Laman

  • Home

Jumat, 28 April 2017

Peluang Bisnis Untuk Pelatihan Kreatif

Peluang Bisnis Bagi Magician
Selesai shalat Jumat ini, kami melakukan pertemuan santai dengan HILLSI (Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia) wilayah Jawa Tengah di sebuah Cafe di Ngesrep, Banyumanik. 

Topik pembicaraan kami adalah berkisar pada kreativitas lembaga pelatihan dalam meningkatkan pemasaran pelatihan di Jawa Tengah baik dalam kreativitas konten pelatihan, pemilihan audiens pelatihan maupun pengelolaan pelatihan. Sebagaimana diketahui bahwa persaingan lembaga pelatihan di Jawa Tengah juga semakin ketat, bahkan dengan banyaknya muncul sekolah kejuruan di Jawa Tengah, keberadaan mereka semakin terdesak.

Dulunya fokus mereka adalah memberikan pelatihan pada lulusan sekolah umum yang belum memiliki keahlian, tetapi saat ini dengan banyaknya muncuk sekolah kejuruan maka pasar mereka mulai menyempit sementara pemain di bidang ini juga semakin banyak.

Potensi dan Peluang HILLSI

Jaman telah berubah, ketika saat ini kewirausahaan digenjot oleh pemerintah maka seharusnya HILLSI pun melihat hal ini sebagai peluang dan sebagai arah perubahan bisnisnya. 

Memotivasi kewirausahaan, memberikan pembekalan pelatihan produksi dan kemasan, memberikan pembekalan pemasaran produk dan majemen usaha merupakan konten-konten yang perlu dipertimbangkan oleh HILLSI agar eksistensi mereka tetap terjaga. Tentunya konten yang spesifik dan applikatif yang paling dibutuhkan oleh para UMKM terkait dengan pelatihan-pelatihan ini.

Pada kesempatan ini kami juga membahas peluang kerjasama antara HILLSI Jawa Tengah dengan Edu Kadin untuk pelaksanaan pelatihan Edu Kadin di Jawa Tengah mengingat Kadin Daeah di Kota dan Kabupaten membutuhkan mitra pelaksana pelatihan yang mereka butuhkan. Pembicaraan ini masih awal diskusi terkait dengan apa yang dibutuhkan HILLSI untuk mengajukan kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Jawa Tengah.

Potensi yang dimiliki oleh HILLSI terkait dengan fasilitas tempat dan SDM pelatihan sangat dibutuhkan oleh Kadin Jawa Tengah dalam menjangkau pelatihan di daerah. Standard manajemen pelatihan HILLSI di darah pun dibutuhkan untuk memberikan jaminan kualitas pelatihan yang dibutuhkan oleh Kadin Jawa Tengah.

Menggarap Issue Pembangunan Kreativitas Sejak Dini

Selain membahas peluang kerjasama HILLSI dengan Edu Kadin, kami juga membahas issue penting dalam dunia pendidikan kreativitas anak sejak dini. Dimana saat ini keprihatinan dari pemerintah terhadap kasus tawuran dan aksi corat-coret anak-anak sebagai wujud pencarian jati diri dan ekspresi diri perlu mendapatkan solusi.

Menanggapi masalah ini kami pun memberikan konsep pelatihan-pelatihan kreatif dengan melibatkan binaan-binaan kami dari para pekerja mandiri (seniman) antara lain dari komunitas magician, komunitas kartunis dan sebagainya. Banyak tenaga SDM dari komunitas SDM tersebut yang belum dilibatkan oleh pemerintah dan HILLSI dalam menjawab tantangan di atas, padahal solusi dari permasalahan di atas hanyalah pada keterbatasan kreativitas pada generasi muda saat ini dimana pola dan sistem pendidikan di Indonesia dari sejak dulu hingga sekarang tidak banyak berubah, yang berubah hanya materinya saja.

Pola dan sistem pendidikan yang ada saat ini hanya mengajarkan "dikte" dan menjejalkan konten akademis tanpa mempertimbangkan masalah keseimbangan potensi dan minat dari anak didik. Yang lebih parah lagi, para pendidik dan orang tua murid mengindikasikan prestasi hanya dari nilai akademis saja.

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai ide dan masukan kami, ada baiknya jika kami singgung mengenai:

Apa sih fungsi otak kanan itu? Dan bagaimana cara melatih otak kanan?

Kalau kita mendapat pelajaran disekolah seperti matematika, fisika, kimia atau yang lainnya adalah hanya melatih otak kiri. Jadi anda mungkin sudah bisa menyimpulkan, bahwa otak kiri hanyalah bertugas menerima, menganalisa, mempelajari atau mengerjakan hal yang bersifat logika atau rasional. Sedangkan otak kanan adalah kebalikan dari otak kiri, yaitu lebih kepada memikirkan hal-hal yang bersifat diluar perhitungan logika. Hal yang diluar perhitungan logika bisa seperti misalnya, memainkan musik atau hal yang bersifat seni lainnya, berimajinasi dsb.

Perbedaan Otak Kanan dan Otak Kiri

Image result for beda fungsi otak kiri dan otak kanan
Beda fungsi otak kiri dan otak kanan
Related image
Fungsi otak kanan dan otak kiri

Cara kerja dan Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri Manusia

Cara kerja otak kiri manusia

Cara kerja otak dibagian kiri kepala manusia adalah lebih memikirkan hal yang rasional dan realistis saat menganalisis atau memperhitungkan sesuatu hal. Contohnya: Ketika seseorang ingin memulai atau membangun usaha. Jika seseorang arah berfikirnya lebih dominan ke arah otak kiri,   maka saat akan membangun usaha ia akan lebih banyak perhitungan sebelum memulainya, memperhitungkan untung ruginya, lalu jika dirasa keuntungannya lebih besar baru akan dijalankan, namun jika dirasa keuntungannya tipis atau bahkan tidak sama sekali mereka biasanya akan segera menghentikannya.
Cara Kerja Otak Kanan Manusia

Cara kerja otak kiri Berbeda dengan cara kerja otak kanan, yaitu lebih memikirkan pentingnya segera bertindak, istilah dalam dunia bisnis adalah Take Action!.

“Kalau tidak kita coba,  mana kita tahu!!” , itulah sala satu cara berpikir orang yang lebih dominan menggunakan otak kanannya. Orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan , pada saat ia akan memulai usaha,  ia jarang memikirkan sesuatu yang seperti ini: ” Apakah Aku Mampu?”, “Bagaimana nanti kalau rugi”, “aku tak cukup modal”, dsb. Jadi hal ini sudah cukup untuk menjawab pertanyaan pada bab paragraf awal tadi.
Pentingnya Fungsi Otak kanan

Jika kita melihat studi kasus di paragraf atas, demi keberhasilan dan kesuksesan hidup, maka fungsi otak kanan sebenarnya lebih baik untuk kita terapkan. Karena jika kita terlalu lama berpikir, maka kita akan lupa untuk bertindak, padahal dalam hidup kita harus selalu hidup (bergerak). Seperti kata bijak albert einstein, kata-katanya kurang lebih begini;
“Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak!”
Albert Einsten adalah seorang ilmuwan dan guru besar, ia mengajarkan pengetahuannya melalui kata-kata bijak dan rumus-rumus kehidupan. Jika kita menelaah apa yang disampaikan oleh Albert Einstein di atas, maka secara tidak langsung ia mengatakan bahwa;

Hidup itu harus lebih dominan ke otak kanan (Bergerak)

Nah itulah penjelasan mengenai otak kanan dan pentingnya untuk diterapkan dalam kehidupan. Walaupun pengajaran yang melatih otak kanan jarang didapat dari lembaga pendidikan formal, jangan khawatir, karena anda dapat berlatih sendiri dirumah.
Berikut Cara cara melatih otak kanan:
  • Eight game; Pura-puralah menulis angka delapan tidur atau simbol ? di udara dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini setelah sarapan, selama dua menit setiap hari.

  • Thumb game; Acungkanlah jempol tangan kiri dan kelingking tangan kanan, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kanan. Sebaliknya, acungkanlah jempol tangan kanan dan kelingking tangan kiri, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kiri. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini bersama teman-teman setelah makan siang, selama dua menit setiap hari.

  • Pattern game; Gambarlah pola-pola tertentu di atas kertas kosong, dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama, ke arah dalam, luar, atas, dan bawah. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, permainan unik ini juga dapat menggali potensi visual. Cobalah permainan ini selama dua menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.

  • Specific crawl; Gerakkan tangan kanan serentak dengan kaki kiri. Kemudian balaslah, gerakkan tangan kiri serentak dengan kaki kanan. Idealnya, siku tangan menyentuh lutut. Iringi pula dengan lagu favorit. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, gerakan ini juga dapat membuat pikiran terbuka terhadap hal-hal yang baru. Cobalah gerakan ini secara 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.

  • Specific posturing; Bertumpulah di lantai dengan lutut kiri dan tangan kanan. Sementara itu, kaki kanan diluruskan ke belakang dan tangan kiri diluruskan ke depan. Posisi ini bertujuan untuk mengaktifkan syaraf-syaraf tertentu secara umum dan otak kanan secara khusus. Cobalah posisi ini selama 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.

  • Specific relaxing; Tip ini khusus anak-anak. Pertahankan posisi relaksasi setengah tengkurap. Biasakan pula posisi ini ketika anak tidur. Semakin dini, semakin baik. Biasakan pula posisi ini ketika anak sakit, sambil dipeluk oleh orang tua. Dengan demikian, otak anak berada dalam frekuensi alpha dan anak akan merasa damai karenanya.

  • Rotated reading; Balikkan sebuah tulisan (atas bawah), lalu bacalah tulisan tersebut dari kanan ke kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini selama 2 menit setiap hari.

  • Left-handed foreplay; Tip yang boleh juga disebut Kamasutra ini khusus untuk lelaki yang telah menikah. Cumbulah pasangan Anda dengan menggunakan tangan kiri. (Bagi Anda yang belum menikah, jangan khawatir, Anda tetap bisa melakukannya. Caranya? Menikahlah dulu.)

  • Left-handed handling; Peganglah gagang pintu dan bukalah pintu dengan tangan kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.

  • Left-handed brushing; Gosoklah gigi dengan tangan kiri pada pagi hari. Untuk sore atau malam hari, tetaplah menggosok gigi dengan tangan kanan. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.

  • Left-handed writing; Tulislah nama panggilan Anda dengan tangan kiri di atas kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana pada hari ke-3 Anda dapat menulisnya dengan sangat mudah.

  • Left-handed signing; Buatlah tanda tangan Anda dengan tangan kiri di atas sehelai kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana 2 dari 10 tanda tangan tersebut menyerupai bentuk aslinya.

 Solusi Praktis Pelatihan Kreativitas

Jika hal tersebut di atas yang kami sampaikan masih berupa dasar teori, maka untuk solusi praktisnya kami menawarkan konten pelatihan dari para binaan kami yang berkecimpung dalam dunia kreatif, yaitu para magician kami sebagai awal membuka tabir otak kiri dan kanan.

Mengapa meraka ? 

Dalam komunitas magician yang kami kenal sejak tahun 2011 lalu, kami melihat bahwa dasar profesi mereaka adalah otak kanan dan kebiasaan mereka adalah berpikir yang diluar kebiasaan (out of the box). 

Hal inilah yang menjadi dasar ide kami dalam membuka tabir tipis antara otak kiri dan kanan, sebelum selanjutnya kami akan melibatkan para komunitas kartunis dan seniman kreatif lainnya. Selain itu, mereka adalah praktisi sehingga apa yang mereka lakukan sudah merupakan koordinasi otak besar dan otak kecil, reflek. 

Dengan memberikan konten pelatihan kepada anak-anak berupa konten magic, dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama, dan diharapkan diakhir pelatihan para peserta didik sudah mampu melakukan permainannya sendiri maka tanpa terasa proses kreativitas akan terus melekat dalam otak kanan mereka. Mereka tidak akan pernah berpikir lagi untuk melakukan eksplorasi eksistensi diri melalui kegiatan tawuran dan corat-coret di sana-sini.

Dengan dasar inilah, selanjutnya anak sudah memiliki bekal kreativitas yang telah "teraktivasi" sehingga dapat diberikan konten kreativitas yang lainnya seperti seni dan sebagainya.

Melatih kreativitas sejak dini
Dalam diskusi inipun kami juga menyinggung betapa pentingnya sebuah performance pendidik (mentor) dalam melakukan pelatihan, karena penampilan mereka saat awal sangat penting dalam mencapai "ketakjuban" yang bagi kami merupakan "reset" pemikiran. 

Sudah bukan saatnya seorang mentor kreativitas tampil dengan kustom batik dan jas, karena sudah bukan jamannya buat peserta didik, melainkan pakaian yang trendy dan modis. Selain itu, para mentor harus bisa menampilkan konten yang up to date sehingga antusiasme peserta didik selalu terjaga.

Seorang mentor (magician), dalam hal ini, dituntut untuk bisa memiliki konsep paket pelatihan dari awal sampai pada target yang diharapkan. Bahwa setelah pelatihan para peserta didik harus mahir dengan beberapa permainan yang bisa menjadi dasar pengembagan permainan selanjutnya oleh mereka sendiri.

Demikian ide-ide kami kepada  teman-teman HILLSI dalam bertahan di persaingan bisnis saat ini, di samping membuka peluang dari teman-teman magician untuk berkiprah di dunia pendidikan.

Baca juga:
1. Wacana Edukasi : Bagaimana Menjadi Kreatif Dengan 3 Tahapan ?
2. Cara Meningkatkan Kreativitas Kerja di Event Organizer.
3. Pola Pikir Seorang Wirausaha.
4. Kreativitas Itu Seharusnya Sebuah Solusi.
5. Berpikirlah Bahwa Kreativitas Itu Sebuah Ketrampilan Bukan Bakat.