Laman

  • Home

Rabu, 29 Juli 2020

Branding Untuk Usaha Kecil

Branding untuk Usaha Kecil

Sepertinya sedang trend bicara branding di kalangan UMKM, terlebih ketika banyak mentor UMKM yang memberikan iming-iming "menarik" terkait dengan "memiliki brand". Sementara di sisi lain para pelaku UMKM sendiri tidak benar-benar dipahamkan dengan baik tentang brand. 

Bagi sebagian dari mereka, memiliki logo dan label berarti memiliki brand, sesederhana itu mereka memahami brand. Hal ini sering saya tanyakan dalam setiap pelatihan UMKM di daerah-daerah, apakah mereka telah memiliki brand? Dan sebagian menjawab dan menunjukkan label dan logo pada produk mereka, bukan apa yang ada dalam pemikiran customer mereka, persepsi. Ya begitulah adanya potret pemahaman brand di kalangan UMKM, sebuah pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan segera sementara di sisi lain para mentor sudah memotivasi mereka untuk memiliki brand, bahkan di level usaha skala mikro.

Tujuan para UMKM ini memiliki brand adalah agar mereka memenangkan persaingan yang semakin ketat, terlebih dalam persaingan di dunia maya. Saat ini konsumen memiliki banyak pilihan, dan bagaimana produk mereka bisa menjadi "perhatian" dari calon konsumen pada awalnya. Perbedaan, atau apa yang membedakan produk mereka dari produk pesaingnya.

Sejak awal UMKM harus diberikan pemahaman yang benar dalam membangun brand, agar mereka memiliki arah dalam perencanaan bisnis-nya di masa mendatang terkait dengan brand yang akan mereka bangun. Terkait hal ini, saya membuat tahapan 4-Good yang diharapkan lebih mudah dipahami:
  1. Good Product (Produk yang Baik). Sudah menjadi persyaratan mendasar bahwa seorang produsen harus menghasilkan produk yang baik, bahkan yang terbaik. Sejak masih di skala mikro, selain diperkenalkan dengan pemahaman brand maka sebenarnya brand dibangun dari pondasi dasar yaitu produk. Sebuah produk yang unik, berbeda dengan pesainnya dan memiliki banyak kelebihan dibanding pesaing. Pada tahap ini brand masih dalam bentuk "jiwa" dalam sebuah produk, sebuah produk yang memiliki "value" berupa benefit dan solusi bagi customer. 
  2. Good Packaging (Kemasan yang Baik). Di tahap ini kegiatan branding terlihat nyata dengan adanya label dan logo pada produk yang menjadi "tanda" bagi customer dalam mengenali produk tersebut. Aksi nyata dari fungsi penjualan memberikan peluang bagi customer untuk "mengenal" produk tesebut, sebelum customer membeli dan memiliki pengalaman atas produk tersebut. 
  3. Good Service (Layanan yang Baik). Selain produk, customer membutuhkan "nilai tambah" berupa layanan. Dan hal ini melibatkan customer, dan hal-hal yang melibatkan customer maka akan melibatkan fungsi "pemasaran" yang memiliki tujuan untuk memuaskan kebutuhan customer. Mengenal customer dengan baik termasuk apa yang mereka butuhkan adalah fungsi dari pemasaran, sehingga perusahaan mampu memenuhi apa yang diharapkan oleh customer. Repeat order adalah key word yang diharapkan ketika customer telah "merasakan" atau memiliki pengalaman dengan produk kita.
  4. Good Bussiness (Bisnis yang Baik). Untuk mencapai tahapan Good Business, sebuah perusahaan harus memiliki sebuah konsistensi, baik konsisten dalam produksi, konsisten dalam pemasaran, konsisten dalam cash flow atau dengan kata lain konsisten untuk tumbuh. Dibutuhkan sebuah sistem pengelolaan bisnis yang tertata, terukur dan terlacak, yaitu sebuah sistem manajemen yang baik. Dengan kondisi yang tertata, terukur dan terlacak ini customer lebih mudah "memahami"  brand tersebut.
Setelah ke-4 tahapan tersebut dilalui, maka bisa dikatakan pondasi yang kuat telah terbangun oleh perusahaan untuk membangun sebuah brand yang kuat, membangun sebuah loyalitas atau kecintaan terhadap brand yang dibangun. 

Tahapan komunikasi brand telah mulai dirintis sejak Good Packaging, yaitu saat produk tersebut lebih mudah dikenali dan dibedakan dari pesaingnya dan komunikasi ini akan berlangsung terus meskipun customer telah loyal dengan brand tersebut. Evaluasi adalah bagian akhir dari setiap komunikasi yang dilakukan. Setiap hasil komunikasi menghasilkan sebuah perbaikan yang terus-menerus (continous improvement) sebagai respon internal atas perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan internal dan eksternal.

Semoga sharing singkat ini bisa bermanfaat bagi teman-teman UMKM. Sukses!

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar