Laman

  • Home

Rabu, 12 Juni 2019

Ricyanto, Bangkitkan Lagi Kerajinan Bambu Indonesia.

Ricyanto, Bangkitkan Lagi Kerajinan Bambu Indonesia.
Pak Ricky, begitu beliau dipanggil, beliau adalah pemilik dari CV Arsih Utama Cipta Kabupaten Semarang yang pada tahun 1990-an dikenal sebagai eksportir furniture bambu yang sangat specialis di bidangnya. Saya mengenal beliau sejak tahun 1998 ketika masih bekerja di sebuah perusahaan forwarder di Semarang dan beliau adalah customer saya.

Sebagai lulusan Teknik Sipil ITB beliau sangat ahli dan detail di bidangnya, produk furniture bambu-nya adalah termasuk yang terbaik di nusantara ini karena Pak Ricky menguasai betul bagaimana memilih bambu yang baik, kapan waktu yang tepat memotongnya, bagaimana memproses bambu dengan benar serta bagaimana membuat desain furniture yang modern.

Produk CV Arsih Utama Cipta memang dikenal awet dan tahan hama, dengan desain yang cukup modern. Meskipun saat ini beliau lebih berkonsentrasi pada produk bamboo face craft namun siap manangani proyek-proyek furniture bambu untuk resort-resort di dalam maupun di luar negeri. Keahliannya tidak akan pernah hilang untuk hal ini.

Terakhir kali bertemu beliau untuk kangen-kangenan saja sebenarnya, saat saya melintas di depan kantor Arsih Utama CIpta saya menyempatkan mampir ke kantor karena melihat ada mobil beliau parkir di depan kantor. Dan ternyata benar, beliau ada di kantor dan kami ngobrol cukup lama dan saya diperkenalkan dengan produk barunya di bawah ini.







Jika selama ini saya melihat kerajinan bambu berupa patung-patung unggas di daerah Boyolali dan Klaten, sekarang saya melihat ada sesuatu yang lebih menantang ketika Pak Ricky membuat figur-figur tokoh-tokoh terkenal maupun pesanan khusus untuk patung pribadi. Bahan baku yang digunakan adalah bonggol bambu yang dipahat dan diukir sesuai dengan foto yang diberikan oleh konsumen. Dibutuhkan 3 sisi foto untuk model patung ini, yaitu: foto depan, foto samping kanan dan samping kiri.

Produk-produk ini justru mendapatkan banyak minat dari tamu-tamu luar negeri, meskipun konsumen lokal juga cukup banyak. Dari bisnis furniture yang sudah bissing menjadi bisnis face craft yang lebih senyap ternyata justru memberikan banyak peluang kepada Pak Ricky. Sebuah transformasi yang cukup halus dan berhasil.

Saya berharap bamboo face craft ini mampu mengangkat kerajinan bambu lagi dan membuat produk bambu memiliki kelasnya sendiri. Sukses!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar