Laman

  • Home

Kamis, 18 Juli 2019

Perencanaan Produksi Perusahaan Manufaktur

Perencanaan Produksi Perusahaan Manufaktur.
Perusahaan manufaktur dapat kita jumpai disekitar kita. Gambaran akan perusahaan manufaktur tidak berarti melihat sebuah pabrik yang besar dan luas. Namun cukup melihat proses produksi yang dilakukannya, yaitu perusahaan yang bergerak dalam hal pengelolaan bahan baku/mentah menjadi bahan jadi yang siap digunakan oleh konsumen.

Perusahaan manufaktur memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan kita. Karena dengan adanya perusahaan manufaktur ini, kita bisa memanfaatkan bahan mentah yang semula tidak digunakan menjadi barang jadi yang bisa dimanfaatkan.

Dalam proses produksi tersebut dibutuhkan perencanaan produksi yang matang agar apa yang menjadi fungsi dari produksi tersebut dapat dipenuhi. Fungsi dari produksi adalah membuat barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan waktu, jumlah, dan harga yang sesuai. Hal ini akan menghindarkan ada dari molornya waktu produksi, harga yang tidak sesuai, dan jumlah yang tidak tepat.

Misalnya, anda memiliki usaha konveksi baju anak. Anda tidak tahu bagaimana merencanakan produksi usaha konveksi sehingga fungsi produksi usaha anda tidak berjalan dengan baik. Anda memproduksi baju anak saat sebuah perusahaan baju anak ternama mengenalkan produk barunya dengan harga di bawah harga produk usaha kecil. Produk anda tidak akan dilirik oleh konsumen, yang tentunya akan lebih memilih brand yang sudah mapan. Belum lagi anda memproduksinya dengan jumlah yang sangat besar karena anda yakin produk anda akan laku keras. Memang, baju yang anda hasilkan sangat bagus, baik dari segi kualitas bahan dan desain. Namun karena anda tidak tahu timing yang tepat untuk memproduksinya, maka stok baju anak yang anda buat menumpuk di gudang. Produk anda kalah bersaing. Inilah yang bisa menjadi penyebab ambruknya usaha anda,

Untuk menghindari hal buruk diatas, anda membutuhkan perencanaan produksi. Metode perencanaan produksi perusahaan manufaktur berhubungan erat dengan:
  1. Jenis barang barang yang diproduksi. 
  2. Jumlah barang.
  3. Cara pengolahan/pembuatan.
Keputusan mengenai jenis dan jumlah produk yang anda produksi berdasarkan data kebutuhan pasar yang didapatkan dari bagian marketing.

Setelah anda mendapatkan data dari bagian marketing, maka anda dapat menginformasikan bagian produksi untuk membuat produk.
Tahapan Perencanaan Produksi Perusahaan Manufaktur

Perencanaan produksi perusahaan manufaktur ini bukanlah metode yang rumit yang hanya diterapkan pada perusahaan berskala besar. Namun dapat disederhanakan melalui tahapan berikut:
  1. Desain Awal: desain spesifikasi dan persayaratan yang harus dipenuhi. Misalnya menggunakan 5 buah mesin jahit listrik Treasure BS 101, 2 mesin press kaos dan sebagainya.
  2. Desain produk : menentukan desain barang yang akan diproduksi dengan tepat. Anda dapat membuat desain baju berdasarkan bahan (kain atau kaos), usia anak, ukuran dan warna dengan detil. Dalam membuat desain ini anda bisa meminta bantuan orang yang ahli dalam bidang desain baju anak dan penjahit. Desain baju tersebut awalnya dibuat dalam bentuk gambar yang dilengkapi dengan informasi bahan, ukuran, detil jahitan atau aksesoris. 
  3. Cara pembuatan: pada tahap ini anda menentukan urutan proses produksi, tempat kerja, dan peralatan yang digunakan. Misalnya, membuat pola, memotong kain, menjahit dan melakukan pengecekan akhir. Sedangkan alat-alat yang digunakan untuk masing-masing proses adalah gunting, benang, dsb yang sudah disiapkan. 
  4. Pembuatan :Pada tahap ini anda dapat melakukan modifikasi dari langkah diatas (3) tetapi harus disesuaikan dengan desain serta tuntutan kualitas. Terkadang hasil yang anda peroleh pada tahap ini sedikit berbeda dengan rencana awal. Ini adalah hal yang wajar selama tidak menyimpang jauh dari ketentuan yang sudah ditetapkan mulai dari langkah 1-3.
Yang perlu anda ingat adalah dalam menentukan jumlah barang yang diproduksi sangat dipengaruhi oleh pola permintaan atau forecast. Jangan meremehkan metode perencanaan produksi usaha manufaktur, karena hal yang kelihatannya sepele akan menjadi sangat menentukan bagi keberlangsungan UKM anda. Sukses!

Sumber: zahiraccounting.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar