Laman

  • Home

Jumat, 14 Desember 2018

Menjadi Unik, Menjadi Spesialis.

Menjadi Unik, Menjadi Specialis
Revolusi digital akan berjalan terus menuju hal-hal yang tidak terduga oleh kita. Pencapaiannya merupakan kejutan-kejutan bagi orang-orang yang berada di luar bisnis digital. Dan inilah fakta akan saat ini kita hadapi dan seterusnya akan kita lalui.

Sebenarnya jika dicermati revolusi digital ini lebih memihak kepada individu atau kelompok kecil dibandingkan korporasi-korporasi besar, terlebih korporasi yang sejak dulu terbangun dengan cara yang konvensional dan bekerja secara konvensional. Benar, jika tidak tidak bertransformasi dan beradaptasi maka bisnis-bisnis korporasi tersebut akan menyusut dan akhirnya terpecah atau bahkan hancur sekalian.

Ketika teman-teman UMKM datang kepada kami dan mengajak diskusi mengenai apa yang mesti mereka persiapkan dan apa yang mesti mereka lakukan ke depan maka kami masih fokus kepada core bisnis mereka terlebih dahulu, yaitu menjadi unik dan spesialis, sebelum kami menuntut mereka bertransformasi digital. Dan hal ini menjadi sebuah keharusan bagi setiap produsen karena revolusi digital yang sangat terbuka ini menjadikan efek duplikasi yang bisa jadi ribuan kali dari cara-cara konvensional.

Efek duplikasi, entah apakah karena banyak yang meniru atau meniru & memodifikasi atau sebagainya, yang jelas menghadirkan efek persaingan yang luar biasa dahsyat. Nah pertanyaan selanjutnya adalah:
  1. Bagaimana customer menemukan bisnis anda ketika hampir semua bisnis terlihat sama? Bagaimana membuat bisnis atau produk anda menjadi berbeda dengan para pesaing anda?
  2. Apakah perbedaan yang telah anda buat ini merupakan "strength point" atau kompetensi anda? Jika benar, maka anda memiliki asset yang kuat untuk memulai membangun sebuah brand. 
  3. Apakah bisnis anda mudah ditemukan ketika hampir lebih dari 60% pencarian bisnis dilakukan secara digital melalui mesin pencari? 
  4. Apakah anda aktif secara digital dalam mempromosikan dan memasarkan produk anda?
Ke-empat pertanyaan di atas akan menuntun kita kepada bagaimana kita mulai memikirikan produk yang unik, yang berbeda dengan para pesaing. Kemamnpuan membuat berbeda ini harus  merupakan kompetensi terbaik kita, atau bisa dikatakan kita harus menjadi spesialis dan fokus pada suatu bisnis atau produk. Dengan cara yang ini sejatinya kita telah merintis esensi sebuah brand, dan brand ini yang akan banyak membantu kita dalam persaingan di dunia digital.
 
Nah, selanjutnya ketika mereka telah melakukan hal-hal di atas adalah mengingatkan apakah mereka telah memiliki website? Face Book Fan Page? Google Business? atau semacamnya agar mereka menjadi mudah ditemukan dalam search engine. Kemudian mereka juga mendukungnya dengan jaringan social media untuk memasarkan bisnis mereka sebagaimana memasarkan webiste, fan page, google business dll. Lebih penting lagi, apakah mereka aktif dengan tool-tool tersebut di atas? Apakah mereka telah melakukan SEO (Search Engine Optimization) dan SMM (Social Media Marketing) dengan baik atau bisa dikatakan apakah mereka aktif dengan tool-tool tersebut?

Memang ke depan tantangannya semakin luar biasa, namun sebenarnya justru peluang berhadapan dengan pasar secaran langsung juga lebih mudah di jaman digital ini selama UMKM paham dan aktif melakukannya. Diskusi ini akan sangat panjang dengan detal-detail yang luar biasa, namun pada kesempatan ini kami hanya ingin mengingatkan hal-hal tersebut di atas terlebih dahulu. Sukses!