Laman

  • Home

Kamis, 06 Agustus 2015

Pola Pikir Seorang Wirausaha








Apa sih arti penting perubahan pola pikir itu?

Pola pikir adalah fondasi seluruh tindakan seseorang. Bagaimana seseorang mengambil keputusan, mengapa mengambil keputusan tertentu dan bukan opsi lain, alasan-alasan apa saja yang melatarbelakangi keputusan kita semua dipengaruhi oleh pola pikir yang terbentuk dalam pikiran kita.

Pola pikir sangat mempengaruhi tindakan seseorang. Berhasil atau tidaknya seseorang dalam perjalanan hidupnya sangat dipengaruhi oleh cara berpikir orang tersebut. Apabila ingin sukses, maka seseorang harus mampu mengubah pola pikir dan menggunakannya secara maksimal sesuai dengan tuntutan keadaan atau zaman yang sedang dihadapi. Apabila seseorang tetap bertahan dengan pola pikir yang lama, maka orang tersebut hanya akan berada dalam zona nyaman yang ketinggalan zaman serta tidak mampu berkembang menuruti keadaan zaman yang baru. 

Pertanyaannya apakah pola pikir itu dapat diubah? Jawabannya adalah ‘bisa’. Pola pikir seseorang ada karena hasil dari sebuah proses belajar (learning), atau pola pikir bisa diubah (unlearning), atau dibentuk ulang (re-learning). Tentunya ini 
tergantung pada pribadi masing-masing. Ada yang bisa berubah secara cepat, tetapi ada juga yang bisa berubah secara perlahan.

Lalu, apa itu pola pikir wirausaha?
Pola pikir seorang wirausaha haruslah mampu melihat ke depan. Melihat ke depan bukan melamun kosong, tetapi melihat, berpikir dengan penuh perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan pemecahannya untuk mencapai kesuksesan. Berdasarkan referensi yang kami baca dan pahami, berikut ini merupakan pola pikir wirausaha dalam berbagai hal:
  1. Kebutuhan yang tinggi untuk berhasil
  2. Ada goal yang jelas (ada tolok ukurnya)
  3. Ada tindakan nyata yang dilakukan
  4. Antisipasi keberhasilan
  5. Antisipasi kegagalan
  6. Mengenali hambatan pribadi
  7. Mengenali hambatan di lingkungannya
  8. Memanfaatkan bantuan untuk mengatasi hambatan
  9. Penghayatan terhadap keberhasilan
  10. Penghayatan terhadap kegagalan
  11. Memanfaatkan umpan balik untuk tindakan di masa depan
  12. Memiliki kendali terhadap diri sendiri
  13. Memiliki toleransi terhadap suatu perbedaan
  14. Siap berbagi pikiran dan wawasan
  15. Konsisten untuk selalu berkreativitas
  16. Dorongan yang kuat untuk peluang dan kesempatan
  17. Berkarakter produktif dan bukan konsumtif
  18. Berusaha mencari cara baru (inovatif)
  19. Selalu mencari alternatif apabila sumber daya yang ada terbatas (kreatif)
  20. Bukan sekadar Job Seeker, melainkan juga seorang Job Creator.
Teori kecerdasan finansial itu gimana sih?
Teori Kecerdasan Finansial adalah kemampuan seseorang untuk mengelola sumber daya baik di dalam dirinya sendiri maupun di luar dirinya untuk memaksimalkan potensi dalam mengelola kekayaannya. Dalam hal keuangan kecerdasan finansial ini meliputi 4 aspek, yaitu bagaimana mendapatkan kekayaan, bagaimana mengelola kekayaan, bagaimana menyimpan kekayaan dan bagaimana menggunakan kekayaan. Ada pula aspek lain dalam hubungannya dengan teori kecerdasan finansial, yaitu persepsi kesenangan belajar. Berikut merupakan penjelasan rincinya:
  1. Aspek cara mendapatkan, mengelola, menyimpan, menggunakan kekayaan
Melalui aspek ini, lebih mengarahkan seseorang untuk menekuni bakat / potensi yang dimiliki menjadi profesi yang menghasilkan uang baik melalui jalur formal maupun informal. Dari aspek ini, seseorang akan mendapatkan pendapatan dari profesi yang ia jalani untuk kemudian mampu untuk mengelola, menyimpan, serta menggunakan kekayaan.
  1. Persepsi Kesenangan belajar
Kecerdasan financial membutuhkan kesenangan belajar yang selalu berlanjut. Sama halnya dengan perubahan pola pikir, kecerdasan financial juga harus terus mengikuti perkembangan waktu dan zaman. Oleh karena itu diperlukan kemauan belajar terus menerus.

Selanjutnya, apa itu kreatif? Dan apa itu inovatif?
Banyak ahli mengemukakan pendapat dan pandangannya mengenai kreatif dan inovatif. Berdasarkan berbagai referensi yang kelompok kami pelajari, berikut ini merupakan beberapa pengertian mengenai kreatif dan inovatif menurut beberapa ahli:
  • Menurut Gde Raka (2001)
    Inovasi adalah memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang menambah atau menciptakan nilai-nilai manfaat
  • Menurut Zimmerer (2009)
    Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang.
  • Menurut Ted Levitt (2009)
    Kreativitas adalah memikirkan hal-hal baru dan inovasi adalah mengerjakan hal-hal baru. Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif. Kreatif, tetapi tidak inovatif adalah mubazir karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada realisasi.
Menurut kami, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan suatu solusi kreatif, mengaplikasikan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda dapat dalam bentuk hasil seperti pada barang dan jasa, bisa dalam bentuk proses, ide, dan metode.

Gimana sih cara buat mengukur potensi kreatif itu?
Pengukuran-pengukuran kreativitas dapat dibedakan atas pendekatan-pendekatan yang digunakan untuk mengukurnya. Belajar dari beberapa referensi yang kami baca dan pahami, ada lima pendekatan yang lazim digunakan untuk mengukur kreativitas, yaitu:
  1. Analisis objektif terhadap perilaku kreatif
    Pendekatan objektif dimaksudkan untuk menilai secara langsung kreativitas suatu produk hasil karya seseorang, berupa benda atau karya-karya kreatif yang dapat diobservasi wujud fisiknya. Pendekatan ini dapat menunjukkan seberapa kreativitas perilaku kreatif tersebut.
  1. Pertimbangan subjektif
    Pendekatan ini dalam melakukan pengukurannya diarahkan kepada produk kreatif yang telah dibuat oleh seseorang.
  1. Inventori kepribadian
    Pendekatan inventori kepribadian ditujukan untuk mengetahui kecenderungan-kecenderungan kepribadian kreatif seseorang yang berhubungan dengan kreativitas. Inventori kepribadian akan memberikan jawaban atas kepribadian kreatif seseorang.
  1. Riwayat hidup atau biografi
    Pendekatan ini digunakan untuk mengungkapkan berbagai aspek kehidupan orang-orang kreatif, meliputi identitas pribadinya, lingkungannya, serta pengalaman-pengalaman kehidupannya.
  1. Tes kreativitas
    Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang kreatif yang ditunjukkan oleh kemampuannya dalam berpikir kreatif. Misalnya, tes kreativitas yang terdiri dari tes verbal dan figural nantinya akan menghasilkan suatu angka kreativitas.
Jadi, gimana cara untuk meningkatkan kreativitas itu?
Menurut kami, cara meningkatkan kreativitas dapat melalui :
  1. Pembelajaran, pelatihan, dan pengalaman. 
  2. Menganalisis masalah yang ada saat ini, kemudian dikembangkan untuk memunculkan ide baru. 
  3. Memiliki banyak pertanyaan tentang apakah ada cara yang lebih baik.
  4. Berpikir reflektif, merenung, dan berpikir lebih dalam.
  5. Think different, berani mengungkapkan hal yang berbeda, tidak takut terlihat aneh dalam mengungkapkan hal yang berbeda.
  6. Mengontrol perubahan pola pikir agar sesuai dengan tuntutan zaman. 
  7. Berinteraksi dengan sesama dan lingkungan
 Demikian share yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat.