Laman

  • Home

Sabtu, 02 Juni 2018

Jika Packaging Produk adalah Investasi, Harusnya Ada Kredit Packaging.

Bagi UMKM, investasi pada packaging yang bagus adalah penting.
Marketing harus kreatif karena kebutuhan pasar selalu dinamis dan berubah, belum lagi persaingan semakin ketata karena banyak pemain menceburkan diri di pasar yang sama. Saat ini hampir semua perbankan mengincar UMKM sebagai pasarnya, dengan pertimbangan bahwa pemberian kredit kepada UMKM sebenar memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. 

Jika memang UMKM menjadi target pasar bagi perbankan, maka perbankan perlu masuk lebih dalam untuk memahami apa permasalahan UMKM yang sebenarnya. Sehingga produk-produk perbankan yang ditawarkannya pun sesuai dengan kebutuhan dari UMKM tersebut, bahkan bisa menjadi solusi bagi UMKM.

Sebagaimana sering kami singgung, dalam perjalanan lebih dari 6 tahun dalam pembinaan UMKM terlebih ketika harus menjadi juri pada berbagai ajang kompetisi produk UMKM, hal yang paling muncul pertama dalam visual produk dan branding adalah kemasan produk atau packaging produk. Banyak UMKM mengalami hambatan dalam pemasaran hanya karena kemasan mereka yang belum menarik, padahal untuk kualitas produk terutama cita rasa untuk makanan produk tersebut bisa dikatakan sudah lebih dari rata-rata.

Pelaku UMKM sendiri pun sudah menyadari bahwa produk mereka lemah di kemasannya, dan mereka ingin berbenah pada hal tersebut. Namun untuk ke arah tersebut mereka harus mengalokasikan dana yang bagi mereka cukup besar hanya untuk sekedar mendapatkan desain kemasan yang bagus. Mereka harus menginvestasikan modal mereka untuk membayar desain kemasan dan juga cetak kemasan dalam kuantitas tertentu. Di level UMKM, terutama yang skala mikro dan kecil, berinvestasi sebesar Rp 15 juta sd Rp 20 juta butuh pertimbangan yang panjang karena dana tersebut bisa mereka gunakan untuk kebutuhan produksi yang lain.

Pihak marketing perbankan harus melihat hal ini sebagai peluang karena hal ini adalah permasalahan umum yang hampir dialamai oleh semua UMKM. Jika selama ini perbankan bisa memberikan kredit kepemilikan kendaraan bermotor, maka seharusnya ada produk serupa yang bisa ditawarkan kepada UMKM. Bukan kredit kendaraan bermotor, melainkan kredit packaging produk sebagai solusi atas permasalahan UMKM tersebut.

Produk kredit inipun harus benar-benar hadir sebagai solusi sehingga pihak perbankan tidak akan berdiri sendiri melainkan bermitra dengan pihak desainer kemasan dan perusahaan percetakan. Semuanya akan menjadi one stop solution dalam permasalahan kemasan di Indonesia. Produk kredit yang ditawarkan sudah menjadi paket solusi yang menarik bagi UMKM.