Laman

  • Home

Senin, 16 Desember 2019

Entrepreneurship Sejak Dini.

Entrepreneurship Sejak Dini
Adakah yang bisa menjamin bahwa ketika kita sudah membekali pendidikan kepada anak, lantas mereka bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus kuliah kelak? Tidak ada yang yang bisa menjamin. Terlebih ketika transformasi digital ini berlangsung, perubahan semakin cepat di berbagai aspek kehidupan. Tentunya kita tidak ingin mengatakan bahwa pendidikian bukan nomor satu dan kita tidak perlu melakukan "sesuatu" ketika perubahan-perubahan terus terjadi. 

Ketika sudah jelas bahwa masa depan menjadi tidak pasti, maka kita pun sudah dituntut sejak dini untuk memperkenalkan entrepreneurship kepada anak kita. Pekerjaan di masa depan tidak harus menjadi pengawai dan karyawan, di era digital pilihan menjadi semakin banyak dan bervariasi. Kita tidak bisa memberikan jaminan kepada anak kita bahwa ketika mereka menyelesaikan sekolahnya, mereka akan langsung mendapatkan pekerjaan, namun kita bisa mulai memperkenalkan kepada mereka bahwa ada masa depan yang lebih baik jika dimulai sejak sekarang.

Kami memperkenalkan entrepreneurship kepada anak kami dengan melibatkannya secara langsung pada pekerjaan-pekerjaan kami sehingga anak menjadi paham apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Kebetulan sekali dari sekolahnya, anak kami diminta membuat sebuah laporan liburan (paper) akhir tahun ini sebuah peluang bagi kami untuk memahami apa yang dipikirkan oleh anak kami terhadap pekerjaan-pekerjaan orang tuannya. 

Sebagai informasi, anak kami masih kelas 8 di SMP Al Azhar 14 Semarang dan berikut adalah ringkasan dari apa yang bisa dia ceritakan kepada sekolahnya:

***
Bersama IG @bunda_didi mempromosikan BONEETO.

I. PENDAHULUAN 

Untuk menyambung hidup, manusia perlu melakukan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang. Ada banyak macam pekerjaan yang dapat dilakukan mulai dari karyawan perusahaan swasta, pegawai negeri, buruh pabrik, petani, nelayan, wiraswasta dan lain sebagainya. 

Dulu orang harus keluar dari rumah untuk bekerja di kantor atau pabrik, namun di era digital saat ini orang bisa menghasilkan uang dengan bekerja di rumah. Dengan mengandalkan internet atau teknologi digital, Bundaku bekerja sebagai blogger dan influencer. Sebuah profesi yang dilakukan Bundaku di rumah dengan tetap bisa melakukan pekerjaan rutin sebagai ibu rumah tangga. Mungkin profesi ini masih ada yang belum memahaminya sehingga saya perlu menjelaskannya kemudian. 

Ketika banyak perusahaan yang terancam bangkrut karena transformasi digital, sehingga banyak profesi pekerjaan yang terancam hilang seperti: pegawai bank, karyawan perusahaan media, buruh pabrik dan sebagainya, maka profesi blogger dan influencer ini justru masih menjanjikan masa depan yang lebih baik karena selaras dengan tuntuan era digital saat ini. 

Lebih menariknya lagi, dengan profesi ini aku masih bisa bertemu dengan Bundaku setiap saat, baik ketika mau berangkat sekolah maupun pulang sekolah. Sebuah kondisi yang mungkin tidak akan bisa dilakukan oleh profesi lain seperti: karyawan perusahaan swasta, pegawai negeri dan sebagainya. 

2. ISI 

Sebelum banyak bercerita mengenai apa yang dilakukan Bunda dalam pekerjaannya, aku ingin sedikit menjelaskan mengenai profesinya tersebut: 

Blogger adalah sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaaan sebagai penulis di blog atau website. Bunda dikenal sebagai food blogger karena menulis mengenai resep masakan di website diahdidi.com yang cukup banyak dikenal, terutama oleh ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan resep-resep praktis untuk masakan sehari-hari. 

Influencer adalah sebutan bagi orang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi banyak orang, biasanya dilakukan melalui sosial media. Bunda memiliki sosial media dengan follower yang cukup banyak, terutama Facebook, Instagram dan YouTube. Melalui instagram dengan akun @bunda_didi yang memiliki follower lebih dari 385.000 orang, Bunda bisa mendapatkan penghasilan dari mempromosikan produk-produk dari para klien melalui akun instagram-nya. 

Banyak food blogger terkenal dari seluruh dunia, tidak hanya dikenal di negaranya saja namun juga di seluruh dunia. Di Indonesia, salah satu food blogger yang cukup dikenal adalah Bunda. Dengan website diahdidi.com, pada tahun 2015 terpilih sebagai best food blog di Indonesia. Bunda juga pernah menulis 2 buku resep masakan dengan penjualan yang cukup bagus. 

Profesi food blogger ini membuat Bundaku mulai dikenal juga di sosial media, yaitu Facebook, Instagram dan YouTube. Melalui akun instagram @bunda_didi, Bundaku mempromosikan berbagai produk bahan makanan, makanan dan minuman, peralatan memasak dan berbagai produk yang berhubungan dengan memasak dari para klien atau perusahaan. Bentuk promosi ini bisa berupa foto produk ataupun video masak, dimana aku juga sering terlibat dengan pekerjaan Bundaku ini. 

Selama liburan sekolah ini aku bisa lebih banyak terlibat dalam pekerjaan Bunda, mulai dari pemotretan produk, pembuatan video masak sampai dengan mengikuti kunjungan kuliner di berbagai kota di Jawa Tengah. Mengenal berbagai produk bahan makanan dan minuman, berbagai jenis masakan, pembuatan resep serta tempat-tempat kuliner adalah kegiatan-kegiatan rutin yang aku lakukan untuk mengisi liburan ini. 

Bunda memiliki studio masak sendiri di rumah, sehingga banyak kegiatan pemotretan produk dan pembuatan video masak dilakukan di studio. Untuk kegiatan Culinary Review, aku ikut Bunda ke berbagai tujuan kuliner baik di kota Semarang maupun di kota-kota lain di Jawa Tengah selama liburan ini. Terlebih lagi, saat ini Bunda sedang membuat studio masak lagi di rumah sehingga aku bisa belajar mempersiapkan desain studio masak yang baru serta ikut Bunda belanja perlengkapan dan interior untuk studio baru tersebut. 

Terkait dengan proyek buku Bunda yang ketiga, selama liburan ini aku diajak Bunda untuk berkunjung ke berbagai kota untuk berburu makanan khas daerah tersebut. Kota-kota tersebut adalah Solo, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto, Demak, Kudus dan Pati. Rencananya buku ini akan terbit di tahun 2020 nanti. 

Selama liburan ini aku juga berkesempatan mengikuti Bunda sebagai pembicara dalam forum komunitas masak yang disponsori oleh salah satu klien Bunda yang baru. Sebelum liburan ini, aku pernah punya pengalaman ikut Bunda untuk syuting tayangan masak bersama Rudy Choirudin di Surabaya dan Endeus TV di Jakarta. 

Sangat penting untuk mengetahui dimana karya-karya Bunda bisa dilihat, yaitu di website diahdidi.com dan IG @bunda_didi dan bagaimana Bunda mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya, yaitu: iklan dari google adsense untuk website diahdidi.com, sponsor atau pengiklan, honor pembicara dan royalti dari buku yang ditulisnya. Penghasilan yang didapatkan Bunda dari pekerjaannya lebih baik daripada penghasilan karyawan atau pegawai negeri pada umumnya, terlebih lagi pekerjaan ini sesuai dengan hobby Bunda. 

3. PENUTUP 

Dari apa yang aku lakukan selama liburan ini dan terlibat dengan pekerjaan Bunda ada beberapa pelajaran yang bisa saya catat, yaitu: 
  • Banyak peluang pekerjaan di masa mendatang bukan hanya sekedar menjadi pegawai negeri atau karyawan sebuah perusahaan, melainkan bisa menjadi apa saja yang kita inginkan selama kita mampu menggali potensi dan menyukai pekerjaaan tersebut. 
  • Tekun dan konsisten dalam menjalani pekerjaan tersebut. 
  • Terus belajar untuk menjadi yang terbaik. 
  • Mengikuti perkembangan dan tuntutan jaman. 
Demikian laporan kegiatan liburan yang terkait dengan pekerjaan orang tua yang bisa disampaikan. Dokumentasi terkait profesi Bunda dan keterlibatanku dalam liburan dengan pekerjaan Bunda bisa dilihat di lampiran.

***

LAMPIRAN (DOKUMENTASI)








Dari apa yang ditulis oleh anak kami di atas, kami juga ini mengukur tentang apa yang dia pikirkan tentang masa depan dan cita-citanya. Bukan hanya sekedar cita-cita kosong tetapi benar-benar sebuah visi akan masa depannya. Memahami apa yang saat ini dia lakukan adalah terkait dengan upayanya mencapai cita-citanya adalah poin penting yang akan kami ajarkan kepadanya tentang arti entrepreneurship. Semoga sharing kecil ini bisa bermanfaat bagi banyak orang. Suskes!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar