Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Senin, 15 Juli 2019

PENSIUN ... Siapa Takut ???

PENSIUN ... Siapa Takut???

Artikel PENSIUN ... Siapa Takut ??? ini adalah sumbangan dari PT AJ Central Asia Raya, yang mungkin bisa bermanfaat bagi para pelaku UMKM untuk mempersiapkan dana pensiun bagi karyawannya.

Bagi seorang karyawan, PENSIUN adalah masa yang pasti akan dilewati oleh semua orang baik sebagai karyawan ataupun bagi pengusaha. Dalam artikel ini kami akan mencoba mengupas dari sudut pandang karyawan atau pekerja, karena masa Pensiun untuk karyawan sudah ditetapkan dalam aturan perusahaan sedangkan untuk pengusaha kemungkinan besar masa pensiun ditetapkan oleh diri sendiri sehingga pengusaha cenderung lebih siap menghadapi masa pensiun ini.

Manusia memiliki batas usia produktif dimana tubuhnya sudah tidak mampu untuk bekerja lagi. Masa Pensiun bagi sebagian karyawan adalah sebuah masa dimana penghasilan/Take Home Pay cenderung sangat berkurang drastis, Hal ini bisa jadi masalah apabila ternyata beban hidup masih sama atau makin berat seiring dengan inflasi setiap tahunnya, tidak jarang juga di usia pensiun masih ada yg dibebani dengan biaya pendidikan anak, cicilan angsuran Rumah dll. Padahal dimasa itu kita tentu ingin hanya tinggal menikmati hidup dengan kualitas hidup yang lebih baik. Tidak tergantung pada anak dan menantu. Tidak pula menyusahkan keluarga atau bahkan orang lain. Bisa lebih focus beribadah, jalan-jalan, berbelanja, dan impian-impian lainnya di hari tua yang anda harapkan. Maka dari itu selain mempersiapkan mental kita juga butuh persiapan secara material dalam hal ini berupa tabungan dan tambahan dana pensiun.


PT. AJ CENTRAL ASIA RAYA yang merupakan member dari SALIM GROUP menjawab semua permasalahan ini dengan menghadirkan program 3i Network( Insurance, Investment,Income ).Sebelum lebih jauh membahas tentang program yang dimaksud, mari kita telusuri dahulu tentang PT. AJ CAR. PT. AJ CAR adalah member dari SALIM GROUP yang menaungi banyak perusahaan-perusahaan ternama seperti Indofood, Superindo, Indomart, KFC, Bogasari dan masih banyak yg lainnya. PT. AJ CAR sendiri didirikan tahun 1975, memiliki kantor cabang layanan di lebih dari 53 kota, memiliki asset di atas 4 Triliun Rupiah, sudah terdaftar di OJK dengan No. izin : KEP-013/KM/1987 dan sudah berhasil mendapatkan platinum award 10 tahun berturut-turut sebagai perusahaan dengan kinerja sangat baik dan Golden Award selama 5 tahun.


Softlaunching program 3i ini dilaksanakan pada 16 Januari 2014, sebenarnya program yang sangat bagus ini pada intinya adalah menabung Investasi ( system kerjasama bagi hasil dengan perusahaan SALIM GROUP ) inti dari investasi sendiri adalah sebagian dana yang digunakan dari simpanan nasabah untuk menghasilkan profit dalam jangka masa tertentu. Di Program ini pada intinya nasabah diwajibkan menabung selama 5 th saja untuk nantinya tabungan tersebut akan diolah dan dikembangkan oleh Perusahaan CAR dengan asumsi pertumbuhan investasi 6% s.d 20% per tahun (berdasarkan average selama 10 tahun terakhir di angka 17,99% per tahun). 

Pilihan menabungnya ada 3 yaitu 350rb/bulan, 700rb/bulan dan 1jt/bulan.

Menabung bagi sebagian besar masyarakat memang menjadi momok tersendiri apalagi menabung rutin per bulan yang sudah ditetapkan nilai nya, tapi pertanyaan selanjutnya adalah sampai kapan kita akan terus bekerja? Sedangkan bagi pekerja setelan melewati usia produktif kita pasti akan dipensiunkan oleh perusahaan. Mungkin sebagian karyawan merasa sudah aman dengan adanya pesangon , uang pensiun yang akan diterima tiap bulan setelah pensiun, atau mungkin sudah cukup puasa dengan tabungan konvensional. Mari kita bandingkan antara menabung di tabungan konvensional dan tabungan investasi CAR.



Ilustrasi Menabung Rp. 350.000 per bulan.





Selain mendapatkan Insurance dan Tabungan Investasi, kita juga bisa mendapatkan Income yang menarik perbulannya untuk nantinya bisa menambah dana pensiun kita. Bagaimana cara untuk menjalankan bisnis ini dan apa saja keuntungan dan kemudahan berbisnis investasi CAR?











Gambaran singkat di atas bisa memotivasi para pelaku UMKM untuk mempersiapkan dana pensiun bagi karyawannya. Mungkin dari beberapa ilustrasi salah satunya sesuai dengan anggaran usaha kecil. Sukses!

Jumat, 12 Juli 2019

Google Must Know !

Google Must Know !
Dalam promosi adalah istilah baru yang mesti kita sikapi dengan tindakan nyata, yaitu: Google Must Know! atau bisa diartikan bahwa Google harus tahu siapa kita, apa yang kita lakukan dan bagaimana kita di bisnis ini serta dimana kita berada dan melayani daerah mana.

Tulisan yang sangat singkat ini akan jika dicermati dengan baik maka memberikan impact promosi yang luar bisa dalam seach engine Google yang sering kita gunakan untuk mencari informasi-informasi yang penting yang kita butuhkan secara cepat. Jika kita selalu bertanya kepada Google (Googling) maka sebenarnya orang lain pun akan melakukan hal yang sama, sehingga tolok ukur keberhasilan dalam promosi adalah mendapat peringkat utama dalam setiap pencarian (SEO). 

Bagi yang telah memahami SEO (Search Engine Optimization), hal ini bukanlah hal baru karena mereka telah melakukannya secara rutin namun bagi UKM hal ini masih termasuk baru. Bahkan mereka sendiri lupa apa fungsi dari website dan social media yang mereka miliki.

Website dan social media yang mereka miliki adalah kanal atau saluran yang mereka miliki untuk memberitahun Google tentang siapa, apa, bagaimana dan dimana bisnis mereka. Jika mereka tidak pernah update hal-hal tersebut maka Google tidak akan pernah tahu atau memberitahukan kepada para pencari informasi ketika mereka melalukan Googling terkait bisnis kita.

Semakin banyak hal yang terkait bisnis kita sampaikan kepada Google maka peluang atas prospek bisnis semakin besar, selanjutnya mengenai konversi prospek ini menjadi customer adalah kemampuan kita dalam mengelola komunikasi dengan prospek tersebut melalui kanal-kanal tersebut.

Hal yang sederhana dan mendasar ini pun sering terlupakan oleh para pelaku UMKM, sehingga optimalisasi promosi mereka melalui internet tidak pernah dilakukan. Semoga dengan tulisan singkat ini UKM menjadi tergugah untuk mengaktifkan website dan sosial media mereka. Sukses!






Rabu, 10 Juli 2019

18 Besar UKM Pangan Award Jateng 2019.

18 Besar UKM Pangan Award Jateng 2019.
Pada hari Rabu 10 Juli 2019 gelaran UKM Pangan Award Jawa Tengah 2019 telah sampai pada penjurian akhir untuk pemilihan 18 besar produk pangan UKM Jawa Tengah. Kegiatan yang menjadi agenda tetap dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah ini berlangsung di Ruang Meeting lantai 4 Gedung Disperindag Jawa Tengah dengan rangkaian acara FGD pada sesi awal dan selanjutnya penjurian atas 50 produk UKM Pangan, seleksi 18 besar serta pemilihan 9 pemenang yang akan diumumkan oleh Disperindag kemudian.

Daftar 18 Besar UKM Pangan Award 2019.
Kegiatan penjurian kali ini sangat berbeda dengan penjurian UKM Pangan Award sebelumnya karena menggunakan sistem transparansi. Para pemenang diberikan waktu untuk mempresentasikan produk dan bisnisnya kepada para peserta lain sebagai muatan edukasi. 

Pihak juri pun secara terbuka menggelar kriteria produk yang baik yang seperti apa, serta bagaimana mengelola bisnis dengan manajemen yang tertata baik. Keterbukaan ini memungkinkan pihak peserta yang lain mengajukan keberaratan sebelum penentuan pemenang akhir. Keterlibatan peserta lain ini antara lain dengan ikut mencicipi produ-produk pemenang serta melihat dari dekat bagaimana desain kemasan yang ditampilkan. 

Peserta lain pun bisa mendengarkan bagaimana para pemenang ini memulai dan mengelola usahanya sejauh ini, sehingga tidak semata-mata hanya penilaian terhadap produk saja. 

Semoga dengan sistem yang transparan ini bagi peserta yang belum menang, bisa banyak belajar dan memahami ke arah mana mereka akan membawa produk dan bisnisnya agar di kesempatan mendatang bisa mencapai level yang lebih baik. Sukses!

Jumat, 05 Juli 2019

10 Alasan Mantan Karyawan Gagal Buka Usaha Sendiri.

10 Alasan Mantan Karyawan Gagal Buka Usaha Sendiri.
Tulisan ini adalah sumbangan dari Mbak Dewi Tanjung, diaspora dari Michigan USA, yang mungkin bisa menginspirasi dan memotivasi kewirausahaan teman-teman di Indonesia. Berikut sharing tersebut:

Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat buat karyawan yang pingin buka usaha. Saya perhatikan alasan utama kegagalan adalah:
  1. Seringkali karena terbiasa nyaman sebagai karyawan dengan berbagai fasilitas dari kantor misal: kemana mana ada mobil plus driver, disediakan ruang kantor sendiri, tiap hari ngantor dandanan keren, dibantu tim kerja lengkap, ada uang lembur, dll, pas harus buka usaha sendiri mulai dari nol kaget. Gak Ada kantor, gak ada mobil, gak ada karyawan, tiap hari cuman dasteran. Apa apa sendiri. Ibarat saya dulu mulai bisnis cuma 3 orang dgn pembagian job desc sbb: direktur, marketing dan produksi. Direkturnya gue, marketingnya gue lagi, produksinya gue gue lagi. Alias apa apa gue kerjain sendiri. Mulai dari bikin produk, belanja bahan, jualan door to door euy, ampe ngesot kecapean di pameran gue jagain sendiri. Kemana mana naik angkot. Nah kadang banyak yg gak siap mental disini karena terbiasa di zona nyaman. 
  2. Gak siap kerja lembur setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun sampe bisnis stabil dan bisa didelegasikan/sistemasi. Banyak orang mikir enak euy jadi boss tinggal suruh sana sini, ngantor cuman bentar trus pulang lagi. Sementara karyawan seharian capek peras keringat (saya pernah denger salah satu karyawan ngomong gini dibelakang saya). Yang tidak diketahui mereka adalah, kita keluar itu networking, pameran, cari buyer, cari supplier, cari investor. Jam kerja kita bukan standar kantoran mulai 8 pagi ampe jam 5 sore, trus malem bisa tenang damai sentosa balik kerumah. Sampe rumah seringkali malam banget, kadang pagi hiks hiks, itupun masih kadang ditelpon ada masalah ini itu (dulu produksi dua shift di tempat saya). Atau sampe rumah masih harus peras otak besok bayar gaji darimana, trik promo apa lagi besok buat ngangkat sales, belum lagi bayar supplier dsb, dsb.
  3. Bisnis itu kayak lari marathon BUKAN sprint. Kadang karyawan ngeliat bosnya enak pas kita udah sukses aja. Padahal ada tahun tahun dimana kita bukan siapa siapa, merintis dari nol, dihina hina ama temen, tetangga, bahkan sodara karena kelihatannya kita tuh gila banget bikin usaha gak jelas. Trus belum lagi ngalamin bangkrut, ditipu klien/supplier dll. Kadang kita juga heran kita bisa sampe disini. Kalo diinget dulu saya mulai cuma modal 50 ribu. Jualan saya pajang di meja ruang tamu, jualan saya ke tetangga, pernah bangkrut, jual aset, banyak utang. Dikejar kejar debt collector. Banyak orang mungkin milih berhenti dan kapok jadi pengusaha tapi kita kadang cuma menang bertahan dan persisten. Bukan karena kita lebih pinter. Cuman lebih nekad dan gokil aja. 
  4. Trus kenapa kita bertahan lalu banyak yg gagal dan menyerah? Karena kita punya impian. Punya passion. Banyak karyawan buka usaha mirip dgn mantan bossnya karena ngeliat peluang duit, karena udah pegang data customer dan supplier, udah tau cara produksi dsb. Satu hal yang dilupakan dalam berbisnis yang terpenting adalah BIG WHY. Kenapa kamu berbisnis? Kalo alasan cuman uang dan uang nanti pas sewaktu waktu bangkrut pasti pinginnya nyerah aja. The real entrepreneur dreams bigger than themselves. Punya impian lebih besar dari dirinya sendiri. Punya impian lebih besar dari tantangan dan masalahnya. Makanya mereka gak pernah nyerah. Karena mereka punya semangat dan impian membara: pingin membantu keluarga, pingin menciptakan lapangan kerja, pingin membantu masyarakat sekitarnya, pingin menginspirasi orang lain, pingin meninggalkan legacy/warisan kebaikan, dll. Uang hanyalah efek samping dari proses mencapai tujuan utama. 
  5. Menjadi pengusaha itu persoalan mental. Mental pejuang, mental mandiri, mental berbagi, mental kreatif, mental belajar, mental semangat. Modal dan ketrampilan bisa dicari. Kalo mental recehan gimana mau dapet duit milyaran? Dikit dikit ngeluh, dikit dikit nyerah, dikit dikit nyalahin situasi. Pengusaha sukses harus bermental baja: NO EXCUSES. Milikilah filosofi air. Apapun halangannya, pengusaha berfilosofi air akan menemukan jalan kesuksesannya. Seperti air selalu menemukan jalannya ke laut.
  6. Berhenti belajar. Merasa sudah cukup pintar. Sudah paling ini paling itu. Merasa terrrrrbaik, terrrrcepat, terrrrmurah dan terrr-terrr lainnya. Ini adalah jebakan kesukesan semu. Di era disrupsi ini tidak ada bisnis yang aman. No business too big to fail, no business too small to success.
  7. Tidak bisa melihat business dalam "Big Picture". Maksudnya adalah mungkin dulu pernah jadi karyawan terbaik marketing/produksi/HR atau apapunlah. Tapi bisnis itu kompleks. Kita harus melihat dari hulu ke hilir. Memahami dan menyelami kompleksitas bisnis. Berhubungan gak cuman atasan bawahan atau tim kerja. Tapi juga atas bawah, kanan kiri, depan belakang, mulai dari stake holder sampe share holder. Faham kisi kisi bisnis mulai dari operation, marketing ampe branding. Nah pusing kan? 
  8. Gak punya long endurance. Alias gak punya daya tahan yang lama. Kayak iklan baterai itu loh. Jangan ngeres mikir iklan obat kuat yahhh. Pebisnis itu kudu siap fisik juga selain mental. Gak ada namanya kerja santai mulai jam 8 pagi trus kelar jam 5 sore masbruh. Kita kadang bangun subuh udah cek tagihan, malam sebelum tidur cek laporan produksi. Besok siang berangkat ke luar kota, sementara pagi waktunya ambil rapor anak, trus ada deadline besok harus kelar pulak. Pokoknya kudu siap multi tasking. Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Gimana mau ekspansi ke luar negri kalo baru pameran dua hari luar kota udah kerokan tiap hari, masuk angin lah, pilek lah, encok lah, muntaber lah. Ibaratnya nih jadi pengusaha tuh jabatannya aja terdengar keren: Direktur padahal kerjaan kayak kuli euy menguras tenaga (mohon maaf tidak bermaksud merendahkan profesi tertentu). Menguras air mata juga sih kalo pas besok waktu bayar gaji, pelanggan ditagih pada ngilang semua 
  9. Kurang gaul. Malu malu kucing. Jinak jinak merpati. Jadi pengusaha kayak kita mah harus putus urat malu. Dimana mana cari peluang jualan. Cari kenalan baru. Promosi produk. Nah kalo kita ownernya aja malu jualan dan promoin produk sendiri trus ngarep tim sales kita bangga dan riang gembira jualan gituh? Pemimpin harus kasih contoh dulu dong. Kalo bossnya jualannya brutal pasti anak buah malu gak ikutan brutal (walo terpaksa sih). Kecuali kita perusahaan udah gede banget baru gak ikutan jualan langsung. Tapi banyak juga bisnis gede yg B2B tetep pingin deal project ama owner/CEO-nya.
  10. Hidup semuraaaah mungkin. Jadi pengusaha kinyis kinyis gak usah gengsian. Jangan baru untung dikit udah mikir mau kredit ini itu biar keren. Kalo bisa semua gratisan dulu. Kantor di rumah, karyawan kita sendiri, promosi sosmed, dll. Dulu banget awal usaha pas kuliah malah saya beli hp bekas harga 70 ribu dari teman yg cuma bisa buat telpon gak bisa sms karena keypad udah error. Trus tempat baterai pun saya isolasi biar gak copot. Alhasil kalo ada telpon saya ngumpet buat terimanya karena isolasian. Baju dulu beli bekas tapi pede aja. Tetep dong kita modal minimalis, penampilan maksimalis wkwkwk....
  11. So buat yang pingin usaha siapkan mental dan fisik untuk sukses. Saya share ini bukan untuk menjatuhkan semangat tapi untuk menunjukkan bahwa kadang kenyataan tidak seindah janji janji mantan. Jangan sampe udah memutuskan resign abis itu nyesel tujuh turunan. Work hard and play smart. Selalu berharap yang terbaik, tapi tetap persiapkan bila yang terburuk terjadi.
Tetap semangat and see you on top. Michigan, July 5th 2019 - Dewi Tanjung. Sukses!

Selasa, 02 Juli 2019

Officeless Adalah Pilihan Untuk Efisiensi.

Officeless Adalah Pilihan Untuk Efisiensi.

Bertemu dengan teman-teman komunitas sales perusahaan-perusahaan besar beberapa bulan ini banyak sekali cerita sedih yang disampaikan, mulai dari bagaimana sulitnya mencapai target penjualan saat ini sampai dengan efisiensi besar-besaran untuk menyesuaikan income perusahaan yang semakin menyusut dan pengeluaran perusahaan yang semakin membengkak.

Mungkin tidak semua mengalami impact dari transformasi digital saat ini, namun bisnis consumer good, farmasi dan media benar-benar babak belur dengan transisi ini. Pagi ini ada yang menarik saat bertemu dengan salah seorang teman yang bekerja di perusaahaan distributor farmasi besar. Mulai ngobrol dari kondisi perusahaan terkini yang terkendala dengan permasalahan sales sampai dengan upaya-upaya efisiensi yang dilakukan.

Dari pembicaraan hal yang terakhir ini, saya sangat tertarik karena mendapatkan bukti atas prediksi saya beberapa tahun yang lalu bahwa kecenderungan ke depan dalam bisnis adalah konsep officeless.  Perusahaan dari rekan saya tersebut telah menerapkan konsep officeless bagi kantor-kantor cabangnya, dimana karyawan bisa bekerja langsung dari rumah masing-masing dengan koordinasi melalui teleconference. 

Konsep officeless benar-benar mampu memberikan kontribusi efisiensi yang sangat tinggi karena mampu memangkas biaya operasional dari 50% sd 80%. Tentunya konsep ini harus dibarengi dengan sistem control dan monitor yang base on aplikasi digital juga, sehingga semuanya menjadi sangat efisien, cepat dan hemat. Konsep officeless juga mendukung ke arah paperless document, sehingga efisiensi dalam pembelian kertas juga sangat signifikan karena biaya pembelian kertas juga sangat luar biasa.

Bicara officeless, ada beberapa konsep kantor sebagaimana di bawah ini yang perlu mendapatkan pertimbangan:

Virtual Office 

Virtual Office atau kantor virtual adalah jenis kantor sewa non-fisik yang bisa digunakan sebagai alamat legal bisnis dan mendapatkan fasilitas-fasilitas kantor dari sang provider. Meskipun tidak memiliki kantor fisik yang digunakan sendiri, pengguna virtual office mendapatkan keuntungan khusus seperti biaya operasional yang jauh lebih murah dari kantor konvensional tapi mendapatkan fasilitas yang mirip dengan kantor konvensional

Melalui Virtual Office, Anda dapat memangkas biaya operasional hingga 90% dibandingkan dengan cara kerja konvensional. Anda akan tetap memiliki kantor yang elegan didukung dengan alamat domisili yang sah, resepsionis, ruang meeting, dan nomor telepon khusus tanpa membayar biaya lebih untuk menambah staf baru.

Adapun fasilitas yang didapat dari Virtual Office adalah sebagai berikut:
  1. Penerimaan surat dan paket oleh resepsionis dengan sistem notifikasi.
  2. Penggunaan Meeting Room di alamat pilihan ataupun alamat lain dari cabang penyedia virtual office.
  3. Nomor telepon khusus perusahaan dilengkapi sistem notifikasi telepon masuk dengan opsi penerusan telepon ke pengguna virtual office.
  4. Area kerja bersama (coworking-space), biasanya sudah termasuk fasilitas wi-fi, lounge, dan juga refreshment seperti teh, dan juga kopi.
  5. Internet Fax yang bisa diteruskan langsung ke email dari pengguna virtual office
  6. Harga spesial penggunaan event space untuk kegiatan serba guna dari perusahaan.
Bagaimana Virtual Office dapat membantu Anda ?
  1. Meningkatkan citra & branding perusahaan; Meningkatkan citra & branding perusahaan anda dengan memiliki lokasi perusahaan yang strategis dan dipusat bisnis.
  2. Memangkas biaya operasional; Anda dapat memangkas biaya operasional hingga 90% dibandingkan dengan cara kerja konvensional.
  3. Kantor yang elegan; Anda akan tetap memiliki kantor yang elegan didukung dengan alamat domisili yang sah, resepsionis, ruang meeting, dan nomor telepon khusus tanpa membayar biaya lebih untuk menambah staff baru
  4. Mengalokasikan waktu berharga Anda; Mengalokasikan waktu berharga Anda untuk aktivitas vital perusahaan tanpa mengurangi waktu santai Anda bersama keluarga dan orang-orang yang Anda cintai.
  5. Fleksibilitas bekerja darimana saja; Memberikan Anda fleksibilitas untuk bekerja dari mana saja - dari rumah, luar negeri atau lokasi lainnya.
  6. Mengurangi stress; Mengurangi stres dan tekanan karena masalah lalu lintas dan parkir.
  7. Domisili Perusahaan yang sah; Domisili perusahaan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengurus izin hingga syarat mendirikan perusahaan.
  8. Bisa untuk mengajukan PKP (Pengusaha Kena Pajak); Bermanfaat bagi citra perusahaan Anda dan meningkatkan peluang kerja sama bisnis dengan pemerintah.

Coworking Space

Coworking Space asal kata dari kata Coworking yang diartikan sebagai kerja sama atau berkolaborasi. Coworking Space sendiri memiliki arti tempat untuk bekerja dengan cara kerja bersama atau berkolaborasi dengan individu yang berlatar belakang pekerjaan serta perusahaan yang berbeda.

Dengan Coworking space, diharapkan antar individu bisa saling bertukar ide, pikiran, ataupun solusi dalam rangka mengembangkan bisnis masing-masing. Kata Faye Alund, Presiden Asosiasi Coworking Space Indonesia, "yang diperlukan dalam menjalankan bisnis adalah jaringan atau relasi yang jelas menunjang kelangsungan bisnis seseorang".

Konsep Coworking Space yang pada umumnya dibuat dengan desain yang menarik, unik, cozy, kekinian, dan ditunjang dengan suasana yang bisa membangkitkan kreativitas. Hal ini dimaksud supaya bisalebih santai dalam berinteraksi dan juga bekerja dengan team, semangat dan produktif.

Berbeda dengan konsep ruang kerja di perkantoran pada umumnya yang kaku, dan membosankan. Selain itu, bekerja dalam ruang kerja konvensional pastinya hanya bertemu dengan orang-orang dari perusahaan yang sama.

Biasanya yang bekerja di Coworking Space adalah para Founder start-up yang belum memiliki banyak team. Coworking Space dinilai lebih nyaman daripada harus bekerja di sebuah cafe yang sering terkendala fasilitas, seperti koneksi internet yang kurang cepat dan tidak ada peluang untuk membangun networking.

Selain itu, harga sewa ruang kantor yang ditawarkan oleh sebuah Coworking Space juga tergolong terjangkau bagi para start-up, daripada harus menyewa ruangan di gedung perkantoran. Coworking Space biasanya menyediakan paket harga yang variatif. Harga sewa ruang kantor di Coworking Space dimulai dari harga sewa per hari, per minggu, per bulan, bahkan hingga per tahun.

Keberadaan Coworking Space ditunjang oleh pertumbuhan start-up digital maupun UKM yang terus meningkat di Indonesia, dan mayoritas berasal dari kalangan pemuda. Jiwa muda para pengusaha pemula ini biasanya menginginkan sistem dan juga konsep yang berbeda dari sebelumnya, yang terlihat monoton dan tidak kekinian. Dengan konsep yang ditawarkan oleh Coworking Space, maka ide, kreasi, dan penunjang perkembangan bisnis bisa dengan mudah ditemui para start-up tersebut.

Dari wacana di atas para pelaku UMKM harus sudah mulai mempertimbangkan dari sekarang bagaimana membuat konsep bisnis yang efektif dan efisien di masa mendatang dengan cara virtual office dan co-working space, terlebih ke depan dominasai teknologi digital akan semakin mengental.
Jika saat ini perusahaan-perusahaan besar pun telah melakukan opsi officeless ini maka ada baiknya pelaku UMKM yang belum terlanjur dengan konsep konvensioanl bisa mulai mempersiapkannya sejak sekarang. Sukses!

Senin, 01 Juli 2019

Membangun Data Base Customer.

Membangun Data Base Customer.
Data base customer bisa diartikan sebagai sawah atau ladang yang harus digarap oleh para salesman atau marketing untuk menghasilkan profit. Dari sini sudah cukup didapatkan alasan mengapa membangun database customer adalah sangat penting bagi seorang salesman atau marketing. 

Setelah mengetahui segmentasi dan targeting maka seorang marketing harus segera mengimplementasikan siapa sebenarnya akan disasar untuk menjadi customernya. Data ini bisa didapatkan dari berbagai kegiatan pemasarannya, misalnya melalui:
  1. Searching Internet
  2. Data kunjungan
  3. Data pengunjung pameran
  4. Data kunjungan di website
  5. Data mailing list dalam group discussion.
  6. Data asosiasi bisnis
  7. Dan sebagainya.
Banyak cara bisa dilakukan untuk menyusun data base, dan semua tergantung dari kreativitas seorang marketing untuk mengumpulkan data tersebut. 

Langkah selanjutnya untuk membuat data yang ada tesebut lebih berharga adalah melakukan kontak dan komunikasi dengan PIC dari perusahaan/orang yang ada di daftar tersebut. Tahapan ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan kuisioner, verifikasi data, klarifikasi data dan soft sell (promosi).

Data dari komuninasi dengan prospek customer ini bisa menjadi bahan koreksi atau penguatan positioning yang dilakukan oleh perusahaan, sehingga slogan-slogan yang muncul dalam setiap promosi tidak salah atau bias dari apa yang diharapkan.

Kepiawaian seorang marketing salah satunya ditentukan oleh bagaimana dia mampu membangun data base customer yang update, serta mampu menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan customer sebagai sebuah jaringan pemasaran yang riil. Semakin luas jaringan pemasarannya semakin menunjutkkan bahwa dia adalah seorang marketing yang sebenarnya.

Data base yang terekam dengan baik dan tersistemasi dengan baik sangat bermanfaat dalam penentuan strategi marketing yang tepat dan efektif. Bahkan ketika harus melakukan strategi one-to-one marketing maka database dalam sistem CRM (Customer Relatioship Management) akan sangat mutlak dibutuhkan. Suskes!








Jumat, 28 Juni 2019

Buat Audience Anda Tersanjung Dengan Pertanyaan Anda.

Buat Audience Anda Tersanjung Dengan Pertanyaan Anda.
Menjadi seorang mentor tidak harus selalu tampil sebagai superman yang bisa menjawab semua pertanyaan audience dan pasti akan sangat membosankan bagi seorang mentor untuk menikmati posisi yang selalu seperti itu. Menjadi setara sebagai seorang mitra atau sahabat terasa lebih menyenangkan karena akan selalu ada komunikasi dua arah akan terjalin, terlebih ketika kita bisa menempatkan diri sebagai penanya (bukan - penguji) dengan serangkaian pertanyaan yang konstruktif yang membuat audience merasa "berharga" di hadapan kita.

Consultative & Educative Mentorship.
Consultative & Educative Mentorship.

Beberapa pelatihan masih terpola dengan cara-cara lama seperti guru dan murid, sebenarnya kedua belah pihak pada suatu saat akan mencapai tahap kejenuhan, suatu tahap yang sangat merugikan dalam proses edukasi dimana bisa diartikan sebagai tahap keterbatasan kapasitas dan kualitas edukasi. 

Dengan kondisi tersebut di atas seorang mentor sering diposisikan sebagai orang yang "paling tahu" atas permasalahan yang dihadapi para audience, padahal faktanya mereka baru mempelajari permasalahan tersebut dalam hitungan hari. Akhirnya yang terjadi adalah pembuatan asumsi dan analogi oleh seorang mentor, dan sering lupa untuk melakukan eksplorasi fakta, verifikasi dan juga konfirmasi masalah. Dalam kondisi ini seorang mentor terposisikan sebagai seorang superman, orang yang yang serba tahu padalah sebenarnya tidak.

Komunikasi dua arah adalah sebuah metoda efektif untuk menggali fakta dan memposisikan diri. Dan cara ini sebisa mungkin bisa diterapkan dalam sistem mentorship yang ke depannya akan menjadi trend edukasi. Jika selama ini audience pasif, maka sistem konsultasi yang dibalutkan pada edukasi perlu diterapkan dengan memancing mereka untuk bertanya atas hal-hal faktual yang terjadi dalam bisnis mereka. 

Secara psikologis audience harus diberikan porsi lebih dari sebelumnya, jika selama ini mereka hanya sekedar mendengarkan dan menurut apa kata mentor maka sudah saatnya audience aktif dan menggali semua potensi dan 
permasalahan yang mereka hadapi. Dengan cara ini mereka lebih "tersanjung" daripada pada pelatihan-pelatihan pola lama.

Pada pelatihan-pelatihan kami akhir-akhir ini, kami telah mencoba untuk semaksimal mungkin melakukan edukasi yang kami balut dengan konsultasi dan eksplorasi potensi serta masalah yang dihadapi oleh audience. Semaksimal mungkin kami berusaha untuk melakukan komunikasi dua arah dalam pelatihan tersebut, sehingga apapun yang kami simpulkan dalam pelatihan tersebut bukanlah atas kesimpulan kami sendiri melainkan kesimpulan bersama.

Dalam pelatihan tersebut kami telah mencoba memasukkan serangkain pertanyaan-pertanyaan yang telah terstruktur untuk menggali informasi dan fakta, menciptakan konfirmasi dan juga membangun solusi bersama. Kondisi bahwa yang paling memahami permasalahan adalah audience harus kita jaga, dan juga kondisi bahwa "mereka"-lah yang bisa membuat solusi untuk mereka sendiri pun harus kita bangun.

Dalam pelatihan dan kurasi manajemen klaster gerabah di Melikan - Klaten beberapa waktu lalu kami telah mencoba melakukan metode pelatihan semacam itu, dan menurut kami cukup berhasil karena audience mengakui sendiri permasalahan yang mereka hadapi, mampu membangun visi bersama dan membangun semangat untuk memecahkan permasalahan mereka sendiri. Tugas kami dalam pelatihan ini adalah memberikan alur-alur pemahaman melalui rangkaian pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan kepada audiece, dan juga menjawab pertanyaan mereka dalam sesi penyampaian materi. Ketika alur-alur pertanyaan ini diikuti oleh audience, sebenarnya mereka telah terlibat dalam pembekalan materi sekaligus uji pemahaman materi secara terstruktur. 

Sesi akhir pelatihan ini adalah sebuah quick win atau suatu hal yang sangat mungkin terwujud dengan pemahaman yang telah mereka dapatkan setelah pelatihan, dan dapat ditindak lanjuti dengan check list  hasil secara riil dan jelas. Semoga metode pelatihan ini bisa terus kami kembangkan kepada para pelaku UMKM, karena langsung menjadi metoda kurasi yang efektif dan efisien. Sukses!



Rabu, 26 Juni 2019

Bank Indonesia - Kurasi Manajemen Klaster Gerabah Melikan, Klaten.

Kurasi Manajemen Klaster Gerabah Melikan, Klaten.
Bank Indonesia Solo bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Klaten untuk memberikan pendampingan dan pembinaan klaster gerabah Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Pembinaan ini meliputi pembinaan manajemen kelembagaan, pembinaan teknis dan ketrampilan pengrajin gerabah serta pembinaan akses pembiayaan. 

Ketika dihubungi pihak Bank Indonesia Solo untuk berperan serta dalam pembinaan manajemen (Capacity Building) kami sembat bernegosiasi materi apa yang cocok untuk klaster gerabah tersebut mengingat sudah beberapa kali klaster gerabah Melikan ini mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari pemerintah daerah setempat atau dari pihak-pihak di luar pemerintah daerah. Tantangan dari pihak Bank Indonesia Solo adalah setelah pelatihan ini harus ada "sesuatu" yang bisa terwujud dan bisa ditindaklanjuti setelahnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sudah lebih dari satu dasawarsa ini sentra gerabah Melikan mengalami stagnasi dalam inovasi maupun stagnasi pemasaran. Dan hal ini sangat berpengaruh dalam perekonomian masyarakat setempat yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dari kerajinan gerabah ini.

Kurasi Manajemen.

Mungkin materi pelatihan saya terkesan berbeda dengan pelatihan-pelatihan manajemen pada umumnya, karena saya memadukan intrograsi, konfirmasi, edukasi serta konsultasi. Materi yang lebih banyak dibangun dengan kumpulan pertanyaan yang terstruktur ini justru lebih bisa dinikmati oleh para pengrajin gerabah di Desa Melikan.

Secara prinsip para pengrajin harus dipahamkan terhadap permasalahan mereka, harus dari mereka sendiri yang menyatakan bahwa "mereka memang bermasalah". Selanjutnya harus dikonfirmasi juga kepada mereka bahwa "mereka benar-benar ingin berubah lebih baik". 

Setelah hal-hal yang mendasar ini kami sepakati, maka selanjutnya saya memulai dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai permasalahan design & wormanship dan SDM & Teknologi. Yang semua itu ingin mengarahkan mereka mencerna apa masalah yang sesungguhnya mereka rasakan sebagai stagnasi inovasi dan stagnasi pemasaran.

Dengan rangkaian pertanyaan design & workmanship saya berusaha menyadarkan para pengrajin bahwa dalam bisnis gerabah ini desain dan kualitas pegerjaan adalah hal yang sangat vital. Sudah berapa lama mereka tidur dengan konsep lama, dan teknologi yang usang, serta bagaimana mereka benar-benar terlempar dari perubahan jaman yang demikian pesatnya. Perkembangan teknologi informasi seolah-olah benar-benar telah mereka abaikan, sehingga tanpa sadar mereka telah tertinggal cukup jauh di belakang. Hal serupa juga terjadi di sentra-sentra gerabah dan keramik yang lain.

Permasalah SDM dan teknologi memang hampir menjadi permasalahan umum dalam usaha skala kecil. Dari sisi SDM, terkait dengan keterbatasan pengetahuan, wawasan, pola pikir dan ketrampilan karena keterbatasan informasi, referensi serta pengalaman, masih bisa dikejar dengan berbagai pelatihan, magang kerja, studi banding serta pameran-pameran. Namun yang paling penting adalah bagaimana mereka mampu mencermati segala kekurangan dan kelemahan produksi mereka saat ini mulai dari inovasi bahan baku yang saat ini hanya mampu sampai bakaran 850 derajat celcius maksimum, yang seharusnya untuk kualitas yang bagus harus bisa di atas 120 derajat celcius (sekelas porselen). Teknologi benar-benar tidak diikuti oleh para pengrajin yang sampai saat ini masih bangga dengan alat putaran miring yang sebenarnya telah usang dan hal-hal yang baru.

Setelah mengupas permasalahan design & workmanship dan SDM & Teknologi, saya mencoba mengarahkan kesadaran para pengrajin untuk membangun wadah, apakah berupa BUMDES ataupun koperasi sebagai payung dan motor penggerak kebangkitan gerabah Melikan di masa mendatang. Check list keberhasilan pelatihan ini adalah hadirnya sebuah wadah komersial yang siap menjadi kendaraan untuk membangkitkan kembali produk gerabah Melikan.







Setelah ada kesadaran membangun wadah, maka selanjutnya rangkaian pertanyaan-pertanyaan terstruktur saya mulai membedah bagaimana membangun kinerja pengelolaan SDM (manajemen SDM), membangun kinerja pengelolaan keuangan (manajemen keuangan), membangun kiinerja pengelolaan produksi (manajemen produksi) dan membangun kinerja pengelolaan pemasaran (manajemen pemasaran) untuk wadah tersebut agar mampu mencapai tujuan yang diharapkan secara bersama.

Wadah harus profit oriented, sebagaimana juga dengan pengelolaan SDM yang mengurus wadah tersebut harus diperlakukan secara profesional. Inilah "sesuatu" yang bisa diwujudkan dan ditindaklanjuti setelahnya, BUMDES atau Koperasi Gerabah Melikan yang dengan target kami harus bisa terwujud  dalam beberapa bulan mendapat, baik dari sisi legalitas maupun struktur organisasinya.

Dan setelah wadah ini terwujud, check list saya adalah: company profile perusahaan, biz plan, sistem manajemen, catalog dan price list. Semua dengan adanya marketing tool ini kami bisa membantu pemasaran produk gerabah Melikan. 

Perlu saya sampaikan pula bahwa dalam rangkaian pelatihan ini, para peserta juga mendapatkan bimbingan teknis dari Mas Roy Wibisono dari Nuanza Porselen memberikan scale up pengetahuan produksi gerabah yang berkualitas dan mampu menembus pasar ekspor. Sukses.





Sabtu, 22 Juni 2019

Ketemu Mas Koesnan Hoesi, Kartunis Senior Semarang.

Koesnan Hoesie di Toko Antiknya di Galeri Kreatif Semarang.
Sabtu ini full meeting dengan team Otak Gerak di Spiegel Bar & Bristo di Kota Lama Semarang. Kami pilih tempat meeting di Kota Lama Semarang karena ada sesi pemotretan produk dari sebuah brand nasional. Jadi sekalianlah seharian kita menikmati wisata kota lama Semarang.

Setelah membuat beberapa kesepakatan dan instruksi kepada team produksi Otak Gerak untuk beberapa klien di Semarang yang minta dibuatkan digital content berupa video profile dan marketing presentation, kegiatan saya lanjutkan dengan pemotretan produk dari sebuah brand dengan model istri dan anak saya sendiri karena kebetulan konsepnya harus sambil jalan-jalan di icon wisata setempat. HaHaHa, what an efficient and effective work!

Pemotretan di Depan Javara Culture Cafe.
Pemotretan di Taman Srigunting Kota Lama.
Ketemu Mas Koesnan Hoesi, Kartunis Senior Semarang.

Pertemuan saya dengan Mas Koesnan Hoesi benar-benar jauh dari kata romantis, karena diawali dari acara antar anak saya ke toilet di Galeri Kretif Semarang. Sambil nungguin yang di toilet saya dikejutkan dengan sosok yang sangat tidak asing bagi saya, apalagi beliau adalah senior saya di Suara Merdeka yang sudah pensiun. 

Saat saya masih menjabat manajer marcomm di Suara Merdeka beliau sering mendukung event-event pameran saya dengan mengisi "pojok karikatur" di stand Suara Merdeka. Keahliannya yang satu ini sudah pasti tidak perlu diragukan, karena beliau termasuk salah satu kartunis senior yang menjadi asset kota Semarang. Nakal, kritis dan nyinyir mungkin merupakan hal yang menjadi modal dasar seorang kartunis. 

Tapi tidak ada yang marah ketika memahami benar kritik, koreksi dan protes dari teman-teman seniman kartunis karena mereka menyampaikannya dengan karya seni. Uniknya hasil karya karikatur adalah si klien sudah diejek tapi malah senang, dan mau membayar. Mungkin hal itu yang menyebabkan para kartunis tetap mbeling dan kreatif. 

Sebenarnya beliau adalah salah satu guru kreatif saya selain teman-teman seniman senior yang ada di kota Semarang maupun Yogykarta. Banyak cara pandang yang berbeda yang saya pelajari seorang seniman seperti Mas Koesnan Hoesi ini. Sederhana, kreatif dan produktif akan selalu saya kenang dalam perjalanan hidup saya.

Karya-karyanya yang sangat menghibur dan nakal akan selalu menjadi rekreasi saya ketika sedang jeda ide dan santai. Beberapa karya dari Mas Koesnan Hoesi adalah seperti di bawah ini:









Ada banyak kartunis di kota Semarang yang perlu mendapatkan ruang kreatif, terutama kartunis-kartunis yunior. Perkembangan teknologi digital bisa sangat membantu pemasaran karya-karya mereka yang segar dan kadang konyol. Sangat menghibur, terlebih ketika anda menjadi seorang kolektor karikatur. Mungkin SECAC sebagai payung asosiasi mereka bisa mendapatkan ruang tersendiri untuk mengangkat karikatur sebagai icon budaya kota Semarang. 

Pameran karikatur di sekolah-sekolah sebenarnya sangat membantu dalam menumbuhkan kreativitas anak-anak didik, bahkan perlu diberikan ruang untuk esktrakulikuler untuk karikatur di sekolah. Kaderisasi sangat penting untuk terus menjaga icon budaya Semarang ini.

Pertemuan dengan Mas Koesnan Hoesi ini pastinya akan terus berlanjut untuk diskusi-diskusi yang lebih serius untuk mengangkat karikatur di Kota Lama Semarang. Pastinya saya yang akan terus belajar dari beliau yang punya kios di Galeri Kreatif dan juga di 1 lagi toko yang lebih besar lagi di kawasan Kota Lama Semarang. Suskes untuk Mas Koesnan Hoesi





Senin, 17 Juni 2019

Otak Gerak, Nama Unik Untuk Pekerjaan Unik.

Otak Gerak, Nama Unik Untuk Pekerjaan Unik.
Otak Gerak? Mungkin akan cukup unik terdengar bagi para pembaca, namun itulah yang terlintas pada benak kami saat menentukan nama bisnis layanan kami di bidang kreatif. Sebuah bidang yang mungkin mampu menjembatani kebutuhan kreativitas para pelaku UMKM dalam melakukan upaya-upaya membangun citra maupun atensi dari calon pelanggannya. 

Pekerjaan-pekerjaan kreatif tersebut antara lain: video profile, digital catalog, digital content, animasi, talk show, sinetron, film dokumenter, movie dan segala kegiatan yang bersifat kreatif yang tentunya akan sulit disebutkan satu per satu. Hal-hal tersebut di atas sangat penting bagi para pelaku UMKM dalam melakukan promosi dalam dunia digital saat ini.

Bagaimana mereka lepas dari persaingan yang semakin ketat adalah bagaimana mereka menarik lebih banyak atensi dari calon pelanggan anda. 

Membangun Atensi Dengan Digital Content.

Membangun konten digital yang menarik, sesuai dengan segmentasi dan target pasar serta tertata rapi bukan hal yang mudah bagi para pelaku UMKM. Merekrut karyawan yang menguasai content development berupa visual, audio visual serta animasi pun bukan hal yang sangat sederhana. Yang paling mudah adalah menyerahkan hal ini kepada ahlinya, kepada orang-orang yang memang bekerja di bidang ini.

Sebenarnya awalan dari Otak Gerak telah dilakukan sejak 4 tahun yang lalu, namun kendala SDM menjadi hal yang sangat mengganggu. Sampai akhirnya kami menemukan talent-talent baru yang bisa berpartner dengan RumahUMKM.Net dalam membangun para pelaku UMKM dalam membuat digital content maupun membangun brand mereka secara digital. 

Kami berkumpul, berdiskusi dan menyamakan visi dalam melayani kebutuhan digital content bagi para pelaku UMKM. Mulai konsep-konsep konten-nya sampai dengan berapa budget yang akan mampu dijangkau oleh perusahaan berskala UMKM. 

Sebagai trial awal team baru ini kami menggarap program "Cook & Share with Diah Didi" yang sempat kami pasarkan 4 tahun yang lalu dan berhasil. Kami akan menghidupkan kembali program ini bersama Otak Gerak sebagai portofolio kerja dari Otak Gerak itu sendiri.

Meskipun anggota team ini terdiri dari orang-orang yang berpengalaman di bidangnya, namun bersatu di bawah atap Otak Gerak masih terhitung sangat baru sehingga butuh portofolio yang mampu menyakinkan calon pengguna jasa Otak Gerak ini.

Otak Gerak dimulai dari team kecil namun telah memiliki jaringan resources yang cukup luas, sehingga memungkinkan untuk menggarap pekerjaan-pekerjaan untuk perusahaan besar sekalipun. Semua profesional di bidangnya, dan semua adalah entrepreneur sehingga sangat fleksibel untuk memulai pekerjaan dari skala yang kecil sampai besar karena tidak ada beban karyawan, melainkan partnership dan vendorship.

Kami berharap dengan hadirnya Otak Gerak maka peluang UMKM di Jawa Tengah untuk naik kelas menjadi sangat terbuka. Apa yang tidak bisa pada jaman digital ini? Semua lompatan bisa dilakuan melalui jaringan digital, melalui digital content yang tepat dan benar. Sukses!










Rabu, 12 Juni 2019

Ricyanto, Bangkitkan Lagi Kerajinan Bambu Indonesia.

Ricyanto, Bangkitkan Lagi Kerajinan Bambu Indonesia.
Pak Ricky, begitu beliau dipanggil, beliau adalah pemilik dari CV Arsih Utama Cipta Kabupaten Semarang yang pada tahun 1990-an dikenal sebagai eksportir furniture bambu yang sangat specialis di bidangnya. Saya mengenal beliau sejak tahun 1998 ketika masih bekerja di sebuah perusahaan forwarder di Semarang dan beliau adalah customer saya.

Sebagai lulusan Teknik Sipil ITB beliau sangat ahli dan detail di bidangnya, produk furniture bambu-nya adalah termasuk yang terbaik di nusantara ini karena Pak Ricky menguasai betul bagaimana memilih bambu yang baik, kapan waktu yang tepat memotongnya, bagaimana memproses bambu dengan benar serta bagaimana membuat desain furniture yang modern.

Produk CV Arsih Utama Cipta memang dikenal awet dan tahan hama, dengan desain yang cukup modern. Meskipun saat ini beliau lebih berkonsentrasi pada produk bamboo face craft namun siap manangani proyek-proyek furniture bambu untuk resort-resort di dalam maupun di luar negeri. Keahliannya tidak akan pernah hilang untuk hal ini.

Terakhir kali bertemu beliau untuk kangen-kangenan saja sebenarnya, saat saya melintas di depan kantor Arsih Utama CIpta saya menyempatkan mampir ke kantor karena melihat ada mobil beliau parkir di depan kantor. Dan ternyata benar, beliau ada di kantor dan kami ngobrol cukup lama dan saya diperkenalkan dengan produk barunya di bawah ini.







Jika selama ini saya melihat kerajinan bambu berupa patung-patung unggas di daerah Boyolali dan Klaten, sekarang saya melihat ada sesuatu yang lebih menantang ketika Pak Ricky membuat figur-figur tokoh-tokoh terkenal maupun pesanan khusus untuk patung pribadi. Bahan baku yang digunakan adalah bonggol bambu yang dipahat dan diukir sesuai dengan foto yang diberikan oleh konsumen. Dibutuhkan 3 sisi foto untuk model patung ini, yaitu: foto depan, foto samping kanan dan samping kiri.

Produk-produk ini justru mendapatkan banyak minat dari tamu-tamu luar negeri, meskipun konsumen lokal juga cukup banyak. Dari bisnis furniture yang sudah bissing menjadi bisnis face craft yang lebih senyap ternyata justru memberikan banyak peluang kepada Pak Ricky. Sebuah transformasi yang cukup halus dan berhasil.

Saya berharap bamboo face craft ini mampu mengangkat kerajinan bambu lagi dan membuat produk bambu memiliki kelasnya sendiri. Sukses!


Senin, 10 Juni 2019

Belajar Fokus & Loyal Kepada Bisnis.

Belajar Fokus & Loyal Kepada Bisnis.
Foto: Irvin Busser - PT Solarens Bandung.
Pelaku UMKM harus banyak belajar dari pengusaha-pengusaha menengah dan besar, dan dari sekian banyak hal yang perlu dipelajari adalah mengenai fokus dan loyalitasnya kepada bisnis. 

Liburan lebaran belum lama ini mempertemukan saya kembali dengan Pak Irvin Busser yang sudah daya kenal sejak 2006 lalu saat mengerjakan proyek-proyek renewable energi (solar cell) di beberapa daerah di Indonesia. Sudah cukup lama kami tidak pernah bertemu, sampai akhirnya berkat jasa sosial media (facebook) kami dipertemukan kembali dengan pemilik PT Solarens ini. 

PT Solarens dari sejak awal saya bertemu sampai dengan sekarang masih tetap bergerak di bidan integrated solar energi lighting atau penerangan dengan enerfi solar cell baik untuk penerangan jalan maupu penerangan industri. Panjang perjalanan dari PT Solarens ini banyak yang tidak saya ikuti sampai akhirnya kami dipertemukan di Hotel Novotel Yogyakarta selama liburan ini dan mendapatkan update bisnis dari Pak Irvin Busser.

Fokus, loyal dan improvement adalah hal-hal yang saya pelajari dari beliau saat bertemu dan ngobrol selama kurang lebih 1 jam pertemuan. Dari perusahaan kecil yang awalnya hanya merakit komponen sampai saat ini telah memiliki pabrik lampu sendiri, meskipun untuk solar cell dan battery masih ada sebagian yang diimpor dari luar negeri. Fokus pada bisnis inilah yang memungkinkan PT Solarens mampu memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan yang sebagian besar adalah pemerintah, bahkan dari penuturan Pak Irvin Bisser, 70% produk yang disuppl ke Kementrian ESDM adalah dari PT Solarens.

Fokus, Loyal & Improvement.

Kata-kata ini akan selalu saya ingatkan kepada para pelaku UMKM yang menjadi binaan RumahUMKM.Net sebagai hal-hal yang harus dipegang teguh dalam membangun bisnis mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagaimana kita ketahui, fokus dari para pelaku saat ini masih berkutat bagaimana menghasilkan uang lebih banyak dariapda bagaimana membangun bisnisnya menjadi lebih besar. Hal ini terbukti dengan arah bisnis mereka yang tidak terencana dengan baik, misalnya: terlalu banyak produk dengan segmen dan target pasar yang berbeda-beda. 

Untuk sementara waktu dengan banyaknya produk tersebut para pelaku UMKM bisa memperoleh omzet yang lebih baik, namun untuk jangka panjang sebenarnya mereka tidak mencapai progress atas bisnis utamanya. Loyalitas pelaku UMKM terhadap bisnis utamanya sangat penting dalam membangun bisnis untuk jangka waktu yang lebih panjang. 

Terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam kualitas dan kapasitas produk merupakan tuntutan pasar yang harus terus dijawab oleh perusahaan guna meningkatkan loyalitas customer terhadap perusahaan selain untuk menjawab persaingan yang tidak mungkin bisa dihindarkan. 

3 hal inilah yang dalam 1 jam saya pelajari dari Pak Irvin Busser, yang bisa menjadi pengingat bagi para pelaku UKMM dalam membangun bisnisnya. Jika sementara ini masih banyak pelaku UMKM yang belum ketemu dengan fokus bisnisnya, maka sudah saatnya mereka mulai memilih apa yang sebenarnya menjadi bisnis utama mereka dan saatnya pula untuk belajar loyal kepada bisnis tersebut yang dibuktikan dengan terus melakukan perbaikan-perbaikan dari sisi kualtas produk, layanan dan juga kapasitas produksi. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi teman-teman UMKM. Sukses!