Laman

  • Home

Senin, 17 Februari 2020

Sharing Materi : Business Networking di PLUT Kabupaten Kendal

Sharing Materi : Business Networking di PLUT Kabupaten Kendal
Membangun jejaring bisnis adalah salah satu cara untuk percepatan progress usaha UMKM, bahkan cara ini lebih efektif daripada iklan ataupun promosi lainnya. Namun tentunya perlu ada pembekalan kepada para pelaku UMKM sebelum dipertemukan dengan berbagai mitra yang sekiranya mereka butuhkan. 

Berikut adalah materi yang saya berikan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Kendal:

Business Networking (Jejaring Bisnis/Kemitraan)

“Kemitraan secara umum akan terjalin bilamana terdapat pihak-pihak yang merasakan adanya kelemahan implementasi ketika sebuah program (usaha) dijalankan, atau progres yang dicapai tidak/belum sesuai dengan harapan. Dengan kata lain bahwa kemitraan sejatinya merupakan solusi yang tepat bagi pihak yang mencita-citakan adanya percepatan progress usaha.”

“Kemitraan merupakan model pengelolaan sumber daya yang tepat untuk pengembangan usaha UMKM terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia, sumber dana dan sumber daya lainnya. Dengan kemitraan ini diharapkan percepatan tujuan pembinaan UMKM dapat dicapai.”

Yang diperlu dipahami oleh UMKM dalam membangun jejaring kemitraan:

1. Memahami hakikat jejaring kemitraan.
2. Memiliki kesadaran akan pentingnya membangun jaringan kemitraan.
3. Mengidentifikasi/memetakan potensi dan posisi dalam jejaring kemitraan.
4. Memahami tujuan membangun jaringan kemitraan.
5. Memahani prinsip dalam membangun jaringan kemitraan.
6. Menerapkan strategi dalam membangun jaringan kemitraan.
7. Menguasai pola-pola jaringan kemitraan.

MEMAHAMI JEJARING KEMITRAAN

“Kemitraan dapat dimaknai sebagai suatu bentuk persekutuan antar dua pihak atau lebih yang membentuk satu ikatan kerjasama di suatu bidang usaha tertentu atau tujuan tertentu sehingga dapat memperoleh manfaat hasil yang lebih baik.”

Jejaring kemitraan adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa individu atau perusahaan atau lembaga yang “terhubung” dan mampu “bekerja bersama” dalam mencapai suatu tujuan berdasarkan kesepakatan prinsip dan peran masing-masing.

HAKIKAT MEMBANGUN JEJARING KEMITRAAN

Membangun jaringan kemitraan pada hakikatnya adalah sebuah proses membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide, informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan di antara pihak-pihak yang bermitra, yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau perjanjian kontrak tertentu guna mencapai kesuksesan bersama yang lebih besar.

Syarat:
  1. Ada dua pihak atau lebih organisasi; 
  2. Memiliki kesamaan visi dalam mencapai tujuan organisasi; 
  3. Ada kesepahaman atau kesepakatan; 
  4. Saling percaya dan membutuhkan; Komitmen bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar
ELEMEN MEMBANGUN KEMITRAAN, yaitu:
  1. Adanya hubungan (kerjasama) antara dua pihak atau lebih.
  2. Adanya kesetaraan antara pihak-pihak tersebut (equality).
  3. Adanya keterbukaan atau trust relationship antara pihak-pihak tersebut (transparancy).
  4. Adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan atau memberi manfaat (mutual benefit).
PRINSIP MEMBANGUN JEJARING KEMITRAAN

Bangunan kemitraan harus didasarkan pada hal-hal berikut: kesamaan perhatian (common interest) atau kepentingan, adanya sikap saling mempercayai dan saling menghormati, tujuan yang jelas dan terukur, dan kesediaan untuk berkorban baik, waktu, tenaga, maupun sumber daya yang lain.

Prinsip membangun kemitraan : 
  1. Kesamaan Visi & Misi 
  2. Kepercayaan (Trust) 
  3. Saling Menguntungkan 
  4. Efisiensi & Efektivitas 
  5. Komunikasi Dua Arah 
  6. Komitmen Yang Kuat
PENTINGNYA MEMBANGUN JEJARING KEMITRAAN

Kemitraan digalang dengan maksud untuk memfasilitasi dan membuka akses UMKM terhadap informasi supply bahan baku, informasi & teknologi produksi, manajemen organisasi dan pemasaran, dan tidak menutup kemungkinan informasi atas akses modal dan investor. Kemitraan ini juga sangat bermanfaat sebagai sarana promosi dan sarana menciptakan daya dukung usaha.

TUJUAN MEMBANGUN JEJARING KEMITRAAN
  • Partisipasi Bisnis, dari tidak ada peluang menjadi memiliki peluang.
  • Sinergi Bisnis, memperkuat daya saing dan kapasitas supply.
  • Akselerasi Bisnis, percepatan mencapai tujuan bisnis.
STRATEGI MEMBANGUN JEJARING KEMITRAAN

Strategi membangun jejaring kerja dan kemitraan merupakan upaya untuk mengantisipasi agar kemitraan tersebut tidak menemui kebuntuan atau kegagalan karena hal-hal yang tidak prinsip atau kesalah-pahaman yang bisa terjadi. Dalam membangun strategi kemitraan dapat dilakukan dengan panduan berikut:
  • Membangun jejaring kemitraan bukan sekadar bertukar kartu nama, tetapi komunikasi dan “follow-up”-nya. 
  • Jadilah pendengar yang baik, dan pahami apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan dari mitra. 
  • Eksplorasi informasi sebanyak mungkin dari mitra. 
  • Fokus pada tujuan kerjasama. 
  • Bersikap sabar, tetapi selau aktif dan proaktif. Kegagalan utama dalam kerjasama adalah komunikasi dan sikap sungkan. 
  • Sampaikan informasi secara akurat dan sesuai fakta. 
  • Kesinambungan komunikasi. 
  • Peduli terhadap lingkungan dan sosial. 
  • Membangun citra diri sebagai wira usaha. Status sebagai pelaku UMKM bukanlah sebuah permakluman.
7 Tips Membangun Jejaring Usaha Yang Kuat

1. Fokus pada orang yang tepat. 

Rahasia berjejaring bukan untuk menghadiri acara networking dan membagikan sebanyak mungkin kartu nama. Tetapi tidak perlu sebanyak itu bertemu orang dengan harapan ada sesuatu yang akan berhasil. Namun, Anda perlu berkonsentrasi pada orang-orang yang anda kenal akan bisa membuat perbedaan dalam bisnis Anda. 

2. Buat situasi yang Win-Win. 

Sangat penting bagi anda dan pihak lain untuk mendapatkan keuntungan yang sama ketika berjejaring. Jika anda mendapatkan keuntungan lebih dari orang lain, maka dia akan merasa ditipu dan digunakan. Bila itu terjadi, anda tidak akan bisa membangun hubungan jangka panjang.

3. Memberikan sebelum Anda menerima. 

Dalam situasi jaringan, orang mengharapkan Anda meminta bantuan mereka. Jika Anda membalikkannya dan menawarkan beberapa dukungan, mitra jaringan Anda akan bersyukur dan ingin membalasnya. 

4. Menjadi sebuah konektor. 

Anda tidak harus selalu mendapatkan sesuatu dalam hubungan jaringan. Jika Anda bisa mengenalkan orang yang bisa mendapatkan keuntungan dari satu sama lain, itu sama efektifnya. Anda bisa membangun hubungan yang lebih kuat dengan banyak orang dan itu membuat Anda sangat baik dalam situasi berjejaring.

5. Ingatlah untuk menyambung kembali. 

Kita semua memiliki orang-orang yang akan menghubungi kita lagi dari nol setelah bertahun-tahun tidak berhubungan. Ketika hal itu terjadi, anda biasanya tidak ingin terhubung lagi dengan mereka karena mereka tidak berusaha mempertahankan hubungan. Setelah anda memilih orang yang tepat untuk terhubung dengan jaringan, ingatlah untuk tetap berhubungan dengan mereka. 

6. Gunakan jaringan sosial. 

LinkedIn, Facebook, instagram dan Twitter adalah alat yang dapat anda gunakan untuk terhubung secara pribadi ke orang yang berbeda di industri anda. Di LinkedIn misalnya, Anda bisa diperkenalkan ke kontak baru melalui koneksi anda saat ini. Anda juga dapat menggunakan LinkedIn sebagai database profesional untuk menemukan orang-orang yang bekerja di bidang profesional anda di berbagai perusahaan.

7. Mulailah membangun jaringan Anda sendiri. 

Salah satu cara terbaik untuk bertemu orang yang berpikiran sama adalah dengan membangun grup jaringan anda sendiri. Anda dapat menggunakan social media yang anda miliki, Meetup.com dan EventBrite.com untuk membuat agenda acara berdasarkan topik tertentu seperti pemasaran, keuangan, atau akuntansi. Dengan menjadi pemimpin kelompok ini, Anda akan segera menjadi lebih terhubung dan dicari-cari. Orang akan ingin bertemu dengan Anda karena Anda adalah pencipta.

JENIS & POLA KEMITRAAN

INTI PLASMA 

Pola inti plasma adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar yang di dalamnya usaha menengah atau usaha besar bertindak sebagai inti dan usaha kecil selaku plasma, perusahaan inti melaksanakan pembinaan mulai dari penyediaan sarana produksi, bimbingan teknis, sampai dengan pemasaran hasil produksi.

SUB KONTRAK

Pola subkontrak adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar yang di dalamnya usaha kecil memproduksi komponen yang diperlukan oleh usaha menengah atau usaha besar sebagai bagian dari produksinya. Kelemahan pola subkontrak ini adalah pada besarnya kebergantungan pengusaha kecil pada pengusaha menengah atau besar. Hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap kemandirian dan keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha kecil. 

Manfaat yang diperoleh pengusaha kecil melalui pola subkontrak ini adalah dalam hal :
  • Kesempatan untuk mengerjakan sebagian produksi dan atau komponen.
  • Kesempatan yang seluas-luasnya dalam memperoleh bahan baku.
  • Bimbingan dan kemampuan teknis produksi dan atau manajemen.
  • Perolehan, penguasaan, dan peningkatan teknologi yang digunakan.
  • Pembiayaan.
DAGANG UMUM 

Pola dagang umum adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar yang di dalamnya usaha menengah atau usaha besar memasarkan produksi usaha kecil atau usaha kecil memasok kebutuhan yang diperlukan oleh usaha menengah atau usaha besar mitranya.

WARALABA

Pola waralaba adalah hubungan kemitraan yang di dalamnya usaha menengah atau usaha besar pemberi waralaba memberikan hak penggunaan lisensi merk dan saluran distribusi perusahaan kepada usaha kecil penerima waralaba dengan disertai bantuan dan bimbingan manajemen.

DISTRIBUSI ATAU KEAGENAN

Pola keagenan adalah hubungan kemitraan yang di dalamnya usaha kecil diberi hak khusus untuk memasarkan barang dan jasa usaha menengah atau usaha besar mitranya. Pengertian agen hampir sama dengan distributor karena sama-sama menjadi perantara dalam memasarkan barang dan jasa perusahaan menengah atau besar (prisipal). Namun, secara hukum berbeda karena mempunyai karakteristik dan tanggungjawab hukum yang berbeda.

MODAL VENTURA

Modal Ventura dapat didefinisikan dalam berbagai versi. Pada dasarnya berbagai macam definisi tersebut mengacu pada satu pengertian mengenai modal ventura yaitu suatu pembiayaan oleh suatu perusahaan pasangan usahanya yang prinsip pembiayaannya adalah penyertaan modal.

Meskipun prinsip dari modal ventura adalah “penyertaan” namun hal tersebut tidak berarti bahwa bentuk formal dari pembiayaannya selalu penyertaan. Bentuk pembiayaannya bisa saja obligasi atau bahkan pinjaman, namun obligasi atau pinjaman itu tidak sama dengan obligasi atau pinjaman biasa karena mempunyai sifat khusus yang pada intinya mempunyai syarat pengembalian dan balas jasa yang lebih lunak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar