Laman

  • Home

Rumah UMKM adalah sebuah gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia untuk memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui transfer ke Bank Mandiri No Rek 136-00-0401108-3 (Marjoko, ST, MM)

Selasa, 19 Februari 2019

No Prospect, No Sample.

No Prospect, No Sample.
Keluhan dari para pelaku UMKM terhadap kebijakan sampel produk adalah telah banyak sampel yang mereka berikan kepada customer namun tidak mendongkrak penjualan produknya. Mengapa? 

Yang pasti salah satunya adalah sampel tersebut tidak diberikan kepada customer yang tepat karena kita sendiri tidak memahami siapa customer kita. Masih sering para pelaku UMKM melihat gambaran pasar secara umum, misalnya produk makanan pasti bisa dinikmati oleh semua orang. Mereka belum bisa membedakan bahwa mereka produsen dan pasarnya adalah pasar bisnis bukan pasar konsumsi (retail), kecuali mereka membuka toko sendiri.

Kami selalu mengingatkan para pelaku UMKM (produsen) untuk fokus kepada pasar bisnis, seperti reseller, agen maupun distributor. Fokus mereka adalah produksi dan mereka butuh kapasitas penyerapan produk yang lebih besar dengan konsentrasi pasar yang lebih sedikit jika dibandingkan harus bersentuhan langsung dengan konsumen akhir (retail). Namun dukungannya kepada mitra (reseller, agen dan distributor), mereka harus melakukan promosi dan pengenalan brand mereka kepada pasar akhir.

No Prospek, No Sample.

Pada akhirnya promosi yang telah kita lakukan secara konsisten bertahun-tahun akan membawa kita pada persepsi yang baik di pasar. Brand kita mulai dikenal, dan produk kita sudah mulai dipercaya oleh pasar. Pada posisi ini bisa dikatakan produk kita telah memiliki bargaining power

Pada saat itu pula kita mulai menyadari bahwa biaya sampel produk yang telah kita keluarkan untuk promosi sangatlah besar, meskipun perhitungannya sudah kita masukkan dalam harga pokok produksi namun di level UMKM biasanya perhitungan HPP atas sampel sering meleset. Itulah pengorbanan yang harus dilakukan dalam memperkenalkan produk baru di pasar yang baru.

Biaya sampel yang besar menuntut kita untuk berlaku efisien, apalagi setelah kita mulai mengenal pasar kita dengan lebih baik. Kita harus mulai selektif dalam memberikan sampel kepada konsumen, bukan berarti pelit melainkan lebih selektif. Sampel diberikan dengan tujuan membangun bukti bahwa produk kita baik dan cocok untuk konsumen kita, bukan sekedar sebagai hadiah.

Kesulitan dari para pelaku UMKM adalah membangun komunikasi yang konstruktif terhadap prospek customernya, apakah dari pasar bisnis atau pasar konsumsi harus dipahami sejak awal. Langsung bermain dengan pasar konsumsi adalah sah-sah saja, namun akan berkonsekwensi pada pertumbuhan bisnis yang lebih lamban, kecuali jika mereka memiliki outlet penjualan sendiri yang mau tidak mau harus bersentuhan dengan konsumen akhir.

Ketika kita telah menetapkan target pasar kita adalah pasar bisnis, misalnya resto dan cafe, maka kita akan terbantu dengan mengurangi konsentrasi sampel produk pada pasar retail. Misalnya: kami akan menolak permintaan sampel dari agen dan reseller yang akan bermain di pasar retail, kecuali mereka bisa memberikan prospek dan proyeksi penjualannya kepada kami atau mereka harus membeli "produk" sebagai sampel yang mereka butuhkan.

No prospek, no sample - Tidak ada prospek tidak ada sampel. Mungkin akan terdengar sedikit kurang enak, namun hal ini perlu dilakukan mengingat biaya sampel yang telah dikeluarkan sangatlah besar, bisa ratusan juta dalam setahun dan biaya itu harus kembali sebagai investasi. Sebaliknya, kami tidak akan segan-segan memberikan sampel dalam jumlah besar manakala kami melihat prospek dan proyeksi bisnis yang bagus dari target pasar yang berupa resto dan cafe, karena inilah target pasar kita.

Kadang memang ada "pasar khusus" yang sementara ini tidak kita ketahui, namun selama mereka tidak mampu menyajikan gambaran prospek dan proyeksi bisnis yang realistis kita tetap akan melakukan seleksi terhadap pemberian sampel produk.

Kesimpulan: Sampel produk adalah investasi terhadap pasar, dan investasi harus kembali sebagai pesanan. Jika investasi tidak terukur maka perencanaan penjualan kita juga akan bias, kecuali jika investasi dalam sedekah yang tentunya akan dibahas di sesi yang lain. Sukses!







Kamis, 14 Februari 2019

Media Sosial : Bangun Audience Anda Sendiri!

Sosial Media: Bangun Audience Anda Sendiri
Selamat sore teman-teman UMKM kami yang selalu setia dengan RumahUMKM.Net! Selamat mempersiapkan strategi pemasaran untuk minggu depan dan seterusnya. Ini jaman digital, anda tidak perlu keluar uang banyak untuk melakukan pemasaran door-to-door atau direct visit, cukup kunjungi prospek dan customer anda melalui sosial media dan sapa melalui website anda.

Sosial media menjadi sangat menarik untuk ditekuni saat ini karena telah terbukti mampu menumbangkan media konvensional seperti surat kabar, radio dan televisi, bahkan media online pun hanya sebagai shared link untuk mendukung informasi yang lebih detail dan mendalam. Terkait hal ini kami ingin sedikit berbagi pengalaman ringan bagaimana memanfaatkan sosial media sebagai marketing tool yang efektif dan efisien.

Apa yang membuat media sosial anda sukses?

Terkait dengan pemasaran, sosial media yang berhasil adalah sosial media yang memberikan "koneksi" antara anda dengan pasar anda. Di sosial media, anda harus membangun audience (friend, follower, dsb) anda sendiri, yang merupakan pasar dari produk anda, baik pasar langsung maupun pasar tidak langsung.

Untuk urusan bisnis dan membangun brand bisnis anda, maka anda harus mengatur sosial media anda dengan sangat tertib dan rapi termasuk siapa yang ada di dalam sosial media anda. Dengan memahami segmen pasar produk anda, dan target pasar yang akan dibidik, maka dengan segala kemampuan sosial media kita bisa membangun audience kita sesuai dengan segmen dan target pasar kita.

Dengan audience yang tertata, dan tertarget maka setiap pesan yang kita sampaikan dalam sosial media akan mendapatkan respon dan reaksi yang seperti kita harapkan. Dan pesan yang akan kita lempar ke dalam sosial media tersebut adalah pesan yang telah didesain dan direncanakan dengan rapi dengan visi yang jelas.

Baik facebook, linkedin maupun instagram bisa kita desain audiece-nya sebagaimana yang kami sampaikan di atas. Dengan audience yang merupakan segmen pasar kita maka interaksi akan berlangsung konstruktif dan lebih fokus untuk pesan-pesan membangun persepsi (brand) maupun untuk melakukan soft selling.

Audience sosial media yang sukses untuk media promosi dan pemaran bukan dilihat dari banyaknya follower, friend atau semacamnya, melainkan dilhat dari jumlah interaksi yang terbangun olehnya. Semakin banyak interaksi yang konstruktif makan media sosial dianggap sukses sebagi media pemasaran. Sukses!







Senin, 11 Februari 2019

Pasar Cafe & Resto, Target Utama dari Gula Cair GULANAS.

Pasar Cafe & Resto, Target Utama dari Gula Cair GULANAS.
Permasalahan pemasaran di kalangan UMKM seringkali terjadi pada hal yang paling mendasar, yaitu: mereka tidak tahu siapa pasarnya! Mereka tidak paham bagaimana melakukan segmentasi pasar, targeting dan positioning, sehingga kegiatan pemasaran yang mereka lakukan tidak efektif dan efisien dan akhirnya mereka tidak sanggup lagi melakukan kegiatan pemasaran.

Segmentasi pemasaran dimaksudkan untuk membuat skala prioritas atas segmen  pasar yang akan kita garap, meskipun terlihat semua segmen pasar bisa dilayani. Targeting dimaksudkan untuk membuat fokus atas segmen pasar tersebut atau siapa yang akan kita bidik. Dengan memahami kedua hal tersebut di atas, maka kita akan intensif untuk melakukan komunikasi pasar dan juga menyerap permasalahan dan kebutuhan pasar. Info pasar yang paling penting adalah permasalah dan kebutuhan dari pasar itu sendiri.

Dengan memahami keduanya maka selanjutnya perusahaan akan menentukan solusi atas permasalahan dan kebutuhan tersebut, yaitu produk yang akan kita pasarkan! Apakah produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan target pasar? Hal inilah yang akan terus kita cari tahu selama dalam melakukan kegiatan pemasaran. Positioning adalah "umpan" yang akan disajikan kepada target pasar.

Teori tersebut di atas adalah apa yang kami lakukan dalam memasarkan produk gula cari GULANAS. Meskipun pasar retail (konsumsi) juga merupakan pasar yang bisa digarap, namun prioritas pasar adalah pasar bisnis yaitu Hotel, Resto dan Cafe selain industri makanan dan minuman. Dengan menetapkan segementasi pada pasar bisnis dengan target Resto dan Cafe, produk gula cair GULANAS lebih cepat berkembang dan bisa terserap oleh pasar dengan baik.

Beberapa resto dan cafe yang dimiliki oleh orang asing pun sudah mulai memesan produk GULANAS, karena mereka sudah terbiasa dengan produk gula cair. Hal inilah yang membuat kami belajar banyak tentang Segmentasi, Targeting dan Positioning secara praktis karena kami melakukannya sendiri.

Semua tulisan singkat ini mampu memberikan pemahaman awal tentang strategi pemasaran bagi para pelaku UMKM. Sukses.






Selasa, 05 Februari 2019

Konsultasi Marketing, UMKM Produsen Cairan Pencuci Piring.

Konsultasi Marketing, UMKM Produsen Cairan Pencuci Piring.
Setelah 2 bulan larut dengan kesibukan lain, akhirnya pada hari ini kami bisa melayani konsultasi UMKM lagi dan UMKM yang minta konsultasi adalah Ibu Dewi, produsen cairan pencuci piring dengan merk Pori Klin. Berlangsung santai di Teh Java Cafe di Stasiun Tawang Semarang kami ngobrol banyak tentang strategi marketing untuk produk pencuci piring.

Pentingnya memahami segmentasi dan target pasar bagi UMKM merupakan pembukaan diskusi kami, karena banyak sekali para pelaku UMKM yang tidak fokus dengan pasar dari produk yang telah dibuatnya.  Membuat segmentasi yang jelas dengan sebelumnya memahami kelebihan dan kelemahan dari produk merupakan langkah awal dalam mempersiapkan strategi marketing.

Target pasar adalah langkah berikutnya, yaitu dengan memilih prioritas dari segmentasi yang telah kita buat. Tidak semua pasar bisa kita layani dalam waktu yang sama, harus ada prioritas dan target yang secara perhitungan mampu menyerap produk kita. Memahami kebutuhan dari target pasar adalah esensi dari penentuan target pasar. Bagaimana memahami kebutuhan mereka dengan melakukan komunikasi pasar yang efektif dan efisien.

Pori Klin, Cairan Pencuci Piring dengan Aloivera.
Langkah penting selanjutnya adalah menentukan positioning produk, yaitu menempatkan produk kita sebagai umpan atau solusi dari permasalahan atau kebutuhan dari target pasar. Pada kesempatan ini kami juga menjelaskan bahwa tag line dalam label produk Pori Klin sebaiknya mencerminkan dari positioning produk itu sendiri. Apakah target tersebut sudah merupakan "umpan" bagi target pasar kita?

Pasar hotel, resto dan cafe merupakan segmentasi yang harus dibedah oleh Pori Klin, daripada pasar konsumsi retail yang tentunya butuh usaha yang lebih dalam menggarapnya. Lebih spesifik lagi pasar resto dan cafe akan menjadi target pemasaran dari produk Pori Klin. 

Menyusun data base pemasaran merupakan persiapan "lahan" dalam pemasaran, bagaimana kita mampu mengumpulkan data base yang lengkap dengan kontak person-nya merupakan dasar dalam menggarap pemasaran dan promosi produk tersebut. Kinerja pemasaran harus berdasarkan data base yang telah kita buat, karena data tersebut merupakan rencana awal pemasaran. Selanjutnya, menggarap data base dengan cara berkomunikasi dengan prospek pelanggan merupakan langkah berikutnya. Semua informasi dari prospek pelanggan merupakan masukan dan fakta yang harus disikapi oleh produsen dalam "penyesuaian" produknya dengan kebutuhan pasar.

Tidak setiap produk yang telah dibuat akan "cocok" dengan kebutuhan pelanggan, seringkali produk tersebut harus "disesuaikan" dengan kebutuhan pelanggan, misalnya: harga produk dan sebagainya. Bahkan kadang kita akan menemui kenyataan bahwa kualitas produk kita harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar, termasuk ukuran kemasannya. Inilah informasi dan fakta yang sangat penting dari pasar yang harus kita sikapi dengan cara yang profesional.

Di sinilah fase kita memahami produk ktia sendiri dan bagaimana sebenarnya "positioning" produk kita di pasar diuji, apakah benar-benar dibutuhkan atau masih perlu penyesuaian. Inilah masa-masa investasi pemasaran yang harus dilalui oleh pelaku UMKM. 

Semoga cuplikan singkat konsultasi UMKM kami ini bisa bermanfaat bagi UMK yang lain, dan kami siap menunggu kedatangan UMK yang lain dengan produk yang telah siap untuk memasuki pasar. Sukses!




Minggu, 27 Januari 2019

RMF Chicken, Merintis Pasar Ekspor Produk Ayam Indonesia.

RMF Chicken, Merintis Pasar Ekspor Produk Ayam Indonesia.
Tahun 2018 merupakan kebangkitan Indonesia dalam ekspor produk ayam baik ayam frozen maupun ayam hidup. Rintisan ini dimulai saat PT Chaoen Phokpand merintis pasar ekspor ke Jepang dan pasar Malaysia. Perlu diketahui bahwa beberapa tahun sebelumnya, Indonesia tidak ekspor produk ayam karena kasus flu burung yang pernah melanda negeri ini. Kasus ini berdampak dengan kekawatiran dari pihak luar negeri untuk membeli produk ayam dari Indonesia.

Kran kepercayaan telah dibuka, dan ketika Mr. Ricky Martin Falcon yang memiliki bisnis peternakan dan supply ayam di Surabaya datang kepada kami untuk berdiskusi membuka pasar ekspor produk frozen chicke dan live stock, maka hal ini adalah kesempatan yang besar buat kami untuk mengetahui lebih dalam bisnis daging ayam ini.

Ricky Martin Falcon yang sering saya singkat menjadi RMF adalah investor dari Australia yang berbisnis peternakan ayam di Surabaya. Jaringan yang luar di luar negeri memberikan peluang yang besar untuk melakukan ekspor produk daging ayam ke luar negeri karena saat ini Indonesia telah mencukupi kebutuhan dalam negeri. Kita akan kembali menjadi eksportir daging ayam.

Kedatangan RMF ke Semarang adalah untuk berdiskusi mengenai peluang pasar lokal dan pasar ekspor. Kedua pasar memiliki peluang yang menjanjikan sebagaimana ketika saat ini kami mendapatkan permintaan supply ekspor ayam frozen ke Brunei dan Singapore. Memang tidak mudah melakukan ekspor ekspor ayam frozen maupun ayam hidup, karena permintaan perijinan yang cukup ketat untuk produk daging ini, namun pengalaman RMF dalam perdagangan daging ayam di pasar internasional akan banyak membantu ekspor daging ayam Indonesia. Produk ayam hidup dan ayam frozen dari RMF ini selanjutnya akan dikenal dengan RMF Chicken.

Kerjasama ini akan banyak membantu para pengusaha peternakana ayam dan pemotongan ayam di Jawa Tengah, karena RMF juga membutuhkan supply dari mereka untuk kebutuhan bisnisnya. Sebuah peluang yang mesti kami kawal untuk bisa  membantu para pengusaha peternakan ayam dan ayam frozen di Jawa Tengah. Sukses!


 


Selasa, 15 Januari 2019

Tidak Perlu Berbohong Kepada Customer.

Tidak Perlu Berbohong Kepada Customer.


Definisi Pemasaran
Beberapa di bawah ini adalah definisi pemasaran dari beberapa pakar pemasaran yang harus kita pahami sebelum kita belajar pemasaran selanjutnya:
  • "Pemasaran bukanlah seni kelicikan yang memisahkan konsumen yang waspada dari uang kembaliannya" - Theodore Levitt, Marketing for Business Growth.
  • *"Pemasaran memberitahu orang apa yang anda lakukan." - C. J. Hayden, Getting Clients No.
  • *"Seringkali, Pemasaran terlihat sempit sebagai seni menemukan cara-cara cerdas untuk membuang produk perusahaan. Banyak orang bingung pemasaran dengan iklan dan penjualan. Tapi pemasaran otentik bukanlah seni menjual apa yang anda buat, sebagaimana anda mengetahui apa yang anda buat. Pemasaran adalah adalah seni mengidentifikasi dan memahami kebutuhan pelanggan dan datang dengan solusi yang memuaskan pelanggan dan menghasilkan keuntungan." - Philip Kotler, Marketing Management.
Dari ketiga definisi tersebut di atas tersimpulkan bahwa dalam pemasaran kita tidak diperkenankan melakukan kebohongan, pemasaran mengatakan apa yang anda lakukan sebenar-benarnya karena pemasaran adalah seni mengidentifikasi pelanggan dan kebutuhannya. 
Tujuan pemasaran adalah untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, sehingga seorang pemasar harus bisa mengukur dan memahami apa yang menjadi harapan atau keinginan pelanggan serta bagaimana memenuhi harapan dan keinginan tersebut.
Adakah dalam definisi ini tersebut isyarat untuk seorang pemasar untuk melakukan kecurangan atau kebohongan kepada customer? Lantas apa yang akan terjadi jika kita berbohong kepada customer? 
Jangan Berbohong Kepada Customer Anda.
Ada pelajaran penting di sini, dan itu sangat sederhana: "Jangan berbohong kepada customer. Jika anda terjebak dalam kebohongan, anda mungkin harus membayar beberapa hal berikut:
  • Anda akan dipermalukan.
  • Anda akan kehilangan kredibilitas dan kepercayaan dari customer.
  • Hal Ini dapat memberi anda reputasi buruk sebagai individu.
  • Hal Ini dapat mencerminkan reputasi perusahaan anda yang buruk.
  • Kecuali anda adalah pemilik perusahaan, berbohong bisa membuat anda kehilangan pekerjaan.
  • Dan akhirnya, pelanggan dapat pergi dan tidak pernah kembali.
Dengan tulisan ini kami akan mengajak para pelaku UMKM untuk mulai menata kembali pemasarannya dengan dasar kejujuran. Jangan untuk sekedar tampak sempurna di depan customer, kita memberikan informasi yang tidak sebenarnya kepada customer. Misalnya: Malu untuk mengatakan bahwa pengirimannya akan terlambat, pelaku UMKM lebih memilih menjawab pertanyaan dengan kebohongan. Padahal ketika dijawab dengan jujur, masalahnya tidak akan berkembang ke hal-hal yang lain.
Jika diibaratkan, maka setiap kebohongan adalah upaya membuat lubang jebakan untuk kita sendiri, satu kebohongan satu lubang dan pada akhirnya kita juga yang akan terperosok ke lubang tersebut.

Terlebih di era digital ini akan berlaku high trust business, dimana setiap pelaku bisnis dituntut untuk bertindak profesional dan jujur. Internet tidak dibuat untuk membuat peluang melakukan kecurangan, melainkan untuk sebaliknya. Satu keburukan kita tampil di internet maka ribuan atau bahkan jutaan orang akan mengetahui betapa buruk reputasi kita. Dan ingat, pada akhirnya nanti semua transaksi dan kegiatan digital kita akan terlacak, bahkan kepentingan konsumen akan dilindungi oleh hukum IT. Semoga sharing singkat ini ada manfaatnya. Sukses!





 

Senin, 14 Januari 2019

Sebuah Pengalaman Kecil dalam Mengedukasi Pasar.

GULANAS, Sebuah Pengalaman Kecil dalam Mengdukasi Pasar


EDUKASI PASAR

Inilah tahapan terberat dalam memperkenalkan produk baru kepada pasar, namun ini adalah tahapan ini harus kita lakukan meskipun akan menghabiskan investasi dana, waktu dan tenaga kita selama beberapa tahun.

Mengapa kita harus membuat sebuah perencanaan brand? Terkait apa yang menjadi value propotition produk tersebut, pasar mana yang mau dibidik, bagaimana cara menyentuh pasar tersebut, pesan apa yang akan kita sampaikan pertama kali, kedua kali dan berikutnya kepada target pasar kita. Inilah yang berat, karena kita dituntut untuk mendalami secara detail produk dan pasar kita tetapi inilah praktek marketing kita.

Masih ingat ketika pertama kali memasarkan gula tebu cair dan gula aren cair GULANAS, yang paling banyak pertanyaan adalah apa bedanya dengan gula pasir dan bagaimana juga dengan harganya dibandingkan gula pasir. Pertanyaan ini seolah pertanyaan yang naif, namun tetap harus anda jawab dengan bijaksana. Ada ide menarik saat itu, yaitu membuat pertanyaa balik kepada mereka: "Mengapa saat ini anda memilih air minum dalam kemasan daripada air sumur anda? Apakah karena pertimbangan lebih praktis, lebih sehat atau pertimbangan apa? Mengapa anda rela mengeluarkan uang lebih untuk air minum dalam kemasan?

Dengan pertanyaan tersebut, biarlah mereka juga akan merasakan bagaimana menjawab pertanyaan yang sangat mendasar agar mereka lebih punya dasar untuk untuk membuat keputusan untuk "butuh" produk kita, yaitu gula cair.

Ternyata balik bertanya adalah salah satu cara kita dalam mengedukasi pasar, membuat mereka sadar akan keberadaan produk kita, memahami dengan cara berpikir yang sama dengan kita dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpikir bahwa mereka membutuhkan produk kita.

Perjalanan panjang mengedukasi pasar pada akhirnya akan berbuah manis, yaitu berbuah pengakuan bahwa produk kita adalah produk yang mereka cair dan butuhkan dan produk kita adalah produk yang terbaik saat ini. 
 
Semoga pengalaman kecil ini bisa menginspirasi teman-teman UMKM yang lain. Sukses!

Jumat, 11 Januari 2019

Menentukan Media Promosi Brand

Menentukan Media Promosi Brand

Sebuah tulisan dari Adi Kurniawan Yusup, S.E. (Senior Business Analyst, SLC MARKETING, INC.) di bawah ini akan memberikan gambaran betapa pentingnya para pelaku UMKM untuk memahami media promosi yang akan mereka pilih dalam melakukan promosi yang efektif.
 
Menentukan Media Promosi dengan CDI dan BDI.

“Menurut saya, promosi perusahaan ini melalui koran lebih efektif”, ujar salah seorang karyawan perusahaan di divisi pemasaran. “Saya tidak setuju, menurut saya, promosi perusahaan melalui pameran lebih efektif dan cocok bagi perusahaan”, timpal dari karyawan lainnya. Menentukan media promosi yang paling tepat, kerap kali menjadi permasalahan tersendiri di suatu perusahaan. Mengapa? Karena promosi memiliki keterkaitan dengan penjualan. Secara umum, penggunaan media promosi yang tepat akan membuat produk perusahaan semakin dikenal dan memberikan dampak positif bagi penjualan.

Seringkali, media promosi yang digunakan oleh suatu perusahaan bukan hanya terdiri dari satu jenis melainkan beberapa jenis. Contohnya: Cleo yang memiliki positioning di pasar sebagai air murni, melakukan promosi bukan hanya melalui media massa (televisi dan billboard) melainkan juga melalui event–event bazzar yang diselenggarakan. Apa tujuannya? Tujuannya agar perusahaan dapat menjangkau setiap orang yang menjadi target pasarnya karena satu media saja belum tentu dapat memberikan dampak tersebut.

Untuk menentukan media promosi apa yang paling tepat, suatu perusahaan perlu memiliki perencanaan media. Perencanaan media adalah suatu proses untuk mengambil keputusan media manakah yang cocok dengan tipe bisnis dan kondisi perusahaan saat ini. Sebelum menentukan media mana yang akan digunakan, perusahaan perlu mengetahui bagaimana kondisi penjualan produk perusahaan tersebut di suatu wilayah agar perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memilih media komunikasi yang digunakan. Metriks yang digunakan untuk menganalisa hal tersebut adalah Category Development Index (CDI) dan Brand Development Index (BDI).

Category Development Index (CDI) adalah suatu indikator angka tingkat konsumsi relatif pada suatu wilayah pasar dari suatu kategori produk tertentu. CDI dapat dirumuskan sebagai berikut:

Contoh: Suatu negara memiliki tingkat konsumsi susu olahan sebanyak 10 juta liter susu olahan per tahun dan jumlah rumah tangga di negara itu adalah sebanyak 50 juta. Apabila total konsumsi susu olahan di provinsi Jawa Timur sebesar 1 juta liter susu per tahun dan jumlah rumah tangga di provinsi Jawa Timur sebesar 20 juta maka nilai CDI-nya adalah (1 juta : 10 juta dibagi 20 juta : 50 juta) dikali 100 yaitu 25. Nilai CDI ini menandakan bahwa rata-rata rumah tangga di provinsi Jawa Timur mengonsumsi susu 25% dari konsumsi rata-rata nasional.

Brand Development Index (BDI) adalah suatu indikator angka dari perkembangan suatu merek tertentu pada suatu pasar relatif terhadap pasar lainnya dimana merek itu dijual. BDI merupakan perbandingan antara penjualan suatu merek di suatu wilayah dibanding penjualan keseluruhan dan populasi di suatu wilayah dibanding populasi keseluruhan.

Contoh: Penjualan Produk Merek X di Surabaya sebesar 5 juta rupiah. Total penjualan di Indonesia sebesar 500 juta rupiah. Total populasi Surabaya adalah 10 juta penduduk dan total populasi Indonesia adalah 200 juta penduduk. Nilai BDI dapat dihitung sebagai berikut: (5 juta : 500 juta) dibagi dengan (10 juta : 200 juta) dikali 100 yaitu 20. Nilai BDI yang rendah menandakan bahwa promosi yang dilakukan saat ini masih belum efektif baik dapat disebabkan oleh internal seperti: kualitas tenaga pemasaran maupun eksternal yaitu: tingkat kompetisi yang tinggi.

Setelah mengetahui tingkat CDI dan BDI, perusahaan dapat menentukan strategi promosi untuk produk yang dijual. Perusahaan biasanya melakukan promosi secara gencar untuk kategori produk yang memiliki nilai CDI dan BDI yang tinggi (lebih dari 100). Media promosi yang digunakan biasanya adalah promosi Above The Line (media massa). Untuk kategori produk yang memiliki nilai CDI dan BDI yang rendah (kurang dari 100), perusahaan tetap menggunakan media massa hanya untuk menimbulkan brand awareness namun promosi Through The Line (sosial media, website) dan Below The Line (mengikuti event, personal selling) lebih diutamakan. Setelah mengetahui media promosi yang tepat, perusahaan tentunya wajib menghitung kembali biaya promosi yang akan dikeluarkan dengan beracuan pada anggaran promosi yang telah ditetapkan lalu membuat konten promosi yang menarik sesuai dengan target market yang dituju. (Adi Kurniawan Yusup, S.E.)
 
Menentukan Mdia Promosi Brand yang Tepat.
 
Apa yang ditulis oleh Adi Kurniawan Yusuf, SE di atas memberikan gambaran bahwa sebelum melakukan upaya promosi apalagi promosi yang berbayar, kita perlu memiliki suatu metode analisa yang menjadi dasar pengambilan keputusan kita terhadap pemilihan media promosi yang akan kita lakukan. Semua itu dilakukan agar setiap pengeluaran anggaran promosi kita terukur dan efektif.

Saat ini media konvensional telah tergantikan oleh dominasi media sosial dan media online yang  mulai sedikit banyak juga telah digeser oleh media sosial. Dominasi facebook dan instagram harus menjadi pertimbangan dalam melakukan promosi selain juga media yang digelar oleh pesaing facebook, yaitu Google dan group medianya seperti Google + dan YouTube. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun trend menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

Kita tidak akan membahas promosi melalui media sosial yang tidak berbayar, melainkan promosi melalui media sosial yang berbayar seperti face book ads dan google adwork. Kedua provider promosi tersebut benar-benar telah memudahkan kita untuk melakukan promosi dengan sangat efisien dan efektif karena kita bisa menentukan segmen pasar kita dan sekaligus target pasar kita, bahkan disesuaikan dengan budget kita.

Pemahaman kita terhadap segmentasi pasar, target pasar dan posisitioining adalah sebuah keharusan, memahami CDI dan BDI di atas juga sangatlah penting agar semua upaya promosi kita tetap terukur.

Ketika media yang tersedia saat ini sangat memudahkan kita, bukan berarti kita justru bisa trial and error melainkan harus berpikir lebih optimal bagaiman dengan biaya yang minimal kita bisa mendapatkan hasil yang sangat maksimal. Pemahaman mengenai product knowledge dan positioning akan membantu kita dalam membangun pesan promosi yang tepat bagi target market. Format pesan yang berupa audio visual saat ini menjadi dominan baik di facebook maupun di instagram, bahkan di media sosial yang lain.

Ketika kita sudah siap dengan materi atau pesan promosi maka pemilihan media promosi yang tepat akan banyak membantu efektivitas pemasaran dan penjualan. Sukses!
 
 

Kamis, 10 Januari 2019

Perbedaan Distributor, Supplier, Agen, Reseller dan Drop Shiper.

Perbedaan Distributor, Supplier, Agen, Reseller dan Drop Shiper.
Sekilas memang topik tulisan ini memang sangat sederhana, terutama bagi yang telah memahaminya, namun di kalangan pemula usaha dan para pelaku UMKM, hal-hal seperti distributor, Supplier, Agen, Reseller dan Drop Shiper sering kali tertukar dan menimbulkan kerancuan. Oleh sebab itu tulisan ringan ini kami kemukakan agar bisa menjadi bacaan bagi teman-teman pemula usaha dan pelaku UMKM.
Pemahaman yang keliru dalam bisnis bisa menjadi kesalahpahaman yang seharusnya tidak perlu terjadi, apalagi jika kesalahpahaman ini bisa mengakibatkan kita harus kehilangan mitra, relasi dan juga customer. Oleh sebab itu harus dipahami benar arti dari setiap istilah tersebut di atas:

Pengertian Distributor, Suplier, Agen, Reseller dan Dropshiper.


Ketika ditanya mengenai pengertian distributor dan istilah lainnya, ada cukup banyak pemula usaha dan pelaku UMKM yang keliru dan bahkan ada yang belum tahu. Ada yang menganggap reseller adalah dropshipper, atau menganggap suplier itu sama saja dengan agen dan distributor.

Agar hal sepele seperti ini tidak terjadi lagi, definisi singkat mengenai istilah diatas kiranya bisa membantu.

1. Distributor Membeli dari Produsen.

Pengertian distributor adalah pihak yang yang membeli produk secara langsung dari produsen dan menjualnya kembali ke retail/ toko dan bisa juga lansung ke end user. Jadi, distributor ini hanya mengambil produk yang sudah jadi dan siap digunakan tanpa perlu memodifikasinya.

Distributor adalah rantai pertama setelah produsen. Bisa dalam bentuk perseorangan atau perusahaan yang membeli produk langsung dari produsen secara langsung dengan jumlah yang sangat besar.

Tidak sedikit banyak distributor yang mengambil barang tidak hanya di satu produsen saja, tapi dari banyak produsen. Soal harga tentu saja jauh lebih murah karena langsung dalam partai besar. 
Distributor mendapat banyak keuntungan dari potongan harga pembelian produk dari produsen. Semakin banyak produk yang dibeli dari produsen, maka potongan harga produk akan semakin besar.

2. Suplier adalah Pendukung Kegiatan Usaha.

Berbeda dengan pengertian distributor tadi, suplier merupakan seorang pendukung kegiatan usaha yang menjual barang secara kontinyu untuk kegiatan produksi. Umumnya mereka menujualnya dalam bentuk barang mentah, misalnya suplier kertas, suplier besi, suplier bahan makanan, dan seterusnya. Tidak sedikit juga ada suplier yang menjual barang pada distributor.

3. Agen adalah Perantara.

Setelah distributor nantinya akan ada agen yang nanti akan menjual barang ke toko retail. Mereka lebih berfungsi sebagai perantara antara distributor dan retailer. Kapasitas barang biasanya juga lebih kecil dan pendapatan mereka biasanya dari komisi penjualan atau selisih harga yang dibeli di distributor dan harga yang dipatok ke retailer.

4. Reseller Langsung ke Konsumen.

Nah, di bagian paling akhir adalah reseller yang nanti akan menjual barang langsung ke konsumen. Reseller ini sedikit mirip dengan agen. Mereka membeli barang tersebut dan menjual langsung ke konsumen.

Biasanya reseller membeli barang dari produsen dengan harga yang lebih murah dengan jumlah tertentu. Selanjutnya, reseller akan menjual langsung ke konsumen dengan mengambil untung dari selisih harga. Pihak reseller membutuhkan ruang/ tempat untuk menyimpan barang yang akan dijual.

5. Dropshipper Berbeda dengan Reseller.

Bedanya kalau reseller barang fisiknya ada, tapi kalau dropshiper menjual barang atau produk tertentu tanpa memiliki barang secara real. Mereka lebih menjual informasi tentang produknya dan ketika nanti ada yang beli, mereka akan menghubungi pusat tempat mereka menjual informasi produk tersebut.

Umumnya dropsipper ini dijalankan secara online dengan modal menggunakan marketplace atau memakai website sendiri. Cara ini dinilai sangat efektif dan murah. Keduanya juga sama-sama untung. Satu pihak produknya cepat laku, dipihak dropshipper juga bisa menghasilkan uang dengan cara cukup menjual informasinya.

Mengapa 5 Hal Di Atas Dianggap Sangat Penting?

Kunci kesuksesan sebuah bisnis adalah dari sisi marketingnya. Seberapa bagus produk Anda, kalau tidak aktif mencari jalan menjemput bola rasanya mustahil. Kuncinya agar uang cepat berputar adalah dengan melakukan strategi pemasaran secepat mungkin.

Cobalah untuk melakukan beberapa langkah berikut ini:

1. Membuat Rantai Distributor

Buatlah rantai distributor sebanyak mungkin supaya jangkauan pemasaran produk lebih luas. Anda bisa membuat iklan peluang usaha dengan tawaran sebagai seorang distributor. Tawarkan harga yang menarik. Kalau menurut penulis sendiri, keuntungan sedikit (asal masih masuk akal dan bisa untuk diputar lagi) jauh lebih baik tapi yang beli banyak.

Ketimbang menaikan harga sedikit lebih bersaing kemudian Anda harus gigit jari menunggu distributor membantu menyebarkan produk Anda.

2. Harga Bersaing Membuka Peluang Repeat Order

Bila Anda seorang produsen, jangan sampai menaikan harga dengan angka yang keterlaluan. Bisa-bisa produk Anda bisa dikalahkan pesaing di luar sana dengan harga yang jauh lebih murah. Ingat, harga dari Anda nanti masih akan mengalami kenaikan setelah dijual ke rantai berikutnya. Berikan harga yang bersahabat supaya terjadi repeat order.

Dalam memberikan patokan harga, pastikan segalanya juga sudah dianalisa dengan baik seperti inflasi dan resiko kerusakan produk. Jadi kedepannya Anda masih bisa menekan kerugian.

3. Kuncinya Bagaimana Caranya Agar Produk Cepat Berputar


Sebagai seorang produsen, kendala utama adalah bagaimana membuat produk cepat berputar. Anda bisa membuka berbagai macam penawaran mulai dari membuka sistem dropshipper, membuka affiliate dan lainnya supaya produk cepat sampai ke tangan konsumen.

Yang Perlu Dipersiapkan Oleh Pelaku UMKM


Setelah mengetahui arti masing-masing istilah tersebut di atas, makan para pelaku UMKM harus mulai mempersiapkan produknya, mulai dari kualitas yang konsisten dengan adanya sistem baku produksi yang baik, adanya quality control yang akan menjadi jaminan konsistensi kualiatas produk, pengembangan kapasitas produksi dengan teknologi yang lebih efisien, legalitas yang lengkap yang menjamin bahwa produk yang diproduksi dan diedarkan adalah produk yang legal dan memiliki ijin yang lengkap.

Pelaku UMKM pun harus bisa membuat price list produk yang telah mengakomodasikan harga jual publish, harga toko, harga distributor dan harga ex pabrik. Dalam kaitannya dengan distribusi produk, pelaku UMKM juga dituntut untuk memilki packaging distribusi (carton box) yang akan melindungi produk saat dalam transportasi maupun dalam penyimpanan.

Demikian apa yang bisa kami sharing hari ini, semoga bermanfaat terutama bagi pelaku UMKM yang belum memahaminya. Sukses!

Rabu, 09 Januari 2019

Fokus Bukan Hanya Sekedar Konsentrasi Pada Satu Hal.

Fokus bukan hanya sekedar konsentrasi pada satu hal, melainkan melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
Ada satu pengalaman yang ingin kami bagikan kepada teman-teman pelaku UMKM terkait dengan ajakan untuk fokus yang sering diajarkan oleh teman-teman motivator, bahwa fokus bukan hanya sekedar konsentrasi pada satu hal melainkan mengerjakan hal tersebut dari awal hingga akhir.

Dalam pendampingan UMKM selama ini memang hal yang paling mencolok menjadi permasalahan para pelaku UMKM adalah fokus pada bisnis yang digelutinya. Istilah mencoba-coba seringkali menjadi alasan mereka memiliki sebuah usaha, sehingga membuat mereka tidak pernah all out dalam mengerjakan bisnis tersebut. Dengan tidak all out pada bisins tersebut maka hasil usaha mereka pun kurang maksimal pada akhirnya dan mendorong mereka untuk mencoba bisnis lainnya lagi.

Ketika kami coba untuk berdialog dengan para pelaku UMKM yang seperti tersebut di atas, kebanyakan mereka memang belum secara detail memahami bisnis yang mereka geluti saat ini, Mereka mencoba dengan harapan mereka akan melakukan learning by doing namun ternyata ketangguhan mereka tidak cukup untuk tetap bertahan ketika pelajaran belum selesai. Mereka putus di tengah jalan.

Meskipun dari rekan-rekan motivator telah mencoba memberikan arahan dan cara untuk melakukan fokus, namun hasilnya belum maksimal sampai akhirnya kami pun mencoba untuk membedah hal sederhana ini. 

Memahami satu hal ternyata mengandung arti bahwa kita harus paham bisnis ini sampai detail sebelum kita memulai sebuah usaha. Literasi dan referensi perlu kita koleksi sebanyak banyaknya untuk mendukung impian-impian bisnis yang kita sebut dengan visi. Kemampuan menuangkan business plan adalah indikasi bahwa pelaku usaha memahami bisnis tersebut secara teori. Dan business plan tersebut merupakan alat atau tool bagi pelaku usaha untuk membantu mereka fokus pada hal yang telah mereka rencanakan.

Nah, arti selanjutnya dari fokus ternyata adalah dari sisi prakteknya yaitu melakukan bisnis tersebut dari awal sampai akhir. Dengan melakukan bisnis dari awal sampai akhir memberikan pelajaran yang sesungguhnya bahwa bisnis bukanlah hanya selembar business plan, melainkan sebuah action plan yang nyata yang melibatkan pemikiran, intuisi dan insting dalam setiap pengambilan keputusan. Keberanian dalam mengambil sebuah resiko dari waktu ke waktu adalah sebuah pengalaman yang akan terus terasah dan menjadi bekal yang sesungguhkan dalam menjalani bisnis ini. 

Mengapa harus dari awal sampai akhir? Sebuah portofolio bisnis harus dimiliki oleh seoran pelaku usaha sebelum disebut bahwa mereka telah memiliki panduan lengkap (secara praktek) dalam menjalani bisnis tersebut. Hal-hal pengambilan strategi dan taktik adalah pengalaman penting dalam portofolio tersebut. Inilah harta yang termahal dalam esensi sebuah bisnis dan harus dipahami benar oleh para pelaku UMKM. Sukses!


 
 

Selasa, 08 Januari 2019

Sekilas Memahami Sosial Media.

Sekilas Memahami Social Media
Sosial media menjadi media yang sangat dominan saat ini, bahkan keberadaannya mampu menggeser media-media informasi yang lain. Kekuatan inti dari sosial media adalah keinginan untuk sharing apa yang kita lakukan, siapa kita, informasi tempat, pendapat kita, ekspresi kita dan sebagainya. 

Ada berbagai sosial media yang kita ikuti, namun seringkali kita sendiri tidak memahami karakter sosial media tersebut dan apa peruntukannya sehingga pemanfaatan sosial media tersebut untuk bisnis kita kurang maksimal. Pada kesempatan ini kita ingin mencoba membuat ulasan tentang sosial media dan karakter-nya masing-masing.

Twitter - Atau yang biasa disebut dengan kicauan. Dan sesuai dengan namanya social media ini dipakai untuk mengirimkan berita singkat mengenai aktivitas kita saat ini. Pemanfaatan hashtag memberikan efek penyebaran informasi sesuai dengan key word yang di-tag. 

Facebook - Adalah sosial media yang saat ini paling banyak dipakai karena banyaknya kemudahan untuk mendukung bisnis. Facebook lebih menekankan kepada siapa subyek yang membuat posting atau status, atau menunjukkan identitas pembuat status. Dengan demikian facebook organik (tanpa facebook ad) akan lebih efektif jika si pemilik akun cukup kuat personal brand-nya.

Instagram - Adalah sosial yang menggambarkan ekspresi atau moment dan suasana melalui foto dan video. Sosial media ini sangat digemari di Indonesia saat ini karena bisa menjadi media promosi yang paling efektif. Tampilan visual foto dan video yang menarik dan caption yang menarik dan emosional mampu menarik ketertarikan dari pembaca. Kemudahan dalam akses jejaring juga menjadi salah satu sebab mengapa instagram (IG) sangat diminati.

Foursquare - Adalah sosial media yang menunjukan lokasi tempat dimana kita beraktivitas. Hal ini akan memudahkan calon menemukan lokasi yang kita maksudkan.

You Tube  - Adalah sosial media yang memungkinkan kita memberikan edukasi atau menunjukkan proses suatu kegiatan dalam format video. Format audio visual memudahkan pembaca untuk memahami konten yang ditampilkan dalam sosial media ini.

LinkedIn  - Sosial media ini memang didesain untuk para profesional menunjukkan kemampuan atau ketrampilannya dalam suatu bidang. Ruang yang disediakan pun mengarah kepada para profesional untuk mengekpresikan keahliannya kepada para pengguna yang lain. Sosial media ini memang tampil lebih "serius" dalam mengekpresikan profesi dan pekerjaan kita.

Pinterest - Sosial media ini kurang begitu popular di Indonesia, namun lebih popular di USA dan Eropa. Digunakan untuk mengekspresikan kreativitas para penggunanya. Jika memang produk kita diarahkan untuk pasar di luar negeri maka bermain dengan Pinterest cukup menguntungkan, tentukan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris.

Meskipun ada banyak sosial media yang lain seperti Pandora yang didominasi music, Groupun yang dominasi promosi harga terbaik dan sebagainya, namun sosial media - sosial media yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah seperti yang tertulis di atas.

Dengan memahami karakter dan desain dari sosial media tersebut, maka para pelaku UMKM bisa memanfaatkannya sesuai dengan tujuan dan konten masing-masing agar sesuai dengan target hasil yang diinginkan. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, meskipun tidak lengkapSukses!