Laman

  • Home

Kamis, 26 Januari 2017

UMKM Bukan Suatu Alasan Untuk Tidak Profesional

Image result for be a professional
UMKM, bukan suatu alasan untuk tidak profesional.


Menjadi entrepreneur berarti harus siap mental untuk menjadi seorang yang mandiri, berdaya saing dan bersikap profesional. Pelaku UMKM adalah seorang entrepreneur dan mereka tidak lepas tuntutan dari sikap profesional.

Setiap kali kami ditanya apa sebenarnya yang menjadi permasalahan mendasar UMKM, maka selalu saya jawab mindset kewirausahaan dan sikap mentalnya. Dan selanjutnya pasti kami ditanya: "Mengapa bukan pemasaran atau pembiayaan ?"

Masalah pemasaran dan pembiayaan masih bisa dipecahkan dengan segera ketika pemerintah dan jaringan pelaku usaha ikut serta dalam pembinaan UMKM, tetapi masalah mindset dan sikap mental butuh waktu yang lebih panjang untuk menuntaskannya.

Di lapangan, kami sudah sering menghadapi permasalahan ini. Pada awalnya memang selalu masalah pembiayaan yang kami dengar, tetapi ketikan kami tanyakan apakah mereka benar-benar punya pasar, mereka akan menjawab mereka juga punya masalah pemasaran. Nah, mengapa pembiayaan yang mereka sebut sebagai masalah utama mereka ? Mengapa bukan pemasaran ?

Ketika masalah pemasaran produk mereka kami coba kupas, ternyata mereka bermasalah dengan kualtias dan kemasan produk. Nah, apakah benar memang masalah pemasaran yang menjadi permasalahan mereka ? Pastinya kita harus kupas dulu produk mereka sebelum kita bantu pemasarannya.

Namun ketika sudah masuk dalam ranah produk, maka permasalahan yang terjadi adalah masalah pembiayaan lagi yang mereka sebutkan. HaHa, bingung kan ?! Ya, tapi inilah yang terjadi di lapangan, bukan suatu kekurangan namun inilah alamiahnya dan ini faktanya.

Sejak awal memang kami menengarai bahwa permasalahan yang paling mendasar pada UMKM adalah pada masalah mindset kewirausahaan dan sikap mental mereka. Ada banyak yang sudah benar mindset kewirausahaannya, dan ternyata merekalah yang lebih mudah dibina dan bisa dengan cepat dikembangkan.

Konsep kemandirian harus menjadi titik tolak pembinaan yang dilakukan kepada pelaku UMKM, karena ketika pemerintah mengobral bantuan alat dan modal maka tingkat keberhasilannya patut dipertanyakan. Yang terjadi banyak UMKM "berburu" bantuan dari pemerintah, bahkan mereka seolah punya usaha lain yaitu; usaha mencari bantuan. Inlah yang perlu disikapi dengan bijaksana di masa mendatang.

Konsep daya saing juga menjadi fokus dalam pengembangan UMKM. Banyak faktor yang mempengaruhi daya saing baik dari sisi kualitas produk, kapasitas pruduksi, ketersediaan bahan baku, harga  jual dan lain-lain. Short cut untuk mengakselerasi daya saing adalah kreativitas dan inovasi, yang hal ini kita kalah dengan negara tetangga. Untuk belajar teknologi dan edukasi terkini, banyak UMKM mengandalkan fasiltias dari pemerintah. Seharusnya mereka mau berinvestasi untuk pengembangan teknologi secara swasembada agar daya saing mereka meningkat.

Saat ini bukan waktunya untuk memperdebatkan mana benar dan mana yang salah, melainkan bagaimana membangun mindset kewirausahaan dan sikap mental baik oleh para penggiat UMKM maupun oleh UMKM itu sendiri sebagai wujud tanggung jawab mereka terhadap apa yang mereka bangun. Pelatihan-pelatihan pun harus benar-benar dilakukan secara bertahap sejak pembangunan mindset kewirausahaan, karena mungkin mereka melakukan banyak hal keliru dalam berbisnis adalah karena mereka tidak tahu atau belum pernah diajarkan sejak awal.

Hal utama yang perlu kami soroti dalam hal ini adalah masalah komitmen dari apa yang mereka ucapkan, yang seringkali memberikan "gangguan" terhadap komunikasi dengan buyer maupun kepada mitra. Dimana ketika mereka minta fasilitas pelatihan dan pameran, hal ini kita berikan, tetapi justru mereka sendiri yang mengabaikannya. Bukankah fasilitas ini jiga mereka bisa mengabarkan sejak awal mereka tidak sanggup memenuhinya, bisa diberikan kepada pelaku UMKM lain yang membutuhkannya ?

Mari bangun sikap profesionalisme kita, UMKM bukanlah sebuah alasan untuk mencari permakluman. Dalam bisnis semua pihak dianggap profesional, tidak terkecuali pelaku UMKM walupun skalanya masih mikro.

Salam bangkit dari Rumah UMKM !