Laman

  • Home

Minggu, 09 April 2017

8 Kualitas Leadership

Image result for qualified leadership
8 Kualitas iLeadership
Hal ini adalah mengenai bagaimana menuntun seorang karyawan menjadi seorang pemimpin, seorang pemimpin yang hebat yang nantinya akan dibutuhkannya untuk menjadi seseorang yang memiliki mindset entrepreneur. Bahkan para pelaku UMKM pun harus memiliki ketrampilan kepemimpinan ini dalam menjalankan usahanya.
Dalam bisnis, seperti dalam aspek kehidupan lainnya, ada orang-orang yang memimpin dan ada dari mereka yang mengikuti. Namun hal ini bukan dua kelompok yang saling eksklusif, mereka saling terkait.

Sementara itu banyak orang yang berada di bawah memiliki kesan yang keliru terhadap pemimpin, mereka itu terlahir, tidak dibentuk, tetapi ternyata kualitas kepemimpinan yang membentuk seorang pemimpin dapat dipelajari. Proses pembelajaran ini dapat menjadi salah satu usaha yang menciptakan atau membantu karyawan tumbuh menjadi pemimpin, tetapi akan lebih mudah jika dilakukan oleh individu yang ingin membuat dirinya menjadi pemimpin besar.

1. Jadilah Seorang Thinker (Pemikir).
 


Ketika sebagian besar pekerja medapatkan tugas, maka mereka hanya sekedar melakukannya, baik yang sesuai dengan kemampuan mereka ataupun tidak. Tetapi seorang pemimpin akan melakukan hal ini dengan lebih hati-hati, mampu meneliti dan menganalisis tugas tersebut. Hal Ini adalah mengenai bagaimana melihat hal-hal yang bisa dilakukan dengan lebih mudah, lebih murah, atau bahkan mungkin tidak perlu dilakukan sama sekali.

Hal ini tidak dimaksudkan untuk membuat situasi yang penuh tantangan, tetapi tentang bagaimana menawarkan wawasan yang lebih luas dalam pelaksanaan tugas, dimanapun mereka berada. Hal Ini mengungkapkan bagaimana seorang pemimpin yang mampu melampaui apa yang diharapkan daripadanya untuk menawarkan sebuah nilai kepada perusahaan.

2. Ambil Kendali 


Karyawan yang pasif akan menunggu kesempatan untuk memimpin dan sering harus menunggu selamanya. Bos di sebuah perusahaan jarang prihatin tentang karir karyawan sendiri.

Hal Ini berarti bahwa karyawan yang ingin mengembangkan leadership skill harus mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan bahwa mereka memiliki kesempatan untuk melakukannya. Mereka yang ingin tumbuh sebagai pemimpin harus bertanya bos atau atasan mereka jika ada tugas atau kebutuhan di perusahaan yang mereka bisa atasi.

3. Mau Mengerjakan Pekerjaan Di Luar Pekerjaannya


Seringkali ada hal-hal dalam bisnis yang tidak dapat dilakukan sendiri oleh karyawan. Tugas-tugas pembimbingan bisa apa saja dari mulai menciptakan desain logo perusahaan, penulisan survei kepuasan pelanggan maupun pembuatan website perusahaan.


Untuk tugas semacam ini, seorang pemimpin akan mencari karyawan yang secara sukarela bersedia melakukan pekerjaan ini dan menunjukkan bahwa mereka siap untuk melakukan pekerjaan di luar pekerjaan yang ditugaskan, bersedia untuk belajar dan melakukan hal-hal yang baru.

4. Berinovasi


Banyak perusahaan terjebak dalam cara lama yang sama dalam melakukan sesuatu. Namun, di era digital sangat penting bagi perusahaan untuk terus mengikuti perubahan yang terjadi di sekitarnya dan untuk mengadopsi perubahan-perubahan yang mungkin bisa membantu perusahaan melakukan pekerjaan dengan lebih baik.


Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membutuhkan ide-ide dan pasar baru untuk menjual produk-produknya, ini bisa menjadi sebuah peluang besar. Dengan mendorong ide menjangkau pasar yang belum dimanfaatkan, seorang karyawan dapat menunjukkan pemikiran maju dan inovasi yang dibutuhkan para pemimpin. 


5. Ajukan Pertanyaan yang Baik 

Tidak ada yang tahu segalanya, dan mereka hanya berpura-pura bahwa mereka bisa melakukan beberapa pekerjaan sendiri di beberapa bidang. Bahkan, salah satu keunggulan dari pemimpin yang baik adalah kemampuan untuk mengesampingkan egonya dan belajar dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dari orang-orang yang berhasil.

Pertanyaan

Mereka yang ingin menunjukkan bahwa mereka adalah pemimpin harus bersedia untuk belajar pengetahuan dan pengalaman dari orang di sekitar mereka, karena orang-orang ini mungkin telah ada di perusahaan tersebut lebih lama dan memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang bagaimana ia bekerja. 


6. Belajarlah untuk Mendelegasikan

Belajar untuk mendelegasikan sejalan dengan konsep mengajukan pertanyaan yang baik. Sama seperti seorang pemimpin yang harus bersedia untuk meminta saran dari orang-orang di sekelilingnya, ia juga harus memiliki kemampuan untuk mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain.


Hal Ini bisa sangat sulit bagi mereka yang mengelola manajemen mikro, tetapi hal ini adalah salah satu keterampilan kepemimpinan yang penting yang harus dimiliki jika beban kerja akan dibagikan, karena pemimpin tidak bisa melakukan semuanya sendiri. 


7. Memotivasi Lainnya 

Pemimpin tidak hanya sebagai pengambil keputusan, mereka juga harus menjadi motivator, membuat karyawan bersemangat untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Hal Ini memerlukan pemahaman yang baik tentang motivasi. Meskipun beberapa orang termotivasi  oleh imbalan uang, tetapi cobalah memotivasi dengan cara lain, seperti kesempatan untuk kemajuan atau pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan.

8. Membangun Teamwork 

Pemimpin yang baik dapat merakit tim yang tepat untuk mengerjakan tugas tertentu. Kemampuan untuk membuat kelompok yang berbeda sebagai satu kesatuan untuk mencapai hasil yang diinginkan adalah salah satu ciri yang paling penting dalam kepemimpinan. Untuk bagian ini, adalah penting untuk belajar mengevaluasi orang tanpa bias dan obyektif

Hal Ini termasuk tidak hanya catatan kerja mereka tetapi juga seberapa baik mereka berinteraksi dengan orang lain. Penting untuk diingat bahwa seseorang yang mungkin tidak cocok di suatu bidang, bisa melakukan banyak hal dalam sebuah team work untuk bidang yang lain.


Belajar menjadi seorang pemimpin bukanlah proses yang sederhana, tetapi bisa dilakukan. Bahkan individu yang paling pemalu atau penakut dapat naik ke posisi pemimpin jika mereka berkomitmen untuk memperoleh keterampilan kepemimpinan yang diperlukan.


Baca juga:
1. Menumbuhkan Keberanian Untuk Berwirausaha. 
2. 13 Teknik Negosiasi Yang Diajarkan Di Sekolah Bisnis Wharton. 
3. Bagaimana Membangun Personal Branding. 
4. Sharing Dari Dream : 8 Cara Agar Karyawan Tetap Loyal Kepada Perusahaan.