Laman

  • Home

Sabtu, 10 Juni 2017

Coconut Butter, Perlu Dipertimbangkan Untuk Diproduksi Oleh UMKM

Coconut Butter
Sayang saya bukan ahli dalam bidang teknologi makanan, sehingga ketika ada salah satu UKMM yang datang konsultasi kepada saya dan meminta saya untuk mengajarkan bagaimana cara membuat coconut butter saya tidak bisa menjelaskannya dengan detail. Tetapi harus saya akui bahwa ide tersebut hebat karena produk tersebut belum banyak beredar di Indonesia dan masih memiliki peluang yang besar dalam pemasrannya.
 
Coconut butter juga dipandang lebih sehat, sehingga pemakaiannya berkembang pesat di Eropa, oleh sebab itu sebagai tanggung jawab moral saya. Saya terus membuka-buka referensi yang tepat untuk bisa saya bagikan keapda teman-teman UMKM di Jawa Tengah. Untuk ulasan secara umum, berikut adalah referensi tulisan dari Tania Natalin Simanjuntak yang pernah dirilis di DetikFood.Com pada bulan September 2015 lalu.
 
Kelapa Kaya Khasiat
Coconut Butter, Olahan Kelapa Manis Enak yang Mampu Turunkan Berat Badan - Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
 
Sebutan coconut butter semakin kerap terdengar. Pencinta makanan sehat pun sering merekomendasikannya. Tak hanya enak, coconut butter punya segudang manfaat​.
 
Lalu, apa itu coconut butter? Kebanyakan orang berpikir bahwa coconut butter akan sama dengan minyak kelapa atau coconut oil. Namun, ternyata keduanya sangat berbeda. Minyak kelapa adalah ekstrak lemak dari daging kelapa. Untuk membuat minyak kelapa, daging kelapa diekstraksi hingga minyaknya keluar, lalu dagingnya disingkirkan.

​Sedangkan coconut butter berbeda. ​Coconut butter dibuat dari ​daging kelapa parut kering yang dihaluskan sampai keluar minyaknya. Kemudian, baik minyak dan cacahan daging tersebut dicampur sampai merata hingga membentuk konsistensi seperti pasta. Cara yang sama juga dipakai untuk membuat peanut butter atau almond butter.

Coconut butter biasanya berwarna putih dengan tekstur yang lembut dan creamy. Rasa dari coconut butter ini pun manis alami, dengan lemak nabati yang sehat. Lemak ini akan mencair dalam suhu yang tinggi, dan membeku jika Anda menaruhnya di dalam lemari es.

Coconut butter bisa menjadi alternatif sehat mentega dan selai sekaligus. Rasa manis alami dan creamy dari coconut butter ini menjadikan roti dan biskuit semakin enak. Kabar gembiranya lagi, Anda bisa membuat coconut butter ini sendiri. Anda bisa menyimpannya di dalam stoples kaca dan coconut butter bisa bertahan hingga berbulan-bulan.

Di dalam coconut butter ini, terkandung lemak dan serat yang banyak. Di dalamnya juga ada potasium, magnesium, dan mengandung kalori yang menyumbangkan energi.

Sekarang ini, telah banyak coconut butter yang dijual di pasaran. Produk coconut butter ini ada yang murni dari kelapa, ditambahkan garam, hingga ditambahkan rasa, seperti cokelat hingga kacang pecan.

Selain enak dikonsumsi, coconut butter juga ternyata punya manfaat untuk kecantikan. Coconut butter yang murni ini bisa dioleskan ke kulit dan rambut untuk mendapatkan vitamin sehingga penampilan kulit dan rambut bisa jadi lebih lembap dan bagus​.

​Selain itu coconut butter juga​ bisa memangkas berat badan. Teksturnya yang berminyak dan berlemak ternyata tak ​membuat berat badan ​bertambah​. Pada awal tahun 1940-an, para petani berpikir bahwa coconut butter bisa membuat hewan ini bertambah berat badannya. Namun yang ada, hewan-hewan tersebut semakin kurus.

Ternyata, coconut butter menstimulasi metabolisme tubuh ternak tersebut, dan memicu​ berat badan turun​. Anda bisa mulai mengonsumsinya sesendok atau dua sendok teh coconut butter murni buatan sendiri. Tentu, gunakan coconut butter ini tanpa pemanis untuk membuat tubuh. (+)


Membuat Coconut Butter Skala Rumahan.
 
Setelah memahami manfaat dari coconut butter, maka pada kesempatan ini saya akan memberikan sharing bagaimana membuat coconut butter skala rumah tangga yang kami pelajari dari sebuah blog masak luar negeri yang mungkin bisa mulai dipraktekkan oleh teman-teman UMKM.



Image result for artisana coconut butter
Artisana, salah satu brand coco butter yang terkenal.
Mungkin produk coconut butter buatan rumaha ini tidak akan sehalus teksturnya dibandingkan dengan merk-merk besar yang sudah dikenal, tetapi setidaknya kita akan tahu cara bagaimana membuat coconut butter dengan perlengkapan yang terbatas. Coconut butter ini memiliki rasa yang lebih kaya dan tekstur yang lebih baik daripada minyak kelapa. 

Coconut butter (mentega kelapa) di pasaran sangat mahal harganya karena masih impor dari luar negeri. Oleh sebab itu, bisa membuat coconut butter sendiri di rumah sungguh merupakan keuntungan tersendiri, apalagi mampu mengembangkannya untuk bisnis.


 

Bahan baku untuk membuat coconut butter rumahan adalah menggunakan parutan kelapa kering, tapi ada juga yang menggunakan santan kelapa instan atau santan kelapa bubuk. Hasilnya akan menjadi berbeda-beda teksturnya. Tetapi pada kesempatan ini, bahan yang akan dipraktekkan adalah parutan kelapa kering dengan peralatan food processor. Untuk hasil yang lebih baik, ada yang menambahkan VCO dan sedikit garam.

Homemade Coconut Butter – Instruksi visual dan resep pembuatannya.

Tempatkan kelapa kering ke dalam food processor. Food processor yang dipakai untuk percobaan ini adalah kapasitas 12 cup. Jika milik Anda lebih kecil, anda bisa menyesuaikan dan membuat dua batch (dua kali proses).

Tempatkan kelapa kering dalam food processor.
Process kelapa kering.
Setelah diproses selama 2 menit, maka hasil proses akan terlihat seperti di bawah ini:

Process selama 2 menit
Setelah proses selama 4 menit, akan terlihat seperti dibawah ini.

Proses selama 4 menit.
Setelah 6 menit, minyak akan mulai muncul dari proses ini.

Setelah proses selama 6 menit.
 Setelah proses selama 8 menit, maka hasilnya akan lebih menarik lagi.

Proses selama 8 menit.
Setelah proses 10 menit, maka hasilnya akan lebih halus.
 
Proses selama 10 menit.

Tuangkan ke dalam stoples yang bersih dan biarkan dingin. Jangan khawatir, tidak panas, hanya sedikit hangat. Dan setelah dingin mentega tersebut akan mengeras. Untuk kebutuhan produksi skala yang lebih besar, maka dibutuhkan mesin food processor yang lebih besar. 

Gambaran cara membuat ini adalah untuk memberikan inspirasi kepada para pelaku UMKM untuk mengembangkan produk ini di Indonesia, karena produk ini sangat penting dan memiliki peluang pasar yang besar. Selamat mencoba !

Baca juga: