Laman

  • Home

Senin, 06 Januari 2020

Memasarkan Snack Tradisional di Modern Market.

Memasarkan Snack Tradisional di Modern Market
Meskipun beberapa UMKM terkendala dengan pemasaran melalui kanal retail modern, terkait dengan sistem pembayarannya namun sebenarnya jika dicermati masih banyak peluang branding produk bisa dilakukan bersama retail modern. Harus dipahami bahwa meskipun produk UMKM sudah terdisplay di pasar modern, tugas promosi dan informasi adalah tugas dari prinsipal atau pemilik brand. 

Para pelaku UMKM sering  mengandalkan promosi tersebut dari "display" produk tersebut di retail modern atau bisa dikatakan para pelaku UMKM tersebut "pasif" sehingga hasil promosi kurang optimal yang mengakibatkan penjualan produk di retail modern kurang berhasil. 

Untuk lebih memahami retail modern, bersama ini ada beberapa informasi yang bisa membantu pemahaman bagi para pelaku UMKM.

1. Toko Modern

Toko Modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Departemen Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk perkulakan. 

2. Jenis Bisnis Ritel Modern atau modern outlet:
  • Minimarket kurang dari 400 m2 - MINIMARKET
  • Supermarket 400 m2 s/d 5.000 m2 - SUPERMARKET
  • Hypermarket diatas 5.000 m2 - DEPARTMENT STORE
  • Departemen Store diatas 400 m2 - HYPERMARKET
  • Perkulakan diatas5 .000 m2 - PUSAT PERKULAKAN
  • BATASAN LUAS LANTAI PENJUALAN TOKO MODERN (PERPRES 112/2007)(2007)

3. Kenapa Outlet Modern Lebih Menarik dan Berkembang?

  • Pasar modern yang banyak tumbuh dan berkembang di tempat yang strategis mudah dijangkau oleh sarana transportasi.
  • Banyak pilihan barang.
  • Ada kepastian harga.
  • Kualitas lebih terjamin.
  • Tempat sejuk,bersih,nyaman.
  • Pelayanan lebih baik.
  • Bisa rekreasi atau Window shoping.
  • dll.

4. Kenapa Pasar Tradisional Makin Kecil Market Sharenya?

  • Pasar modern terus tumbuh bahkan sampai ke kota kecamatan.
  • Pasar tradisional mempunyai kesan kumuh.
  • Dagangan yang bersifat makanan siap saji mempunyai kesan kurang higienis.
  • Kurang ada kepastian harga.
  • Kurang bergengsi.
  • Kurang nyaman.

5. Snack di Modern Outlet

  • Memiliki kontribusi omzet maupun profit yang baik bagi toko.
  • Salah satu kelompok barang yang dicari konsumen (masuk kategori fast moving dan sedang).
  • Mudah dijual dan mudah di cari sumbernya.
  • Di outlet modern biasanya terdiri dari:
    • Snack pabrikan (modern)
    • Snack tradisional kemasan
    • Snack tradisional curah

6. Snack selalu dibutuhkan

  • Sejak dulu camilan atau snack menjadi alternatif makanan bagi masyarakat di segala jenjang usia.
  • Mulai dari manisan, dodol, bakpia hingga beragam jenis keripik yang enak dan asyik dinikmati setiap saat.
  • Ditambah dengan kebiasaan masyarakat kita menyantap camilan saat santai sambil menonton televisi, atau pada acara-acara resmi seperti jamuan penting, menu camilan tak pernah ketinggalan.
  • Tak heran jika banyak orang tertarik menggeluti bidang bisnis yang satu ini. Keuntungannya yang besar sangat menggiurkan terutama mudahnya mendapatkan bahan baku.
  • Selain itu ketrampilan proses pembuatannya juga dapat dipelajari dengan cepat.

7. Prospek
  • Prospek bisnis makanan camilan atau snack tetap prospek sepanjang waktu selama dibarengi dengan inovasi baru, baik dalam hal citarasa, penampilan, pencitraan (image), serta trik-trik pemasaran yang selalu segar dan kreatif.

8. Peluangnya
  • Bisnis ini peluangnya masih cukup menjanjikan tetapi tingkat persaingannya juga sudah sangat ketat,hanya produk yang memiliki kelebihan kelebihan yang akan mendapat tempat di tempat yang strategis maupun hati konsumen.
  • Snack tradisional sebagian besar belum dikelola dengan baik. Padahal snack tradisional merupakan satu diantara produk makanan yang menjanjikan.
  • Berbisnis berskala home industry memang menarik kita simak. Terutama yang berfokus pada bisnis makanan. Melihat prospek kedepan, peluang bisnis makanan nampak terus bergeliat dan terus bergulir. Kenyataannya memang demikian,pada perkembangannya bisnis dari rumahan malah bisa berkembang di wilayah bisnis kelas menengah.

9. Latar belakang

  • Banyak pengusaha kecil yang bergerak di bidang makanan ringan tradisional belum bisa memasarkan produknya secara optimal.
  • Sangat sedikit yang telah menggunakan management professional kebanyakan belum terkelola dengan baik.
  • Jumlah toko baik tradisional maupun modern sebagai saluran distribusi terus bertambah,menjadikan peluang bisnis ini tetap memiliki prospek bagus.
  • Belum banyak pemasok snack tradisional yang professional.
  • Mayoritas pengusaha snack tradisional produknya masih kurang dapat dipertanggungjawabkan dari segi kesehatan,mutu,hygienes,serta perlindungan konsumen atas produk yang dikonsumsinya.
  • Pengusaha snack tradisional lebih berorientasi pada kepentingan jangka pendek yaitu cari untung sebanyak banyaknya dengan biaya semurah murahnya sehingga kurang memperhatikan keselamatan dan kepentingan konsumen.

10. Pertimbangan toko modern dalam membeli barang

  • Produk yang Tepat.
  • Waktu yang Tepat.
  • Tempat yang Tepat.
  • Harga yang Tepat.
  • Kuantitas yang Tepat.
  • Kualitas yang Tepat.
  • Dijual dengan cara yang Tepat.

11. Konsep 7T
  1. Produk yang Tepat; Jenis,Ukuran,Model, Merk, Warna, Ukuran dan lainnya yang ingin dibeli konsumen.
  2. Waktu yang Tepat, keberadaan barang di toko tersebut adalah pada saat konsumen membutuhkannya.
  3. Tempat yang TepatMerujuk pada lokasi toko Barang apa yang selayaknya ada di suatu toko Pemajangan di dalam toko secara baik dan benar.
  4. Harga yang Tepat; Tingkat harga barang yang pantas dapat bersaing dengan kompetitor masih memberikan keuntungan yang optimal bagi toko. 
  5. Kuantitas yang TepatJumlah barang disesuaikan dengan tingkat, kebutuhan konsumen (penjualan) Toko tidak ingin sampai memiliki spout out (di display) dan spout in (di toilet toko). Spout out (kekosongan stock) di display mengkomunikasikan seolah-olah toko sedang MERANA, tidak sanggup membeli stock!
  6. Kualitas yang Tepat; Kualitas barang harus disesuaikan dengan mayoritas segmen konsumen tingkat daya beli konsumen dan selera konsumen.
  7. Dijual dengan cara yang Tepat; Pemajangan bagus,Ada Label harga dan benar, tidak ada unsur penipuan, mematuhi aturan pemerintah/UU Perlindungan Konsumen, tidak memaksa konsumen untuk beli, memiliki penunjang product knowledge yang baik.

Saran & Usualan:

  • Membuat desain kemasan yang bagus sebaiknya menggunakan jasa professional.
  • Dalam mendesain packaging, fungsi juga merupakan salah satu pertimbangan utama yang menentukan bentuk yang spesifik dari kemasan produk. Fungsi packaging seringkali juga dapat dijadikan Unique Selling Point, karena berpengaruh langsung terhadap pemakaian produk. Misalnya seperti tutup yang lebih mudah dibuka, botol yang lebih enak digenggam, dan lain sebagainya.
  • Perencanaan kemasan yang menarik sesuai dengan target pasar yang dibidik.
  • Perencanaan kemasan yang baik dan dapat mengangkat citra makanan tersebut.
  • Desain kemasan yang disesuaikan dengan karakteristik makanan tersebut.
  • Penempatan pesan secara efektif dalam perancangan kemasan.
  • Membuat produk yang disesuaikan dengan standar DINKES, BPOM dan LPOM MUI, dan standarisasi lain yang terkait. 
  • Memenuhi issue makanan yang sehat.
  • Konsisten terhadap mutu, memiliki sistem pengendalian mutu produk.
  • Promosi keunggulan produk pada media yang bisa di baca oleh masyarakat, baik online maupun offline. 
  • Ikut pameran pada event event tertentu, atau melakukan pameran mandiri.
  • Evaluasi harga dan terus lakukan upaya efisiensi dan peningkatan produktivitas.
  • Memahami apa yang diinginkan retail modern:
    • Intinya toko tidak mau menanggungg resiko kerugian.
    • Ada jaminan stock barang tidak sampai kosong karena pengiriman telat atau karena tidak bisa produksi.
    • Adanya kerjasama program pendorong penjualan. 
    • Toko sangat memperhatikan space manajemen. 
    • Retail moden berorientasi mana yang lebih menguntungkan. 
  • Sebagian besar pemasok retail modern saat ini bertahan menyuplai barang ke supermarket besar hanya dengan satu tujuan yaitu promosi produk.
  • Pengelola ritel sering melakukan pemotongan tagihan pemasok tanpa persetujuan dan tidak segan-segan mengembalikan barang yang sudah dibeli tanpa kesepakatan kedua pihak.
  • Sejumlah pemasok kerap mengeluhkan adanya pengelola hypermarket yang memberlakukan denda service level. Padahal service level sebenarnya ditawarkan pemasok jika ada hambatan distribusi atau pun produksi. 
  • Begitu banyaknya produk makanan ringan yang ada di pasaran. Produsennya mulai dari industri rumah tangga hingga produsen besar. Bahkan beberapa supermarket pun mulai marak memproduksi snack food dengan merek mereka sendiri (house brand).
  • Hasil Survei Jurnal Halal LP POM MUI yang dilakukan beberapa kali, menunjukkan bahwa banyak sekali makanan ringan yang mencantumkan label halal tanpa sertifikat halal. Hal ini tentunya melanggar ketentuan yang telah ada, bahwa pencantuman label halal harus melalui pemeriksaan LP POM MUI. 
  • Syarat Administratif:
    • Masing-masing supermarket, punya prosedur sendiri dalam menerima pemasok. Secara umum, anda akan diminta untuk menyiapkan surat penawaran atau proposal dilampiri. 
    • Akte pendirian badan usaha
    • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
    • Surat-surat lainnya (NPWP, PKP, domisili dll)
    • Sampel produk
    • Surat Penawaran harga dan sistem pembayaran.
    • Setelah itu, anda akan diminta menunggu persetujuan dari pihak supermarket. 
  • Cara menjadi supliyer:
    • Bila ingin menitipkan dagangan ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu hubungi Divisi yang menangani supplier di supermarket tersebut.
    • Mintalah detail dan sejelas jelasnya tentang skema kerja sama yang ditawarkan supermarket tersebut karena tiap supermarket mempunyai sistem yang berbeda-beda.
    • Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah kualitas dan kuantitas barang yang diminta.
    • Masalah harga yang disepakati apakah sudah menutupi semua ongkos produksi dan memberi keuntungan.
    • Perhatikan bagaimana sistem pembayarannya agar tidak menganggu arus kas perusahaan.
    • Kemudian bagaimana pengiriman produknya apakah sesuai dengan kemampuan produksi perusahaan.
    • Standart pengemasan, isi per karton, dll.
    • Perhatikan juga soal retur (pengembalian bila tidak laku terjual).
    • Biasanya supermarket besar menggunakan sistem konsinyasi (titip jual) bagi para pemasoknya, dengan margin yang didapat sekitar 10 – 30 %. 
    • Margin ini diperoleh dari selisih antara harga dari pemasok dengan harga penjualan. 
    • Beberapa supermarket yang menerapkan sistem ini dalam tempo 2 – 3 bulan.. Kondisi ini menyebabkan pemasok harus siap permodalan yang besar untuk menutupi ongkos produksi berikutnya. 
    • Faktor lain yang perlu diperhatikan bila memasok barang ke supermarket adalah sistem minus margin, artinya pemasok tak boleh menjual produk ke peritel lain dengan harga lebih rendah. Tetapi praktek seperti ini sudah jarang karena dianggap kurang fair. 
    • Listing fee; adalah biaya yang disyaratkan peritel bagi pemasok sebelum memasukkan produknya ke pasar atau toko tradisional. Sementara minus margin adalah ketentuan yang mengharuskan pemasok untuk membayar kerugian pada peritel jika pemasok terbukti menjual barang dengan harga lebih murah kepada peritel lain. Batasan listing fee untuk produk baru di toko modern.
  • Bagaimana memulai memasok pasar modern:
    1. Untuk mengawali tidak harus masuk toko yang besar lebih dahulu, bisa diawali dengan masuk ke minimarket lokal ,kantin kampus,toko kelontong,warung,rumah makan dll.
    2. Manfaatkan toko2 yang belum menerapkan listing fee yang besar. Atau bahkan tidak memberlakukan hal tsb.
    3. Yang penting omzetnya bukan dimana barang kita di jual
    4. ama dengan yang lain untuk sukses di bisnis snack tidak bisa instant perlu niat yang sungguh-sungguh,vulet , telaten dan konsisten.
    5. Lakukan efisiensi
    6. Pelajari lagi apa yang diinginkan konsumen
    7. Butuh banyak referensi
    8. Optimis jangan takut ditolak
    9. Lakukan perbaikan terus menerus
    10. Jika masuk pasar modern harus cermat dan hati hati dalam melakukan negosiasi kesalahan memahami kalimat bisa membuat kerugian di kemudian hari
    11. Sudah banyak pengusaha kecil yang sukses anda juga memiliki kesempatan yang sama.
    12. Yang menentukan akhirnya adalah konsumen maka makin baik produk yang kita jual makin besar kemungkinan dipilih konsumen.

Semoga informasi di atas bisa membantu para pelaku UMKM yang butuh referensi untuk masuk ke retail modern dan sekaligus paham mengapa harus masuk ke pasar tersebut. Sukses!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar