Laman

  • Home

Jumat, 24 Agustus 2018

Takut Persaingan Karena Tidak Mengenal Potensi & Kemampuan Diri.

Takut persaingan, karena tidak mengenal potensi & kemampuan diri.
Takut pada persaingan? Bukankah persaingan akan selalu ada selama ada produk yang sejenis dengan pasar yang sama? Tetapi itulah yang sering kami hadapi dalam pembinaan UMKM. Mungkin tidak hanya UMKM saja, tetapi perusahaan besar pun ada yang mengalami ketakutan yang seperti ini.

Dengan sedikit cermat pada apa yang menjadi penyebab persaingan maka mereka bisa menemukan solusi untuk mengatasi persaingan tersebut, yaitu:
  1. Produk sejenis. Bukankah dengan kemampuan dan potensi yang berbeda kita bisa menghasilkan produk yang berbeda? Mengapa harus sama? 
  2. Pasar yang sama. Sebenarnya pasar adalah pilihan yang diambil oleh para produsen, karena mereka menentukan segmentasi dan targeting sendiri, yang tentukan disesuaikan dengan harapan dari perusahaan atas perolehan hasil dari segementasi dan targeting tersebut. Padahal, bisa jadi semua produk ada pasarnya, tinggal kita mau garap yang mana. Jika mau menggarap pasar yang sama dengan pesaing, maka pastikan anda mengenal pasar anda lebih baik dari pesaing.
Banyak hal yang membuat kita memiliki keleluasaan untuk berbeda dari pesaing, misalnya: mulai dari pemilihan bahan baku, pemilihan proses, desain produk dan kemasannya, pemilihan pasar yang akan digarap. Kecenderungan untuk meniru pesaing bisa mengaburkan semua pemahaman atas hal-hal di atas tersebut. Seringkali yang terjadi justru kita ingin melalukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh pesaing, sehingga banyak produk yang seringkali identik di lapangan.
 
Jangan terbiasa meniru, karena dengan kebiasaan tersebut pelaku UMKM akan semakin kabur dalam memahami potensi yang dimilikinya, kabur dalam mengenali kemampuan yang sebenarnya dimilikinya. Memahami potensi bisa dimulai dengan mulai mencermati apa yang sebenarnya mereka miliki,mulai dari kemampuan dan dukungan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang lebih unggul, ketersediaan teknologi yang memadai dan kemudahan akses modal. Selain itu pelaku UMKM juga harus mulai dengan introspeksi terhadap keunggulan kemampuan yang mereka kuasai saat ini, mulai dari kemampuan membangun jaringan supply, kemampuan mengelola proses yang lebih efisien dan efektif, kemampuan dalam mengelola pemasaran produknyan dan kemampuan manajerial yang lain.
 
Sepanjang yang kami tahu dan alami, ternyata selalu ada pasar untuk produk yang berkualitas sehingga hal ini memberikan optimisme kepada pelaku UMKM untuk berlomba menghasilkan produk yang berkualitas agar mereka memiliki pasar. Terkadang konsumen butuh referensi, alternatif dan substitusi, sehingga hal ini selalu memberikan kesempatan kepada produk nomor '2' dan bahkan yang no "3" untuk melakukan substitusi.  Itulah sebabnya mengapa mempertahankan pasar justru seringkali lebih sulit daripada ketika mendapatkannya.

Persaingan akan selalu muncul, sehingga tidak ada plihan bagi para pelaku UMKM untuk mulai mencermati potensi dan kemampuannya guna menemukan strategi kreatif untuk bisa keluar dari persaingan tersebut. Sukses!