Laman

  • Home

Rabu, 01 Juli 2020

3 Tantangan dalam Memulai Usaha

3 Tantangan dalam Memulai Usaha

Sore ini keponakan saya yang barusan lulus kuliah ngajak ngobrol tentang tawaran pekerjaan di suatu perusahaan lokal dan juga suatu perusahaan BUMN yang cukup dikenal, sementara saat ini dia sedang merintis usaha budi daya ikan hias yang bisa dikatakan sudah mulai menghasilkan. Pasti sebuah pilihan yang sulit baginya, dan perlu teman ngobrol untuk permasalahan ini.

Saya pun harus mulai memberikan banyak contoh kepadanya, baik pengalaman saya maupun pengalaman dari teman-teman yang saya kenal dengan baik. Kebanyakan dari kami pernah merasakan menjadi karyawan di beberapa perusahaan sebelum mencoba untuk membuat usaha sendiri. Dan tahu apa yang kami sesali? Jawabannya hampir sama, mengapa kami tidak memulainya sejak dini? Sehingga sejak awal kita bisa fokus belajar dan fokus pada bisnis yang kita rintis saat ini. (Sebenarnya kita pun sebenarnya tidak bisa menyesali perjalanan panjang kami ke arah entreprenership karena hal itu telah terjadi dan ternyata pengalaman saat bekerja pun sangat membantu kami dalam memecahkan masalah di bisnis kami saat ini, belum lagi networking yang saya bangun saat masih bekerja sebagai karyawan ternyata sangatlah membantu).

Semua keputusan adalah di tangan keponakan saya, karena saya menyakini bahwa bisnis atau karier yang berhasil haruslah yang sesuai dengan minat dan potensi kita, namun tugas saya selaku orang yang diajak ngobrol adalah memberikan referensi dan wawasan yang memadai yang membantu dia membuat keputusan.

Ada 3 hal yang menjadi tantangan dalam memulai usaha, yaitu:
  1. Melawan KETAKUTAN. Ketakutan adalah sesuatu hal yang paling ditakuti oleh seseorang ketika hendak memulai sesuatu yang baru, apalagi sesuatu yang jelas tidak mudah. Untuk seorang karyawan tantangan ini menjadi opsi yang tidak perlu dipilih karena pilihan pertama adalah tetap menjadi karyawan dan dia "seolah" aman dengan penghasilan perbulannya, dibandingkan dengan memilih opsi berwirausaha yang "belum jelas" dan "sangat beresiko". Itulah sebabnya untuk berwirausaha tidak perlu harus melalui "menjadi karyawan dulu" karena justru akan menyulitkan dalam memilih opsi berwirausaha, atau bisa dikatakan semakin memperbesar rasa takutnya untuk berwirausaha.
  2. Melawan KERAGUAN. Keraguan adalah suatu posisi dimana kita sulit memilih satu dari dua atau lebih pilihan. Hal ini sering dialami oleh orang yang tidak fokus pada tujuan hidupnya, sehingga ketika dia tengah menjalani sesuatu (tengah berusaha) dan dihadapkan pada banyak "godaan" maka dia akan mengalami kondisi dimana sulit untuk menentukan keputusan, atau saya sebut dengan keraguan. Untuk mengatasi keraguan, seorang harus benar-benar teguh pada visi dan prinsip hidupnya untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan ketika dihadapkan pada opsi-opsi yang "seolah" menarik. Harus dipahami bahwa jalan hidup dan keberhasilan seseorang tidak harus sama dengan dengan orang-orang yang telah berhasil sebelumnya. Setiap orang diciptakan berbeda, selama dia paham potensi dan minatnya maka dia akan menemukan jalan hidupnya sendiri.
  3. Melawan SALAH. Manusia tidak terlahir sempurna, ketidaksempurnaan itulah yang memicu orang untuk terus belajar. Setiap kesalahan pasti memberikan hikmak pembelajaran akan kita bisa lebih waspada dan terus belajar menjadi lebih baik. Seringkali kita tidak tahu apakah kita benar atau salah sebelum kita mencoba atau memulainya. Kesalahan adalah sebuah bukti kita memiliki keberanian dalam mengambil resiko, sebuah peluang pembelajaran yang paling berharga meskipun kadang harus berharga tinggi. Itulah sebenarnya kursus atau training yang paling efektif bagi seorang wirausaha.
Saya sampaikan ketiga hal tersebut kepada keponakan saya, jika dia bisa melewati ketiga tantangan tersebut maka setelahnya dia akan memiliki wawasan dan pola pikir yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Semoga sharing singkat ini bermanfaat bagi yang lain. Sukses!














Tidak ada komentar:

Posting Komentar