Laman

  • Home

Minggu, 04 Juni 2017

Belajar Kreatif Melalui Magic

Image result for close up magic
Belajar Kreatif Melalui Magic
Keprihatinan atas tingkat kreativitas UMKM, StartUp, mahasiswa maupun pelajar yang masih belum seperti apa yang diharapkan. Beberapa kota yang bisa menjadi contoh atas kreativitas adalah Denpasar, Yogya dan Bandung. Banyak sekali karya kreatif yang muncul dari kota-kota tersebut mulai dari kuliner, kerajinan, teknik marketing maupun konsep pariwisata yang patut untuk dijadikan referensi oleh daerah lain.

Hal ini pun dirasakan oleh HILLSI (Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia) Jawa Tengah, yang saat bertermu dengan kami diwakili oleh Agus Manto Spd selaku Sekretaris DPD HILLSI Jawa Tengah.Kemunculan SMK-SMK di kota dan kabupaten di Jawa Tengah mendesak keberadaan lembaga pelatihan ketrampilan di Jawa Tengah, sementara kreativitas dari lembaga pelatihan tidak bergerak sama sekali.

Pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh LPK masih berkisar pada pelatihan operator komputer, akuntansi, mengemudi, menjahit, otomotif dan semacamnya. Semuanya hampir tergerus dengan hadirnya sekolah menengah kejuruan baik swasta maupun pemerintah. Butuh kreativitas untuk menbuat mereka mampu bertahan dan mencipta pelatihan-pelatihan yang lepas dari apa yang dipersaingkan dengan sekolah-sekolah kejuruan.

Konsultasi kami kepada HILLSI
Melihat kondisi ini, kami mencoba memberikan solusi dengan memberikan masukan-masukan kreatif kepada HILLSI untuk membuat sebuah konsep pelatihan yang benar-benar yang unik. Untuk membuat keunikan tersebut, dibutuhkan sebuah kemampuan kreatif dalam membuat konten-konten unik dalam pelatihan.

Dalam kesempatan bertemu dengan HILLSI kami, bersama team dari komunitas magician memberikan konsultasi kreatif termasuk menawarkan konten pelatihan "Membangun Kreativitas Melalui Media Magic" yang telah kami persiapkan bersama dengan komunitas magician yang telah bekerja dengan kami lebih dari 7 tahun.

Jika selama ini kami menggarap konsep-konsep kreatif untuk promosi dan pemasaran melalui konsep magic, termasuk bagaimana membangun brand sebuah produk, maka untuk ke depan kami akan merambah dunia edukasi dengan konsep magic.

Bukan untuk menghasilkan magician tujuannya, melainkan untuk menghasilkan individu-individu yang kreatif dan mampu berpikir seperti seorang magician. Perlu diketahui bahwa menjadi seorang magician ada tahapan-tahapan edukasi mulai dari:
  • Memahami potensi diri
  • Membangun kepercayaan diri
  • Berpikir kritis dan logis
  • Melatih fokus
  • Penciptaan kreativitas dan inovasi
  • Applikasi kreatif
  • Dan sebagainya
Hal-hal tersebut di atas justru jarang dipahami oleh masyarakat umum, karena fokus masyarakat hanyalah pada hasil akhir dari karya magic.
 
Dengan konten pelatihan semacam ini kami berharap para anggota HILLSI akan memiliki konten yang menarik untuk mempertahankan bisnis mereka, selain itu pelatihan awal yang akan diikuti oleh HILLSI nantinya dimaksudkan agar para anggota HILLSI memiliki kreativitas  untuk mencipta pelatihan-pelatihan lain sendiri. 

Pelatihan kreatif dengan media magic inipun bisa sangat fleksibel untuk menggarap target audience yang lain, seperti: guru (pendidik), siswa (pelajar), mahasiswa, startup usaha, UMKM maupun pegawai negeri. Tentu saja konten yang akan diberikan berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing audience.

Baca juga: