Laman

  • Home

Jumat, 31 Mei 2019

One City One Shop, Sebuah Konsep Untuk Mendongkrak Pemasaran Produk Indonesia.

One City One Shop, Sebuah Konsep Untuk Mendongkrak Pemasaran Produk Indonesia.
Kontribusi ekspor UKM Indonesia terhadap ekspor nasional baru sekitar 14.17%, tertinggal dari rata-rata ekspor UKM di negara-negara ASEAN yang sudah mencapai 20% sementara potensi produk UKM Indonesia jauh lebih besar dari UKM-UKM di negara-negara ASEAN yang lain.

Upaya-upaya memotivasi UKM untuk berorientasi ekspor pun telah dilakukan, baik oleh pemerintah, asosiasi usaha maupun oleh relawan pembinaan UMKM, namun cara ini masih memotivasi di hulu-nya, sementara di hilir belum tergarap dengan maksimal. RumahUMKM.Net yang sejatinya berkonsentrasi untuk promosi dan pemasaran produk UMKM saat ini mulai menggarap bagian hilir pemasaran tersebut.

Konsep One City One Shop adalah sebuah propaganda untuk menggelorakan semangat cinta produk Indonesia di luar negeri, dengan melibatkan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk membangun bisnis perdagangan produk-produk asli Indonesi di negara dimana mereka tinggal. Arah dari konsep ini adalah membangun pasar di negara-negara tertentu yang sesuai dengan produk-produk yang dihasilkan oleh UKM Indonesia. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa jumlah TKI dan diaspora cukup banyak di luar negeri dan sangat potensial untuk mempromosikan dan memasarkan produk Indonesia di negara tempat tinggalnya. Setidaknya produk-produk Indonesia ini bisa mereka konsumsi sendiri atau mereka perdagangkan.

Sebenarnya program One City One Shop hampir mirip dengan gagasan Kementrian Perdagangan yang sudah terealisir yaitu House of Indonesia, namun program ini tidak berjalan seperti yang diharapkan karena ditangani sebagai fasilitas bukan sebagai bisnis. Konsep One City One Shop ditawarkan kepada para diaspora untuk mengelola perdagangannya sebagai bisnis.

Terkait hal ini pemerintah melalui KBRI dan atase perdagangan diharapkan bisa memberikan fasilitas kemudah impor serta kemudahan perijinan usaha serta memberikan pelatihan-pelatihan yang diperlukan oleh para diaspora. Jaringan supply juga menjadi bagian penting bagi terwujudnya program ini, dan RumahUMKM.Net pun telah mempersiapkan produk-produk yang telah terseleksi di Jawa Tengah.

Produk-Produk Yang Siap Ekspor.

Saat ini sudah banyak produk-produk UKM yang telah ekspor dari Jawa Tengah, mulai dari produk furniture, handicraft, keramik, kerajinan tembaga, kerajinan besi dan kuningan serta produk-produk makanan yang jumlah sangat banyak. Produk-produk makanan lokal seperti kripik singkong, kripik ubi dan kripik buah sementara ini menjadi produk-produk primadona untuk ekspor. Produk biscuit atau cracker juga sangat diminati oleh negara-negara berkembang.

Yang perlu dilakukan oleh UKM saat ini adalah membuat katalog produk yang menarik beserta penawaran harga FOB yang kompetitif. Mengapa harga harus kompetitif? Perlu diketahui, negara tetangga Indonesia yang menempel ketat produk-produk yang sejenis adalah Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Sudah seringkali terdengar banyak produk yang seharusnya asli Indonesia tetapi karena harganya tidak kompetitif maka ditiru oleh Vietnam dengan harga yang lebih kompetitif. Misalnya untuk produk rice cracker, coconut chips dan sebagainya.

Untuk saat ini Diaspora dari USA dan Belanda sudah menantikan penawaran dari para UKM Jawa Tengah untuk produk-produk food dan non food. Penawaran berupa katalog dan price list FOB Semarang. 

Kami berharap konsep One City One Shop yang idealnya di setiap kota besar di luar negeri ada outlet produk Indonesia bisa terwujud dan sukses. Keterlibatan semua pihak sangat penting dalam program komersial ini. Sukses!







Tidak ada komentar:

Posting Komentar