Laman

  • Home

Kamis, 15 Desember 2016

Ketika Yang Diekspor Itu Produk Lokal Berbahan Baku Lokal

Image result for produk sepeda bambu temanggung
Sepeda Bambu Asal Temanggung, Jawa Tengah, Yang Tembus Pasar Dunia

UKM Go Ekspor ? Lantas, produk yang seperti apa yang paling ideal untuk ekspor dan mampu membantu perekonomian Indonesia ? Sebaiknya baca juga:Memahami UKM Go Ekspor Dengan Bijaksana.

Dalam perjalanan pembinaan UMKM di Jawa Tengah, kami telah melihat beberapa produk Jawa Tengah yang bisa menjadi daya tarik ekspor, dan kami juga telah mendengar produk yang seperti apa yang dibutuhkan oleh pasar. Hal ini merupakan sebuah potensi perdagangan yang luar biasa yang bisa dikembangkan di langkah pembinaan selanjutnya.

Tidak semua produk lokal yang dihasilkan UMKM di Jawa Tengah dibutuhkan oleh pasar ekspor, dan hal ini harus dipahami oleh pelaku ekspor sebelum "bernafsu" ingin melakukan ekspor. Dan setiap negara tujuan ekspor memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, bisa jadi satu produk tidak diminati oleh negara satu tetapi sangat diminati di negara lain.

Pelaku UMKM perlu diedukasi juga mengenai kebutuhan pasar dari masing-masing negara tujuan ekspor dan selain itu ada 3 hal yang sangat penting yang harus menjadi "reminder" (pengingat), yaitu:
  1. Produk UMKM harus taat kualitas, mulai dari bagaimana mereka paham dalam pemilihan bahan baku yang berkualitas, proses produksi yang benar, teknologi yang digunakan sampai dengan kemasan yang mampu menarik perhatian pasar ekspor. Yang paling mudah untuk menunjukkan kualitas kepada konsumen adalah back up sertifikat produk yang dibutuhkan.
  2. Berdasarkan kemampuan pelaku UMKM mengenali kebutuhan pasar, maka pelaku UMKM harus memiliki kemampuan kreatif dalam menciptakan desain produk dan kemasan yang menarik. Bisa jadi kebutuhan satu pasar dengan yang lainnya akan berbeda, meskipun produk yang dibutuhkan sebenarnya sama.
  3. Kemampuan dalam membangun jaringan kemitraan pada setiap tahap pengembangan usahanya. Yang dimaksudkan disini, UMKM harus mampu mengukur kemampuannya saat ini sehingga mampu memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan saat ini. Misalnya: Mereka belum mampu melakukan ekspor sendiri, maka yang mereka butuhkan adalah bermitra dengan eksportir. 
  4. Meskipun pada kenyataan banyak tangan yang membantu, baik dari pemerintah maupun asosiasi usaha, namun pelaku UMKM harus tetap fokus bahwa setiap pembinaan yang dilakukan adalah untuk membuat mereka mandiri dan berdaya saing global dan selanjutnya mereka memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan usaha di bawahnya.
Selain dari 4 pengingat tersebut di atas, kami pun akan menyampaikan bahwa "sementara ini tidak penting seberapa pelaku UMKM bisa ekspor, melainkan seberapa banyak produk Indonesia yang bisa tembus pasar ekspor."

Untuk menjawab di atas, maka upaya kami saat ini adalah bagaimana membuat ekspor menjadi semakin mudah bagi UMKM, dengan kemitraan kami dengan beberapa transporter dan kurir, dan juga kami terus berburu produk-produk lokal berbahan baku lokal  yang diolah dengan kreativitas tinggi yang bisa tembus pasar ekspor. 

Hal terakhir sudah sedikit banyak terjawab dengan hadirnya UMKM seperti Radio Magno, Speedag (Sepeda Bambu), Nuanza Porcelen , Sapu Upcycle dan Gulanas. Kami yakin masih banyak UMKM yang seperti itu di Jawa Tengah, seperti para UMKM yang membuat bumbu mix instan untuk masakan-masakan khas Indonesia dan minuman herbal bubuk khas Indonesia.

Ketika semua produk lokal yang berbahan baku lokal ini tergarap semaksimal mungkin dengan orientasi desain produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, bukan tidak mungkin Indonesia akan menyusul negara Cina yang masih tetap perkasa dengan produk-produknya.