Laman

  • Home

Selasa, 02 April 2019

6 Langkah Menyakinkan Customer Anda Untuk Membeli.

6 Langkah Menyakinkan Customer Anda Untuk Membeli.
Produk UMKM dan belum dikenal oleh pasar, pasti awalnya akan sulit untuk menyakinkan customer untuk membeli. Dan hal yang selalu mereka tanyakan kepada RumahUMKM.Net adalah: "Bagaimana menyakinkan customer agar mau membeli produk kami Pak?"

Daripada menjawab mereka satu per satu, lebih baik saya menulis di website ini agar bisa menjawab para pelaku UMKM yang belum bertanya juga.

Pelanggan tidak pernah membeli karena fitur produk. Mereka membeli karena mereka merasakan manfaat dari fitur-fitur tersebut. Setidaknya hasil survey ini mengarahkan kepada kita untuk maju selangkah lagi, tidak berkutat pada fitur melainkan kepada manfaat atau value dari produk/fitur tersebut.

Sayangnya, sebagian besar pesan penjualan dan pemasaran masih saja berbicara tentang fitur dan membiarkan pelanggan mencoba mencari tahu manfaatnya. Sehingga bisa dikatakan anda meminta customer untuk berpikir, sebelum membeli. Anda memberikan pekerjaan yang berat kepada customer. Bagaimana mereka akan memutuskan untuk membeli sementara mereka belum selesai berpikir atas manfaatnya, sementara waktu anda bersama customer pun sangat terbatas.

Anda akan mendapatkan lebih banyak customer, lebih cepat, jika anda mengomunikasikan manfaat ketika customer menggunakan produk anda daripada terpaku pada fitur yang dimilikinya. Mereka hanya butuh membuktikannya, yaitu dengan cara membeli.

Berikut adalah 6 (enam) langkah untuk menyakinkan customer untuk membeli:

1. Ketahui Perbedaan Antara Manfaat dan Fitur.

Fitur adalah sesuatu yang dimiliki produk atau layanan. Manfaat adalah sesuatu yang produk atau layanan menjadi "berarti" bagi pelanggan. Sebagai contoh:

Salah: "Mobil ini memiliki atap pengaman yang telah diperkuat." (fitur)
Benar: "Mobil ini menjaga keamanan keluargamu." (manfaat)

2. Gunakan Bahasa yang Jelas Tapi Sederhana.

Pelanggan akan mengingat manfaat lebih lama dan lebih mudah jika hal itu diungkapkan dengan menggunakan kata-kata sederhana dan tegas yang membangkitkan emosi.

Salah: "Atap ini memberikan perlindungan jika terjadi kecelakaan terguling."
Benar: "Jika mobil ini terguling, ada peluang bagus anda lolos tanpa terluka."

3. Hindari Biz-Blab dan Jargon.

Pengguna istilah klise bisnis yang lelah atau terminologi yang terlalu teknis akan sulit membangkitkan emosi customer, oleh sebab  itu hindari menggunakan biz-blab atau jargon-jargon yang sebenarnya tidak bisa langsung dimengerti atau dipahami oleh customer.

Salah: "Implementasi yang kuat dari 80210 protokol !!!" (Biz-Blab)
Benar: "Anda dapat terhubung secara virtual di mana saja." (Riil)

4. Buat Daftar Manfaat Singkat.

Kebanyakan orang hanya dapat menyimpan dua atau tiga pikiran sekaligus dalam ingatan jangka pendek mereka. Daftar panjang manfaat hanya menyebabkan kebingungan.

Salah: "Berikut adalah 10 manfaat utama menggunakan produk kami:"
Benar: "Dua hal paling penting untuk diingat adalah ..."

5. Tekankan Apa Yang Unik dari Anda atau Perusahaan Anda.

Manfaat yang umum untuk kategori produk anda dapat meyakinkan pelanggan untuk membeli, ... tetapi tidak harus dari anda ! Gunakan manfaat yang membedakan produk anda dari produk pesaing.

Salah: "Perangkat lunak kami membuat anda lebih produktif."
Benar: "Pelanggan kami melaporkan penurunan rata-rata 30% dalam biaya, sekitar dua kali lipat rata-rata industri."

6. Jadikan Manfaat Anda Konkret.

Pelanggan mengabaikan manfaat yang abstrak dan diungkapkan dengan menggunakan kata keterangan dan kata sifat yang tidak jelas. Manfaat yang konkret dan spesifik lebih meyakinkan dan "melekat" dalam pikiran.

Salah: "Kami dapat secara radikal mengurangi biaya inventaris Anda."
Benar: "Kami mengurangi biaya persediaan rata-rata 25%."

Semoga jawaban singkat ini bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang mengajukan pertanyaan kepada saya dan juga yang belum mengajukan pertanyaan. Mulailah dengan pesan-pesan promosi yang efisien, jelas dan efektif, dan mulai hindari pesan-pesan promosi yang berlebihan. Sukses!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar