Laman

  • Home
 photo 1_zpsjvwdvmx6.jpg photo 2_zpsd7drnjzh.jpg photo 3_zpsa9clyu0v.jpg photo 4_zpsdyg669mv.jpg photo 5_zpsbaxqx3fg.jpg photo 6_zpsbo9kq866.jpg

RumahUMKM.Net adalah sebuah situs gerakan moral pemerhati UMKM di Indonesia yang memberikan wadah kepada UMKM agar mendapatkan informasi, edukasi, fasilitasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Semangat untuk mandiri dan berdaya saing global akan terus kami gelorakan kepada UMKM Indonesia.

Donasi kepada Rumah UMKM melalui paypal: jockokellick@gmail.com

Jumat, 23 Juli 2021

Laksana Trans Bali, Dirintis oleh Seorang Tukang Ojek.


Laksana Trans, Dirintis oleh Seorang Tukang Ojek.

Mengapa tiba-tiba saya tertarik menulis Laksana Trans? Pertama karena karena kami dikenalkan dengan perusahaan transportasi pemilik 10 truk karena kami memiliki customer Industri di Buleleng - Bali, yang harus kami supply bahan bakunya. Dari sekian kali kami bertemu dengan sopir dan kernetnya saat pengambilan barang, sampai pada akhirnya bertemu dengan pemiliknya sendiri, anak dari perintis Laksana Trans,  yang melakukan pengambilan barang dari gudang kami ke customer kami di Bali tersebut. Sebagai mitra, kami harus saling mengenal satu dengan yang lain dengan baik guna menjamin koordinasi pengiriman yang memuaskan. Kedua, karena kami merasakan bahwa dari semua sopir dan kernet yang dikirimkan kepada kami oleh Mas Angga Laksana (pemilik perusahaan), mereka bersikap sopan, jujur dan komunikatif. Wow, tidak mudah menanamkan kultur semacam itu kepada karyawan apalagi setelah saya tahu bahwa Mas Angga Laksana hanyalah lulusan SMA. Pengalaman jatuh bangun dalam usaha dan melanjutkan usaha orang tua membuat Mas Angga Laksana sangat teguh memegang nilai kejujuran dan kesopanan.

Laksana Trans didirikan oleh mantan tukang ojek, Bapak Wayan Losmen pada sekitar tahun 2001-an. Memulai menjadi tukang ojek dengan cara sewa motor pada tahun 1980-an, kemudian menjual sapi untuk beli motor untuk ojek. Mencoba menjadi kernet sebelum akhirnya menjadi sopir truk. Pada tahun 2001-an membeli sebuah truk untuk memulai usaha, tambah lagi satu truk ditahun 2004 sampai akhirnya dijual lagi hingga tinggal 1 truk lagi karena pasang surut bisnis. Baru setelah mendapatkan customer industri yang cukup besar di daerah Singaraja maka padar tahun 2014 baru mulai bisa mengembangkan bisnis lagi hingga akhirnya punya 10 armada sampai sekarang.

Sebuah potret perjuangan kewirausahaan yang tidak kenal lelah dan ujian. Sakit stroke yang ketiga kali lah yang bisa menghentikan Pak Wayan Losmen untuk terus bergelut dengan bisnisnya karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan lagi untuk mengelola bisnis ini. Bisnis ini diserahkan kepada Mas Angga Laksana yang sudah digembleng pahitnya perjuangan sejak kecil sehingga transfer kepemimpinan bisa berjalan mulus. Semangat Pak Wayan Losmen dan pemahamannya tentang bisnis yang cukup sederhana, yaitu bisnis harus dilandasi kejujuran, sikap yang sopan kepada customer dan bertanggung jawab menurun kepada Mas Angga Laksana.

Kultur Perusahaan

Sekilas memang tampak biasa, namun jika dicermati bagaimana cara Mas Angga Laksana memimpin perusahaan ini dengan leadership yang menonjol, terlihat ketika instruksi dari atas sampai kepada sopir dan customer dengan koordinasi yang rapi. Kultur jujur, sopan dan komunikatif juga tercermin pada karyawan (sopir dan kernet), yang walaupun penampilannya bertatoo namun ternyata mereka ramah dan sopan. Wow, ini keren!

Bahkan perusahaan yang lebih besar dan dengan pemimpin perusahaan yang berpendidikan tinggi pun seringkali gagal membangun kultur yang baik di dalam perusahaannya. Ternyata saya mendapatkan jawaban dari Mas Angga Laksana bahwa beliau membangun kultur ini dengan contoh dari mereka sendiri baik Bapak (Wayan Losmen) maupun Mas Angga Laksana. Mereka tidak sungkan untuk pegang kemudi jika dirasakan memang urgent untuk melayani pelanggan, semuanya dengan tujuan customer puas dengan pelayanan mereka. 

Dengan reputasi mereka yang baik di Bali, sebelum pandemi semua armada-nya pasti padat jadwal karena banyak perusahaan yang merekomendasikan perusahaan ini kepada perusahaan lain. Pasar yang mereka layani adalah perusahaan-perusahaan di Bali.




Angga Laksana



Wayan Losmen (Bapak, Berjacket)



Dari semua cerita yang disampaikan Mas Angga Laksana kepada saya, pemahaman kewirausahaan saya pun semakin bertambah. Memiliki visi dan tekad yang kuat, passion (minat) yang kuat serta kemauan untuk terus bertumbuh dan berkembang melalui pembelajaran-pembelajaran praktis adalah hal penting dalam kewirausahaan. Berpikir cerdas, sabar dan bekerja keras adalah sebuah keharusan dari seorang pengusaha untuk bisa bertahan dalam persaingan. 

Semoga usaha Mas Angga Laksana bisa terus berkembang dan tetap menjaga komitmen dan kultur kerja yang sudah bagus. Bagi siapa pun perusahaan di Bali yang membutuhkan jasa transportasi dari Bali maupun keluar Bali, bisa menghubungi beliau di no WA: +62 823 4036 1652.












Kamis, 22 Juli 2021

Marketing Itu Mengenai Penciptaan Product Value dan Customer Relationship.


Marketing itu Mengenai Penciptaan Product Value dan Customer Relationship.

Kadang memahami ilmu pemasaran terasa sulit bagi para pelaku UMKM, karena kebanyakan dari mereka adalah UMKM produsen yang fokusnya pada produksi, sementara pelatihan-pelatihan yang mereka dapatkan justru membuat mereka "kebanyakan ilmu" sehingga semakin kabur dari tujuan pelatihan itu sendiri.


Ada 3 komponen penting dalam pemasaran (marketing) yang harus kita cermati lebih seksama ketika membedah masalah pemasaran, yaitu: 

  1. PRODUK; Yang menarik dari komponen ini adalah VALUE atau Nilai produk tersebut bagi customer. Apakah produk tersebut benar-benar sudah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh customer? Apakah kualitas dari produk tersebut merupakan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh customer? Apakah produk tersebut memberikan benefit kepada customer? Dan sebagainya. Seorang produsen harus mampu menjawab mengapa pelanggan mau membeli produknya? Hal ini disebut dengan value proposition.
  2. CUSTOMER; Kemampuan kita menggali informasi tentang customer, berkomunikasi dengan customer dan menjaga hubungan baik dengan customer adalah poin yang sangat penting dalam pemasaran. Seringkali para pelaku UMKM justru mengabaikan komunikasi dengan customer karena mereka terlalu sibuk dengan produknya. Siapa customer mereka? Bagaimana latar belakang, pola pikir dan perilaku pembeliannya? Apa yang mereka inginkan dan butuhkan? Adalah hal-hal yang sangat penting dalam informasi strategis.
  3. BRANDING; Branding adalah komunikasi antara produk dan customer, bagaimana produsen mendeliver value kepada customer (bukan sekedar produk) dan experience kepada customer dan customer memberikan input dan feed back sampai mereka memiliki persepsi atas produk sebagaimana  yang kita inginkan.

Pemasaran, Mulai Darimana?

Pemasaran, mulai darimana? Dari banyaknya pembekalan pemasaran yang didapat oleh para pelaku UMKM, seringkali justru mereka bingung akan mulai darimana? Langsung membuat rencana marketing atau apa? 

Melihat 3 komponen yang tersebut di atas, bagi saya yang perlu dilakukan pertama kami adalah mempersiapkan produk yang telah memiliki value bagi target customer kita. Ketika fungsi, kualitas dan benefit yang ada pada produk kita sudah sesuai dengan apa yang diinginkan atau dibutuhkan oleh customer maka kondisi ini bisa kita sebut "produk telah siap dipasarkan".

Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mulai mengeksplorasi siapa customer kita? Apa latar belakangnya? Bagaimana pola pikir dan perilaku pembeliannya? Apa yang mereka inginkan dan butuhkan? 

Pasti tidak mudah, namun perjalanan dan pengalaman yang akan memberikan banyak pelajaran bagaimana kita mengenal customer kita. Tanpa mengenal mereka dengan baik, kita tidak akan mampu membangun hubungan baik dengan customer kita. Teknik-teknik marketing seperti Segmentation, Targeting & Positiong, Customer Persona, Communication, SWOT, Marketing Mix, Marketing Plan & Strategy perlu dibekalkan kepada para pelaku UMKM secara detail agar mereka mampu merencanakan dan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.

Pelaku UMKM tidak perlu terlalu pusing memikirkan brand building dan branding cukup mereka fokus pada : Product & Service Excellent dan Operational Excellent, Fokus pada Spesifik Marketin dan Selalu Berinovasi. Buatlah customer puas dengan produk dan kinerja bisnis mereka! Selain itu UMKM cukup memahami bagaimana membuat identitas bisnis dan produk yang menarik dan berjangka panjang seperti: logo, label, kemasan, promotion tool dan sebagainya. Seringkali pelaku UMKM terburu-buru melakukan promosi sementara apa yang seharusnya mereka lakukan justru belum siap, sehingga bisa berakibat promosi itu sendiri akan menjadi kontra produktif.

Selanjutnya, membangun kerjasama dan jejaring bisnis adalah hal yang mesti dilakukan oleh para pelaku UMKM selain akrab dengan teknologi digital untuk membantu penyebaran informasi mengenai produk dan bisnis mereka. Kerjasama merupakan cara melakukan akselerasi progress bisnis mereka, misalnya: ketika mereka fokus pada produksi maka sebaiknya mereka mencari mitra yang memiliki kemampuan untuk pemasaran seperti re-seller dan distributor.

Demikian apa yang bisa saya share hari ini. Semoga sukses!






Rabu, 21 Juli 2021

Ketrampilan Komunikasi Dasar

Pelatihan Ketrampilan Komunikasi Bersama PUMP Belanda.

Dari perjalanan pembinaan UMKM di Jawa Tengah, ada satu permasalahan yang sebenarnya kita sudah saling memahami namun justru jarang sekali dimunculkan sebagai materi pembekalan kepada para pelaku UMKM. Padahal ketrampilan komunikasi sangat diperlukan dalam membuat presentasi hingga menyampaikannya dan menjawab pertanyaan lanjutan. Ini mungkin terdengar seperti tugas yang menakutkan bagi para pelaku UMKM yang belum berpengalaman berbicara di depan orang asing, yang membuat mereka akan gugup atau bahkan hilang semua pesan yang akan disampaikan kepada audiens karena stress duluan.

Jika para pelaku UMKM ingin membuat dampak dan membangun eksistensi dalam dalam kegiatan profesional, mereka perlu mengembangkan 4 (empat) keterampilan komunikasi dasar, yaitu: berbicara, menulis, mendengarkan, dan membaca.

Cara berkomunikasi dengan orang lain dan menyajikan ide-ide Anda membuat kesan abadi pada orang-orang. Bagaimana meringkas poin-poin yang akan disampaikan? Atau justru akhirnya menulis bagian panjang untuk menyampaikan pesan? 

Tidak mudah untuk menulis yang ringkas namun jelas, mendengarkan tanpa terganggu atau berbicara dengan menarik. Tetapi dengan latihan dan dedikasi, para pelaku UMKM akan biasa menguasai ketrampilan komunikasi ini. Mari kita jelajahi dasar-dasar komunikasi dan lihat masing-masing dari 4 (empat) keterampilan komunikasi dasar ini.

Dasar-Dasar Komunikasi

Kata-kata memegang kekuatan untuk memikat, menginspirasi, dan memotivasi orang lain. Jika kita dapat mengkomunikasikan ide-ide dengan jelas dan ringkas, orang lain akan mempertahankan makna dengan baik dan memahami pesan kita.

Sering kali, kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang ingin kita sampaikan, tetapi ketika saatnya untuk memasukkannya ke dalam kata-kata, ide itu tersesat dalam bahasa. Ini benar, bahkan ketika kita mendengarkan seseorang saat mereka berbicara. Kita tersesat dalam pikiran kita sendiri dan akhirnya tidak memperhatikan.

Rentang perhatian kita hanya 8 detik,  hal ini adalah bukti bahwa kita perlu bekerja lebih keras lagi untuk memahami hal-hal yang paling mendasar. Membangun keterampilan komunikasi dasar akan membantu Anda mengatasi hambatan komunikasi seperti bahasa yang kompleks, perspektif dan gangguan yang berbeda.

4 Keterampilan Komunikasi Dasar

Keterampilan komunikasi interpersonal dasar tidak hanya tentang berbicara secara efektif. Cara menulis, kemampuan membaca dan keterampilan mendengarkan adalah sama pentingnya. Ada lebih dari satu cara untuk menyampaikan niat anda.

Berikut adalah 4 (empat) keterampilan komunikasi dasar yang perlu kita bedah dari dalam diri kita:

Berbicara

Segala sesuatu mulai dari kata-kata, bahasa tubuh, nada, dan tempo dapat memengaruhi ucapan kita. Misalnya, ketika kita berbicara dengan rekan kerja, kita harus mengadopsi nada yang sopan dan ramah. Berbicara bukan hanya membuang kalimat, kita harus berhati-hati ketika kita menambahkan intonasi dan stres. Misalnya, kita akan menggunakan nada yang berbeda untuk mengajukan pertanyaan dan menekankan sesuatu. Belajar cara berbicara secara efektif akan membantu kita menyampaikan makna dan niat tanpa meninggalkan ruang untuk keraguan.

Tulisan

Dalam bisnis, Kita mungkin harus menulis setiap hari. Hal ini bisa mencakup presentasi, laporan, risalah rapat, atau memo untuk karyawan kita. Sulit untuk melalui halaman demi halaman penulisan. Lebih baik memasukkan ide-ide kunci tepat di awal komunikasi apa pun. Mengembangkan keterampilan menulis akan membantu kita menulis secara ringkas, tanpa harus memberikan terlalu banyak penjelasan. Ini tidak hanya akan menghemat waktu, tetapi juga akan menjelaskan tujuan dengan segera.

Mendengarkan

Mendengarkan mungkin tampak seperti keterampilan yang mudah diperoleh, tetapi itu adalah salah satu yang paling sulit. Komunikasi adalah jalan dua arah; ini adalah dialog antara dua pihak atau lebih. Untuk menjadi komunikator yang baik, Kita perlu memberi orang lain waktu dan ruang untuk mengkomunikasikan pemikiran mereka. Jika mereka memiliki sesuatu untuk dibicarakan, dengarkan mereka dengan hati-hati dan proses apa yang telah mereka katakan. Jangan hanya mendengarkan, tapi mendengarkan dengan maksud. Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya. Ini akan menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan.

Membaca

Kita tidak harus menjadi pembaca yang rajin dan menyelesaikan volume tebal dalam satu malam. Tetapi kita harus dapat membaca laporan bisnis yang kompleks dan dokumen penting yang terkait dengan pekerjaan. Ini bukan hanya tentang kata-kata skimming tetapi juga membaca di antara garis dan menentukan niat penulis. Jika kita memiliki terlalu banyak untuk dibaca di tempat kerja, mengembangkan kebiasaan membaca yang sehat akan membantu tetap berada di atas segalanya.

Kita hidup di dunia yang kompetitif di mana setiap orang bekerja keras untuk menjadi yang terbaik dalam apa yang mereka lakukan. Jadi, kita harus membangun personal brand kita untuk menonjol di keramaian agar kita lebih unggul dalam persaingan. Semoga sharing singkat ini bisa bermanfaat.








Senin, 19 Juli 2021

Menyiasati PANDEMI agar Bisnis Tetap BERLARI.


Menyiasati PANDEMI agar Bisnis Tetap BERLARI.

Kita santai saja berdiskusi tentang masalah siasat dan strategi bertahan di masa pandemi bagi para pelaku usaha. Mengapa? Karena "there is nothing fit for all" yang artinya setiap pelaku memiliki bisnis dengan latar belakang, tujuan dan karakter yang berbeda satu sama lain, misalnya; beda produk, beda konsep dan beda market. Tidak ada sesuatu yang cocok untuk semua. Selain itu setiap teori yang dikemukakan oleh pakar belum benar-benar teruji diterapakan untuk orang lain, selain pada bisnis sendiri dari pakar yang sharing kiat keberhasilannya kepada para pelaku usaha yang lain. Nah, repotnya lagi jika yang sharing strategi adalah orang yang tidak memiliki bisnis sama sekali (berarti belum teruji sama sekali!)

Ada beberapa pelaku usaha sharing di sosial media yang mengatakan bahwa bisnis mereka sangat terdampak dengan situasi pandemi saat ini, dan saya pikir prosentasenya lebih besar dibandingkan dengan yang sharing di sosial media bahwa bisnis mereka masih OK dan bahkan ada yang justru berlipat ganda omzet-nya. Untuk yang masih OK dan bisa tetap bertumbuh, bisa jadi karena bisnis mereka juga diuntungkan dalam kondisi pandemi saat ini atau mungkin karena mereka telah memiliki pondasi pengelolaan bisnis yang kuat dan terstruktur sehingga mampu melakukan semua hal secara efisien dan produktif atau karena mereka mampu mengembangkan strategi marketing yang luar biasa dengan memanfaatkan teknologi yang relevan saat ini, yaitu DIGITAL.

PANDEMI, Saatnya Kita Mereview Operasional Kita.

Terlepas dari apa yang saya kemukan di atas, secara umum dalam masa pandemi ini kita diarahkan untuk mereview kembali bisnis kita, apakah visi atau goal kita masih bisa bertahan dengan kondisi bisnis saat ini atau perlu direvisi? Apakah market kita ada perubahan atau pergeseran sehingga kita perlu mereview STP kita? Apakah operasional kita sudah sangat efisien dan produktif dilihat dari jumlah SDM, teknolgi dibandingkan dengan output yang kita dapatkan?

Sedikit saya share apa yang saya dapatkan dari hikmah ajaran shalat dalam islam, jika kita perhatikan sikap dan gerakan shalat secara cermat, dalam kondisi paling kritis adalah kondisi saat hanya ada kita dengan Allah (Tuhan) kita. Di situlah fokus atau niat kita adalah hanya kepada tujuan (Allah), sikap menunduk memberikan simbolisasi kita untuk selalu aware dengan apa yang kita yakini dan bisa kita lakukan selangkah di depan kita. Kita tidak perlu melihat apa yang ada di atas kita atau apa yang jauh di depan kita, cukup apa yang akan kita lakukan selangkah di depan kita. Kita mulai melihat diri kita, apa yang kita miliki yang bisa kita kembangkan untuk mencapai tujuan kita, karena seringkali kita melupakan potensi dan asset yang telah kita perjuangkan sebelumnya. 

Saya masih ingat saat salah satu senior saya mengatakan bahwa "The power is you, and Allah makes you stronger" dimana dia memotivasi saya untuk terus membangun kepercayaan diri yang kuat dengan tidak boleh lepas dari keyakinan dan tujuan kita. Optimisme adalah hal yang harus dibangun pertama kali saat kondisi diri kita mengalami krisis.

Kembali kepada mereview bisnis kita, sebenarnya tidak ada sesuatu yang hadir langsung sempurna melainkan melalui proses dan ujian. Hal ini sama dengan bisnis yang kita bangun, meskipun bisa berjalan dan berprogress belum tentu sistem pengelolaan bisnis kita telah pada level yang sangat efisien dan produktif, bahkan seringkali kita mengabaikan hal tersebut karena disamarkan oleh keberhasilan sesaat dari bisnis kita. Kita lupa bahwa perjalanan kita masih sangat jauh, dan keberhasilan yang seolah telah kita capai hanyalah "cobaan" untuk kita lalai dengan tujuan bisnis kita.

Mengapa kita harus memiliki biz plan? Salah satunya adalah untuk mereview pemikiran kita di saat awal dengan di saat setelah bisnis berjalan, dan hal ini harus secara periodik dilakukan karena tidak ada biz plan yang sempurna pada awal dan akhirnya. Selain itu bagaimana management plant kita? Apakah kita telah mengelola bisnis kita dengan cara-cara yang efisien dan produktif? Di sinilah kita akan dihadapkan pada pertimbangan dan perhitungan ulang antara jumlah SDM, perlengkapan produksi yang berteknologi dan SOP yang optimal dalam mencapai hasil yang diinginkan. Proses pengadaan bahan baku dan penunjang, proses dan alur kerja, sistem distribusi dan sistem pemasaran akan mendapatkan porsi review yang sangat besar, karena porsi biaya terletak pada poin-poin tersebut. 

Jika tidak ada ujian biasanya orang sulit untuk melihat kemampuan yang terdalam dan paling esensial, dan ujian tersebut adalah situasi dan kondisi selama pandemi Covid-19 dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 ini.

Mereview Produk Kita.

Pernahkan secara berkala kita mereview produk kita dibandingkan dengan pesaing? Apa kelebihan pesaing yang harus kita siasati dan apa kekurang produk kita agar masih bisa bersaing? 

Secara ideal produk kita dituntut untuk selalu baru, unik, beda dan lebih baik dari pesaing. Disinilah kita selalu diingatkan terus berinovasi menghadirkan produk-produk yang dibutuhkan oleh customer tetapi beda dan lebih baik dari produk-produk pesaing. Untuk membuat produk yang baru dan unik memang dibutuhkan energi dan pemikiran yang tidak biasanya, karena butuh mindset dan kultur riset yang kuat dari para pelaku usaha.  Tetapi kedua hal tersebut jika bisa dipenuhi oleh para pelaku usaha, maka dia telah mencuri start dalam persaingan 50% lebih awal.

Bagi saya unik adalah "sesuatu yang kita bisa buat, namun orang lain sulit atau bahkan tidak bisa membuatnya", jadi untuk membuat produk yang unik bisa dimulai dari bahan baku yang unik, proses pengolahan yang unik, finishing produk yang unik, packaging yang unik dan sebagainya. Produk yang unik, namun fokus pada solusi kebutuhan customer adalah strategi produk yang terbaik saat ini.

Jika produk kita telah kita upgrade secara optimal dengan memenuhi poin-poin di atas maka perjuangan pemasaran produk bisa terus dilanjutkan.

Mereview Market Kita.

Selesai dengan produk kita, mulai dengan mereview market kita. Apakah ada perubahan dan pergeseran market saat pandemi ini? Mulaikan identifikasi market anda, ajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka hadapi dalam situasi bisnis saat ini, cobalah analisa dan berikan alternatif solusinya. 

Banyak perubahan dan pergeseran yang terjadi saat situasi dan kondisi pandemi saat ini, dan ha ini merupakan informasi yang sangat penting untuk melakukan perubahan strategi pemasaran yang telah dijalankan. Misalnya; dulunya customer membeli produk kita secara offline sekarang banyak diantara mereka sudah bergeser ke online, maka kita harus mengikuti pergeseran tersebut dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran. 

Sebagai contoh dari bisnis saya sendiri, yaitu gula cair GULANAS yang pasarnya adalah Cafe, maka ketika diberlakukan PPKM banyak Cafe yang tutup ataupun yang bertahan hanya melakukan pesanan kurang dari 50%, dan tentunya hal ini akan mengurangi omzet penjualan yang sangat signifikan. Kita tidak mungkin bertahan jika omzet kurang dari 50% sehingga sejak 2020 lalu kami melakukan shifting market kepada industri minuman, dan berhasil. Sehingga omzet bisa kembali tertolong, sambil menunggu marketi utama kami kembali dan bisa berarti kenaikan omzet saat kondisi normal.

Mengapa hal ini terjadi? Karena kami saat membuat STP pada biz plan awal pandangan dan pemikiran kami hanya terbatas pada Cafe karena kondisi kapasitas produk yang kami miliki. Namun ternyata tanpa terasa kapasitas kami telah meningkat seiring peningkatan customer yang bertahap dan telah bisa menyuplay industri minuman. Pastinya banyak pelaku usaha yang juga kurang update dengan STP mereka, cobalah mereviewnya kembali, jangan-jangan ada potensial market yang belum tergarap.

Hal yang terjelek yang bisa kita lakukan adalah menjadikan existing customer kita tidak berhenti membeli dari kita, baik dalam kondisi bisnis mereka yang sulit saat ini atau bahkan ketika mulai membangdingkan kita dengan supplier lain. Yang kami lakukan adalah selalu ikut membantu promosi Cafe-Cafe yang menjadi customer kami, agar mereka juga bisa berkembang. Anggap cafe mereka adalah milik kita, sehingga kita harus ikut membantu perkembangan bisnis mereka.

Tetap Lakukan Branding.

Ketika kondisi ekonomi ini sulit, pertanyaan yang typikal muncul dari cusomer adalah tentang eksistensi bisnis kita. Oleh sebab itu kita harus tetap melakukan promosi dan branding agar informasi eksistensi kita tetap terjaga, namun jangannya membuat promosi yang over promise karena bisa jadi akan menjadi bumerang secara emosional. Misalnya : ketika hampir semua kondisi bisnis sedang sulit, kita berpromosi bahwa bisnis kita tidak masalah bahkan naik tajam progressnya. Apakah perlu hal yang semacam ini? Secara emosional justru hal ini akan kontra produktif, buatlah promosi yang wajar dan halus.

Menujukkan empati kita kepada bisnis teman-teman pelaku usaha yang sedang mengalami kesulitan adalah konten yang sangat penting di social media kita. Kita adalah bagian dari ekosistem bisnis yang besar, sehingga kita perlu menjadi bagian dari mereka. Ketika kita justru ingin tampil "beda" dengan hal-hal yang sebaliknya, dikawatirkan justru akan menuai kontroversial.

Terus Lakukan Optimasi Penjualan.

Penjualan adalah nadi dari bisnis kita. Perusahaan yang sudah tidak bisa melakukan penjualan atau melakukan penjualan namun dibawah total biaya yang dikeluarkan perusahaan maka memiliki peluang untuk bertahan yang sangat kecil.

Penjualan ibarat nyawa bagi bisnis kita, sehingga segala upaya kreatif harus dikerahkan untuk mempertahankan penjualan kita setidaknya di titik yang tidak merugi. Setiap detail poin dalam penjualan harus kita cermati untuk strategi optimasi, misalnya: bagaimana kita mencoba menaikkan penjualan dari setiap customer kita meskipun cuma 1 - 2%. 

Di sisi lain kita pun harus terus melakukan efisiensi dalam biaya produksi dan operasional, agar margin profit kita bisa lebih baik.

Upaya untuk terus mengembangkan customer harus tetap dilakukan sebagai upaya optimasi penjualan meskipun sulit untuk kondisi saat ini, namun bisa disiasati dengan kerjasama penjualan/pemasaran dengan pihak-pihak yang eksper dibidangnya. Atau kita bisa juga melakukan sub contracting atau sub vendor kepada perusahaan besar yang sejenis dengan kita.

Optimasi promosi melalui social media juga harus terus dilakukan, karena hal ini tidak terlalu sulit dibandingkan dengan upaya-upaya di atas, maka upaya ini harus ditarget dengan kenaikan viewer, follower, friend dan semacamnya. Genjot terus!

Demikian apa yang bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat untuk yang membutuhkan informasi ini. Sukses!



Siapkan Dulu Produk, Servis & Pengelolaan Bisnisnya, Baru Bicara Digital Marketing & Ekspor.


Siapkan Dulu Produk, Servis & Pengelolaan Bisnisnya,
Baru Bicara Digital Marketing & Ekspor.

Di setiap kesempatan saya mengisi pembekalan materi "Digital Marketing" dan "UKM Go Ekspor" saya selalu mengingatkan para pelaku usaha tentang kesiapan produk mereka sebelum masuk ke program tersebut di atas. Bahkan tidak cuma produk saja, melainkan bagaimana servis perusahaan terhadap konsumen dan juga bagaimana pelaku usaha UMKM mengelola bisnisnya. 

Mengapa demikian? Dengan adanya teknologi digital saat ini, menemukan calon pembeli atau customer jauh lebih mudah daripada masa-masa sebelumnya, namun seringkali mengelola pembeli atau customer lah yang sebenarnya menjadi permasalahan dari para pelaku UMKM tersebut. Itulah sebabnya masalah marketing yang paling mendasar adalah pada mindset dan perilaku marketing itu sendiri.

Latah Digital Marketing

Perlu sekiranya saya ingatkan lagi kepada para instansi pembina UMKM, bahwa marketing tidak bisa serta merta diwakili oleh digital marketing karena ketrampilan dan pengetahuan marketing dasar (essential) harus dipahami terlebih dahlu oleh para pelaku UMKM ketika mereka akan melakukan digital marketing. Digital marketing adalah tool marketing yang terdiri dari digital content, digital media dan digital support. 

Selain itu seringkali tanpa melakukan seleksi dan kurasi, semua UMKM produsen dijejali dengan pelatihan digital marketing tanpa seleksi dan kurasi produk, servis dan pengelolaan bisnisnya. Digital marketing diibaratkan gerbang menuju "hutan belantara" yang liar dan ganas, dimana ancaman persaingan bebas dan saling menjatuhkan bisa saja terjadi sewaktu-waktu terlebih bagi produk yang belum siap, bukannya mendapatkan repeat order justru menuai komplain dan tentunya komplain ini lebih mudah menyebar dan mudah ditemukan di dunia maya. 

UMKM produsen perlu juga diajarkan bagaimana bekerjasama dengan para expert atau ahli digital marketing yang biasa memasarkan produk melalui media digital, dengan tujuan para UMKM produsen bisa fokus pada produksi, kualitas produk, kapasitas dan konsistensi supply sementara pemasaran telah dilakukan oleh mitra marketing digital tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa UMKM skala mikro kecil masih sering ditemui praktek-praktek one man show dimana pelaku usaha melakukan semua fungsi kerja di bisnis tersebut. Jika base usahanya adalah produksi seharusnya pelaku usaha adalah expert di bidang produksi, yang dia butuhkan adalah mitra pemasaran. 

Tentunya banyak mitra pemasaran digital di luar sana, selama produk yang dihasilkan baru, unik, beda dan lebih baik dari pesaing maka peluang untuk mendapatkan mitra pemasaran cukup terbuka. Toh saat sekarang entrepreneuship berkembang pesat, bidang pemasaran inilah yang banyak mendapatkan pilihan untuk memulai usaha. Banyak orang ingin mulai usaha dengan berdagang, berdagang dengan fasilitas digital.

Dari semua apa yang saya sampaikan di atas, kembali saya mengingatkan bahwa sebelum masuk ke digital marketing maupun UKM Go Ekspor pastikan produk, servis dan pengelolaan usahanya siap dan terpenuhi. Sukses!








GULANAS Mengembangkan Gula Rendah Glikemik untuk Pasar yang Berbeda.

Gula Pasir Rendah Glikemik (Sachet)

 

Salah satu tantangan bagi perkembangan usaha UMKM adalah inovasi, membuat sesuatu hal yang baru, unik, berbeda dan tentunya harus lebih baik dari yang pernah ada. Tidak semua UMKM memahami arti inovasi, karena mereka belum memiliki budaya research & develepmont dalam mengembangkan bisnisnya.

Menyadari cita-cita besar di masa mendatang, PT Gula Energi Nusantara (GULANAS) terus melakukan inovasi dan pengembangan produk. Setelah berhasil memperkenalkan gula tebu cair dan gula aren cair untuk pasar cafe & resto serta industri minuman, saat ini GULANAS sedang mempersiapkan gebrakan baru dengan produk gula rendah glikemik yang jauh lebih aman untuk dikonsumsi semua kalangan. Gula rendah glikemik yang dikembangkan ini ada dalam bentuk cair maupun kristal. 


Produk Gula Aren Cair untuk Cafe & Resto 


Produk Gula Tebu Cair untuk Cafe & Resto

Untuk pengenalan awal produk gula rendah glikemik, GULANAS sedang menggenjot penjualan gula pasir rendah glikemik dengan alasan bahwa produk gula pasir sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia sementara gula cair masih diserah oleh pasar bisnis dan industri.


Gula Pasir Rendah Glikemik GULANAS (LOGICANE)

Untuk pemasaran produk ini, GULANAS sedang melakukan beberapa pendekatan dengan berbagai mitra distributor yang memiliki jaringan pemasaran ke apotik dan rumah sakit atau pasar retail lain yang sudah mengenal produk-produk healthy. Edukasi bahwa gula rendah glikemik ini adalah gula masa depan terus diupayakan, agar ketika distibutor mulai penetrasi ke pasar, maka pasar telah siap dengan pengetahuan atas produk gula rendah glikemik.


Presentasi Produk Produk pada Mitra Distributor.

Meskipun fokus pemasaran gula rendah glikemik masih pada gula pasir rendah glikemik, bukan berarti permintaan gula cair rendah glikemik kami abaikan. Sebenarnya gula tebu cair dan gula aren cair kami sangat alami kandungannya, sehingga termasuk aman untuk konsumsi harian. Namun tuntutan standar glikemik index pada gula di kemudian hari akan semakin ketat sehingga GULANAS harus sudah mempersiapkan teknologi ke arah sana, dan GULANAS telah berhasil membuktikannya. Bahkan semua inovasi ini pun telah diajukan dalam perlindungan HKI agar terlindungi secara legal.



Minggu, 18 Juli 2021

Investasi Konten di YouTube

Investasi Konten di YouTube

Sebenarnya malu jika harus mengatakan bahwa saya seorang YouTuber karena follower saya baru sekitar 13.450an, belum banyak. Tetapi untuk konten di YouTube saya telah menabung sebesar 1.297-an konten berupa video resep masakan, karena memang YouTube yang saya kelola ini adalah arsip video dari DiahDidi.Com. 

Dengan konten yang sedemikian banyak, sekitar 4 tahun yang lain penghasilan dari YouTube cukup lumayan untuk kegiatan yang iseng-iseng ini, namun semakin ke arah sisi aturan Google Adsense semakin memperkecil penghasilan dari YouTube, cukup drastis juga pengaruhnya.

Sempat malas juga untuk upload konten ke YouTube ketika tahu bahwa penghasilan dari Google Adsense merosot drastis, namun beberapa teman menasehati untuk jalan terus dan anggap saja investasi konten di YouTube sambil mencari peluang menawarkan promosi dari pihak klien (non Adsense) dan nasehat itu saya ikuti sampai sekarang.

Investasi Konten di You Tube

Seolah-olah konyol ketika penghasilan dari YouTube tidak bisa memberikan support kepada operasional pembuatan konten, justru saat itulah kita dituntut untuk kreatif dan efisien. Konten dari YouTube kami adalah arsip dari konten di IG @bunda_didi, jadi kami bisa membuat 1 konten untuk 2 social media. Mengapa? Kebanyakan di instagram viewer kita adalah para follower setia, dan hanya sekian persen dari luar follower kita dan setelah sekian waktu jangan yang akan melongok ke konten-konten IG kita yang sudah lewat.

Beda dengan YouTube, konten-konten yang ada di YouTube masih sangat terbuka dibuka oleh pembaca bebas dan tidak terbatas oleh waktu. Hal ini akan lebih terbantu ketika kita juga aktif berinteraksi dengan audience serta melakukan promosi, baik berbayar maupun tidak berbayar.

Dari pertimbangan tersebut di atas, dengan investasi konten yang terus bertambah bukan tidak mungkin kita hanya menunggu waktu untuk booming ketika konten kita konsisten dengan konsep kita dan konten kita adalah apa yang dibutuhkan oleh viewer.

Seperti di instagram, YouTube juga bisa ditawarkan kepada para klien (brand) untuk melakukan promosi di akun YouTube kita ketika follower kita sudah lebih dari 20.000an (dari pengalaman saya) dan terbukti memiliki interaksi yang cukup baik dengan audience. Untuk mencapai ini memang pemilik akun harus aktif melakukan promosi konten-konten YouTube-nya melalui social media, baik melalui group maupun komunitas yang relevan dengan konten kita. Baik yang gratis maupun yang berbayar (Ads).

Di sinilah saya mulai paham dan terus memperkaya konten di YouTube: https://www.youtube.com/user/jockokellick dan tidak fokus pada tujuan jangka pendek melainkan fokus jangka panjang. Saya hanya menyemangati diri untuk bisa segera mencapai follower sampai 20,000 dengan mempercepat progress yang sekarang, yang hanya 135 follower per bulan. 

Hal ini benar-benar seperti perjalanan saya merintis bisnis fisik yang lain, perlahan kita kembangkan dari nol sampai bisa berkembang seperti sekarang. Semoga sharing ini bisa bermanfaat buat teman-teman yang lain, yang penting konten kita adalah apa yang dibutuhkan oleh audience kita dan memiliki konsistensi terhadap konsep yang kita tetapkan. Sukses!











Sabtu, 17 Juli 2021

Apa Sih Digital Branding?


Apa Sih Digital Branding?

Apa Sih Digital Branding?

Tahun lalu iseng-iseng baca tulisan dari Ms Michelle Robertson, tentang digital branding ketika melihat istilah digital branding mencuat naik, penasaran saja apakah pemikiriannya sama dengan apa yang saya pikirkan saat ini tentang digital branding.

Sebuah brand tanpa kehadiran digital ibarat mobil tanpa ban. Ini tidak akan berhasil dengan cepat. Meskipun pencitraan merek "analog" yang kuno belum berjalan mulus, bisnis saat ini membutuhkan beragam alat pencitraan merek digital untuk memperkuat kehadiran mereka di dunia nyata.
Mulailah strategi merek Anda sendiri dengan panduan penting kami untuk pencitraan merek digital. Kami akan menjelajahi semuanya mulai dari media sosial hingga SEO dan pemberi pengaruh hingga email sehingga Anda dapat memastikan kampanye merek digital Anda mencentang semua kotak yang tepat.

Semua yang perlu Anda ketahui tentang branding digital

Apa itu branding?
Apa itu branding digital?
Pencitraan merek digital vs. pemasaran digital
Apa yang bisa dilakukan digital branding?

9 hal penting dari merek digital yang sukses:
  • Logo
  • Situs web
  • Pesan merek
  • SEO
  • Media sosial
  • Iklan online
  • Pemasaran konten
  • Pemasaran influencer
Kami baru saja memberikan 3-B ke arah Anda: merek, pencitraan merek, dan identitas merek. Mereka semua terkait tetapi tidak persis sama.

Merek Anda adalah cara dunia luar memandang perusahaan Anda.

Branding Anda adalah proses merancang dan membangun merek yang unik dan mudah diingat. Identitas merek Anda adalah sekumpulan elemen kreatif yang dimasukkan ke dalam proses pencitraan merek — seperti situs web, media sosial, dan logo Anda — yang menyiarkan pesan, nilai, dan tujuan Anda.

Ke- 3B ini semuanya harus bekerja sama. Anda tidak memiliki merek nyata tanpa identitas merek, dan Anda tidak akan pernah memiliki merek sampai Anda memulai pencitraan merek.

Mulailah mendefinisikan merek Anda dengan bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini:
  • Siapa Anda sebagai perusahaan?
  • Apa yang membuat Anda unik dari merek lain?
  • Apa pernyataan misi merek Anda? Apa yang memberinya tujuan?
  • Apa nilai-nilai Anda?
  • Siapa pelanggan ideal Anda?
  • Mengetahui dan mendefinisikan dengan tepat siapa Anda adalah langkah pertama dalam menciptakan merek yang bermakna.
Apa itu branding digital?

Pencitraan merek digital adalah cara Anda merancang dan membangun merek Anda secara online melalui situs web, aplikasi, media sosial, video, dan lainnya. Branding digital terdiri dari kombinasi pemasaran digital dan branding internet untuk mengembangkan merek secara online.

Mengapa kehadiran merek digital penting? Nah, lihat dari ponsel yang mungkin Anda gunakan… Kita semua menggunakan perangkat kita secara konstan. Sebagian besar dari kita terlibat dengan dunia yang lebih besar melalui lensa internet, yang menjadikannya penting bagi merek untuk menjangkau pelanggan target dan mengubah pengguna satu kali menjadi loyalis jangka panjang.

Pencitraan merek digital memungkinkan perusahaan mana pun untuk membuat kehadirannya dikenal di mana saja — bahkan di telapak tangan Anda. Lagi pula, jika ibu saya memiliki Instagram, mengapa merek sepatu favorit saya tidak?

Pencitraan Merek Digital vs. Pemasaran Digital

Apa perbedaan antara pencitraan merek digital dan pemasaran digital? Sementara branding digital berfokus pada pemberian nilai dan loyalitas yang menginspirasi serta pengenalan merek, pemasaran digital adalah tentang menemukan pelanggan baru dan menghasilkan penjualan.

Iklan terus-menerus dilemparkan kepada Anda secara online, meskipun Anda tidak menyadarinya. Itulah pemasaran digital yang terbaik. Iklan mungkin datang dalam bentuk seleb Instagram yang menggembar-gemborkan riasan favorit mereka atau kupon pop-up di situs web.

Tidak seperti iklan tradisional, pencitraan merek digital tidak berbicara kepada Anda; itu berusaha untuk terlibat dengan Anda. Ini lebih tentang membangun identitas online dan perasaan positif, daripada menginspirasi orang untuk melakukan pembelian satu kali. Pelajari semua tentang berbagai jenis pemasaran digital di sini.

Manfaat Branding Digital

Kehadiran digital yang kuat membuat pelanggan merasa terlibat secara pribadi dengan perusahaan atau produk. Pencitraan merek yang dibuat dengan baik membina hubungan dengan pengguna dan memungkinkan Anda untuk berbicara langsung dengan konsumen melalui interaksi sehari-hari pada platform yang sudah mereka gunakan.

Targetkan audiens Anda

Kehadiran online perusahaan Anda adalah mode perdana yang digunakan oleh sebagian besar calon pelanggan untuk mempelajari dan berinteraksi dengan merek Anda. Pencitraan merek digital memungkinkan Anda membidik audiens Anda dengan menargetkan grup pelanggan tertentu melalui platform online yang paling sering mereka gunakan: Twitter, Facebook, Instagram, dan lainnya.

Ambil contoh perusahaan seperti Outdoor Voices, merek pakaian olahraga. Dalam hitungan tahun, ia mengembangkan hashtag media sosialnya sendiri, #DoingThings, yang diberi tag pelanggan saat mereka mengenakan pakaiannya dan mewujudkan gaya hidupnya. Saat ini, lebih dari 155.000 posting ditandai dengan #DoingThings di Instagram saja.

#DoingThings adalah perbedaan antara konsumsi buta suatu produk dan merasa seperti Anda adalah bagian dari suatu kelompok atau gaya hidup. Saat Anda membeli legging atau bra olahraga dari mereka, Anda membeli tiket masuk ke klub digital besar. Itu jauh lebih menarik bagi pelanggan daripada sekadar membeli pakaian olahraga apa pun.

Terhubung dengan pelanggan

Pencitraan merek digital yang sukses membuat pelanggan merasa seperti Anda berbicara langsung kepada mereka, terutama karena Anda terlibat di platform yang sama yang mereka gunakan untuk berinteraksi dengan teman dan anggota keluarga. Jadilah pribadi dan bermakna: begitulah cara Anda mengubah pelanggan yang pernah menjadi pelanggan merek seumur hidup.

Pada intinya, branding digital memfasilitasi komunikasi antara perusahaan dan pelanggannya. Ini bisa sesederhana mempermudah pelanggan untuk menemukan informasi tentang perusahaan Anda di situs web Anda, atau membantu mereka dengan cepat mendapatkan layanan pelanggan yang hebat. Pada akhirnya, merek yang tidak dapat ditelusuri secara online secara praktis tidak ada dalam benak konsumen kontemporer.

Sebarkan beritanya — cepat!

Twitter Sandwich Ayam Popeyes
Gambar melalui Twitter
Ada juga manfaat tersier dari pencitraan merek digital, seperti potensi untuk "menjadi viral" atau menjangkau khalayak massal dalam waktu singkat dengan sedikit biaya atau tanpa biaya.

Ambil sandwich ayam Popeye yang sekarang terkenal. Hanya dalam beberapa hari setelah merilis sandwich, produk tersebut menerima sekitar $ 23 juta dalam iklan online gratis hanya karena begitu banyak orang — reporter, penyiar berita, pengguna Twitter — membagikan, memposting, dan menyukainya. Sekarang sandwich terjual habis di banyak restoran, memberikan pengaruh dan iklan yang lebih besar untuk produk tersebut. Ini adalah jenis eksposur yang tidak bisa dibeli dengan uang.

9 komponen branding digital yang sukses

1. Logo

Logo adalah gambar tunggal yang harus dikaitkan pertama dan terutama oleh pelanggan dengan merek Anda. Pikirkan Disney dan Anda melihat telinga tikus. Pikirkan Apple dan Anda langsung membayangkan buah yang menyala.

Logo harus sesuai dengan kepribadian dan nilai bisnis, industri, dan audiens target Anda. Meskipun Anda tidak ingin terlalu mencolok, desain logo Anda harus cukup berkesan untuk meninggalkan kesan, tetapi tidak terlalu rumit sehingga penonton tidak akan mengingatnya di tengah rentetan gambar harian yang mereka serap secara online.

Mulailah dengan mendefinisikan merek Anda: Apakah Anda modern dan minimalis? Retro dan vintage? Menyenangkan dan unik? Apakah Anda membayangkan logo wordmark hanya dengan teks atau sesuatu yang lebih berbasis gambar atau ikon?

Lihatlah logo di industri Anda untuk melihat apa yang dilakukan pesaing Anda. Dan jangan lupa tentang teori warna: Warna logo yang tepat dapat membuat Anda menonjol dan mengatur suasana hati. Skema warna ini harus menjadi standar di seluruh materi merek Anda.

Logo harus terlihat bagus dalam semua ukuran di semua bahan merek Anda: kop surat, kartu nama, papan iklan. Tapi ingat: platform digital membutuhkan ukuran dan gambar tertentu. Anda harus mendesain logo yang berfungsi baik pada gambar profil, foto sampul, header email, tombol aplikasi, dan lainnya.

Logo adalah perhentian pertama Anda dalam perjalanan menuju merek digital yang hebat. Namun jangan khawatir, kami memiliki semua yang Anda butuhkan untuk mulai memimpikan logo yang sempurna di panduan kami tentang cara mendesain logo.

2. Situs web

Jika logo Anda adalah tanda untuk bisnis Anda, situs web Anda adalah lokasi etalase digital Anda. Ketika pelanggan ingin mengetahui lokasi fisik Anda, jam operasi Anda, daftar produk atau informasi kontak Anda, mereka tidak akan menggali melalui buku telepon. Mereka akan Google situs web Anda, tempat mereka berharap menemukan informasi dengan cepat dan mudah.

Situs web yang efektif itu sederhana dan mudah dinavigasi. Sederhanakan desain dan pertahankan konsistensi merek dengan skema warna terbatas yang cocok atau melengkapi logo Anda. Tonjolkan nama merek dan detail penting Anda dengan font tebal dan dapat dibaca. Buat halaman tetap ringkas dan langsung ke tujuan, dan jangan mengganggu pengguna dengan TMI. Cara tercepat untuk membuat calon pelanggan berhenti mengklik adalah dengan mengubur info penting.
Situs web Anda juga harus memiliki struktur tautan "yang dapat dirayapi", yang berarti manusia dan mesin telusur dapat menavigasi ke semua informasi yang disajikan di situs web dengan mudah. Dengan cara yang sama, konten ini harus dapat diindeks dengan mudah oleh mesin telusur (lebih lanjut tentang itu nanti) sehingga konten Anda tidak tersesat di tumpukan lumpur internet.

Terakhir, pastikan situs web Anda berfungsi. Periksa setiap tautan, setiap tombol, setiap gambar… Kesalahan terlihat amatir.

Situs web sangat penting untuk kesuksesan merek, tetapi kami menyediakan panduan utama untuk desain web untuk Anda.

3. Pesan merek

Pesan merek adalah apa yang perusahaan Anda katakan dan bagaimana Anda mengatakannya. Jika saya membuka kedai sarapan dengan pancake blueberry terbaik di kota, sebaiknya pastikan saya menyebutkannya dalam pesan merek saya. Pesan tersebut harus mencerminkan apa yang dilakukan dan diyakini oleh perusahaan Anda, dan berbicara secara ringkas tentang kebutuhan dan keinginan langsung pelanggan Anda.

Pesan merek yang sukses harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

Apa yang kamu kerjakan?
Apa yang Anda perjuangkan?
Mengapa Anda penting?

Kentang Goreng Dunia Arbys Warcraft

Arby's membuatnya tetap ringan, ceria, dan relevan dengan budaya pop di Twitter. Gambar melalui Twitter.
Jika saya adalah kafe pancake itu, saya ingin pesan merek saya menyampaikan bahwa saya membuat pancake blueberry lebih baik dari siapa pun, bahwa saya mendukung makanan sarapan yang lezat dan itu penting karena tidak ada tempat yang lebih nyaman dan ramah di kota!

Nada suara Anda juga harus selaras dengan perusahaan Anda dan layanan yang ditawarkannya. Jual lip gloss? Jaga hal-hal menyenangkan dan modis. Jual peralatan medis? Tenangkan diri Anda dan bersikaplah profesional. Selalu lakukan yang terbaik untuk fokus pada kepositifan dan solusi daripada poin rasa sakit.

Pesan Anda akan terdengar sama di semua tempat. Teks yang muncul dalam penelusuran Google di perusahaan Anda harus cocok dengan merek yang berbicara di situs web Anda. Demikian pula, perwakilan layanan pelanggan Anda harus berbicara seperti yang Anda lakukan di Instagram dan Twitter.

Pastikan pesan merek Anda berbicara kepada audiens online. Singkatnya: Jika merek Anda ada di internet, merek itu harus bertindak seperti yang dilakukan internet. Internet memiliki mode komunikasi uniknya sendiri (mis. Meme, GIF, slang) yang harus digunakan perusahaan Anda di media sosial jika sesuai.

Misalnya, pada #InternationalDogDay FedEx memposting foto pembawa surat yang berpose dengan anak anjing, cara yang menyenangkan untuk berinteraksi di internet sambil menumbangkan kiasan tukang pos vs. anjing. Poin bonus: Mereka bahkan menggunakan emoji.

Pesan Anda juga harus berbeda menurut platform. Twitter adalah tentang menanggapi peristiwa terkini secara real-time, jadi halaman Twitter merek yang sukses juga akan bereaksi terhadapnya.

Ketika Katedral Notre Dame terbakar pada April 2019, CEO Apple Tim Cook menanggapi di Twitter dengan berjanji menyumbang untuk pembangunan kembali.

Itu adalah contoh sempurna dari keterlibatan online dengan niat dan makna.

4. SEO

SEO (pengoptimalan mesin telusur) memastikan merek Anda dan penawarannya mudah ditemukan di mesin telusur, salah satu cara utama pelanggan mencari layanan Anda. Mulailah dengan mendesain situs web Anda dengan mempertimbangkan SEO. Tempat yang bagus untuk memulai adalah Pedoman Webmaster Google, yang menjelaskan cara Google mengindeks dan memberi peringkat situs. Inilah tip utama mereka:
  • Pastikan setiap halaman web dapat dijangkau dengan link dari halaman lain yang dapat ditemukan.
  • Batasi jumlah link pada halaman paling banyak seribu.
  • Rancang laman terutama untuk pengguna, bukan mesin telusur.
  • Pertimbangkan apa yang membuat situs web Anda berguna dan menarik.
  • Buat situs web Anda menonjol dari yang lain dengan memberikan informasi nilai tambah.
  • Pantau terus situs Anda untuk menemukan tautan rusak dan peretasan.
Label Bir Putri Duyung Hijau

Layanan, seperti SEMTool yang digambarkan di atas, dapat membantu Anda mengoptimalkan situs web Anda untuk SEO. Desain oleh Emmanuel®.
Gunakan alat pencarian kata kunci seperti Ubersuggest, Ahrefs atau Keywordtool untuk menemukan kata-kata yang sering dicari yang dapat Anda gunakan dalam salinan Anda dan untuk memastikan skema Anda (kode situs web yang mengidentifikasi data pada halaman Anda) dan meta tag (potongan teks yang menggambarkan halaman konten) dioptimalkan untuk mesin pencari.

Pastikan untuk menyertakan sejumlah besar tautan aktif melalui konten Anda — ke laman internal Anda sendiri dan juga laman eksternal — sehingga situs web Anda akan tampak lebih kuat dan lebih tinggi dalam hasil penelusuran. Mesin pencari seperti Google memperhitungkan semua ini, dan situs web yang jelek adalah cara yang pasti untuk tersesat di internet.

5. Media sosial

Facebook, Twitter, Snapchat: hampir semua orang, termasuk nenek Anda yang berusia 85 tahun, memiliki semacam kehadiran di media sosial. Jika pelanggan Anda ada di sana, merek Anda juga harus demikian.

Sesuaikan setiap postingan dengan platform tempat postingan tersebut muncul. Konten Snapchat cenderung menyenangkan, hidup, dan ditargetkan untuk orang yang lebih muda. Posting Instagram digerakkan oleh gambar dan dirancang untuk mendorong suka dan komentar. Twitter bekerja secara real-time dan menanggapi peristiwa dan berita terkini. Facebook adalah segalanya dengan penekanan pada konten di balik layar tentang cara kerja merek Anda.

Saat menggunakan media sosial, berpikirlah seperti influencer akan: Menjadwalkan postingan untuk waktu dan tanggal tertentu, terlibat dengan pemberi komentar, dan menanggapi pesan langsung. Dan jangan lupa untuk melacak kemajuan Anda. Alat seperti Hootsuite dapat membantu Anda merampingkan semua platform dan melacak keterlibatan, sementara Google Analytics akan menunjukkan kepada Anda halaman mana yang mendorong tindakan pelanggan dan mana yang tertinggal. Jika Anda ingin menjual langsung di platform media sosial, alat seperti Shopify dapat menghubungkan calon pelanggan langsung ke keranjang belanja situs web Anda.

Tidak yakin harus mulai dari mana? Kami mengumpulkan beberapa alat pemasaran digital favorit kami yang akan membantu memulai permainan media sosial Anda.

6. Pemasaran Email

Telepon, email, komputer

Kampanye email massal, seperti di atas, harus mudah dibaca dan menyertakan banyak foto. Yang ini mendapat bonus karena memiliki ajakan bertindak. Desain oleh kreatv
Dengan semua alat mencolok yang tersedia untuk memasarkan merek Anda secara digital, lebih mudah melupakan email kuno yang bagus. Mailer online adalah cara mudah untuk menjangkau pelanggan, terutama mereka yang tidak menggunakan media sosial.

Mulailah dengan membangun daftar email bertarget yang kuat dan berisi "prospek" yang kemungkinan besar akan diubah menjadi pengunjung web dan pelanggan. Anda bisa mendapatkan pendaftaran ini dari iklan atau mengumpulkannya langsung di situs web Anda dengan menyertakan munculan dengan pendaftaran buletin di halaman arahan.

Sebelum Anda mengirim email massal, identifikasi dengan jelas apa yang ingin Anda capai dengannya: Meningkatkan keterlibatan? Memelihara hubungan yang sudah ada? Mengumumkan produk baru? Tujuan Anda harus mengarahkan semuanya mulai dari baris subjek hingga pemilihan gambar Anda.

Targetkan email Anda ke segmen pelanggan tertentu dan tulis dengan gaya hidup dan menarik yang sesuai dengan merek Anda. Sertakan foto, video, dan informasi berguna yang berupaya tidak hanya untuk menjual produk Anda, tetapi secara aktif melibatkan pelanggan dalam gaya hidup merek Anda.

Jadwalkan email massal dengan cermat. Mengirim terlalu banyak surat secara berurutan sering kali mengakibatkan tiket kelas satu ke tumpukan surat sampah.

Untuk membantu merancang email Anda, lihat tip penting desain email kami.

7. Iklan Online

Iklan online menggunakan kekuatan web untuk memasarkan produk Anda. Ini tidak sesederhana spanduk di halaman web lagi. Saat ini, ada banyak cara untuk beriklan secara digital. Berikut adalah beberapa cara paling umum:

Iklan mesin telusur: Iklan ini menaikkan situs web Anda ke bagian atas halaman di situs seperti Google sehingga pelanggan melihat produk atau merek Anda terlebih dahulu. Iklan bergambar: Iklan ini adalah spanduk yang dapat diklik yang akan Anda temukan di laman web di seluruh internet.

Iklan media sosial: Facebook, Twitter dan Instagram semuanya menawarkan berbagai cara untuk "mensponsori" konten. Anda dapat membayar untuk bermain, artinya postingan Anda akan secara otomatis muncul di feed pelanggan potensial, atau Anda dapat menyewa influencer untuk memposting tentang produk Anda untuk Anda.

Iklan umpan seluler dan umpan desktop: Iklan ini sering muncul sebagai "konten yang disarankan" di umpan seluler dan desktop pengguna. Mereka memiliki nuansa yang lebih alami, karena terintegrasi langsung ke dalam umpan dan berbaur dengan konten tidak berbayar.

Iklan bertarget ulang: Pernahkah Anda menelusuri sesuatu hanya untuk melihat iklannya sepuluh menit kemudian? Maka Anda tahu secara langsung kekuatan iklan bertarget ulang. Ini menjangkau pelanggan yang telah menyatakan minat pada bisnis atau layanan Anda, baik dengan Googling, mengunjungi situs web Anda, atau menyukai halaman Facebook Anda.

8. Pemasaran Konten

Saat ini, tidak cukup hanya dengan mengiklankan produk Anda. Untuk menciptakan basis pelanggan yang setia dan kembali, keterlibatan adalah yang terpenting. Di situlah pemasaran konten berperan. Anggap saja sebagai sisi kemanusiaan dari merek Anda. Jika pemasaran digital menekankan penjualan, pemasaran konten berfokus pada keterlibatan melalui foto, video, playlist Spotify, dan postingan blog (seperti yang Anda baca sekarang!).

Pemasaran konten yang sukses harus merangsang minat pada merek Anda dan membuat pelanggan bersemangat tentang produk dan pesan Anda. Ini membantu membangun kepercayaan antara merek dan pengguna, dan berupaya membangun hubungan yang langgeng dan bermanfaat. Sementara pemasaran digital memperkenalkan merek Anda kepada pelanggan, pemasaran konten yang sukses harus membuat mereka tetap tertarik, mengubah pengguna satu kali menjadi penggemar setia.

9. Pemasaran Influencer

Blogger, seperti di atas, dapat membantu Anda memasarkan produk dengan sentuhan manusia. Desain situs web oleh Hitron.

Pemasaran influencer adalah bentuk pemasaran yang menggunakan orang-orang dengan pengikut media sosial yang besar untuk memposting tentang merek Anda. Alih-alih memasarkan langsung ke sekelompok konsumen, Anda meletakkan pesan merek Anda di tangan bintang media sosial yang akan menyebarkan berita untuk Anda. Menurut sebuah penelitian, lebih dari 80 persen pemasar global meluncurkan kampanye influencer pada tahun 2015.

Prosesnya cukup mudah: Pasangkan dengan influencer dan bayar mereka sejumlah biaya atau komisi untuk membicarakan merek Anda kepada pengikut mereka. Setelah membangun basis pengikut dan kepercayaan dari waktu ke waktu, sebagian besar influencer dipercaya oleh jaringan mereka dan dapat menanamkan keterkaitan dengan merek. Ini bukan ilmu roket. Pemasaran terasa lebih organik ketika berada di tangan orang sungguhan (bahkan jika orang itu dibayar untuk membicarakan produk). Influencer biasanya juga membuat konten mereka sendiri, jadi postingan bersponsor akan selaras dengan tampilan dan nuansa halaman mereka yang sudah ada sebelumnya — plus, ini akan mengurangi pekerjaan tim pemasaran Anda.

Ada beberapa kendala yang harus dihindari. Influencer yang Anda pilih harus selaras dengan gaya hidup yang dipromosikan merek Anda. Anda tidak ingin menyewa influencer kebugaran untuk menjual campuran brownies Anda. Karena influencer adalah manusia, mereka mungkin berbagi pandangan yang tidak sesuai dengan etos merek Anda, yang dapat merusak reputasi kedua belah pihak. Jadi pilihlah dengan hati-hati, dan jelaskan dengan jelas cara-cara yang dapat diterima untuk membicarakan produk Anda.

Anda dapat mencari influencer langsung di platform media sosial, atau menggunakan platform pemasaran influencer (seperti Upfluence, Tribe Group, atau Famebit) untuk mengidentifikasi bintang media sosial yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Semoga tulisan di atas bisa membantu memahami digital branding. Terima kasih.





Kamis, 15 Juli 2021

Digital Marketing Review & Strategi

Digital Marketing Review & Strategi

Sudah lama saya tidak menulis teman-teman, karena kesibukan dan karena masa pandemi ini tidka banyak kegiatan yang bisa saya share. Seharusnya pandemi ini saya harus banyak share edukasi kepada teman-teman UMKM namun justru kesibukan membuat materi-materi edukasi yang menyita banyak waktu. 

Pada kesempatan ini saya ingin bercerita tentang kegiatan seminar nasional yang barusan saya laksanakan secara daring untuk UNISNU Jepara. Semoga apa yang saya ceritakan di sini nanti bisa bermanfaat buat teman-teman UMKM dan juga para dosen pengajar di Universitas.

Sebulan yang lalu seorang teman dan sekaligus manta tetangga depan rumah menghubungi saya untuk bersedia dijadikan nara sumber pada acara seminar nasional yang diselenggarakan oleh Kampus UNISNU Jepara. Sempat saya bertanya mengapa memilih saya untuk mengisi acara dengan tajuk "Implementasi Digital Marketing pada Dunia Usaha di Era Society 5.0", dan dia menjawab karena pertimbangan bahwa saya seorang praktisi marketing dan sekaligus pelaku UMKM produsen. 

Singkat cerita saya mengiyakan kesanggupan untuk menjadi nara sumber pada kegiatan tersebut, dan mencoba berkoordinasi dengan panitia siapa tandem pembicara saya dan juga siapa saja nanti audience seminar tersebut, agar ketika saya mengembangkan materi saya tidak keliru. Kan lucu jika kita buat materi yang tidak sesuai dengan audience. HeHe

Flyer Kegiatan Seminar Nasional UNISNU Jepara.

Pada kegiatan ini saya akan bertandem dengan Mas Agus Suwondo dari POLINES Semarang, yang akan banyak mengulas digital marketing dari sisi akademisi dengan materi yang berdurasi 30 menit, jadi sisa waktu untuk saya adalah 2 jam, senang juga karena materi saya memang butuh waktu 2 jam untuk presentasi. Tantangannya adalah bahwa untuk pelatihan daring 2 jam akan membosankan maka saya harus berstrategi dengan materi yang menarik dan juga penyampaian materi yang asyik. 

Berikut sekilas materi Digital Marketing Review & Strategy dalam format video tanpa suara.



Latah Digital Marketing

Sebenarnya saya sebagai seorang yang dibesarkan di bidang marketing sempat kaget juga ketika semua instansi dan perguruan tinggi memberikan solusi kepada para pemula usaha bahwa untuk memecahkan masalah pemasaran mereka adalah digital marketing, termasuk social media marketing dan market place. Tanpa mempertimbangkan apakah produk, servis dan bisnis operasional mereka telah siap benar untuk marketing atau belum. Jika dipikir lebih mendalam lagi, produk yang belum siap dipasarkan juga akan menghancurkan bisnis para pemula bisnis. 

Bahwa mereka harus bersabar dan berproses atas bisnisnya adalah sebuah keharusan, belum saatnya mereka melakukan pemasaran yang pada akhirnya justru menuai komplain dan antipati dari pelanggan. Servis pun harus dipersiapkan, hal ini sangat terkait dengan mindset dan perilaku marketing mereka. Kebanyakan orang kecewa bukan karena produk yang kurang bagus tetapi tanggapan yang menyenangkan dari para pelaku usaha.

Mengapa saya menyebut latah digital marketing? Adalah karena semua solusi adalah digital marketing, bukan mereka diajarkan ilmu marketing dasar sebagai peningkatan skill mereka dalam membangun value proposition dari produknya (mengapa konsumen harus membeli) tetapi juga bagaimana menentukan segmentasi, target dan positioning pasar. Inilah ketrampilan awal yang harus mereka pahami benar sebelum mereka dibekali tool yang bernama digital marketing. Digital marketing adalah tool, sebagai materi dan alat bantu untuk mempercepat pencapaian tujuan marketing.

Digital Marketing

Di dalam digital marketing kita membaginya menjadi tiga bagian, yaitu : digital konten, digital media dan digital support.  Ketiga hal ini harus dipahami benar oleh para pelaku usaha. Bagaimana membuat konten digital yang powerfull adalah impian dari setiap pelaku usaha untuk menarik simpati dari calon customer. Kemudian bagaimana mengelola media digital mereka baik website, social media maupun market place atau eCommerce adalah hal yang perlu mereka pelajari. Sementara digital support biasaya berupa applikasi-applikasi yang membantu para pelaku usaha untuk membuat dan mengembangkan konten digial dan media digital. 

Semua hal ini saya ulas pada presentasi materi saya pada saat seminar nasional UNISNU Jepara pada tanggal 15 Juli 2021. 

Sertifikat Nara Sumber Seminar Nasional dari UNISNU Jepara

Memang saat ini saya lebih memilih mengisi materi dengan cara daring karena kondisi dan situasi pandemi yang kurang menguntungkan saat ini untuk kegiatan luring. Dan ternyata kultur ini sudah melekat erat dengan perguruan tinggi, sehingga beberapa perguruan tinggi meminta saya untuk mengisi materi di bidang biz plan, marketing essential, digital marketing, brand is action (unbranding), UKM Go Export dan Packaging Strategy. Semoga apa yang saya lakukan hari ini di UNISNU dan sebelum-sebelumnya di perguruan tinggi yang lain bisa bermanfaat bagi banyak orang. Maturnuwun.


Penampakan Zoom saya di layar audience.





Kamis, 29 April 2021

The Essential Marketing & Marketing Plan

 

The Essential Marketing & Marketing Plan

Banyak yang masih salah kaprah dalam memahami marketing, terutama dari pihak instansi pemerintah dalam melakukan pembinaan UMKM. Sebagian dari mereka beranggapan bahwa marketing yang harus diajarkan kepada UMKM adalah marketing digital.

Sebenarnya dalam digital marketing dan digital content kita belajar mengenai tool marketing, sementara untuk skill marketing akan banyak dibedah dalam essential marketing. Dalam essential marketing inipun kita akan belajar membuat rencana pemasaran (marketing plan) sangat penting dalam memberikan fokus pada arah marketing perusahaan.


Pada pelatihan essential marketing ini para pelaku UMKM akan mulai dipahamkan tentang arti dan tujuan marketing, bagaimana melakukan marketing dengan benar dan terstruktur mulai dari mengenali dan mengidentifikasi pasar dengan teknik survey pasar dan STP (segementasi, targeting dan positioning), memahami kebutuhan pasar dengan melakukan komunikasi dan edukasi pasar serta memuaskan kebutuhan pelanggan dengan strategi pemasaran yang benar melalui proses analisa dan penentuan strategi pemasaran.

Berbagai tips dan pemahaman tentang pemasaran akan banyak dibedah dalam essential marketing agar para pelaku UMKM benar-benar memahami pemasaran dari awal dan akhirnya. Untuk kebutuhan selanjutnya, pelaku UMKM akan dibekali dengan digital content dan marketing digital.





Selasa, 27 April 2021

Brand is Action

Brand is Action

Beberapa waktu berselang saya diminta untuk mengisi sebuah seminar daring oleh sebuah perguruan tinggi di wilayah Semarang dengan materi branding untuk UMKM. Satu permintaan dari rektor adalah materi yang benar-benar masih baru dalam branding, sebagaimana pemikiran saya yang telah lama berkecimpung dalam pembinaan UMKM di Jawa Tengah.



Segera terbersit uneg-uneg saya terhadap pemahaman branding bagi para pelaku UMKM, dimana edukasi yang sangate heterogen telah membombardir para pelaku UMKM baik dari sisi konten maupun pemateri-nya, yang pada akhirnya menyebabkan edukasi brading ini justru kontra produktif. Hal ini sebabkan karena edukasi ini tidak benar-benar mempertimbangkan latar belakang pendidikan para pelaku UMKM dan juga kesibukan mereka dalam mempertahankan bisnis mereka.

Jangan paksa mereka "melongok" lagi keluar jendela saat mereka sedang mengerjakan hal-hal penting dalam rumahnya. Biarkan mereka membangun internal bisnisnya terlebih dahulu, dan kegiatan branding pun harus melekat sejak dalam pembenahan internal mereka.

Brand is action adalah pemahaman strategi branding yang paling praktis, yang melekat langsung pada setiap tahapan bisnis dari UMKM, sejak tahap GOOD BUSINESS, GOOD PACKAGE, GOOD SERVICE sampai dengan GOOD BUSINESS. Semua pondasi brand secara praktis telah diletakkan pada setiap tahapan bisnis tersebut.

Video yang saya lampirkan di atas bisa sedikit menggambarkan pemahaman tentan brand is acion, untuk pemahaman lebih lanjut bisa layangkan permintaan pelatihan ke WA 082134823929.