Laman

  • Home

Rabu, 17 Juli 2019

Rencana Keuangan Bisnis.

Rencana Keuangan Bisnis.
Mendasar dan sangat penting - Banyak usaha kecil gagal karena perencanaan keuangan yang tidak memadai dan pendanaan yang kurang tepat. Jadi, memiliki rencana keuangan yang komprehensif untuk sebuah bisnis adalah suatu keharusan bagi setiap pebisnis UMKM. 

Ada beberapa langkah untuk merencakan keuangan bisnis UMKM sebagaimana tersebut di bawah ini:


Langkah 1: Hitung Biaya Set Up Bisnis

Pembuatan rencana keuangan bisnis dimulai dengan membandingkan jumlah biaya set-up dengan jumlah modal investasi untuk start-up Anda. Tentukan berapa banyak uang yang dialokasikan sebagai modal bisnis, jika ada. Atau, Anda akan perlu meminjam untuk memulai bisnis Anda. Biaya set-up awal akan mencakup: Biaya administrasi dan pemasaran awal. Biaya pendaftaran, lisensi, dan legal lainnya. Biaya peralatan dan kebutuhan aset. Modal kerja awal (working capital).

Langkah 2: Proyeksi Laba-Rugi Bisnis

Membuat proyeksi atau jumlah ramalan penjualan dan beban operasi penting untuk dilakukan. Saya sarankan Anda membuat proyeksi untuk 12 bulan ke depan sejak pertama usaha beroperasi. Cara membuat proyeksi adalah dengan membandingkan potensi pendapatan penjualan (omzet) dengan harga pokok penjualan (cost of goods sold) plus biaya tetap operasi (fixed cost). Tetapkan perkiraan harga penjualan agar Anda dapat menghitung potensi laba alias keuntungan.

Langkah 3: Perkiraan Arus Kas (Cash-flow)

Anda harus menyadari bahwa istilah Cash Is King adalah hal nyata dalam bisnis UMKM. Sebuah bisnis baru sering membutuhkan uang tunai untuk membangun kapasitas yang diperlukan untuk melayani pelanggan. Pahami bahwa pelanggan Anda mungkin lambat untuk membayar tagihan. Sehingga, kekurangan kas dapat mengancam operasi bisnis Anda.

Langkah 4: Perkiraan Saldo Neraca

Berdasarkan perkiraan penjualan serta perkiraan biaya operasi, maka Anda harus membuat berapa neraca bisnis setelah 12 bulan beroperasi. Neraca terdiri dari aset, saldo pinjaman, serta, saldo modal.

Langkah 5: Analisa Titik Impas (Break-Even Point)

Berani punya bisnis, harus berani untuk menetapkan berapa lama modal awal investasi akan kembali setelah mulai beroperasi. Setelah memperkirakan biaya tetap bisnis, maka Anda dapat menghitung berapa banyak pendapatan yang Anda butuhkan untuk mencapai titik impas.

Secara umum asumsi yang digunakan untuk memprediksi titik impas dibedakan berdasarkan jenis bisnis:
  1. Bisnis jasa menetapkan patokan berdasarkan jumlah rata-rata jam kerja per minggu. Asumsi yang digunakan adalah biaya operasi memakan 60%-70% dari keseluruhan pendapatan. 
  2. Bisnis lain tentukan ruang lingkup ukuran pasar Anda, kemudian gunakan perkiraan konservatif sesuai benchmark di pasaran.
  3. Siapkan beberapa perkiraan, berdasarkan kasus terbaik, terburuk dan skenario rata.
Semua nilai atas rencana tersebut akan selalu dipantau dan dikendalikan, untuk mengetahui pergerakan keuangan bisnis Anda dan juga untuk memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan ketika ada pergeseran antara nilai rencana dan kenyataan dalam bisnis. Semoga informasi singkat ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan UMKM semua. Sukses!

Sumber:  Prita Ghozie from ZAP Finance - Permata Bank

Tidak ada komentar:

Posting Komentar