Laman

  • Home

RumahUMKM.Net adalah sebuah situs gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia yang memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui paypal: jockokellick@gmail.com

Selasa, 07 Juli 2020

Penjurian Final KRENOVA Jateng 2020

Penjurian Final Krenova Jateng 2020

Berlangsung di Gedung BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah lantai 6, penjurian final 40 peserta Krenova dari kota dan kabupaten yang telah lolos penjurian awal. Sebanyak 157 proposal inovasi telah diseleksi dari 30 kota dan kabupaten se-Jawa Tengah, dan seleksi tersebut menghadirkan 40 proposal inovasi yang akan diseleksi lagi menjadi 10 pemenang utama dan 10 pemenang harapan. 

Berbeda dengan penjurian tahun-tahun sebelumnya, penjurian kali ini dilakukan secara daring melalui zoom, sehingga peserta di daerah tidak perlu datang ke BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah melainkan hanya ke BAPPEDA kota dan kabupaten masing-masing. Di tahun ini kami juga mulai merasakan adanya peningkatan pemahaman dari kota dan kabupaten terhadap Krenova. 

Inovasi di tahun ini juga telah menampilkan berbagai applikasi pendidikan dan keuangan yang sangat membanggakan, selain produk mesin-mesin berteknologi. Produk-prodok kreasi pangan selama tidak didasari dengan riset dan penelitian serta didukung teknologi yang memadai terpaksa harus gugur di babak pertama. 

Hadirnya inovasi dan teknologi yang baru di Jawa Tengah akan memicu produktivitas dan efisiensi kerja sehingga mendukung daya saing daerah. Ada kekurangan dalam Krenova 2020 ini, yaitu dari kategori pemberdayaan masyarakat yang justru sering muncul di beberapa tahun sebelumnya, di tahun ini kurang banyak. Kami berharap ke depan akan banyak muncul para start up sosiopreneur di daerah yang akan membantu membangkitkan kesempatan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi desa dan mampu menggali potensi energi dan pangan di daerah.

Penjurian final yang berlangsung dari tanggal 6,7 dan 8 Juli 2020 ini dipimpin oleh Prof Saratri Wilonojoedod dari Universitas Semarang. 







Pengumuman pemenang Krenova 2020 direncanakan dilangsungkan bersamaan dengan peringatan HUT RI 17 Agustus 2020. Dan akan menjadi kebanggaan besar bagi Jawa Tengah yang terus menggali potesi inovasi dan teknologi lokal yang bisa berkiprah lebih luas ke depannya. 

RumahUMKM.Net telah menjadi bagian dari Krenova Jateng sejak tahun 2015 dan semoga bisa terus mengawal pengembangan inovasi dan teknologi Jawa Tengah di masa mendatang. Sukses!





Rabu, 01 Juli 2020

3 Tantangan dalam Memulai Usaha

3 Tantangan dalam Memulai Usaha

Sore ini keponakan saya yang barusan lulus kuliah ngajak ngobrol tentang tawaran pekerjaan di suatu perusahaan lokal dan juga suatu perusahaan BUMN yang cukup dikenal, sementara saat ini dia sedang merintis usaha budi daya ikan hias yang bisa dikatakan sudah mulai menghasilkan. Pasti sebuah pilihan yang sulit baginya, dan perlu teman ngobrol untuk permasalahan ini.

Saya pun harus mulai memberikan banyak contoh kepadanya, baik pengalaman saya maupun pengalaman dari teman-teman yang saya kenal dengan baik. Kebanyakan dari kami pernah merasakan menjadi karyawan di beberapa perusahaan sebelum mencoba untuk membuat usaha sendiri. Dan tahu apa yang kami sesali? Jawabannya hampir sama, mengapa kami tidak memulainya sejak dini? Sehingga sejak awal kita bisa fokus belajar dan fokus pada bisnis yang kita rintis saat ini. (Sebenarnya kita pun sebenarnya tidak bisa menyesali perjalanan panjang kami ke arah entreprenership karena hal itu telah terjadi dan ternyata pengalaman saat bekerja pun sangat membantu kami dalam memecahkan masalah di bisnis kami saat ini, belum lagi networking yang saya bangun saat masih bekerja sebagai karyawan ternyata sangatlah membantu).

Semua keputusan adalah di tangan keponakan saya, karena saya menyakini bahwa bisnis atau karier yang berhasil haruslah yang sesuai dengan minat dan potensi kita, namun tugas saya selaku orang yang diajak ngobrol adalah memberikan referensi dan wawasan yang memadai yang membantu dia membuat keputusan.

Ada 3 hal yang menjadi tantangan dalam memulai usaha, yaitu:
  1. Melawan KETAKUTAN. Ketakutan adalah sesuatu hal yang paling ditakuti oleh seseorang ketika hendak memulai sesuatu yang baru, apalagi sesuatu yang jelas tidak mudah. Untuk seorang karyawan tantangan ini menjadi opsi yang tidak perlu dipilih karena pilihan pertama adalah tetap menjadi karyawan dan dia "seolah" aman dengan penghasilan perbulannya, dibandingkan dengan memilih opsi berwirausaha yang "belum jelas" dan "sangat beresiko". Itulah sebabnya untuk berwirausaha tidak perlu harus melalui "menjadi karyawan dulu" karena justru akan menyulitkan dalam memilih opsi berwirausaha, atau bisa dikatakan semakin memperbesar rasa takutnya untuk berwirausaha.
  2. Melawan KERAGUAN. Keraguan adalah suatu posisi dimana kita sulit memilih satu dari dua atau lebih pilihan. Hal ini sering dialami oleh orang yang tidak fokus pada tujuan hidupnya, sehingga ketika dia tengah menjalani sesuatu (tengah berusaha) dan dihadapkan pada banyak "godaan" maka dia akan mengalami kondisi dimana sulit untuk menentukan keputusan, atau saya sebut dengan keraguan. Untuk mengatasi keraguan, seorang harus benar-benar teguh pada visi dan prinsip hidupnya untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan ketika dihadapkan pada opsi-opsi yang "seolah" menarik. Harus dipahami bahwa jalan hidup dan keberhasilan seseorang tidak harus sama dengan dengan orang-orang yang telah berhasil sebelumnya. Setiap orang diciptakan berbeda, selama dia paham potensi dan minatnya maka dia akan menemukan jalan hidupnya sendiri.
  3. Melawan SALAH. Manusia tidak terlahir sempurna, ketidaksempurnaan itulah yang memicu orang untuk terus belajar. Setiap kesalahan pasti memberikan hikmak pembelajaran akan kita bisa lebih waspada dan terus belajar menjadi lebih baik. Seringkali kita tidak tahu apakah kita benar atau salah sebelum kita mencoba atau memulainya. Kesalahan adalah sebuah bukti kita memiliki keberanian dalam mengambil resiko, sebuah peluang pembelajaran yang paling berharga meskipun kadang harus berharga tinggi. Itulah sebenarnya kursus atau training yang paling efektif bagi seorang wirausaha.
Saya sampaikan ketiga hal tersebut kepada keponakan saya, jika dia bisa melewati ketiga tantangan tersebut maka setelahnya dia akan memiliki wawasan dan pola pikir yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Semoga sharing singkat ini bermanfaat bagi yang lain. Sukses!














Minggu, 28 Juni 2020

Debranding, Selangkah Menuju Promosi yang Lebih Powerfull.

Debranding, Selangkah Menuju Promosi yang Lebih Powerfull.

Debranding atau apa istilah yang lebih kerennya unbranding begitu mengejutkan bagi para pelaku UMKM yang saat ini sedang sangat tertarik dengan materi branding. Sepertinya halnya learning dan unlearning yang juga sangat membingungkan para pelaku UMKM, dimana saat mereka harus belajar hal baru di jaman VUCA ini maka mereka justru harus unlearning, karena kondisi VUCA ini benar-benar menawarkan hal-hal yang sangat baru.

Tetapi sebenarnya unbranding bukanlah hal yang baru, karena beberapa perusahaan besar telah melakukan hal tersebut bertahun-tahun yang lalu. Juga saat para pelaku UMKM memperdebatkan tentang brand lokal seperti: Soto Segeer Mbok Giyem, Sate Mbok Galak, Pecel Yu Sri, Lumpia Gang Lombok yang mereka sebenarnya tidak melakukan upaya branding, tetapi mengapa brand mereka bisa begitu dikenal oleh pasarnya? 

Terkait yang kedua, ada beberapa activist brand lokal yang mengatakan bahwa kasus yang kedua adalah karena the power of the product (content). Untuk produk kuliner sudah pasti kekuatan-nya adalah pada taste (cita rasa) dan pada keunikan atau ke-khasan-nya. Hal yang pun sedang dikejar oleh brand-brand besar, mereka mencoba untuk mulai menghilangkan logo atau atribut lain dalam brand-nya untuk kembali kepada esensi yang sebenarnya, yaitu the power of product atau the power of content.

Debranding, Langkah Selanjutnya Menuju Promosi.

Debranding - Langkah Selanjutnya Menuju Promosi.

Apa pemikiran awal yang muncul di benak Anda ketika memikirkan produk favorit Anda? Kami biasanya mengingat nama merek mereka. Harus diakui sebuah fakta, bahwa produk mereka diakui dari gambar merek mereka atau logo. Banyak perusahaan mendekati strategi debranding. Alih-alih menggunakan nama merek atau logo mereka, produk dan layanan akan dijual tanpa nama merek atau logo. 

Tampaknya, menghilangkan merek terkenal dari suatu produk atau perusahaan adalah strategi pemasaran yang tepat karena membuat merek tersebut terlihat kurang korporat dan lebih berorientasi pada konsumen. Strategi ini menjadi populer bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis mereka dan membedakan diri dari orang lain dengan menghapus nama merek atau logo mereka. 

Seperti yang ditulis Shakespeare dengan terkenal, "Apa ada namanya" ? Ungkapan umum yang saya tahu tetapi tetap sangat tepat.

Nah, Apa sebenarnya Debranding itu?

Debranding pada dasarnya berarti mempromosikan produk Anda tanpa logo atau nama merek. Dalam arti yang lebih luas, Debranding adalah proses de-korporatisasi di mana perusahaan menghilangkan nama merek atau logo dari jaminan pemasarannya. Strategi kunci debranding adalah menyembunyikan logo komersial dan bahkan merek sepenuhnya. Strategi ini diadopsi oleh mereka yang ingin menjadi lebih fokus pada konsumen dengan menghilangkan logonya. Juga, dapat dikatakan menghilangkan logo dari produknya untuk meningkatkan penjualan dan keterlibatan dengan pelanggan. Selain itu, niat menghapus logo adalah untuk membuatnya kurang korporat dan lebih pribadi.

Debranding tentu akan menarik perhatian pelanggan. Karena orang selalu ingin tahu, mereka akan mengetahui keseluruhan cerita untuk menerapkan strategi debranding. Seperti yang Anda ketahui bahwa pengalaman merek adalah hidangan utama bagi semua pemasar. Awalnya, nama-nama merek digunakan untuk mempromosikan produk mereka menggunakan nama merek. Tetapi sekarang skenario telah berubah dan setiap pemasar menggunakan strategi debranding untuk mempromosikan produk mereka. Beberapa contoh debranding adalah Nike, Coca-Cola, Stella Artois, Starbucks.

JENIS PEMBUATAN

Secara umum, Debranding diklasifikasikan ke dalam tiga kategori:

1). Menghapus logo sepenuhnya– Jenis debranding ini termasuk penghapusan logo perusahaan untuk kampanye pemasaran tertentu. Contoh terbaik dari jenis debranding ini adalah Coca-Cola. Alih-alih menggunakan nama merek untuk pemasaran, mereka menggunakan 150 nama umum untuk tujuan pemasaran.

2). Menghapus nama dari logo, hanya menjaga bug – Ini adalah skenario penghapusan nama perusahaan dan hanya menyimpan simbol lain untuk mengidentifikasi merek entah bagaimana. "Starbucks" mengadaptasi strategi ini dengan menghapus namanya dari cangkir kopinya di UK tahun lalu dan hanya meninggalkan simbol sirene. Dengan berlalunya waktu, staf Starbucks mengadaptasi satu strategi lagi, di mana mereka biasa menanyakan nama-nama pelanggan sehingga nama mereka dapat ditulis pada cangkir yang dapat dibawa dengan garis "We are Starbucks, Senang bertemu denganmu". Ini diterapkan untuk membuat layanannya lebih pribadi dan kurang korporat.

3). Going Generic – Contoh terbaik adalah mengupas stiker Walmart dari apel untuk menjualnya di pasar lokal setelah tanggal kedaluwarsanya. Mengusulkan label generik pada kaleng meningkatkan persaingan dan mendapatkan pangsa pasar. Strategi ini merupakan manifestasi lain dari penguraian modern adalah logo tanpa kata. Jenis debranding ini mencakup prosedur menghapus nama merek dari logonya dan memperoleh bisnis independen lokal tanpa merek mereka. Biasanya, perusahaan multinasional telah mulai membuang nama mereka dari logo mereka, hanya menyisakan simbol. Secara psikologis lebih mudah untuk berhubungan dengan visual daripada dengan nama, yang berarti bahwa konsumen membentuk hubungan yang lebih kuat dengan merek-merek yang mungkin mereka kritik.

Beberapa contoh kehidupan nyata dari debranding - Sekilas tentang strategi debranding dari Coca-Cola dan Pariwisata Thailand yang memberikan hasil positif.

Perang Salib Debranding Coca-Cola.

Contoh realistis debranding adalah Coca-Cola. Apa strategi debranding Coca-Cola? Apa yang dilakukannya?

Di bawah kampanye ini, Coca-Cola mengganti nama merek mereka dengan nama-nama orang biasa seperti Dan, Lauren, Katee, Peter dll dan gagasan menyebar seperti api di pasar dan angka penjualan coca cola mencapai puncaknya. Itu sukses besar.

Coca Cola dengan DeBranding-nya.

Juga, pendekatan ini disalin oleh Australia, Timur Tengah dan di India.

Api menyebar ke seluruh dunia “Aku benci Thailand”. Alasannya?

Contoh "Bunuh Diri Merek" yang sangat terkenal adalah Pariwisata Thailand. Tur dan pariwisata menciptakan tema kontroversial "Aku benci Thailand" dan ini menyebar di semua platform Media Sosial. Meskipun bagi Thailand bisa berdampak negatif pada strategi bisnis, Pariwisata Thailand akan sepenuhnya bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang buruk.

Akibatnya, pelanggan penasaran ingin tahu apa yang terjadi. Akibatnya, orang-orang datang dan mengalami perjalanan dan pada akhirnya hasilnya positif. Di sini debrand menyebar seperti api karena media. Media menciptakan banyak artikel dan dapat memberikan dampak positif, negatif atau argumentatif.

Beberapa laporan terkini tentang Debranding

Menurut laporan baru-baru ini yang disiapkan oleh A.C. Nielsen Company, merek No-name berbagi dalam lima puluh kategori produk teratas di mana mereka adalah kisaran terkuat dari 4 hingga 10 persen dari volume penjualan kategori. Ini terlepas dari kenyataan bahwa tidak ada nama merek yang belum mencapai tingkat luas distribusi ritel yang dinikmati oleh produk bermerek.

Merek tanpa nama telah menangkap sekitar 2% dari total penjualan grosir di Amerika Serikat hanya dalam waktu tiga tahun. Bahkan, pangsa merek tanpa nama setinggi 16% dalam kategori produk tertentu berdasarkan volume penjualan hanya dari gerai ritel yang membawanya. Berlawanan dengan ekspektasi industri, pertumbuhan merek tanpa nama tampaknya lebih merupakan fenomena pasar yang bertahan lama daripada sekadar tren sesaat. Memang, rantai ritel seperti Ralph's di pantai barat dan Jewel di midwest sekarang memiliki lorong "generik" di toko mereka.

