Laman

  • Home

Senin, 23 September 2019

Brand Experience Bagi UMKM

Brand Experience Bagi UMKM
Membangun brand bagi para start up dan UMKM adalah sebuah topik yang menarik, bahkan sebagian di antara mereka begitu antusiasnya seolah mereka telah memahami arti membangun brand dengan sebenar-benarnya. 

Akan ada banyak arti dan makna dalam membangun brand, terutama brand experience yang akan kita coba kupas bersama ini. Banyak sekali sudut pandang yang berbeda, semua tergantung tujuan dan target audiens yang kita sasar. Bahkan terus terang kami sendiri pun semakin lama mengalami peristiwa membangun brand (brand experience) justru semakin merasa dunia di luar sana semakin luas dan semakin apa yang kami pahami seolah kurang berarti.

Namun harus ada titik pijak yang sama, dan meskipun di bawah ini adalah tentang persepsi kami terhadap salah satu hal dalam membangun brand, yaitu brand experience, kami berharap apa yang kami sampaikan di bawah ini bisa bermanfaat dan jadi referensi.

Arti Brand Experience

Seringkali kita mendengar brand experience, namun kadang kita kurang begitu memahami arti dari brand experience itu sendiri. Brand Experience adalah istilah yang digunakan dalam industri marketing yang dapat memiliki beragam makna.


Definisi bagi suatu agen mungkin berbeda dari definisi bagi suatu merek. Kami tidak mengatakan "kami memiliki brand experience" yang berarti kami telah bekerja dengan merek tersebut, namun kami berbicara tentang tindakan apa yang kami lakukan (dalam berbagai bentuk) dalam brand experience tersebut. Karena kami menggunakan istilah "brand experience" dalam menggambarkan sebuah kemampuan. Inilah sudut pandang kami tentang arti "brand experience":

Pasti akan ada berbagai sudut pandang yang lain di luar sana dan bahkan para pembaca tulisan ini pun pasti memiliki sudut pandang yang berbeda.

Brand Experience

  • Brand experience adalah solusi yang terfokus.
  • Brand experience bukan saluran fokus.
Kunci dari brand experience adalah bahwa tujuan dilihat terlebih dahulu, kemudian solusi kreatif yang dihasilkan untuk mencapai tujuan tersebut, terlepas dari salurannya. Jenis-jenis solusi (atau pengalaman) bisa sangat luas: pengalaman event konsumen, pengalaman perhotelan, pengalaman promosi, pengalaman konten, pengalaman digital, aktivasi sponsor atau kampanye yang berjalan lintas sosial, digital, dan acara (atau lebih). Brand experience membenamkan target audiens ke dalam etos brand terlepas dari salurannya. Seringkali brand experience multi-channel dan terintegrasi di seluruh bauran pemasaran, tidak terbatas pada satu lingkungan.

Sebagai contoh, Hyundai ingin mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan pelanggannya di tingkat lokal. Lihatlah studi kasus program Youth Camps untuk melihat solusi brand experience (visit: https://www.hyundaiyouthfootballcamp.com/)

  • Diidorong oleh pengalaman.
  • Tidak tidak didorong oleh media.
Brand experience adalah semua tentang perasaan emotif yang berasal dari pengalaman, baik fisik maupun digital. Media mungkin merupakan elemen yang bertujuan mengarahkan kesan dan keterlibatan di sekitar pengalaman, tetapi brand experience tidak didorong oleh media, melainkan dilengkapi oleh media baik melalui influencer sosial, digital, sosial, cetak maupun TVC.

Misalnya, lihat studi kasus program peluncuran Wingstop untuk melihat bagaimana kami menciptakan pengalaman mendalam yang unik yang menyebabkan pengambilan media yang didapat. (visit: https://www.wingstop.com/)

  • Berbasis gairah.
  • Tidak dipimpin wawasan luas.
Sebagian besar pengalaman pemasaran didorong oleh wawasan. Mereka harus meminimalisasi kekacauan. Pandangan kami adalah bahwa target khalayak dimotivasi oleh hasrat mereka, baik untuk minat gaya hidup, hiburan, kuliner, olahraga, tujuan, dll. Dan kami memanfaatkan hasrat itu untuk memicu aksi yang diinginkan. Wawasan memimpin, tetapi fokus pada hasrat dan minat konsumen.

  • Asli.
  • Tidak dipaksakan.
Brand experience adalah tentang menjadi otentik untuk sebuah brand dan target konsumen. Kita sering mengatakan "berbicara dengan kipas angin, bukan pada kipas angin". Yang penting bagi brand experience adalah desain, salinan, dan pengalaman pengguna yang otentik, baik secara online atau offline, untuk berbicara dengan target audiens mengenai minat dan kebutuhan mereka.

  • Adalah konten emotif.
  • Bukan iklan.
Brand experience mungkin tidak termasuk konten video. Apakah konten video merupakan komponen? Brand experience adalah semua tentang pengisahan cerita lintas saluran otentik yang mendorong koneksi dengan audiens. Namun bagi kami, brand experience bukanlah menciptakan iklan TV. Itu adalah dunia periklanan! Dan itu keren bagi kami. Kami senang bekerja bersama dengan para pemikir hebat di dunia itu juga.

Misalnya, lihat studi kasus kampanye global Microsoft untuk melihat bagaimana kami menghasilkan kampanye terpadu yang mendorong konsumen untuk bertindak. (visit: https://www.youtube.com/watch?v=tNqSzUdYazw)

Pada akhirnya, brand experience adalah istilah longgar untuk pemasaran terpadu yang berfokus pada wawasan berbasis hasrat untuk mendorong solusi kreatif. Dengan kata lain, berikan target audiens anda pengalaman yang menarik dan menarik tentang istilah MEREKA dan anda akan mendapatkan apresiasi, kepercayaan, dan pertimbangan mereka. Setidaknya itulah artinya bagi kami!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar