Laman

  • Home

Sabtu, 21 Juli 2018

StartUp, Ketika Ide Bisnis Masih Murah Nilai Investasinya.

Apa yang ditawarkan oleh STARTUP adalah ide, rencana dan prospek, dan apa yang dilihat oleh investor adalah efisiensi investasi dan keuntungan di masa mendaatang.
Untuk menggerakkan ekonomi di Indonesia maka harus banyak lahir entrepreneur-entrepreneur baru dengan ide-ide yang kreatif atau bisa dikatakan brillian. Ide yang biasa-biasa saja tidak cukup untuk masa-masa sekarang yang sangat kompetitif dan sarat teknologi.

Jangan ragukan lagi generasi sekarang dalam hal kreativitas, apalagi teknologi, mereka terlahir akrab dengan perkembangan teknologi digital saat ini. Bisa dikatakan inilah jamannya mereka, ini dunianya.

StartUp bisnis berbasis teknologi mendapat porsi yang luar biasa untuk berkembang disamping industri kreatif yang juga terus dipacu oleh kementrian-kementrian yang menaunginya. Triliyunan rupiah digelontorkan untuk memacu munculnya entrepreneur-entrepreneur baru (StartU) di bidang-bidang tersebut di atas dan lainnya. Kuncinya adalah inovasi baru dan kreativitas, yang harus menjadi landasan berpikir bagi para startup.

Para muda ini dibiasakan untuk lebih peka terhadap permasalahan di pasar, dan dengan kemampuan mereka dalam menguasai teknologi maka mereka akan memecahkannya dengan solusi yang komprehensif dan aplikatif. Dan hal ini yang berkembang saat ini, hampir di seluruh Indonesia terutama di kota-kota besar.

Investasi Pada Bisnis StartUp.

Saat ini ribuan ide bisnis hadir setiap harinya, beberapa di antaranya memang memiliki prospek untuk dikembangkan lebih lanjut dan sangat aplikatif. Ide yang seperti ini adalah bibit bisnis yang sangat prospektif di masa mendatang. Banyak juga yang hanya berhenti sampai di ide, namun hal ini pun telah memberikan referensi berpikir yang lebih baik dan berkembang. 

Bibit-bibit bisnis ini merupakan asset yang luar biasa, terutama bagi yang benar-benar memahami kondisi bisnis di masa mendatang dan peluang pasarnya. Banyak investor yang sudah melirik berinvestasi pada bisnis startup karena mereka mampu melihat seperti apa bisnis tersebut di masa mendatang.

TIdak harus yang full teknologi, yang penting bisnis tersebut masih aplikatif dengan kondisi masa mendatang dan memberikan banyak solusi atas permasalahan-permasalahan pasar. Semakin luas dan efektif solusinya maka bisnis tersebut semakin prospektif.

Pihak investor melihat bisnis startup sebagai lahan persemaian bisnis yang baik untuk masa-masa mendatang, terutama investor-investor konvensional yang saat ini sudah merasakan penurunan hasil dari investasi di bidang-bidang yang telah masuk kategori tradisional. Peluang investasi yang jauh lebih murah menjadi pertimbangan para investor untuk hadir sejak dini dalam tahap startup, dan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk berkembang di masa mendatang. Inilah saatnya dunia investasi juga mulai bertransformasi dalam bisnis-bisnis mendatang yang lebih beraroma teknologi.

Tentunya untuk mengatasi resiko, para investor pun telah menyiapkan formula pengamanan investasi mereka. Mereka akan berhitung peluang dan resiko untuk setiap bisnis startup yang mereka bidik. 

Jika memahami tulisan saya sebelumnya: Jika Bisnis Anda Rapi, Terstruktur, Tercatat dan Progess Maka Semua Akan Tergantikan. maka peluang bagi para pemula usaha (starter) untuk mulai belajar menyajikan bisnis mereka dengan lebih profesional dan bisa tervaluasi. Mereka harus memperjuangkan bahwa ide, prospek dan progress mereka adalah asset intangible yang harus diperhitungkan dalam investasi sehingga mereka tidak dirugikan oleh investor di masa mendatang. 

Sementara itu ide mereka haruslah berupa solusi yang inovatif. Berikut ini adalah 5 tip untuk membangun solusi yang inovatif:
  1. Pecahkan SATU masalah yang jelas: fokus pada satu masalah dan tidak banyak.
  2. Pahami masalah: mengamati lingkungan, infrastruktur, budaya, dan kehidupan orang-orang dengan berada di sana.
  3. Berpikir kreatif: mulailah besar, gunakan batasan sebagai filter dan temukan solusi paling sederhana.
  4. Identifikasi kesenjangan layanan: apakah ada layanan yang tidak disediakan atau tidak disediakan dengan cara yang memuaskan.
  5. Berikan nilai: apa manfaatnya bagi orang yang menggunakan produk akhir, apakah itu meningkatkan kehidupan seseorang?
Yang harus dipahami oleh pemula usaha adalah bahwa investor hanya akan fokus bagaimana uang mereka berkembang di lahan bisnis yang sedang dibangun. Apakah dalam artian sahamnya bernilai lebih tinggi atau mereka mendapatkan profit share yang semakin baik setelah dana break event.

Jika disikapi secara posisit, maka sebenarnya kedua belah adalah pihak yang saling membutuhkan dan akan saling terikat dan semoga sedikit tulisan saya ini bisa mengingatkan para pemula usaha untuk tampil lebih profesional dan siap menghadapi investornya di masa mendatang. Sukses!