Laman

  • Home

Jumat, 13 Desember 2019

Membangun Team yang Kreatif.

Membangun Team yang Kratif
Sebuah team yang kreatif adalah idaman setiap perusahaan, apalagi ketika sebuah perusahaan harus dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat serta perubahan yang semakin cepat. Saat ini kita tidak hanya sekedar berbicara mengenai team work yang solid melainkan sudah naik ke satu level di atasnya, yaitu team work yang kreatif.

Langkah awal untuk membentuk team work yang kreatif adalah memahami dulu definisi-definisi yang akan membantu kita dalam memahami arti kata kreatfi terlebih dahulu:

Pengertian Kreatif
  1. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. (K B B I).
  2. Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis).
  3. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).
  4. Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers). 
  5. Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:
    • Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan.
    • Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, memdidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.
    • Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Cambell)

Kreativitas sebagai Multi Kecerdasan

Suatu proses pemikiran yang melibatkan otak kiri dan kanan, kombinasi dari pemikiran logis dan kreatif.

Otak kiri: logika, kata-kata, matematika dan urutan (akademis).
Otak kanan: irama, musik, gambar dan imajinasi.

Proses Pimikiran Otak

OTAK KIRI: Verikal, Kritis, Strategis

  • Berpikir Vertikal. Suatu proses bergerak selangkah demi selangkah menuju tujuan Anda, seolah-olah Anda sedang menaiki tangga.
  • Berpikir Lateral. Melihat permasalahan Anda dari beberapa sudut baru, seolah-olah melompat dari satu tangga ke tangga lainnya.
  • Berpikir Kritis. Berlatih atau memasukkan penilaian atau evaluasi yang cermat, seperti menilai kelayakan suatu gagasan atau produk
  • Berpikir Analitis. Suatu proses memecahkan masalah atau gagasan Anda menjadi bagian-bagian. Menguji setiap bagian untuk melihat bagaimana bagian tersebut saling cocok satu sama lain, dan mengeksplorasi bagaimana bagian-bagian ini dapat dikombinasikan kembali dengan cara-cara baru.
OTAK KANAN: Lateral, Hasil, Kreatif

  • Berpikir Strategis. Mengembangkan strategi khusus untuk perencanaan dan arah operasi-operasi skala besar dengan melihat proyek itu dari semua sudut yang mungkin.
  • Berpikir tentang Hasil. Meninjau tugas dari perspektif solusi yang dikehendaki. 
  • Berpikir Kreatif. Berpikir kreatif adalah pemecahan masalah dengan menggunakan kombinasi dari semua proses.

Proses Kreatif

Kreativitas dalam perkembangannya sangat sangat terkait dengan empat aspek, yaitu:
  • Aspek Pribadi, Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.
  • Aspek Pendorong, Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.
  • Aspek Proses, Ditinjau sebagai proses, menurut Torrance (1988) kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyaipkan hasil-hasilnya.
  • Aspek Produk, Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna.
Perbedaan Kelompok & Team
  • Kelompok belum tentu team,namun team pasti merupakan suatu kelompok. Ini berarti bahwa kelompok akan meraih keberhasilan jika menjadi satu kesatuan yang lebih produktif yang disebut dengan tim.
  • Team adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kebutuhan tertentu.Contoh : team basket, tim sepak bola, tim paskibraka dan sebagainya, jelasmerupakan sebuah kelompok yang secara spesifik memiliki tujuan tertentu.
Kelompok
  1. Anggota menganggap pengelompokan mereka semata-mata untuk kepentingan administratif. Individu bekerja secara mandiri, kadang-kadang berbeda tujuan dengan individu yang lainnya.
  2. Anggota cenderung memperhatikan dirinya sendiri karena tidak dilibatkan dalam penetapan sasaran, terkadang pendekatannya hanya sebagai tenagabayaran
  3. Anggota diperintah untuk mengerjakan pekerjaan, bukan diminta saran untuk mencapai sasaran terbaik. 
  4. Anggota diperintah untuk mengerjakan pekerjaan, bukan diminta saranuntuk mencapai sasaran terbaik.Anggota tidak percaya pada motif rekan-rekan kerjanya karena tidakmemahami peran anggota lainnya, menyatakan pendapat ataumenyampaikan kritik dianggap sebagai upaya memecah belah.
  5. Anggota kelompok sangat berhati-hati dalam menyampaikan pendapatnyakarena kurang saling toleransi 
  6. Apabila menerima pelatihan yang memadai dalam penerapannya sangatdibatasi oleh pimpinan.
  7. Anggota berada dalam suatu konflik tanpa mengetahui sebab dan cara pemecahan masalahnya.
  8. Anggota tidak didorong untuk ikut ambil bagian dalam pengambilankeputusan.

Team
  1. Satu kelompok orang yang bersama-sama bertanggungjawab atas sasaran-sasaran dan yang membutuhkankerja untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut(Woodcook, 1989).
  2. Sebuah team adalah satu kumpulan hubungan antar manusia terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu (Johnson and Johnson,s, 1991).
  3. The essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence (Kurt Lewin).
  4. Suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya, dengan cara dan atas dasar kesatuan.

Mengapa Team Dibutuhkan?
  1. Karena team dapat menghasilkan lebih banyak dan lebih baik dalam menyelesaikan masalah daripada yang dapat dilakukan individu-individu(Blanchard, 1988).
  2. Perubahan terus menerus yang dihadapi manajemen berakibat adanya pergerakan yang mengarah pada kolaborasi, kerja sama, dan tim, sehingga para manajer dituntut mampu berkolaborasi dan membangun tim yang efektif (Robinson, 1990).
  3. Untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam organisasi, kini banyak organisasi perusahaan mengubah strukturnya menjadi struktur organisasi berdasarkan tim kerja (team based organization).  Pendekatan ini menuntut adanya pemberdayaan dan kekompakkan kerja (ray & Bronstein, 1995).

Team yang Efektif & Produktif.
  1. Anggota menyadari ketergantungan di antara mereka dan memahami bahwa sasaran pribadi maupun tim paling baik dicapai dengan cara saling mendukung, waktu akan sangat efektif karena masing-masing sangatmemahami dan tidak mencari keuntungan di atas anggota tim yang lain.
  2. Anggota team ikut merasa memiliki pekerjaan dan organisasinya karena mereka memiliki komitmen terhadap sasaran yang akan dicapai.
  3. Anggota memiliki kontribusi terhadap keberhasilan organisasi.
  4. Anggota bekerja dalam suasana saling percaya dan didorong untuk mengungkapkan ide, pendapat, ketidaksetujuan serta mencetuskan perasaansecara terbuka, pertanyaan yang muncul akan disambut dengan baik.
  5. Anggota menjalankan komunikasi dengan tulus, mereka saling memahami sudut pandang masing-masing.
  6. Para anggota didorong untuk menambah keterampilan dan menerapkannya dalam tim, mereka menerima dukungan penuh dari tim.
  7. Mereka menyadari bahwa konflik dalam tim merupakan hal yang wajar, karena dengan konflik merupakan kesempatan untuk mengembangkan ide dan kreatifitas, apabila terjadi suatu konflik akan diselesaikan secara konstruktif.
  8. Anggota berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi team, meskipun mereka menyadari bahwa keputusan tetap di tangan pemimpin apabila team menemui jalan buntu, tujuannya adalahmemperoleh hasil yang positif.
Team yang Dinamis.
  • Team dinamis adalah tim yang memiliki kinerja yang sangat tinggi, yang dapat memanfaatkan segala energi yang ada dalam tim tersebut untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai.
  • Menurut Richard Y chang tim dinamis memiliki unsur-unsur:
    1. Jelas Visi dan Tujuannya.
    2. Beroperasi Secara Kreatif.
    3. Memperjelas Peran dan Tanggungjawab.
    4. Diorganisasikan Dengan Baik.
    5. Dibangun di Atas Kekuatan Individu.
    6. Saling Mendukung.
    7. Mengembangkan Sinergi Tim.
    8. Menyelesaikan Ketidaksepakatan.
    9. Berkomunikasi Secara Terbuka.
    10. Membuat Keputusan Secara Obyektif.
    11. Mengevaluasi Efektivitas Sendiri.
Berbagai definisi dan esensi atas team telah dipaparkan di atas, selanjutnya kita hanya perlu memperbandingkan kondisi team yang kita miliki dengan kondisi ideal di atas. Apa yang menjadi perbedaan (kesenjangan) antara kondisi ideal dengan kondisi yang kita hadapi saat ini, maka itulah permasalahan yang harus kita pecahkan dalam membangun team yang kreatif. Sebuah team yang selalu responsif dan solutif terhadap permasalahan yang muncul baik dari internal perusahaan maupun dari eksternal perusahaan, dan sebuah team yang sangat padu dalam menerapkan keputusan bersama sesuai dengan bidang yang mereka kuasai masing-masing. Sukses! 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar