Laman

  • Home

Minggu, 07 Mei 2017

Antara ATM dan Membangun Kreativitas

Image result for Amati Tiru dan Modifikasi
Amati Tiru Modifikasi

Himbauan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) adalah sah-sah saja untuk beberapa produk yang memang merupakan komoditas, tetapi untuk produk-produk yang ke arah unik dan khas perlulah hal ini ditinjau kembali. 

Membangun brand harus dimulai dari upaya perbedaan produk UMKM terhadap produk pesaing sejak awal, apakah berbeda dalam bahan baku, proses pengolahan, desain produk dan kemasan maupun pasar yang dibidik. Kadang kami dihadapkan pada kesulitan ketika ditanya bagaimana membangun brand untuk produk-produk yang hampir tidak bisa dibedakan antara satu dengan yang lainnya. Misalnya membangun brand untuk produk batik jadi semakin sulit ketika setiap kota dan kabupaten memiliki produk batik dan ratusan UMKM di suatu daerah memproduksi batik.

Bukan tidak bisa, melainkan menjadi semakin sulit karena semakin banyaknya produk sejenis sementara produk yang ingin dibangun brand-nya juga tidak menawarkan hal yang "unik" dan berbeda. Selain produk batik, produk makanan merupakan produk yang paling banyak penerapan "himbauan ATM"-nya sehingga tidak banyak yang muncul sebagai sebuah "brand" yang benar-benar kuat.

Pada awalnya mungkin ATM dimaksudkan untuk membuat kepraktisan pengembangan produk UMKM, tetapi ternyata ketika "tepat sasaran" banyak UMKM yang hanya berhenti sampai pada "amati dan tiru" tanpa mengindahkan komponen "modifikasi". Komponen modifikasi ini dimaksudkan untuk menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi, tetapi seringkali tidak berjalan karena "aktivasi" kreativitas bukan dimulai dengan cara "amati dan tiru" melainkan terkait dengan potensi, kemampuan dan originalitas.

Kreatif dan inovasi harus menjunjung tinggi aspek originalitas, kebaruan dan solusi atas suatu masalah. Dalam hal ini aspek pengetahuan dan pemahaman yang mendasar dan mendalam harus dimiliki oleh UMKM sejak awal ketika ingin beranjak ke level "kreatif", karena kreatif adalah proses bukan sesuatu yang "instan" dengan cara mengamati dan meniru.

UMKM harus dibantu memahami apa yang menjadi permasalahan pasar dan apa yang dibutuhkan oleh pasar ketika hendak mengembangkan kreativitasnya agar pada saat kreativitasnya atas produk sudah jadi maka tidak akan kesulitan dalam pemasarannya. 

Sebenarnya kami termasuk penggiat UMKM yang kurang sepaham dengan himbauan-himbauan ATM tersebut, oleh sebab itu kami terus berusaha membantu UMKM dengan membedah konsep bisnis mereka agar lebih kreatif dan sesuai dengan kondisi persaingan pasar saat ini. Dala konsultasi kami hal pertama yang sering kami tanyakan adalah :"Apa yang unik dari produk ada ?" Selanjutnya : "Apa yang membuat produk anda lebih baik dari pesaing ?".

UMKM yang loyal pada bisnisnya dan memiliki kreativitas relatif lebih tahan terhadap guncangan persaingan, sementara yang hanya sekedar meniru mereka relatif mudah berpindah bisnis karena pemahaman mereka terhadap bisnis yang mereka jalankan sangat sempit dan dangkal karena tidak pernah "menggali" lebih dalam bisnis tersebut karena terbiasa "nyontek" produk orang lain.

Baca juga;