Laman

  • Home

Senin, 05 Juni 2017

Yuk Mulai Membuat Blog !

Image result for be a blogger
Mengawali Membuat Blog
Bisnis dengan modal minim salah satunya adalah menjadi blogger, meskipun untuk untuk menjadi blog yang dikenal butuh waktu tetapi bisnis ini menawarkan penghasilan yang tidak terduga pada akhirnya sebagaimana apa yang telah kami alami selama ini. 

Investasi waktu, fokus dan konsistensi menjadi konsekwensi yang tidak bisa dihindari ketika menjadi bloggger, tetapi percayalah bahwa setiap pengorbanan akan memberikan manfaat kepada anda sebagaimana bisnis yang lain. Yang penting jangan menyerah di ronde awal. 

Ada 2 fakta sebelum memulai menjadi bloggerm yaitu:
"Jika hanya sekedar membuat blog maka caranya sangat mudah, tapi membuat blognya sukses, tidaklah muda."
Inilah fakta yang kami hadapi ketika berkutat sebagai blogger, namun ada keasyikan tersendiri ketika menjadi blogger, dan itulah yang membuat blogger ini seolah menjadi hobby baru kami. Untuk membuat blogger sukses adalah ilmu lebih lanjut dari seorang blogger, karena untuk saat ini yang penting punya blog dulu. 

Anda mungkin tertarik untuk menjadi blogger setelah berkunjung ke beberapa situs blog besar di Indonesia, kemudian kagum dengan mereka atau atau karena mendengar bahwa blog bisa menghasilkan uang. Yang manapun alasannya, ini panduan yang tepat buat anda.
Saya tidak hanya akan mengajari anda cara membuat akun baru di Blogger/Blogspot dan cara instalasi WordPress. 

Di sini kami akan sharing, bagaimana cara membuat blog yang berpeluang tinggi untuk sukses.  Setelah selesai membaca artikel ini, anda akan bisa menciptakan blog yang keren, yang menarik, yang tidak kalah dengan milik para blogger terbaik di Indonesia.

Memulai Menjadi Blogger

Hampir semua blogger pemula pada akhirnya gagal pada lah 1-3 bulan pertama, hanya sedikit yang bisa sukses. Mengapa bisa begitu? 
 
Karena mereka membuat blog secara asal-asalan. Misalnya, topiknya campur-aduk, kontennya tidak berkualitas, promosinya tidak jelas. Pokoknya serba berantakan. 

Lalu karena blognya sepi terus, akhirnya mereka bosan. Gagal membuat perencanaan berarti merencanakan kegagalan, bukan bukan untuk menakut-nakuti, tapi hal inilah yang sering terjadi. Perencanaan blog itu luar biasa pentingnya, supaya anda tidak buang-buang waktu, uang, dan tenaga. Oleh sebab itu, sebelum kita masuk ke cara membuat blognya, kita akan bahas dulu persiapannya. 

Panduan ini terdiri dari beberapa bab mulai dari persiapan, instalasi, dan penggunaannya. 
 
1. Tentukan topik utama blog 

Anda mungkin akan berpikir tahap ini sepele, hanya memilih topik. Padahal kenyataannya tahap ini yang paling penting dalam persiapan. 

Mari saya beritahu 1 fakta: Setiap hari ada 2,73 Juta konten baru yang diterbitkan blog dari seluruh dunia. Lebih dari 70% dari blog-blog tersebut hanya mendapatkan kurang dari 5.000 pengunjung per bulan, atau sekitar 150 per hari. Nah lho ?!

Kira-kira apa penyebabnya? Ini akarnya:
  • Topik blognya tidak jelas, berantakan
  • Topiknya tidak menarik bagi banyak orang
  • Topik yang dipilih tidak mereka kuasai/minati sehingga isi blognya juga jadi tidak berkualitas
Andaikan anda hanya sempat membaca 5 website per hari, apakah anda akan membuka website yang isinya berkualitas, menarik, dan bermanfaat bagi anda atau website yang cuma berisi artikel asal tulis? Pasti yang pertama. Ya kan? 

Jadi anda HARUS bisa membuat konten blog yang lebih bagus daripada blog-blog lainnya. Itu kuncinya. Nah, untuk bisa membuat konten yang bagus, maka anda wajib memilih topik yang anda minati/kuasai dan dianggap menarik oleh banyak orang. 

Kalau anda memilih topik yang tidak anda mengerti, akibatnya:
  • Membuat konten rasanya jadi berat
  • Konten yang sudah dibuat jadi tidak berkualitas
  • Anda akan cepat bosan
Coba saja kita gunakan logika. Kalau kita tidak tertarik dan tidak tahu apa-apa tentang suatu topik, apa mungkin kita bisa mengajarkan topik tersebut kepada orang lain dan membuat mereka tertarik? Sangat sulit, apalagi bagi pemula.

Salah dalam memilih topik akan menyebabkan blog anda sulit berkembang. Hal ini sering dialami oleh banyak blogger pemula sehingga mereka harus mengulang lagi dari nol.

Topik mana yang bisa menghasilkan uang? 

Betul, blog memang bisa menjadi sumber penghasilan. Tapi ada 1 mitos legendaris yang menyatakan bahwa hanya blog dalam topik tertentu yang bisa mendapatkan penghasilan. Itu salah besar ! Semua topik bisa menghasilkan, asalkan konten yang anda buat mampu menarik minat banyak orang. Topik apapun bisa dibuat menjadi blog untuk berpenghasilan bahkan blog yang isinya lucu-lucuan. 

Ini cerita dari pengalaman kami, kami membuat blog berdasarkan hobby kami yaitu memasak dan kuliner dan blog lain yang isinya adalah tentang kegiatan pembinaan UMKM kami, karena semua kami dasari dengan minat maka sampai 4 tahun pun kami masih bisa bertahan bahkan untuk blog masak kami sudah lebih dari 5 tahun berjalan dan sudah banyak menghasilkan uang baik secara langsung melalui google adsense maupun dengan cara tidak langsung, misalnya melalui shop online, liputan, endorse dan lain sebagainya.

PENTING: Jika anda ingin serius blogging untuk jangka panjang, jangan pilih topik yang mengundang permasalahan hukum. Misalnya menyediakan lagu MP3, download film, konten dewasa, dan sejenisnya. 

2. Pilih platform blog yang tepat untuk anda

Salah satu proses terberat dalam memulai blog sudah kita lewati, sekarang kita masuk ke yang bagian yang lebih mudah. Teknologi jaman sekarang sudah canggih. Dengan menggunakan platform blogging, anda bisa menulis di blog seperti menulis di Microsoft Word. 

Ini 3 pilihan yang paling populer:

Masih ada puluhan platform blogging lainnya, tapi saya tidak akan mempersulit pilihan anda dengan membahas yang kurang populer. 

Perhatikan 2 istilah ini: hosted dan self-hosted. Apaan tuh? 

Hosted berarti blog anda ‘menumpang’ di website mereka. Jadi anda tidak akan punya website murni milik sendiri, dan alamat blog anda seperti ini: blogsaya.blogspot.com 

Self-hosted kebalikannya. Anda membuat website sendiri dengan platform bernama WordPress. Website tersebut akan 100% jadi milik anda, tetapi anda harus membayar untuk nama domain dan hostingnya. 

Kalau kita ibaratkan, seperti rumah dan apartemen: 

Panduan Self Hosted & Hosted
Pilih platform hosted (WordPress.com atau Blogger) kalau anda:
  • Sama sekali tidak ingin keluar biaya (meskipun tidak banyak)
  • Rela dengan fitur yang terbatas
  • Rela dengan tampilan yang juga terbatas
  • Rela nama website anda menjadi seperti ini: namawebsite.blogspot.com
  • Rela website anda dihapus sewaktu-waktu (kalau anda melanggar aturan)
  • Sebaliknya, pilih platform self-hosted (WordPress.org) kalau anda:
  • Punya modal sekitar Rp 300ribu per tahun (untuk domain dan hosting)
  • Ingin punya website yang 100% milik anda
  • Ingin bisa mengubah tampilan dengan leluasa
  • Ingin bisa menambahkan fitur-fitur apapun yang anda butuhkan
  • Ingin membuat blog yang terlihat lebih kredibel
Itu hanya sekilas saja. 

Karena sangat fleksibel, WordPress self-hosted juga sering digunakan untuk fungsi yang lebih daripada sekedar blog. Misalnya berjualan online, website bisnis, komunitas, dan lain-lain. 

Saya pribadi selalu menyarankan supaya orang yang serius blogging untuk menggunakan self-hosted dari WordPress.org, karena akan lebih bagus dalam jangka panjang. Tapi kalau modal anda benar-benar 0, tidak masalah. 

Meskipun sedikit lebih repot, ketika blog anda sudah sukses anda bisa pindah dari hosted ke self-hosted. Banyak yang melakukan seperti ini, jadi anda bisa tetap mulai dari hosted.Cara instalasi WordPress self-hosted akan dijelaskan di bawah. 

3. Tentukan penyedia layanan hosting dan domain

Buat anda yang belum pernah dengar istilah ini: 

Domain: nama/alamat website anda. Blog ini domain-nya PanduanIM.com. 
Hosting: tempatnya file-file blog anda disimpan. Seperti harddisk kalau di komputer. 

Pengertian aslinya lebih kompleks, tapi jangan ambil pusing. Keduanya menggunakan sistem sewa. Artinya anda perlu membayar setiap bulan/tahun ketika anda menyewa domain dan hosting. Tidak ada pilihan bayar sekali untuk seumur hidup.Peranannya vital untuk blog. 

Tentunya anda tidak ingin blog yang anda buat sering mengalami masalah seperti mati mendadak, atau tidak bisa diakses secara tiba-tiba. Jadi, pilih penyedia domain dan hosting yang terpercaya. 

Ini beberapa layanan domain dan hosting internasional yang biasanya direkomendasikan untuk pemula: 

Domain: NameCheap
Hosting internasional: BlueHost atau HostGator
Hosting Indonesia: Niagahoster (gratis domain) 

Kalau anda membuat blog berbahasa Inggris, gunakan hosting internasional. Sedangkan untuk blog Indonesia gunakan hosting Indonesia. 

4. Tentukan nama domain 

Nama domain akan selalu melekat pada blog anda. Meskipun masih bisa diganti, tetapi bakal repot dan kalau salah bisa fatal akibatnya. Maka dari itu sebaiknya tentukan matang-matang nama domain di awal. 

Ada 7 hal yang harus anda perhatikan:
  1. Sesuaikan dengan topik blognya
  2. Hindari nama yang mirip dengan website populer
  3. Mudah ditulis, diingat, dan diucapkan
  4. Sebisa mungkin gunakan .com
  5. Hindari tanda strip/minus (-) dan angka
  6. Jangan gunakan merek milik orang lain
  7. Cek juga ketersediaan username-nya di jejaring sosial
Beberapa orang mungkin tidak akan setuju dengan saya pada poin ke-4, karena sebetulnya ada ekstensi lain selain .com yang juga bagus. Misalnya .org, .net, .co, .id, dsb. 

Tapi alasan memilih .com karena merupakan domain yang paling mudah diingat. Karena domain dengan akhiran .co, .net, dan .org, tapi kenyataannya banyak juga orang yang salah ketik…yang mereka masukkan justru .com.  Jadi dahulukan .com, gunakan yang lain sebagai opsi terakhir. 

Oh ya, hindari tanda strip (-) dan angka di domain karena orang-orang akan menganggap keduanya sebagai blog spam. KECUALI apabila memang brand anda menggunakan salah satunya. 

5. Instalasi blog self-hosted dengan platform WordPress 

Sekarang kita masuk langkah-langkah membuat blog. Dalam artikel ini kami akan menggunakan NameCheap, HostGator, dan WordPress (self-hosted) sebagai contoh. Anda bisa menggunakan layanan hosting dan domain lain karena tidak jauh berbeda. 

Membuat blog yang hosted tidak perlu saya jelaskan lagi karena anda hanya tinggal mengikuti panduan yang sudah langsung ada di websitenya: 


Langkah 1 – Sewa layanan hosting 

Kalau anda ingin menggunakan Niagahoster, silahkan klik link-nya.

Atau, untuk HostGator, baca panduan di bawah ini: 

Silahkan menuju HostGator kemudian klik tombol kuning “get started now”, anda akan diarahkan ke pilihan paket. 

Saya menyarankan untuk memilih paket yang termurah untuk pemula. Jadi, pilih Hatchling Plan. 

Pilih durasi sesuai kebutuhan anda, kemudian klik tombol untuk lanjut.Selanjutnya anda akan memilih domain. 

Kalau anda belum punya domain, anda bisa sekalian mendaftarkan di HostGator. Sedangkan kalau anda sudah punya domain, di bagian paling atas, masukkan nama domain yang anda inginkan atau pilih tab “I Already Own This Domain”. 


Lanjut ke bawahnya, di nomor 3 masukkan data diri anda dan pilih metode pembayaran, kartu kredit atau PayPal. Kemudian hilangkan centang di nomor 4 untuk layanan yang tidak anda inginkan. 

Kalau anda punya kupon, masukkan di nomor 5. 

Biasanya HostGator menyediakan kupon yang berbeda tiap bulannya, ada baiknya anda mencari kupon diskonnya terlebih dahulu di Google dengan kata kunci “HostGator coupon code”. Seringkali diskonnya sampai 50%. 

Centang di persetujuan Terms of Service dan klik tombol Checkout Now untuk melanjutkan pembayaran. 


Setelah pembayaran selesai, anda akan diteruskan ke halaman di atas. Klik tombol kuning untuk masuk ke Customer Portal. 

Jangan lupa periksa email anda juga untuk melihat detail akun anda termasuk password. Simpan email ini karena kemungkinan akan anda butuhkan lagi. 

Langkah 1a – Mengarahkan domain ke hosting 

Ini hanya kalau anda tidak beli domain langsung di tempat hosting! 

Setelah membeli hosting, anda akan mendapatkan 2 atau lebih Nameserver melalui email. Contohnya 3323.hostgator.com. Catat nameserver ini. 

Login ke registrar domain anda, dalam contoh ini saya gunakan NameCheap. Kemudian klik nama domain yang anda ingin ubah. 


Klik Domain Name Server Setup (kalau anda menggunakan layanan domain lain biasanya namanya bisa juga DNS atau Nameserver). Masukkan name server yang anda dapatkan dari hosting.

Klik save 

Langkah 2 – Instalasi Wordpress dalam 77 detik 

Kalau anda membeli dari HostGator sesuai panduan tertulis di atas, ikuti instruksi berikut: 

Setelah membeli hosting dari HostGator, anda akan dikirimkan email berupa link alamat CPanel anda beserta username dan passwordnya. 

Buka http://namawebsite.com/cpanel di browser anda (Ganti namawebsite ini sesuai domain yang anda beli.

Masukkan username dan password yang diberikan, silahkan ganti passwordnya sesuai dengan selera anda. Atau biarkan, asal anda bisa ingat. 

Kemudian anda akan tiba di halaman ini: 


Sepertinya rumit karena banyak tombol dan gambar, tapi jangan khawatir. 

Instalasi WordPress hanya tinggal 2 klik lagi!

Pertama, klik tombol yang saya beri warna kuning di gambar di atas… anda akan masuk ke halaman ini: 


Masukkan data blog baru anda, kemudian klik Install Now. 

SELESAI! 

Setelah itu, anda akan diberikan link menuju Dashboard instalasi WordPress anda beserta username dan passwordnya. 

Selamat, anda sudah berhasil menginstall WordPress! 

6. Memahami WordPress setelah instalasi 

Setelah proses instalasi di atas, anda mungkin akan merasa bingung harus menuju kemana untuk menerbitkan konten baru. Ada beberapa petunjuk untuk mempelajari WordPress. 

Silahkan menuju halaman ini untuk mempelajari semua dasar-dasar WordPress sampai anda bisa menerbitkan post dan mengganti tampilannya: 

a. Masuk ke dashboard WordPress

Dashboard adalah tempat dimana seorang admin mengelola blog WordPress-nya. Untuk masuk ke Dashboard, ini alamat standarnya: http://namablog.com/wp-admin/

Masukkan username dan password yang sudah anda daftarkan tadi. 

Di Dashboard ini anda bisa mengubah pengaturan blog, mengganti tampilan, menambah plugin, melakukan moderasi komentar, dan lain-lain. 

b. Mengganti nama blog, bahasa, & pengaturan lain 

Untuk mengganti nama dan tagline blog, anda bisa menuju ke Settings > General. 


Pengaturan lainnya seperti permalink dan jumlah post di homepage dapat juga anda temukan di Settings. 

c. Mengubah theme WordPress

Pemilik blog baru biasanya ingin langsung mengubah tampilan blognya supaya sesuai selera. Untungnya, WordPress punya ribuan theme siap pakai.
Lokasinya di Appearance > Themes. 


Untuk menambah theme baru, klik tombol Add New di atas. Kemudian untuk mengupload theme baru, klik Upload Theme di atas. 

d. Menambah plugin WordPress

Plugin adalah salah satu alasan kita memilih WordPress. Dengan bantuan plugin, anda bisa menambah fitur-fitur sesuai yang anda inginkan tanpa perlu paham programming. 

Untuk melihat plugin yang sudah terinstall, klik Plugins > Installed Plugins. Sementara untuk menambah plugin baru klik Plugins > Add New. 

Kalau anda ingin meng-upload plugin, klik Upload Plugin. 


Beberapa plugin yang sebaiknya anda install dan aktifkan:
  • Yoast SEO: mempermudah urusan SEO
  • UpdraftPlus: mem-backup data blog anda secara otomatis
  • Akismet: filter komentar spam
  • iThemes Security: meningkatkan keamanan
 
Sisanya sesuai kebutuhan. 

Anda bisa langsung mencari dan menginstall plugin-plugin tersebut dari dashboard WordPress. 

e. Membuat post baru

Sekarang saatnya membuat konten untuk blog anda. Pertama-tama silahkan menuju Posts > All Posts dari sidebar sebelah kiri. 

Anda akan menemukan post berjudul “Hello World!”, hapus post tersebut karena hanya sebagai contoh. 

Kemudian klik tombol Add New di atas untuk membuat artikel baru. 


Ini keterangan dari gambar di atas sesuai nomornya:
  • Tulis judul artikel anda di sini
  • Tombol untuk menambahkan gambar atau video ke dalam post anda
  • Mengatur format seperti bold, italic, list & numbering, read more, dan lain-lain
  • Tempat menulis tubuh artikel anda
  • Taruh setiap topik yang berbeda dalam satu kategori agar lebih rapi
  • Saat tulisan siap diterbitkan, klik Publish
  • Selesai! Apa selanjutnya?
Selamat, anda sudah berhasil membuat blog dengan WordPress (atau platform lainnya). Sampai di titik ini anda sudah tahu cara:
  • Menentukan topik utama blog
  • Menentukan platform blogging yang tepat
  • Memilih penyedia layanan domain & hosting
  • Memilih nama domain
  • Melakukan instalasi blog
  • Mengatur WordPress agar sesuai selera
  • Menerbitkan konten baru untuk blog
Tapi perjalanan anda belum selesai. Justru sebetulnya kita baru akan mulai! Selanjutnya Anda perlu belajar bagaimana supaya blog anda bisa jadi sukses. Materinya ada banyak sekali, dan anda bisa search di google dan hal ini semua yang perlu anda ketahui untuk membuat blog anda sukses:

Baca juga: