Laman

  • Home

Jumat, 12 April 2019

Wingko "O", Keberanian UMKM dalan Investasi Kemasan.

Wingko "O", Keberanian UMKM dalam Investasi Kemasan.
Visitasi UMKM dalam rangka seleksi UKM Pangan Award 2019 telah dimulai pada tanggal 12 April 2019, dengan tujuan Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. Ada hal yang menarik ketika kami bertemu dengan peserta dari Kota Semarang, yaitu Wingko "O" yang ternyata baru memulai usaha 10 bulan yang lalu.

Apa yang menarik? Tentunya adalah keberaniaannya dalam desain kemasan yang berbeda dari wingko-wingko yang ada sebelumnya, yang bisa dikatakan sebagai pesaingnya. Novianto Dedy, atau akrab dipanggil Dedy mengambil keberanian ini karena memang persaingan produk wingko yang merupakan makanan khas Semarang sangat ketat, bahkan luar biasa ketat. Selain rasa, kemasan harus mampu membuat calon pelanggan berpaling kepada produknya. 

Terbukti bahwa dengan kemasan yang sangat menarik dengan konsep oleh-oleh ini mampu menstimulasi pembelian dari pelanggannya. Konsep oleh-oleh dipilih oleh Dedy karena memang produk wingkon babat hanya bisa bertahan sampai dengan 5 hari, selain memang sudah dikenal sebagai oleh-oleh dari kota Semarang.

Desain kemasan dari Wingko "O" sudah sangat ramah dengan penjualan online, meskipun pelakunya sendiri belum fokus dengan penjualan online karena penjualan offline-nya sendiri sudah mampu menghabiskan kapasitas produksinya.

Produk & Kemasan Adalah Yang Utama.

Dalam kaitannya dengan pemasaran produk, cita rasa produk dan kemasan menjadi sangat penting dan selalu kami ingatkan kepada para pelaku UMKM. Kemasan adalah kekuatan yang mampu memalingkan pandangan pelanggan kepada produk anda, sementara cita rasa adalah kekuatan yang akan membawa pelanggan kembali kepada produk anda.

Kedua kekuatan ini harus menjadi kebutuhan dasar dari para pelaku UMKM agar tidak selalu merengek dibantu pemasarannya oleh pemerintah maupun asosiasi usaha. Terkait hal ini perlu juga adanya pembinaan dan pelatihan desain kemasan dari bilik-bilik desain dan perusahaan percetakan yang nantinya akan melayani para pelaku UMKM. Jika perlu dilakukan kontes desain kemasan bagi bilik-bilik kemasan agar mereka juga terus mengeksplorasi kemampuan dan pengalaman desain kemasan mereka.

Selain daripada produk (legalitas dan kualitas) serta kemasan produk, kinerja pengelolaan manajemen, kinerja pengelolaan keuangan, kinerja produksi dan kinerja pemasaran menjadi perhatian daripada kami ketika menilai usaha dari para pelaku UMKM. Produk dan kemasan adalah level mendasar yang harus dipahami oleh UMKM, sementara kinerja pengelolaan usaha (manajemen) adalah level berikutnya.

Pastinya di level usaha mikro dan kecil, masalah kinerja manajemen selalu menjadi sorotan namun dengan pengarahan dan pembinaan saat penjurian kami berharap mereka mampu merekam dan memahami apa yang akan mereka lakukan di masa mendatang. 

Pada kesempatan lain, kami berharap menemukan UMKM-UMKM yang kreatif yang mampu membuat team juri antusias untuk menggali konsep dan mindset bisnisnya. Keberhasilan bisnis dimulai dari kreativitas, mental dan mindset yang di atas rata-rata kebanyakan orang. Masih akan ada beberapa kota dan kabupaten yang akan kami visitasi, masih akan ada kejutan lain di luar sana. Sukses!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar