Laman

  • Home

Rabu, 12 Oktober 2016

Belajar Konsep UP CYCLING dari UMKM Kota Salatiga

Sapu Upcycle, From Trash to Cash
Rabu 12 Oktober 2016 ini merupakan hari baik bagi saya karena KaBid Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Bapak Sondhy Purwoko mengajak saya menemani beliau untuk survey UMKM yang bisa menjadi lokomotif pendobrak ekspor Jawa Tengah. Kebetulan keinginan beliau ini sesuai banget dengan keinginan dari Rumah UMKM dan GetAsean.Com.

Ada 2 UMKM sebagai tujuan kami yaitu, Sapu UpCycle di daerah Tegalrejo Salatiga dan Nuanza Porcelein di daerah Ampel Boyolali.

Fokus pada tujuan pertama kami, yaitu Sapu UpCycle yang didirikan oleh Mas Sindu Prasetyo yang mengangkat konsep upcycle untuk bisnisnya. Konsep upcycle ini benar-benar membuka wawasan saya mengenai sebuah konsep yang lebih "advance" dari sekedar konsep RECYCLE yang sudah banyak diterapkan oleh banyak UMKM.

Bagaimana tidak ? Konsep upcycle yang dikembangkan oleh UMKM ini tidak hanya mengangkat "bahan limbah" menjadi barang berkualitas melainkan juga "mengangkat" segmen pasar dari lokal menjadi internasional. Produk yang dihasilkan oleh UMKM ini benar-benar dibidikkan pada segmen menengah ke atas, dan bahkan pasar Perancis dan Inggris sudah tembus oleh upaya pemasarannya.

Selain itu, saya juga belajar bagaimana UMKM mengelola showroom dan workshop dengan konsep yang "visitable" dan "applicable" untuk edukasi. Saya melihat bahwa UPCYCLE bukan hanya sekedar konsep produk melainkan konsep moral yang harus ditularkan kepada generasi sekarang untuk selalu mencintai alam. Tidak heran, karena nafas dari konsep ini dihembuskan oleh komunitas TUK (Tanam Untuk Kehidupan) dan saya dibuat salut karenanya.

Berawal dari Pameran Produk Unggulan Klaster & UMKM Jawa Tengah

UMKM ini sudah mencuri perhatian saya ketika Pameran Produk Unggulan Klaster & UMKM Jawa Tengah bulan lalu, dan dari saat itu saya mencoba mencari informasi lebih lanjut mengenai UMKM dari BAPPEDA Kota Salatiga yang telah mengusung UMKM ini untuk pameran. Tidak salah jika BAPPEDA Kota Salatiga mengusung UMKM ini meskipun saat itu tidak "meng-expose" konsep ini dengan menyolok padahal produk ini bisa menjadi lokomotif bagi UMKM lain.

Produk dari BAN DALAM BEKAS yang disulap menjadi BERKUALITAS
Mendapatkan informasi ini saya pun langsung kontak dengan pemilik UMKM ini untuk bisa melihat dari dekat kegiatan produksi dan produk-produk lainnya untuk bisa kami bantu promosi dan pemasarannya. Setidaknya rekan-rekan kami di Kadin Jateng yang memiliki usaha angkutan truk dan bus tidak perlu repot-repot membuang limbah ban dalam dan luarnya.

Sayang saat kunjungan saya ini Mas Sindu Prasetyo masih berada di Bali untuk temu bisnis dan pameran, tetapi kami cukup terinformasi mengenai konsep-konsep ini dari Mas Doddy yang menemani kami selama kurang lebih 1 - 1 1/2 jam di lokasi.

Showroom Sapu UpCycle

Produ-produk dengan konsep UpCycling

Thanks to Mas Doddy yang menenami kami saat kunjungan.

Konsep produk cabinet dari kayu bekas dan jerigen bekas

Konsep Cabinet dari kayu dan jerigen bekas

Penataan showroom dan workshop juga merupakan bagian dari konsep itu sendiri, dari barang bekas

Workshop Joglo yang menarik

Upcycle ? Anda bisa belajar dari workshop ini.

Kekuatan desain sudah tercermin dari penataan showroom dan workshop

Alat produksinya pun dari barang bekas, menarik sekali.

Sindu Prasetyo dan produk UpCyclingnya.

Sungguh merupakan quality time saya bisa melihat dari dekat sebuah bisnis dengan konsep yang kuat dan memiliki visi lingkungan yang luar biasa. Pasti kami akan sangatl mendukung UMKM yang inspiratis seperi Sapu Upcycle ini.

Bagaimana dengan anda ? Sudahkan anda bangun konsep bisnis anda ? Yuk, kita belajar bareng.