Laman

  • Home

Kamis, 02 Januari 2020

12 Hal Yang Perlu Diperhatikan dan Dipertimbangkan Pada 2020, untuk Bisnis Food & Beverage.

12 Hal Yang Perlu  Diperhatikan dan Dipertimbangkan Pada 2020, untuk Bisnis Food & Beverage.
Sumber: Rex Marindo, Pendiri Upnormal dan Foodizz.id, Disarikan oleh: Rifqi Basalamah - zeemart.id dan Foodiz.Id Webinar 20 Desember 2019.

Pastinya di tahun 2020 banyak pelaku usaha kuliner bertanya-tanya akan seperti apakah bisnisnya di tahun 2020? Trend dan pola bisnis yang seperti apa yang akan mendominasi bisnis food & beverage di tahun 2020. Berikut adalah beberapa poin yang diambil dalam Foodiz webinar 20 Desember 2019:

  1. New Model and Concept of Local Food, bisnis makanan tradisional nantinya tidak akan membutuhkan tempat yang besar dan tidak mengutamakan dine in. Contoh : take away nasi padang, take away warteg, dll. Produk makanan lokal ini akan terkemas modern dan praktis dengan branding yang jelas.
  2. High Speed Small Business Concept, kalau mau bisnis kecil, ya harus cepat berkembang, tentunya dikombinasikan dengan skema permodalan dan marketing, serta branding yang bagus.
  3. The Rise of Technology Driven and Data Strategy, unsur teknologi menjadi wajib untuk dimasukkan, karena market menuntut itu. Contoh, memiliki aplikasi dan tergabung dalam aplikasi ojek online.
  4. The Rise of Ghost Kitchen/Cloud Concept, perkembangan ini bisa jadi menjadi besar. Namun jika sudah besar, harus diwasapadai adanya kompetitor. Tips : bangun brand. sehingga orang akan kenal brand kita terlebih dulu, baru mereka mencari di apps online/ ghost kitchen.
  5. CRM (customer relationship management) is a must, and more important. Mencakup data konsumen : pekerjaannya dimana, hobinya apa, rumahnya dimana, dll. Data base ini harus bisa dikelola, sehingga nanti bisa dimanfaatkan untuk marketing, campaign, dll. Paling bagus melalui email, lebih bermanfaat lagi jika bisnis kita sudah menggunakan aplikasi, ini bisa lebih mudah lagi dikelolanya. Kalau kita tidak mengelola data dari sekarang, akan menjadi masalah besar, kita mungkin akan kalah dalam bersaing.
  6. Coffee Business is still on track and Keep Growing (artisan, scale model, menu variant). Dari banyak prediksi, bisnis kopi akan terus berkembang. Akan menemukan ide ide baru dari perkembangan yg sudah ada. Jika akan membangun bisnis kopi, perhatikan hal berikut :
    • Positioning yang dibangun. Yang akan ter-cap di benak konsumen
    • Differensiasi yang aplikasikan di coffee shop kita
    • Brand yang kuat
  7. Drink Business with Massive Growth, (seperti brand HAUS, MYNUM, ES TEH). Bisnis ini tumbuh dengan luar biasa. Didukung dengan entry point dengan harga murah, dan promo yang menarik. Trend dan growth nya masih sangat tinggi. Kembali lagi kepada brand dan positioning kita, harus bisa beda dengan yang lain.
  8. Collaboration Branding will be growing (Influencer x Brand – Brand x Brand). Kolaborasi dengan brand atau artis yang sudah duluan terkenal, menjadi strategy jitu yang akan banyak di pakai di 2020. Ini juga didukung dengan mensiasati biaya marketing kita yang tidak terlalu besar, misalnya dengan bagi hasil/ sharing profit. Bisa juga berkomunikasi dengan media, dan semisalnya.
  9. Healthy food need to be consider as menu or business. Di tahun 2020 masih menjadi trend. Misal fresh juice. Bisa juga dengan cara mengkombinasikan dengan menu di dalam bisnis resto yang sudah berjalan. Jika masuk ke dalam bisnisnya langsung, sepertinya akan berat.
  10. Delivery as a platform to sales and growth. Kita berharap akan banyak pemain disini. Akan lebih seru untuk perkembangan bisnis kita. “Delivery” sudah menjadi bagian besar dari omset yang kita dapatkan. Jika diperlukan, siapkan bagian PIC khusus untuk bagian ini.
  11. Creative Branding war will take the spot. (kolaborasi, community base, social approach). Kegiatan branding tidak hanya terkait foto yang bagus, dan lain lainnya. Harus ada sesuatu yang berbeda dikegiatan branding kita. Harus yang kreative. Sebagai contoh, menggunakan IG untuk brand kita harus/ bisa dalam hal :
    • Terkait sales/ penjualan (platform to sales)
    • Terkait suasana, kebahagiaan (platform to brand)
    • Terkait buka cabang, kerjasama bisnis dll (Platform to grow)
  12. Outsourcing need to be consider as market and competition running fast. Kedepannya, bisnis kita harus fokus. Yang tidak menjadi fokus kita, cukup kita outsource kan. Misal, kita punya resto ayam geprek, kita fokus untuk kembangkan outletnya dan brandingnya. Ayam, bumbu, dll kita kerjasamakan dengan pihak lain. 2 jenis bisnis ini kita sebut:
    • Cash Flow Business
    • Capital Woking Business
Sepertinya apa yang telah disarikan di atas bisa menjadi wacana bagi para pemula atau pelaku usaha kuliner di tahun 2020 agar bisa tetap exist dalam persaingan yang semakin ketat. Ke depan bisnis kuliner akan butuh banyak support dari para influencer untuk mereview bisnisnya, karena banyak keputusan konsumen ditentukan oleh review dari para influencer yang mereka percaya. Sukses!


                                          Tidak ada komentar:

                                          Posting Komentar