Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Senin, 09 Desember 2019

Bengok Craft, Mengeksplorasi Potensi Asli Ambarawa.

Firman Setyaji dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukannya bersama Bengok Craft.
Tujuan dari entrepreneurship adalah meningkatkan kesejahteraan baik bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar. Kesadaran ini sepenuhnya telah dimiliki oleh Firman Setyaji, yang merupakan founder dan CEO dari Bengok Caft yang membangun bisnis dengan dasar pemberdayaan masyarakat di sekitar daerah Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Bisnsi yang dilakukannya bukanlah semata untuk pribadi melainkan juga untuk mengembangkan kesejateraan masyarakat sekitarnya.

Sejak berdiri pada tahun 2019, Bengok Craft berupaya untuk terus menjadi usaha yang menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Hal ini telah diupayakan, tidak hanya melalui komitmen sebagai pendiri dan pemilik, tetapi juga dalam setiap proses bisnis yang meliputi berprinsip pada zero waste, pemberdayaan masyarakat, dan mengantisipasi perubahan iklim. 

Produk-produk yang dihasilakn oleh Bengok Craft adalah produk-produk asli berbahan lokal deerah sekitar dengan sumber daya lokal yang telah diberdayakan. Produk yang paling dominan saat ini adalah kerajinan enceng gondok yang memang bahan bakunya melimpah di daerah perairan Rawa Pening.

Dengan usianya yang masih dini sampai dengan saat ini, Bengok Craft telah memberdayakan 15 keluarga sekaligus telah berhasil memproduksi 3.000 produk dengan 10 varian. Performa finansial yang sehat dan terus berkembang terlihat dengan nyata dari penjualan di awal tahun sebesar Rp 3.000.000 hingga September 2019 mencapai Rp 15.000.000 per bulan.

Keyakinan bahwa prinsip keberlanjutan ini dapat membuka sebuah jendela untuk melihat sebuah usaha kerjinan yang melibatkan masyarakat sekitar, sekaligus tekad untuk membuktikan bahwa usaha ini bukan hanya untuk meraih keuntungan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat serta promosi kekayaan alam Rawa Pening pada dunia.

Beberapa produk kerajinan dari Bengok Craft yang diproduksi dari bahan baku lokal dan sumber daya manusia dari masyarakat sekitar adalah sebagai berikut:
















Komitmen pemberdayaan masyarakat pun membalut keterlibatan Bengok Craft dengan masyarakat, tidak hanya keterlibatan dengan masyarakat dewasa tetapi justru sudah dimulai keterlibatannya dengan anak-anak. Tujuannya adalah untuk memantau bakat dan minat mereka untuk mengeksplorasi potensi lokal menjadi karya-karya kerajinan yang berkelas dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Produksi kerajinan di setiap rumah tangga di daerah sekitar Rawa Pening.

Fasiltias produksi Bengok Craft.

Menggali potensi SDM anak-anak dari masyarakat sekitar.

Terlibat sejak awal dalam pengembangan SDM di daerah sekitar Rawa Pening.

Sharing & Education di hadapan masyarakat sekitar.

Mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak.

Menggali bakat dan kreasi anak-anak.

Bengok Craft adalah sebuah cita-cita kemakmuran masyakarat sekitar daerah Rawa Pening. Daerah ini telah bersolek sebagai daerah wisata, sebuah tanggung jawab sosial telah dilakukan oleh Bengok Craft dalam mengeduaksi masyarakat untuk siap dan berdaya dalam perubahan wujud daerah Rawa Pening di masa mendatang. 

Daerah yang akan menjadi destinasi wisata ini harus benar-benar siap sebagai destinasi wisata seutuhnya dimana masyarakat harus mampu menyerap kesejahteraan dari perubahan ini. Sukses!

Selasa, 03 Desember 2019

Mengenal VUCA & OMNI Channel Bagi Para Pelaku UMKM

Tetap Berpikir Positif dalam VUCA World

Ada kewajiban moral bagi kami untuk mulai memperkenalkan VUCA World dan Omni Channel kepada para pelaku UMKM, setidaknya mereka mulai menyadari akan setiap perubahan yang terjadi dalam era digital ini. Ada sebuah tulisan dari Lekasana TH yang menjelaskan VUCA dan tantangannya sebagai berikut:

MENGENAL DUNIA VUCA DAN TANTANGANNYA

Akronim VUCA merupakan singkatan Volatile, Uncertain, Complexity and Ambiguity. Istilah ini populer dalam dekade terakhir, menggambarkan lingkungan bisnis yang makin bergejolak, kompleks dan bertambahnya ketidakpastian. 

Istilah VUCA pertama kali digunakan dalam dunia militer pada era sembilan puluhan untuk menggambarkan situasi medan tempur yang dihadapi oleh pasukan operasional dimana informasi medan yang ada amat terbatas. Bertempur dalam keterbatasan informasi serasa berjalan dalam kebutaan dan bisa menimbulkan chaos Keadaan ini diistilahkan sebagai medan perang kabut (fog war). 

Sekolah bisnis masa 1980-90an banyak mengajarkan cara mengelola situasi bisnis yang relatif mudah diprediksi. Rutinitas dan stabilitas menjadi dasar asumsi. Resep sukses di masa lalu dianalisa dan dicari formulanya lalu menjadi acuan untuk perencanaan. Goal dan sasaran kinerja ditetapkan oleh perancang strategi perusahaan dengan alat semacam PDCA. Pada periode itu fokus organisasi adalah mengelola sumberdaya dengan efisien guna mencapai sasaran kinerja. Cara seperti ini masih dapat diandalkan sampai tibanya lingkungan VUCA (Volatile, Uncertain, Complexity, Ambiguity). Kata volatile merujuk kepada gejolak perubahan yang labil dan cepat. Saking cepat dan derasnya arus perubahan, maka para pebisnis kesulitan mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya.

“The greatest danger in times of turbulence is not the turbulence. It is to act with yesterday’s logic.“Peter F Drucker

Dalam situasi labil, memproyeksikan apa yang terjadi dimasa lalu justru bisa menyesatkan jika dijadikan acuan pengambilan keputusan. Para leaders perlu merespon dengan pola pikir yang tidak seperti biasanya. Skill dan pengetahuan yang tadinya menjadi andalan sangat mungkin justru tidak relevan lagi. 

Sebagian besar dari angkatan kerja dengan pengetahuan masa lalu justru kini bisa berubah menjadi beban perusahaan. Jika pengetahuan serta pengalaman mereka tidak dilengkapi reskilling dan perubahan mindset akan sulit untuk mampu berenang didalam derasnya lingkungan VUCA. Team baru memerlukan leader yang bisa melakukan terobosan. Mereka yang menjadi bagian team sukses masa lalu bisa jadi tidak termasuk dalam gerbong leader masa depan. Anggaran lima tahunan dengan cepat menjadi kadaluarsa. Bahkan anggaran dan sasaran kerja tahunan jika tidak kontinyu direvisi justru akan tidak relevan.

Dalam situasi VUCA para leader dituntut untuk memiliki kejelasan visi jangka panjang namun fleksibel dan adaptif dengan durasi tempo respon yang pendek. Value dan outcome menjadi pegangan untuk decision making. Visi jangka panjang tetap dipegang menjadi pemandu oleh leader. Namun pendekatan adaptif dan agile menjadi pendekatan di lapangan. Pola pengelolaan organisasi yang kaku dan bergantung pada kepastian akan menyulitkan gerak cepat para pelaku lapangan justru menjadi penghambat bisnis bermanuver meraih kesempatan pertumbuhan. 

Para pimpinan di organisasi yang birokratif akan kesulitan bergerak lincah. Fenomena tertekannya perusahaan oleh gejolak VUCA ini sudah terjadi pada berbagai industri. Namun sayangnya banyak pelaku usaha yang sampai saat ini belum menyadari benar mereka sudah berada di ambang batas titik kritis survival. Tidak mengherankan ketika kesadaran atas komplikasi VUCA baru muncul, meresponpun cenderung sudah terlambat dan menjadi korbannya adalah keniscayaan.
Definisi VUCA:
Volatile: lingkungan bisnis yang labil, berubah amat cepat dan terjadi dalam skala besar.
Uncertain: sulitnya memprediksi dengan akurat apa yang akan terjadi.
Complex: tantangan menjadi lebih rumit karena multi faktor yang saling terkait.
Ambiguous: ketidakjelasan suatu kejadian dan mata rantai akibatnya.
Komponen pertama VUCA adalah volatilitas. Volatilitas ditandai munculnya berbagai tantangan baru yang sulit terbaca penyebabnya. Tantangan baru ini tidak memiliki pola yang konsisten. Mereka berubah dengan amat cepat. Apa yang menjadi ancaman dua tahun lalu bisa jadi sudah tergantikan oleh ancaman lain saat ini. 

Apa yang tadinya dipikirkan menjadi penyebab ternyata bukanlah akar dari suatu masalah. Apa yang terpikir sebagai inisiatif untuk solusi ternyata justru terbukti sebaliknya. Proses terbentuknya lingkungan volatile tidak terlepas dari pengaruh teknologi, munculnya tatanan ekonomi baru, berubahnya nilai-nilai dan gaya hidup, dan tersedianya pertukaran arus informasi, barang dan jasa dengan trend harga menurun dibarengi tingginya kecepatan arus perpindahan barang/jasa dan penyebaran informasi. 

Munculnya model ekonomi sharing transportasi dan akomodasi telah menimbulkan disruption terhadap kemapanan bisnis taksi dan perhotelan. Aplikasi seperti Grab, Uber dan Gojek mengguncang pemain esksis di bisnis angkutan dan transportasi. Model bisnis mereka menggulung hampir semua operator taksi di negara manapun di dunia. Airbnb tiba-tiba menjadi solusi yang menjawab kebutuhan para pelancong atau bahkan pebisnis yang membutuhkan penginapan dengan harga bersahabat, dan kualitas tidak kalah senyaman di rumah sendiri. 

Proyeksi dan perencanaan bisnis dituntut menjadi fleksibel dan adaptif dengan potensi munculnya disruptor, regulasi baru, perubahan teknologi, kompetisi, pola sosial dan gaya hidup konsumen. Perusahaan yang model strukturnya tambun dan kaku mulai mengalami kesulitan bermanufer dan tidak jarang bahkan bernafas. Langkah mereka terasa lamban dan perolehan pangsa pasar tererosi. Kecepatan merespon menjadi kunci sukses selain keakuratan membaca peta perubahan yang sedang terjadi. Pola senioritas dan penggunaan power sebagai model sukses menggerakkan tindakan di organisasi justru kini menjadi penghambat terbesar untuk menghasilkan terobosan dan kreatifitas.

Uncertainty atau ketidakpastian adalah momok bagi para pebisnis. Uncertainty lingkungan menjadi kondisi umum yang suka tidak suka menjadi bagian keseharian dalam dunia bisnis. Imbas dari kondisi global cepat atau lambat akan terasa akibatnya. Munculnya perbankan online misalnya telah berimbas terhadap ditutupnya 46000 kantor cabang bank di seluruh Eropa sejak tahun 2007. 

Impact dari Brexit telah mempengaruhi sebagian besar operasional perbankan dunia yang menggantungkan transaksi foreks di pasar London sebagai pasar kedua terbesar dunia. Terpilihnya Trump menjadi presiden US ke-45 pada akhir tahun 2016 adalah hal yang ada diluar dugaan para pengamat politik. Ketegangan hubungan diplomatik dan perang dagang dengan China menimbulkan efek pelemahan mata uang dan fluktuasi bursa saham di berbagai negara dunia ketiga. 

China yang dulunya menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia kini mulai diragukan sustainabilitynya. Kombinasi politik isolasionist Amerika, eskalasi konflik di Timur Tengah, melemahnya permintaan dari China menambah ketidakstabilan ekonomi global. Belum lagi kita selesai dihadapkan pada situasi diatas, kekeringan, perubahan cuaca ekstrim serta bencana alam selama sepuluh tahun terakhir telah mengancam stabilitas supply bahan pangan dunia. Harga komoditas panganpun merangkak naik sejak sepuluh tahun terakhir. Minyak bumi yang tadinya langka beberapa tahun ini harganya anjlok. Suplai minyak hasil fraksinasi lumpur pasir di Amerika Utara mengubah peta harga minyak dunia. Efeknya terasa dengan mulai jatuhnya raksasa minyak dan perusahaan pensupport logistiknya. Imbas berlapis dari kondisi ini mengakibatkan tingkat uncertainty yang lebih tinggi.

Complexity adalah komponen ketiga VUCA. Dalam situasi lingkungan VUCA kita akan kesulitan untuk memahami penyebab suatu masalah secara langsung. Interdepensi dan interkoneksi berbagai kejadian menjadi penyebab yang saling mempengaruhi satu sama lain dan mengakibatkan timbulnya masalah yang ada. Penyebab kompleksitas bisa berasal dari berbagai multiple faktor seperti: munculnya beragam kompetitor baru, disrupsi teknologi, berubahnya pola konsumsi, regulasi yang kompleks, perubahan pola supply chain, dan masih banyak faktor lainnya. 

Solusi yang tadinya dikira jawaban menjadi absurd ketika implementasi dijalankan dan hasilnya tidak kunjung meredakan masalah yang ada. Upaya menggali penyebab masalah sepertinya justru menemukan hal-hal baru yang tadinya tidak diperhitungkan. Kompleksitas masalah bisa membuat penentu kebijakan merasa frustasi. 

Masalah yang muncul dalam konteks VUCA adalah akibat tumpang tindihnya berbagai kejadian dan penyebab. Istilah yang digunakan oleh Ronald Heifetz untuk memberi nama kondisi ini adalah tantangan adaptif. Ketika satu organisasi mencoba menggunakan pendekatan linear seperti mencoba mengurai masalah dengan pendekatan analisa ‘tulang ikan’, solusi secara tuntas hampir tidak akan diperoleh dan masalah yang sama cenderung muncul lagi ke permukaan. 

Pendekatan mengatasi kompleksitas membutuhkan kearifan untuk melihat setiap komponen pelaku system dan bahkan termasuk bercermin kedalam diri atau organisasi sebagai kontributor masalah yang muncul. Proses inilah yang sering secara tanpa sadar dihindari oleh para perumus kebijakan. Kenyataan bahwa diri mereka menjadi bagian dari pembuat masalah yang ada menimbulkan rasa khawatir dan takut atas plakat kegagalan sebagai pimpinan. Situasi organisasi yang kental dengan senioritas dan gaya leadership yang lebih mengendalikan (controlling) akan melemahkan respom terhadap kompleksitas tantangan. 

Pola respon yang selalu melihat ke pihak luar sebagai penyebab masalah lebih memperuncing keadaan dan akan menciptakan ketegangan-ketegangan baru dalam organisasi. Tidak jarang anggota yang memberikan feedback kejadian lapangan justru kecewa karena respon para atasan di kantor pusat yang cenderung menimpakan beban kekeliruan eksekusi kepada team lapangan. Situasi bisa semakin parah jika gaya pimpinan mengadopsi ABS (asal bapak senang) dan reaktif (mengontrol, perfeksionis, mengikuti arah angin yang diatas). Kompleksitas lingkungan memerlukan revitalisasi pola leadership. Tidak jarang justru yang ada diatas menjadi salah satu mata rantai penyebab utama persoalan yang muncul sebagai kompleksitas VUCA.

Ambiguity adalah faktor keempat lingkungan VUCA. Ambiguity memiliki padanan kata ‘membingungkan’. Bisa diumpamakan seperti melihat melalui kaca buram yang membuat para pembuat keputusan kesulitan memandang apa yang ada. 

Saat solusi yang diyakini tepat akan dijalankan, kepastian mencapai hasil dirasakan unpredicatable. Ambiguity ditandai dengan kesulitan mengkonsepsikan tantangan yang ada dan memformulasikan model solusinya. Pada saat ambiguity melanda maka para leaders dihadapkan pada keraguan untuk mengambil keputusan karena outcome menjadi amat tidak pasti. 

Contohnya ketika organisasi dihadapkan pada pada pertanyaan seperti apakah struktur organisasi yang harus diubah? terdesentralisasi atau tersentralisasi? Apakah akan diputuskan masuk ke pasar baru atau tetap bermain di pasar lama? Apakah akan ikut menawarkan produk dengan tambahan feature yang dianggap belum lazim? Apakah perlu melakukan aliansi strategics dengan pesaing atau berkompetisi? Apakah akan ikut meluncurkan platform online seperti start-up atau menggunakan pola konvensional? 

Para leaders merasakan adanya paradoks pada pilihan mereka. Artinya mereka menghadapi suatu dilema dan tidak tahu jawaban pastinya. Tidak jarang para leaders yang merasa dirinya sangat paham dan telah menemukan solusi menjadi ciut nyalinya saat masuk ke fase implementasi. Hasil lapangan yang diperoleh justru mementahkan asumsi yang diambil saat solusi baru dibuat. Bagi para leaders yang bertahan pada opininya dan mengandalkan pengalaman kesuksesan dimasa lalu tentu akan tidak mudah menerima realita ini. 

Ketegangan di organisasi muncul saat mereka yang di puncak merasa sebagai pengendali ‘otak’ dan mengganggap mereka yang dibawah adalah tangan serta kakinya. Sikap top manajemen yang seolah paling tahu, arogan, tidak mau tahu dan tidak mau mendengar apa yang mereka anggap sebagai ‘alasan’ orang lapangan justru akan makin memperburuk respon organisasi. Munculnya sikap ini biasanya berasal dari keadaan diri para leader sendiri yang sebenarnya tidak tahu persis harus melakukan respon apa namun malu mengakuinya. Bahkan mereka berharap ada jalan keluar dengan menggunakan power, menuntut teamnya dan secara sporadis mencoba berbagai inisiatif peningkatan kinerja. Situasi ambiguitas seperti ini dialami oleh organisasi global seperti Nokia dan Blackberry yang menjadi ‘korban’ atas kesuksesannya sendiri. 

Di Indonesia hal semacam ini sedang melanda para pemain industri farmasi etikal. Dengan munculnya BPJS dan peraturan pemerintah yang baru mengenai obat generik, para pemain lama yang telah terlena sekian puluh tahun menikmati lemahnya peraturan pemerintah sekarang mulai terhenyak dari tidur panjangnya. Beberapa dari mereka mencoba platform online menjual obat OTC maupun etikal. Namun cara mengelola people yang sangat konvensional dan gaya kepemimpinan yang hirarkis, serta SDM yang cenderung mandul collective thinkingnya membuat setiap langkah mereka tidak menghasilkan titik terang. Yang jelas mereka bisa dikatakan gagal beradaptasi dengan cepatnya perubahan yang terjadi dipasar. 

Di organisasi sekaliber konsultan manajemen atau lembaga audit kelas duniapun tidak terlepas mengalami fenomena ambiguitas. Mereka yang tadinya terbiasa untuk memberikan advis bisnis dan merekomendasikan perlunya perubahan di klien justru tidak mampu merumuskan dan memberi solusi keorganisasinya sendiri. Angka turnover yang meningkat tinggi di organisasi konsultan dan auditor selama dua dekade terakhir dan situasi kerja yang secara fisik menuntut jam kerja panjang, mempengaruhi kondisi kerja yang tidak sehat. Bekerja dan berkarir diterima sebagai fakta yang tidak bisa berjalan beriringan dengan keseimbangan waktu untuk keluarga dan pribadi. 

Di kalangan para pimpinan bahkan sampai terbentuk belief yang kuat bahwa untuk sukses perlu pengorbanan keluarga. Ini termasuk waktu serta perhatian ke keluarga atau bahkan ke diri sendiri yang menjadi terdepresiasi ketitik kompromistis hidup yang tidak lagi ‘hijau’. Ambiguitas diibaratkan seperti hidup dalam lingkungan berkabut yang menutupi pandangan jernih kesekeliling. Apa yang seolah dianggap fakta sebenarnya tidak lebih merupakan fatamorgana dan kebenaran dengan asumsinya yang diterima karena sudah menjadi kebiasaan dan juga dilakukan oleh banyak orang tanpa mempertanyakan lagi eksistensinya. Jumlah para leaders yang berani mengajukan pertanyaan apa yang sesungguhnya terjadi relatif lebih sedikit daripada yang diam. Mereka bisa jadi akan dianggap menentang arus atau bahkan dianggap aneh dalam kelompoknya. 



Mengenal VUCA dan Tantangannya.

OMNI Channel Bagi Para Pelaku UMKM
Pengertian Omni Channel adalah yaitu menggunakan lintas channel dalam transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual dan juga pembeli. Tujuannya adalah agar lebih memudahkan karena banyak pilihan sekaligus yang tidak terbatas pada atau platform saja.

Bagaimana Prinsipnya Menggunakan Omni Channel?

Omni channel ini bisa menggabungkan dua kanal bisnis yaitu online dan offline.

Bisa membawa customer online datang ke showroom atau toko online, dan sebaliknya yang datang offline bisa jadi tahu channel online.

Ini sudah diterapkan oleh Ikea dan Informa mereka aktif di channel digital dan offline yang saling melengkapi

Tidak selamanya masyarakat hanya online dan digital, kebiasaan shopping masih terus ada karena sebagian orang suka berbelanja langsung. Suatu ketika konsumen melihat akun instagram toko offline, dia tertarik dan melihat-lihat produk, saat ingin membeli dia memutuskan untuk datang ke alamat toko yang tertera. Ini yang dimaksud bahwa omni channel bisa menggabungkan kedua platform online dan offline

Anda sudah terbiasa menggunakan Omni Channel

Jika anda pernah mengalami hal seperti ini:

Suatu waktu anda membuka website tertarik karena mencari informasi produk atau jasa, kemudian tertarik hingga membeli penawarannya, kemudian melihat akun instagram, melihat marketplace, dan mungkin anda juga sudah tahu letak tokonya ada dimana.

Pada siang hari membeli melalui marketplace, sore hari membeli via facebook atau Instagram, di malam hari tertarik penawaran yang ada di website. Itulah semua chanel yang dengan bebas anda bisa memilih mana channel yang anda paling suka dan nyaman.

Tentu saja sebagai pebisnis harus memanfaatkan Omni Channel ini.

“Tidak harus menggunakan semua channel, tetapi harus benar-benar mengerti chanel apa yang paling tepat akan digunakan konsumen dari produk anda”

Cara Memanfaatkan Omni Channel ini untuk Bisnis:

Memahami customer journey, atau pengalaman pelanggan yang baru saja tahu produk atau jasa yang anda dari mulai awal tahu hingga tertarik untuk membeli. Sebagai contoh, saat melihat website anda mereka akan melihat-lihat isi website, bisa juga menuju instagram untuk cek postingan, atau melihat toko di marketplace, bahkan karena merasa dekat mereka tertarik datang langsung ke lokasi. Ada juga yang suka berkomunikasi untuk bertanya, baik via whatsapp, via chat, atau dm sosial media. Itu semua adalah bagian dari customer journey. Anda harus memenuhi semua aspek customer journey tersebut tanpa celah. Kebiasaan masyarakat yang suka kepo sosmed dan nonton youtube tetapi anda tidak aktif di sosmed dan youtube, hanya bermodal website atau facebook saja bagaimana bisa bersaing di era Omni Channel? 

Memilih channel digital yang paling tepat, meskipun kita dituntut untuk memaksimalkan semua channel digital tetapi juga harus tahu apa bisnis kita dan siapa customernya. DHA Digital sebagai agen Digital Marketing tentu kami tidak menggunakan channel marketplace, melainkan website, sosial media, dan komunikasi via chat maupun dm. Semaksimal mungkin channel yang tepat digunakan dan dimanfaatkan agar bisa memberikan pilihan. Tidak sedikit klien yang ingin datang, atau bertemu untuk diskusi lebih lanjut. Itulah peran penting Omni Channel saat ini justru kita tidak bisa memilih hanya online, atau hanya offline. Customer punya banyak pilihan, bukan cuma anda saja yang punya penawaran. 

Mengintegrasikan semua chanel yang saling berkaitan satu sama lain. Misalnya di dalam website dicantumkan link sosial media dan youtube, pun sebaliknya di sosial media dan youtube mencantumkan link ke website, atau sosial media ke youtube. Termasuk ada kontak, email, fitur chat, dm dll itu semua harus terintegrasi dan bisa dipilih. Termasuk juga alamat toko offline yang tercantum dan sekarang juga sudah lebih mudah mengintegrasikan dengan share location Google maps dan Google My Business. 

Menggabungkan dua channel online dan offline, meskipun sudah ramai di dunia online ada saatnya perlu membuka stand atau bazar untuk menunjukan channel online anda misalnya alamat website dan Instagram. Juga sebaliknya di dalam informasi online diberi keterangan apakah lokasi toko, showroom, atau saat akan membuka stand di sebuah acara. Semakin bagus Omni Channel yang dibangun untuk bisnis berarti anda sudah memberikan customer journey yang maksimal. Tapi semakin enggan membangun dan masih berkutat dengan 1-2 channel saja, termasuk cara beriklan mungkin cuma di Facebook Ads atau Google saja, bisa jadi akan kalah bersaing di kemudian hari. Sukses!

Senin, 02 Desember 2019

Resto Review & Promosi

Resto Review 
Sebuah konsep promosi yang kami kembangkan untuk Cafe dan Resto adalah Resto Review. Kami tawarkan ini karena kami memiliki media online DiahDidi.Com dengan IG @bunda_didi yang cukup menjanjikan jangkauannya. Resto review ini bisa meyajikan edukasi produk dengan rekomendasi dari influencer Diah Didi yang sudah dikenal sebagai blogger kuliner dan juga pemilik IG @bunda_didi.

Dengan follower yang saat ini sudah di atas 383K, IG @bunda_didi memberikan jaminan promosi yang masif dengan jangkauan yang luas, apalagi akun IG ini dikelola secara organik sehingga follower-nya lebih loyal dan interaksi yang baik di akun IG ini. Format video memiliki performance promosi yang lebih baik daripada sekedar foto dengan caption yang menarik. 

Sementara itu publikasi di situs DiahDidi.Com memberikan support dalam pencarian di search engine yang lebih baik. 

DiahDidi.Com sudah banyak melakukan ulasan dan review pada resto dan resort-resort di wilayah Yogya dan Jawa Tengah dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca dan juga sekaligus mempromosikan resto dan resort tersebut.

Konsep ini sangat cocok bagi Cafe & Resto yang masih butuh promosi dengan biaya yang efisien dan efektif dengan cara-cara yang terkini. Ada berbagai konsep yang bisa dipilih oleh klient terkait dengan konsep cafe dan restonya, pasar yang akan dibidik dan juga produk & layanan yang ditawarkan.

Contoh resto review:

Resto review DE PASTRY : https://www.youtube.com/watch?v=sh98YwDYaIE
Resto review PRASOJO : https://www.youtube.com/watch?v=rWhrjsrkX10

Salam sukses buat Cafe dan Resto di Indonesia dengan konsep-konsep uniknya!

Selasa, 26 November 2019

Temu Usaha (Match Making) dan Kemitraan Bagi Pelaku UKM Kendal.

Temu Usaha (Match Making) dan Kemitraan Bagi Pelaku UKM Kendal.
Permasalahan pemasaran masih menjadi isu utama dari pembinaan UKM di Kabupaten Kendal sampai ketika kami diminta untuk memberikan pembekalan "Membangun Jejaring Usaha & Perluasan Pasar Produk UKM Kabupaten Kendal" pada kegiatan Temu Usaha (Match Making) dan Kemitraan Bagi Pelaku UKM Kendal di Agro Wisata Tirto Arum Baru yang diselenggarakan oleh Baperlitbang Kabupaten Kendal.

Ada 3 aspek yang harus dibedah dalam permasalahan pemasaran produk UMKM, yaitu: produk, pasar dan branding. 

Kurasi Produk UKM Kendal
Terkait masalah produk, dalam kegiatan ini kami melakukan kurasi atas produk-produk UKM Kendal untuk melihat apakah produk tersebut telah layak untuk dipromosikan atau dipasarkan di luar wilayah Kendal. Masalah kualitas (kemasan dan kemasan), legalitas, kapasitas produksi dan kontinuitas supply menjadi fokus utama dalam seleksi produk UKM yang layak dipromosikan. Bagi yang belum memenuhi kriteria-kriteria tersebut di atas maka selanjutnya akan mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari instansi terkait.

Masalah pasar, beberapa produk UKM Kendal sudah ada yang berhasil menembus pasar ekspor seperti produk briket arang bathok kelapa yang pada kegiatan ini UKM produsen briket tersebut memberikan sharing pengalaman ekspor kepada para peserta pelatihan. Produk lain dari Kendal yang juga telah menembus pasar ekspor adalah opak singkong. Pemahaman mengenai segmentasi, targeting dan positioning pasar perlu diberikan kepada para peserta pelatihan melalui sesi pelatihan pemasaran, karena sebagian besar pelaku UMKM yang menjadi peserta di pelatihan ini kurang memahaminya dan bahkan belum mampu merencanakan strategi pemasaran untuk produknya.

Masalah branding atau promosi, beberapa produk Kendal yang menjadi andalan seperti kopi, jambu merah, pisang bulu, gula aren, bandeng perlu mendapatkan sentuhan khusus dalam kreativitas produksi serta perlu promosi yang masih di berbagai media untuk mengembangkan awereness pasar atas produk-produk asli Kendal tersebut.

Temu Usaha dan Kemitraan Kabupaten Kendal.
Temu Usaha dan Kemitraan Kabupaten Kendal.
Terkait dengan akselasi perkembangan usaha, maka kami dari RumahUMKM.Net membekali materi bagaimana membangun jejaring usaha, mulai dari arti kemitraan, tujuan kemitraan, hakikat kemitraan, prinsip dan element kemitraan, pola kemitraan dan strategi bagaimana membangun akselerasi usaha dengan kemitraan.

Pelaku UMKM harus dibekali materi tersebut di atas sebelum dipertemukan dengan mitra, baik mitra pemasaran, mitra supplier, mitra pengembangan serta mitra pembiayaan. Dalam pembekalan ini pun kami berusaha membuat kondisi pelatihan ini kondusif untuk menciptakan kemitraan atas peserta pelatihan yang satu dengan yang lainnya.

Hadirnya CV Indo Arab yang pada kesempatan ini diwakili langsung oleh direkturnya, Ibu Istikhanah, memberikan sharing peluang dan pengalaman atas usaha ekspor briket arang bathok kelapa. Pasar ekspornya dalah Saudi Arabia, Qatar dan Kuwait. Pasar-pasar ini perlu dijajagi juga untuk produk-produk UKM dari Kabupaten Kendal yang lain, yang tentunya dengan lokomotif-nya adalah CV Indo Arab.

Semoga semangat membangun dan mengembangkan UKM di kota dan kabupaten tetap menggelora agar peluang UKM di daerah tersebut selalu terbuka. Sukses!




Senin, 25 November 2019

Apa yang Menarik dari RumahUMKM.Net?

Pasar ekspor Brazil untuk produk olahan kopi (roasted) dan gula cair LGI.
Sebagian UMKM hanya mengenal RumahUMKM.Net sebagai sebuah situs dengan konten-konten edukasi UMKM, sebagiannya lagi mengenal UMKM dengan pelatihan-pelatihan atau pembekalan marketing untuk UMKM namun banyak yang tidak mengetahui bahwa RumahUMKM melakukan praktek promosi dan pemasaran produk UMKM baik untuk pasar lokal maupun pasar ekspor.

Untuk pasar ekspor, negara-negara yang menjadi tujuan promosi dari RumahUMKM.Net adalah negara-negara berkembang yang saat ini sedang berkembang kebutuhannya atas produk-produk Indonesia, seperti: negara-negara Amerika Latin dan Afrika selain negara-negara di Asia. Pasar non tradisional ini sangat pesat perkembangannya, bahkan pasar Rusia menjanjikan peluang pasar yang luar biasa.

Beberapa pasar yang mulai dibuka oleh RumahUMKM.Net adalah Azerbaijan, Rusia, Slovakia, Rumania dan beberapa pasar Afrika. Pasar Amerika Latin kami buka melalui Brazil yang pada tanggal 12 Oktober 2019 lalu kami undang untuk ke Semarang untuk bertemu dengan beberapa eksportir dan UMKM yang potensial di Hotel Gumaya Semarang. 

Produk yang kami tawarkan kepada Brazil adalah produk resto furniture, obat herbal, olahan opi, gula LGI dan snack. Untuk produk kopi dan gula memang terdengar aneh, karena Brazil juga produsen produk yang sama, namun ternyata pasar Brazil juga sangat membutuhkan produk gourmet dan gula rendah glikemik index. Brazil sendiri dikenal sebagai produsen gula terbesar di dunia, namun teknologi LGI belum mereka miliki.

Pasar Brazil untuk Gula Rendah Glikemik Index.

Peluang pasar Brazil untuk produk olahan kopi.
Dari praktek marketing kami, sebenarnya peluang produk Indonesia untuk ekspor terutama produk UMKM sangat lah besar selama produk-produk yang ditawarkan benar-benar berkualitas tinggi, lengkap legalitasnya, rapi manajemen bisnisnya dan menarik kemasannya. Dari apa yang kami diskusikan dengan pasar ekspor inilah apa yang saya sering tulis dalam situs ini sebagai edukasi kepada para pelaku UMKM yang lain.

Beberapa tawaran untuk masuk pasar halal Jepang juga sedang kami persiapkan untuk bisa kami garap bersama produk-produk UMKM yang telah kami seleksi. Tawaran ini justru berasal dari mitra kami di Singapore yang telah memiliki akses di pasar halal Jepang yang seringkali sulit ditembus oleh produk-produk halal Indonesia. Suskes!








Kamis, 21 November 2019

GULANAS Siap Mengembangkan Produk Baru dengan Customer.

GULANAS Siap Mengembangkan Produk Baru dengan Customer.
Menetapkan pasar reguler gula tebu cair dan gula aren cair pada industri makanan, cafe dan resto adalah pilihan dari GULANAS dalam menjalankan bisnis gula ini. Bukan berarti pasar di luar yang telah disebutkan di atas diabaikan namun fokus pada target adalah keyakinan atas suksesnya bisnis GULANAS.

Bukan tanpa konsekwensi dalam menggarap pasar ini karena GULANAS pasti akan dihadapkan kebutuhan target pasar tersebut yang terus berkembang. Diuntungkan dengan kemampuan RND, GULANAS memiliki kemampuan dalam pengembangan mesin produksi (engineering) dan juga pengembangan produk gula itu sendiri sehingga ketika ada mitra yang bergerak dalam supply produk di HOREKA maka peluang "klik" antar keduanya sangat besar.

Jangkauan bisnis gula sangat luas, dibutuhkan inovasi dan pengembangan yang terus menerus dalam industri ini. Sementara GULANAS sendiri lahir justru dari kekuatan inovasi dan RND gula itu sendiri sehingga sangat memungkinkan untuk pengembangan produk ini di masa mendatang.

Inovasi awal adalah produksi gula tebu cair dari pengolahan tebu secara langsung, dilanjutkan dengan inovasi pengembangan gula aren cair, kemudian gula LGI dan flavoured sugar. Inovasi terakhir inilah yang saat ini menjadi fokus GULANAS karena permintaan dari industri makanan, cafe dan resto semakin besar. Selama ini kebutuhan tersebut dipenuhi dari produk impor, dan tentunya dengan harga yang cukup mahal.

Tantangan ini telah dijawab oleh GULANAS dengan berbagai RND yang telah dilakukannya untuk memproduksi flavoured sugar. Dan informasi ini telah ditangkap oleh beberapa mitra distributor yang siap bergandengan tangan dengan GULANAS secara eksklusif di masa mendatang. Dengan kata lain, untuk pemenuhan flavoured sugar suda tidak perlu impor lagi karena GULANAS siap supply. 

Senin, 18 November 2019

Informasi Peluang Pasar Rumania untuk Produk-Produk Indonesia

Informasi Peluang Pasar Rumania untuk Produk-Produk Indonesia
RumahUMKM.Net selalu berupaya mengembangkan pasar ekspor bagi produk Indonesia, terutama produk UMKM yang lokal, berkualitas dan berdaya saing tinggi. Produk asli Indonesia sangat diminati oleh pasar ekspor baik oleh negara maju (pasar tradisional) maupun negara berkembang (pasar non tradisional).

Pengembangan pasar tradisional terus diupayakan ketika pasar tradisional ekspor telah mulai jenuh dengan persaingan dengan produk-produk pesaing dari negara-negara tetangga. Salah satu pasar yang kami bidik adalah pasar negara eropa timur, salah satunya adalah Rumania.

Informasi ini kami dapatkan dari komunikasi intensif kami denga atase perdagangan Rumania, dan berikut adalah informasi peluang pasar Rumania untuk produk-produk Indonesia:
  1. Rumania terletak di wilayah Eropa Tengah dan Timur dan beribukota di Bucharest. Jumlah penduduk Rumania sekitar 20 juta jiwa dan Bucharest sebagai kota terbesar memiliki penduduk sekitar 2 juta jiwa. 
  2. Rumania berbatasan darat dengan Bulgaria (7,3 juta jiwa), Serbia (7,2 juta jiwa), Hungaria (9,8 juta jiwa), Ukraina (44 juta jiwa), dan Moldova (2,9 juta jiwa). Ibukota Rumania, Bucharest, dapat ditempuh dengan 1 jam penerbangan dari Istanbul yang merupakan kota pusat ekonomi di Turki. 
  3. Luas wilayah Rumania 238.391 km2 atau setara dengan luas gabungan provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Barat. 
  4. Rumania merupakan anggota Uni Eropa sejak 1 Januari 2007 dan potensial untuk menjadi pintu masuk produk Indonesia ke wilayah Eropa. Keunggulan yang dimiliki oleh Rumania adalah adanya Pelabuhan Constanţa (baca: konstanza) yang menghadap Laut Hitam yang berperan sebagai penyangga dan transit bagi rute perdagangan Eropa dan Asia. Selain memiliki pelabuhan Constanţa, Rumania juga memiliki jalur perdagangangan lewat sungai Danube yang melintasi negara-negara Balkan. Rumania juga menyediakan fasilitas berupa Free Zone serta insentif keringanan bea bagi produk dari luar Uni Eropa. 
  5. Berdasarkan statistik Kementerian Perdagangan Indonesia, nilai perdagangan Indonesia-Rumania pada tahun 2014 adalah sebesar USD 152,93 juta atau naik 10,55% dibandingkan periode tahun 2013 sebesar USD 138,33 juta. Indonesia adalah mitra dagang terbesar ketiga Rumania dari anggota ASEAN setelah Thailand dan Singapura. 
  6. Indonesia berpeluang untuk menjadi mitra kerjasama utama dengan Rumania dalam hal ekspor produk elektronik dan suku cadangnya, coklat, kopi, teh, minyak kelapa sawit, karet, tekstil, kulit dan bahan dasar plastik, produk kertas dan turunannya, alas kaki (sepatu), essential oils, rempah-rempah. Dengan pendapatan perkapita sebesar USD 10.800 per tahun, Rumania merupakan pasar yang sangat potensial bagi Indonesia. 
IMPOR RUMANIA 
  • bahan kimia (HS: 300490),
  • mineral (270900),
  • bahan dasar manufaktur (732690),
  • suku cadang non elektronik seperti kompresor, fan, blower (841490),
  • komponen elektronika (854140),
  • suku cadang kendaraan (870829),
  • barang-barang terkait IT (851712),
  • tekstil (590320),
  •  makanan olahan (230400),
  • sanitary articles- tisu toilet, popok bayi (481840),
  •  produk kulit (640610), dan
  • pakaian (620342).


EKSPOR RUMANIA 
  • kendaraan (HS: 870331),
  • komponen elektronik (854430),
  • bahan-bahan kimia (401110),
  • bahan dasar manufaktur (732690),
  • suku cadang non elektronik (841480),
  • bahan mineral – minyak bumi dan turunannya (271011),
  • pakaian (620342),
  • produk IT dan elektronik (851770),
  • makanan segar – gandum dan meslin (100190),
  • produk kulit (640339),
  • rokok (240220), dan
  • tekstil (630790).

Masuk ke pasar Uni Eropa! Cek bea masuk produk Anda (HS 10 digit)!

Kerangka Peraturan Impor Secara Umum di Rumania 

  • Ijin impor; ijin impor diperlukan bagi produk-produk seperti produk farmasi, kimia dan kebersihan. Standar sanitari dan keamanan dan persetujuan khusus diperlukan untuk limbah dan residu, bahan beracun, peledak dan senjata 
  • Ijin masuk sementara; sejalan dengan ketentuan kepabeanan UE, Rumania menerapkan inwardprocessing relief operations melalui duty suspension atau duty draw back. Metode duty suspension menetapkan bahwa importir membayar bea pada saat mengimpor dan hanya dikenakan bea jika memasukkan barang ke pasar Rumania. Metode draw back menetapkan pembayaran kembali bea yang dibayarkan sebelumnya pada saat barang di ekspor dari Rumania setelah mengalami perubahan, pemrosesan atau perbaikan atau disatukan dengan produk yang diekspor. 
  • Tarif Bea Masuk; tarif berkisar antara 3 – 30% walaupun terdapat produk yang dikenakan bea lebih tinggi. Perhitungan ditetapkan berdasarkan nilai barang (diluar cukai dan PPN) sejalan dengan prinsip-prinsip WTO. Terdapat bea komisi sebesar 0,5%. 
  • Dokumen impor; Dokumen impor biasa sebagaimana yang berlaku dalam perdagangan internasional, dokumen khusus diperlukan untuk impor produk senjata, amunisi, obat-obatan dan produk yang berbahaya bagi lingkungan 
  • Label dan kemasan; Label dan kemasan bagi produk yang diimpor ke Rumania mengikuti peraturan yang berlaku di UE. 
  • Standardisasi, Standar kualitas dan keamanan Rumania berada di bawah wewenang Romanian Association for Standardization (ASRO) yang sejalan dengan ISO dan Standar Eropa Barat. Rumania menerima standar pengawasan kualitas international seperti ISO dan dimasukkan dalam sistem standardisasi nasiona 
  • Hambatan Tarif dan Non Tarif; Pasar Rumania terbuka dan tidak memerlukan kondisi khusus untuk masuk. Kebijakan perdagangan diselaraskan dengan komitmen Rumania terhadap WTO dan UE. Rumania merupakan pihak penandatangan Preferential Trade among Developing Countries (The 16) dan Generalized System of Trade Preferences among Developing Countries serta memiliki Perjanjian Dagang Preferensial dengan UE dan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan UE, EFTA, CEFTA dan berbagai negara disekitarnya. 
  • Peraturan Ekonomi; Peraturan-peraturan di bidang ekonomi sudah diselaraskan dengan peraturan-peraturan yang berlaku di UE. 

Kontak KBRI Bucharest: 

Strada Gina Patrichi No. 10, Sector 1 
Bucharest 010448, Rumania 
Email: indobuch@indonezia.ro; ekonomi@indonezia.ro; ekonomi2@indonezia.ro 
Tel: +40-21-3120742/43/44 | Fax: +40-21-3120214 


NAMA PERWAKILAN : KBRI BUCHAREST 
WILAYAH KERJA : ROMANIA DAN REPUBLIK MOLDOVA 

10 Teknik Marketing Steve Jobs Yang Tak Lekang Sepanjang Masa.


“Ini untuk orang-orang gila, para misfits, pemberontak, pengacau, out of the box… Mereka yang melihat sesuatu secara berbeda - mereka yang tidak menyukai aturan… Anda dapat mengutip mereka, tidak setuju dengan mereka, memuliakan atau menjelek-jelekkan mereka, tetapi satu-satunya hal yang tidak dapat Anda lakukan adalah mengabaikan mereka karena mereka mengubah banyak hal ... Mereka mendorong umat manusia maju, dan sementara beberapa orang mungkin melihat mereka sebagai orang-orang gila, kita melihatnya jenius, karena orang-orang yang cukup gila untuk berpikir bahwa mereka dapat mengubah dunia, dan mereka adalah orang-orang yang melakukannya." - Steve Jobs, Think Different (1997)

Steve Jobs tidak hanya mewakili sebuah brand, tetapi sebenarnya generasi pengguna yang mengikuti jejak kreativitasnya. Dampak yang dimiliki Jobs terhadap kehidupan manusia tidak pernah bisa diremehkan. Meskipun Anda tidak selalu menyadarinya, inovasinya telah memengaruhi segala hal di sekitar Anda, mulai dari film, komputer, musik, dan ponsel.

Banyak orang masih bertanya: "Mengapa Apple adalah merek yang begitu sukses?" Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mengingat beberapa kutipan kunci Steve Jobs, ketika dia masih seorang visioner muda:

“Pemasaran adalah mengenai nilai-nilai. Ini adalah dunia yang rumit dan berisik, dan kami tidak akan mendapatkan kesempatan untuk membuat orang mengingat banyak tentang kami. Tidak ada perusahaan. Jadi kita harus benar-benar jelas tentang apa yang kita ingin mereka ketahui tentang kita.”

Apakah dia benar tentang apa yang kita ingat? Tidak hanya produknya yang ikonik, tetapi juga warisannya. Kunci kesuksesan Jobs adalah kombinasi kualitas, inovasi, dan strategi pasar yang dirancang dengan sangat hati-hati. Mereka sangat efektif sehingga Apple berhasil menemukan kembali produk yang sudah tersedia di pasar, dan membuat konsumen berpikir mereka belum pernah melihat yang seperti mereka sebelumnya.

Steve Jobs tidak hanya menciptakan kembali Apple, tetapi ia mendesain ulang dan memasarkan ribuan produk yang sebenarnya sudah ada di pasaran (mis. Pemutar mp3). Steve sangat brilian, bahkan ketika dia dipecat dari jabatannya sebagai CEO Apple, itu tidak menghentikannya untuk kembali ke jabatannya yang kedua kalinya, dan kali ini meningkatkan penjualan mereka.

1) MEMBUAT PRODUK YANG HEBAT.

Sejak 1981, kami telah mengamati kesuksesan, strategi, inspirasi, dan inovasi. Sangat sedikit pengusaha yang berhasil mencapai apa yang Steve Jobs lakukan: menciptakan produk unggulan. Dari kinerjanya, hingga ruang fisik yang ditempati masing-masing, desain, dan kotak indah yang dibungkus dengan hati-hati - saat Anda membeli produk Apple, Anda tahu apa yang diharapkan. Untuk Pekerjaan: (dan ribuan di timnya, tentu saja! Lagipula, Roma tidak dibangun dalam sehari, atau sendirian!) Kualitas produk menjadi yang utama dan bukan hanya kemasan yang hebat dan strategi pemasaran yang luar biasa. Kuncinya adalah produknya luar biasa. Dengan kata-katanya sendiri:
“Ini bukan tentang budaya pop, dan ini bukan tentang membodohi orang, dan ini bukan tentang meyakinkan orang bahwa mereka menginginkan sesuatu yang tidak mereka inginkan. Kami mencari tahu apa yang kami inginkan. Dan saya pikir kita cukup pandai memiliki disiplin yang tepat untuk memikirkan apakah banyak orang akan menginginkannya juga. Untuk itulah kami dibayar. Jadi Anda tidak bisa keluar dan bertanya kepada orang-orang, Anda tahu, apa hal besar berikutnya. Ada kutipan hebat dari Henry Ford, kan? Dia berkata, 'Jika saya bertanya kepada pelanggan saya apa yang mereka inginkan, mereka akan memberi tahu saya' Kuda yang lebih cepat '. "

2) JANGAN MENJUAL PRODUK, JUALAH MIMPI.

Strategi Apple melibatkan penjualan kepada konsumennya paket impian, pengalaman pribadi, dan status global, dan itu membuat hampir semua produk lainnya luput dari perhatian jika mereka tidak membawa logo Apple.
Seperti yang kami katakan sebelumnya, Apple berhasil menemukan kembali produk yang sudah ada di pasaran. Anda tahu ketika Anda membeli produk Apple, Anda tidak hanya membeli teknologi modern yang hebat, Anda juga membeli sedikit ideologi untuk dimasukkan ke dalam saku Anda. Dengan membawanya, Anda mengadopsi visi yang dimiliki Steve Jobs: impian dapat terpenuhi, mengambil posisi dalam hidup dan mempertahankannya, tidak menyia-nyiakan hidup Anda dengan aturan orang lain. Jujurlah pada diri sendiri. Apple berbeda dari semua merek lain karena bagi Steve Jobs, konsumen bukan hanya konsumen, mereka adalah manusia. Orang-orang dengan impian, harapan, dan ambisi, dan dia membuat Apple menciptakan produk untuk membantu mereka mencapai impian dan tujuan mereka.
Apple selalu inovatif, dari produk mereka hingga bagaimana mereka memasarkan pesan mereka. Contohnya adalah ketika mereka meluncurkan iklan Apple terkenal mereka "1984" (yang bisa kita lihat di bawah). Itu menunjukkan mengapa 1984 tidak seperti ”1984 ″ setelah keluar. Itu seperti semacam acara pemasaran, di mana kampanye itu sendiri sangat revolusioner sehingga media bahkan meliputnya seperti sebuah acara.
 
3) FOKUS PADA PENGALAMAN.

Berpikir berbeda. Berpikirlah seperti Nike dan Apple. Berfokuslah pada penciptaan sensasi, pengalaman, dan nilai-nilai universal yang didapat orang tersebut ketika mereka membeli produk Anda. Analisis bagaimana rasanya menggunakan dan membeli produk Anda, dan pikirkan apa yang perlu Anda tingkatkan, dan apa yang perlu Anda fokuskan. Saat Anda membeli Apple MacBook Air, Anda tidak hanya membeli komputer tempat Anda dapat melakukan pekerjaan Anda, mengedit foto / video, dan terhubung dengan teman-teman Anda. Anda membeli kepercayaan Apple bahwa orang-orang dengan hasrat yang kuat dapat mengubah dunia dan menjadikannya tempat yang lebih baik.

Dalam kasus Nike, mereka memang menjual komoditas, tetapi ketika Anda memikirkan Nike, Anda memikirkan seluruh pengalaman. Ketika kami mengatakan Nike, rasanya tidak seperti kami berbicara tentang armada pabrik dengan mesin terkalibrasi terbaik atau perusahaan yang hanya menjual sepatu, rasanya seperti kita berbicara tentang gaya hidup. Nike melambangkan gairah, melewati batas Anda, melatih, bertahan dan mencapai tujuan Anda. Nike bahkan tidak menyebutkan penjualan sepatu di iklan mereka, dan itulah kunci keberhasilan mereka.

4) MENGUBAH KONSUMEN KE MENJADI EVANGELIS (FANATIK), BUKAN PELANGGAN.

Salah satu strategi terpenting Apple adalah membuat konsumen ingin merekomendasikan merek, dan tanpa dibayar untuk itu. Seperti merek ikonik lainnya seperti Harley Davidson, (perusahaan sepeda motor hebat yang tidak hanya menjual sepeda, tetapi lebih merupakan subkultur, dan gaya hidup); Pengguna Apple adalah pendukung, sponsor, dan penggemar merek. Kami telah melihatnya dalam pertarungan klasik antara desainer: mana yang lebih baik untuk mendesain grafik komputer, Mac atau PC? Pengguna iPhone mengajarkan bahwa ini satu-satunya pilihan untuk ponsel setiap saat, bukan? Pengguna Apple seperti penginjil yang mewakili cara berpikir, generasi baru, dan misi, sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Mereka adalah bagian dari tim dan memahami visi perusahaan. Sidenote, sementara Apple berhasil membuat pelanggan mereka menjadi benar-benar loyal dengan cara yang paling menguntungkan, yaitu, dengan mengubah mereka menjadi penggemar, Harley Davidson sementara itu, benar-benar membuat mereka mengambilnya lebih jauh: konsumen memilih untuk menato diri mereka sendiri dengan merek tersebut. logo sebagai simbol keanggotaan dan kepemilikan. Sekarang kita bicara tentang kekuatan merek!

5) MASTER THE MESSAGE
(dan sekarang kita sudah membahasnya, juga pengirimannya).

Anda dapat memiliki produk yang hebat tetapi jika komunikasi gagal, itu seperti menonton seorang komedian berdiri melakukan pertunjukan dalam bahasa yang sama sekali berbeda. Jobs memberi kami beberapa pidato terbaik dalam sejarah perusahaan. Dia berkhotbah menentang presentasi PowerPoint, mengatakan Anda hanya perlu menggunakannya ketika itu benar-benar diperlukan. Menguasai topik, pesan, dan mengetahui cara menyajikannya tanpa bantuan visual, berbicara lebih dari sekadar gambar lucu yang dibuat dengan skema warna yang elegan. Untuk grup besar, PowerPoint sangat bagus tetapi Jobs benci ketika orang membawa presentasi ke dalam rapat, karena dia melihatnya sebagai tanda bahwa mereka tidak sepenuhnya mendominasi topik yang mereka presentasikan.

6) KEPUTUSAN HARUS DIBUAT OLEH KELOMPOK, BUKAN KOMITE.

Tidak heran jika tidak ada monumen komite. Keputusan penting harus dibuat oleh kelompok yang ditunjuk untuk pengambilan keputusan. Sebuah kelompok kecil yang saling percaya satu sama lain dan pada insting mereka karena mereka semua terbenam dalam tujuan perusahaan. Anda harus selalu mendorong tim untuk membahas ide, tetapi kemudian hanya meninggalkan yang paling cocok untuk membuat keputusan akhir.

7) TEMUKAN LAWAN (KOMPETITOR)

Pikirkan tentang Coca Cola versus Pepsi dan semua pertarungan media mereka dari waktu ke waktu. Jelaskan siapa musuh itu, dan cobalah untuk membuat orang lain memihak. Memilih sisi adalah bagian dari perilaku manusia dan diperkenalkan sebagai ide oleh psikolog sosial Prancis Gabriel Tarde dan Gustave Le Bon. Mentalitas kawanan atau mentalitas massa adalah apa yang terjadi ketika kesadaran kolektif terjadi dalam sekelompok orang yang dipengaruhi dan ditekan oleh massa untuk mengadopsi perilaku tertentu, mengikuti tren, dan / atau membeli produk. Keinginan untuk menjadi bagian dan menjelaskan kekacauan dunia membuat konsumen merasa lebih baik tentang menjadi bagian dari ideologi merek yang sesuai dengan pemikiran dan nilai-nilai mereka sendiri. Jika Anda tidak membela apa yang Anda yakini, Anda akan luput dari perhatian. Dan cara apa yang lebih baik untuk menyatakan apa yang Anda yakini, selain menyatakan dengan jelas apa yang tidak Anda yakini?

Apple sangat sadar akan hal ini, jadi jelas juga para penggunanya, dan Anda tahu sudah dijelaskan dengan jelas siapa musuhnya: Bill Gates dan apa yang dibawa Microsoft ke pasar, seperti yang dikatakan Jobs: rasanya tidak enak. Musuh terbesar Apple adalah, kompleksitas, kurangnya selera, dan pemikiran konvensional, semua aspek yang dibuat Jobs sangat jelas, yang dimiliki Microsoft. Jobs menyatakan: - “Satu-satunya masalah dengan Microsoft adalah mereka tidak memiliki selera. Mereka sama sekali tidak punya rasa. Dan saya tidak bermaksud bahwa secara kecil, saya maksudkan secara besar-besaran, dalam arti bahwa mereka tidak memikirkan ide-ide asli, dan mereka tidak membawa banyak budaya ke dalam produk mereka. " bagian penting dari pengembangan suatu produk adalah estetika, dan bahwa desain homogen yang mewakili merek adalah gaya yang Anda temukan dalam semua produk mereka.

8) TETAPKAN DESAIN SEDERHANA, DAN KETIKA ANDA MENDAPATKAN DI SANA, SIMPLIFKAN BAHKAN LEBIH BANYAK.

Ini adalah inti dari produk Apple yang didambakan. Tidak ada produk pesaing lain yang mengalahkan tingkat kesederhanaannya. Dari pengalaman pengguna hingga desain estetika dan kerja rumit yang dilakukan untuk menjadikan produk mereka intuitif. Jadi, satu hal yang sangat jelas: lebih sedikit lebih.

9) ANDA TIDAK HARUS MENJADI YANG PERTAMA, TETAPI ANDA HARUS MENJADI YANG TERBAIK.

Seperti yang telah kami sebutkan beberapa kali, Apple tidak menciptakan pemutar MP3, Ponsel Pintar, Tablet, atau komputer. Namun, mereka mendefinisikan ulang dan menginvestasikan semua upaya mereka untuk menciptakan dunia di mana produk mereka memberi kita sebelum dan sesudah teknologi baru. Meskipun persaingan lain sudah ada di pasar, Apple mengambil produk-produk yang sama dan meningkatkan pengalaman pengguna, kemampuan navigasi, berat, pengemasan, dan saluran distribusi. Mereka mencapai desain, ukuran yang lebih baik, mereka mendengarkan, memperhatikan, dan berhasil merancang produk yang super nyaman untuk dibawa ke mana pun Anda pergi.\

10) INOVASI ATAU MATI.

Steve Jobs tahu bahwa kuncinya adalah menyelami pengalaman pengguna dan mengidentifikasi apa yang mereka butuhkan, dan apa yang mereka inginkan. Berpikir di luar kotak, dan terus-menerus menyediakan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan itu. Apple tetap menjadi pendahulu di pasar saat ini, dan baru-baru ini meluncurkan beberapa aplikasi yang mengukur kesehatan Anda dan dapat mengotomatiskan rumah Anda dengan iOS 8 yang baru. Sistem operasi iOS 8 dihadirkan oleh Tim Cook pada konferensi nomor 25 untuk pengembang perusahaan, menurut Reuters. Perangkat lunak ini termasuk, antara lain, HomeKit dan HealthKit, menyempurnakan gaya hidup yang nyaman, sederhana dan praktis yang ingin disediakan oleh Apple dengan produk mereka. Healthkit memungkinkan pengguna untuk mengontrol kesehatan mereka dan memberi mereka basis data di mana informasi mereka direkam bersama dengan info mereka dari aplikasi terkait kebugaran lainnya. HomeKit, sementara itu, memungkinkan pengguna untuk mengontrol kunci, lampu, pintu garasi, dll. Dari perangkat.

Dari Genius Bars hingga Apple Stores, visi dan kepercayaan pribadi Steve Jobs hidup dalam warisan produk paling keren, yang upaya penjualannya bahkan mencapai pengemasan. Dia percaya bahwa Anda tidak hanya harus berinovasi, tetapi Anda harus berpikir dan bermimpi besar, percaya pada sesuatu dan kemudian berjuang untuk itu. Dan jika Anda ingin menonjol di pasar yang sangat kompetitif, Anda perlu mengambil risiko, tetapi sebagian besar Anda harus berbeda atau Anda hanya akan berbaur dengan yang lain.

"Berpikir berbeda"