Laman

  • Home

Minggu, 23 Februari 2020

Menjadi Seorang Moderator.

Menjadi Seorang Moderator.
Beberapa waktu terakhir ini selain menjadi seorang pemateri, saya juga diminta untuk memoderatori sebuah seminar atau forum diskusi. Menjadi moderator ternyata lebih sulit daripada menjadi seorang pemateri itu sendiri, terlebih bahwa kualitas pemateri adalah di luar kendali kita. Ada beberapa tips yang telah saya pelajari untuk menjadi seorang mederator dan siap saya bagikan kepada teman-teman pembaca sebagai berikut:

  • Sejak anda diminta menjadi seorang moderator, maka anda harus sudah mulai mempelajari dan mendalami fokus dan tema dari seminar atau forum diskusi tersebut. Harus dipahami tugas seorang moderator adalah menyajikan gambaran singkat tentang seminar atau forum diskusi tersebut, menjelaskan tata cara berdiskusi, memperkenalkan para nara sumber, mengatur dan menjaga waktu paparan serta mengelola diskusi dan tanya jawab.
  • Mengenal nara sumber akan memberikan keuntungan dalam menghidupkan seminar atau forum diskusi. Oleh sebab itu sebelum acara dimulai atau sehari sebelumnya, anda harus mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai nara sumber yang akan anda pandu.
  • Mempersiapkan semacam "overview" permasalahan yang akan menjadi fokus diskusi serta "gambaran alur diskusi". Hal ini diperlukan agar audience bisa mengetahui apa yang akan mereka dengar dari para nara sumber,
  • Jangan terlalu mengatur para nara sumber, karena bisa menjadikan acara yang anda moderatori terasa kaku dan kurang improvisasi.
  • Anda harus mampu berimprovisasi saat audience kurang "bersemangat" dengan materi yang disampaikan oleh para nara sumber.
  • Anda harus berani mengingatkan para nara sumber, dengan cara yang sopan dan halus, untuk kembali pada alur tema maupun mengingatkan batas waktu.
  • Jangan terlalu membiarkan nara sumber terlalu lama memperkenalkan diri, 30 detik sudah cukup untuk perkenalan.
  • Putuskan kontak mata dengan nara sumber. Lihat panelnya, ajukan pertanyaan, lalu lihat audiens. Jangan teruskan kontak mata dengan panelis karena Anda ingin mereka berbicara langsung kepada audiens, bukan dengan moderator. Juga, jangan ragu untuk memberi tahu panelis untuk berbicara lebih keras atau lebih dekat ke mikrofon.
  • Buat orang lain terlihat pintar. Tujuan dari moderator adalah untuk membuat nara sumber terlihat pintar. Ini bukan untuk membuat dirinya terlihat pintar - atau paling tidak menarik perhatian. Bukan anda bintangnya hari ini, tetapi nara sumbernye.
  • Buatlah pengulangan atau resume dari setiap apa yang disampaikan oleh nara sumber. Di sinilah seorang moderator dituntut oleh selalu mendengarkan apa yang disampaikan oleh setiap nara sumber.
  • Libatkan penonton. Moderator harus mengutamakan sesi tanya jawab dengan para audiece agar acara menjadi hidup dan bermanfaat. Oleh sebab itu seorang moderator harus pandai membatasi waktu bicara para nara sumber agar tersisa waktu lebih lama untuk tanya jawab dengan audience.
  • Moderator harus mampu mengulang setiap pertanyaan yang diajukan oleh audience kepada para nara sumber.
  • Hidupkan diskusi dengan improvisasi yang segar, dengan cara mengaktifkan nara sumber dan juga mengaktifkan audience.
  • Pastikan setiap penanya mendapatkan jawaban yang memuaskan dari para nara sumber. Karena audience yang puas adalah tujuan seorang moderator memimpin acara tersebut.
  • Membuat closing statement atau resume dari keseluruhan acara yang menarik dan akan selalu diingat oleh para audience.

Demikian apa yang bisa saya bagikan kepada teman-teman semua. Sukses!








Tidak ada komentar:

Posting Komentar