Laman

  • Home

Selasa, 23 Juli 2019

Budi Bongkar, Dikenal Sebagai Iwan Fals KW.

Budi Bongkar, Dikenal Sebagai Iwan Fals KW.
Saya mengenal Mas Budi Bongkar saat beliau manggung di UMKM Center lebih dari 4 tahun yang lalu, sekaligus menyaksikan beliau manggung. Suara dan gayanya memang benar-benar mirip dengan idola saya Iwan Fals, dan tidak salah jika beliau lebih dikenal sebagai Iwan Fals KW.

Tidak masalah, bagi saya sosok Mas Budi Bongkar dan teamnya adalah sosok seniman atau pekerja mandiri yang masih memungkinkan bergabung dengan RumahUMKM.Net. Group yang mengusung brand "Iwan Fals KW" ini berhak untuk berkembang, dengan pasar yang segmentasinya lebih di bawah dari sang idola Iwan Fals (asli).

Terlepas lagi apakah Iwan Fals menerima adanya tiruan atas dirinya atau tidak, sebenarnya kehadiran Mas Budi Bongkar bisa memenuhi harapan segmen bawah yang ingin menikmati lagu-lagu Iwan Fals secara live, meskipun tidak dengan artis yang aslinya.

Pasar menengah ke bawah dan komunitas fans Iwan Fals adalah segmen pasar yang dibidik oleh Budi Bongkar, termasuk yang paling sering menampilkannya adalah instansi pemerintah dan kegiatan reuni sekolah. Sangat menghibur, karena dengan suara dan gayanya kita seolah dibawa ke nuansa bersama dengan Iwan Fals yang sesungguhnya. Inilah janji profesional dari group ini.

Aksi Budi Bongkar saat manggung.
Kesempatan ngobrol dengan Mas Sugeng, manajer group ini, saya mendapatkan kesadaran bahwa RumahUMKM.Net juga harus ikut membina para pekerja mandiri (seniman) sebagaimana dengan pelaku UMKM yang lain. Mereka juga punya hak untuk didampingi menjadi profesional dan diberikan ruang pasar untuk kelangsungan hidupnya. 

Dengan jaringan yang dimiliki oleh RumahUMKM.Net serta kegiatan online-nya saya berharap bisa membantu promosi dari group musik ini untuk bisa naik kelas, sehinga bisa memotivasi group-group musik yang lain. 

Sugeng, Manager Budi Bongkar.
Sebagaimana kita ketahui banyak sekali para pekerja mandiri di bidang musik kurang beruntung dalam pemasarannya. Pengelolaan bisnis yang masih sangat konvensional serta belum menguasai teknologi digital seperti YouTube dan Instagram merupakan penghambat laju kemajuan mereka sendiri.

Memberikan edukasi kepada mereka tentang transformasi digital merupakan target kegiatan saya beberapa bulan mendatang. Semoga mereka bisa beradaptasi dengan perubahan jaman ini dan bisa mengarungi digital era ini dengan baik. Hari ini saya mulai dengan menulisnya di blog ini agar banyak pihak yang bisa tahu keberadaan group ini, sehingga bisa membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Suskses!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar