Laman

  • Home

Selasa, 15 Januari 2019

Tidak Perlu Berbohong Kepada Customer.

Tidak Perlu Berbohong Kepada Customer.


Definisi Pemasaran
Beberapa di bawah ini adalah definisi pemasaran dari beberapa pakar pemasaran yang harus kita pahami sebelum kita belajar pemasaran selanjutnya:
  • "Pemasaran bukanlah seni kelicikan yang memisahkan konsumen yang waspada dari uang kembaliannya" - Theodore Levitt, Marketing for Business Growth.
  • *"Pemasaran memberitahu orang apa yang anda lakukan." - C. J. Hayden, Getting Clients No.
  • *"Seringkali, Pemasaran terlihat sempit sebagai seni menemukan cara-cara cerdas untuk membuang produk perusahaan. Banyak orang bingung pemasaran dengan iklan dan penjualan. Tapi pemasaran otentik bukanlah seni menjual apa yang anda buat, sebagaimana anda mengetahui apa yang anda buat. Pemasaran adalah adalah seni mengidentifikasi dan memahami kebutuhan pelanggan dan datang dengan solusi yang memuaskan pelanggan dan menghasilkan keuntungan." - Philip Kotler, Marketing Management.
Dari ketiga definisi tersebut di atas tersimpulkan bahwa dalam pemasaran kita tidak diperkenankan melakukan kebohongan, pemasaran mengatakan apa yang anda lakukan sebenar-benarnya karena pemasaran adalah seni mengidentifikasi pelanggan dan kebutuhannya. 
Tujuan pemasaran adalah untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, sehingga seorang pemasar harus bisa mengukur dan memahami apa yang menjadi harapan atau keinginan pelanggan serta bagaimana memenuhi harapan dan keinginan tersebut.
Adakah dalam definisi ini tersebut isyarat untuk seorang pemasar untuk melakukan kecurangan atau kebohongan kepada customer? Lantas apa yang akan terjadi jika kita berbohong kepada customer? 
Jangan Berbohong Kepada Customer Anda.
Ada pelajaran penting di sini, dan itu sangat sederhana: "Jangan berbohong kepada customer. Jika anda terjebak dalam kebohongan, anda mungkin harus membayar beberapa hal berikut:
  • Anda akan dipermalukan.
  • Anda akan kehilangan kredibilitas dan kepercayaan dari customer.
  • Hal Ini dapat memberi anda reputasi buruk sebagai individu.
  • Hal Ini dapat mencerminkan reputasi perusahaan anda yang buruk.
  • Kecuali anda adalah pemilik perusahaan, berbohong bisa membuat anda kehilangan pekerjaan.
  • Dan akhirnya, pelanggan dapat pergi dan tidak pernah kembali.
Dengan tulisan ini kami akan mengajak para pelaku UMKM untuk mulai menata kembali pemasarannya dengan dasar kejujuran. Jangan untuk sekedar tampak sempurna di depan customer, kita memberikan informasi yang tidak sebenarnya kepada customer. Misalnya: Malu untuk mengatakan bahwa pengirimannya akan terlambat, pelaku UMKM lebih memilih menjawab pertanyaan dengan kebohongan. Padahal ketika dijawab dengan jujur, masalahnya tidak akan berkembang ke hal-hal yang lain.
Jika diibaratkan, maka setiap kebohongan adalah upaya membuat lubang jebakan untuk kita sendiri, satu kebohongan satu lubang dan pada akhirnya kita juga yang akan terperosok ke lubang tersebut.

Terlebih di era digital ini akan berlaku high trust business, dimana setiap pelaku bisnis dituntut untuk bertindak profesional dan jujur. Internet tidak dibuat untuk membuat peluang melakukan kecurangan, melainkan untuk sebaliknya. Satu keburukan kita tampil di internet maka ribuan atau bahkan jutaan orang akan mengetahui betapa buruk reputasi kita. Dan ingat, pada akhirnya nanti semua transaksi dan kegiatan digital kita akan terlacak, bahkan kepentingan konsumen akan dilindungi oleh hukum IT. Semoga sharing singkat ini ada manfaatnya. Sukses!





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar