Laman

  • Home

Senin, 23 Juli 2018

GULANAS, Mengajak Konsumen Berperilaku Konsumsi Gula yang Modern.

GULANAS, Brand Kecil Yang Memiliki Cita-Cita Besar.
Gula cair di negara-negara eropa dan USA adalah hal yang sangat biasa karena mereka sudah mengkonsumsinya secara rutin. Megapa mereka lebih memilih gula cair dibandingkan dengan gula kirstal adalah dengan alasan kepraktisannya, kebersihannya dan stabilitas rasa.

Di Indonesia sendiri untuk pasar retail konsumsi, pemasaran gula cair merk GULANAS tidak sepesat pasar bisnis dan industri. Penyerapan paling besar produk GULANAS adalah pasar Horeka dan Industri. Di pasar retail meskipun tumbuh namun masih perlu digenjot lagi dengan cara promosi dan edukasi pasar yang lebih masif lagi.

Edukasi ke pasar konsumsi akhir (retail) memang butuh effort yang lebih besar lagi dari apa yang telah kami lakukan saat ini. Berbeda dengan pasar bisnis dan industri, yang telah bisa menangkap kelebihan dari gula cair Gulanas ini yaitu: praktis, hygienis dan stabilitas rasa. Belum lagi gula cair Gulanas diproduksi dengan teknologi yang mengarah ke low glikemik sehingga ke depan produk-produk Gulanas adalah produk-produk gula yang sehat dan low glikemik rendah.

Berangkat dari usaha skala UMKM sekitar 5 tahun yang lalu, progress perkembangan GULANAS terbilang cukup pesat karena saat ini Gulanas telah menggandeng beberapa distributor untuk wilayah-wilyah kota besar di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Sementara untuk pasar wilayah Kalimantan, Bali dan Indonesia Timur masih dalam proses penjajagan.

Sebagai pendamping untuk UMKM ini, saya ikut banyak belajar setiap proses jatuh bangunnya perjuangan UMKM ini dalam menembus dominasi gula impor. Ada yang mengatakan bahwa bisnis gula di Indonesia hanyalah dikuasai oleh 11 improtir besar saja, sehingga produsen kecil seperti Gulanas tidak diperhitungkan. Namun justru hal ini memberikan gambaran peluang industri gula di Indonesia yang sangat terbuka dan masih cukup leluasa bagi Gulanas untuk bermain sebagai  perintis gula cair di Indonesia.

Bahkan melalui riset dan teknologi yang dikuasainya, Gulanas telah mulai mampu memproduksi gula low glikemik index sehingga aman untuk dikonsumsi. Bahkan saat ini Gulanas sedang melakukan riset untuk membuat produk gula dari tebu yang justru sebagai anti diabetis. 

Selama puluhan tahun Indoensia telah dimanjakan dengan produk gula konvensional, selama puluhan tahun itu pula banyak ahli gula tidak melakukan riset dan kajian yang lebih dalam mengenai bagaimana membuat produk gula tebu yang sehat. Hal inilah yang menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi Gulanas untuk menghasilkan gula yang sehat dan menjadi kenyataan yang sebaliknya dari apa yang dipahami oleh masyarakat sekarang ini.

Perlahan namun pasti produk gula cair merk Gulanas ini telah diterima oleh masyarakat, terutama di kota besar yang telah menganggap kepratiktisan, hyginitas dan stablilitas rasa menjadi komponten penting dalam melakukan efisiensi produksi selain apa yang selalu menjadi issue gula sehat yang selalu diperjuankannya dalam riset-risetnya. Dengan teknologi yang semakin berkembang saat ini, gula yang low glikemik bukan hal yang mustahil untuk dihasilkan. 

Jangan lengah dengan impor gula terus menerus, bangsa kita pun bisa memproduksi gula yang lebih berkualitas bahkan bisa menjadi pemicu bangkitnya swasembada gula nasional kembali. Dukung Gulanas untuk menjadi gula nasioanal, sukses!