Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Sabtu, 23 Maret 2019

Bagaimana Graphology & Feng Shui Bekerja Untuk Bisnis Anda?

Bagaimana Graphology & Feng Shui Bekerja Untuk Bisnis Anda?
Konsultan marketing seolah menjadi primadona yang selalu dicari oleh perusahaan yang mengalami permasalahan menurunnya permintaan pasar, penjualan produk dan brand perusahaan. Para konsultan tersebut memiliki spesialisasi masing-masing karena mereka mampu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya sendiri berdasarkan pengalaman kerja mereka. Semua memiliki kelebihan dan kekurangannya, namun hasil ditentukan oleh ketepatan memilih metode yang sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh perusahaan. 

Ada banyak metode yang dilakukan oleh para konsultan marketing, mulai dari investigasi masalah, meredefinisi target dan tujuan strategi, penataan sistem managemen, mengeksplorasi peluang pasar maupun pengembangan kerjasama dengan pihak lain. Dan para konsultan marketing ini ahli dalam melakukan hal-hal tesebut.

Bersaing dalam hal-hal yang bersifat umum seperti di atas akan semakin terasa berat untuk masa-masa sekarang, terlebih jika terus menatap ke arah depan yang semakin dinamis dan semakin banyak perubahan. Sejauh mana kita bisa mengikutinya? Bahkan ahli marketing di di generasi millenial pun akan merasa "ngos-ngosan" menyesuaikan segala macam perubahan yang terjadi, apalagi untuk generasi saya.

Graphology & Feng Shui Fokus Pada Esensi Bisnis.

Menyadari keterbatasan dalam menyesuaikan dengan berbagai perubahaan teknik dan metode marketing saat ini, maka saya tidak ingin bersaing dengan para konsultan marketing lain untuk hal-hal yang bisa dipelajari secara akademis. Saya menggali potensi dan pengalaman riset saya dalam ilmu grafologi dan feng shui, serta mengembangkan teknik analisa bisnis dari sebuah logo perusahaan.

Pasti unik, dan pastinya belum banyak pesaingnya. Saya hanya mengambil area pembacaan karakter, potensi, esensi masalah dan peluang pemilik bisnis (individu) dan bisnisnya. Metode yang digunakan dalam analisa ini adalah menggunakan grafologi yang telah saya pelajari lebih dari 17 tahun dan feng shui. 

Saya menggabungkan 2 metode ini untuk menganalisa tanda tangan pemilik bisnis untuk mengenali karakter, potensi, dan apa yang dia suka atau tidak suka, dan tanggal lahir pemilik bisnis untuk mengenali area potensi, kecenderungan minat, karakter potensial dan peluang. 

Terkadang saya bertanya "apa warna kesukaan mereka?" untuk menguji beberapa kecenderungan yang telah dianalisa. Kadang apa yang terbaca dalam tanda tangan dan tanggal lahir tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang sebenarnya disukai oleh pemilik usaha. Kecenderungan pada warna tertentu bisa sangat membantu dalam menganalisa apa sebenarnya minat mereka atau apa sebenarnya yang mempengaruhi mereka menyukai hal-hal yang berada di luar potensinya.

Logo bisnis hampir seperti tanda tangan namun lebih rumit karena dapat berupa kombinasi 2, 3 atau lebih pemilik bisnis, tetapi bagi seorang grapholog yang paling penting adalah dominasi dalam penentuan keputusan perusahaan atau siapa yang dominan dalam keuntungan perusahaan ( si "pemilik uang"). Saya menggunakan grafologi untuk menganalisa bentuk dan goresan, apa yang dikatakan (tentang bisnisnya) dan apa yang diinginkan (dalam bisnis) dan saya menggunakan feng shui untuk menganalisa nuansa logo, apakah logo tersebut sudah "nyaman" dan "menarik"

Secara umum logo yang hoki (beruntung) adalah logo yang mampu menyelaraskan semua unsur (potensi, minat, karakter dan peluang) dalam bentuk logo yang nyaman dan menarik. Idealnya logo harus seimbang, selaras dan serasi dengan pemilik perusahaan. Jika semua ini bisa dicapai maka bisa dikatakan logo tersebut membawa keberuntungan bagi pemilik usaha. Keselarasan logo bisa dilihat dari bentuk, warna, proposi dan goresan yang membangun sebuah arti atau pengharapan atas cita-cita usaha.

Graphology dan Feng Shui bekerja untuk bisnis dari sejak awal, yaitu menyelaraskan semua unsur, menyelaraskan visi dengan potensi serta menyelaraskan peluang dengan kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan. Seorang grapholog yang mendalami logo perusahaan bisa membaca semua unsur tersebut dari hanya sebuah logo, bahkan seringkali hanya dari logo bisa terbaca siapa dan berapa pemilik perusahaan tersebut (yang dominan) dan juga masalah apa yang secara esensial dihadapi oleh persuahaan.

Bagaimana kita bisa memberikan solusi kepada perusahaan jika akar permasalahan (esensi) permasalahan dari perusahaan tersebut belum ditemukan? Hal inilah yang menyebabkan beberapa konsultan marketing memberikan solusi yang "kurang tepat" karena masalah yang mereka temukan dalam perusahaan bukan masalah yang esensi, melainkan akibar dari esensi masalah tersebut.

Jika Anda tertarik dengan layanan ini, silahkan kirimkan pesan melalui WA ke +62 82134823929 untuk diskusi lebih lanjut. Sukses!

Jumat, 22 Maret 2019

Gula Aren Cair Booming Bersamaan dengan Booming-nya Es Kopi Susu.

Gula Aren Cair, Booming Bersamaan dengan Booming-nya Es Kopi Susu.
Es kopi susu sedang menjadi trend akhir-akhir ini, baik dari cafe besar maupun cafe kecil di daerah menyediakan medu yang satu ini karena memang memiliki cita rasa perpaduan kopi dan susu yang khas. Bahkan coffee delivery yang saat ini sedang merebak karena trend grab food dan go food pun menyediakan menu yang serupa.

Yang menarik adalah pemakaian gula aren dalam menu tersebut, karena gula aren memiliki cita rasa yang otentik, yaitu rasa gurih yang merupakan perpaduan antara manis dan asin yang proporsional. Apalagi jika yang digunakan dalam kopi tersebut adalah kopi expresso dan susu murni, maka penambahan gula aren akan menghadirkan cita rasa yang nikmat.

Boomingnya es kopi susu ini pun kami tangkap bersama GULANAS yang memiliki produk gula aren cair yang merupakan gula aren murni yang dicairkan. Promosi yang gencar untuk produk gula aren cair ini membuahkan hasil dalam pencarian di google dan juga di sosial media. Pencari produk gula aren cair menjadi mudah untuk menemukan kontak dengan GULANAS dan melakukan pemesanan secara online.

Pemesanan gula aren cair di era booming-nya es kopi susu ini memang memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan, untuk cafe di kota kecil saja bisa memesan gula aren cair setidaknya 50 liter per bulan sementara untuk cafe di kota besar bisa mencapai 500 liter per bulan. Pembelian yang paling banyak adalah dalam kemasan jerrycan 5.000 ml karena lebih ekonomis dibandingkan dengan kemasan botol. Kemasan botol 250ml sd 1.000ml dilakukan oleh cafe-cafe yang sedang melakukan uji coba menu es kopi tersebut, karena customer mereka belum mengenal menu baru tersebut. 

Bahkan beberapa cafe di luar pulau Jawa pun sudah mulai memesan produk gula aren cair tersebut, meskipun kendala ongkos kirim yang sering dihadapi sampai akhirnya ada beberapa ekspedisi yang memberikan solusi pengiriman yang relatif lebih murah melalui kapal laut. Memang untuk produk ini, pengiriman produk menjadi permasalahan biaya karena jumlah pemesanan yang masih kecil. Untuk pemesanan dalam jumlah besar justru banyak sekali jasa ekspedisi kapal laut cepat yang menawarkan biaya pengiriman yang murah.

Munculnya trend-trend kuliner yang seperti ini harus disikapi dengan tangkas oleh para pelaku UMKM karena kesempatan tidak datang dua kali, dan kesempatan ini merupakan peluang percepatan promosi produk kepada customer-customer yang baru. Setiap customer yang telah kita layani selalu kami ajak diskusi untuk kepuasannya, dan akan menjadi referensi bagi customer yang lain atas kualtias produk kita. Cerita keberhasilan suatu produk selalu menjadi marketing tool yang handal untuk menyakinkan customer baru. Sukses!







Kamis, 21 Maret 2019

Cafe Burjo Semakin Merebak.

Cafe Burjo Semakin Merebak.
Selalu akan hadir trend kuliner baru, dan saat ini perhatian kita akan ditarik oleh cafe burjo yang murah meriah yang hadir di setiap kota dan setiap sudut. Menu bubur kacang ijo dan es bubur kacang ijo merupakan menu utama, sedangkan indomie rebus dan indomie goreng menjadi pendukungnya. Es Milo dan Es Hilo juga menjadi pesanan laris di cafe ini.

Hebatnya lagi di seputar sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas cafe ini menjadi tempat nongkrong para pelajar karena harganya ramah di kantong dan sesuai dengan uang saku mereka.

Cafe burjo ini pun sudah memahami arti kebersihan, sehingga membuat para pengunjung tidak enggan untuk mampir dan nongkrong di san. Di sebagian cafe burjo yang sudah besar, WIFI pun disediakan karena pengunjungnya kebanyakan adalah mahasiswa. Mungkin ini yang disebut Cafe Budget, yang dengan uang terbatas bisa mendapatkan banyak produk Ha-Ha.

Di daerah kami, di Semarang, Cafe Burjo juga menjadi tempat mangkal teman-teman Grab motor dan Gojek. Mereka berkumpul di cafe burjo sambil menerima panggilan berikutnya. 

Cafe burjo untuk segmen bawah.

Kuliner, Selalu Menghadirkan Trend-Trend yang Tidak Terduga.

Mungkin ini masih merupakan trend lokal, yaitu trend kuliner di kota Semarang. Namun tidak menutup kemungkinan trend ini akan melebar ke kota-kota lain apabila prospek bisnis cafe burjo ini juga menjanjikan di kota lain. 

Selama trend ini mampu mengangkat produk-produk asli dan lokal maka akan membawa dampak yang sangat baik bagi perekonomian. Setelah budaya ngopi merebak, budaya minum teh juga mulai terbangun, maka saya berharap budaya makan bubur kacang ijo pun akan menjadi trend selanjutnya.

Indonesia masih kaya dengan banyak potensi kulinernya, tidak perlu diiming-imingi dengan produk impor dan budaya impor. Sudah terbukti Indonesia mampu membangun trend sendiri, dengan produk sendiri. Ayam geprek sekarang pun sudah mampu disejajarkan dengan ayam krispy dari amerika. Bagaimana pun ayam goreng kampung lebih enak daripada ayam ras. 

Kreativitas di bisnis kuliner memang selalu muncul, menjadi trend dan berganti. Oleh sebab itu para pelaku usaha kuliner harus mampu membangun produk yang unik, berbahan baku lokal, mampu menciptakan trend dan ketika life cycle produknya telah menurun harus mampu menciptakan produk baru lainnya. Inilah yang terjadi dalam bisnis kuliner saat ini dan kita harus menerimanya.

Bagaimana membangun trend? Bagi beberapa pelaku usaha kuliner mereka telah melihat celah untuk membangun sebuah produk menjadi trend. Jika belajar dari pengalaman KFC dan McDonald, bahwa produk menjadi trend adalah ayam yang cepat saji dan tentu cocok bagi lidah semua orang. Oleh beberapa pelaku kuliner Indonesia produk ini masih dipertahankan namun dilakukan kreativitas pada pendukungnya, yaitu digeprek dan diberikan sambal yang khas, maka jadilah ayam geprek. Sambal merupakan icon kuat dalam kuliner, dan ketikan dikombinasikan dengan ayam krispy maka hadirlah trend kuliner yang baru.

Ketika  kopi dan teh mendapatkan berbagai sentuhan kreativitas maka saat ini hadir es kopi susu, thai tea, dan semacamnya. Luar bisa sekali ketika mereka juga mampu memanfaatkan teknologi sosial medai dalam mempromosikannya. 

Bubur kacang ijo ini memang cukup fenomenal, karena bukan kopi bukan teh dan bukan ayam geprek. Bubur kacang ijo benar-benar menjadi trend karena mampu menjawab kebutuhan nongkrong murah dan nyaman. Trend ini hadir justru ketika si pelaku kuliner mampu memahami keburuhan pasar, terutama pasar di segmen bawah. Tapi jangan salah, saat ini cafe burjo juga mulai menjaring pasar segmen atas karena dalam bisnis kuliner sebenarnya sangat sulit membatasi segmen atas dan segmen bawah. Contohnya soto, sangat sulit dipisahkan antara segmen bawah dan atas meskipun untuk harga sebenarnya bukan untuk segmen atas.

Semoga dengan tulisan ini saya bisa membantu menyebarkan trend kuliner cafe burjo ini ke daerah lain, dan bisa menjadi icon kuliner baru bagi nusantara. Sukses!







Rabu, 20 Maret 2019

Promosi di Era Digital, Antara Menulis atau Ditulis.

Promosi di Era Digital, Antara Menulis atau Ditulis.
Promosi tidak berhenti pada saat kita telah punya alat promosinya (marketing tool-nya) seperti brosur, leaflet, katalog, website dan sosial media, melainkan kegiatan dengan marketing tool tersebut. Saya sengaja menebalkan kata "kegiatan" karena hal ini yang justru dilupakan oleh para pelaku UKMM ketika mereka telah memiliki semua tool-tool tersebut.

Apa artinya brosur, leaflet dan katalog jika kita tidak bertemu dengan prospek pasar kita? Apa artinya website dan sosial media jika tidak pernah menulis atau update? Semua menjadi tidak memberikna nilai promosi bagi bisnis anda. Memang untuk website dan sosial media ketika kita sudah memberikan profile dan informasi dasar sudah bisa "bekerja" namun bisa dibayangkan berapa banyak yang memiliki website serupa dan berapa banyak pemilik sosial media yang serupa?

Permasalahannya adalah bagaimana website dan sosial media kita "muncul" dalam pencarian-pencarian strategis dari para calon customer atau audience kita. Pelaku UMKM harus memiliki cita-cita untuk key word yang terkait dengan bisnisnya, website dan sosial medianya muncul dalam mesin mesin pencarian, misalnya: google. Bagaimana bisa demikian, maka jawabannya anda harus aktif menulis atau aktif mempromosikan webiste dan sosial media tersebut.

Paling mudah adalah mempromosikan webiste dan sosial media dengan cara iklan berbayar melalui google adwork atau facebook berbayar atau melalui iklan di media-media online lain. Namun belum semua pelaku UMKM rela berkorban untuk promosi yang ini, mereka belum rela kehilangan uang untuk hal tersebut.

Oleh sebab itu pelaku UMKM harus mulai "aktif" dengan website dan sosial media yang telah mereka miliki. Untuk webiste, pelaku UMKM harus aktif menulis dan mengedukasi pasar dengan produk dan bisnis yang mereka jalankan karena produk UMKM belum dikenal oleh pasar. Tulisan-tulisan mengenai kegiatan usaha dan informasi produk harus sering muncul dalam website agar pembaca melihat bahwa bisnis ada aktif dan selalu ada progress. Perlu diingat juga, bahwa bahasa visual jauh lebih menarik dalam tulisan tersebut sehingga tulisan-tulisan tesebut perlu diimbuhi foto-foto yang menarik dan mampu bercerita.

Untuk sosial media, hal yang paling penting adalah kemampuan pelaku UMKM dalam memilih audience-nya atau friend-nya, agar nanti pesan-pesan yang mereka sampaikan terkati dengan bisnis mendapatkan respon yang positif. Dengan audience yang tepat, maka posting dan informasi akan mengena sasaran. Dari friend atau follower bisa ditingkatkan menjadi customer. Konten-konten dalam posting harus fokus pada kepentingan bisnis yang dijalankan, bukan campur aduk sehingga membingungkan audience yang ingin melihat produk atau bisnis pelaku UMKM.

Setelah tugas menulis tela dilakukan baik di website maupun di sosial media, maka carilah peluang untuk "ditulis" oleh media yang audience-nya sesuai dengan target pasar. Beberapa kali RumahUMKM.Net penawaran gratis kepada para pelaku UMKM yang ingin profile usahanya ditulis di website ini namun banyak pelaku UMKM yang belum memanfaatkannya. Bisa dikatakan pelaku-pelaku UMKM yang pernah ditulis di website ini menjadi mudah ditemukan di mesin pencari, dan tidak jarang pula yang langsung mendapatkan pasarnya.

Dengan ditulis di media, maka ada nilai rekomendasi dari pihak lain atas produk dan bisnis pelaku UMKM sehingga memberikan kepercayaan lebih dari pihak pembaca. Hal ini harus dipahami benar oleh pelaku UMKM ketika ingin berpromosi. Semakin banyak media yang menulis bisnis anda, apalagi media dengan rating yang tinggi, maka semakin banyak pasar yang bisa dijangkau dengan promosi.

Tulisan ini sengaja saya sampaikan agar para pelaku UMKM benar-benar menyadari betapa pentingnya menulis dan ditulis dalam promosi. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pelaku UMKM. Sukses!










Senin, 18 Maret 2019

Belajar Keramahtamahan dari Bisnis Hotel.

Belajar Keramahtamahan dari Bisnis Hotel.
Kami hanya bisa mengajarkan, tetapi terkadang tidak bisa memberikan contoh riil-nya. Salah satu materi penting dalam penjualan produk UMKM adalah customer service dan beberapa kali kami diminta untuk memberikan pembekalan materi teknik penjualan dan customer service kepada para pelaku UMKM.

Banyak teori yang kami sampaikan, dan meskipun telah kami berikan contoh-contohnya di depan audience tetapi kami merasa bahwa itu tidaklah cukup untuk menggambarkan "keramahtamahan" seorang penjual kepada pembeli. Para pelaku UMKM harus melihat dan merasakan sendiri bagaimana praktek keramahtamahan yang sebenarnya di tempat yang semestinya dan dengan mentor yang melakukan praktek bisnis keramahtamahan tersebut. 

Memberikan pembekalan secara praktis adalah apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh para pelaku UMKM. Dengan melihat, merasakan, berinteraksi dan mengetahui mengapa mereka melakukan keramahtamahan tersebut akan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pelaku UMKM.

Sebagaimana kita ketahui bahwa para pelaku UMKM datang dengan berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda. Banyak hal non teknis yang justru menghambat perkembangan bisnis mereka, dan salah satu hal non teknis tersebut adalah kesopanan dan keramahtamahan serta cara berkomunikasi yang benar.

Di beberapa instansi terkait sudah waktunya untuk mulai membekali para pelaku UMKM dengan materi etika (norma dan kesantunan), keramahtamahan dan komunikasi. Dan mentor yang kami anjurkan adalah dari para ahli di bidang perhotelan. Karena mereka bergelut dengan bisnis ini setiap harinya dan menggantungkan bisnis-nya dari ketiga hal tersebut.

Pemerintah sudah perlu menggalang kerjasama dengan perhotelan untuk pelatihan dan pembekalan materi tersebut, agar para pelaku UMKM kita tetap tampil dengan adat ketimuran yang hangat dan nyaman. Selain itu, ketrampilan ini akan memberikan dukung yang besar kepada bisnisnya di masa mendatang. Sukses!


Minggu, 17 Maret 2019

Ide Kreatif dari Seorang Peternak Burung Hias.

Ide Kreatif Bisnis dari Seaorang Peternak Burun Hias.
Belajar dari Peternak Burung Hias.

Saya tidak akan menghimbau teman-teman untuk berbisnis burung hias, namun justru ada yang lebih penting dari apa yang saya pelajari dari para pelaku ternak burung hias. Bukan apa bisnisnya namun mengenai bagaimana mengelola bisnis tersebut. bahkan saya sendiri pun bukan orang yang paham mengenai ternak burung hias,apalagi menjualnya.

Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah bagaimana mereka menggarap pasar hobby burung menjadi bisnisnya. Pasar mereka telah sempit, yaitu komunitas pehobby burung dan mereka konsisten dengan pasar tersebut. Mereka belajar marketing secara otodidak melalui upaya komunikasi yang intensif kepada para pembelinya. Apa yang mereka dengar dari pembelinya, tentang kebutuhan adalah data pemasaran yang penting untuk dikembangkan dalam keputusan marketingnya. Misalnya: keputusan tentang pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, event dan sebagainya.

Hal kedua, mereka memiliki peternakan sendiri yang seringkali mereka tawarkan untuk dikunjungi oleh pembelinya. Cara-cara komunikasi ini menjadikan pembeli semakin menaruk kepercayaan yang tinggi terhadap mereka. Bahkan dalam kunjungan para pembeli ke peternakannya mereka tidak sungkan-sungkan memberikan edukasi yang dibutuhkan oleh para pembeli. Mereka sedang membangun apa? Mereka sedang membangun interaksi yang lebih intim dengan pembelinya disamping mengembangkan jaringan informasi yang lebih luas. 

Dengan kunjungan pembeli ini tanpa disadari akan memberikan edukasi kepada pembeli untuk menjadi corong promosi kepada calon-calon pembeli yang lain. Para pembeli mempromosikan bisnisnya dengan sukarela dan brand mulai terbangun dari rekomendasi dan referensi ini.

Mereka tidak hanya menjual burung saja, melainkan juga perlengkapan-perlengkapan, training, pakan dan semua hal yang terkait dengan bisnis ini. Mereka tidak belajar dari mentor seperti saya, mereka mampu mengembangkan strategi bisnisnya sendiri. Justru produk-produk pendukung ini cukup menghasilkan income besar.

Yang paling menarik adalah mereka membangun event lomba sendiri dari komunitas yang mereka bangun. Lomba di pasar yang sangat segmented sangat penting, apalagi komunitas hobby. Harga burung yang menang lomba dari yang hanya ratusan ribu bisa menjadi puluhan juta, dan inilah yang sedang dikejar oleh para peserta lomba yang tidak lain adalah para pembeli dan pehobby burung tersebut. Lomba di komunitas burung adalah event yang paling dinantikan oleh para pehobby burung untuk "adu prestasi" dalam memelihara burung disamping untuk melakukan networking dengan pehobby yang lain.

Kemampuan para peternak burung ini patut diacungi jempol, karena mereka paham benar apa yang dibutuhkan oleh calon pembeli sebelumnya dan apa yang dibutuhkan pembeli setelahnya. Tidak hanya berhenti sampai dengan pembeli memberi burung tetapi mereka masih memenuhi kebutuhan pembeli sampai dengan membangunkan lomba untuk apa yang telah mereka beli tersebut.

Belajar Marketing.

Memang tidak semua bisnis bisa dikelola dengan cara di atas, namun pasti banyak bisnis yang bisa dikelola dengan cara di atas. Belajar dari pasar, belajar memahami apa yang dibutuhkan oleh pasar dan belajar apa yang bisa kita lalukan yang terbaik untuk pasar.

Mereka tidak belajar dari saya, justru saya yang belajar dari cara-cara mereka. Sangat luar biasa sekali cara-cara mereka membangun keterikatan emosional, dan membangun komunitas yang kuat. Khusus untuk event, hal ini adalah bukti bahwa mereka benar-benar memahami apa yang dibutuhkan oleh pembeli setelah mereka membeli produk tersebut. 

Keterikatan ini seolah berlangsung selamanya, karena akan selalu ada kebutuhan dari para pembeli atas keradaan bisnis kita. Betapa pentingnya pelayanan purna jual kepada pembeli yang sangat loyal, yang seringkali dilupakan oleh para pelaku UMKM yang lain. Bisnis adalah sebuat kepercayaan dan kesetiaan, dan hal ini telah dibuktikan oleh teman-teman peternak burung hias tersebut.

Semoga sharing sederhana ini bisa bermanfaat, salam sukses dari RumahUMKM.Net.










Jumat, 15 Maret 2019

Simple Survey dengan Facebook.

Simple Survey dengan Facebook.
Sosial media adalah tool yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari networking, marketing maupun survey pasar. Hal mana sering saya lakukan untuk mendapatkan jawaban dari audience sosial media saya, terutama facebook. 

Dengan pengelolaan facebook yang benar, terutama dalam audience management, maka kita bisa melakukan banyak hal dengan facebook. Usahakan audience kita adalah segment atau target market kita sehingga komunikasi yang kita bangun di facebook sangat efisien dan efektif.

Kegiatan ask question, get answer perlu kita lakukan untuk melakukan survey ringan atas satu hal. Misalnya belum lama ini saya melemparkan pertanyaan : "Apakah UMKM lebih memilih mentor yang bersertifikasi atau seorang mentor yang praktisi, meskipun tanpa sertifikasi?" 

Dari berbagai jawaban UMKM ternyata lebih dari 90% mereka memilih seorang mentor yang praktisi, dengan berbagai alasan antara lain:
  1. Best Practise, UMKM membutuhkan banyak contoh riil dalam wirausaha, mengapa ini bisa dilakukan dan mengapa ini tidak perlu dilakukan dan apa alasannya. Menurut harapan mereka, seorang praktisi bisa memberikan contoh pengalamannya sendiri dalam berwirausaha dan hal ini sangat penting bagi para pelaku UMKM.
  2. Pelaku UMKM memiliki waktu yang terbatas untuk mencerna sebuah teori dari mentor yang bukan praktisi. Meskipun sebenarnya teori tersebut juga dibutuhkan, tetapi dengan mentor seorang praktisi teori ini diperingkas dengan contoh-contoh riil.
  3. Pelaku UMKM ingin melihat bukti nyata.
Survey ringan ini saya maksudkan untuk memberikan alasan dalam melakukan berbagai perubahan sistem pembinaan dan pelatihan yang selama ini telah berjalan. Dalam entrepreurship apa yang kita lakukan harus terukur dan terbukti. Misalnya dalam pelatihan marketing dasar maka diharapkan setelah pelatihan mereka langsung mendapatkan gambaran siapa pasar mereka, dan apa yang mesti mereka lakukan selanjutnya.

Untuk mendukung perubahan ini, maka saya pun akan menggandeng "siapa yang sebenarnya dibutuhkan oleh UMKM". Misalnya dalam pelatihan pemasaran diusahakan melibatkan pihak calon buyer setelah sebelumnya diseleksi para pelaku UMKM yang memang sudah layak dipertemukan dengan buyer. Tujuannya adalah quick win, dan UMKM bisa melihat hasil nyata dari pelatihan tersebut.

Hal serupa akan dilakukan juga pada pelatihan financial usaha, yang akan melibatkan pihak lembaga finansial. UMKM yang akan mengikuti pelatihan inipun akan diseleksi sesuai dengan audience yang dibutuhkan oleh lembaga finansial.

Untuk UMKM yang belum masuk kategori-kategori seleksi tersebut akan dimatangkan lebih lanjut dengan program-program pelatihan praktis yang langsung mengarah kepada tujuan. 

Berbagai survey sederhana bisa kita lakukan dengan facebook ketika kita membutuhkan jawaban dari audience kita. Mulailah dengan bertanya kepada pasar atau audience kita. Sukses!






Kamis, 14 Maret 2019

Pasar Tradisional Masih Menjanjikan Bagi Produk UMKM.

Pasar Tradisional Masih Menjanjikan Bagi Produk UMKM.
Hanya karena anjuran produk UMKM sebaiknya masuk di pasar modern bukan berarti  bahwa pasar tradisional bisa ditinggalkan. Justru pasar tradisional ini masih sangat potensial untuk penjualan produk-produk lokal dengan pembayaran tunai.

Meskipun memang di pasar tradisional sudah didominasi produk UMKM, namun produk-produk UMKM binaan tidak banyak yang masuk pasar tradisional. Para UMKM binaan lebih tertarik mempercantik kemasan untuk dipasarkan di pasar modern, yang sebenarnya penjualannya lebih lambat daripada di pasar tradisional. Sebaliknya, produk-produk industri mulai gencar masuk ke pasar tradisional karena melihat potensi penjualan yang lebih baik daripada pasar modern. 

Kemasan bagus tidak berarti harus tabu dimasukkan di pasar tradisional, selama harga jual produknya masih cukup terjangkau oleh masyarakat umum. Bukankah kemasan yang bagus tidak berarti harus mahal? Pasar modern memang memberikan peluang untuk menjual produk UMKM lebih mahal daripada di pasar tradisional, namun jika dilihat dari tempo pembayaran dan kecepatan penjualannya sebenarnya pasar tradisional lebih bisa diandalkan jika pengunjung pasar sesuai dengan target pasar yang dibidik oleh UMKM.

Bahkan beberapa UMKM yang memiliki banyak produk ada yang kami sarankan untuk membuka outlet atau bekerjasama dengan pedagang pasar untuk menjual produknya. Pada kenyataannya produk mereka bisa terserap dengan baik di pasar tradisional. 

Hal ini kami ingatkan lagi kepada para pelaku UMKM ketika banyak sekali keluhan kepada kami tentang kinerja penjualan produk mereka di pasar modern tidak seperti yang mereka harapkan. Bahkan beberapa pelaku UMKM terpaksa harus berhenti menjadi vendor pasar modern karena setelah dicermati tidak menguntungkan mereka, terutama dalam kinerja cash flow usahanya.

Setidaknya promosi produk UMKM pun harus menyentuh pasar tradisional, karena banyak pasar bisnis seperti pedagang, pengusaha rumah makan maupun pengusaha catering justru berbelanja di pasar tradisional karena membutuhkan produk yang segar dengan harga yang lebih murah. Pasar bisnis ini sebenarnya yang harus diprioritaskan oleh para pelaku UMKM terutama yang memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan minuman serta bahan-bahan makanan.

Sekali lagi, para pelaku UMKM harus cermat dalam menyikapi setiap pergerakan dari target pasarnya. Pasar tradisional justru bisa menjadi tujuan penjualan produk UMKM daripada pasar modern. Anggapan bahwa pasar modern sangat membantu dalam membangun citra produk UMKM mulai memudar ketika produk tersebut tidak memiliki kinerja penjualan yang lebih baik. Sukses!



Selasa, 12 Maret 2019

Investasi, Membeli Sebuah Cita-Cita.

Investasi, Membeli Sebuah Cita-Cita.
Masih ingatkah ketika kita masih kecil kita ditanya: Apa cita-citamu kelak? Ada yang menjawab jadi dokter, insiyur dan sebagainya. Dan tanpa sadar perjalanan panjang kita mengejar cita-cita tersebut berkonsekwensi pada waktu, tenaga, pikiran dan biaya yang luar biasa besar untuk sebuah cita-cita tersebut. Anda bisa menghitungnya? Lalu apakah cita-cita anda saat ini masih sama seperti yang dulu?

Para pelaku usaha pun memiliki cita-cita ketika awal membangun bisnisnya. Jatuh bangun dilaluinya untuk sekedar mencapai cita-cita yang sudah dirancangnya, dan sudah pasti waktu, tenaga, pikiran dan juga biaya yang dikeluarkannya tidak sedikit. Untuk berada di posisi saat ini telah banyak yang telah mereka korbankan.

Sementara di luar sana, ada beberapa orang yang berpredikat pemodal yang ingin masuk ke bisnis sebagai investor. Tujuan utama mereka adalah mengambil keuntungan dari modal atas bisnis tersebut. Prinsip mengambil keutungan semaksimal mungkin pasti akan dilakukan oleh para investor ini, dan hal ini sangat wajar. 

Yang jadi permasalahan adalah ketika para pelaku usaha skala UMKM tidak bisa berhitung seberapa besar pengorbanan yang telah mereka lakukan dan seberapa besar nilai bisnis mereka di masa mendatang dengan segala peluang yang dimilikinya. Hanya karena ingin segera mendapatkan suntikan dana segar maka banyak pelaku UMKM tergesa-gesa dalam perhitungan asset bisnisnya. Mereka hanya memperhitungkan asset fisik sedangkan asset-asset non fisik seperti sistem manajemen, teknologi produksi, patent dan hak merk sama sekali tidak mereka perhitungkan. Bahkan seringkali biaya-biaya pengembangan ide dan konsep pun terlupakan untuk mereka hitung, padahal nilainya bisa lebih mahal dari asset fisik yang mereka miliki saat ini. 

Cita-cita mereka sangat mahal dan dalam kasus ini ingin mereka perdagangkan dengan para investor, meskipun para investor ini tidak sepenuhnya bisa membeli bisnis tersebut namun setidaknya harus ada penghargaan atas "perjuangan" dalam mewujudkan cita-cita tersebut yang biasa disebut good will

Kemampuan menominalkan asset-asset intangible ini sangat diperlukan oleh para pelaku UMKM ketika mempersiapkan proposal investasi mereka.Jangan karena ingin segera mendapatkan suntikan dana segar maka mereka mengabaikan segala upaya yang telah mereka lakukan dalam menggapai cita-citanya. Bagaimana menyakinkan investor pun harus mereka kuasai, karena jika tidak dijelaskan dengan baik maka investor akan menaksir biaya itu sesuai dengan kacamatanya.

Pastinya akan ada tiitk kesepatakan yang win-win solutin, namun jika perhitungan investasi tersebut dipersiapkan dengan benar maka pengorbanan para pelaku UMKM selama beberapa tahun tidak akan sia-sia, apalagi jika prospek bisnisnya memang menawan.

Semoga dengan tulisan ini, teman-teman UMKM bisa mulai menata diri dan bisnisnya untuk bisa ditawarkan kepada para investor yang benar-benar mengelola dananya sendiri dan memahami bisnis para pelaku UMKM tersebut. Sukses!


Senin, 11 Maret 2019

Arti Investor Bagi UMKM.

Arti Investor Bagi UMKM.
Investor? Wow, kenalkan saya kepada mereka Pak, kami butuh investor! Ini adalah sepenggal kalimat yang sering kami dengar ketika teman-teman UMKM sedang kesulitan finansial sementara melakukan pinjaman ke perbankan juga tidak bisa karena tidak ada agunan.

Lantas saya pun balik bertanya: "Apa yang Bapak/Ibu ingin tawarkan kepada investor?" Dan ternyata pertanyaan ini butuh waktu yang cukup lama untuk mereka jawab. Bahkan seringkali tidak terjawab. Hal ini yang jadi menggelitik untuk terus kami tanyakan kepada mereka apakah mereka sudah paham investor itu apa dan apakah mereka sudah siap berbagi keuntungan dengan investor atau bahkan rela investor tersebut masuk dalam kepemilikan perusahaan.

Sesederhana yang mereka pikirkan bahwa investor adalah individu atau perusahaan yang mau mengucurkan dana kepada mereka tanpa mereka diharuskan menyediakan jaminan atau agunan. Ada sepenggal permintaan dari salah satu UMKM kami:"Pak saya butuh Rp 100jt untuk mengembangkan bisnis baru saya, tolong carikan saya orang yang mau invest sebesar itu untuk saya." Permintaan ini tanpa disertai dengan adanya proposal yang dilampiri analisa bisnis selama beberapa tahun terakhir dan prospek serta rencana ke depan seperti apa. 

Asyiknya lagi ketika proposalnya kami tanyakan justru mereka balik bertanya kepada saya:"Pak jika memang dia investor seharusnya mereka sudah tahu seperti apa bisnis saya, atau nanti akan dijelaskan jika saya sudah bertemu orangnya." 

Di atas adalah sepenggal-sepenggal pengalaman saya ketika diminta bantuan teman-teman UMKM mencarikan investor untuk mereka. Pasti tidak semuanya demikian, namun kasus ini cukup banyak saya temui di lapangan. 

Arti Investor Bagi UMKM.

Dalam dunia keuanganinvestor adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik yang melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya) baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Sepanjang yang saya tahu investor adalah orang atau perusahaan yang bekerja dengan  "uang"-nya atau kemampuan financialnya untuk sebuah "prospek" bisnis yang menurut mereka bisa menghasilkan "profit" yang lebih baik. Yang mereka maksudkan lebih baik adalah dalam hal prosentase pengembalian, jangka waktu dan juga keamanan investasi tersebut.

Dalam hal ini investor membutuhkan gambaran angka-angka proyeksi bisnis tersebut di masa mendatang, termasuk trend bisnis, prospek bisnis tersebut di masa mendatang, bagaiman perusahaan melakukan perencanaan ke depan untuk mencapai tujuan financial yang disepakai dalam investasi nanti, dan sebagainya. Gambaran ini pasti adalah sesuai yang bisa dibaca dan tertulis dalam proposal bisnis (investasi), dan bahkan dibutuhkan analisa dari pihak ketiga yang independen untuk menguatkan data-data yang tersaji tersebut.

Intinya informasi yang dibutuhkan oleh investor adalah bagaimana gambaran bisnis yang ditawarkan oleh UMKM tersebut yang saat ini berjalan atau gambaran mencapai bisnis baru yang diajukan, bagaimana prospek bisnis ke depan, potensi kendala yang dihadapi, bagaimana exit solusinya, asset-asset apa yang dimiliki oleh UMKM saat ini baik asset tangible maupun asset intangible,  bagaimana bagi hasilnya, seberapa besar proift ditawarkan, berapa lama investasi mereka akan kembali, bagaimana persaingan bisnisnya dan berbagai hal yang terkait dengan keamanan investasi tersebut dan juga analisa bisnis dari pihak ketiga (feaseability study, jika ada).

Dibutuhkan waktu untuk memahami bisnis yang ditawarkan dan pelaku UMKM tidak bisa setiap hari bersama investor dan investor pun biasanya tidak punya banyak waktu, karena tawaran investasi yang datang kepadanya pun bukan hanya berasal dari pelaku UMKM tersebut (anggap saja demikian). Oleh sebag itu proposal dan perhitungan dan analisa bisnis yang rapi perlu disampaikan kepada investor, agar memahami bisnis tersebut dan punya waktu untuk menganalisanya.

Bagi sementara UMKM yang sudah memiliki pengalaman dengan investor ada juga yang bercerita kepada UMKM lain bahwa banyak investor yang "nakal" yang secara terperinci tidak bisa mereka jelaskan. Namun harus dicermati bahwa memang ada beberapa jenis investor yang akan kita hadapi di lapangan, yaitu:

  1. Investor yang memiliki dananya sendiri.
  2. Investor yang mengelola dana dari pihak lain (pinjaman).
  3. Investor broker.
Untuk jenis investor yang pertama adalah investor yang idealnya dicari oleh para UMKM karena mereka memiliki kelebihan analisa yang justru subyektif, yaitu ada peluang pemilik modal tertarik untuk menahamkan saham dalam perusahaan UMKM tersebut. Sementara untuk pihak yang kedua, mereka lebih obyektif karena mereka hanya tertarik kepada return atas investasi tersebut karena profit yang mereka peroleh adalah selisih antara bunga bank dengan profit share dari bisnis tersebut. Sementara yang ketiga adalah pihak yang menjadi perantara bisnis antara pemilik usaha dengan pemilik modal, mereka hanya terlibat di awal bisnis.

Penjelasan di atas sangat umum sekali, namun hal itulah yang saat ini cocok saya jelaskan kepada UMKM, Investor golongan yang pertama ini yang saat ini sedang kami jaring untuk bisa membantu bisnis para pelaku UMKM, karena banyak dari bisnis UKM yang masih banyak butuh "pengertian" dari pihak investor (subyektif) yang sangat tipis sekali didapatkan dari investor dari golongan kedua. UMKM masih butuh pendampingan dari pihak pemilik modal yang memahami bisnis lebih baik dari mereka.

Jika bisnis UMKM diperlakukan sebagai obyek investasi murni, maka akan banyak perdebatan dan kekecewaan baik oleh pihak UMKM sendiri yang berharap banyak dari investor dan juga dari pihak investor yang hanya berharap profit belaka dari bisnis UMKM tesebut.

Analisa Bisnis dan Proposal Investasi.

Dari gambaran-gambaran di atas, saat ini pekerjaan rumah kami cukup banyak dengan harus memberikan pendampingan bagaimana membuat proposal investasi kepada pihak investor karena sebagian besar UMKM kami masih belum bisa melakukannya sendiri. RumahUMKM.Net bisa mendampinginya atau juga bisa mengundang pihak (seperti credit expert dari perbankan) untuk membantu UMKM kami dalam membangun sebuah proposal investasi yang jelas dan komprehensif.

Menyajikan bisnis, analisa bisnis dan proyeksi bisnis yang menarik investor merupakan sebuah ketrampilan yang perlu diedukasikan kepada UMKM yang saat ini sudah dalam tahap pengembangan bisnis, misalnya produk yang sudah stabil kualtiasnya karena memiliki SOP produksi yang mapan, kapasitas produksi yang memadai untuk pengembangan pasar, pemasaran yang sudah menjangkau pasar bisnis (bukan kepada end user) tetapi terkendala dengan keterbatasan modal.

Yang penting bagi UMK adalah menyediakan "ruang" dimana investor bisa hadir dalam bisnisnya, ruang ini berupa profit margin yang memadai, persaingan bisnis yang masih longgar, ROI (return of investment) yang tidak terlalu panjang serta ruang untuk bisa "memiliki" perusahaan tersebut dengan saham di perusahaan.

Semuanya butuh waktu, tapi peluang berinvestasi dalam bisnis skala UMKM adalah peluang yang sangat bagus bagi para investor karena perkembangan digital saat ini semakin mengaburkan batas antara perusahaan besar dan perusahaan UMKM. Sudah saat ini investor terlibat dalam membantu UMKM di Indonesia. Sukses!




Jumat, 08 Maret 2019

Kenali Karakter Lawan Negosiasi Anda dari Tanda Tangannya.

Kenali Karakter Negosiasi Anda dari Tanda Tangannya.
Bagi seorang pebisnis, negosiasi adalah momentum yang sangat penting, apalagi ketika menyangkut keberlangsungan dan berkembangnya usaha di masa mendatang. Berbagai persiapan pasti dilakukan untuk hal yang satu ini, terutama persiapan yang menyangkut obyek negosiasinya, baik hal yang teknis maupun hal non teknis.

Strategi negosiasi pun telah diatur sedemikain rupa agar dalam negosiasi dia "menang". Yang dimaksud dalam negisiasi, istilah menang adalah ketika hal-hal yang menjadi harapan kita bisa tercapai, tetapi "hak-hak" dari lawan negosiasi pun bisa terpenuhi dengan baik. Semua pihak harus menang dan happy dalam hasil negosiasi. 

Namun seringkali produsen menghadapi "kekalahan" dalam negosiasi, dimana banyak kepetingan yang seharusnya dijaga, menjadi "meleset" tidak sesuai dengan rencana,. Misalnya kesepatakan harga tidak sesuai yang diharapkan karena margin laba tipis, atau term of payment yang lebih panjang dari yang diminta. 

Ternyata hal ini tidak disebabkan oleh hal-hal yang telah kita persiapkan dengan baik, yaitu obyek negosiasi melainkan justru karena kita tidak menguasai siapa lawan negosiasi kita, atau subyek negosiasinya. Justru subyek negosiasi menjadi bagian terpenting dalam kegiatan negosiasi itu sendiri, melebihi dari obyek negosiasi. Obyek negosiasi bisa kita pelajari karena lebih banyak bersifat teknis, sementara non teknisnya pun lebih berkisar kepada pengalaman kita dalam bernegosiasi, maupun hal-hal terkait produk dan produksi serta dan hal-hal lain di sekitarnya. Namun subyek negosiasi menjadi lebih sulit, karena kita harus menguasai hal-hal non teknis terkait pihak lawan negosiasi, dan kadang membutuhkan jasa pihak ketiga ketika kita tidak mengenal calon lawan negosiasi kita sebelumnya sehingga kita tidak tahu karakter serta kemampuan dan kelemahannya dalam bernegosiasi.

Siapa Lawan Negosiasi Kita?

Yang dimaksudkan dengan pertanyaan siapa adalah karakter serta kelebihan dan kekurangan calon lawan negosiasi kita. Bagaimana mengetahuinya? Jika anda sudah mengenal dengan baik calon lawan negosiasi anda maka dengan mudah anda akan bisa mengatur strategi negosiasi dengannya atau bahkan tidak perlu bernegosiasi karena sudah saling mengenal, namun seringkali kita dihadapkan dengan orang yang sama sekali tidak anda kenal.

Untuk kasus ini anda perlu berdiskusi dengan pihak ketiga yang mengenal calon lawan negosiasi anda jika anda sudah tahu siapa, anda butuh referensi untuk hal tersebut. Jika hal tersebut tidak membuat anda mengenal lebih jauh karakter dari calon lawan negosiasi anda maka seorang grafolog sangat anda perlukan, baik untuk membaca tulisan tangan maupun tanda tangannya.

Dari pembacaan tulisan tangan dan tanda tangan tersebut kita akan mendapatkan informasi mengenai karakter, potensi, kemampuan serta kelemahan dari calon negosiasi kita. Dengan bekal informasi ini maka kita bisa menyusun strategi yang lebih baik dalam menghadapi calon lawan negosiasi kita sehingga bisa menaikkan probabilitas kita untuk "menang" dalam negosiasi.

Dengan bekal informasi ini, kita akan lebih percaya diri dalam bernegosiasi. Dalam beberapa kesempatan berdiskusi dengan klien, saya sering menggunakan grafologi dan fengshui untuk membangun kepercayaan diri klien saya dengan informasi karakter, potensi serta kemampuan dari calon lawan negosiasinya. Berstrategi untuk mempertahankan kepentingan bisnis sangat perlu dilakukan, mengingat setiap mitra bisnis selalu ingin kepentingannya dimenangkan dalam bekerjasama.

Bekal informasi yang lebih banyak memberikan keleluasaan kita dalam mengatur strategi negosiasi, dan jasa dari seorang grafolog sangat dibutuhkan di sini. Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan tambahan wawasan kepada para pembaca. Sukses!



Rabu, 06 Maret 2019

Review Logo Anda dengan Graphology & Fengshui.

Review Logo Anda dengan Graphology & Fengshui.
Klinik Bisnis

Saat pertama saya membuka konsultasi bisnis dengan judul "Klinik Bisnis" dengan teknik GRAFOLOGI & FENG SHUI, banyak teman-teman yang meragukan teknik ini sampai pada akhirnya testomoni dari para klien sendirilah yang bisa menepis keraguan dari teman-teman ini.

Sebagai seorang yang terbiasa berkutat dengan komunitas seniman, maka sindiran-sindiran teman-teman saya abaikan, biarkan saja, toh saya tidak butuh penilaian dari teman-teman ... yang saya butuhkan adalah penilaian dari klien-klien saya. Terlebih di bidang ini pun saya tidak secara instan memahaminya, melainkan telah belasan tahun menekuninya.

Apakah setelah REVIEW logo bisnisnya selama 3 bulan berjalan sudah menampakkan hasil?

Bahwa sejatinya teknik yang saya gunakan adalah teknik LOGIC & FEEL yang saya balut dengan pengetahuan dan pengalaman saya tentang grafologi dan feng shui. Teknik ini mendasarkan pola pikir kita atas hukum KETERATURAN dan HARMONISASI semua unsur atau komponen di alam semesta. Kedua hal ini adalah esensi dari apa yang dicari orang selama ini, sementara apa yang disebut hoki adalah efek dari keteraturan dan harmonisasi tersebut.

Apa diukur pun adalah hal yang paling mendasar (fundamental) dari sebuah bisnis, yaitu logo bisnis, yang tanpa disadari adalah sebenarnya "karakter dan jiwa" dari bisnis tersebut. Terlihat sederhana, namun jika didalami dan dipahami adalah apa yang terlihat dari loko tersebut adalah simbol-simbol karakter dan potensi dari bisnis tersebut, yang itulah yang terbaca oleh seorang grapholog, sama seperti ketika dia membaca sebuah tanda tangan.

Jika tanda tangan menggambarkan karakter dan potensi serta minat dari individu, maka logo menggabarkan karakter dan pontesi dari sebuah perusahaan. Mengapa harus ada feng shui?Feng shui adalah ilmu memahami teknik keteraturan dan harmonisasi semua unsur, yang telah teruji ribuan tahun. Bukan tahayul, karena ada banyak teknik di feng shui yang bisa dipelajari secara logik dan itulah yang saya ambil sebagai formulasi analisa saya.

Logic & Feel, mungkin ini lebih tepat menggambarkan teknik yang saya pergunakan tersebut. Logic karena grafologi dan feng shui juga didasarkan oleh riset yang bertahun-tahun, saya mempelajarinya lebih dari 10 tahun. Feel lebih kearah bagaimana pengalaman-pengalaman analisa ini telah membangun sebuah formulasi atau sistem rasa dan insting yang menuntun fakta-fakta yang kepada kencenderungan-kecenderungan tertentu.

Asyik, itulah apa yang saya rasakan ketika harus bertatap muka dengan klien dan berdiskusi mengenai permasalahan perusahaan yang mereka hadapi. Seolah kita ikut terlarut dalam permasalahan tersebut dan harus berenang keluar untuk tetap hidup dan survive dari formulasi sistem escape yang telah kita pahami dengan dasar graphology dan feng shui. (GM)