Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah program pembinaan dan pengembangan UMKM yang didedikasikan oleh unit TTIC (Trade, Training & Investment Center) Kamar Dagang dan Industri Propinsi Jawa Tengah (organisasi non profit) kepada pelaku UMKM di propinsi Jawa Tengah. Rumah UMKM merupakan wadah komunitas UMKM Jawa Tengah untuk membangun edukasi, komunikasi, organisasi dan jaringan pemasaran produk UMKM.

Senin, 16 Oktober 2017

Coffee Shop Seharusnya Bukan Cuma Tempat Nongkrong, Tapi Tempat Kerja.

Coffee Shop adalah life style, bekerja di coffee shop adalah masa depan.
Coffee shop berkembang seiring pesat dengan perkembangan IT yang luar biasa sekarang ini. Keberadaan internet sudah tidak mengharuskan orang bekerja di kantor, mereka bisa bekerja di coffee shop yang memang selalu meyediakan koneksi internet gratis untuk pengunjungnya.

Officeless, itulah yang mereka sebut sekarang ini. Kebutuhan akan ruang kantor menjadi semakin tipis ketika semua hal bisa dikerjakan melalui sebuah laptop dan gadget. Semua serba cepat dan efisien saat ini, ketika sudah tersentuh dengan teknologi informasi. 

Konsep co-working space juga mulai dipertimbangkan oleh beberapa pengelola gedung karena pasar sudah bergerak ke sana. Ketika dalam konsep co-working space pun membutuhkan fasilitas coffee shop atau cafe dan resto, maka sebaliknya, saat ini coffee shop pun dimanfaatkan sebagai "office" bagi para profesional karena semau apa yang ada di dalam coffee shop sudah memadai kebutuhan kerja mereka, mulai dari suasana maupun fasilitas akses internet gratis.

Officeless, mereka bisa bekerja di coffee shop.
Life Style modern bisa bekerja dimana saja.
Bisnis pun saat ini semakin sulit membedakan antara personal dan corporate, trend individualisasi juga perlu menjadi catatan bagi para pengusaha coffee shop untuk melakukan re-design dan re-layout coffee shopnya untuk memenuhi kebutuhan ini. Inilah tantangan perubahan pasar yang terjadi saat ini, yang perlu dicermati dan disikapi dengan bijak oleh para pelaku usaha.

Coffee shop bukan sekedar tempat untuk nongkrong, melainkan tempat untuk membangun jejaring bisnis dan juga tempat untuk bekerja itu sendiri. Apakah coffee shop anda sudah mengakomodasikan kebutuhan ini ?

Beberapa coffee shop di Semarang telah mampu mengakomodasikan kebutuhan pasar generasi milenial seperti di atas. Tetapi ingat bahwa kemampuan coffee shop menyediakan produk terbaik juga lebih penting dari beberapa kebutuhan tersebut karena business core-nya adalah coffee shop. Para profesional muda saat ini tinggal pilih mau kerja di cafe yang mana, semua hal yang mereka butuhkan sudah terpenuhi.

 





 



Minggu, 15 Oktober 2017

Langkah-Langkah Memulai Bisnis

Yuk belajar memulai usaha dengan langkah yang rapi.
Anda mungkin berpikir : "Apa yang anda butuhkan untuk memulai bisnis?" Dari mulai bisnis apa, bagaimana memulainya, bagaimana mendanainya dan serangkaian pilihan yang membuat anda takut untuk melangkah.
 

Ada banyak sumber dan panduan yang bisa dengan mudah anda akses melalui internet, semua berdasarkan pengalaman dan riset dari para penulisnya. Ada beberapa hal yang sesuai dengan kondisi dan keterbatasan yang anda miliki, ada juga yang mungkin malah menjauh dari kondisi anda, sehingga anda perlu menyikapi ini sebagai sebuah referensi. Jika anda sudah bisa sampai kepada pertimbangan sesuai dan tidak sesuai maka sebenarnya anda sudah mulai paham dengan langkah apa yang akan anda ambil setelahnya.

Salah satu referensi yang akan saya bagikan hari ini adalah "Langkah-Langkah Memulai Bisnis Anda", ada kemungkinan langkah-langkah ini tidak sesuai dengan kondisi anda namun simaklah terlebih dahulu karena mungkin sebagian darinya sangat sesuai dengan kondisi anda.

Berikut adalah langkah-langkah bagaimana memulai bisnis:

Tentukan Ide Bisnis Anda

Anda perlu menentukan ide bisnis anda. Sebagian orang menyebutnya anda perlu bermimpi. Jika anda akan menjadi pengusaha sukses, anda butuhkan untuk menentukan ide bisnis anda sebelum anda memulai


Jika mimpi belum terlihat jelas, maka ide harus tampak jelas di benak anda.

Nah, yang mungkin menjadi masalah adalah saat ini anda belum ada ide oleh sebab itu anda perlu melihat potensi apa yang ada pada diri anda, apa yang anda minati dan asset apa yang telah anda miliki. Selanjutnya, pergilah ke luar rumah untuk berjalan-jalan dan mengamati serta bertemu dengan orang lain untuk berdiskus atau mungkin dengan membaca. Ketika potensi dan peluang tesebut anda renungkan, pasti akan muncul 1 atau 2 ide bisnis dalam benak anda, maka mulailah dari situ.

Tulis Rencana Bisnis Anda

Bisnis yang sukses diawali dengan konsep dan rencan yang baik. Setelah anda memiliki ide bisnis maka langkah berikutnya adalah membuat rencana bisnis yang lebih detail. Beberapa langkah membuat konsep dan model bisnis bisa anda terapkan untuk membantu susunan rencana bisnis anda. Semakin lengkap rencana bisnis anda dengan analisa yang logis maka rencana bisnis anda akan banyak memberikan panduan yang penting dalam menjalankan bisnis anda ke depan. 


Ingat, tidak ada rencana bisnis yang hadir sempurna di awalnya. Perjalanan bisnis dan koreksinya akan menyempurnakannya kelak.

Tentukan Cost Structure dan Revenue Stream-nya. 


Sangat penting bagi anda untuk mengetahui sejak awal berapa modal yang anda butuhkan untuk memulai bisnis ini, dan tentunya dengan struktur biaya yang muncul harus bisa anda tampilkan.
Apakah anda akan membutuhkan modal pinjaman, atau bisa anda penuhi dengan modal sendiri, dari keluarga atau kerabat lain.

Selajutnya anda harus bisa menyajikan darimana nanti pendapatan (income) dari bisnis ini, kapan mulai mendapatkannya. Apakah pendapatan hanya akan dapat dari hasil penjualan, atau bisa didapatkan dari kreativitas lain.

Pilih Model Bisnis yang Sesuai.
 

Ada banyak pilihan model bisnis yang bisa anda sesuaikan dengan rencana bisnis anda, bisa sekedar menjadi reseller, agen atau bahkan bisa menjadi distributor. Bisa menjadi pedagang atau menjadi supplier dan sebagainya.

Banyak bisnis yang gagal karena salah memilih model bisnis, atau karena merasa kreatif dan menciptakan model bisnis sendiri. Beberapa model bisnis telah diciptakan untuk menampung kreativitas anda, yaitu bisnis waralaba.

Menentukan Bentuk Organisasi.


Anda harus membangun organisasi bisnis anda, pemilihan bentuk organisasi mulai dari UD, Yayasa, Koperasi, CV dan PT merupakan beberapa pilihan yang harus anda ambil untuk mewadahi bisnis anda. Hal ini juga terkait dengan kewajiban pajak yang harus anda penuhi sebagai sebuah perusahaan.

Siapkan SDM dan Manajemennya.

Organisasi yang kuat dimulai dari manjemen SDM yang baik, dan anda harus melakukannya untuk bisnis anda. Memahami alur kerja dan fungsi kerja dalam sebuah organisasi bisnis sangat penting bagi anda. Alur kerja yang efeisien dan efektif untuk skala bisnis ada membantu anda dalam membangun produktivitas dan efisiensi kerja, dan selanjutnya akan memberikan dukungan terhadap daya saing perusahaan.
 
Siapkan Pelacakan Arus Kas Anda.

Selanjutnya adalah membangun manajemen keuangan organisasi bisnis anda. Berawal dari perencanaan arus cash masuk dan arus cash keluar. Kinerja perusahaan bisa dimonitor dari kegiatan keuangan perusahaan, dan kegiatan ini sangat didukung oleh manajemen SDM yang baik.


Semua rencana pengeluaran dan aktivitas pengeluaran perusahan harus terencanakan dan tercatat dengan baik, begitu pula dengan rencana pendapatan perusahaan. Pembukuan keuangan merupakan alat kontrol dari kinerja perusahaan.

Tentukan Merk Anda.

Nama bisnis, logo dan kartu bisnis bisa menjadi perbedaan antara kegagalan dan kesuksesan. Ada kemungkinan anda sudah mulai memikirkan nama bisnis saat anda memulai dengan ide bisnis, tapi sekarang saatnya untuk menyelesaikan branding anda. Ini kemungkinan akan mencakup pengecekan nama bisnis yang anda inginkan (atau setidaknya, ada yang mendekati itu) masih tersedia sebagai domain web, dan kemudian mendaftarkan domain tersebut. Anda kemudian dapat melihat aspek visual dari nama bisnis anda, yang akan mencakup logo, desain web, kartu nama dan barang bermerek lainnya yang mungkin anda perlukan (seperti alat tulis).

Lengkapi Legalitas Usaha dan Produk Anda

Pikirkan tentang legalitas apa yang belum anda miliki yang terkait dengan kebutuhan pemasaran produk anda. Jika ada yang wajib dan harus ada, maka anda harus memperjuangkannya.


Mulai Produksi & Bangun Manajemen Produksi yang Efisien dan Produktif.

Inilah bagian tersulitnya. Setelah anda memiliki konsep dan rencana bisnis, tentunya anda memiliki gambaran akan tujuan akhir dari produk anda, mulai dari segment dan target pasar yang anda bidik. Anda akan butuh beberapa waktu dan biaya yang terbuang untuk menghasilkan produk yang anda inginkan atau sesuai keinginan pasar anda. Hal ini sangat wajar, karena memang untuk mencapai produk yang diinginkan dibutuhkan kegiatan trial and error, belum lagi nanti masalah kemasan yang akan muncul menyusul.


Memahami proses kerja dan teknologi produksi akan banyak membantu percepatan hasil produksi anda. 

Mulai Belajar Menjual dan Memasarkan Produk Anda.
 

Hal ini sudah anda rencanakan sebelumnya dalam rencana bisnis anda, anda tinggal membuat detail, rencana, anggaran dan jadwal pemasaran anda. Jika produk anda telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar, maka aktivitas penjualannya pasti tidak akan sesulit ketika anda membuat produk tanpa dasar riset pasar terlebih dahulu.

Dalam strategi pemasaran ini anda harus paham bagaimana memahami pasar anda dan bagaimana menginditifikasi pasar anda, anda harus memiliki kemampuan komunikasi dengan pasar anda untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan, dan selanjutnya kemampuan produksi anda yang akan menjawab kebutuhan tersebut disamping layanan-layanan yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Kegiatan promosi juga sudah bisa anda mulai dalam tahapan ini, karena pasar dan brand anda belum terbangun. Semakin banyak sales semakin besar peluang anda untuk memberikan kesempatan pasar memiliki pengalaman dengan produk anda.

Demikian apa yang bisa saya share di hari Minggu ini, semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan ! 

Sabtu, 14 Oktober 2017

Banyak UMKM Jadi Trainer dan Usahanya Terbengkelai.

Tergelitik dengan sambutan Ka BAPPEDA Propinisi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko
Tokoh yang satu ini tidak mungkin terlepas dari kiprah pembinaan UMKM di Jawa Tengah, karena beliau pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah. Meskipun saat ini beliau adalah Kepala BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah, namun ternyata perhatiaannya kepada UMKM tidak pernah pudar, sebagaimana terungkap dalam sambutan beliau dalam acara inkubasi bisnis berbasis teknologi UPT Iptekin yang berada di bawah BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah pada hari Jumat 13 Oktber 2017 kemarin di Hotel Le Beringin Salatiga.

Salah satu yang menggelitik saya adalah, ketika beliau dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM jangan tergoda untuk menjadi trainer karena beberapa contoh gagal telah terjadi. Ketika beberapa pelaku UMKM dinilai sudah "berhasil" dan sering diundang menanjadi trainer motivasi, seringkali pelaku UMKM malah gagal fokus pada usahanya dan tergoda untuk bercerita "hebat" kepada pelaku UMKM lainnya. Menjadi hebat bukan dengan cerita hebat, menjadi hebat adalah tetap di jalurnya dan menyelesaikan etape-etape yang memang harus diselesaikannya.

Saya menulis ini karena menjadi sisi kebalikan dari tulisan saya sebelumnya, seorang konsultan dan trainer tidak harus pindah jalur jadi UMKM produsen, dia punya jalur bisnisnya sendiri. Dan UMKM tidak harus menjadi trainer karena dia telah memiliki jalur bisnisnya. 

UMKM harus diingatkan mengenai hal ini, agar mereka tetap fokus kepada apa yang dirintisnya. Terlalu beresiko mengambil jalur yang belum pernah mereka lalui sebelumnya, sementara mereka sebenarnya telah memiliki asset yang luar biasa, yaitu bisnisnya yang sudah berjalan. 

Diskusi sambil makan malam bersama Ka BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah,
Sebenarnya bukan masalah boleh dan tidak boleh, hanya saja jika kita cermati bisnis skala UMKM, bisnis ini masih butuh banyak fokus dan usaha untuk mengembangkannya dan biasanya sistemnya masih "one man show" atau dengan kata lain sistem manajemennya belum mengijinkan untuk bisa ditinggal-tinggal oleh penentu keputusan. Harus ada sistem manajemen yang mapan dahulu yang didukung oleh keberadaan SDM yang bisa menjalankan delegasinya dengan baik, sebelum para penentu keputusan berbagi cerita suskes dengan teman-teman UMKM yang lain.

Banyak juga para pengusaha yang mau berbagi sukses dan tetap sukses dengan bisnisnya karena mereka punya sistem manajemen yang baik dan SDM yang handal di perusahaannya. Dan semangat berbagi kiat sukses merupakan hal yang sangat positif dalam mengembangkan kewirausahaan di Indonesia. Cerita mereka merupakan bukti-bukti bahwa bahyak teori bisnis yang bisa diterapkan dan mampu membawa kesuksesan bagi banyak pengusaha.

Melakukan riset dan memperkaya khasanah teori bisnis merupakan jalur dari para akademisi, sementara membuktikannya menjadi sebuah kisah sukses adalah jalur dari para entrepreneur. Semua ada jalurya, semua ada rejekinya.





 












Konsultan UMKM Perlu Belajar Bisnis ?

Memberikan konsultasi bisnis kepada UMKM
Pertanyaan di atas justru seringkali disampaikan oleh para pelaku UMKM kepada saya, dan saya pun harus hati-hati dalam menjawabnya karena bisa sangat tidak kondusif jika saya terlalu gabah menjawabnya. Setiap sudut pandang akan menghasilkan potret yang berbeda, nah potret apa yang anda inginkan?

Idealnya memang seorang konsultan UMKM memang berawal dari praktisi bisnis agar mereka sedikit banyak tahu bagaimana "sulit"-nya memulai sebuah usaha dan bagaimana mengatasinya. Tetapi di sisi lain, konsultan itu sendiri adalah sebuah profesi yang bisa menjadi bisnis. Mereka menjadi konsultan bisa berarti mereka mengawali sebuah bisnis, selama mereka mampu menjadi mandiri dan mampu mengembangkan bisnisnya sesuai dengan kaidah entrepreneurship.

Nah, ketika cara pandang yang kedua ini saya sampaikan kepada teman-teman UMKM dan saya lanjutkan pertanayaan dengan: "Letika nanti para konsultan ini menjadi profesional dan menerapkan tarif, apakah para pelaku UMKM bersedia membayarnya?" He-He ....Jika memang para pelaku UMKM siap memberikan peluang mereka menjadi entrepreneuship kepada para konsultan ini, maka dengan senang hati saya akan menghimbau teman-teman konsultan UMKM untuk memulai bisnis ini secara profesional sehingga mereka bisa menjadi bagian yang semakin penting dalam pembinaan UMKM di Indonesia ini.
 
Ternyata pertanyaan-pertanyaan di atas disampaikan oleh para pelaku UMKM untuk "menguji" para konsultan UMKM di "jalur" mereka, mereka ingin melihat apakah para konsultan juga bisa menjalankan bisnis yang mereka lakukan. Bukan karena saya ingin membela profesi konsultan, tetapi saya cuma ingin mengingatkan teman-teman UMKM bahwa bisnis harus sesuai dengan potensi, minat dan karakter yang dimiliki oleh seseorang, tidak semua bisnis bisa dilakukan oleh orang lain. Setiap orang memiliki jalurnya masing-masing, dan mereka akan sukses di jalurnya ketika mereka mengenal potensi, minat dan karakternya dan mampu menyesuaikan ketiganya dengan peluang yang ada.

Kami ingatkan lagi, konsultan dan trainer juga merupakan sebuah bisnis dan bisa dikelola dan dikembangkan menjadi lebih profesional dan menjadi sebuah perusahaan. Para konsultan pun akan terus belajar untuk memberikan kepuasan kepada para klien yang dihadapinya. Jika saat ini mereka dianggap "belum mampu" memberikan solusi praktis, maka bukan berarti mereka akan selamanya begitu. Koreksi, kritik, saran dan masukan dari para UMKM kepada mereka akan sangat membantu mereka untuk mendapatkan akselerasi dan motivasi belajar yang besar.
 
Para konsultan UMKM juga senantiasa ingin memberikan kepuasan kepada para UMKM.
Belajar dari sisi yang lain, itulah yang dilakukan oleh konsultan.
Bisa jadi keberhasilan beberapa UMKM yang saat ini dibanggakan salah satunya dibangun dari informasi dan ide-ide para konsultan ini. Mereka membantu para pelaku UMKM dari sisi yang lain, seperti memberikan fasilitas dan kemudahan mendapatkan perijinan, training dan membantu para pelaku UMKM mendapatkan network bisnis. Mereka melakukan tugasnya, mereka juga sedang belajar mengembangkan dirinya menjadi seorang yang profesional, bahkan menjadi seorang entrepreneur pada akhirnya.

Bahwa mereka memberikan kesempatan pertama untuk berhasil kepada para pelaku UMKM, bukan pada diri mereka, perlu mendapatkan appresiasi dari para pelaku UMKM. Bahwa mereka sebenarnya adalah bagian dari "team sukses" para pelaku UMKM adalah hal yang sulit dipungkiri.

Mari kita bangun sebuah team work yang kuat yang mampu mengaitkan satu profesi dan profesi yang lain yang saling mendukung. Sukses ini adalah milik bersama, Indonesia !









 

Jumat, 13 Oktober 2017

Pemasaran Penting, Karena Datang di Awal dan di Akhir Bisnis Anda.

Apa yang customer anda pikirkan ?
Selalu menarik jika bicara mengenai marketing, mulai dari definisi sampai dengan strategi marketingnya. Meskipun sudah terbekali dengan teori marketing yang berlimpah, kadang sulit untuk membuat strategi marketing yang efisien dan efektif dan itulah kenyataannya.

Bahkan di kalangan pelaku UMKM, merka masih sulit membedakan apa itu marketing apa tiu sales. Pemahaman bahwa pemasaran adalah cara-cara bagaimana "membuang" produk secepat-cepatnya dan ketika ditanya apa bedanya dengan penjualan, sementara dari mereka masih menjawab bahwa penjualan dan pemasaran adalah sama.

Lebih parah lagi, masih ada sementara pihak menyakini bahwa dalam pemasaran adalah sen kelicikan yang menjauhkan customer dari kenyataan sebenarnya.

Marketing adalah seni bagaimana menyampaikan kondisi yang sebenarkan dari bisnis anda, marketing adalah seni bagaimana anda mengenali dan mengidentifikasi pasar, berkomunikasi untuk memahami kebutuhannya, mampu memuaskan kebutuhan pelanggan dengan produk yang dihasilkannya serta mampu menghasilkan keuntungan. Pemasaran atau marketing berbeda dengan penjualan, jika marketing berfokus pada pasar sedangkan penjualan berfokus pada produk, penjualan merupakan salah satu bagian dari pemasaran.

Mengapa Marketing Begitu Penting ?

Meskipun banyak yang beranggapan bahwa marketing itu penting setelah produk sudah dihasilkan, namun dalam pembuatan konsep dan bisnis plan marketing harus sudah hadir sejak awal. Pertimbangan pemasaran hadir saat penentuan keputusan produk, dan hal ini yang sering diabaikan oleh para pelaku UMKM pada umumnya.

Membuat produk tanpa mempertimbangkan aspek pemasaran sejak awal sering memunculkan banyak permasalahan penjualan pada akhirnya. Hal ini sering dikeluhkan oleh para pelaku UMKM karena memang sejak awal tidak pernah mempertimbangkan aspek pemasaran di awal konsep. Bahkan beberapa produk yang unik sekalipun justru hadir dengan dasar pemikiran pemasaran yang kuat.

Bagaimana mengenali pasar dan mengidentifikannya melalui segmentasi pasar, targeting dan positioning menjadi sangat penting sebagai dasar pembuatan strategi marketing. Dalam strategi produk sekalipun, differensiasi bisa dilakukan ketika kita tahu siapa pasar kita dan siapa pesaing kita sehingga kita bisa menentukan differensiasi apa yang akan kita lakukan terhadap produk kita. Hal serupa terjadi juga pada strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi yang akan kita lakukan setelahnya.

Datang di awal dan di akhir, memang benar adanya. Karena tujuan dari pemasaran adalah memuaskan pelanggan. Jika kita tidak tahu ekspektasi pelanggan, bagaimana ktia bisa memuaskan (memenuhi) kebutuhannya? Komunikasi yang efektif dan berfokus pada customer merupakan kunci bagaimana produsen bisa mempertemukan apa yang menjadi ekspektasi customer dengan produk yang dihasilkannya. Apakah produk tersebut merupakan solusi atas masalah (kebutuhan) customer? Apakah produk tersebut memberikan manfaat bagi customer?

Hal-hal yang mendasar ini jika bisa dipahami dan diapplikasikan dalam kegiatan bisnis para pelaku UMKM, maka revolusi besar akan terjadi dalam bisnis mereka. Bisnis mereka ada karena customer, dan mungkin ini yang memberikan pemahaman bahwa customer adalah raja.



Perhatian BAPPEDA Jawa Tengah Kepada Para Inventor Teknologi

Pembekalan materi pemasaran kepada para inventor teknologi.
Sebagai rangkaian kompetisi KRENOVA 2017, BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah melalui UPT Iptekin menggelar pelatihan pemasaran untuk 40 besar peserta KRENOVA 2017 di Hotel Le Beringin Salatiga pada hari Jumat dan Sabtu ini. Sempat kaget juga ketika beberapa hari sebelumnya Mas Hatta Yunus, Ke UPT IPTEKIN menelpon saya untuk memberikan materi pemasaran untuk kegiatan ini karena memang kebetulan acara di minggu ini cukup padat. Namun ketika dijelaskan bahwa jadwal saya adalah jam 19.00 sd 21.00 malam, maka saya segera menyanggupinya.

Materi yang diminta dalam kegiatan ini dari saya adalah "Komersialisasi Produk Melalui Jejaring Bisnis" dimana saya akan memberikan pembekalan dan pemahaman kepada para peserta bagaimana melakukan percepatan progress usaha melalui bangunan kemitraan dan jejaring usaha.

Pelatihan Tenant INWINOV JATENG dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan IBT 2017

Materi Jejaring Bisnis perlu dibekalkan kepada para inventor untuk komersialisasi produknya.
Sebelum melangkah ke materi, saya mengingatkan kepada teman-teman apa yang mesti dipersiapkan sebelum membangun jejaring kemitraan, yaitu:



Mengapa harus membangun jejaring bisnis? Nah, berikut adalah alasanya:

 


 

Tujuan membangun jejaring kemitraan adalah:

 

Hal tersebut di atas yang saya tekankan kepada para peserta pelatihan selain pada akhir pelatihan kami berikan bagaiaman membangun sebuah strategi kemitraan dan quick win yang bisa segera dicapai seusai pelatihan tersebut.

Foto bareng bersama sebagian peserta pelatihan.
Kami berharap kegiatan awal dalam rangka membangun inbukator bisnis bagi para peserta KRENOVA ini bisa terus berlanjut dan inkubator bisnis bisa segera terlaksana atas dukung para mitra yagn siap memberikan support kepada UPT Iptekin, baik dari Kadin Jateng maupun Suara Merdeka Entrepreneurship yang akan membangun promosi dan publikasi hasil kreasi bisnis dari para peserta inkubator bisnis mendatang.