Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM yang Terdampak Covid-19

Pelatihan Digital Marketing

Sangat dilematis dalam menyikapi pemulihan dampak Covid-19 bagi UMKM, di satu sisi kita ingin melakukan pelatihan secara online namun di sisi lain banyak sekali pelaku UMKM yang belum siap dengan teknologi. Kondisi yang sangat krusial ini diutarakan oleh Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Demak kepada RumahUMKM.Net, yaitu kemungkinan diadakannya pelatihan tatap muka denga para pelaku UMKM di Kabupaten Demak.

Harus ada keputusan cepat, pelatihnan secara tatap muka masih memungkinkan untuk diadakan selama protokol kesehatan dipenuhi dan para peserta sudah dipantai sebelumnya, dan kami siap memenuhi undangan untuk memberikan pelatihan digital marketing praktis untuk percepatan pemulihan penjualan produk UMKM ketika menghadapi kondisi new normal.

Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM

Pelatihan Digital Marketing

Apapun pelatihan digital marketing yang akan disampaikan, maka esensinya adalah para peserta pelatihan harus benar-benar dipahamkan mengenai marketing itu sendiri, karena teknologi digital adalah supporting dari kegiatan marketing itu sendiri. Seringkali hal-hal yang esensi ini justu diabaikan, sehingga hasil pelatihan digital marketing kurang maksimal. 

Permasalahan marketing selalu dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu: Produk, Customer, dan interaksinya atau Branding. 

Dari sudut pandang produk, permasalahan marketing akan mempersyaratkan "kesiapan" produk itu sendiri untuk dipromosikan atau dijual. Mulai dari yang paling dasar apakah kualitas dan standard keamanan pangan telah terpenuhi? Untuk produk makanan dan minuman, apakah cita rasa sudah teruji? Apakah legalitas produk dan usaha sudah memadai? Bagaimana dengan kapasitas dan kontinuitas produksinya? Apa yang unik dari produk tersebut? Apa inovasinya ? Dan lain sebagainya.

Dari sudut pandang customer, permasalah utama para pelaku usaha adalah mereka tidak tahu persis siapa customernya? Apa kebutuhannya? Bagaimana cara "bertemu" dengan mereka? Atau dengan kata lain para pelaku usaha belum dibekali cara melakukan segmentation, targeting dan positioning. Padahal pemahaman ini adalah yang paling mendasar dalam marketing.

Setelah 2 sudut pandang produk dan customer, tidak kalah pentingnya kita melihat dari sudut pandang ketiga yaitu branding atau interaksi antara produk dan customer. Dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang memadai oleh para pelaku UMKM dalam membangun pesan dan menyampaikan pesan kepada customer sehingga tujuan dari komunikasi tersebut terpenuhi.

Permasalahan Pemasaran.

Jadi ketika issue permasalahan itu dibedah maka sebenar ada ketiga komponen atau sudut pandang yang harus dicermati agar kita tahu sebenarnya apa yang menjadi akar permasalahan marketing di sisi para pelaku UMKM.

Secara esensi, tujuan marketing adalah memuaskan kebutuhan pelanggan, sehingga kegiatan marketing bisa kita bagi menjadi 3 tahap, yaitu:
  1. Kemampuan mengidentifikasi pasar, untuk menentukan pasar mana yang paling sesuai dengan kondisi dan potensi dari produk dan usaha para pelaku UMKM. Tahapan ini membutuhkan kemampuan melakukan segmentasi, targeting dan positioning.
  2. Kemampuan berkomunikasi untuk memahami apa yang sebenarnya menjadi keinginan dan kebutuhan dari customer, Para pelaku UMKM harus mampu melakukan survery sederhana dan juga komunikasi 2 arah dengan customernya. Setiap feed back dari setiap customernya adalah data base berharga bagi usaha mereka.
  3. Kemampuan mengeksekusi rencana strategi marketing, baik strategi produk, price (harga), place (distribusi) maupun promosi agar tujuan marketing terpenuhi , yaitu kepuasan pelanggan. Paling sederhana memahami kepuasan pelanggan adalah apa yang kita berikan kepada customer adalah apa yang mereka harapkan sebelumnya.
Terkait dengan mulainya kondisi new normal, ketika saat pandemi Covid-19 kemarin memberikan dampak yang sangat signifikan kepada para pelaku UMKM terutama yang belum akrab dengan pemanfaatan teknologi digital, maka pandemi ini memberikan hikmah "pemaksaan" kepada para pelaku UMKM untuk segera melakukan transformasi digital, tanpa syarat dan tanpa protes lagi.

Dalam pelatihan ini saya memberikan gambaran apa yang harus dipersiapkan dalam melakukan digital marketing, mulai dari persiapan membuat Website, Fan Page, Google Business yang baik, membuat sosial media yang namanya sesuai dengan bisnis atau brand para peserta, sampai dengan persiapan pembuatan konten digital. Sangat ditekankan bahwa dalam digital marketing, konten visual berupa foto dan video yang menarik adalah wajib dengan dilengkapi pembuatan pesan dan informasi yang tepat. 

Apa yang akan dilihat oleh customer adalah citra yang akan didapat, sehingga ketikan para pelaku UMKM sekedar main foto dan upload maka justru bukan kegiatan branding yang mereka lakukan, melainkan justru membuat citranya di dunia maya menjadi buruk. Untuk makanan, berlaku hukum "makanan yang enak harus terlihat enak" entah bagaimana pun anda melakukan fotografi-nya. 

Pesan-pesan yang ditulis dalam sosial media pun janganlah yang bersifat hard sales, melainkan soft sales yang itu sekedar mengedukasi dan menginformasikan. Hard sales dilakukan ketika pihak prospek customer sudah memiliki intensitas untuk membeli. 

Face Book, Intagram, You Tube dan Whatapps adalah applikasi sosial media yang paling umum digunakan oleh para pelaku UMKM, maka jadikan sosial media tersebut sebagai alat untuk melakukan eksplorasi pasar, edukasi pasar, promosi dan pemasaran. 

Jika harus bicara apa saja yang harus mereka lakukan dalam kurun waktu pelatihan 1 1/2 jam, maka tidak akan bisa sedetail yang diharapkan, tetapi setidaknya mereka telah terbekali dengan pemahaman pemasaran yang esensial, setelah itu tinggal bagaimana mereka mengasah kemampuan mereka dalam hal website dan social media yang bisa dilakukan sendiri. 

OK, demikian apa yang bisa saya sharing dalam sesi pelatihan digital marketing pertama saya setelah lebih dari 3 bulan absen di dunia nyata. Suskes!
























Komentar