Laman

  • Home

Senin, 13 Juli 2020

Obrolan SERSAN : 3 Level of Marketing


3 Level of Marketing

Biasa, untuk membunuh sepi memacu kreasi kami biasa ngobrol bareng dengan orang-orang yang seprofesi, setidaknya orang-orang yang memiliki latar belakang tidak jauh berbeda, yaitu : Marketing! Apakah yang kami obrolkan hari ini? 

Karena kami semua adalah praktisi marketing lebih dari 20 tahun, maka tentunya obrolan yang menarik adalah level atau tingkatan marketing menurut pengalaman dan pemikiran kami masing-masing. Dengan pengalaman sepanjang itu harusnya kita sudah mulai merasakan adanya tahapan-tahapan yang membedakan satu tingkat dan tingkat yang lainnya.

Ada 3 tingkat marketing yang kami obrolkan, yaitu:
  1. Essential Marketing; Adalah tingkat pertama saat kita sudah bisa dikatakan mahir dalam marketing. Butuh pengalaman minimal 5 tahun atau lebih untuk bisa merasakan "enjoy" dalam melakukan pekerjaan marketing. Untuk bisa enjoy kita harus paham benar bahwa kita benar-benar mencintai pekerjaan sebagai seorang marketing. Perasaaan enjoy memberikan kemampuan kepada kita untuk berpikir dan merasakan setiap permasalahan yang muncul dalam perjalanan sebagai seorang marketing. Di level ketika orang bisa mendapatkan "feel" inilah orang sudah masuk ke essential marketing, dimana dia bisa memahami dengan jelas siapa customer-nya, apa kebutuhan-nya, bagaimana kita memenuhi kebutuhan tersebut. Intinya dia bisa melakukan pemasaran dengan baik berdasarkan nilai-nilai standard dari perusahaan. Bahkan untuk mencapai tingkat essential marketing pun seorang marketer harus selalu belajar, praktek, menganalisa, memutuskan dan juga melakukan koreksi-koreksi atas tindakannya sebelumnya. Apa yang dijual pada level ini tetap saja adalah "produk" dari perusahaan dengan mempertimbangkan kepuasan pelanggan.
  2. Creative Marketing; Di level ini semakin menarik, karena seorang marketing sudah mulai membagi komponen dalam pemasaran yaitu: customer, produk dan branding, dan menggarap setiap komponen tersebut menjadi berbeda dengan para pesaing. Sebagai contoh : saya pernah menjual tepung gaplek, waktu itu harganya Rp 7.000 per kg. Sangat tidak menarik untuk menjual komoditi, harus adalah "sesuatu" yang beda agar produk itu bisa laku Rp 20.000 dari angka Rp 7.000,-. Apa yang perlu saya lakukan? Cukup dengan saya ganti nama produk menjadi "tepung tiwul" dengan action berupa "resep" yang menempel di label-nya. Hal serupa juga saya lakukan untuk tepung sagu, yang saya beri nama baru menjadi "tepung bakso". Kadang sebuah nama sudah memberikan persepsi "effort lebih" dan inilah salah satu contoh dari kreativitas dalam marketing. Contoh-contoh ini adalah effort kreatif di komponen produk. Sedangkan kreativitas di komponen customer dicontohkan dengan meningkatkan level mereka dari seorang konsumen menjadi seorang bisnisman. Sedangkan kreativitas yang tidak berbatas adalah pada interaksi antara produk dan customer (branding), mulai dari kreativitas pesan, cara mengkomunikasikan pesan dan sebagainya. Jadi seorang marketing di level ini diharapkan juga menguasai ilmu branding dan promosi. Apa yang dijual oleh marketing di level ini adalah "benefit dan solusi" bagi customernya.
  3. Supra Natural Marketing: Kita mengistilahkan marketing tingkat advance ini dengan istilah supra natural marketing, karena di level ini seorang marketing sudah berhasil dengan hanya ide dan konsep tanpa harus memiliki produk fisik. Calon customer dan customer sangat percaya dengan ide dan konsep yang disampaikan oleh seorang marketing di level ini karena semua pemahaman marketing yang telah expert disamping pemahaman bisnis yang sudah mencapai level lanjut. Yang paling menonjol di level ini adalah "personal branding" dari marketer tersebut yang telah membuat calon customer dan customer percaya dengan apa yang disampaikannya.
Tentunya obrolan ini akan memicu pendalaman yang lebih lanjut karena sangat menarik untuk dibedah oleh para ahli marketing. Bagi kami para praktisi marketing, cukup untuk saling bertanya "di level mana kami saat ini berada?" dan apa kekurangan yang perlu kami perbaiki ke depannya. Semoga obrolan ini juga bermanfaat bagi yang lainnya. Sukses!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar