Laman

  • Home

Rabu, 20 Juni 2018

Eksplorasi Sumber Pangan Lokal, Pahami Pasar Global.

Singkong merupakan sumber pangan lokal yang potensial.
Di satu sisi kami banyak mendapatkan informasi bahwa kripik singkong sangat diminati di Eropa dan Timur Tengah, sementara di sisi lain para pengrajin tapioka berteriak karena harga tepung tapioka anjlog. Di sisi lain lagi permintaan gula singkong (glukosa) dari negara India cukup besar.

Pasti beda antara singkong yang dibuat untuk keripik atau opak singkong dengan untuk dibuat tapioka, namun tetap saja bahwa bahan bakunya adalah singkong yang memiliki karakter yang tidak jauh berbeda. Terlebih setelah tahu bahwa permintaan gula singkong dari India juga cukup besar.

Dari permasalahan-permasalahan ini memang kita dituntut untuk berwawasan luas dalam memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi dalam negeri. Jika yang dipahami oleh pengrajin tapioka adalah pasar lokal dan konvensional maka mereka akan terus terbelenggu oleh permasalahan pasar dan anjlognya harga tapioka, namun jika mereka mau sedikit mencoba pasar baru seperti industri gula singkong mungkin akan banyak membantu pemasaran produk mereka.

Selain itu jika lahan yang selama ini mereka tanami dengan singkong untuk produksi tapioka dicoba untuk ditanami dengan singkong yang bisa untuk produksi keripik singkong maka mereka pun akan memiliki peluang pasar yang lain karena permintaan keripik singkong dari Eropa, China dan Timur Tengah saat ini cukup besar.

Eksplorasi Sumber Pangan Lokal, Pahami Pasar Global.

Dengan iklim dan letak geografisnya, Indonesia seharusnya tidak akan kekurangan pangan asalkan bidang pertanian dan perkebunan dikelola dengan benar dan berkesinambungan. Banyak sumber pangan lokal yang tidak terlalu diminati di Indonesia justru diminati di luar negeri. Sebagaimana kami singgung di atas, singkong adalah kekayaan produk Indonesia yang perlu mendapatkan sentuhan teknologi pertaniannya dan teknologi pengolahannya.

Tepung gaplek sendiri sendiri merupakan sumber pangan yang unik dan otentik yang bisa dikembangkan sebagai komoditas ekspor selain untuk pemenuhan dalam negeri. Daripada MOCAF yang justru mahal harganya, tepung gaplek justru lebih otentik dan merupakan bahan baku pangan lokal yang sudah lama dikenal.

Lebih kaget lagi kami ketika mendapati kabar bahwa buah nangka muda juga merupakan sumber pangan lokal yang diminati oleh importer dari Eropa dan Australia, karena kandungan proteinnya cukup tinggi dan bisa dimanfaatkan oleh para vegetarian. Buah sirsak, mengkudu serta manggis yang merupakan produk asli dari Indonesia juga merupakan komoditas ekspor yang sangat potensial.

Para petani dan produsen pangan lokal seharusnya melihat peluang-peluang ini sebagai sebuah motivasi untuk terus membudidayakan sumber pangan tersebut menjadi lebih baik dan lebih produktif dengan sentuhan teknologi pertanian dan teknologi pangan. Banyak produk pangan lokal yang potensial tidak tergarap hanya karena masalah pemahaman pasar yang sangat sempit.

Indonesia sangat kaya dengan tanaman-tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh pasar ekspor. Jika di Indonesia kurang laku, belum tentu produk tersebut tidak laku karena masih ada pasar ekspor yang bisa menjadi tujuan pemasaran produk tersebut. Jangan pernah ragukan kemampuan ibu pertiwi kita, kita kaya tapi belum tahu bahwa  kita kaya! Sukses!