Laman

  • Home

Selasa, 21 Maret 2017

Memulai Bisnis Dengan Modal Minim Bagi Masa Persiapan Pensiun

Pembekalan Kewirausahaan Bagi Masa Persiapan Pensun
Pasti berbeda membekali mahasiswa dan membekali masa persiapan pensiun dengan kewirausahaan. Mungkin jika membekali adik-adik mahasiswa kita seakan di jalan tol yang bebas hambatan, 100% motivasi dengan berbagai contoh dan ide untuk memulainya. Tapi untuk para masa persiapan pensiun bisakah demikian ?

Banyak kondisi yang harus kami cermati ketika memotivasi mereka untuk menjadi wirausaha, antara lain: Mereka harus tetap aman di masa pensiunnya, mereka sudah lama terkungkung oleh rutinitas sebagai pegawai sehingga sulit keluar dari rasa nyaman, usia mereka sudah tidak muda lagi, usaha yang mereka butuhkan adalah usaha yang tidak terlalu beresiko besar.

Hari ini di Hotel Grand Wahid Salatiga, kami diminta sharing bisnis dengan modal minim oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebagai pembekalan kepada para pegawai negeri yang memasuki masa persiapan pensiun. Dengan peserta kurang lebih 50 orang, kami membekali kewirausahaan dengan memotivasi mereka dengan bisnis bermodal minim.
 


Tidak ada kata PENSIUN


Kami buka sesi kami dengan fakta bahwa inflasi mendorong kenaikan harga barang di masa mendatang. Meningkatnya biaya hidup tidak akan mungkin teratasi dengan penghasilan dari pensiun, dan itu tidak akan mungkin bisa dihindari dan semakin lama akan semakin berat.

Pensiun jadi pegawai negeri bukan berarti harus pensiun untuk berkarya, untuk dapat bertahan hidup pensiunan harus tetap berkarya dengan berwirausaha. Bukan dengan impian besar, melainkan cukup untuk mengisi kesibukan dan memenuhi kebutuhan dasar dulu.

Bukan dengan modal dari hasil pensiun, melainkan dengan modal kreativitas dan asset intangible yang mereka miliki tapi tidak mereka sadari. Hasil pensiun adalah bekal mereka sehari-hari, dan sementara diabaikan sebagai modal usaha. Jangan beresiko dengan hal itu.


Memahami POTENSI, MINAT, KARAKTER dan KEMAMPUAN.

Sukses adalah keselarasan minat, karakter dan kemampuan diri dalam menggarap potensi. Jadi untuk menjadi sukses yang paling utama adalah memahami minat, karakter dan kemampuan diri kita, atau asset intangible yang telah kita bangun selama ini baik dari belajar maupun pengalaman kerja, dan mengelolanya sesuai dengan potensi yang ada dalam diri kita.

Banyak di antara kita tidak memahami potensi yang ada dalam diri kita, sehingga diperlukan alat atau metode untuk mengukurnya. Dan Rumah UMKM dengan sub program Rumah Ekuitasnya siap membantu untuk hal ini.

Dengan memiliki data-data dan informasi di atas, maka selanjutnya kami akan memberikan solusi bisnis apa yang cocok mereka atau produk apa yang cocok untuk mereka melakukan usaha.

Membangun MIMPI, Agar Termotivasi

Setelah memahami potensi, minat, karakter dan kemampuan diri maka hal yang diperlukan hanyalah sekedar bermimpi. Sebuah mimpi yang terukur waktunya dan terukur nomimalnya. Dengan mimpi ini, maka kita akan selalu ingat pada target dan akan selalu termotivasi untuk mencapainya.

Jika untuk para mahasiswa, kami meminta untuk membuat mimpi yang jauh ke depan agar mereka memiliki konsep yang komprehensif, maka untuk para peserta ini kami hanya ingin mereka membangun mimpi yang pendek dan sederhana saja. Asal setiap hari bisa mendapatkan hasil sekian rupiah, maka sementara ini adalah cukup, dan selanjutnya meningkatkannya secara bertahap.

Mendetailkan Mimpi Dengan Konsep Bisnis Yang Sederhana

Setelah memiliki mimpi kami pandu para peserta membuat sebuah konsep bisnis yang sederhana, sebuah konsep yang bisa menjadi acuan ketika mereka "memimpikan" bisnisnya.

Pada kesempatan ini kami memberikan 8 langkah membuat konsep bisnis sederhana untuk bisnsi online sebagai contohnya. Meskipun ada beberapa konsep bisnis yang bisa dipergunakan, menurut kami 8 langkah ini cukup sederhana untuk diterapkan.

Membangun bisnis yang unik merupakan hal penting dalam membangun bisnis bermodalkan kreativitas. 

Menyesuaikan Model Bisnis Yang Sudah Ada.

Banyak sekali bisnis gagal karena pelaku bisnis mencoba model bisnis baru, bukan model bisnis yang sudah terbukti berhasil. Untuk bisnis dengan modal minim, maka bisnis basenya adalah dengan memanfaatkan fasiltias internet, atau boleh dibilang bisnis online, baik media online, shop online maupun eCommerce.

Baik yang sudah mampu membuat website sendiri atau yang hanya memakai media social dan eCommerce untuk memasarkan produknya.

Beberapa model bisnis yang kami tekankan adalah Bisnis On Demand, Tengkulak (Kulakan), Drop Ship, Blogger maupun Vlogger. Meskipun dengan bisnis para masa persiapan pensiun harus memenuhi konsekwensi akrab dengan gadget dan internet, tetapi bisnis di bidang inilah yang menawarkan modal yang minim dan membuka kreativitas yang luas.

Untuk memperjelas ide-ide bisnis bermodal minim, kami menampilkan beberapa contoh nyata dari para pelaku yang sudah sukses dengan konsep dan model ini. Dan di akhir pembekalan ini kami siap untuk menerima konsultasi para peserta pelatihan pada setiap hari konsultasi kami, yaitu Selasa dan Jumat.