Beberapa artikel untuk Debranding adalah:

1) Produk harus “Dewasa” - Merek Anda harus mampu menyajikan nilai dan manfaat produk dan layanan kepada pelanggan. Kecuali sampai merek Anda memiliki nama itu tidak akan menangkap pangsa besar di pasar dan ketika strategi debranding diterapkan, merek Anda tidak akan memamerkan kesadaran tinggi dan di masa depan juga harus menekankan pada menciptakan lebih banyak kesadaran. Misalnya- Nike adalah merek yang matang. Ketika mereka mengikuti strategi debranding, itu sukses. Jadi merek Anda harus matang jika Anda berpikir untuk menerapkan strategi Debranding.

2). Merek harus dapat beradaptasi dengan perubahan di masa depan – Setelah Kematangan merek, hal terpenting kedua adalah bahwa merek Anda harus dapat disesuaikan dengan perubahan. Desain logo Anda sedemikian rupa sehingga dapat diubah di masa depan jika perlu. Fleksibilitas adalah hal terpenting dalam merek. Jika merek Anda tidak fleksibel, itu mungkin memiliki efek duplikat. Ini dapat memengaruhi posisi dan status merek Anda dan juga memengaruhi profitabilitas dan Anda akan kehilangan kepercayaan pada kredibilitas.

3). Kaitkan perasaan emosional dengan merek Anda – Beberapa merek memiliki perasaan emosional yang terkait dengannya. Seperti pariwisata Thailand mempublikasikan slogan mereka adalah "Aku benci pariwisata" sekarang semua pelanggan penasaran bahwa apa yang serius terjadi bahwa industri pariwisata harus mengambil langkah ini. Pelanggan penasaran dan karena keingintahuan mereka, mereka berencana bepergian melalui pariwisata ini. Akibatnya, mereka menemukan pariwisata lebih baik dan orang-orang Thailand mulai melakukan perjalanan melalui pariwisata.

4). Transparansi harus ada di atas – Untuk mengadaptasi strategi debranding, Anda harus menjaga perusahaan atau merek Anda tetap transparan sehingga seandainya debranding disesuaikan untuk strategi promosi. Seharusnya tidak memberikan dampak negatif pada konsumen. Transparansi mengenai merek adalah bagian penting dari Debranding. Semuanya terkait dengan transparansi. Seandainya merek transparansi Anda mengadaptasi debranding maka akan mencapai tingkat yang tinggi.

5). Tetap sederhana dan nyata – Satu hal yang paling penting adalah menjaga strategi Anda tetap sederhana dan pendek karena jika Anda akan memilih panjang, maka Anda akan dapat menerapkan ini. Jaga agar merek Anda tetap sederhana agar seandainya perubahan apa pun yang diperlukan di dalamnya dapat dilakukan. Contoh terbaik untuk menjaga simbol tetap sederhana adalah Nike.

Inti dari Debranding

Debranding adalah kampanye terbaru untuk meningkatkan minat orang dalam pendekatan strategis ini. Beberapa hasil dari strategi debranding adalah:
  1. Debranding produk Anda sedemikian rupa sehingga pelanggan Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi merek Anda.
  2. Terapkan strategi Debranding sedemikian rupa sehingga tidak mempengaruhi posisi Anda saat ini dan status perusahaan.
  3. Transparansi merek harus berada di puncak. Dengan cara apa pun, itu seharusnya tidak mempengaruhi emosi pelanggan.
  4. Strategi debranding Anda harus asli dan harus memberikan dampak positif pada pelanggan.
  5. Nama merek Anda harus sederhana dan mudah beradaptasi sehingga dapat diubah di masa depan jika perlu.
  6. Ingatlah bahwa strategi Anda tidak boleh merusak integritas pelanggan Anda.
  7. Bahkan dengan terlalu banyak kendala dalam strategi debranding, patuhi strategi Anda dan tentunya Anda akan berhasil dalam mempromosikan produk Anda tanpa nama merek atau logo.
  8. Membuat industri yang ramah dengan merek dan ini akan membawa Anda pada level ketinggian di bidang pemasaran.
Semoga materi yang sangat menarik, dan tentunya baru bagi para pelaku UMKM ini bisa bermanfaat untuk terus fokus pada kekuatan produk terlebih dahulu, yang selanjutnya mampu mengemas strategi pemasarannya untuk lebih personal, emosional dan menawarkan pengalaman atas produk yang berkesan. Hal ini akan dicapai apabila produk anda bernilai, bermanfaat dan mampu memberikan solusi yang secara personal. Sukses!

Kamis, 25 Juni 2020

3 Warisan Ilmu dari Mantan Boss


3 Warisan Ilmu dari Mantan Boss

Jika ada pertanyaan tentang darimana saya belajar marketing maka saya langsung teringat dengan salah seorang "mentor" saya ketika saya masih bekerja di PT Hutama Karya (Persero) di Jakarta. Beliau adalah Mr. James Koh Ling Meng, salah satu direktur operasional di perusahaan joint operation PT Hutama Karya di Jakarta. Beliau adalah atasan saya dan berkewarganegaraan Singapore dan di perusahaan joint operation terebut cukup banyak expatriate yang bekerja, ada yang dari Philipina, Australia dan Perancis. 

Bagi saya beliau adalah seorang marketing ulung dan saya sangat bersyukur bisa menjadi staff beliau dan selalu mendapatkan ilmu-ilmu marketing gratis atas kemurahan hatinya meskipun sebenarnya back ground pendidikan saya adalah Teknik Elektro, tapi kedekatan saya dengan beliau dan penempatan saya di bidang marketing membuat saya semakin jatuh hati dengan dunia ini dan akhirnya tertarik untuk melanjutkan kuliah di bidang manajemen dan marketing.

Dari banyak ilmu marketing yang diajarkan oleh Mr James Koh kepada saya, ada 3 yang masih saya ingat dengan baik karena beliau memberikan pelajaran tersebut via chat melalui face book, dan pesan itu saya simpan sampai sekarang:

Life is about turns and opportunities. 
Your turn will come. If you are ready for the opportunity when your turn comes: product, money, knowledge etc, then you can seize the opportunity. An optimist work to create as many turns as possible (by preparing him/her self). A pessimist does nothing as he/she does not believe his/her turn will come anytime soon.

Bisa diartikan seperti ini : 

Hidup adalah mengenai giliran dan peluang.
Giliran Anda akan datang. Jika Anda siap terhadap peluang ketika giliran Anda datang: produk, uang, pengetahuan dll, maka Anda dapat mengambil peluang itu. Seseorang yang optimis bekerja untuk membuat sebanyak mungkin giliran tersebut (dengan mempersiapkan diri). Seorang yang pesimis tidak melakukan apa-apa karena dia tidak percaya gilirannya akan datang dalam waktu dekat.

Hal tersebut di atas memacu saya untuk terus belajar, terutama tentang pemasaran, produk, finansial dan pengetahuan-pengetahuan yang terkait dan bahkan memotivasi saya untuk melanjutkan jenjang kuliah yang lebih tinggi. Bahkan jiga perlu saya tidak sungkan-sungkan untuk terjun langsung ke dalamnya, seperti ketika saya ingin belajar ekspor dan impor maka saya harus bekerja di perusahaan forwarding agar saya tidak hanya mendapatkan teori saja melainkan juga praktek secara langsung.

Bahkan ketika sudah paham prosedur dan cara ekspor dan impor, saya pun tidak sungkan belajar untuk bekerja di perusahaan produsen furniture untuk ekspor yang pada akhirnya bidang ini menjebak saya untuk terlibat di dalamnya cukup lama sampai saya memiliki perusahaan furniture sendiri dan ekspor sendiri.

Pelajaran kedua dari Mr. James Koh adalah tentang teknik bernegosiasi, pelajaran berikut adalah ketika beliau memahamkan saya tentang teknik negosiasi yang beliau yakini saat itu.

I think the purpose of negotiation is to create a psychological win-win situation. Japanese believe that the price given is a best price - no bluffing and so no need to negotiate! But human nature is not that way. There is an ego of triumph. The seller gives a higher price to allow the buyer to "squeeze" and therefore the buyer feels triumphant. The seller still gets his price, and therefore quietly happy as well.

Bisa diartikan seperti ini :

Saya pikir tujuan negosiasi adalah untuk menciptakan situasi psikologis yang saling menguntungkan. Orang Jepang percaya bahwa harga yang diberikan adalah harga yang terbaik - tidak perlu menggertak sehingga tidak perlu dinegosiasikan! Tetapi sifat manusia tidak seperti itu. Ada ego kemenangan. Penjual memberikan harga yang lebih tinggi untuk memungkinkan pembeli "menekan" dan karena itu pembeli merasa menang. Penjual masih mendapatkan harganya, dan secara diam-diam juga dengan senang hati.

Praktek atas pemahaman di atas sudah sering saya gunakan dan memang berdampak psikologis yang bagus untuk customer, terutama customer ekspor. Seolah mereka menikmati tahapan negosiasi, dan "merasa" menang adalah moment yang mereka cari, oleh sebab itu "permainan harga" saat penawaran perlu direncakan sebelumnya karena ternyata benar bahwa customer butuh "rasa kemenangan" tersebut.

Selanjutnya pelajaran yang terekam dalam face book saya dengan beliau adalah pesan bijaksana sebagaimana berikut:

You must have a helicopter view if you want to be a leader, so you can decide the solution fairly.

Bisa diartikan seperti ini :

Anda harus memiliki pandangan sebuah helikopter jika Anda ingin menjadi pemimpin, sehingga Anda dapat memutuskan solusinya secara adil.

Sebuah kemampuan yang butuh pengalaman yang panjang untuk benar-benar bisa memahaminya, butuh banyak referensi, butuh jam terbang yang lebih banyak dan tentunya butuh kesempatan untuk menjadi seorang leader. 

Demikian pengalaman saya yang bisa saya sharing-kan kepada teman-teman pelaku UMKM, semoga bermanfaat. Sukses!


Rabu, 24 Juni 2020

Tentang Kelebihan GULANAS

Tentang Kelebihan GULANAS

Gula cair GULANAS dirintis sejak tahun 2012 dengan perjalanan R&D yang cukup panjang untuk ukuran usaha skala kecil, yoitu 2012 - 2014 untuk R&D produk dan 2014 - 2016 untuk R&D pasar, sehingga bisa dikatakan GULANAS memulai bisnisnya secara utuh adalah tahun 2016. Sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh para pelaku usaha kecil, yaitu melakukan R&D! 

Upaya di R&D produk selama 4 tahun tersebut telah banyak mencatatkan banyak hak patent dalam asset intagible bagi PT Gula Energi Nusantara sebagai pemilik merk GULANAS, yang salah satunya adalah patent untuk teknologi pengolahan gula tebu cair langsung dari tebu. Selain itu yang terbaru adalah pengajuan patent teknologi pemrosesan gula rendah glikemik untuk semua jenis gula agar aman bagi penderita diabetes. 

Singkatnya bisa dikatakan bahwa GULANAS hadir dengan back ground R&D atau inovasi dalam teknologi gula, yang hal ini mungkin membedakan GULANAS dengan UMKM yang lain. 

Dalam kesempatan ini saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman dalam pemasaran gula cair GULANAS kepada para prospek customer kami, yang mungkin hal ini bisa memberikan inspirasi kepada para pelaku UMKM yang kurang percaya diri dengan produknya, padahal produknya sebenarnya adalah produk yang bagus.

Tentang Kelebihan GULANAS

Seringkali dalam setiap pertemuan awal dengan prospek customer saya digertak oleh prospek customer dengan pernyataan-pernyataan berikut:

1. Harga gula tebu cair Bapak lebih mahal daripada pesaing.
2. Harga gula aren cair Bapak mahal.

Meskipun sebenarnya banyak pertanyaan yang diajukan kepada kami, namun 2 pertanayaan ini yang kami garis bawahi, karena justru bisa menjadi bumerang bagi yang mengajukan pertanyaan. Dan saya pun biasanya cuma menanggapi dengan tersenyum, dan balik bertanya:
  1. Memang, selain gula tebu cair impor ada gula tebu cair lain selain GULANAS di Indonesia? Kebanyakan Cafe dan Resto menggunakan fructose dan glucose, bukan gula tebu cair seperti GULANAS. Mengapa kami yakin? Karena kami punya patent teknologinya.
  2. Memang ada banyak gula aren cair merk lain yang lebih murah dari GULANAS? Namun berdasarkan riset pasar kami, harga para pesaing di kisaran 30% di atas kami. Mengapa? Karena kami memiliki teknologi yang mampu membuat efisiensi dalam produksi sehingga mampu menghadirkan harga yang rasional.
Di sinilah terlihat kami sangat diuntungkan dengan "perjuangan awal" kami yaitu dengan melakukan R&D terlebih dahulu sebelum memulai bisbis gula cari ini. Inilah investasi mahal yang telah kami lakukan untuk merk GULANAS, karena kami memiliki keyakinan banyak bisnis ini akan besar saat 3-4 tahun mendatang.

Kebanyakan calon customer menggertak tanpa informasi yang lengkap terhadap suatu produk, mereka terlalu yakin dengan metode-metode negosiasi yang selama ini mereka lakukan. Mungkin mereka berpikir bahwa kami bisa menurunkan harga kami yang sudah jauh lebih murah daripada pesaing, padahal sebenarnya kami telah memberikan harga yang paling terbaik untuk mereka. Sukses!


Market Shifting

Market Shifting

Entah pasarnya yang bergeser atau kita yang harus menggeser pasar kita ketika harus bertahan dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, bagi saya seolah tidak berbeda arti. Keduanya harus kita pahami dan harus kita sikapi.

Ketika semua perusahaan, baik besar maupun kecil, mengeluhkan dampak pandemi Covid-19 sebetulnya saya pun merasakan adanya penurunan penjualan dengan bisnis saya. Namun saya belum berani terburu-buru mengambil keputusan saat awal dampak ini kami rasakan karena saya belum tahu benar apa yang sebenarnya terjadi dengan pasar kami. Mungkin hal ini bisa saya ibaratkan bahkan dalam kondisi tersesat pun saya tidak akan memilih bus pertama yang lewat, karena sebenarnya kita tidak tahu kemana bus tersebut akan menunggu. Dalam pemikiran saya, sedikit menunggu agar asap mulai menipis akan membuat kita memiliki "vission" yang lebih baik. 

Saya ambil waktu menunggu selama 2 bulan sejak pandemi Covid-19 mulai memaksa pemerintah ambil tindakan untuk pembatasan kegiatan masyarakat yang memaksa pasar-pasar gula cair GULANAS yang sebagian besar adalah Cafe dan Resto harus tutup sementara. Mulai dari satu kota kemudian disusul kota lainnya seolah kita merasakan cekikan yang semakin lama semakin kencang. Omzet penjualan sudah pasti mulai menurun, bahkan lebih dari 40% pada awalnya dan pelan-pelan bergerak turun seiring kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat di setiap kota yang saling meyusul.

Sampai kami pahami benar, bahwa masalah menurunnya omzet penjualan adalah karena "penutupan bisnis" untuk sementara oleh customer-customer yang mungkin akan kembali secara bertahap bukan secara merta nantinya maka harus ada keputusan yang cepat untuk tindakan menyelamatkan bisnis, yaitu dengan cara melakukan pergeseran market, dari yang di LIST-A adalah Cafe dan Resto maka kami mulai masuk ke LIST-B yang berupa indusri minuman dan makanan, bahkan kami pun telah melihat LIST-C yaitu Toko Bahan Kue dan Roti.

Pasar baru ini harus kami kelola dengan cepat sebelum kami selaku usaha berskala kecil ini kehabisan nafas untuk bisa terus survive, pastinya dengan keyakinan pasar LIST-A kami akan kembali dan pasar LIST-B dan LIST-C akan  menjadi pasar baru kami di masa mendatang.

Penentuan prioritas market atau target maket awal kami dulu menjadi LIST-A, LIST-B dan LIST-C adalah didasarkan pada bagaimana desain produk kami diarahkan. Pasar LIST-A kami menjadi target market kami karena pasar tersebut adalah pasar yang telah teredukasi dengan produk gula cair dan tentunya dengan tingkat kebutuhan yang sesuai dengan kemampuan produksi kami, selain persaingan di pasar ini yang kami yakin masih bisa kami masuki dengan level harga yang lebih baik dari pesaing.

Pasar LIST-B adalah pasar idaman kami sebenarnya, namun kemampuan kapasitas kami belum mampu untuk memenuhinya, sehingga jika kami harus shifting ke pasar tersebut maka kami harus memilih customer yang kebutuhannya masih dalam range kapasitas kami, artinya adalah industri minuman skala menengah. Sementara pasar LIST-C adalah pasar yang sempat kami hindari karena butuh effort edukasi pasar yang sangat besar, dan bersifat retail. Namun sebenarnya shifting ke pasar ini hanya tinggal butuh 1 langkah saja, yaitu mencari distributor yang menjadi supply chain mereka.

Kecepatan pengambilan keputusan dan kecepatan bertindak adalah sebuah tuntutan dalam pemasaran, dan kami harus segera melakukan shifting ke LIST-B dan LIST-C segera, atau kami harus merelakan penjualan kami terus merosot. Dan pergeseran pasar ini sudah bisa kami mulai setelah 2 bulan sejak kami putuskan untuk wait and see, dan kami bisa lakukan pergeseran ini dengan baik.

Kami tidak mengatakan bahwa kami telah melakukan hal yang benar, namun setidaknya langkah ini bisa menolong kami kembali kepada omzet penjualan semula dan bisa terus bertahan.

Ilustrasi di atas adalah berdasarkan pengalaman saya, sebelum kita membuat topik singkat di bawah ini:

Pergeseran Pasar, Strategi Pergeseran dengan Tiga Pertimbangan

Pergeseran pasar biasanya merupakan perubahan dalam strategi produk untuk sebagian besar organisasi. Bagi sebagian orang, iklim pasar saat ini menghadirkan dunia peluang dan bagi yang lain itu merupakan latihan bertahan hidup. Dalam kedua kasus tersebut, ada tiga aspek kunci dari strategi produk yang paling penting, yaitu:

1. Target Fokus Pasar

Pasar target Anda mendorong setiap keputusan kunci dalam organisasi. Pertimbangkan segmen pasar vertikal yang Anda layani dan tentukan mana yang paling cepat mengadopsi atau mengganti produk dalam kategori Anda, dan kemudian lemparkan semua yang Anda miliki ke segmen yang akan mendorong 80% dari pendapatan / pertumbuhan Anda.

Tahan godaan untuk menjadi segalanya bagi semua orang, tetap fokus terhadap apa yang telah anda rencanakan semua. Jangan berubah dulu, sebelum anda melakukan pergeseran.

2. Daftar Pelanggan Target Anda

Ketika pasar bergeser, prioritas strategis pelanggan target Anda juga pasti bergeser dengannya. Pahami prioritas utama CEO/Owner (penentu keputusan) di pasar target Anda dan tentukan dampaknya pada bagian organisasi tempat produk Anda dimainkan. Karena sebagian besar produk dan layanan mengatasi masalah operasional, Anda harus menghubungkan titik-titik antara produk Anda dan inisiatif operasional yang paling terkait dengan prioritas utama CEO. Pasti akan selalu terkoneksi terkoneksi.

Hal inilah yang sejak awal kami bagi target market kami dengan skala prioritas, yaitu LIST-A, LIST-B dan LIST-C.

3. Portofolio & Strategi Produk

Pergeseran pasar pasti akan menuntut penyesuaian dalam strategi produk, karena pasar baru yang kita mainkan pasti memiliki kebutuhan yang berbeda dari spesifikasi produk atau layanan yang kita berikan di prioritas pasar kita. Tapi percayalah bahwa pergeseran kecil ini tidak akan berdampak besar pada strategi produk anda secara keseluruhan karena hal ini memang sudah menjadi tuntutan dari bisnis ini.

Satu pengalaman yang sukses pada pasar yang baru akan memicu keyakinan yang lebih baik untuk menggarap pasar itu seperti pasar di LIST-A, hanya butuh kebiasaan saja.

Demikian apa yang bisa saya share saat ini, semoga pengalaman kecil ini bisa memotivasi dan menggugah kesadaran para pelaku UMKM untuk mempertimbangkan apa yang telah saya lakukan pada bisnis saya, Pastinya tidak akan sepenuhnya sesuai dengan bisnis para pelaku UMKM yang lain, namun setidaknya memiliki esensi yang tidak jauh beda kondisinya dalam menghadapi situasi yang sama. Sukses!



Kamis, 18 Juni 2020

Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM yang Terdampak Covid-19

Pelatihan Digital Marketing

Sangat dilematis dalam menyikapi pemulihan dampak Covid-19 bagi UMKM, di satu sisi kita ingin melakukan pelatihan secara online namun di sisi lain banyak sekali pelaku UMKM yang belum siap dengan teknologi. Kondisi yang sangat krusial ini diutarakan oleh Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Demak kepada RumahUMKM.Net, yaitu kemungkinan diadakannya pelatihan tatap muka denga para pelaku UMKM di Kabupaten Demak.

Harus ada keputusan cepat, pelatihnan secara tatap muka masih memungkinkan untuk diadakan selama protokol kesehatan dipenuhi dan para peserta sudah dipantai sebelumnya, dan kami siap memenuhi undangan untuk memberikan pelatihan digital marketing praktis untuk percepatan pemulihan penjualan produk UMKM ketika menghadapi kondisi new normal.

Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM

Pelatihan Digital Marketing

Apapun pelatihan digital marketing yang akan disampaikan, maka esensinya adalah para peserta pelatihan harus benar-benar dipahamkan mengenai marketing itu sendiri, karena teknologi digital adalah supporting dari kegiatan marketing itu sendiri. Seringkali hal-hal yang esensi ini justu diabaikan, sehingga hasil pelatihan digital marketing kurang maksimal. 

Permasalahan marketing selalu dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu: Produk, Customer, dan interaksinya atau Branding. 

Dari sudut pandang produk, permasalahan marketing akan mempersyaratkan "kesiapan" produk itu sendiri untuk dipromosikan atau dijual. Mulai dari yang paling dasar apakah kualitas dan standard keamanan pangan telah terpenuhi? Untuk produk makanan dan minuman, apakah cita rasa sudah teruji? Apakah legalitas produk dan usaha sudah memadai? Bagaimana dengan kapasitas dan kontinuitas produksinya? Apa yang unik dari produk tersebut? Apa inovasinya ? Dan lain sebagainya.

Dari sudut pandang customer, permasalah utama para pelaku usaha adalah mereka tidak tahu persis siapa customernya? Apa kebutuhannya? Bagaimana cara "bertemu" dengan mereka? Atau dengan kata lain para pelaku usaha belum dibekali cara melakukan segmentation, targeting dan positioning. Padahal pemahaman ini adalah yang paling mendasar dalam marketing.

Setelah 2 sudut pandang produk dan customer, tidak kalah pentingnya kita melihat dari sudut pandang ketiga yaitu branding atau interaksi antara produk dan customer. Dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang memadai oleh para pelaku UMKM dalam membangun pesan dan menyampaikan pesan kepada customer sehingga tujuan dari komunikasi tersebut terpenuhi.

Permasalahan Pemasaran.

Jadi ketika issue permasalahan itu dibedah maka sebenar ada ketiga komponen atau sudut pandang yang harus dicermati agar kita tahu sebenarnya apa yang menjadi akar permasalahan marketing di sisi para pelaku UMKM.

Secara esensi, tujuan marketing adalah memuaskan kebutuhan pelanggan, sehingga kegiatan marketing bisa kita bagi menjadi 3 tahap, yaitu:
  1. Kemampuan mengidentifikasi pasar, untuk menentukan pasar mana yang paling sesuai dengan kondisi dan potensi dari produk dan usaha para pelaku UMKM. Tahapan ini membutuhkan kemampuan melakukan segmentasi, targeting dan positioning.
  2. Kemampuan berkomunikasi untuk memahami apa yang sebenarnya menjadi keinginan dan kebutuhan dari customer, Para pelaku UMKM harus mampu melakukan survery sederhana dan juga komunikasi 2 arah dengan customernya. Setiap feed back dari setiap customernya adalah data base berharga bagi usaha mereka.
  3. Kemampuan mengeksekusi rencana strategi marketing, baik strategi produk, price (harga), place (distribusi) maupun promosi agar tujuan marketing terpenuhi , yaitu kepuasan pelanggan. Paling sederhana memahami kepuasan pelanggan adalah apa yang kita berikan kepada customer adalah apa yang mereka harapkan sebelumnya.
Terkait dengan mulainya kondisi new normal, ketika saat pandemi Covid-19 kemarin memberikan dampak yang sangat signifikan kepada para pelaku UMKM terutama yang belum akrab dengan pemanfaatan teknologi digital, maka pandemi ini memberikan hikmah "pemaksaan" kepada para pelaku UMKM untuk segera melakukan transformasi digital, tanpa syarat dan tanpa protes lagi.

Dalam pelatihan ini saya memberikan gambaran apa yang harus dipersiapkan dalam melakukan digital marketing, mulai dari persiapan membuat Website, Fan Page, Google Business yang baik, membuat sosial media yang namanya sesuai dengan bisnis atau brand para peserta, sampai dengan persiapan pembuatan konten digital. Sangat ditekankan bahwa dalam digital marketing, konten visual berupa foto dan video yang menarik adalah wajib dengan dilengkapi pembuatan pesan dan informasi yang tepat. 

Apa yang akan dilihat oleh customer adalah citra yang akan didapat, sehingga ketikan para pelaku UMKM sekedar main foto dan upload maka justru bukan kegiatan branding yang mereka lakukan, melainkan justru membuat citranya di dunia maya menjadi buruk. Untuk makanan, berlaku hukum "makanan yang enak harus terlihat enak" entah bagaimana pun anda melakukan fotografi-nya. 

Pesan-pesan yang ditulis dalam sosial media pun janganlah yang bersifat hard sales, melainkan soft sales yang itu sekedar mengedukasi dan menginformasikan. Hard sales dilakukan ketika pihak prospek customer sudah memiliki intensitas untuk membeli. 

Face Book, Intagram, You Tube dan Whatapps adalah applikasi sosial media yang paling umum digunakan oleh para pelaku UMKM, maka jadikan sosial media tersebut sebagai alat untuk melakukan eksplorasi pasar, edukasi pasar, promosi dan pemasaran. 

Jika harus bicara apa saja yang harus mereka lakukan dalam kurun waktu pelatihan 1 1/2 jam, maka tidak akan bisa sedetail yang diharapkan, tetapi setidaknya mereka telah terbekali dengan pemahaman pemasaran yang esensial, setelah itu tinggal bagaimana mereka mengasah kemampuan mereka dalam hal website dan social media yang bisa dilakukan sendiri. 

OK, demikian apa yang bisa saya sharing dalam sesi pelatihan digital marketing pertama saya setelah lebih dari 3 bulan absen di dunia nyata. Suskes!