Laman

  • Home

Jumat, 17 Mei 2019

SDM & Teknologi, Tantangan Utama Dalam Pengembangan UMKM.

SDM & Teknologi, Tantangan Utama Dalam Pengembangan UMKM.
Jika 5 tahun yang lalu atau lebih kami ditanya mengenai apa permasalahan UMKM yang dihadapi oleh para pembina UMKM, pasti jawaban saya tidak pernah jauh dari 3-set, yaitu: Mindset, Omzet dan Asset. Yang kami artikan sebagai berikut:
  • MINDSET adalah pola pikir dari pelaku usaha UMKM. Cara dan pola pikir pelaku UMKM sangat mempengaruhi mereka dalam mengambil sikap dan mentalitas mererka dalam berwirausaha.
  • OMZET lebih terkait dengan kemampuan mereka dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkannya. Dimulai dari pra-pemasaran, yaitu berupa kemampuan mereka dalam menghasilkan produk yang berkualitas serta kemampuan menjaga konsistensi kualitas produk. Selanjutnya akan terus bergeser ke arah bagaimana mereka mampu mengemas produk mereka sesuai dengan pasar yang sesuai dengan segmentasi dan target pasar yang dibidi dengan desain yang menarik dan menonjolkan perbedaan dengan pesaing.
  • ASSET terkait dengan kemampuan para pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha mereka, mulai dari memisahkan penghasilan usaha dengan kebutuhan rumah tangga serta kemampuan mereka dalam membukukan setiap kegiatan transaksi keluar maupun masuk sampai kepada kemampuan mereka dalam membangun asset yang mampu menjamin keberlangsuangan usaha mereka.
Pemahaman ini masih kami pegang sampai saat ini, sampai kemudian kami bisa masuk kepada hal yang lebih essensial dan mendalam lagi ketika ternyata masalah utama mereka adalah pada MINDSET atau bisa dikatakan pada kualitas SDM. 

Kesempatan kami menjadi berbagai juri skala propinsi Jawa Tengah selama 5 tahun terakhir memberikan banyak kesempatan melihat lebih dalam permasalahan dari para pelaku UMKM. Sebagai juri UKM Pangan Award dan Krenova Jawa Tengah kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan kurasi produk dan wawancara kinerja bisnis mereka, yang semakin menguatkan bahwa tantangan utama dalam mengembangkan UMKM adalah pada SDM dan satu lagi dalam meningkatkan daya saing adalah TEKNOLOGI.

Sumber Daya Manusia (SDM) dan Teknologi.

Hampir semua permasalahan utama yang terjadi dalam pembinaan dan pengembangan UMKM mengarah kepada kualitas SDM-nya. Mulai dari cara dan pola berpikir, kualitas dan standard pemikirannya, wawasan dan pengetahuannya sampai dengan visi dan tujuan usahanya.

Referensi visual, pelatihan dan pengalaman banyak memberikan perubahan dalam mindset yang mereka miliki. Misalnya dalam produk pangan, maka yang menjadi standard adalah cita rasa. Pelaku UMKM pangan perlu dipahamkan atas kriteria rasa "enak", meskipun bersifat relatif namun dengan memahami bahwa "enak" berarti rasa yang bisa diterima oleh lebih banyak orang maka UMKM akan lebih tertolong pada pemasarannya. Untuk mencapai standarisasi cita rasa, maka pelaku UMKM harus diberikan banyak referensi dan pengalaman untuk membandingkan. 

Kemudian dalam hal pengetahuan, pelaku UMKM harus memiliki pengetahuan dan wawasan tentang keamanan pangan serta kesehatan pangan yang bisa mereka peroleh dalam pelatihan teknis serta buku panduan. Hal ini penting dalam membuat standar lay out dan kualitas ruang produksi dan peralatan produksi.

Selanjutnya memahamkan pelaku UMKM atas visi dan tujuan berwirausaha serta bagaimana mereka bisa mencapai visi tersebut adalah upaya pengembangan yang paling mendasar. Mereka harus tahu apa yang mereka tuju dan kejar saat ini, dalam wujud tahapan-tahapan yang jelas dan terukur.

Sementara itu TEKNOLOGI merupakan hal yang menjadi kelemahan para pelaku UMKM yang perlu mendapatkan solusi yang cepat mengingat teknologi ini yang sangat berpengaruh dalam produktivitas, efisiensi dan peningkatan kualitas. Kami tidak bisa terus memaklumi peralatan-peralatan yang sangat sederhana dalam produksi karena dengan cara demikian kami memaklumi inkonsistensi dalam kualitas. Mesin tepat guna sangat membantu pelaku UMKM dalam menjalankan SOP-nya dengan lebih baik. Dalam pemasaran pun kami sudah tidak bisa memaklumi para pelaku UMKM tidak mengenal sosial media, ecommerce dan sebagainya.

Kemampuan pelaku UMKM dalam memahami standard INPUT (bahan baku) yang mereka gunakan dalam produksi, standard proses dalam produksi serta standard produk yang mereka hasilkan akan banyak terbantu dengan adalah teknologi dalam produksi. Teknologi ini tidak harus yang bersifat sangat modern, namun teknologi yang bisa lebih baik dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi dan konsistensi kualitas. Dengan kata lain proses yang terukur dan konsisten akan banyak membantu pelaku UMKM dalam menjadi konsistensi kualitas produk dan pengukuran kapasitas produksi.

Secara umum kelemahan produk UMKM saat ini yang meskipun sudah memiliki cita rasa tinggi (pangan) atau workmaship prima (kerajinan) serta kemasan yang menarik adalah HARGA JUAL yang tidak bisa bersaing. Hal tersebut lebih banyak disebabkan oleh teknologi yang dimiliki oleh pelaku UMKM. Secara sederhana, teknologi bisa diartikan secara fisik sebagai "mesin", mesin yang mampu memudahkan pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk, atau konsistensi kualitas, produktivitas maupun efiseinsi. Efisiensi dan produktivitas membuat produk yang dihasilkan oleh UMKM bisa memiliki biaya produksi yang lebih murah sehingga harga jualnya pun bisa bersaing. 

Dengan tulisan ini kami ingat selalu mengingatkan fokus pembinaan dan pengembangan UMKM kepada pemerintah maupun relawan pembinaan UMKM agar upaya-upaya yang kita lakukan bisa rapi dan terarah serta bisa mendekatkan tujuan industrialisasi bisnis-bisnis UMKM. Dengan orientasi industri maka investasi akan mulai terbuka ke arah pengembangan produk UMKM yang lokal dan unik. Sukses!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar