Laman

  • Home

Senin, 10 April 2017

Spesialisasi Seorang Pelukis

Agus Salim (Agus Bebek) ketika sedang membuat karya lukisan.

Sosok pelukis Agus Salim ini saya kenal saat ada acara temu bisnis dengan Atdag Thailand dan ITPC Busan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Sosok nyentrik pemilik Reivan Art Gallery Ungaran ini sempat menimbulkan pertanyaan saya dalam hati ketika ikut acara temu bisnis ini, dan pertanyaan saat terjawab ketika ternyata karya lukisan dari pelukis yang dikenal dengan Agus Bebek ini ternyata sudah sampai ke beberapa negara di Amerika, Eropa, Asia dan juga sudah dikenal di berbagai kedutaan asing di Indonesia.

Cukup unik bukan ? Jadi saya pikir layak untuk memperkenalkan produk lukisan dari Agus Bebek ini sebagai salah satu produk yang perlu ditawarkan sebagai produk asli Jawa Tengah. Lebih unik lagi adalah spesialisasi dari pelukis ini adalah lukisan bebek, angsa dan itik. Bagaimana obyek tersebut dilukis oleh Agus Bebek dari berbagai sudut dan ekspresi yang memberikan pesan-pesan moral dan karakter yang selalu berbeda pada setiap karya.

Unsur air yang selalu hadir dalam lukisannya pun memberikan kesan teduh, segar dan nyaman. Menikmati lukisan Agus Bebek seolah dibawa hanyut oleh perilaku dan karakter obyek yang dilukisnya. Sehingga tidak salah jika nama Agus Bebek begitu melekat pada dirinya seolah dia benar-benar menyatu dan paham dengan bahasa tubuh dari obyek yang dilukisnya.

Tulisan ini juga menjawab bahwa saya pun peduli dengan para pekerja mandiri (seniman) yang selama ini melayangkan pertanyaan apakah kelompok mereka tersebut masuk dalam kategori UMKM atau bukan. Bagi saya mereka adalah kelompok kreatif yang sangat mandiri dengan karya inovatif.

Beberapa lukisan dari Agus Bebek sudah cukup banyak, bahkan bisa dengan mudah ditelusur melalui google search. Dalam kesempatan ini saya akan menampilkan beberapa karya yang menurut pelukisnya cukup unik untuk ditampilkan.








 

Spesialisasi dari Agus Bebek ini adalah pendalaman dari sebuah perbedaan (differensiasi) produk yang dibangun oleh Agus Bebek selama bertahun-tahun, yang pada akhirnya membangun brand produk yang kuat. Disinilah tersirat bahwa brand berawal dari perbedaan yang konsisten yang dibangun oleh pelaku usaha, yang mungkin bisa dipelajari oleh para pelaku UMKM lain ketika ingin membangun brand produknya sejak awal.

Sepertinya menjadi lebih praktis ketika mencari produk, dan hanya dengan mengetik "Agus Bebek" kita bisa menemukan produk yang kita cari. Itulah tujuannya, sederhana tetapi efektif dalam melakukan penjualan. Sukses terus untuk karya-karyanya Mas Agus Bebek, tetap semangat untuk selalu membuka peluang ekspor produknya.

Baca juga: