Mendadak DIGITAL

Mendadak Digital

Jika ingat 'Mendadak Digital' saya jadi ingat dengan istilah 'Mendadak Dangdut', karena tiba-tiba saja sekarang semua lapisan UMKM diajari digital marketing' tanpa ada seleksi terlebih dahulu mengenai kesiapan produknya, kesiapan servis-nya, kesiapan produksinya dan lain-lain. Langsung key word-nya 'Digital Marketing'. 

Bagi yang memang sudah siap produk, layanan dan bisnisnya, tentu memasuki dunia pasar digital tidaklah terlalu mengkawatirkan hanya saja mereka pun perlu dipahamkan tentang 'esensial marketing' dimana mereka akan belajar bagaimana mereka mengenal dan memahami pasarnya, memahi apa yang diinginkan dibutuhkan pasarnya serta bagaimana membuat strategi pemasaran yang bisa 'memuaskan' pasarnya.

Dalam beberapa sesi pelatihan marketing, saya sering mengingatkan bahwa digital marketing adalah 'tool' sementara 'marketing'-nya itu sendiri adalah knowledge dan skill yang harus dipelajari terlebih dahulu. 

RESIKO MENDADAK DIGITAL

Adakah resiko dari adanya fenomena 'mendadak digital' ini? Sudah pasti ada, antara lain: perang harga di sosial media dan di market place. Banyak UMKM yang belum paham strategi marketing, dan belum siap di lepas di 'alam maya' segera ingin jualan tanpa melalui proses 'awareness' terhadap bisnis dan produknya. Mereka belum paham dengan pricing strategy bahkan belum bisa menghitung HPP tapi di social media sudah langsung 'buka harga' dan sebagainya. 

Hal-hal tersebut di atas sering membuat gaduh UMKM yang lain yang benar-benar mereka telah siap dengan produk dan layanannya, mereka harus rela tidak dilirik oleh pasar karena harga mereka di atas para 'pendatang' baru yang tidak paham 'aturan' tersebut. 

Perang harga sangat merugikan produsen, terlebih banyak sekali produk yang beredar di social media dan market place adalah sejenis dan serupa. Yang harganya murah pastilah yang jadi pilihan pertama ketika pasar belum tahu mana yang baik dan mana yang buruk di dunia maya. Repotnya lagi ketika pasar langsung kapok dengan pengalaman pertama dengan para produsen atau pemain baru yang belum siap produknya, akhirnya mereka memberikan stigma negatif pada jenis produk tersebut, dianggap semua tidak bagus.

Para pendatang baru yang belum siap ini pun membawa 'pemandangan' yang tidak sedap ketika mereka yang belum diberikan pelatihan foto produk tiba-tiba menyerbu social media dan market place dengan foto produk yang bisa merusak citra produk atau kategori produk tersebut. Asal jepret, kemudian di-upload, seolah mereka hanya tahu ada barand terus dijual.

Kemudahan dan kebebasan upload penawaran di social media seolah ditanggapi dengan sebebas-bebasnya. Oleh sebab itu pembekalan esensial marketing sangat penting sebelum para pelaku UMKM (terutama yang pemula) dibekali dengan digital marketing. Evaluasi terhadap pelatihan-pelatihan digital marketing pun perlu dilakukan, sementara di perjalanan segera disusulkan pemahaman tentang esensial marketing.

PAKET PELATIHAN MARKETING UNTUK UMKM

Menyikapi permasalahan tersebut di atas, Team RumahUMKM.Net bersama dengan mitra telah mempersiapkan silabus pelatihan sehari dengan materi: The Essential Marketing, Digital Content Strategy & Digital Marketing Strategy untuk UMKM. Pelatihan-pelatihan ini telah diapplikasikan pada UMKM di beberapa Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah.

Tujuan dari pelatihan ini adalah mempersiapkan para pelaku UMKM untuk memasuki era digital marketing dengan aman dan benar. Jika dibutuhkan lebih intensif lagi, pelatihan ini bisa dikembangkan menjadi pelatihan 3 hari dengan pendalaman materi dan praktek.

Semoga para pelaku UMKM bisa terus bertahan dengan segala macam ujian bisnisnya, terutama ujian Pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Pandemi ini seolah menjadi alat 'pemaksa' UMKM untuk segera bertransformasi ke digital. Saya yakin para pelaku UMKM bisa, terlebih para start up saat ini didominasi oleh generasi milineal dan gen-z yang tentunya lebih akrab dengan teknologi digital. Salam sukses dari RumahUMKM.Net!






Komentar