10 Tips Membuat Merk Dagang Yang Efektif


Sumber: CiputraEntrepreneurship.Com
Sebuah merek dagang yang efektif bagi sebuah usaha sangatlah penting, terutama dalam pemasaran dan penjualan. Pemasaran dan penjualan produk dan jasa Anda akan berjalan relatif lebih lancar jika merek dagang Anda menarik bagi para pelanggan.

Inilah beberapa langkah yang dapat Anda laksanakan untuk mendapatkan merek dagang yang efektif bagi usaha Anda.



1. Pilih nama yang berdaya pembeda 

Mungkin ini bukan hal baru lagi, tetapi ini adalah syarat pertama dan fundamental untuk memilih sebuah nama bagi merek dagang. Nama yang terdengar mirip dengan kompetitor Anda yang sudah eksis dalam bidang usaha yang Anda tekuni tidak akan efektif dalam mendongkrak popularitas usaha dan merek dagang Anda, karena itu hanya akan membuat Anda terjebak dalam persengketaan hukum yang pelik, menguras tenaga, uang serta waktu bila pesaing Anda mengajukan keberatan dengan merek dagang Anda itu. Ingatlah bahwa semakin berbeda merek dagang Anda dari para pesaing, semakin besar peluang usaha Anda untuk maju dan berkembang.

2. Pilih yang tidak membingungkan 

Pernahkah Anda merasa kesulitan melafalkan nama sebuah benda kemudian Anda memutuskan untuk tidak menyebutkannya dan cenderung melupakannya? Begitulah yang dapat terjadi pada merek dagang yang terlalu 'unik'. Meskipun harus terdengar unik dan berbeda, bukan berarti Anda harus membuat sesuatu yang terlalu aneh dan di luar jangkauan pengetahuan orang.

3. Hindari merek dagang yang tidak dapat didaftarkan

Tidak ada gunanya mencoba untuk mendaftarkan nama-nama yang tidak memenuhi syarat. Dengan mendaftarkannya ke pihak yang berwenang, merek Anda akan terlindung dari niat jahat para pesaing dan Anda mendapatkan hak kepemilikan yang pantas Anda dapatkan. Di bawah Anda akan ketahui bahwa ada nama-nama yang harus Anda hindari untuk digunakan sebagai merek dagang.

4. Hindari kata-kata yang bersifat deskriptif

Kata-kata deskriptif misalnya adalah "Deterjen Bubuk", "Telepon Selular", atau "Gula Merah". Semua kata-kata tersebut menggambarkan karakteristik yang melekat pada benda tertentu. Jika kata-kata seperti ini didaftarkan, kemungkinan besar Anda akan ditolak karena persetujuan terhadap merek dagang seperti itu hanya akan membuat banyak orang harus menghindari pemakaian istilah "Deterjen Bubuk" dalam kemasan deterjen mereka. Padahal itu semestinya adalah istilah yang umum dan bisa digunakan siapa saja tanpa harus mendapatkan izin.

5. Singkirkan nama depan

Nama-nama yang sering digunakan sebagai nama depan seseorang biasanya tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang. Mengapa? Bayangkan betapa banyaknya orang memiliki nama seperti merek dagang Anda. Apakah pelanggan akan dengan mudah mengingat merek Anda? Merek "Kopi Arabica Pak Joko", misalnya, adalah contoh dari merek dagang yang harus dihindari. Selain karena mengandung istilah yang bersifat deskriptif ("Kopi Arabica"), juga terdapat nama yang sangat sering digunakan sebagai nama depan orang ("Pak Joko").

6. Buatlah merek dagang yang jelas dan tidak membingungkan pelanggan

Sebuah merek dagang yang baik sebaiknya membuat pelanggan tahu bahwa barang yang akan ia beli berbeda dari barang lain yang sejenis yang telah ada lebih dahulu di pasaran. Misalnya nama "Babie" untuk sebuah produk boneka mainan adalah merek dagang yang membuat pelanggan bingung (dan jika tidak teliti, tertipu) karena sebelumnya telah ada merek dagang yang lebih dahulu terkenal dan familiar di telinga konsumen, yaitu "Barbie". Hal ini selain tidak membuat produk dan layanan Anda berbeda dari pesaing, juga akan membuat Anda harus menghadapi tuntutan hukum yang sebenarnya tidak perlu dan bisa dihindari. Sebagai tindakan pencegahan, lakukan penelitian seksama terhadap direktori merek dagang yang dimiliki oleh badan berwenang (dalam hal ini Ditjen HKI).

7. Gunakan kata-kata yang unik dan berbeda

Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan sebuah merek dagang yang sebisa mungkin unik serta berbeda dari yang lain. Maka dari itu, jangan gunakan kata-kata yang bersifat general atau mencakup makna yang luas, misalnya "bagus", "ekonomis", "efisien", "mewah", dan sebagainya. Meskipun membawa konotasi dan asosiasi positif, kata-kata tersebut terlalu umum dan sering digunakan orang. Merek dagang Anda akan tenggela dan sulit dibedakan dari kompetitor.

8. Hindari akronim tiga huruf serta angka

Mengapa harus Anda hindari? Karena akronim biasanya sulit diingat (meski ada beberapa pengecualian seperti IBM dan ATT yang tetap mudah diingat meski adalah akronim), berlawanan dengan kata-kata terutama yang dicetak warna-warni yang akan lebih mudah diingat. Angka juga cenderung dilupakan lebih mudah.

9. Gunakan kata-kata temuan

Kata-kata temuan adalah kata-kata yang tidak dapat kita jumpai di kamus bahasa mana pun dan diciptakan secara kreatif oleh manusia. Di masa sekarang, kata-kata seperti inilah yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk menarik pelanggan, contohnya Verizon, Spandex, Exxon, Kodak, dan sebagainya. kelompok kata ini ideal untuk dijadikan merek dagang karena unik dan bukan kata yang umum digunakan orang untuk menggambarkan sesuatu. Untuk menciptakan kata yang unik, Anda cukup gabungkan beberapa kata yang mencerminkan usaha/produk/jasa Anda.

10. Pertimbangkan nama tumbuhan atau hewan

Nama hewan atau tumbuhan yang menncerminkan  sifat atau karakteristik tertentu yang sesuai dengan produk Anda mungkin akan lebih mudah diingat dan menarik.


Komentar