Laman

  • Home

Sabtu, 22 April 2017

Profesionalisme, Adalah Apa Yang Membedakan Perusahaan Skala UMKM dan Besar.

Image result for profesionalisme
Profesionalisme, Adalah Apa Yang Membedakan Pengusaha UMKM dan Besar

Masih adanya keluhan dari para buyer dan pasar modern terhadap kinerja para pelaku UMKM merupakan merupakan petunjuk bagi para penggiat UMKM untuk memberikan lebih banyak fokus kepada pembinaan di bidang ini. Keluhan ini mulai dari konsisten kualitas, pengiriman yang terlambat sampai dengan sulitnya berkomunikasi dengan pelaku UMKM untuk suatu masalah yang dihadapi.

Sudah saatnya kami, para penggiat UMKM, mulai memperkenalkan pemahaman mengenai profesionilitas kepada para pelaku UMKM. Bagi seorang profesional sebenarnya tidak ada perbedaan antara usaha skala UMKM maupu besar, karena perbedaan tersebut hanya pada sikap profesional dari para pelaku usahanya.

Jika memang pelaku usaha skala UMKM mampu bersikap profesional, maka para mitra tidak akan sungkan-sungkan menempatkannya pada level eksekutif perusahaan besar. Kunci dari keberhasilan usaha skala UMKM adalah sikap profesional dari pemilik usahanya, dimana dengan sikap ini dia akan mampu membangun usaha yang profesional yang mampu memenuhi berbagai tuntutan dari customernya.

Sebagai awal, maka pemahaman profesionalisme kita awali dengan pemahaman definisi sebagai berikut:

PENGERTIAN PROFESIONALISME

Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal dari kata profesi yang bermakna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualitas dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

CIRI-CIRI PROFESIONALISME

Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualitas profesionalisme didukung oleh ciri-ciri sebagai berikut:

1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.

Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan kriteria piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” adalah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.

2. Meningkatkan dan memelihara imej profesi.

Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara citra profesi melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai cara, misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.

3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampiannya.

4. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi.

Profesionalisme ditandai dengan kualitas derajat rasa bangga akan profesi yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya.

KODE ETIK PROFESIONAL

Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat.

Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi.

Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan, dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki, yang tidak dipaksakan dari luar.

Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi, lengkap, tanpa catatan, dalam bahasa yang baik, sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.

Semoga penggambaran profesionalisme di atas bisa membantu teman-teman UMKM untuk mulai manata diri sebagai orang yang profesional di masa mendatang. Berkomitment pada apa yang telah diucapkan, menghargai waktu orang lain, selalu update perkembangan dan selalu menghasilkan produk yang terbaik adalah harapan-harapan kami kepada para pelaku UMKM agar kami sulit membedakannya dengan para pengusaha besar.

Sikap profesional ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para buyer dan pasar modern ketika mereka akan memilih mitra vendor yang dibutuhkan. 

Baca juga: