Laman

  • Home

Jumat, 12 April 2019

Sambal Pecel Bu Kaji, dari Warung Pecel ke Sambal Pecel Kemasan.


Sambal Pecel Bu Kaji, dari Warung Pecel ke Sambal Pecel Kemasan.
Bisa dikatakan bahwa Mbak Siti Umayah adalah tipikal pelaku UMKM yang ulet dan selalu semangat untuk belajar. Dari mulai dengan warung pecel sampai dengan membuat sambel pecel kemasan bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh para pengusaha warung pecel, namun Mbak Maya, begitu panggilannya, mampu membuktikan bahwa produk sambel pecel kemasan Bu Kaji mampu menjadi juara pada tingkat kota Semarang.

Masalah rasa, sudah pasti bisa diperhitungkan, selain kegigihannya untuk mampu mengemas produknya ke dalam kemasan modern yang berupa kaleng mika. Meskipun belum mampu bertahan selama 1 tahun, namun dengan bahan-bahan yang masih alami produk sambel pecel kemasan Bu Kaji sudah mampu bertahan selama 3 bulan sehingga mampu diserap oleh para reseller online yang butuh produk unik yang khas dan berkualitas.

Mengikuti perubahan-perubahan kemasan yang dilakukan oleh Sambel Bu Kaji, saya sangat tertarik dengan kemasan kaleng mika tersebut di atas. Lebih praktis dan lebih menarik meskipun saya tidak mengatakan bahwa kemasan yang sebelumnya tidak menarik.




Upaya mendatang dari Sambel Bu Kaji adalah memperpanjang masa kedaluwarsa produknya dengan teknologi yang lebih baik, meskipun selama ini pelanggannya tidak pernah komplain dengan masa kedaluwarsa yang masih antara 3-5 bulan. Para pelanggan ini justru menginginkan produk yang segar, yang fresh from the oven. 

Upaya membuat sambel pecel tersebut dalam wujud powder juga akan dilakukan agar produknya memiliki peluang dan jangkauan yang lebih luas, seperti masuk ke pasar modern atau pasar online.

Tanpa disadari oleh Mbak Maya, bahwa sebenarnya produk sambel pecel ini memiliki peluang untuk ekspor namun biarlah Mbak Maya fokus terlebih dahulu dengan peningkatan teknologi dan peningkatan kapasitas, tidak perlu pusing memikirkan ekspor terlebih dahulu. Suskes!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar