Laman

  • Home

Jumat, 05 Mei 2017

UKM Pangan Award 2017 : Lapor, Mereka Butuh Kemasan Yang Baik Pak !

Sambel Pecel Kalengan Bu Jayus, Pasar Gading Jl Veteran Solo
Tombol "start" telah ditekan, dan hari Kamis ini kami bersama team UKM Pangan Award 2017 harus memulai perjalanan panjang kami untuk mengunjungi masing-masing peserta yang diusulkan oleh kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Rute awal kami di hari ini adalah Kabupaten Sragen, Kota Solo dan Kabupaten Klaten.

Hari Kamis kemarin benar-benar perjalanan panjang untuk kunjungan, review, pembinaan dan menambah kelengkapan administrasi peserta yang diajukan kota dan kabupaten. Dari pengalaman kami sebagai juri UKM Pangan Award, akan banyak informasi lapangan yagn akan kami dapatkan dalam setiap kunjungan, yaitu mengenai sejauh mana pembinaan yang dilakukan oleh daerah terhadap UMKM-nya dan seberapa aktif keterlibahan pemerintah daerah dalam pembinaan tersebut.

Memiliki legalitas usaha dan produk belum cukup untuk masuk menjadi nominasi UKM Pangan Award, karena kami masih melihat banyak produk dari peserta masih butuh pembenahan dalam hal desain dan kualitas kemasannya. Bukti pemasaran merupakan tolok ukur terhadap keberhasilan dari produk tersebut diterima oleh pasar, selain kemampuan mereka dalam menjaga kualitas dan kapasitas produksinya terkait kontinuitas bahan baku produksi mereka.

Nilai appresiasi tertinggi kami adalah pada kemampuan para UMKM mengeksplorasi potensi lokal (bahan baku lokal), unik (memiliki perbedaan dan keunikan dibandingkan produk pesaing), sehat, kreativitas dan inovasi produk. Kreativitas produk ini bisa pada bentuk produk, desain kemasan maupun solusi terhadap permasalahan kebutuhan pasar. Misalnya: membuat produk dengan bentuk kotak dari yang pada umumnya berbentuk bulat, membuat kripik sayur ketika anak-anak sekarang tidak suka makan sayur dalam bentuk aslinya dan sebagainya.

Semua masih dalam proses pertimbangan kami, dan kami ingin melihat dari dekat apa yang telah dilakukan para UMKM peserta UKM Pangan Award yang telah diusulkan kota dan kabupaten. 

Pada kunjungan ini kami masih mendapatkan issue permasalahan di kemasan, baik di Kabupaten Sragen, Kota Solo maupun Kabupaten Klaten. Untuk cita rasa produk kami harus appreasiasi bahwa produk mereka sudah bisa diandalkan. Tetapi kami sedikit terhibur saat mencoba berimprovisasi di kota Solo, yaitu mengunjungi UMKM yang belum diusulkan oleh Kota Solo, yaitu Sambel Pecel Bu Jayus dan Kopi Lik Giman, yang nantinya akan kami usulkan kepada dinas terkait dan UMKM tersebut untuk segera melengkapi data-data administrasi yang dibutuhkan.

Sambel Pecel Kalengan Bu Jayus
Sambel Pecel Kalengan Bu Jayus
Kopi Cangkir Lik Giman, kreatif di kemasannya.
Kopi Cangkir Lik Giman
Produk-produk dari UMKM di atas sengaja kami tampilkan di atas, agar UMKM yang lain paham apa yang kami cari dari rangkaian proses UKM Pangan Award 2017 kali ini. 

Butuh Desain dan Kualitas Kemasan Yang Lebih Baik.

Masih ada kesempatan bagi peserta yang telah didaftarkan untuk memperbaiki kemasannya, dan dalam kunjungan ini kami juga memberikan pembinaan kemasan sekaligus memberikan ide dan solusi kepada UMKM untuk bisa "mengejar" ketertinggalan desain dan kemasan mereka dengan memberikan kontak binaan kami yang memproduksi kemasan. Setidaknya saat ini mereka paham bahwa kemasan mereka masih jauh dari yang kami harapkan, dan mereka masih ada waktu dalam 1 bulan ini untuk mengejar ketertinggalan ini.

UMKM Peserta dari Kabupaten Sragen, kripik talas dan kripik sayur.
UMKM Peserta dari Kota Solo, bakpia.
UMKM Peserta dari Kota Solo, rengginang
UMKM Peserta dari Kabupaten Klaten, kripik ikan tawar.
UMKM Peserta dari Kabupaten Klaten, jenang.
Akan sangat disayangkan jika produk mereka yang telah baik cita rasanya, tetapi belum terkemas dengan baik tidak bisa berlanjut perjalanannya menuju UKM Pangan Award 2017. Oleh sebab itu kami yang juga didampingi oleh dinas terkait dari daerah memberikan banyak masukan kepada dinas terkait tentang apa yang mesti mereka lakukan setelah ini dan di masa mendatang.

Jika masalah kemasan ini sudah bisa mereka pecahkan, maka mereka akan melakukan "lompatan besar" dalam pemasaran dan promosi produk UMKM di daerahnya. Dan tidak mustahil jika UMKM mereka akan "pantas" bersaing dengan produk dari industri pangan di Indonesia. Apalagi beberapa produk para peserta ini ternyata sudah tembus pasar ekspor. 

Visit UMKM Kota Solo
Visit UMKM Kabupaten Klaten
Bagi kami yang terpenting dari rangkaian kegiatan ini adalah mengetahui kondisi pembinaan UMKM di daerah dan memiliki kesempatan untuk memberikan konsultasi pengembangan usaha mereka secara langsung. Ketika mereka sudah memahami arti pentingnya sebuah "prestasi" bagi pengakuan produk mereka, maka kami akan lebih mudah untuk mendongkrak promosi dan pemasaran produk mereka di masa mendatang.

Perjalanan masih akan terus berlanjut dan kami berharap bisa menemukan UMKM-UMKM pangan unggulan di kota dan kabupaten lain setelah ini. Sukses selalu buat UMKM pangan di Jawa Tengah !

Baca juga: