Laman

  • Home

Selasa, 02 Agustus 2016

Konsep Penjualan Vs Konsep Pemasaran

Abstraksi

Pada umumnya, tujuan perusahaan adalah mendapatkan laba tertentu atau semaksimal mungkin, dan mempertahankan atau bahkan berusaha meningkatkannya untuk jangka panjang. Tujuan tersebut dapat direalisir apabila penjualan dapat dilaksanakan seperti yang direncanakan, tidak berarti bahwa barang atau jasa yang terjual selalu akan menghasilkan laba, maka faktor-faktor diatas harus mendapat perhatian sepenuhnya bagi perusahaan.

Kompetensi superior dalam memahami pelanggan berpeluang memberikan kepuasan pada pelanggan sama halnya dengan kemampuannya dalam mengenali gerak-gerik pesaing. Study Day dan Nedungadi mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang berhasil mengendalikan pasar disebut market driven firms adalah perusahaan-perusahaan yang selalu menyeimbangkan dua orientasi ini secara baik sehingga menghasilkan kinerja pemasaran yang lebih baik daripada perusahaan-perusahaan yang mempunyai orientasi lain. Koordinasi antar fungsi dalam perusahaan sebagai sebuah upaya misalnya untuk saling membagi informasi mengenai pelanggan dan pesaing kepada semua fungsi sehingga mereka dapat secara lebih baik menghadapi persaingan yang berkembang dari waktu ke waktu.

Pemasaran VS Penjualan

1. Pendahuluan

Dewasa ini terdapat persaingan yang semakin tajam dalam pemasaran produk, baik yang termasuk dalam barang-barang konsumen maupun barang-barang industri dan jasa. Persaingan ini terutama terdapat dalam kondisi pasar pembeli (buyer’s market), dimana pembeli mempunyai peranan yang dominan di pasar. Dalam hal ini pembeli dianggap raja, yang harus dilayanidan dipenuhi kepuasannya atas barang atau jasa yang dibelinya. Dengan menekankan padapemberian kepuasan kepada konsumen, maka terdapatlah pergeseran atas konsep pendekatandalam pemasaran produk dari konsep penjualan menjadi konsep pemasaran. 

Kegiatan pemasaran bagi suatu perusahaan merupakan salah satu kegiatan pokok yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.banyak sekali faktor-faktor yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan dalam menjalankankegiatan pemasaran bagi produk yang dihasilkan untuk perusahaan yang membuat produk danperusahaan yang khusus menjual produk.

2. Pembahasan


2.1 Manajemen Pemasaran dan Perkembangannya

Upaya perusahaan untuk mencapai tujuan dan mempertahankan serta berkembangnya tentu dipengaruhi oleh keputusan-keputusan pemasaran yang dilakukan. pengambilan keputusan di bidang pemasaran hampir selalu berkaitan dengan variabel-variabel marketing mix  (Basu Swastha, 1985:24). Oleh karena itu marketing mix ini sangat penting dan dapat dipakai sebagai alat pemasaran praktis. 

Tekanan utama dari marketing mix adalah pasar, karena pada akhirnya produk yang ditawarkan oleh perusahaan diarahkan ke pasar. Kebutuhan pasar tersebut dipakai sebagai dasar untuk menentukan macam produknya, demikian pula keadaan pasar terhadap berbagai macam alternative harga, promosi, dan distribusi. Masalah ini menunjukkan kepada perusahaan untuk mengalokasikan kegiatan pemasarannya pada masing-masing variabel mix (bauran pemasaran).

Pembahasan tinjauan teori mengenai bauran pemasaran (marketing mix} akan diawali dengan konsep atau pengertian pemasaran, strategi bauran pemasaran. hubungan antara keputusan harga, promosi dan distribusi serta berbagai aspek kaitan bauran pemasaran dalam suatu perusahaan. Pengetahuan dan ketrampilan dalam pemasaran penting dalam kegiatan usaha (bisnis). Tapi lebih pokok dari itu adalah apa yang disebut disini dengan konsep pemasaran. Konsep pemasaran tidak lain daripada landasan filosofis yang mengarahkan tindakan di bidang pemasaran. Ini merupakan kelanjutan logis dari perkembangan sejarah perusahaan-perusahaan.

Pada masa-masa yang lalu dikenal berbagai orientasi yang berbeda dari perusahaan, seperti orientasi produksi. Di sini titik sentral adalah proses produksi, lainnya adalah pelengkap dari fungsi ini. Dikenal pula masa dimana perusahaan berorientasi pada keuangan. Fungsi keuangan mernegang komando dalam periode ini. Kemudian dikenal pula periode dimana orientasi perusahaan cenderung pada penjualan barang-barang yang telah diproduksi sebanyak-banyaknya. Gejala selanjutnya yang dapat diamati perihal orientasi perusahaan ini adalah orientasi pemasaran. Titik sentral disini adalah pemasaran. Dalam situasi dimana kompetisibertambah sengit, konsep yang diarahkan pada orientasi pemasaran inilah yang disebut dengan istilah konsep pemasaran.

2.2 Konsep Penjualan

Dalam dunia bisnis, berbagai kegiatan dari jenis usaha (manufaktur) yang memproduksi barang-barang, usaha dagang yang mendistribusikan barang dagangan dan usaha jasa, pada akhirnya akan bermuara pada kegiatan penjualan barang atau jasa. Kegiatan penjualan merupakan penentuan dalam dunia bisnis, dimana dengan adanya kegiatan penjualan tersebut pihak perusahaan akan memperoleh penggantian sebesar harga barang atau jasa yang dimufakati saat akan jual beli dilakukan. dari kegiatan penjualan tersebut pihak penjual mengharapkan bahwa barang-barang atau jasa akan lagi pada titik harga yang nilainya lebih tinggi dart harga pokok (harga perolehan) sehingga perusahaan akan mampu memperoleh laba. Untuk mencapai tingkat laba yang maksimal pihak manajer penjualan harus mampu melihat dan mencermati kondisi pasar yang ada. Dengan demikian, pihak manajer penjualan dapat melihat peluang yang ada di pasar. berikut ini definisi manajemen penjualan adalah perencanaan, pengarahan dan pengawasan personal selling, termasuk penarikan, pemilihan, perlengkapan, penentuan rute, supervise, pembayaran dan motivasi sebagai tugas diberikan pada para tenaga penjualan (Basu Swastha dan Irawan, 1984: 403).

Dari pengertian di atas bahwa manajemen penjualan tersebut diketahui bahwa tugas manajer penjualan cukup luas. Dapat dikatakan pula bahwa tugas manajer penjualan itu adalah sebagai administrator dalam kegiatan personal selling, sehingga tugas utama banyak berkaitan dengan personalia penjualan. Bagian lain dan tugas manajer penjualan adalah berkaitan dengan pengorganisasian kegiatan penjuatan baik di dalam perusahaan maupun diluar perusahaan di dalam perusahaan ia harus menyusun struktur organisasi yang dapat menciptakan komunikasi secara efektif tidak hanya di dalam departemen penjualan itu sendin, tetapi juga dengan departemen yang lain yang ada di dalam perusahaan, dan juga merupakan penghubung yang paling penting antara perusahaan dengan konsumen atau pembeli dan masyarakat lain, bertanggung jawab untuk menciptakan dan mempertahankan jaringan distribusi yang efektif. 

Selain tugas-tugas tersebut, manajer penjualan masih rnempunyai tugas yang lain, yaitu menggunakan dan berpartisipasi dalarn mempersiapkan mformasi untuk pengambilan keputusan pemasaran, seperti penentuan anggaran, kuota dan daerah penjualan, juga berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang produk, saluran pemasaran atau politik distribusi, promosi serta pemetaan harga. Jadi dapat dikatakan bahwa manajer penjualan itu selain sebagai administrator kegiatan persona! selling, juga sebagai anggota kelompok manajer yang ikut mengambil keputusan pemasaran, Kesuksesan bisa dicapai bilamana seseorang itu memiliki suatu tujuan atau harapan, demikian pula halnya dengan para pengusaha atau penjual. Tujuan tersebut akan menjadi kenyataan apabila dilaksanakan dengan kemauan dan kemampuan yang memadai. Selain itu, harus diperhatikan pula faktor-faktor berikut ini.

(1) Modal yang diperlukan
(2) Kemampuan perencanaan dan membuat produk,
(3) Kemampuan menentukan tingkat harga yang tepat
(4) Kemampuan memilih penyalur yang tepat
(5) Kemampuan dalam menggunakan cara-cara promosi yang tepat.

Pada umumnya, para pengusaha mempunyai tujuan mendapatkan laba tertentu atau semaksimal mungkin, dan mempertahankan atau bahkan berusaha meningkatkannya untuk jangka panjang. Tujuan tersebut dapat direalisir apabila penjualan dapat dilaksanakan seperti yang direncanakan, dengan demikian tidak berarti bahwa barang atau jasa yang terjual selalu akan menghasilkan laba, disinilah faktor-faktor diatas harus mendapat perhatian sepenuhnya oleh pihak perusahaan. bagi perusahaan, pada umumnya mempunyai tiga tujuan umum, sebagai berikut.

(a) Mencapai volume penjualan tertentu.
(b) Mendapatkan I aba tertentu.
(c) Menunjang pertumbuhan perusahaan.

Usaha-usaha untuk mencapai ketiga tujuan tersebut tidak sepenuhnya hanya dilakukan oleh pelaksana penjualan aiau para pcnjual, dalam hal ini haruslah adanya kerja sama yang rapi antara fungsionaris dalam perusahaan maupun dengan para penyalur. Dalam praktek kegiatan penjualan itu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

(a) Kondisi dan kemampuan penjualan
(b) Kondisi pasar yang ada
(c) Banyaknya permodalan yang digunakan
(d) Kondisi organisasi perusahaan
(e) Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penjualan.

Dengan munculnya revolusi industri, perusahaan berhasil membuat barang secara besar-besaran. barang-barang yang tadinya dibuat dengan tangan, dengan munculnya revolusiindustri, maka proses produksi dilakukan dengan mesin. Masalah utama yang dihadapi dalam fase ini adalah bagaimana menjual barang-barang tersebut. Membuat barang yang baik saja tidak cukup menjamin berhasilnya perusahaan. Hasil kerja perusahaan diukur terutama dari volume penjualan yang dihasilkan. Perusahaan yang berorientasi pada penjualan seperti ini, dikatakan menganut sebuah konsep yang disebut konsep penjualan (Ferdinand, 2000).

Perusahaan yang menganut konsep penjualan lebih mementingkan penjualan daripada kepuasan konsumen. penjual tidak segan-segan menggunakan cara-cara (promosi) yang kurang jujur untuk mempengaruhi konsumen agar bersedia membeli. Cara-cara semacam ini akhirnya akan merugikan perusahaan sendiri, karena banyak pembeli kemudian akan merasa kecewa, bila ternyata bahwa apa yang dikatakan penjual tentang barang yang dibelinya tidak sesuai dengan kenyataan. 

Pembeli-pembeli ini akan merasa tertipu dan tidak akan mengulangi pembeliannya, sehingga pembentukan langganan tidak akan dapat diharapkan. Konsep penjualan banyak dijalankan terhadap produk-produk yang kurang baik atau produk-produk yang biasanya kurang dipikirkan oleh pembeli seperti asuransi, ensiklopedi dan sebagainya.


2.3 Konsep Pemasaran


Pemasaran merupakan sistem dari strategi bauran pemasaran dan strategi pemasaran itu sendiri merupakan sub sistem dari proses manajemen pemasaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa strategi pemasaran menempati posisi tersendiri dalam ilmu pemasaran, tetapi menjadi satu kesatuan dalam strategi bauran pemasaran secara keseluruhan. Strategi pemasaran dapat dijelaskan dengan diawali bagaimana perusahaan menyiapkan suatu bauran penawaran yang terdiri dari produk, jasa, dan harga serta memanfaatkan bauran promosi yang terdiri dari promosi penjualan, periklanan, gugus wiraniaga, hubungan masyarakat, surat langsung dan pemasaran jarak jauh (telemarketing) untuk menjangkau saluran distribusi dan pelanggan akhir, yang diilustrasikan pada gambar berikut ini.





2.4 Elemen Strategi Pemasaran


Perencanaan produk menyangkut kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan :
  1. Jenis Produk yang ditawarkan : kualitas, desain dan sebagainya.
  2. Pasar untuk menjual : kepada siapa, dimana, kapan, dan berapa banyak.
  3. Kebijakan produk baru : program penelitian dan pengembangan
Penentuan harga menyangkut kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan:
  1. Tingkat harga yang digunakan
  2. Harga khusus yang digunakan
  3. Kebijakan harga, satu harga atau bervarjasi, usaha mempertahankan harga dan sebagainya.
  4. Batas-batas yang digunakan, untuk perusahaan dan untuk perdagangan.

Saluran distribusi menyangkut kebjjakan dan prosedur yang berkaitan dengan:
  1. Saluran yang digunakan antara pabrik dan konsumen
  2. Tingkat selekcifitas diantara penjual dan pengecer
  3. Usaha untuk mendapatkan kerjasama pelanggan.

Promosi Kebijakan dan Prosedur yang Berkaitan dengan :
  1. Beban yang dikenakan pada rencana penjualan khusus atau alat-alat yang diarahkan pada atau melalui perdagangan.
  2. Bentuk alat promosi konsumen, untuk promosi dagang.

Konsep pemasaran telah dirumuskan dengan berbagai corak seperti “Temukan keinginannya dan penuhilah”. “Buatlah apa yang dapat anda jual ketimbang mencoba menjual apa yang dapat anda buat”, dan sebagainya. Konsep penjualan dan konsep pemasaran seringkali dicampuradukkan. Kedua konsep ini dapat dibandingkan pada gambar dibawah ini :


Konsep penjualan dimulai dari produk yang ada. Kemudian dilakukan penjualan dan promosi besar-besaran untuk mencapai penjualan yang menguntungkan. Konsep pemasaran dimulai dari konsumen sasaran dan kebutuhan serta keinginan mereka. Perusahaan mengintegrasikan dan mengkoordinir semua kegiatan yang dapat memberikan kepuasan konsumen.Perusahaan mencapai keuntungan dengan menciptakan dan mempertahankan kepuasan konsumen.

Secara singkat konsep pemasaran berorientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen yang didukung oleh usaha pemasaran terpadu, yang diarahkan pada terciptanya kepuasan konsumen sebagai kunci tercapainya tujuan perusahaan.

2.5 Konsumen, Koordinasi dan Kepuasan

Menurut (Ferdinand, 2000) badan konsep pemasaran mengharuskan kita memperhatikan tiga hal : konsumen, koordinasi kegiatan pemasaran dan kepuasan konsumen. Konsep ini lebih mendorong kita untuk melihat keluar yaitu konsumen dan tidak ke dalam yakni barang. Konsep ini sering tercermin pada ungkapan bahwa konsumen adalah raja. Konsep yang demikian sering hanya diartikan sebagai untuk menyenangkan pembeli dalam transaksi jual beli. Ini tentu saja salah.

Berorientasi pada konsumen seperti diajarkan oleh konsep pemasaran mengharuskan pengusaha melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar menyenangkan konsumen. Ini sering berarti usaha mempelajari fungsi dan kegunaan dari barang yang diprodusir secara teliti, sehingga barang yang akan dipasarkan akan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Di samping itu, berbagai kelompok konsumen sering mempunyai kebutuhan yang berbeda, sehingga dengan demikian usaha menemukan kelompok dengan kebutuhan yang belum dipenuhi oleh pasar adalah tugas penting dalam rangka orientasi pada konsumen ini. Juga dengan demikian maka penting pulalah peranan penelitian konsumen sebagai alat untuk menemukan ciri dan pola konsumsi dari rakyat konsumen.

Pemasaran yang melihat ke luar dan ke masa depan ini memerlukan suatu koordinasi dan integrasi kegiatan pemasaran serta bauran pemasaran / marketing mix yang berupa kebijaksanaan di bidang barang, harga, distribusi dan promosi. Koordinasi ini sangat penting kalau ingin dicapai sasaran dengan lebih efektif. Kebijaksanaan barang umpamanya harus serasi dengan kebijaksanaan harga, demikian pula dengan aspek penyaluran dan promosinya. Ketidakserasian bukan saja menimbulkan pemborosan, tetapi lebih-lebih karena pencapaian sasaran mungkin tidak optimal. Di lain pihak koordinasi bukanlah sesuatu yang akan terjadi secara otomatis tapi merupakan sesuatu yang harus terus-menerus diusahakan dan dikembangkan. Koordinasi ini dalam perusahaan besar tercermin dalam struktur organisasi, sedangkan pada perusahaan lainnya mungkin hal demikian tidak mudah dilihat. Apapun tingkat besarnya suatu perusahaan, kalau mau efektif dalam mencapai sasaran, diperlukan suatu koordinasi dan sering integrasi dari kegiatan-kegiatan pemasaran.

Tonggak ketiga dari sikap pemasaran ini adalah kepuasan konsumen, Kepuasan konsumen yang dimaksud disini tentu bukan kepuasan semu yang temporer saja. Lebih dari itu, kepuasan yang dimaksud disini adalah kemampuan dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh konsumen. Konsumen yang puas pada hakekatnya adalah konsumen yang telah dap at memecahkan masalah atau problem kebutuhan. Dan harya kepuasan yang macam inilah yang akan menjamin kelanggengan jalannya operasi perusahaan, karena mereka inilah biasanya yang nantinya akan merupakan langganan yang setia.

3. Kesimpulan

Dalam kebijakan pemasaran dan penjualan perusahaan berupaya menerapkan berbagai variabel bauran pemasaran dalam upaya mengoptimalkan penjualan produk. Harga jual suatu produk umumnya harus ditentukan lebih tinggi dari harga produksinya dan biaya lainnya untuk memperoleh laba. Adanya laba yang diperoleh secara terus-menerus akan memperbesar skala usaha dan dapat terus melakukan investasi uniuk perkembangan perusahaan dan ini memang yang sedang dilakukan, Pemasaran produk umumnya dajam negeri dan luar negeri, pada saat ini kondisi persaingan dalam industri begitu ketat. Strategi memanajemeni operasi pasar yang disasaran untuk meningkatkan penjualan atau mengamankan hegemoni porsi pasar, menghadapi maneuver pesaing atau menghambat masuknya pesaing-pesaing baru, Untuk meningkatkan volume penjualan melalui pengembangan strategi diferensiasi produk dan atau strategi diversifikasi produk. Salah satu isu dalam pengembangan strategi bauran produk adalah pertuasan jumlah lini produk (product line breadth) sebagai upaya untuk memenangkan persaingan. Sesuai pendapat Bruce Henderson dalam Ferdinan (2000:23) menggambarkan persaingan sebagai sebuah sistem hubungan dimana perusahaan hanya dapat eksis dan bertahan, bila mereka mempunyai keunggulan-keunggulan unik dibandingkan dengan lawannya. Bila mereka tidak mempunyai keunggulan unik, maka persaingannya dapat menggeser posisi strategiknya dan karena itu semakin mirip profil strategic sebuah perusahaan dibandingkan dengan pesaing ter dekatnya, maka semakin keras persaingan pasar terjadi.

Perusahaan dapat mengembangkan keungguian uniknya sebuah pemasaran dan penjualan melalui produk, harga, promosi dan distribusi dan melalui itu porsi pasar dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, bukan sebaliknya sebagai pesaing.