Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah program pembinaan dan pengembangan UMKM yang didedikasikan oleh unit TTIC Kamar Dagang dan Industri Propinsi Jawa Tengah (organisasi non profit) kepada pelaku UMKM di propinsi Jawa Tengah. Rumah UMKM merupakan wadah komunitas UMKM Jawa Tengah untuk membangun edukasi, komunikasi, organisasi dan jaringan pemasaran produk UMKM.

Minggu, 25 September 2016

Berkolaborasi dengan Kadin Daerah, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bisa Menyelenggarakan Pelatihan UMKM Sendiri

Image result for Kadin Jateng Pelatihan

Pembinaan UMKM sudah menjadi tugas bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kadin Provinsi Jawa Tengah.  Rumah UMKM mencoba untuk bisa mengawal kolaborasi pemerintah daerah dan kadin daerah sebagai kepanjangan tangan dari kolaborasi ini.

Sebagaimana apa yang kami coba bantu di Kota Magelang dan Kabupaten Jepara baru-baru ini, kami bisa mengawal kolaborasi pemerintah daerah dan kadin daerah dalam menyelenggarakan pelatihan UMKM. Bahkan di kota Solo, Kadin dan Pemkot Solo sudah sangat erat bersinergi. 

Sebagai mitra strategis pemerintah, memang sudah seharusnya pemerintah daerah ikut membantu keaktifan kadin daerah dengan melibatkannya dalam setiap pelatihan UMKM yang diselenggarakan oleh SKPD terkait seperti Dinas KUMKM, Disperindag, BAPPEDA dan BPMD.

Harus disadari benar bahwa kamar dagang dan industri merupakan payung dari semua organisasi yang ada di daerah, yang perlu secara bersama-sama dibangun oleh pemerintah daerah setempat dengan kadin setempat. Kadin adalah wadah pelaku usaha yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah untuk berdiskusi dan bermitra.

Kadin provinsi Jawa Tengah siap melakukan back up teknis terhadap pelaksanaan pelatihan UMKM di daerah dengan program Edu Kadin dan Rumah UMKM. Bahkan belum lama ini Edu Kadin memberikan pembekalan kepada team Kadin Daerah untuk bisa menyelenggarakan pelatihan-pelatihan Edu Kadin di daerah masing-masing. 

Rumah UMKM pun secara masif telah melakukan penetrasi pelatihan-pelatihan di daerah bersama Disperindag dan Dinas KUMKM Jawa Tengah untuk menjajagi potensi kebutuhan dari UMKM di daerah. Bahkan beberapa daerah seperti Kabupaten Semarang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, Kota Magelang dan Kabupaten Wonosobo sudah berani untuk bekerjasama langsung dengan Rumah UMKM sebagai nara sumber dalam pelatihan kewirausahaan, pemasaran, penjualan, pemasaran online dan kemasan.

Rumah UMKM akan selalu melibatkan Kadin setempat untuk memantau pelatihan yang berjalan dan selanjutnya bisa dilakukan oleh Kadin Daerah sendiri. Bahkan dari pihak pemerintah daerah sendiri pun sudah memunculkan sinyal positif untuk kerjasama yang lebih aktif di masa mendatang, terutama dengan Kadin setempat.

Melihat kiprah dari Kadin Jawa Tengah, para pelaku UMKM di daerah pun ikut bersemangat ketika nantinya Kadin di daerahnya bisa mengakomodasi pelatihan-pelatihan yang mereka butuhkan ada di daerah. Sebuah peluang pengabdian dari Kadin Daerah kepada masyarakat di daerahnya.

Sabtu, 24 September 2016

Selanjutnya Apa ?


Image result for what's next ?
Selanjutnya Apa ?
Bertemu orang yang pintar dan berpengalaman memang enak, kita bisa banyak belajar, tetapi tidak enaknya adalah ketika mereka cuma melempar 1 pertanyaan kita jadi harus berpikir keras dan kadang gelagapan. Pertanyaan yang mereka lemparkan kepada kami adalah "What next ?"

Konteks dari pertanyaan ini adalah program atau event yang telah kita laksanakan, seringkali ketika event atau program usai kita sudah berbangga diri padahal ketika dihadapkan kepada pertanyaan tersebut di atas seringkali kita gelagapan karena kita hanya berpikir sepotong-sepotong dalam membuat konsep event atau program.

Program dan event yang kita buat harus mampu menjadi "magnet" dan harus mampu "bergulir bagai bola salju", inilah kata-kata yang selalu kami ingat ketika berguru pada para ahli yang sudah berpengalaman. Tujuan dari sebuah event dan program haruslah jangka panjang, dan kita harus mampu mendetailkan setiap etape dari tujuan sebelum mencapai tujuan akhir.

Untuk mampu menghasilkan konsep event dan program yang mampu menjadi magnet bagi audience saja bukanlah hal yang mudah, apalagi ketika harus berpikir jauh bahwa event dan program tersebut harus mampu terus bergulir semakin membesar bagai bola salju. Belum lagi bahwa konsep yang kita buat harus selalu mampu menjawab What's Next ? 

What's next ini adalah etape-etape tujuan yang harus selalu ada dalam setiap tujuan jangka panjang konsep kita. Konsep haruslah sederhana dan harus selalu bisa menjadi "solusi" dari setiap permasalahan yang ada.

Konsep Rumah UMKM

Sebagai tahap pembelajaran saya adalah ketika membangun konsep Rumah UMKM, bagaimana konsep ini bisa menjadi jawaban atas permasalah umum UMKM yang ada dan bagaimana solusi ini bisa menjadi "magnet" di kemudian hari.

Permasalah pemasaran produk UMKM merupakan titik tuju dari program Rumah UMKM, dan solusi dari permasalahan pemasaran produk UMKM inilah yang selalu kami "gosok" untuk menjadi magnet bagi para UMKM untuk selalu menengok Rumah UMKM sebagai rumah solusi dari permalahan pemasaran mereka.

Bukan sekedar edukasi dan konsultasi yang kami berikan, melainkan aksi praktis dalam mempromosikan dan memasarkan produk-produk UMKM melalui jaringan pemasaran yang telah sebelumnya kami bangun, dan publikasi potensi melalui situs RumahUMKM.Net ini.

Selanjutnya apakah konsep ini akan bergulir seperti bola salju ? Ya, tanpa disadari setelah berjalan lebih dari 2 tahun usianya, Rumah UMKM sudah dikenal oleh pelaku UMKM di kota dan kabupaten sebagai program pembinaan UMKM dari Kadin Jawa Tengah. Dan kami pun tidak sungkan-sungkan untuk terjun langsung ke lapangan untuk berjumpa langsung dengan pelaku UMKM di daerah untuk mendengar lebih jelas kondisi dan permasalahan mereka.

Nah, untuk selalu bisa menjawab what's next ? Kami selalu mengembangkan program ini sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Dari mulai pelatihan langsung pemasaran dan penjualan, branding produk dan kemasan di lapangan, kami pun terus mengolah data base supplier dan data base buyer untuk kami arahkan menjadi stimulan perdagangan. 

GetAsean.Com merupakan salah satu support dari Kadin Jateng untuk Rumah UMKM dalam memberikan solusi pemasaran produk UMKM yang berorientasi ekspor. Sementara itu kami pun bergandengan tangan dengan pasar modern, importer, eksporter, distributor nasional, marketplace provider dan sebagainya untuk terus membangun jaringan pemasarn yang solid dan luas.

Tetapi kami pun paham benar bahwa pertanyaan What's Next ? akan terus berlanjut untuk terus memotivasi kami untuk selalu melihat etape tujuan kami yang paling dekat. Bahwa program ini harus selalu sambung menyambung membuat rangkaian pembinaan UMKM yang jangka panjang.





 

Klinik Bisnis UMKM, Pameran Produk Unggulan Klaster UMKM Jawa Tengah 2016

Klinik Bisnis Pemasaran Produk UMKM
Jadwal mengisi klinik bisnis pemasaran produk UMKM yang kedua dalam Pameran Produk Unggulan Klaster UMKM Jawa Tengah 2016 bisa saya tunaikan dengan lancar, bahkan pada hari Sabtu jam 14.00 sd 16.00 ini klien kami cukup banyak, baik dari peserta pameran maupun dari UMKM yang mengunjungi pameran, bahkan saya harus extend jadwal saya sampai jam 17.00. 

Jadwal saya hari ini bareng dengan Mas Bening Dwiono yang memang sudah cukup lama malang melintang dalam pembinaan UMKM baik di Jawa Tengah maupun nasional, hanya saja beliau saat ini fokus pada produk agrobisnis.

Klien hari ini didominasi oleh produsen batik mulai dari produsen batik Pekalongan, Klaten maupun Wonogiri, termasuk juga pemasar batik dari Kabupaten Batang. Kebanyakan dari mereka menanyakan bagaimana membangun konsep unik batik yang mereka produksi, bagaimana bermain di pasar yang lebih segmented ketimbang harus bermain dalam pasar yang penuh persaingan.

Penerapan USP (Unique Selling Proposition) sangat perlu dalam persaingan batik di Jawa Tengah, dimana produsen batik di propinsi ini sudah mencapai ratusan dan bahkan konsumen pun sudah sangat sulit membedakan apa itu corak dan motif khas karena terlalu banyaknya pesaing. Pelaku UMKM harus membangun konsep unik yang mampu "membedakan" produknya dibandingkan pesaing.

Salah satu klien produsen batik dari Klaten hari ini menanyakan kepada kami bagaimana mengoptimalkan penjualan batiknya melalui face book, karena media social inilah yang sementara ini dia pakai untuk memasarkan produknya.

Produk Unik Dari Kota Salatiga

Jika hari Jumat malam kemarin saya tertarik menemukan produk kerajinan kulit yang cukup berkualitas dari Kabupaten Batang, maka hari ini saya sangat tertarik dengan produk inovatif dari Kota Salatiga yang mampu mengolah ban dalam truk bekas menjadi kerajinan dompet dan tas yang sangat fashionable. 

Inovasi inilah yang sebenarnya kami tunggu dari usaha skala UMKM, bagaimana mereka kreatif dalam memanfaatkan "permasalahan" di sekitar kita menjadi "solusi" produk yang memiliki prospek tinggi. Bahkan ketika saya tanyakan kepada penjaga stand-nya, saya memperoleh informasi bahwa produk ini sudah mampu menembus pasar Perancis.

Dompet Karet dari Kota Salatiga, Sangat Berkualitas.

Dompet dan Tas Karet dari Kota Salatiga, Sangat Berkualitas
Hari kemarin, saya tidak melihat produk ini karena stand sedang jeda karena pergantian penjaga stand dan baru hari Sabtu sore ini saya sempat melihatnya dan melihat bahwa produk ini sangat potensial untuk pemasaran ekspor.

 

Jumat, 23 September 2016

Apa yang Unik dari Produk Anda ?

How Do You Solve the Discount Conundrum in B2B Sales?
Unique Selling Proposition
Dalam rutinitas kami mempromosikan dan memasarkan produk UMKM Jawa Tengah, kami harus berhadapan langsung dengan pasar konvensional, pasar modern, distributor nasional dan bahkan importer dan wholeseller dari dari luar negeri.

Hampir selalu kami mendapatkan pertanyaan yang sama, yaitu apa yang unik dari produk yang anda tawarkan kepada kami? Berikan alasan kepada kami mengapa kami harus membelinya? 

Jelas pertanyaan yang seolah sederhana ini tidak mudah kami jawab jika teman-teman UMKM yang memproduksi barang tersebut tidak pernah menyampaikan kepada kami apa  yang unik dari produknya dan apa pula yang membedakan produknya dari para pesaing.

Bahkan pertanyaan kedua mengisyaratkan bahwa kami harus benar-benar menawarkan produk kepada orang (buyer) yang tepat dengan terlebih dahulu mengenali kebutuhannya. Dua hal yang sangat penting dalam pemasaran.

Unique Selling Proposition (USP)
 
Definis: Faktor atau pertimbangan disajikan oleh penjual sebagai alasan bahwa satu produk atau layanan berbeda dan lebih baik dari kompetitor.
Sebelum Anda dapat mulai menjual produk atau layanan kepada orang lain, Anda harus menjual diri anda. Hal ini sangat penting ketika produk atau layanan yang ditawarkan serupa dengan produk dan layanan dari orang di sekitar anda. Sangat sedikit usaha yang bisa menjadi satu-satunya. Lihat saja di sekitar anda, berapa banyak pengecer pakaian, toko hardware, installer AC dan listrik yang benar-benar unik ? Hampir semuanya sama.
Kunci untuk menjual yang efektif dalam situasi ini adalah apa yang disebut dalam pemasaran profesional "unique selling proposition" (USP). Kecuali anda dapat menentukan apa yang membuat bisnis anda unik dalam dunia persaingan yang homogen, yang anda tidak dapat menargetkan upaya penjualan anda berhasil.

Hal inilah yang selalu saya tekankan dalam setiap memberikan pelatihan pemasaran kepada teman-teman UMKM di daerah.

Penentuan USP anda memerlukan beberapa upaya pencarian nilai (jiwa) dan kreativitas. Salah satu cara untuk memulainya adalah dengan menganalisa bagaimana perusahaan lain menggunakan USP mereka untuk keuntungan mereka. Hal ini memerlukan analisa yang cermat dari iklan perusahaan lain dan pesan pemasaran yang dilakukan. Jika Anda menganalisa apa yang mereka katakan mereka jual, bukan hanya sekedar produk atau jasa mereka, anda dapat belajar banyak tentang bagaimana perusahaan membedakan diri dari pesaingnya.
Misalnya, Charles Revson, pendiri Revlon, selalu berkata bahwa dia menjual harapan, bukan make-up. Beberapa maskapai penerbangan menjual layanan yang ramah, sementara yang lain menjual layanan on-time. Neiman Marcus menjual kemewahan, sementara Wal-Mart menjual barang murah.
Masing-masing adalah contoh dari sebuah perusahaan yang telah menemukan "pasak" USP untuk menggantungkan strategi pemasarannya. Sebuah bisnis dapat mematok USP pada karakteristik produk, struktur harga, strategi penempatan (lokasi dan distribusi) atau strategi promosi. Ini adalah apa yang dalam pemasaran disebut "4P" pemasaran. Mereka dimanipulasi untuk memberikan posisi pasar yang membedakannya dari kompetitor.
Kadang-kadang perusahaan berfokus pada satu "pasak," tertentu yang bisa mendorong strategi di daerah lain. Sebuah contoh klasik adalah kaus kaki Hanes. Kembali di era ketika kaus kaki dijual terutama di department store, Hanes membuka saluran distribusi baru untuk penjualan kaus kaki. Idenya: Ketika kaus kaki adalah bahan pokok konsumsi, mengapa tidak menjualnya di toko kelontong ?
Bahwa strategi penempatan kemudian beranjak ke  pilihan perusahaan telur kemasan (produk telur dalam plastik) sehingga pantyhose tampaknya tidak selaras di supermarket. Karena produk tidak harus ditekan dan dibungkus dalam jaringan atau kotak, maka harga bisa lebih rendah dari merek lain.
Berikut adalah cara untuk mengungkap USP Anda dan menggunakannya untuk daya saing penjualan anda:
  • Tempatkan diri Anda dalam sepatu pelanggan anda. Sering terjadi, pengusaha jatuh cinta dengan produk atau layanan mereka sendiri dan lupa bahwa itu adalah kebutuhan pelanggan, bukan kebutuhan mereka sendiri, bahwa mereka harus memenuhi kebutuhan pelanggan. Mundur dari operasi sehari-hari anda dan hati-hati meneliti apa yang pelanggan anda benar-benar inginkan. Misalnya Anda memiliki sebuah restoran pizza. Tentu, pelanggan datang ke tempat pizza Anda untuk makanan. Tapi seperti apa makanan yang mereka inginkan ? Apakah makanan yang kita sajikan bisa membuat mereka kembali lagi dan lagi dan mengabaikan pesaing anda ? Jawabannya mungkin kualitas, kenyamanan, keandalan, keramahan, kebersihan, kesopanan atau layanan pelanggan.
  • Ingat, harga tidak pernah menjadi satu-satunya alasan orang untuk membeli. Jika pesaing Anda mengalahkan Anda pada harga karena mereka lebih besar, maka anda harus menemukan fitur lain yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan kemudian membangun penjualan anda dan upaya promosi di sekitar fitur itu.
  • Tahu apa yang memotivasi perilaku dan keputusan pembelian pelanggan anda ? Pemasaran yang efektif mengharuskan anda untuk menjadi seorang psikolog amatir. Anda perlu tahu apa yang mendorong dan memotivasi pelanggan. Melampaui demografi pelanggan tradisional, seperti usia, jenis kelamin, ras, pendapatan dan lokasi geografis, bahwa sebagian besar data bisnis dikumpulkan untuk menganalisa trend penjualan mereka. Misalnya toko pizza, itu tidak cukup untuk mengetahui bahwa 75 persen pelanggan anda berada di rentang usia 18 - 25 tahun. Anda perlu melihat motif mereka untuk membeli pizza mulai dari rasa, ajakan teman sebaya, kenyamanan dan sebagainya.
  • Kosmetik dan perusahaan minuman keras adalah contoh besar dari industri yang mengerti nilai promosi yang berorientasi psikologis. Orang-orang membeli produk ini berdasarkan keinginan mereka (untuk wanita cantik, mewah, glamor dan sebagainya), bukan pada kebutuhan mereka.
  • Mengungkap alasan sebenarnya mengapa pelanggan membeli produk anda, bukan kepada pesaing anda ? Ketika bisnis anda berkembang, anda akan dapat meminta sumber informasi yang terbaik, yaitu: pelanggan anda. Misalnya, "pizza pengusaha" bisa membawa fantasi mereka seperti pizza di atas orang lain, ditambah meminta mereka untuk menilai pentingnya fitur yang ditawarkan, seperti rasa, ukuran, bahan, suasana dan layanan. Anda akan terkejut betapa jujurnya ​orang ketika anda bertanya bagaimana anda dapat meningkatkan layanan anda kepada mereka.

Jika bisnis anda tidak bisa mengungkap USP anda, anda tidak akan memiliki banyak pelanggan yang bertanya lagi, jadi "berbelanja" kepada pesaing anda adalah gantinya. Banyak pengecer rutin drop ke toko pesaing mereka untuk melihat apa dan bagaimana yang mereka jual. Jika Anda benar-benar berani, coba bertanya ke beberapa pelanggan setelah mereka meninggalkan tempat pesaing anda, apa yang mereka suka dan tidak suka tentang produk dan jasa dari pesaing anda.
Setelah anda sudah melalui proses intelijen pasar, 3 langkah ini perlu anda lakukan selanjutnya: 

  1. Bersihkan pikiran anda dari prasangka-prasangka tentang produk atau layanan dan berlaku jujur. 
  2. Fitur apa yang bisa membawa bisnis anda melompat keluar dari persaingan dan membedakan anda ? Apa yang dapat anda promosikan yang akan membuat pelanggan ingin menggurui bisnis anda ? Bagaimana anda menyorot USP anda sehingga anda dapat memposisikan bisnis anda ?
  3. Jangan berkecil hati. Kepemilikan bisnis yang sukses adalah bukan tentang memiliki produk atau jasa yang unik; ini tentang membuat produk anda menonjol - bahkan di pasar yang penuh dengan barang serupa.
Demikian apa yang bisa kami sharing mengenai betapa pentingnya bisa menjawab apa yang unik dari produk anda dan apa yang memberikan alasan kuat kepada pelanggan untuk membeli produk anda.

Kamis, 22 September 2016

Pelatihan PEMASARAN Untuk UMKM Bersama Kadin dan Disperindag Kabupaten Jepara

Pelatihan Pemasaran Dasar Bagi UMKM di Kabupaten Jepara
Kembali memberikan pelatihan di Kabupaten Jepara pada 22 September 2016, dengan penyelenggara Kadin Kabupaten Jepara dan Disperindag Kabupaten Jepara. Acara pelatihan ini digelar di Pasar Kerajinan Kalinyamatan Jepara dengan peserta sekitar 20 pelaku UMKM yang kebanyakan bergerak di bidang mebel dan kerajinan, meskipun ada beberapa yang merupakan UMKM pangan.

Peserta Pelatihan, Sebelum Acara Dimulai
Acara yang dibuka oleh Bapak Andang Wahyu Triyanto (Ketua Bidang Organisasi HIMKI) yang mewakili ketua Kadin Jepara yang berhalangan hadir dan Ibu Florentina Budi Kurniawati dari Disperindag Kabupaten Jepara, mengusung materi pemasaran dasar dan teknik penjualan untuk usaha kecil.

Dalam pelatihan ini, kami memberikan pemahaman perbedaan pemasaran dan penjualan yang selama ini di dalam usaha skala UMKM dianggap sama. Selain juga menekankan bagaimana para pelaku UMKM memahami USP (Unique Selling Point). 

Bagaimana mengenali pasar dan bagaimana mengenali pesaing merupakan hal penting dalam pemasaran, yang mungkin selama ini kurang mendapatkan perhatian dari para pelaku UMKM. Mengenali pasar dengan berbagai kebutuhannya merupakan hal mendasar yang selanjutnya akan mempengaruhi strategi pemasaran yang akan direncanakan.

Selain itu para pemasar juga harus benar-benar memahami apa yang dijual, bukan produk dan fiturnya melainkan nilai dan benefit dari produk yang dijualnya. Bagaimana memberikan solusi atas permasalahan kebutuhan dari konsumen merupakan kata kunci dalam pemasaran.

Dalam materi penjualan, kami banyak memberikan contoh riil yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM di lapangan agar materi ini mudah dicerna oleh pelaku UMKM yang memiliki latar belakang pendidikan yang majemuk. 

 

Rabu, 21 September 2016

Pemeran Produk Unggulan Klaster UMKM Jawa Tengah 2016

Pameran Produk Unggulan Klaster UMKM Jawa Tengah 2016

Gelaran pameran produk unggulan klaster UMKM Jawa Tengah kembali diadakan di Paragon Mall Semarang dari tanggal 21 - 25 September 2016. Berbagai produk digelar oleh semua dari kota dan kabupaten di Jawa Tengah yang tergabung dalam program FEDEP.

Seperti biasa, pameran produk unggulan ini didominasi produk batik dari berbagai daerah yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Beberapa produk pangan juga dipamerkan meskipun tidak sebanyak tahun lalu. Di samping itu produk kerajinan khas daerah juga diburu oleh para pengunjung mall.

Dari berbagai produk tersebut kami melihat adalah produk yang cukup menarik dari Kabupaten Batang, yaitu kerajinan tas dan jaket kulit yang kualitasnya sudah cukup memadai. 

Dalam pameran ini Rumah UMKM Kadin Jawa Tengah mendapatkan "jatah" piket untuk memberikan konsultasi pemasaran kepada para pelaku UMKM di salah satu stand yang khusus disediakan untuk pelayanak klinik bisnis. Klinik bisnis khusus pemasaran ini jadwalnya adalah hari Jumat  23 September 2016 jam 19.00 - 21.00 dan hari Sabtu 24 September 2016 jam 14.00 - 16.00. Layanan ini tidak hanya untuk peserta pameran saja melainkan juga untuk para pelaku UMKM yang mengunjungi pameran.

Klinik Bisnis UMKM
Kerajinan Kulit dari Kabupaten Batang

Jika dicermati dalam pameran tahun ini memang ada "penggiliran" kesempatan bagi para pelaku UMKM yang belum mendapatkan fasilitas pameran dari pemerintah, sehingga banyak pelaku UMKM baru yang muncul dalam pameran ini. Upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemerataan kesempatan kepada UMKM lain yang ini memperkenalkan produknya.



 
 

Selasa, 20 September 2016

Perusahaan Anda Butuh Workshop ? Edu-Kadin Bisa.

Image result for edu kadin
Pelatihan Edu Kadin




Eksistensi pelatihan yang diselenggarakan oleh Kadin Jawa Tengah melalui lembaga EDU KADIN sudah tidak perlu diragukan lagi. Edu Kadin yang telah dirintis beberapa tahun lalu, saat ini sudah menjadi sebuah icon pelatihan usaha di Jawa Tengah.

Bukan hal yang serta merta, melainkan melalui sebuah proses yang panjang dalam membangun kepercayaan dunia usaha terhadap pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Kadin Jawa Tengah. 

Bergandengan dengan mitra-mitra terpercaya, Edu Kadin senantiasa memberikan materi pelatihan yang paling up to date dan paling dibutuhkan oleh perusahaan dan pengusaha saat ini, bukan saja untuk usaha skala besar bahkan untuk skala usaha kelas UMKM pun menjadi perhatian dari Edu Kadin.

Materi pelatihan dari Edu Kadin sendiri dikembangkan dari kebutuhan usaha dan pelaku usaha yang ada di Jawa Tengah dengan pola-penyampaian materinya pun dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
 
Melihat keberhasilan program edukasi dari Kadin Jateng ini, belum lama ini Edu Kadin sebagai program kerja andalan dari Kadin Jawa Tengah dipinang untuk bisa di-nasional-kan oleh Kadin Indonesia, agar Kadin-Kadin propinsi yang lain memiliki program serupa.

Materi Pelatihan Edu Kadin
 
Materi pelatihan Edu Kadin sangat beragam sesuai dengan kebutuhan usaha yang terkini, mulai dari akuntansi perpajakan, public speaking, salesmanship, marketing online, ketenagakerjaan dan sebagainya. 
Image result for edu kadin
Pelatihan Salesmanship

Image result for edu kadin
Cara Sukses Membangun Bisnis EO
Pelatihan Edu Kadin bisa dipastikan ada setiap minggunya dengan publikasi melalui media koran Suara Merdeka dan website KadinJateng.Com atau melalui Face Book Kadin Jateng. 

Saat ini Edu Kadin juga menyediakan porsi pelatihan untuk UMKM sebagaimana kebutuhan pelatihan yang dibutuhkan oleh UMKM saat ini. Oleh sebab itu Edu Kadin belum lama ini memberikan pelatihan kepada Kadin Kota dan Kabupaten untuk mengembangkan pelatihan Edu Kadin di daerahnya. 

Hal ini merupakan peluang bagi para pelaku UMKM untuk bisa terus mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya dalam mengembangkan usahanya, mengingat investasi yang perlu dikeluarkan oleh peserta pelatihan di Edu Kadin tidaklah terlalu mahal bagi ukuran masyarakat Jawa Tengah.

Profile Edu Kadin
 





















Mengapa Sulit Menghimpun Data Base UMKM ?

Image result for man showing a list
Mengapa sulit menghimpun data base UMKM ?


Tugas TTIC Unit Kadin Jateng adalah sebagai stimulator perdagangan, dan TTIC mulai memberikan support membangun perdaganan dengan cara mempertemukan data base pemasok (supplier) dengan pembeli (buyer) dalam suatu kondisi yang tepat waktu, tepat tempat dan tepat kebutuhan (demand). 

Salah satu upaya TTIC dalam menghimpun data supply dari Jawa Tengah dari sektor UMKM adalah program Rumah UMKM, dimana dalam program ini kami juga melakukan pembinaan UMKM agar memenuhi standard dan kriteria yang dibutuhkan oleh pasar. 

Dalam pembinaan UMKM yang telah kami lakukan bersama dengan instansi terkait, kami menghadapi berbagai kesulitan dalam mendata dan mengupdate data base UMKM karena beberapa hal sebagai berikut:
  1. Banyak pelaku UMKM yang tidak proaktif melakukan pendaftaran usahanya kepada instansi terkait, seperti Dinas Koperasi dan UMKM maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempa.
  2. Banyak UMKM yang belum merasa perlu bergabung dalam asosiasi usaha, seperti Kadin dan HIPMI, karena belum paham apa manfaat yang akan didapatkan dengan bergabung dalam asosiasi.
  3. Sinergitas pendataan dan pembinaan UMKM antara instansi dan asosiasi yang belum padu.
  4. Beberapa usaha UMKM tidak mampu melewati masa initialisasi 3 tahun awal usaha, dan hal ini tidak terupdate dengan baik.
  5. Masalah komunikasi, banyak UMKM yang tidak akrab dengan internet sehingga banyak yang tidak terjangkau informasi.
  6. Kebanyakan UMKM yang masih merapat ke instansi dan asosiasi adalah UMKM yang masih berskala mikro, sementara pelaku usaha yang telah mulai berkembang usahanya dan telah mandiri seringkali sudah tidak merasa perlu untuk terus memberikan update usahanya.
  7. Ketakutan sementara pelaku UMKM untuk didata, karena terkait masalah pajak.
  8. Belum efektifnya program IUMK dalam melakukan pendataan UMKM.
  9. Keterbatasan publikasi dan informasi yang mampu menjangkau UMKM di berbagai daerah.
  10. Kategori pelaku UMKM di instansi masih memprioritaskan pelaku UMKM produsen, sementara UMKM pedagang belum masuk dalam kategori pembinaan.
Pastinya masih ada banyak hal lagi, tetapi hal-hal tersebut di atas adalah hal-hal yang sementara ini kami hadapi dalam menghimpun data base UMKM. Bukan berarti kami tidak memiliki data base tersebut, tetapi kami merasakan bahwa dari informasi jumlah pelaku UMKM yang jutaan jumlahnya, mengapa yang bisa terdata hanya ribuan saja ? Bahkan jumlahnya tidak mencapai puluhan ribu dari jumlah pelaku UMKM yang disinyalir sampai puluhan juta pelaku.
 
Mungkin hal no (10) merupakan salah satu penyebabnya, mengingat banyak pelaku usaha yang memilih usaha dagang daripada produksi, dan hal ini kami sadari bahwa beberapa pembinaan dan pendataan pelaku UMKM belum menjangkau yang UMKM pedagang kecuali mereka melakukan kegiatan re-packing dengan merk mereka sendiri.
 
Bagi kami, bukan masalah banyaknya data base yang dimiliki yang penting, tetapi database yang selalu update dan yang telah diverifikasi usahanya. Beberapa data base yang telah berhasil kami validasi bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah baru-baru ini adalah data base UKM Pangan yang akan diikutkan dalam UKM Pangan Award 2016 dan data base untuk Eksportir Tangguh 2016. Kami pun mendapatkan support dari BAPPEDA dengan data base monitoring UMKM dalam program FEDEP selama 5 tahun terakhir.
 
Data base yang lain yang coba kami kembangkan adalah data base hasil pelatihan kemasan dan pemasaran online yang kami lakukan bersama Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Tengah masih terus bergulir.
 
Kami masih sangat berharap ada partisipasi aktif dari UMKM yang mendaftarkan usahanya ke dalam program Rumah UMKM untuk memperkaya data base SUPPLY produk Jawa Tengah agar bisa terus kami promosikan dan pasarkan baik ke dalam maupun luar negeri.
 
Ketika informasi SUPPLY kami cukup kuat dan beragam, maka informasi ini akan menjadi magnet bagi para pembeli dari dalam dan luar negeri untuk melakukan perdagangan dengan Jawa Tengah baik melalui mekanisme offline maupun online. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin memahamkan para pelaku UMKM atas hal ini.