Laman

  • Home

Jumat, 07 April 2017

Repurposed Craft, Mengekplorasi Potensi Bahan Baku Di Sekitar Kita

Repurposed Craft = Upcycle
Seperti biasa saya selalu mendapatkan "istilah baru" ketika berkomunikasi dengan buyer di luar negeri, yaitu: repurposed crafts, yang pada akhirnya saya harus mencari informasi lebih banyak mengenai hal ini. Dan setelah saya cukup mendapatkan informasi, saya pun tersenyum mengenai pertanyaan buyer yang meminta informasi mengenai produsen repurposed crafts yang ternyata adalah kerajinan daur ulang. Dimana kerajinan ini adalah memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar kita untuk direproduksi lagi menjadi produk dengan fungsi yang lain, yaitu handicraft.

Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mengatakan kepada buyer tersebut bahwa di Salatiga, kami memiliki komunitas desainer handicraft yang mampu melakukan hal ini dengan sangat baik, tetapi istilah yang kami pakai adalah upcycle. Bagi saya istilah yang terakhir ini lebih bermakna dan bertujuan. 

Bahan baku utama dalam produksi handicraft adalah kreativitas, dan hal ini saya lihat nyata di workshop dan showroom SAPU UPCYCLE di Tetep Gambir Salatiga. Betapa produk yang "sudah tidak bernilai" itu menjadi produk kerajinan yang "bernilai tinggi" karena balutan kreativitas. Yang lebih membuat tercengang saya waktu itu adalah : "Produk-produk upcycle ini dijual untuk pasar orang asing dan ekspor !" 

Nah, mindset ini lah yang ingin saya share kepada teman-teman pengrajin handicraft di Jawa Tengah, bahwa peluang tergali lebih dalam jika kita kreatif dan inovatif.

Kerajinan Bolam Lampu Bekas

Kerajinan Processor Board Handphone Bekas

Keajinan Processor Handphone Bekas

Kerajinan Botol Bir Bekas

Kerajinan Botol Bir Bekas



Kerajinan Dari Drum Bekas

Sebagaimana dalam beberapa pelatihan yang saya sampaikan, bahwa kreativitas itu bisa dilatih maka dengan memberikan contoh-contoh akan membuat teman-teman pengrajin handircrat termotivasi meskipun saya juga tidak mau teman-teman yang lain mencontoh produk-produk tersebut di atas. Kreativitas itu adalah membangun perbedaan, dan mampu menangkap nilai-nilai tertentu secara detail, bukan meniru.

Sebagian besar produk di atas adalah karya dari Sapu Upcycle Salatiga, yang sangat terbuka menerima kunjungan teman-teman para pengrajin yang ingin melihat desain-desain kreatif dari mereka yang merupakan komunitas kreatif desainer handicraft.

Showroom Sapu Upcycle di Salatiga
Di sini ada yang perlu saya ingatkan lagi kepada teman-teman, bahwa benda-benda di sekitar kita yang sudah tidak terpakai atau terbuang bisa diubah menjadi benda berharga dengan kemampuan dan daya kreatif kita. Ingatlah pada "fungsi" lain ketika melihat "bentuk" dari suatu barang, dan berpikirlah keluar dari kebiasaan orang kebanyakan maka tanpa terasa anda akan belajar kreativitas.

Kunci keberhasilan dari sebuah produk kerajinan adalah desan dan workmanship, jika kedua hal tersebut sudah bisa dikuasai oleh teman-teman pengrajin di Jawa Tengah, maka tidak mustahil provinsi ini akan menjelma menjadi provinsi yang kreatif seperti Yogyakarta dan Bali. Untuk masalah "taste level" pengrajin di daerah, mereka perlu diajak "piknik" untuk melihat kemampuan dari pengrajin-pengrajin lain yang telah melihat "dunia" dan juga sering diberikan referensi visual seperti apa yang saya tulis hari ini. Sukses buat anda yang kreatif!

Baca juga: