Laman

  • Home

Rabu, 29 Maret 2017

Memahami Ilmu Pemasaran Dengan Sederhana

Memahami Ilmu Pemasaran Dengan Sederhana
Jujur, jangankan para pelaku UMKM yang latar pendidikannya sangat majemuk, bahkan saya sendiri pun tidak dengan mudah memahami teori-teori pemasaran saat itu. Pengalaman lah yang mengajarkan kepada saya untuk tidak terus "takjub" dengan perkembangan ilmu pemasaran saat ini, melainkan terus menggali hal kecil yang bisa saya terapkan dalam praktek pemasaran yang saya lakukan.

Praktek-praktek terbaiklah yang saya coba formulasikan untuk kegiatan pemasaran saya, mungkin belum sempurna tetapi itulah yang terbaik untuk kondisi saya. Menurut saya, ilmu pemasaran yang terbaik adalah ilmu pemasaran yang mampu kita sesuaikan (adaptasikan) dengan kebutuhan bisnis kita.

Memahami Arti Pemasaran
 
Akan banyak definisi jika kita ketikan kita mengartikan pemasaran, tetapi pada dasarnya definisi pemasaran yang saya pahami adalah:

"Pemasaran adalah upaya bagaimana kita mengenali pasar kita, bagaimana kita memahami kebutuhan dan keinginannya dan bagaimana kita memuaskan kebutuhan tersebut."

Pemasaran berawal dari pasar, bukan produk sebagaimana pemahaman arti dari penjualan. Bagaimana kita memahami pasar dan perubahannya adalah hal yang paling mendasar dalam melakukan pemasaran. Isyarat untuk selalu melakukan survey dan pengamatan terhadap pasar ada di sini. Bukan sebuah survey yang secara "mewah" menghabiskan dana yang besar, melainkan kreativitas kita dalam mendapatkan informasi mengenai pasar yang sesuai dengan produk kita.

Informasi dan database merupakan sebuah "check list" keberhasilan kita dalam mengenali pasar, semakin kita memiliki informasi dan data base dari pasar kita maka bisa dikatakan kita memiliki asset pemasaran yang besar. Apakah anda sudah mengeksplorasi dan menggali informasi pasar anda dengan maksimal ?

Sebagai asset, informasi dan data base pasar merupakan salah satu daya saing kita dalam pemasaran itu sendiri. Asset ini bisa dikembangkan terus menerus sesuai dengan kebutuhan usaha kita di masa mendatang.

Bagaimana memahami kebutuhan pasar ? Ilmu Segmentasi, Targeting dan Positioning dimanfaatkan untuk "mengelompokan" kebutuhan dan keinginan pasar sesuai dengan demografi dan psikografi dari pasar yang kita bidik. Kita tidak akan mampu membuat positioning yang tepat (membuat "umpan" bagi target pasar) ketiga pasar belum disegmentasi dan ditarget karena kemajemukan keinginan dan kebutuhan pasar tersebut.

Sebuah perumpamaan yang cukup sederhana dari senior saya, Mas Soebiakto Priosudarsono, dalam memahami STP cukup membantu para pelaku UMKM yang berlatar belakang sangat majemuk. Segmentasi diumpamakan sebagai "kolam mana" yang akan kita pilih sebagai kolam yang akan kita pancing, Targeting diumpamkan sebagai "ikan apa" yang akan kita pilih di "kolam" yang kita jadikan tempat memancing, sementara positioning adalah mengenai "umpan" apa yang akan kita pakai untuk "ikan" yang kita pilih tersebut.

Denga perumpamaan yang cukup sederhana ini, kami yakin para pelaku UMKM bisa mencerna istilah STP dengan baik karena pada prakteknya justru hal paling mendasar ini yang sulit dipahami oleh para pelaku UMKM. Semua strategi marketing akan menarik benang merah dari penentuan STP ini, atau dengan kata lain strategi marketing diawali dengan mengidentifikasikan keinginan dan kebutuhan pasar.

Memahami keinginan dan kebutuhan pasar mengisyaratkan sebuah formulasi dalam komunikasi yang efisien dan efektif dengan pasar. Komunikasi sangat penting dilakukan sebagai alat eksplorasi, koreksi, konfirmasi dan verifikasi terhadap keinginan dan kebutuhan pasar. Informasi yang salah dalam memahami "masalah" dari pasar akan mengakibatkan perusahaan salah strategi sehingga tujuan yang diharapkan tidak tercapai.

Hal yang paling penting sebagai tujuan pemasaran adalah bagaimana memuaskan kebutuhan pasar tersebut. Hal ini mengisyaratkan sebuah "aksi" yang nyata dan terstruktur dalam memenuhi kebutuhan dari pasar, baik kebutuhan atas produk maupun kebutuhan atas layanannya. Bisa dikatakan bahwa bagian terpenting dari pemasaran adalah aksinya, bukan teorinya meskipun kedua-duanya sangat penting.

Aksi ini pasti tidak akan terlepas dari pengolahan informasi, analisa dan penyusunan strategi yang merupakan bagian dari perencanaan marketing sampai dengan implementasinya termasuk penyusunan rencana aksi, tolok ukur keberhasilan dan penganggarannya.

Untuk usaha skala kecil dengan bisa memahami hal-hal tersebut di atas sudah sangat cukup untuk "membawanya" ke level pemasaran yang lebih tinggi dan cukup untuk bisa bersaing dengan perusahaan yang lebih besar. Salam sukes !

Baca juga: