memiliki modal usaha yang memadai. Praktis dan bisa cepat kelihatan hasilnya, kira-kira seperti itulah harapan mereka. 
 
Namun pada kenyataannya,  banyak sekali rekan-rekan kami yang gagal dengan pilihan ini dan mulai berdiskusi dengan kami sambil mulai mengevaluasi permasalahan gagalnya bisnis franchise tersebut. Beberapa faktor yang menyebabkan bisnis franshise tidak menguntungkan bagi penyewanya yang sempat diulas oleh salah satu media online (finance.detik.com) adalah sebagai berikut:
 
1. Modal Investasi dan Franchise Fee yang Tinggi.

Modal investasi awal dan franchise fee bisa sangat mempengaruhi laba penyewa bisnis waralaba. Sebagai contoh, jika anda ingin membuka waralaba McDonald's, anda harus punya lokasi sendiri (sewa maupun hak milik), belum lagi royalti waralaba sekitar Rp 405 juta (US$ 45.000) untuk memegang hak waralaba selama 20 tahun, setelah masanya habis maka bisa diperpanjang.

Jika dihitung-hitung secara total, biaya yang anda harus keluarkan untuk membuka sebuah restoran cepat saji McDonald's berkisar antara Rp 4,5 miliar sampai Rp 14,4 miliar.

Yang paling merepotkan adalah, franchise fee yang harus disetorkan per tahun. Setiap tahun, pemegang waralaba harus menyetorkan 12,5% omzetnya ke pemilik waralaba. Jadi, berapapun omzet anda atau sebaik apapun bisnis, anda akan terus terikat dengan peraturan ini.

Ongkos sewa tahunan ini merupakan syarat paling standar dalam dunia waralaba. Bahkan, Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp 450 juta, sama seperti Dunkin' Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp 360-720 juta tergantung lokasi.

Dikurangi gaji karyawan, uang makan dan pajak, bisa terlihat bahwa memegang lisensi waralaba tidak semudah seperti kelihatannya.

2. Biaya Bahan Baku yang Mahal

Untuk anda bisa tetap berbisnis, kebanyakan pemilik waralaba memaksa para pemegang lisensinya untuk membeli bahan baku dari pensuplai yang biasanya masih ada hubungan 'spesial' dengan si pemilik waralaba. Biasanya, harga yang ditetapkan oleh pensuplai ini lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Bahkan, beberapa pemilik waralaba makanan cepat saji mematok 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk seperti sayuran, tomat atau bahan baku lainnya. Padahal, sayuran tetap sayuran yang harganya biasanya hampir sama, tapi ini menjadi salah satu cara lain si pemilik waralaba menggenjot laba.

Jangan sekali-sekali anda membatalkan pesanan bahan baku dari si pemilik waralaba, karena bukan tidak mungkin ia kan memutus kontrak anda di tengah jalan sehingga anda tak lagi bisa berbisnis.

3. Minimnya Pendanaan

Kebanyakan pemegang lisensi waralaba tidak punya akses ke pendanaan yang baik. Jadi, jika butuh tambahan modal, kebanyakan pemegang lisensi waralaba harus merogoh koceknya sendiri. Bisa dibilang, pemegang lisensi waralaba bergantung pada diri sendiri.

Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan baik sehingga memberikan opsi cicilan untuk franchise fee, modal awal, bahan baku dan peralatan untuk memulai waralaba. Situasi seperti ini biasanya lebih menarik para calon pemegang lisensi waralaba.

4. Minimnya Kontrol Lokasi atau Supervisi.

Beberapa waralaba punya aturan untuk tidak terlalu banyak membuka tokonya di sebuah kota demi menghindari saturasi pasar dan omzet yang anjlok. Akan tetapi banyak juga waralaba yang membuka toko sebanyak mungkin di sebuah kota demi menggenjot penjualan.

Itulah mengapa bukanlah sesuatu yang aneh jika anda melihat lima gerai McDonald dalam radius 8 km karena perusahaannya berusaha untuk meraup setiap uang yang ada di wilayah tersebut. Pemilik waralaba memang dapat untung banyak, tapi yang menderita adalah gerai si pemegang lisensi waralaba, karena tiap muncul satu waralaba di lokasi yang sama, maka omzetnya bisa turun sampai setengah.

5. Kurang Kreatif

Sebauh waralaba biasanya mewajibkan keseragaman. Mulai dari dekorasi toko, papan reklame, produk yang ditawarkan sampai seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, ini bisa membuat frustasi.

Jadi, jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan. Mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba.

6. Pemilik Waralaba Kurang Mengenal Daerah Baru,

Anda pasti sering mendengar kalau kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi, lokasi, lokasi. Pasalnya, lokasi memang sangat mentukan sukses atau gagalnya sebuah bisnis.

Intinya, jika anda tidak bisa menemukan lokasi yang tepat untuk membuka waralaba, anda pasti akan kesulitan, karena si pemilik waralaba pun tidak bisa banyak membantu anda dalam menentukan lokasi.

Contohnya waralaba pizza. Anda tidak bisa dengan mudah membuka gerai pizza di sebuah daerah yang cukup ramai penduduk. Tetapi, anda juga harus perhatikan tingkat usia di lokasi tersebut.  Salah besar jika anda membuka gerai pizza di lingkungan ramai tapi isinya orang tua. Lebih baik anda cari lingkungan yang lebih sepi tapi isinya anak muda semua. Riset seperti ini lah yang biasanya tak dimiliki oleh si pemilik waralaba. Si pemegang lisensi waralaba lah yang bertugas untuk melakukan riset ini sendirian tanpa bantuan kantor pusat. 
 
Selain ke-6 faktor di atas, beberapa hal yang kami lihat dari bisnis franchise kuliner lokal adalah:
  1. SOP yang tidak baku, terbukti ketika kami mencoba salah satu franchise makan dari satu gerai dengan gerai yang lainnya yang notabene pemiliknya berbeda, kami menemukan bahwa cita rasa makanannya berbeda. Dan hal ini seringkali terjadi, seorang tidak ada standard dalam hal SDM, bahan baku dan proses serta supervisi pada masakan akhir.
  2. Pencetus ide franchise bukan dari founder (pendiri) bisnis kuliner tersebut, misalnya yang mencetuskan ide franchise adalah orang lain atau anak dari pendiri bisnis tersebut yang tidak mendalami bisnis kuliner tersebut, bahkan tidak menguasai resep asli dari kuliner tersebut. Pencetus franchise hanya melihat bisnis franchise sebagai sarana untuk mengais banyak keuntungan dari brand yang telah mereka miliki.
  3. Lemahnya manajemen pengelolaan franchise dari pihak pemilik. Calon pembeli (penyewa) franchise harus benar-benar jeli dalam mengukur dan memahami manajemen bisnis franchise yang akan mereka beli, agar pilihannya tidak salah. Selain itu, pembeli franchise harus bisa melakukan survey pasar di lokasi dimana dia mau mendirikan bisnis tersebut. Mereka harus memahami teknik-teknik pemasaran yang mendasar karena bisa jadi hal ini tidak tersentuh oleh pemilik franchise.
Demikian apa yang bisa saya share kepada teman-teman pemula usaha dalam memilih usaha franchise di masa mendatang.
 
Kesimpulan:

Menjalankan bisnis waralaba adalah sebuah keputusan serius yang harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum anda menyewa waralaba, banyak belajarlah mengenai perusahaan yang jadi target, begitu pula dengan produk dan lokasinya. Karena bahkan dengan produk dan lokasi yang baik, belum tentu anda bisa meraup laba. Jadi, pastikan adan tahu risikonya sebelum membuka waralaba.

Rabu, 12 Desember 2018

Prospek Bisnis dan Investasi Jawa Tengah 2019

Seminar Ekonomi "Prospek Bisnis & Investasi Jawa Tengah 2019"
Bertempat di Aston Hotel & Convention Center Jl MT Haryono No 1 Purwodinatan - Semarang, Suara Merdeka menggelar seminar ekonomi dengan menghadirkan Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani dan Pengamat Ekonomi Nasional Bapak Faisal Basri dengan tajuk "Prospek Bisnis & Investasi Jawa Tengah 2019". Hadir sebagai nara sumber dalam acara ini adalah Sekda Jawa Tengah Bapak Sri Puryono, Kepada DPM PTSP Bapak Prasetyo Aribowo dan Gojek yang memberikan gambaran umum bisnis masa depan di dunia digital.

Daripada pelaku usaha bertanya-tanya mengapa bisnis semakin sulit saat ini, maka Suara Merdeka mengambil inisiatif untuk memberikan gambaran yang lebih riil dan fakta yang menggambarkan kondisi ekonomi saat ini dan ke depan. Ekonomi Indonesia mendapatkan tekanan yang berat dari kebijakan ekonomi makro negara USA yang semakin mengetat, sebagaimana yang disampaikan oleh Ibu Sri Mulyani.

Jika dari pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan menggambarkan angka-angka yang sangat optimis untuk pertumbuhan ekonomi di tahun ke depan yaitu di atas angka 5.1, maka Bapak Faisal Basri memberikan koreksi tentang pertumbuhan ekonomi yang kurang dari angka 5. Meskipun begitu Bapak Faisal Basri tetap optimis bahwa perekonomian di Indonesia akan baik-baik saja dan iklim investasi masih tetap menarik bagi pihak investor mengingat di negara-negara lain juga kondisinya tidak lebih baik dari Indonesia.

Sektor pajak yang sangat dirasakan bebannya saat ini oleh para pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun UMKM selalu menjadi pertanyaan yang kurang tuntas diselesaikan dalam sebuah seminar ekonomi. Sebagaimana diketahui saat ini para pelaku usaha mengeluhkan beban pajak dari pemerintah yang semakin lama semakin berat karena mengejar target infrastruktur yang sangat dipaksakan, mengingat kondisi keuangan negara yang tidak dalam kondisi tidak mampu. Kondisi yang dipaksakan ini bisa menjadi beban berat bagi pelaku usaha dalam kondisi lingkungan ekonomi yang kurang kondusif saat ini.Kepentingan politik menjadi hal yang sangat mendominasi semua kebijakan-kebijakan pemerintah dalam berbagai sektor, terutama ekonomi.

Seminar ekonomi ini menjadi sumber informasi yang sangat penting bagi para pelaku UMKM untuk menentukan arah strategi pengembangan usahanya di tahun ke depan. Mereka harus mengamankan core bisnis mereka sebelum melakukan ekspansi dalam situasi yang kurang menentu di tahun depan. Atau dengan kata lain, UMKM harus bisa bertahan melewati masa-masa yang akan semakin ketat dan penuh tantangah di tahun depan. Digitalisasi dan fokus pada bisnis skala UMKM menjadi fokus pengembangan ekonomi di tahun 2019.





 


Minggu, 09 Desember 2018

Mempertahankan Cita Rasa, Mempertahankan Pelanggan.

Soto Mas Boed, Jl Jati Raya Banyumanik Semarang.
Orang Jawa suka soto, dan penggemar soto di Banyumanik suka soto Mas Boed. Ha-Ha, ini adalah ungkapan promotif dari saya pribadi yang merupakan penggemar dari soto angkring Mas Boed yang berlokasi di Jl Jati Raya Banyumanik, di depan Kantor Pos Jati Raya Banyumanik.

Konsisten dalam rasa dan semuanya selalu masakan baru, itu yang merupakan rutinitas di warung soto ini. Kebetulan saya kenal baik dengan Mas Boed dan sering ngobrol dengan beliau tentang bagaimana kiat-kiat dan cita-citanya dalam mengembangkan bisnisnya di masa mendatang. Dan ternyata benar bahwa beliau sangat hati-hati dengan kualitas dan cita rasa dari produknya, bisa dikatakan beliau adalah produsen yang loyal dengan kualitas.

Dan berbagai warung soto, warung soto Mas Boed yang sangat konsisten menjaga cita rasa. Ketika yang lain mulai ditinggalkan oleh pelanggannya maka soto Mas Boed masih mendapatkan "loyalitas" dari pelanggan. Konsistensi ini secara berjenjang dijaga dari mulai pemilihan bahan baku, proses dan SDM yang mengolah masakan tersebut. Ketiga hal ini mendapatkan kontrol yang ekstra dari pemilik usaha, agar cita rasa dan kualitas produknya masih terjaga sebagaimana dengan loyalitas pelanggannya.

Saya menulis ini untuk mengingatkan pelaku UMKM yang lain untuk menjadi konsistensi dalam kualitas dan cita rasa produk pangannya. Mas Boed adalah salah satu pelaku UMKM yang sangat ketat dalam hal ini sehingga masih mendapatkan loyalitas dari pelanggannya. Hal ini pulalah yang membuat Mas Boed masih mempertimbangkan untuk membuka cabang atau franchise, karena tantantan kendali kualitas atas sumber bahan baku, proses memasak dan SDM yang mengolahnya. 

Kualitas adalah hal yang akan selalu diingat oleh pelanggan terhadap produk kita, sebuah kesalahan dalam menjaga kualitas bisa berakibat fatal terhadap hilangnya pelanggan. Mungkin hal ini yang menjadi warning dari Mas Boed alam mengelola usahanya. Semoga Mas Boed bisa segera membuat SOP dari mulai pemilihan baku, proses maupun kualifikasi SDM serta bisa mematenkan merk dagangnya agar bisa segera membuat franchise Soto Mas Boed yang tentunya ditunggu-tunggu oleh penggemarnya di luar kota. Sukses terus Mas Boed!





Jumat, 07 Desember 2018

Ngobrol Konsep Cafe di Hero Coffee.

Hero Coffee, Jl Kepodang Kota Lama Semarang.
Kamis siang ini adik saya, Ka Balai Meterologi Kota Semarang, mengajak saya minum kopi di Hero Coffee Jl Kepodang Kota Lama Semarang, atau di belakang Ikan Bakar Cianjur. Sebuah Cafe yang belum genap setahun ini berdiri dan sudah cukup banyak pengunjungnya, mungkin karena tempatnya yang vintage dan asyik untuk ngobrol dengan kolega.

Yang lebih asyik adalah ngobrol dengan pemilik dari Cafe ini, yaitu Mas Ahmad, mengenai konsep-konsep Cafe yang sesuai dengan lokasi Cafe di kawasan heritage kota Semarang. Sebuah obrolan yang selalu saya inginkan ketika bertemu dengan para pemilik usaha. 

Dalam kawasan wisata heritage ini kita mulai mencoba memilih apakah Cafe tersebut akan sebagai start point atau sebagai last point. Jika sebagai start point maka Cafe ini akan menyediakan berbagai panduan ke beberapa tujuan di kota Semarang disamping didukung oleh kerjasama dengan jaringan transportasi yang memadai. Tetapi jika sebagai last point maka Cafe ini akan tutup paling yang terakhir dibandingkan dengan yang lain, sehingga menjadi tujuan akhir dari pengunjung.

Obrolan di atas pastinya tidak berhenti di situ saja, karena banyak hal yang bisa dieksplorasi dari Hero Coffee yang memiliki fasiltas roasting sendiri serta interiornya yang ditata dengan model vintage sehingga sesuai dengan konsep kota lama. Keradaan fasilitas roasting ini bisa menyerap pengunjung yang ingin belajar bagaimana melakukan roasting kopi dengan benar.

Konsep menu yang original dan otentik kota Semarang akan menjadi daya tarik dari Cafe ini. Sementara masih terus bereksplorasi dengan hidangan pendamping kopi, menu-menu tradisional Semarang dan menu populer telah telah disajikan di Cafe ini. Cukuplah bisa untuk menemani berjam-jam ngobrol dengan kolega di sini.

Sebuah konsep yang sedang dituju adalah konsep Cafe Bisnis dimana para pengunjung bisa datang ke sini sekedar untuk networking ataupun bisa untuk bekerja. Beberapa fasiltias ke arah sini sedang dipersiapkan agar Cafe ini bisa menjadi icon business point di kota Semarang, karena Semarang masih kurang tempat yang seperti ini.

Dengan suasana yang vintage serta penataan yang selaras, tidak menutup kemungkinan wisatawan asing akan betah ngobrol di Cafe ini, Terlebih nanti ketika pusat kota lama tidak memperkenankan mobil lalu lalang masuk, maka kawasan ini akan semakin menarik sebagai kawasan heritage berkelas dunia. Sukses!





 

 


Kamis, 06 Desember 2018

Perubahan Pasar = Perubahan Strategi Pemasaran

Perubahan Pasar = Perubahan Strategi Pemasaran
Satu kota berjuta guna, mungkin istilah ini yang cocok untuk menggambarkan kegiatan kami di hari Kamis, 6 Desember 2018. Dimana kami bisa bertemu dengan teman-teman dari Universitas Sains Alquran (UNSIQ) Wonosobo untuk berdiskusi bagaimana membangun brand perguruan tinggi dan kegiatan-kegiatan pelatihan di dalamnya, dan juga memberikan sharing strategi pemasaran di jaman digital saat ini di Resto Ongklok bersama 60 start up dan UMKM dari Kabupaten Wonsobo yang difasiltiasi oleh Bappeda Kabupaten Wonosobo.

Perjalanan ke Wonosobo yang kami sengaja untuk menikmati layanan bus patas dan grab juga tidak kalah memberikan arti, karena kami bertemu dengan beberapa orang dari industri gula cair baik dari pelaku lokal maupun pelaku nasional. Intinya semua sangat bermanfaat dalam menambah informasi dan wawasan kami untuk berbagai hal.

Dalam tulisan ini kami akan menekankan kepada saat kami memberikan sharing terhadap teknik pemasaran di era digital kepada startup teknologi dan UMKM Kabupaten Wonosobo yang didominasi oleh pelaku-pelaku usaha yang relatif masih muda-muda. Revolusi digital, perusahan pasar terutama perilaku pasar serta perkembangan teknologi mendominasi sharing kami di Resto Ongklok tersebut.

Membangun persiapan produk mulai dari legalitas, kualitas, kapasitas dan kontinuitas supply sampai dengan melakukan konversi visual atas pesan-pesan kepada generasi millenial yang mendominasi pasar saat ini kami tekankan kepada para startup dan UMKM. Mereka harus memahami bagaimana menbangun pesan visual dan melakukan komunikasi visual dengan koneksi mereka di sosial media.

Tidak hanya itu saja, bagaimana membangun brand awareness melalui website, fan page, google business maupun sosial media merupakan sebuah keharusan saat ini. Selain bagaimana melakukan SEO dan Social Media Marketing, semua kami berikan tip-tip dari apa yang telah kami alami dalam melakukan digital marketing.

Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan
Startup dan UMKM harus benar-benar memahami bahwa lawan yang mereka hadapi saat ini adalah jaman, jaman yang berisi perubahan ke arah digital. Jika mereka tidak berubah dan menyesuaikan diri, apalagi pasar saat ini pun sudah dikuasai oleh generasi millenial maka mereka pun harus bisa mengikuti perubahan ini. Mereka harus menguasai dan mampu menggunakan teknologi digital untuk kebutuhan bisnis mereka.

Tetapi perlu kami ingatkan juga, bahwa untuk memenangkan persaingan mereka pun harus bisa "mendekat" secara emosional kepada pelanggan dan konsumen mereka. Dalam era digital akan semakin sulit mencari siapa yang lebih cepat, siapa yang lebih kuat dan bukan masalah siapa mengalahkan siapa melainkan bagaimana kita bisa dekat dengan konsumen atau pelanggan kita agar selalu bisa menangkap permasalahan yang mereka hadapi dan kebutuhan mereka saat ini.

Arti kompetisi di era digitial.
Demikian apa yang bisa saya sharing dari perjalanan saya ke Wonosobo hari ini, semoga cerita ini bisa bermanfaat untuk yang lainnya. Sukses !
 






Senin, 03 Desember 2018

Berbisnis Rapi dengan Work Flow & Management Plan.

Berbisnis Rapi dengan Work Flow & Management Plan.
Mereka telah memulai usaha, mereka telah mulai menghasilkan produk yang berkualitas, mereka telah memulai aktivitas pemasaran maka sudah saatnya menata bisnis mereka menjadi lebih rapi dan profesional. Sehingga ketika mereka butuh bekerjasama dengan pihak lain, seperti distributor, perbankan maupun investor penilaiannya menjadi lebih baik.

Saat itu tuntutan yang paling nyata adalah sistem manajemen perusahaan yang rapi dan terukur kinerjanya. Dan hal ini harus disadari oleh para pelaku UMKM bahwa mereka harus tampil profesional baik dalam perilaku bisnis maupun sistem manajemen yang disodorkan kepada pihak mitra kerjasama. Dan hal tersebut harus dimulai sejak saat ini, saat mereka belum terlalu kompleks permasalahan dalam prakteknya.

Sistem manajemen tidak berhenti hanya pada bagaimana mereka bisa membuat BMC (Bisnis Model Canvas) yang memberikan gambaran secara umum bisnis apa yang mereka lakukan, apa uniknya produk mereka, siapa pasar mereka bidik, siapa mitra kerja, bagaimana aktivitas kerja utamanya, bagaimana struktur biaya yang membangun harga dan bagaimana asal pendapatan bisnis mereka dan seterusnya, melainkan bagaimana kita perlu memberikan gambaran alur kerja dalam perusahaan secara detail dan rencana manajemen yang rapi dan terukur.
Business Model Canvas (BMC)
Business Model Canvas memang akan memberikan gambaran secara umum bagi pihak luar atas bisnis kita, namun untuk melihat apakah sistem tersebut bisa berjalan dengan baik atau tidak maka perusahaan harus menyajikan alur-alur yang memperlihatkan fungsi-fungsi utama dari sebuah perusahaan dan alur-alur kerjanya. Job description akan tampil ketika kita melihat adanya interaksi antara satu fungsi kerja yang satu dan yang lainnya. Output kerja dari fungsi kerja sebelumnya akan menjadi input kerja bagi fungsi kerja selanjutnya dan hal ini bisa menjadi check list kinerja persuahaan tersebut, atau bisa dijabarkan lagi menjadi job description.

Fungsi kerja secara nyata akan muncul dalam sebuah struktur organisasi perusahaan yang memberikan gambaran beberapa fungsi kerja (department) dan jenjang-jenjang mereka dalam berorganisasi dalam perusahaan. Fungsi kerja tergantung dari jenis usaha dan skala usahanya. Untuk UMKM struktur organisasi di bawah ini telah mencukupi, dan bahkan telah mengakomodasi pengembangan bisns di masa mendatang.

Struktur Organisasi
Setelah struktur oganisasi, sebagaimana yang sering saya temui dalam struktur organisasi usaha skala UMKM, mereka berhenti atau beberapa telah menambahkan job description setiap fungsi kerja. Namun data tersebut tidak menggambarkan alur kerja dalam perusahaan tersebut, oleh sebab itu perlu dibuat sebuah alur kerja sebagaimana di bawah ini:
 
Work Flow
 
Meskipun work flow di atas hanya selembar, namun work flow tersebut telah bisa memberikan gambaran yang jelas dan terukur kepada para pihak mitra. Gambaran ini bisa memberikan kesan "profesional" dan "well-planned" kepada perusahaan. Inilah sebabnya lembar ini saya sebut sebagai work flow dan management plan karena lembar ini bisa menjadi acuan management dalam memahami alur yang ada dalam organisasi dan juga bisa sebagai dashboard dalam melihat proses mana yang kurang berjalan dengan baik dan perlu perbaikan.
Semua harus dimulai ketika perusahaan masih berskala kecil, saat permasalahan belum kompleks sehingga pembuatan work flow menjadi tidak terlalu rumit. Tidak harus perusahaan besar yang memiliki work flow yang bagus, UMKM pun bisa. Sukses!

Jumat, 30 November 2018

Mempertahankan Bisnis Distribusi Koran/Majalah.

Mempertahankan Bisnis Distribusi Koran/Majalah.
Gelombang perkembangan teknologi digital sudah pasti akan terus mencabut pola dan sistem bisnis konvensional, hampir semua bisnis mengalaminya terlebih pada media konvensional seperti media elektronik, radio, media cetak dan media outdoor. Media-media konvensional memang yang yang paling berdampak dengan adanya revolusi digital ini. Meskipun belum akan mati, namun sudah pasti pendapatan mereka akan menurun pesat karena revolusi digital yang terjadi. 

Rantai akibat ini pun sampai kepada para agen koran dan pedagang koran jalanan. Banyak di antara mereka yang tidak mampu bertahan karena biaya operasional yang ditanggung tidak sebanding dengan pendapatan penjualan mereka. Mereka mencoba bertahan karena mereka sudah melakukan bisnis ini selama puluhan tahun dan mencoba untuk tetap loyal dengan bisnis distribusi koran ini.

Kesempatan bertemu dengan anggota K-12 plus dari Jakarta yang merupakan perkumpulan persaudaraan agen koran seluruh Jakarta dan sekitarnya dan agen-agen koran di Kota Semarang memberikan informasi bahwa yang mereka butuhkan adalah pengembangan bisnis dengan apa yang telah mereka miliki saat ini, yaitu jaringan distribusi. Mereka tetap akan bertahan untuk bisnis distribusi koran sementara terus mengembangkan bisnis yang berdasar pada bisnis yang sudah mereka jalani ini.

Membangun Bisnis dari Value Chain

Sehebat apapun bisnis digital yang ada saat ini, tanpa robot distribusi, mereka masih membutuhkan kurir untuk mendistribusikan barang yang diperjualbelikan. Dan hal ini adalah motivasi yang kuat bagi para agen dan loper koran. Mereka akan terus dibutuhkan sampai memang benar-benar tidak ada barang yang secara fisik untuk didistribusikan.

Ketika kilas balik pada bisnis koran itu sendiri, sebenarnya ada "potensi" lain yang tidak kalah penting dari nilai korannya, yaitu "value chain" yang bisa terdiri dari value brand, value distribusi, value market dan value measurable-nya. Inilah potensi yang bisa dijual kepada prospek pengguna jasa tesebut.


Pasar yang bisa dibangun untuk menggarap value chain yang sebenarnya telah dimiliki oleh perusahaan media cetak adalah distribusi marketing tool, seperti leaflet, brosur, catalog, voucher dan sebagainya. Bahkan tidak menutup kemungkinan layanannya bisa dipertajam dengan addressed distribution, atau misalnya untuk pengiriman paket.

Pengelolaan value chain yang benar akan menjadi income generating bagi perusahaan media dan tentunya juga bagi subsidiaries-nya seperti agen koran dan loper koran. Semakin banyak produk yang bisa didistribusikan, semakin besar besar pendapatan mereka dari bisnis ini.

Dan pada kenyataaannya, sudah beberapa perusahaan atau brand sudah memanfaatkan layanan penyebaran brosur, leaflet dan voucher ini melalui jaringan distribusi koran, karena pihak perusahaan atau brand bisa memanfaatkan data base customer dari pelanggan koran (meskipun tidak secara langsung) sehingga tidak perlu melakukan upaya market sendiri. Potensi pelanggan koran sangat besar untuk dialihkan untuk menjadi pelanggan produk mereka. Penyebaran voucher menjadi sanga efektif dengan cara seperti ini. 

Dengan optimalisasi bisnis ini maka sebuah perusahaan media cetak masih bisa menyelamatkan mitra bisnis mereka, yaitu agen koran dan loper koran, untuk bisa terus bertahan dalam gerusan revolusi digital. Sukses!
 



Senin, 26 November 2018

Tips Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anda.

Tips Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anda.
Perubahan terjadi sangat cepat dan menyeluruh saat ini, terkait dengan revolusi industri atau lebih dikenal dengan revolusi digital. Hanya perusahaan dan individu yang kreatif dan inovatif yang bisa bertahan dalam badai perubahan digital saat ini, karena mereka mampu menyesuaikan diri dengan arus perubahan yang terjadi.

Masih banyak yang berpikir bahwa kreativitas adalah bakat, padahal kreativitas adalah pola pikir dan ketrampilan yang bisa dibentuk dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Sebenarnya yang terberat dari "menjadi kreatif" adalah perubahan awal yang butuh usaha dan kemauan yang keras untuk berubah. Mereka cenderung sudah "nyaman" dengan kondisinya saat ini, sehingga perlu sebuah trigger yang bisa membuat mereka melepas rasa "nyaman" tersebut.

Rutinitas tanpa visi yang menantang bisa membunuh kreativitas yang sebenarnya merupakan potensi masing-masing individu. Visi yang out of the box bisa memicu pola pikir yang kreatif, dan harus dimulai dengan hal ini.Kegiatan yang tidak biasa dan tidak rutin harus mulai dipertimbangkan untuk mendapatkan "something different" yang mungkin justru lebih produktif dan efektif. Perlu diingat bahwa kreativitas dan inovasi harus hadir untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja.

Berikut adalah 11 tips untuk meningkatkan kreavitas anda, yaitu:
  1. Bangun ritual inspirasional. (REFERENSI SOURCE) - Menjadi kretif membutuhkan pemicu atau trigger.  Trigger tersebut bisa berasal dari referensi, baik literasi maupun kisah inspiratif. Referensi ini akan memperkaya wawasan dan jalur berpikir yang bermanfaat ketika kita bertemu dengan masalah.
  2. Cobalah untuk membuat sesuatu setiap hari. (PRAKTICE) - Menjadi kreatif itu tidak akan terjadi hanya dengan sekedar membaca dan mendengar, melainkan harus terlibat langsung dengan masalah atau melakukan praktek. Praktek yang rutin setiap hari akan membangun pola pikir yang reflek karena kebiasaan. Dalam dunia kreativitas, inilah yang disebut mesin berpikir otomatis.
  3. Dari sekedar disiplin, pikirkan pengabdian. (UP LEVELING EMOSIONAL, IN DEPTH) - Motivasi menjadi sangat penting dalam upaya berubah menjadi kreatif. Disiplin adalah sikap mental yang sangat bagus, tetapi belum cukup untuk memicu kreativitas. Melepas beban "disiplin" dalam pikiran kita, bisa kita lakukan dengan pola berpikir bahwa rutinitas kita adalah pengabdian.
  4. Beristirahat dan menemukan inspirasi kreatif. (CALM DOWN) - Memberikan waktu untuk otak kanan kita bisa aktif adalah dengan cara yang santai. Anda butuh istirahat dan relax untuk bisa menangkap sinyal-sinyal kreativitas.
  5. Buat daftar dan pilih ide Anda. (ALWAYS HAVE ALTERNATIVES) - Mulai dengan selalu mencoba berbeda dengan yang pernah ada. TIdak cuma satu alternatif yang bisa anda buat melainkan beberapa alternatif. Dengan latihan ini maka anda akan terbiasa dengan pola yang berbeda dengan yang sudah ada.
  6. Ajukan pertanyaan yang tepat. (DETAIL & PRECIOUS) - Orang yang kreatif ternyata justru paham detaik dan teliti. Kita menjadi kreatif karena kita terbiasa memahami permasalahan secara esensial sehingga mampu membuat mind mapping untuk solusi yang dibutuhkan.
  7. Bersenang-senanglah dengan kolega atau teman Anda.   Bekerja pada jam paling produktif Anda. (ENJOY) - Hati dan pikiran harus selalu selaras. Kondisi sosial yang kondusif sangat membantu anda untuk bisa berpikir secara kreatif.
  8. Membangun jaringan. (NETWORKING) - Pola pikir anda bisa berubah ketika anda berada dalam sebuah komunitas yang kreatif. Cobalah membangun atau bergabung dengan komunitas orang-orang yang kreatif agar pola pikir anda tidak terkungkung oleh kebiasaan yang lama.
  9. Mengambil resiko.  (TAKE A RISK) - Kreativitas butuh keberanian untuk keluar dari ketidaknyamanan. Selalu akan ada resiko, dan butuh keberanian untuk ini.
  10. Lupakan bakat. (CREATIVITY IS NOT TALENT, IT IS SKILL) - Sebagimana sebelumnya dijelaskan, kreativitas bukanlah bakat. Kreativitas adalah pola pikir dan ketrampilan yang bisa dilatih dan dibiasakan.
Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat. Sukses!

Jumat, 23 November 2018

Bagaimana Menolak Customer Anda Dengan Sopan?

Bagaimana Menolak Customer Anda Dengan Sopan?
Kadang yang sepele sering terlupakan, sebagaimana pertanyaan dari salah satu UMKM yang beberapa waktu lalu konsultasi dengan kami. Bagaimana menolak permintaan customer? 

Dalam era digital dan era persaingan ketat saat ini, relationship dengan customer memiliki nilai yang sangat tinggi sementara saat ini customer semakin "emosional" dimana mereka lebih mengutamakan emosi mereka daripada rasio. Mereka semakin butuh diperhatikan, dan bahkan tidak mau ditolak.

Di sisi lain, kita tidak boleh menjadi YES MAN karena juga tidak mengedukasi customer siapa sebenarnya kita dan sebenarnya bisnis kita. Marketing yang benar adalah menyatakan apa yang sebenarnya kita lakukan, bukan sekedar membuat customer happy. Customer happy yang tidak sesungguhnya suatu saat akan menjadi boomerang untu bisnis yang kita jalani, karena sebenarnya kita telah membohongi customer kita sejak awal.

Menjadi tidak sepele lagi kan? Benar, untuk menolak customer dibutuhkan kehati-hatian yang luar biasa kecuali kita telah mengenal dengan baik customer tersebut dan tahu karakter dan apa kebutuhan mereka yang sebenarnya.

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan dalam menolak permintaan customer yaitu:
  1. Benar-benar mendengar permintaan mereka - Dalam hal ini anda harus benar-benar memastikan dan memahami apa yang menjadi permintaan customer anda dan mengapa mereka memintanya. Apakah hal ini masih memungkinkan untuk dilakukan?
  2. Fokus pada apa yang BISA Anda lakukan - Anda harus tetap fokus pada bisnis anda, dan harus bisa menjelaskan kepada customer anda apa fokus bisnis anda dan mengapa tidak bisa memenuhi permintaan mereka. 
  3. Bersikap lembut dan berikan langkah selanjutnya - Setiap penolakan kepada customer harus disampaikan dengan sopan dan lembut agar tidak mengganggu hubungan anda dengan customer tersebut di masa mendatang.
  4. Jangan buang waktu, tetapi jangan merusak hubungan juga - Jangan terlalu berlarut-larut dengan permasalahan tersebut, akhiri dan alihkan komunikasi dengan hal yang lain. Semua komunikasi harus dilakukan dengan sopan dan terhormat.
  5. Menolak dengan rasa syukur - Bagaimanapun juga berterusterang adalah tindakan yang bijaksana kepada customer. Bersyukurlah anda bisa menolak permintaan customer anda karena hal tersebut di luar kemampuan anda. 
  6. Menawarkan alternatif - Jika anda tidak bisa membantu customer anda, sampaikan beberapa alternatfif solusi kepada mereka sehingga mereka memiliki pilihan yang lain.
  7. Posisikan diri Anda sebagai ahli - Dalam bisnis ini andalah ahlinya, dan bersikaplah anda mengetahui setiap detail dalam bisnis tersebut.
  8. Bersikaplah jelas, transparan, dan terbuka - Jangan berbelit-belit, anda harus tegas dan jelas dalam menyampaikan ide, saran dan penolakan tersebut.
Demikian tulisan singkat ini, semoga bermanfaat bagi para pelaku UMKM di mana pun juga. Salam sukses dari kami!