Laman

  • Home

Sabtu, 03 Juni 2017

Jejaring & Kemitraan, Sebuah Asset Yang Harus Dibangun Oleh UMKM Jika Ingin Berkembang

Image result for business network
Jejaring & Kemitraan,

2 Hal inilah yang saat ini sedang kami tekankan kepada para UMKM binaan kami, bahwa UMKM memiliki banyak keterbatasan yang selalu menempatkan UMKM dalam posisi sulit untuk berkembang. Bahwa permasalahan pemasaran dan permodalan pun bisa jadi berawal dari 2 permasalahan tersebut di atas.

Di sisi lain, kami justru masih mendapati betapa sulitnya para pelaku UMKM diajak membangun jaringan produksi dan jaringan pemasaran karena masing-masing mereka memiliki pemahaman yang salah terhadap "persaingan". Mereka menganggap bahwa semua pelaku UMKM yang produsinya sejenis adalah pesaing mereka, yang harus mereka "singkirkan" agar mereka survive.

Hal ini terbukti dengan terkendalanya sentra-sentra produksi yang tidak bisa berkembang karena mindset tersebut di atas. Terlebih manajemen di dalam sentra tersebut belum mampu menbangun kebersamaan ini.

Tujuan membangun jejaring adalah untuk menghilangkan atau meminimalisasi keterbatasan-keterbatasan yang ada dan untuk memberikan percepatan pengembangan usaha mereka. Sementara kemitraan adalah wujud dari ikatan kerjasama yang saling menguntungkan berdasarkan persamaan tujuan dan azas saling membutuhkan.

Ada beberapa jejaring & kemitraan yang harus dibangun oleh para pelaku UMKM dalam menjamin kelangsungan hidup usahanya, yaitu:
  1. Jejaring supply bahan baku; Bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang produksi, jaringan bahan baku sangat penting peranannya dalam menjamin kontinuitas kapasitas dan kualitas hasil produksi. Bahkan kestabilan harga pun ditentukan dengan bagaimana mereka membangun jaringan supply bahan baku ini.
  2. Jejaring sub kontrak atau jejaring produksi; Untuk pengembangan kapasitas produksi, para pelaku UMKM perlu mempertimbagkan adalah kegiatan sub contracting, maklon, outsourcing dan sebagainya. Hal ini terkait juga dalam upaya menekan beban biaya overhead yang dihadapi oleh perusahaan ketika semua proses dilakukan secara inhouse. Yang perlu mereka adalah kegiatan supervisi yang ketat.
  3. Jejaring pemasaran; Bahkan perusahaan besar pun membutuhkan mitra distribusi untuk produk-produk yang dihasilkannya, karena mereka ingin fokus pada produksi. Hal ini perlu dipertimbangkan oleh UMKM yang memiliki visi industrialisasi atas usahanya. Meskipun untuk skala mikro dan kecil hal ini masih sulit dilakukan, tetapi pelaku UMKM harus sudah merencanakannya sejak awal.
  4. Jejaring pembiayaan; Jejaring pembiayaan dengan lembaga finansial merupakan kunci keberhasilan sebuah usaha dalam menjangkau kinerja yang lebih besar karena bagaimanapun juga kelangsungan usaha selalu tergantung dengan kesehatan cash flow. Untuk pekerjaan rutin mungkin perusahaan bisa bergantung pada cash flow rutin perusahaan, namun untuk beberapa kondisi pekerjaan yang bersifat tidak rutin maka perusahaan harus memiliki back up jejaring pembiayaan yang kuat.
Apa yang kami lakukan saat ini adalah sedang membangun data base produksi dan data base pasar agar kelangsungan perdagangan produk UMKM bisa terbantu. Setelah data base terbangun maka kami bisa melakukan pemetaan jaringan dan strategi membangun jejaring bagi UMKM. 
 
Semoga dengan terbangunnya jejaring yang kuat dan kemitraan yang erat antar pelaku UMKM maka informasi dan edukasi yang kita lakukan bisa terserap dengan baik dan pembinaan UMKM bisa lebih cepat dan luas. Informasi ini bisa berupa informasi supply dan informasi pasar, yang sementara ini hanya bisa dijangkau oleh para UMKM yang aktif berkomunitas dan berkomunikasi.
 
Baca juga: