Modernisasi UMKM di Era Digital.

Modernisasi UMKM di Era Digital
Pada akhirnya semua akan dipaksa digital, dipaksa mutakhir, dalam era digital saat ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa kelemahan UMKM Indonesia adalah pada bidang SDM dan teknologi, dan hal inilah yang akan kita kejar bersama dalam ketertinggalan di kedua aspek tersebut.

Kelemahan di Bidang SDM

Pekerjaan terberat adalah membangun SDM, terkait mindset dan mentalitas bisnis para pelaku UMKM, yang berorientasi pada kemandirian dan peningkatan daya saing. Modernisasi UMKM tidak mungkin dilakukan ketika kualtias SDM yang kompatibel dengan era digital belum dilakukan.

Pola pikir, etika dan perilaku akan menjadi isu penting dalam capacity building para pelaku UMKM di Indonesia. Hal ini ini justru yang paling fundamental. Kreativitas adalah tahapan level berikutnya ketika ingin mengajak para pelaku UMKM menjadi modern dan berdaya saing tinggi. 

Mengenal Teknologi

Teknologi diciptakan untuk memudahkan, mempercepat, memperbanyak, membuat nyaman pekerjaan manusia. Teknologi dibangun sebagai solusi atas permasalahan yang muncul dalam masyakarat.

Singkat kata teknologi ditujulkan untuk membangun efisiensi dan meningkatkan produktivitas kerja. Daya saing banyak dipengaruhi dengan tingkat efisiensi dan produktivitas kerja, termasuk efektivitas teknologi tersebut dalam memecahkan masalah.

Jika bicara daya saing UMKM Indonesia maka setidaknya kita akan banyak bicara mengenai aspek efisiensi produksi dan tingkat produktivitas. Jangan pernah kedua poin ini terkaburkan dengan tujuan program membangun brand untuk UMKM yang sedang digenjot saat ini. 

Ide Penerapan Teknologi 

Saat ini aspek penerapan efisiensi dan produktivitas menjadi sesuatu yang wajb dilakukan oleh seluruh perusahaan, tidak efisien dan tidak produktif maka akan tersingkir dari persaingan atau tidak berdaya saing.

Penerapan teknologi pada perusahaan bisa mulai dari berbagai aspek seperti berikut:

1. Mekanisasi (Mesin)

Setiap orang menyadari bahwa kemampuan dirinya terbatas. Bukan masalah seberapa jauh pencapaian, tapi seberapa kuat dan seberapa lama ia mampu bertahan. Masalah ukuran, volume, kuantitas, ditambah dengan ketahanan fisik dan mental menjadi hal yang dapat menghambat perkembangan. Oleh karena itu, setiap orang sadar bahwa ia membutuhkan bantuan.

Dalam hal proses produksi, tujuan utama selalu meningkatkan produktivitas. Produktivitas sendiri jika dipecah, akan memiliki 3 unsur penting: kecepatan, kuantitas, dan kualitas. Untuk urusan kualitas, mungkin teknik manusia lebih hebat. Akan tetapi, untuk urusan kecepatan dan kuantitas, mesin sudah pasti lebih baik.

Oleh karena itu, mekanisasi merupakan sebuah keniscayaan di setiap perusahaan di masa mendatang. Perusahaan yang mampu menerapkan mekanisasi dalam proses produksinya, akan mampu bersaing dalam jangka panjang. Di satu sisi, ini terdengar menyedihkan karena orang akan tersingkir. Namun, di sisi lain, ini merupakan sebuah kebutuhan agar perusahaan berkembang.

Untuk itu, perusahaan perlu melakukan investasi di bidang mekanisasi produksi. Meski di awal biayanya terlihat besar, namun untuk jangka panjang ini layak dan memang harus dilakukan.

2. Digitalisasi

Teknologi digital sudah merasuk ke berbagai sendi kehidupan, dan untuk perusahaan, ini merupakan sebuah kabar baik. Ada banyak sekali keunggulan penerapan digitalisasi dalam berbagai proses dan prosedur di perusahaan. Tak lama lagi, metode-metode konvensional mungkin hanya menjadi teori untuk diketahui, tidak untuk diterapkan.

Sebagai contoh, proses perizinan, laporan, hingga slip dan struk, tak akan lagi membutuhkan kertas. Bayangkan berapa banyak yang bisa dihemat dari semua proses tersebut. Belum lagi untuk pembuatan model yang membutuhkan banyak tahapan. Dengan membuatnya secara digital, semua dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Selain itu, keunggulan utama adalah dalam proses duplikasi. Untuk memperbanyak sampel, tak lagi membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu. Hanya dengan beberapa kali klik dan cetak, hal tersebut dapat selesai dengan mudah. Apalagi saat ini sudah ditemukan printer yang bisa mencetak 3D.

Oleh karena itu, perusahaan perlu juga menyediakan anggaran untuk digitalisasi proses dan prosedur di dalamnya. Akan ada begitu banyak yang bisa dihemat seiring bertambahnya efisiensi dari proses produksi tersebut. Dengan begini, teknologi produktivitas pun menjadi bermanfaat dan berguna.

Internet of Things.

3. Internet of Things

Penggunaan istilah ini merujuk kepada pemanfaatan internet untuk semua proses dan prosedur dalam perusahaan. Konektivitas menjadi suatu hal yang penting karena saat ini informasi menjadi komoditas sangat penting. Informasi tepat yang diterima dengan cepat dapat saja menentukan masa depan keseluruhan bisnis perusahaan.

Teknologi produktivitas dengan mengandalkan internet sebagai backbone sistem informasi menjadi makin lumrah. Semua perusahaan yang ingin scale up, pasti menggunakan internet untuk mendukungnya. Penggunaan internet mampu meningkatkan produktivitas dari bagian produksi hingga pemasaran.

Arah pengolahan data di masa depan akan semakin menuju ke arah cloud computing atau komputasi awan. Database perusahaan mungkin tak lagi disimpan secara terpisah, namun menyatu dalam sebuah sistem komputasi yang besar. Dengan demikian, data tersebut dapat diakses dari mana saja oleh siapa saja sesuai dengan kewenangannya.

Namun, sistem ini tentu memiliki kelemahan. Perusahaan perlu berinvestasi kepada sistem keamanan data tersebut juga. Ini agar terhindar dari pembajakan atau peretasan yang mungkin dapat merugikan perusahaan sangat besar.

4. Pelatihan Sumber Daya Manusia

Semua teknologi produktivitas yang dijelaskan di atas terdengar sangat meyakinkan dan akan sangat bermanfaat. Akan tetapi, kita tidak boleh melupakan yang menjadi tulang punggun utama, sumber daya manusia. Mesin hanya akan menjadi mesin jika tidak ada yang menyalakan dan mengaturnya. Operator akan tetap dibutuhkan, meski mesin bisa ditinggal ketika sudah berjalan.

Begitu juga dalam konsep digitalisasi dan internet of things. Semua sistem tersebut pada intinya terdiri dari 3 komponen pokok: hardware, software, dan brainware. Hardware adalah peralatan, software adalah aplikasi yang berjalan, dan brainware berarti operatornya. Jika ada salah satu yang tidak optimal, keseluruhan proses akan ikut tersendat.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memberikan pendidikan dan pelatihan untuk menggunakan mesin dan komputasi tersebut. Pelatihan sumber daya manusia ini menjadi salah satu program penting untuk menerapkan teknologi produktivitas di perusahaan tersebut. Ini juga menjadi salah satu bentuk kepedulian dan apresiasi perusahaan terhadap para karyawannya.

5. Sistem Terintegrasi

Keterpaduan dan integrasi ini memang sangatlah penting dalam teknologi produktivitas. Departemen-departemen yang berbeda dalam sebuah perusahaan mungkin menyimpan data yang berbeda. Namun, untuk dapat dianalisa dengan baik, semua itu harus dipadukan dalam sebuah laporan yang menyeluruh.

Dengan demikian, direksi dapat melihat dimana letak kelemahan dan keunggulan perusahaan. Dari sini, perusahaan dapat memilih mengambil sebuah kebijakan yang akan mendukung pertumbuhan. Ini, hanya dapat dilakukan jika semua sistem dari hulu ke hilir telah terintegrasi dengan baik.

Untuk itu, perusahaan perlu menerapkan platform yang mampu mengakomodir kebutuhan integrasi tersebut. Platform ini harus cukup smart untuk dapat diandalkan sebagai salah satu penyokong teknologi produktivitas dalam perusahaan.

Demikian apa yang bisa kam informasikan kepada teman-teman UMKM saat ini, semoga bermanfaat. Sukses!

Komentar